15/08/2021

Bersama Presiden RI, Forkopimda Jatim Melaksanakan Video Virtual Ceremonial Pelepasan Ekspor Komoditas Pertanian "Merdeka Ekspor" Tahun 2021



SURABAYA, Forkopimda Jawa Timur Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kepala Kejaksaan tinggi jawa timur, Sabtu (14/8/2021) siang, melaksanakan ceremonial pelepasan ekspor komoditas pertanian "Merdeka Ekspor" tahun 2021 oleh Presiden RI Secara Virtual, yang dilaksanakan di Terminal Peti Kemas Surabaya.


Selain forkopimda jatim hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya, Wakil Menteri Pertanian, Sekjen Kementan, Kepala BBKP Surabaya, Direktur PT. Pelindo II, PJU Polda Jatim, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak dan Direktur PT. TPS.


Kegiatan ceremonial pelepasan ekspor komoditas pertanian "Merdeka Ekspor" tahun 2021. Merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan perekonomian negara dimasa Pandemi Covid-19. 


Dalam video virtual, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Memberikan arahan diantaranya, bahwa pada hari ini dilakukan ekspor komoditas pertanian secara serentak dari 17 pintu ekpor melalui bandara udara dan pelabuhan laut di berbagai daerah di indonesia.


Sebagai momentum penguatan ekspor komuditas pertanian indonesia dan menandai kebangkitan ekonomi nasional di tengah Pandemi Covid-19," jelas Presiden Joko Widodo, saat memberikan arahan melalui video virtual, Sabtu (14/8/2021) siang.


Mantan Gubernur DKI Jakarta ini juga memberi apresiasi setinggi tingginya kepada petani, peternak, pekebun, pelaku usaha agro bisnis, pemangku kepentingan pertanian lainya yang selama pandemi bekerja keras tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat tetapi juga berhasil meninggkatkan ekpor produk pertanian.


"Sektor pertanian salah satu sektor yang mampu bertahan di era pandemi. Ekpor pertanian tahun 2020 naik 15,70 persen di banding tahun 2019," lanjutnya.


"Diharapkan kedepan, kegiatan peningkatan ekonomi nasional ini dapat menjadi pemicu diberbagai sektor ekonomi sehingga target pertumbuhan ekonomi dapat tercapai dimasa pandemi Covid-19," pungkasnya.

Peringati Hari Pramuka ke 60, Polres Lumajang Gelar Vaksinasi Merdeka Merah Putih Untuk Pelajar SMKN Rowokangkung




LUMAJANG- Dalam rangka menyambut Hari Pramuka ke 60 tahun 2021, Polres Lumajang menggelar vaksinasi merdeka merah putih sasaran pelajar SMKN Rowokangkung, Sabtu (14/8/2021).


Kapolres Lumajang dan Wakapolres meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi di SMK Negeri Rowokangkung, kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang


Dilokasi terlihat siswa/siswi dengan menggunakan seragam pramuka ini tampak antusias mengikuti program vaksinasi di di Gerai Vaksin Merdeka TNI-Polri yang di gelar Polres Lumajang.


Dengan antusiasnya para pelajar ini terlihat dengan mereka sudah memadati area SMKN Rowokangkung dan dimana para pelajar tersebut mengikuti antrian dengan tertib, mendaftar, skrining, sesuai protokol Kesehatan yang sudah ditentukan oleh panitia.


Dalam kegiatan pelaksanaan vaksinasi di SMKN Rowokangkung, Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno didampingi Wakapolres Lumajang Kompol Kompol Kristiyan B. Martino meninjau langsung pelaksaan vaksinasi.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan, vaksinasi Covid-19 untuk pelajar ini digelar di SMK Negeri Rowokangkung. Dalam vaksin tersebut pihaknya melibatkan Urkes Polres Lumajang menjadi vaksinator.


"Hari ini Polres Lumajang berkolaborasi dengan SMKN Rowokangkung melaksanakan vaksinasi merdeka, vaksinasi merah putih," ujarnya.


Dalam pelaksanaan percepatan serbuan vaksinasi khususnya ada di SMKN Rowokangkung sudah ada 241 siswa siswi yang melaksanakan vaksin.


"Namun juga orang tua wali murid apabila bersedia divaksin juga kita fasilitasi untuk melaksanakan vaksin di sekolah SMKN Rowokangkung," kata Eka Yekti.


Dengan adanya kegiatan vaksinasi, Kapolres Lumajang menyampaikan harapannya tentu saja untuk mempercepat herd immunity khsusnya di dunia pendidikan untuk persiapan apa bila sudah dimumkan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.


"Tentunya kita semua sudah paham atas pentingnya vaksin bagi ketahanan tubuh kita dari virus Covid-19 agar risiko tertular dapat diminimalisir,“ tandas Eka Yekti.


Sementara itu, Kepala Sekolah SMKN Rowokangkung Lilik Majidatut zahro mengatakan, siswa-siswi SMK Rowokangkung sudah 100 % mengikuti vaksinasi Covid-19.


