LUMAJANG ,Merdekanews.id Suasana malam di sepanjang Jalan Raya Randuagung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, yang biasanya sepi dan gelap.
Sorot lampu rotator berwarna biru terang membelah kegelapan, menyapu sudut-sudut jalanan yang mulai lengang dari aktivitas warga.
Kehadiran pendar cahaya biru tersebut berasal dari iring-iringan kendaraan dinas milik Kepolisian Sektor (Polsek) Randuagung, Polres Lumajang, yang tengah melaksanakan kegiatan intensif bertajuk "Patroli Blue Light".
Di tengah heningnya malam dan suhu udara yang mulai menurun, sejumlah personel kepolisian tampak bersiaga melakukan pemantauan dengan saksama.
Mata mereka awas mengawasi setiap kendaraan yang melintas maupun gerak-gerik mencurigakan di sekitar jalan raya yang menjadi salah satu urat nadi perlintasan antarwilayah di Lumajang tersebut.
Kapolsek Randuagung, Iptu Edi Kuswanto, yang memimpin jalannya pengamanan wilayah ini, menuturkan bahwa Patroli Blue Light merupakan salah satu strategi preventif kepolisian yang sangat krusial.
Fokus utamanya adalah mencegah dan mengantisipasi terjadinya tindak kriminalitas, khususnya kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah 3C, yakni Pencurian dengan Pemberatan (Curat), Pencurian dengan Kekerasan (Curas), dan Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor), serta gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) lainnya.
"Malam hari, terutama di jam-jam rawan saat masyarakat sedang lelap beristirahat, seringkali dimanfaatkan oleh oknum-oknum tidak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi kejahatannya. Oleh karena itu, kami hadir di lapangan melalui Patroli Blue Light ini. Ini adalah bentuk manifestasi kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan rasa aman yang nyata," ujar Iptu Edi Kuswanto saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan patrolinya.
Lebih jauh, Iptu Edi Kuswanto menjelaskan filosofi dan fungsi taktis di balik penggunaan lampu rotator biru yang terus menyala sepanjang rute patroli. Menurutnya, cahaya biru tersebut bukan sekadar aksesori kelengkapan kendaraan dinas, melainkan memiliki dampak psikologis yang kuat di lapangan.
"Bagi masyarakat yang sedang beraktivitas malam atau beristirahat, melihat pendar lampu biru menyala dari kejauhan akan memberikan ketenangan batin. Mereka tahu ada polisi yang berpatroli menjaga lingkungan. Sebaliknya, bagi mereka yang memiliki niat jahat, nyala lampu ini berfungsi sebagai deterrence effect atau efek kejut pencegah. Pelaku kejahatan akan mengurungkan niatnya karena menyadari kehadiran polisi yang siap bertindak tegas di dekat mereka," paparnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, rute patroli malam itu difokuskan menyisir sepanjang Jalan Raya Randuagung. Jalur ini dipilih secara spesifik karena karakteristiknya sebagai jalan utama dengan mobilitas kendaraan yang konstan.
Selain itu, terdapat beberapa titik di sepanjang ruas jalan tersebut yang kondisinya sepi dan minim penerangan, sehingga memiliki tingkat kerawanan yang lebih tinggi terhadap potensi tindak kejahatan seperti pembegalan maupun aksi balap liar.
Personel Polsek Randugung tidak hanya sekadar melintas berkeliling di dalam mobil. Di beberapa titik yang dipetakan sebagai area rawan (blank spot), armada patroli melakukan perhentian (stasioner).
Para petugas turun dari kendaraan, memantau situasi sekitar secara visual, dan memastikan tidak ada aktivitas yang mencurigakan di bahu jalan.
"Pendekatan kami adalah preventif dan dialogis. Jika kami menemui warga yang masih beraktivitas di malam hari, kami akan hampiri. Kami sampaikan pesan-pesan kamtibmas, meminta mereka untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak ragu untuk segera menghubungi Polsek Randugung jika melihat hal-hal yang mencurigakan. Keamanan wilayah tidak bisa hanya ditopang oleh kepolisian, sinergi dengan masyarakat adalah fondasi utamanya," tambah Iptu Edi Kuswanto.
Menutup keterangannya pada malam tersebut, Iptu Edi Kuswanto menegaskan bahwa kegiatan patroli Blue Light ini tidak akan berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Pihaknya berkomitmen untuk terus merutinkan giat serupa secara berkesinambungan setiap malamnya, dengan waktu dan rute yang diacak agar tidak mudah diprediksi oleh para pelaku kejahatan.
"Polsek Randugung akan terus hadir 1x24 jam untuk masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa seluruh warga Kecamatan Randugung, maupun masyarakat luas yang kebetulan melintas di wilayah hukum kami, dapat beraktivitas dan beristirahat dengan tenang tanpa dihantui bayang-bayang ketakutan akan tindak kejahatan," pungkasnya dengan tegas.