02/11/2026

Personel Polsek Tempursari Amankan Lokasi Bencana Rumah Roboh dan Jalan Longsor.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tempursari Polres Lumajang bergerak cepat merespons musibah bencana alam rumah roboh dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Musibah tersebut dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan dan kikisan air Sungai Glidik. Akibatnya, satu unit rumah milik Tukimun (46) serta teras rumah milik MIS (40) di Dusun Pasirejo, Desa Purworejo, ambruk ke tepi aliran sungai. Di lokasi terpisah, ruas jalan kabupaten di Desa Pundungsari mengalami longsor hingga mengikis separuh bahu jalan aspal di tepi jurang. 

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, menegaskan bahwa penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung dilakukan bersama pemerintah desa setempat guna memastikan keselamatan masyarakat.

"Kehadiran kepolisian di lokasi bencana adalah prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga. Begitu menerima laporan, anggota kami langsung meluncur ke TKP di Desa Purworejo dan Desa Pundungsari untuk melakukan penanganan awal dan memastikan masyarakat aman," ujar Iptu Sukirno saat memimpin sterilisasi lokasi.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Personel kepolisian terus berjaga untuk mengamankan barang-barang milik warga serta memantau pergerakan air sungai.

"Fokus utama kami dalam penanganan musibah ini adalah perlindungan jiwa. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Personel di lapangan terus memantau situasi dan membantu mengamankan lokasi dari potensi bahaya luapan sungai yang masih tinggi," tambah Kapolsek.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bahaya bagi pengguna jalan di Desa Pundungsari, Polsek Tempursari telah memasang garis polisi dan rambu pengaman darurat di area rekahan longsor. Langkah koordinasi lintas instansi juga langsung ditempuh untuk penanganan teknis lebih lanjut. 

"Untuk mengantisipasi bahaya bagi masyarakat yang melintas, personel kami langsung mengamankan jalan yang longsor di Desa Pundungsari dengan memasang tanda peringatan. Kami juga sudah berkoordinasi intensif dengan Dinas PU Kabupaten Lumajang agar segera ada langkah perbaikan," pungkas IPTU Sukirno.

Polsek Pasirian Evakuasi Buaya Liar 2 Meter di Gondoruso Lumajang.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Pasirian bergerak cepat mengevakuasi seekor buaya liar berukuran dua meter dari area rawa di Dusun Kaliwelang, Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang.

Evakuasi satwa liar berjenis kelamin betina berusia satu tahun ini dilakukan setelah aparat menerima laporan dari kepala dusun setempat, yang menermukan buaya yang terjerat perangkap warga di dekat permukiman.

Kapolsek Pasirian, IPTU Loni Roi Madhona, S.H., menegaskan bahwa langkah sigap tersebut diambil untuk mengantisipasi potensi bahaya sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

"Begitu menerima laporan dari kasun, anggota langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengamanan dan membantu evakuasi bersama warga. Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan masyarakat sekitar karena lokasi penemuan rawa ini cukup dekat dengan permukiman," ujar IPTU Loni.

Selain mengamankan lokasi kejadian, Polsek Pasirian turut menggandeng instansi terkait. Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) serta menyerahkan penanganan lanjutan satwa tersebut kepada Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Lumajang.

"Kami tidak hanya mengamankan fisik satwa di lokasi, tetapi juga langsung berkoordinasi dengan BKSDA melalui tim Damkar agar buaya ini mendapatkan penanganan ahli yang tepat sesuai prosedur konservasi satwa liar," tambahnya.

Pasca-evakuasi, situasi di Dusun Kaliwelang dilaporkan aman dan kondusif. Kendati demikian, Kapolsek Pasirian tetap menginstruksikan personelnya untuk meningkatkan intensitas patroli dan pemantauan ketat di sekitar lokasi rawa guna mengantisipasi kemungkinan adanya satwa lain atau induk buaya di area tersebut.

"Kami mengimbau warga agar tetap tenang namun senantiasa waspada, serta segera melapor kepada kepolisian jika mendapati aktivitas satwa liar lainnya," pungkasnya.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi Tinjau Langsung Lokasi Bencana Tanah Longsor di Pronojiwo.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., memimpin langsung peninjauan lokasi bencana alam tanah longsor yang menimpa permukiman warga di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajan.  Kehadiran pimpinan tertinggi Polres Lumajang di lapangan tersebut bertujuan guna memastikan penanganan darurat, evakuasi material, serta penyaluran bantuan kesehatan berjalan optimal.