"Harapannya dari vaksinasi anak-anak bisa sehat, dan mematuhi himbauan dari pemerintah tentang pencegahan anak2 dari terjangkit covid19," tuturnya.


Menurut Lilik Majidatut zahro, sebelum melaksanakan vaksinasi, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada orang tua.


"Jadi kami juga sudah menyampaikan kepada wali murid untuk bisa segera memberikan surat ijin ke anak-anak kami untuk datang ke sekolah melaksanakan vaksinasi," terangnya.(Humas Polres Lumajang)

Ketua MUI Lumajang Ajak Masyarakat Dukung Program Vaksinasi Pemerintah



LUMAJANG-Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lumajang KH. Achmad Hanif mengajak masyarakat Lumajang untuk mengikuti program vaksinasi yang di selenggarakan Pemerintah sebagai bentuk penanganan dari Pandemi Covid-19.


KH. Achmad Hanif mengatakan, program vaksinasi Covid-19 yang sudah mulai marak hari-hari ini berbagai daerah termasuk di Kabupaten Lumajang merupakan program pemerintah.


"Majelis Ulama Indonesia telah mengkaji baik vaksin sinovac dan astrazeneca bahwa kita tidak masalah untuk menggunakannya karena suci dan halal," jelasnya, Sabtu (14/8/2201).


Untuk itu, Ketua MUI mengajak kepada masyarakat Lumajang untuk mensukseskan program pemerintah agar semuanya dapat secara normal melaksanakan kegiatan-kegiatan ekonomi, peribadatan, dan kemasyarakatan yang lain.


"Kalau kita semuanya sehat melalui satu ikhtiar vaksinasi yang aman dan halal tentunya, maka Insya Allah kondisi akan semakin baik dari berbagai segi kita dapat aktivitas seperti halnya sebelum-sebelumnya," tutur KH. Achmad Hanif.


Ia menyampaikan, kepada masyarakat Lumajang khususnya untuk mendukung seluruh program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah.


"Mudah-mudahan masyarakat Lumajang khsususnya mendukung seluruhnya melakukan vaksinasi demi kepentingan agar kita semuanya terbebas dari Covid-19," tutupnya, (Humas Polres Lumajang)

Kapolda Jatim saat Serbuan Vaksinasi di SMAN 2 Surabaya: Saya Bangga Pernah Sekolah Di sini



Serbuan vaksinasi terus dilakukan Forkopimda Jawa Timur, kali ini SMAN 2 Surabaya menjadi sasarannya, pada Sabtu (14/8/2021). 1000 dosis ditargetkan dalam pelaksanaan vaksinasi berbasis pelajar ini. Selain itu, pengecekan ini juga sekaligus memperingati HUT SMAN 2 Surabaya yang ke 71.


Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Kajati Jatim Mohammad Dofir, dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar, serta Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, melakukan pengecekan serbuan vaksinasi, dalam rangka mendukung program Pemerintah membentuk herd immunity di Jatim. 


Pelaksanaan Serbuan Vaksinasi ini diperuntukan kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya yang melaksanakan vaksin tahap ke II dengan capaian target vaksin sebanyak 1000 dosis vaksin. Kegiatan vaksinasi ini didukung dengan Tenaga kesehatan gabungan baik dari TNI, Polri, Dinkes dan juga relawan dengan jumlah 48 personel dengan rincian Rumah Sakit Bhayangkara sebanyak 25 personil, Bid Dokkes polda jatim sebanyak 5 personil, Dinkes kota Surabaya 8 personil dan Relawan 10 personil serta bantuan personil dari Kodam V Brawijaya.


Dalam kunjungannya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan motivasi kepada para pelajar SMAN 2 Surabaya, untuk kedepan bisa menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa. 


"Jadi untuk anak-anakku semua. Yang punya cita-cita menjadi TNI, bercita-citalah menjadi Jendral. Bersama kita ketahui disini ada dua Jendral, bapak Pangdam V Brawijaya, dan Bapak Pak Kasko Armada dua," ujarnya. 


"Lalu yang bercita-cita menjadi polisi bersama kita di sini ada Pak Kapolda Timur, bapak Irjen Pol Nico Afinta, dan juga pak Kabinda Jawa Timur ini juga berbintang," ucap Gubernur dihadapan pelajar SMAN 2 Surabaya


Semua ingin menjadi bagian yang ikut mendorong bagaimana percepatan vaksinasi di lingkungan kategorinya remaja, umur 12 sampai 17 tahun. 


"Kita berharap bahwa ketika ada percepatan vaksinasi di lingkungan SMA, SMK, yang ada dalam koordinasi Pemprov, tentu ini adalah tahapan proses pembelajaran tatap muka sudah akan bisa dimulai secara terbatas dan bertahap, kalau PPKM-nya sudah level 3, apalagi bisa level 2," Paparnya. 


Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, bahwa ini semua adalah proses, dan tetaplah ikuti proses pembelajaran yang sekarang berjalan, yang masih dilakukan secara daring, tapi kemungkinan kita sedang melakukan exercise untuk lakukan pembelajaran tatap muka secara bertahap dan terbatas. 


