05/11/2026

Polsek Tempursari Turun ke Ladang Pastikan Jagung Warga Tumbuh Subur.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Menyelaraskan langkah demi mewujudkan swasembada pangan nasional, jajaran Polsek Tempursari Polres Lumajang terus memperkuat kehadiran di garda terdepan. Melalui aksi humanis personel Bhabinkamtibmas, kepolisian turun langsung menyambangi hamparan ladang jagung milik warga di kawasan pesisir selatan Lumajang, Rabu (4/11/2026). 

Kapolsek Tempursari Polres Lumajang, Iptu Sukirno, S.H., menegaskan bahwa pendampingan lapangan ini merupakan wujud komitmen konkret Polri dalam mendukung penuh Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan. 

"Langkah Bhabinkamtibmas yang turun langsung ke ladang warga adalah bentuk dukungan nyata Polsek Tempursari terhadap Program Asta Cita Presiden. Kami memastikan personel Bhabinkamtibmas tidak hanya fokus menjaga kamtibmas, tetapi juga aktif mendampingi serta menggerakkan masyarakat dalam memperkuat sektor pertanian jagung di wilayah Tempursari," tegas Iptu Sukirno. 

Lebih lanjut, Iptu Sukirno, S.H. menyampaikan bahwa kehadiran seragam cokelat di tengah ladang petani menjadi jembatan efektif untuk menyerap aspirasi sekaligus mengantisipasi kendala teknis pertanian sejak dini. 

"Melalui kerja sama dan pendampingan secara langsung seperti ini, petugas kami dapat mendengarkan secara presisi kendala yang dialami petani, baik terkait perawatan tanaman, ketersediaan pupuk, hingga pengairan. Harapan kami, sinergi ini dapat meningkatkan semangat dan produktivitas hasil pertanian warga," tambahnya. 

Mengakhiri keterangannya, Kapolsek Tempursari meyakini bahwa penguatan ketahanan pangan lokal akan menjadi fondasi utama keberhasilan kedaulatan pangan nasional. 

"Sinergi yang kuat antara Polri dan masyarakat tani adalah kunci utama dalam mewujudkan swasembada pangan nasional. Kami optimistis keberlanjutan pendampingan ini mampu memperkokoh ketahanan pangan mulai dari tingkat desa hingga nasional," pungkasnya.

Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Lumajang Kota Pantau Pertumbuhan Jagung Warga

Lumajang ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Lumajang Kota Polres Lumajang mendampingi petani lokal dalam mengawal Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor ketahanan pangan. Langkah ini diwujudkan melalui pengecekan lapangan oleh personel Bhabinkamtibmas di area perkebunan jagung kawasan Lumajang .

Di lokasi, personel Bhabinkamtibmas berpakaian dinas lengkap beserta ban lengan kuning memantau kondisi tanaman bersama seorang warga yang mengenakan topi dan sarung hijau. Petugas mengamati dari dekat kondisi tongkol serta kerapatan daun jagung yang mendekati masa panen guna memastikan tanaman bebas dari ancaman hama.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Zainul Abidin, menyatakan bahwa kehadiran personel di lapangan merupakan bentuk pendampingan aktif kepolisian terhadap penguatan sektor pangan daerah.

"Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Polsek Lumajang Kota terhadap Program Asta Cita Presiden. Bhabinkamtibmas tidak hanya bertugas menjaga kondusivitas wilayah, tetapi juga ikut mendampingi warga dalam mengelola pertanian jagung dan pemanfaatan pekarangan pangan," kata Iptu Zainul Abidin.

Iptu Zainul Abidin menambahkan, pemantauan langsung ke areal pertanian mempermudah komunikasi antara polisi dan petani terkait kendala teknis di lapangan.

"Dengan turun langsung, petugas dapat menyerap aspirasi dan keluhan petani secara akurat, baik mengenai ketersediaan pupuk, perawatan, maupun pengairan. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas hasil panen warga," jelasnya.

Ia berharap kolaborasi antara kepolisian dan kelompok tani setempat terus berjalan konsisten guna mendukung kemandirian pangan.

"Kerja sama yang baik antara petugas dan petani menjadi kunci keberhasilan swasembada pangan. Kami berharap pendampingan ini dapat memperkuat ketahanan pangan masyarakat dari tingkat kelurahan hingga nasional," tutupnya.