Dalam kunjungan tersebut, AKBP Riki Yariandi melihat secara langsung kondisi rumah warga yang terdampak material tanah longsor sekaligus memantau pengerjaan pembersihan yang dilakukan oleh personel gabungan kepolisian.

Kapolres lumajang AKBP riki yariandi, menyampaikan bahwa peninjauan langsung merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam mengawal seluruh rangkaian penanganan pascabencana hingga tuntas.

"Kami langsung ke lokasi hari ini untuk memastikan seluruh jajaran bekerja cepat dan efisien dalam membantu warga Desa Tamanayu. Peninjauan ini mencakup pengecekan pembersihan sisa longsoran hingga penyiapan titik layanan medis," ujar AKBP Riki yariandi.

Alumni Akademi Kepolisian Tahun 2006 tersebut juga memberikan arahan khusus agar seluruh personel lapangan memprioritaskan keselamatan jiwa dan pemenuhan kebutuhan mendesak warga terdampak.

"Fokus utama kami adalah keselamatan warga dan percepatan pemulihan pemukiman. Selain mengevakuasi material longsor yang menimbun rumah, kami juga menerjunkan tim medis secara jemput bola untuk memastikan kondisi kesehatan masyarakat tetap terjaga," terangnya.

Menutup keterangannya, pihaknya mengabarkan bahwa secara umum situasi keamanan dan ketertiban di wilayah terdampak berada dalam kondisi aman dan terkendali di bawah pengawasan ketat kepolisian.

"Kondisi di lapangan saat ini terpantau aman, tertib, dan kondusif. Bapak Kapolres turut mengimbau masyarakat sekitar agar senantiasa meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana susulan di kawasan lereng gunung," pungkas AKBP Riki yariandi.

Peninjauan ini mendapat respons positif dari warga setempat yang merasa mendapat dukungan moral serta kepastian pelayanan dari jajaran kepolisian di tengah masa sulit pascabencana.

Optimalkan Akses Perekonomian dan Cegah Kemacetan, Bupati Mojokerto Tinjau Pelebaran Jalan Panjer-Seduri

MOJOKERTO.MERDEKANEWS.ID - Bupati Mojokerto Muhammad Albarraa, meninjau proses pelebaran jalan Panjer-Seduri Kecamatan Mojosari, Senin (2/11) pagi. 

Peninjauan atau monitoring tersebut dilaksanakan oleh Bupati Mojokerto karena pelebaran jalan itu dilaksanakan demi mengoptimalkan akses perekonomian serta mencegah potensi kemacetan yang mungkin terjadi ke depannya.
Dengan didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Yuni Laili Faizah, Bupati Albarra menyebut bahwa selain untuk memecah kemacetan dan mendukung kegiatan perekonomian, pelebaran jalan Panjer-Seduri juga dimaksudkan untuk menunjang akses pendidikan, baik itu bagi pelajar MTsN 1 Mojokerto, maupun bagi para siswa SMAN 1 Mojosari.

"Pelebaran jalan ini adalah untuk mengurai kemacetan yang ada di Mojosari, sekaligus akses untuk menuju sekolahan, jadi menunjang pendidikan, juga akses menuju pasar Mojosari, jadi menunjang pula perekonomian," bebernya.

Masih pada sesi yang sama, Gus Bupati, sapaan Bupati Albarraa, menjelaskan bahwa sebelum pelebaran, ruas jalan Panjer-Seduri adalah selebar 4 (empat) meter. Kini setelah pelebaran menjadi 6 (enam) hingga 7 (tujuh) meter. Sedangkan untuk panjang jalan yang dilebarkan, menurut Gus Bupati ialah sepanjang 1,4 meter, yang dibagai menjadi dua sesi pelebaran. Pada sesi atau fase pelebaran pertama (4 Juni 2026 – 31 Oktober 2026), jalan yang dilebarkan adalah sepanjang ± 680 meter. 

Dan untuk fase pelebaran jalan yang kedua, Gus Bupati mengatakan bahwa akan segera dilaksanakan pada awal tahun 2027 mendatang.

"Jalan Panjer–Seduri ini dilebarkan (sepanjang) 1,4 km, nanti sisanya di tahun 2027 awal, di awal nanti kita bisa langsung lelang untuk kerjakan kurangnya 700 meter (lebih) ini, nanti kita kita selesaikan, kita sempurnakan," terangnya di lokasi pelebaran jalan. 

Di penghujung sesi monitoring, Gus Bupati juga menyinggung terkait pembangunan infrastruktur Kabupaten Mojokerto kedepannya. Ia menyebut bahwa kini yang turut menjadi fokus Pemkab Mojokerto adalah pembangunan jembatan Turi di Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari. Jembatan yang menjadi penghubung antara Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Sidoarjo itu, akan menelan anggaran sekitar 74 miliar rupiah, yang berasal dari Kementerian PUPR RI.

"Insyaallah tanggal 11 (November) kita akan mulai (revitalisasi jembatan), anggarannya dari Kementerian PUPR, dengan jumlah anggaran 74-75 miliar (rupiah)," pungkasnya. 

Sebagai tambahan informasi, Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Rizal Octavian, tampak menghadiri rapat paripurna DPRD Kabupaten Mojokerto di hari yang sama. Rapat yang digelar di Graha Whicesa Kantor DPRD Kabupaten Mojokerto itu bertajuk Penyampaian Pandangan Umum Fraksi-fraksi terhadap 2 (dua) Raperda, yaitu Raperda tentang APBD tahun anggaran 2027, dan Raperda tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa.(EVA)

Perkuat Kompetensi Insan Pers Daerah, F Wamipro Gelar OKK Bersama UPM Probolinggo.

Probolinggo, Merdekanews.id
Forum Wartawan Mingguan Probolinggo (F Wamipro) bekerja sama dengan Universitas Panca Marga (UPM) Probolinggo menggelar kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Tahun 2026. Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Kredibilitas dan Menanamkan Nilai Jurnalistik yang Profesional” sebagai upaya meningkatkan kapasitas, wawasan, serta kualitas kerja jurnalistik bagi seluruh anggota organisasi. Kamis (29/10/2026)

Kegiatan OKK tersebut menjadi salah satu agenda organisasi dalam memperkuat pemahaman wartawan mengenai prinsip-prinsip jurnalistik, komunikasi publik, etika profesi, verifikasi fakta, hingga tata kelola organisasi. Melalui pembekalan ini, para peserta diharapkan mampu menjalankan tugas kewartawanan secara profesional, berimbang, akurat, dan bertanggung jawab kepada masyarakat.

Sebelum memasuki kegiatan inti, acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai kebangsaan sekaligus menumbuhkan semangat persatuan di kalangan insan pers.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Ketua F Wamipro, M. Suhri, serta dihadiri Wakil Rektor III UPM Probolinggo Ludfi Arya Wardana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Probolinggo Dr. Lucia Aries Yulianti, Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Hudan Syarifuddin, P.S. Kasubsi PIDM Si Humas Polres Probolinggo Kota Aiptu Choirul Anwar, dan Kasi Humas Polres Probolinggo IPDA Widy Purwa Apriantoro.

Hadir pula tiga narasumber, yakni Wakil Rektor II UPM Probolinggo Dr. Yudi Suharsono, Dosen Fakultas Sastra dan Filsafat Dr. (Cand) Indra Tjahyadi, serta Pembina UKM Jurnalistik UPM Sulis Dyah Candra. Kegiatan ini juga diikuti seluruh anggota F Wamipro.

Ketua F Wamipro, M. Suhri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelaksanaan OKK merupakan bentuk komitmen organisasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang kewartawanan.

Menurutnya, kerja sama dengan UPM Probolinggo menjadi langkah positif untuk memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan kepada anggota, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab wartawan dalam menjalankan profesinya.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya memberikan manfaat berupa sertifikat bagi peserta, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran untuk memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan jurnalistik, serta membangun jaringan komunikasi yang lebih luas.