Polres Lumajang Berikan Trauma Healing kepada Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru.



LUMAJANG , Merdekanews.id Polres Lumajang melalui tim konselor psikologi memberikan layanan trauma healing dan dukungan psikososial kepada warga terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dilakukan untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga setelah mengalami bencana. Selain memberikan pendampingan, tim konselor juga mengajak warga berkomunikasi dan menyampaikan perasaan yang mereka alami pascakejadian.

Ketua Tim Konselor Psikologi Polres Lumajang, Aiptu Ari Wibowo, bersama anggota tim turun langsung menemui warga terdampak. 

Mereka memberikan bimbingan serta dukungan emosional, terutama kepada masyarakat yang mengalami ketakutan, kecemasan, dan tekanan akibat bencana.

Dalam pendampingan tersebut, konselor berupaya membangun rasa aman dan membantu warga mengelola emosi agar dapat kembali menjalani aktivitas secara bertahap.

Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi, SH, S.I.K, M.H melalui Kasubsi Pidm Sihumas Polres Lumajang Ipda Eko Budi Laksono mengatakan bahwa penanganan bencana tidak hanya berfokus pada keselamatan dan pemenuhan kebutuhan fisik masyarakat, tetapi juga perlu memperhatikan kondisi psikologis para korban.

Menurut dia, pengalaman menghadapi bencana dapat meninggalkan dampak emosional yang berbeda pada setiap orang. Karena itu, pendampingan psikologis diperlukan agar warga tidak merasa menghadapi situasi tersebut sendirian.

"Kami ingin memastikan masyarakat terdampak tidak hanya mendapatkan perhatian dari sisi keselamatan dan kebutuhan fisik, tetapi juga dukungan psikologis. Trauma healing ini menjadi bagian dari upaya membantu warga mengatasi rasa takut, kecemasan, dan tekanan setelah mengalami bencana," ujar Ipda Eko. .

Ia menambahkan, Polres Lumajang berkomitmen memberikan pendampingan sesuai kebutuhan masyarakat terdampak. Melalui layanan tersebut, diharapkan kondisi emosional warga berangsur pulih dan mereka kembali memiliki semangat untuk menjalani kehidupan sehari-hari.

"Kami berharap melalui pendampingan ini, kondisi emosional masyarakat dapat kembali membaik. Yang terpenting, warga bisa bangkit, merasa lebih tenang, dan kembali beraktivitas setelah bencana," pungkas Ipda Eko

Polres Lumajang Periksa Kesehatan Warga Terdampak Banjir Lahar Semeru Secara Door to Door


LUMAJANG, Merdekanews.id Kepolisian Resor (Polres) Lumajang melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Si Dokkes) bersama Rumah Sakit Bhayangkara Lumajang memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada warga terdampak banjir lahar dingin Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga atau secara door to door. 

Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat yang terdampak bencana tetap mendapatkan pelayanan medis meskipun memiliki keterbatasan untuk mendatangi fasilitas kesehatan.

Petugas kesehatan mendatangi satu per satu rumah warga untuk melakukan pemeriksaan kondisi fisik, termasuk mengukur tekanan darah. 

Warga yang mengalami keluhan kesehatan juga mendapatkan obat-obatan dan vitamin sesuai hasil pemeriksaan.

Kasubsi PIDM Sihumas Polres Lumajang, Ipda Eko Budi Laksono, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap kondisi kesehatan masyarakat setelah bencana.

“Pemeriksaan dilakukan dari rumah ke rumah agar lebih menjangkau warga yang belum sempat mendapatkan layanan kesehatan pascabencana,” kata Ipda Eko.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 15 warga Desa Purorejo menjadi sasaran pemeriksaan dan mendapatkan pelayanan medis dari tim kesehatan Polres Lumajang bersama RS Bhayangkara Lumajang.

Menurut Ipda Eko, dari hasil pemeriksaan ditemukan sejumlah warga mengeluhkan kondisi kesehatan, di antaranya nyeri pada bagian tubuh. Petugas kemudian memberikan obat-obatan dan vitamin untuk membantu proses pemulihan.

“Dari hasil pemeriksaan, beberapa warga mengalami keluhan nyeri. Tim kemudian memberikan obat dan vitamin untuk membantu pemulihan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelayanan kesehatan secara langsung ke rumah warga akan terus dilakukan sebagai upaya memantau kondisi kesehatan masyarakat yang terdampak bencana.