“Melalui kegiatan orientasi ini, kami berharap seluruh anggota dapat meningkatkan kemampuan teknis dalam menjalankan tugas kewartawanan. Wartawan harus memiliki wawasan yang baik, memahami tugasnya, serta mampu menyampaikan informasi secara detail berdasarkan fakta di lapangan,” ujar M. Suhri.

Ia juga menekankan pentingnya proses konfirmasi dan verifikasi sebelum suatu informasi dipublikasikan. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas pemberitaan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap media.

M. Suhri turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak UPM Probolinggo yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan OKK 2026.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya memperkuat profesionalisme wartawan, khususnya di wilayah Probolinggo.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kota Probolinggo, Dr. Lucia Aries Yulianti, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan OKK yang dilaksanakan F Wamipro melalui kerja sama dengan UPM Probolinggo.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan penting bagi para wartawan untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, sekaligus memperkuat jejaring komunikasi dengan berbagai pihak.

Lucia juga berharap para anggota F Wamipro dapat terus mengikuti perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Menurutnya, perubahan teknologi menuntut insan pers untuk terus belajar dan menyesuaikan diri agar mampu menjalankan tugas secara profesional.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan, sekaligus memperluas jejaring komunikasi anggota F Wamipro. Perkembangan teknologi informasi juga perlu diikuti dengan baik agar profesionalisme dalam bekerja semakin meningkat,” ungkapnya.

Ia menambahkan, wartawan memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi mengenai program dan kebijakan pemerintah kepada masyarakat. Karena itu, pemberitaan harus dilakukan secara jujur, transparan, dan berdasarkan fakta sehingga informasi publik dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat.

Lucia berharap pemanfaatan anggaran untuk kegiatan peningkatan kapasitas tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas sumber daya manusia dan mutu pemberitaan di Probolinggo.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo, Hudan Syarifuddin, memberikan apresiasi kepada F Wamipro atas pelaksanaan kegiatan OKK 2026.

Ia menilai orientasi kewartawanan dan keorganisasian merupakan langkah penting untuk meningkatkan kapasitas serta profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Menurut Hudan, peningkatan kompetensi wartawan harus diikuti dengan perbaikan kualitas produk jurnalistik, mulai dari ketepatan pengumpulan data, akurasi informasi, hingga penyajian berita yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dengan adanya OKK ini, kami berharap kapasitas dan profesionalisme wartawan anggota F Wamipro semakin meningkat. Akurasi data dan pemberitaan juga diharapkan semakin baik sehingga wartawan dapat menjalankan tugasnya secara profesional,” tutur Hudan.

Ia juga berharap para peserta dapat mengikuti seluruh materi yang disampaikan narasumber dengan baik. Pembekalan tersebut diharapkan menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik dan mempersiapkan wartawan mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada tahap berikutnya.

Dengan demikian, keberadaan kegiatan OKK diharapkan mampu mendorong lahirnya insan pers yang kompeten, berintegritas, dan semakin memahami tanggung jawabnya dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Setelah sambutan dari sejumlah pihak, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tiga narasumber yang membahas berbagai aspek penting dalam dunia jurnalistik dan keorganisasian.

Narasumber pertama, Wakil Rektor II UPM Probolinggo, Dr. Yudi Suharsono, menyampaikan materi mengenai pentingnya membangun komunikasi yang baik antara wartawan, narasumber, dan pihak-pihak yang menjadi objek pemberitaan.

Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang efektif menjadi salah satu fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik. Hubungan komunikasi yang baik perlu dibangun melalui interaksi yang sehat, keterbukaan, serta saling menghormati.

Selain komunikasi, Yudi menekankan pentingnya membangun organisasi yang mampu menciptakan suasana nyaman bagi seluruh anggotanya. Menurutnya, organisasi yang sehat tidak hanya mengandalkan hubungan formal, tetapi juga membutuhkan kedekatan informal yang tetap berjalan secara proporsional.

“Dalam sebuah organisasi, bukan hanya pemimpin yang bekerja. Setiap anggota harus memahami tugas dan tanggung jawab sesuai dengan perannya masing-masing. Ketika semua memahami apa yang harus dilakukan, organisasi akan berjalan lebih baik,” tegas Yudi.

Materi tersebut diharapkan dapat memperkuat kerja sama antaranggota F Wamipro, sehingga organisasi mampu menjalankan program dan kegiatan secara efektif serta berkesinambungan.

Narasumber kedua, Dosen Fakultas Sastra dan Filsafat UPM Probolinggo, Dr. (Cand) Indra Tjahyadi, menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi wartawan, khususnya dalam memahami perkembangan regulasi dan kebijakan di bidang pers.

Menurutnya, kegiatan orientasi seperti OKK memiliki peran strategis untuk memperluas akses pengetahuan bagi wartawan di daerah, terutama terkait aturan dan perkembangan terbaru yang berkaitan dengan dunia jurnalistik.

Ia menilai sosialisasi mengenai kebijakan pers perlu dilakukan secara berkelanjutan agar wartawan dapat memahami serta menerapkan ketentuan yang berlaku dalam menjalankan profesinya.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, bukan hanya untuk meningkatkan kompetensi, tetapi juga untuk menyosialisasikan kebijakan-kebijakan baru tentang pers. Peningkatan kemampuan jurnalis, khususnya di daerah, perlu terus dilakukan,” jelas Indra.

Ia juga menegaskan bahwa daerah memiliki peran penting dalam perkembangan Indonesia. Karena itu, peningkatan kualitas wartawan daerah perlu mendapat perhatian agar informasi mengenai dinamika, potensi, dan persoalan masyarakat dapat disampaikan secara berkualitas kepada publik.

Sementara itu, narasumber ketiga, Pembina UKM Jurnalistik UPM Probolinggo, Sulis Dyah Candra, memberikan pembekalan mengenai dasar-dasar jurnalistik, etika profesi, verifikasi fakta, serta teknik peliputan.

Ia menyampaikan bahwa wartawan yang telah terbiasa melakukan wawancara dan peliputan di lapangan tetap membutuhkan penyegaran pengetahuan untuk mengingat kembali prinsip-prinsip dasar jurnalistik.

Menurut Sulis, dalam kondisi tertentu, tuntutan kecepatan pemberitaan dapat membuat sejumlah tahapan penting terlewatkan apabila wartawan tidak cermat. Padahal, hal-hal yang terlihat sederhana tersebut dapat memengaruhi kredibilitas media.

“Dalam jurnalistik, etika dan verifikasi fakta merupakan hal yang sangat penting. Meskipun wartawan sudah terbiasa melakukan wawancara maupun liputan di lapangan, penyegaran materi tetap diperlukan agar prinsip-prinsip dasar kewartawanan tidak terabaikan,” ungkap Sulis.

Ia juga menyoroti pemanfaatan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau "artificial intelligence" (AI), dalam mendukung pekerjaan jurnalistik. Menurutnya, teknologi dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu, tetapi wartawan tetap memiliki tanggung jawab utama untuk memeriksa kebenaran informasi dan menentukan inti berita yang akan disampaikan.

Karena itu, setiap informasi yang akan dipublikasikan harus melalui proses pemeriksaan dan verifikasi secara cermat agar tidak menimbulkan kesalahan maupun merugikan pihak lain.

Sulis berharap materi yang disampaikan dapat diterapkan oleh seluruh anggota F Wamipro untuk meningkatkan kualitas pemberitaan dan menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Pelaksanaan OKK 2026 melalui kolaborasi F Wamipro dan UPM Probolinggo menjadi salah satu upaya memperkuat hubungan antara organisasi kewartawanan dan dunia pendidikan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik.

Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penambahan wawasan, tetapi juga menekankan pentingnya etika, akurasi, komunikasi, kerja sama organisasi, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi.

Melalui pembekalan dari para narasumber, seluruh peserta diharapkan mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh dalam aktivitas jurnalistik sehari-hari, mulai dari proses pencarian informasi, wawancara, konfirmasi, verifikasi, hingga penyusunan dan publikasi berita.

Dengan meningkatnya kompetensi dan profesionalisme wartawan, media diharapkan dapat semakin berperan dalam menyediakan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

Setelah seluruh rangkaian pemaparan materi selesai, kegiatan dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai penutup acara sekaligus bentuk kebersamaan dan sinergi antara F Wamipro, UPM Probolinggo, para narasumber, serta tamu undangan.