Dengan pelayanan tersebut, diharapkan keluhan kesehatan warga dapat segera diketahui dan ditangani sehingga tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.

Sementara itu, salah satu warga Desa Purorejo, Samidi, mengapresiasi langkah Polres Lumajang bersama RS Bhayangkara yang hadir langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Menurutnya, kehadiran petugas kesehatan ke rumah-rumah sangat membantu warga, terutama mereka yang belum sempat memeriksakan kondisi kesehatannya setelah terdampak banjir lahar dingin.

“Terima kasih atas layanan kesehatan dari Polres Lumajang. Warga bisa diperiksa kesehatannya dan mendapat obat serta vitamin,” ujar Samidi.

Pelayanan kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Polres Lumajang dalam membantu pemulihan masyarakat, tidak hanya dari dampak bencana secara fisik, tetapi juga memastikan kebutuhan kesehatan warga tetap terpenuhi.

Bantu Warga Terdampak Banjir Tempursari, Kapolres Lumajang Berangkatkan 100 Paket Sembako dan Puluhan Personel Polri.


LUMAJANG , Merdekanews.id Kepolisian Resor (Polres) Lumajang terus menunjukkan komitmen dan kepedulian sosialnya terhadap masyarakat yang tertimpa musibah. Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., memberangkatkan bantuan sosial (bansos) berupa 100 paket sembako beserta puluhan personel Polri untuk membantu warga terdampak bencana banjir di wilayah Kecamatan Tempursari, Lumajang.

Pemberangkatan armada logistik dan puluhan personel tersebut dilepas langsung oleh AKBP Riki Yariandi dari Mapolres Lumajang. Setiap paket sembako berisi bahan pangan pokok yang diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan dasar warga di pemukiman terdampak.

Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa aksi tanggap darurat ini merupakan wujud nyata kepedulian dan kewajiban Polri untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya saat terjadi bencana alam.

"Pemberangkatan 100 paket sembako dan pergeseran puluhan personel ini merupakan bentuk respons cepat Polres Lumajang untuk meringankan beban serta membantu saudara-saudara kita di Kecamatan Tempursari yang sedang menghadapi musibah banjir," ujar AKBP Riki Yariandi.

Lebih lanjut, AKBP Riki Yariandi menjelaskan bahwa selain mendistribusikan logistik, pergerakan puluhan personel difokuskan pada pengamanan area terdampak, pemantauan wilayah, serta kerja bakti di lokasi bencana guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

"Fokus utama kami hari ini adalah memastikan bantuan bahan pokok segera sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Selain menyalurkan logistik, puluhan personel disiagakan di lapangan untuk memantau perkembangan situasi pemukiman dan membantu proses evakuasi jika diperlukan," tegasnya.

Mengakhiri keterangannya, Kapolres mengimbau agar masyarakat tetap waspada menghadapi potensi cuaca ekstrem serta menegaskan sinergi jajarannya dengan pihak-pihak terkait.

"Kami mengimbau warga tetap tenang namun selalu waspada terhadap perubahan cuaca. Polres Lumajang bersama TNI dan pemerintah daerah akan terus bersinergi menjaga keselamatan warga serta memastikan penanganan pascabencana berjalan lancar dan terorganisasi," pungkas AKBP Riki Yariandi.

Penyaluran bantuan dan pengerahan personel tersebut langsung diarahkan menuju titik-titik posko penampungan serta rumah warga terdampak di Kecamatan Tempursari dengan melibatkan jajaran Polsek setempat dan perangkat desa demi ketepatan sasaran distribusi.

04/11/2026

Kapolres Lumajang Tegaskan Keselamatan Masyarakat Adalah Prioritas Utama.

Lumajang ,, Merdekanews.id Mengantisipasi ancaman cuaca ekstrem dan potensi bencana alam, Kepolisian Resor (Polres) Lumajang menggelar Apel Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi di halaman Mapolres Lumajang.

Apel siaga yang dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Riki Yariandi, S.H., S.I.K., M.H., ini dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Wakil Bupati Lumajang, Komandan Kodim 0821 Lumajang, Pejabat Utama (PJU) dan Kapolsek jajaran Polres Lumajang, Kepala Satpol PP, serta Kepala BPBD Kabupaten Lumajang.