Melalui kegiatan OKK ini, F Wamipro berharap seluruh anggotanya semakin siap menjalankan tugas kewartawanan secara profesional, menjunjung tinggi etika jurnalistik, serta menjaga kredibilitas media demi menghadirkan pemberitaan yang berkualitas bagi masyarakat Probolinggo.

Bhabinkamtibmas Polsek Senduro Cek Perkembangan Tanaman Jagung.



LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Senduro Polres Lumajang terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengawal Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya pada pilar ketahanan dan swasembada pangan nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui aksi personel Bhabinkamtibmas Polsek Senduro yang turun langsung menyambangi dan mendampingi para petani di lahan pertanian jagung milik warga.

Kapolsek Senduro Polres Lumajang, AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., menegaskan bahwa kehadiran jajarannya di tengah aktivitas pertanian warga merupakan wujud komitmen nyata Polri dalam mengawal program strategis pemerintah di bidang pangan.

"Langkah Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke ladang warga adalah bentuk dukungan nyata Polsek Senduro terhadap Program Asta Cita Presiden. Kami memastikan personel Bhabinkamtibmas tidak hanya fokus menjaga kamtibmas, tetapi juga aktif mendampingi serta menggerakkan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian jagung di wilayah Senduro," tegas AKP Wahono.

Lebih lanjut, AKP Wahono Pudji Santoso menjelaskan bahwa keterlibatan langsung anggota kepolisian di lapangan bertujuan untuk memberikan dorongan moral sekaligus menyerap berbagai aspirasi dan kendala teknis yang dihadapi para petani sejak dini.

"Melalui kerja sama dan pendampingan secara langsung seperti ini, petugas kami dapat mendengarkan secara presisi kendala yang dialami petani, baik terkait perawatan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga masalah pengairan. Harapan kami, sinergi ini dapat meningkatkan semangat dan produktivitas hasil pertanian warga," tambahnya.

Kapolsek Senduro berharap kolaborasi yang terjalin harmonis antara kepolisian dan warga masyarakat ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemandirian pangan daerah.

"Sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat tani adalah kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kami optimistis keberlanjutan pendampingan ini mampu memperkokoh ketahanan pangan mulai dari tingkat desa hingga nasional," pungkasnya.

01/11/2026

Polsek Randuagung Pantau Titik Rawan Kriminalitas

LUMAJANG,Merdekanews.id Unit Reskrim Polsek Randuagung melaksanakan patroli siaga reserse kriminal (Reskrim) untuk mengantisipasi tindak kejahatan jalanan di wilayah Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Patroli tersebut menyasar Simpang Tiga Dusun Grojigan, Desa Kalidilem, Kecamatan Randuagung. 

Lokasi itu menjadi salah satu titik pemantauan petugas pada jam-jam rawan terjadinya tindak kriminalitas.

Kegiatan patroli dilaksanakan oleh Kanit Reskrim Polsek Randuagung Aiptu Anggit WS., S.H., bersama Kanit Intelkam Aiptu Dadang D., S.H.

Petugas melakukan pemantauan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) sekaligus mengantisipasi tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta pencurian hewan ternak (curhewan).

Kapolsek Randuagung Iptu Edi Kuswanto mengatakan, patroli siaga Reskrim merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, terutama pada waktu yang dinilai rawan terjadi tindak kejahatan.

Menurut dia, kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Patroli ini kami laksanakan untuk mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya curas, curat, curanmor, dan pencurian hewan ternak. Pemantauan dilakukan pada jam-jam rawan agar situasi keamanan di wilayah Randuagung tetap terjaga,” ujar Edi.

Ia menambahkan, patroli dan pemantauan wilayah menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mencegah peluang terjadinya tindak pidana.

Polsek Randuagung juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, memastikan kendaraan terkunci dengan aman, serta memperhatikan keamanan rumah dan kandang ternak.

Masyarakat yang mengetahui atau menemukan aktivitas mencurigakan di lingkungannya diharapkan segera melaporkannya kepada petugas kepolisian terdekat.

Melalui patroli rutin dan kerja sama dengan masyarakat, Polsek Randuagung berupaya menjaga keamanan dan ketertiban agar aktivitas warga dapat berlangsung dengan aman dan nyaman.