Dalam amanatnya, AKBP Riki Yariandi mengingatkan bahwa kondisi geografis Kabupaten Lumajang menyimpan potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari erupsi gunung berapi, banjir, tanah longsor, hingga angin kencang. 

"Kita menyadari wilayah Lumajang memiliki potensi kerawanan bencana alam. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan kewaspadaan dari seluruh unsur menjadi hal penting untuk kita antisipasi bersama," tegas AKBP Riki Yariandi. 

Kapolres juga menginstruksikan seluruh jajaran agar memastikan kesiapan fisik personel maupun keandalan sarana dan prasarana pendukung di lapangan. 

"Kegiatan apel ini merupakan wujud komitmen dan kesiapan kita dalam melindungi masyarakat. Pastikan seluruh personel, sarana, dan prasarana dalam kondisi siap operasional. Tingkatkan kemampuan deteksi dini, mitigasi, serta kecepatan respons terhadap setiap perkembangan situasi di wilayah masing-masing," ujarnya. 

Tak hanya itu, Perwira Menengah Polri tersebut menggaris bawahi pentingnya kolaborasi dan sinergi antarinstansi tanpa adanya ego sektoral dalam menangani situasi darurat bencana. 

"Kepada seluruh jajaran baik Polri, TNI, BPBD, Pemerintah Daerah, relawan, dan instansi terkait, mari terus perkuat sinergitas, komunikasi, dan koordinasi. Hilangkan ego sektoral, kedepankan kepentingan masyarakat, dan pastikan setiap langkah penanganan bencana dilaksanakan secara cepat, tepat, profesional, dan humanis," tambahnya. 

Di akhir amanatnya, AKBP Riki Yariandi juga meminta para petugas aktif memberikan edukasi dan imbauan kepada warga agar semakin mawas diri. Pihaknya menegaskan komitmen penuh jajaran keamanan demi keselamatan publik. 

"Dan yang terakhir, saya tegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," pungkas Kapolres Lumajang.

02/11/2026

Personel Polsek Tempursari Amankan Lokasi Bencana Rumah Roboh dan Jalan Longsor.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tempursari Polres Lumajang bergerak cepat merespons musibah bencana alam rumah roboh dan tanah longsor yang menerjang wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Musibah tersebut dipicu curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan dan kikisan air Sungai Glidik. Akibatnya, satu unit rumah milik Tukimun (46) serta teras rumah milik MIS (40) di Dusun Pasirejo, Desa Purworejo, ambruk ke tepi aliran sungai. Di lokasi terpisah, ruas jalan kabupaten di Desa Pundungsari mengalami longsor hingga mengikis separuh bahu jalan aspal di tepi jurang. 

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, menegaskan bahwa penanganan awal di Tempat Kejadian Perkara (TKP) langsung dilakukan bersama pemerintah desa setempat guna memastikan keselamatan masyarakat.

"Kehadiran kepolisian di lokasi bencana adalah prioritas utama untuk memastikan keselamatan warga. Begitu menerima laporan, anggota kami langsung meluncur ke TKP di Desa Purworejo dan Desa Pundungsari untuk melakukan penanganan awal dan memastikan masyarakat aman," ujar Iptu Sukirno saat memimpin sterilisasi lokasi.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Personel kepolisian terus berjaga untuk mengamankan barang-barang milik warga serta memantau pergerakan air sungai.

"Fokus utama kami dalam penanganan musibah ini adalah perlindungan jiwa. Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Personel di lapangan terus memantau situasi dan membantu mengamankan lokasi dari potensi bahaya luapan sungai yang masih tinggi," tambah Kapolsek.

Sementara itu, untuk mengantisipasi bahaya bagi pengguna jalan di Desa Pundungsari, Polsek Tempursari telah memasang garis polisi dan rambu pengaman darurat di area rekahan longsor. Langkah koordinasi lintas instansi juga langsung ditempuh untuk penanganan teknis lebih lanjut. 

"Untuk mengantisipasi bahaya bagi masyarakat yang melintas, personel kami langsung mengamankan jalan yang longsor di Desa Pundungsari dengan memasang tanda peringatan. Kami juga sudah berkoordinasi intensif dengan Dinas PU Kabupaten Lumajang agar segera ada langkah perbaikan," pungkas IPTU Sukirno.