"Sesungguhnya ini adalah area di mana Pak Kapolda Jawa Timur menjadi bagian dari keluarga besar SMADA (SMA 2 Surabaya), tentu ingin semangat itu akan mengalir pada seluruh siswa dan seluruh guru, wali murid terutama, dan semua yang hadir di sini, saya rasa sangat ingin mendengarkan pikiran-pikiran strategis dan semangat yang luar biasa dari beliau terutama dalam HUT ke 76 kemerdekaan Republik Indonesia," imbuh Gubernur Jatim. 


Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta yang juga sebagai alumni SMAN 2 Surabaya pada tahun 1989 silam, turut hadir sembari melakukan peninjauan vaksinasi. 


"Saya bangga pernah sekolah di sini , sy lulusan tahun 89 dan saya juga bangga di hari ulang tahun SMAN 2 ini kami juga mengadakan vaksinasi di sini, supaya kita bisa melakukan vaksinasi semua, nantinya dengan keputusan pemerintah bisa belajar tatap muka," ujarnya. 


Kapolda Jatim juga memberikan motivasi kepada pelajar SMAN 2, untuk selalu ingat dengan 3 hal, yang disingkat dengan kata MANTAP yang berarti Iman, Kemauan dan Pengetahuan. 


"Saya ingin menyampaikan tiga hal. Tiga hal ini yang pertama adalah bekal untuk maju kita. Bekal pertama adalah Iman, apa pun kita sebagai manusia harus mempunyai iman yang kuat. Karena itu kunci dari kemampuan kita, kunci dari perjalanan seorang manusia dalam keimanannya," ajaknya. 


"Maka adik-adik silahkan kalian beribadah sesuai agama kalian yang islam sholat, yang kristen ke gereja atau yang hindu ke pura, kuatkan iman, setelah kuatkan iman kuatkan kemauan, kita harus punya kemauan yang kuat untuk mencapai cita-cita. Lalu yang ketiga adalah pengetahuan. Pengetahuan penting untuk menyelesaikan persoalan," tambahnya. 


Oleh karena itu, Kapolda Jatim menanamkan kepada para pelajar SMAN 2 harus punya MANTAP atau kemantapan hati, untuk mencapai cita-cita, karena di masa yang akan datang ilmu pengetahuan itu sangat membantu kita saat bekerja nanti untuk menyelesaikan persoalan. 


"Tapi persoalan tidak selesai tanpa ilmu pengetahuan, tetapi kalau kita punya ilmu pengetahuan tidak menyelesaikan permasalahan itu juga akan menjadi sia-sia," kata Kapolda Jatim. 


Kapolda berharap, semua pelajar di Jawa Timur khususnya SMAN 2 punya pengetahuan dan pekerjaan sehingga nanti bisa berguna bagi masyarakat sendirinya. 


"Saya yakin lulusan SMAN 2 pasti menjadi orang-orang yang berguna. Sekali lagi semangat adik-adik, gantungkan cita-cita, kita naik gunung butuh perjuangan. Kita melihat puncak gunung apakah kita bisa yakin sampai ke sana, Sampai kegunung tergantung tadi, MANTAP iman, kemauan, dan pengetahuan," pungkasnya Kapolda saat berkunjung di tempatnya bersekolah dulu. 


Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial secara simbolis berupa alat kesehatan kepada kepala sekolah, perwakilan guru dan pelajar SMAN 2 Surabaya oleh Forkopimda Jatim.

Kapolri Imbau Warga Medan yang Terpapar Covid-19 Dirawat di Isoter Karena Aman dan Nyaman

 



JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau kepada warga Medan, Sumatera Utara (Sumut), yang terpapar Covid-19, untuk menjalani perawatan di lokasi Isolasi Terpusat (Isoter). Menurutnya, tempat tersebut jauh lebih aman dan nyaman bagi pasien yang terjangkit virus corona. 


Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin rapat dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Forkopimda Medan, Sumut, Sabtu (14/8/2021).


"Mengimbau dan mengajak masyarakat yang Isoman untuk melakukan isolasi di isoter yang telah disediakan. Di lokasi isoter pasien langsung dalam pengawasan tenaga kesehatan," kata Sigit dalam arahannya. 


Mantan Kapolda Banten ini juga menyatakan, dengan isolasi di isoter, maka hal itu dapat melindungi keluarga dan kerabat dari paparan virus corona. Selain itu, isoter juga dilengkapi dengan segala fasilitas yang membuat masyarakat merasa nyaman dan tenang. Sehingga, pemulihan bakal cepat terjadi. 


Oleh sebab itu, Sigit mendorong Forkopimda Medan, untuk menambah jumlah lokasi isoter dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang ada. Serta, melakukan sosialisasi kepada masyarakat bahwa isolasi di isoter lebih baik untuk percepatan pemulihan. 


"Menambah tempat tidur di isolasi terpadu dengan memanfaatkan Balai Diklat, GOR dan Gedung sekolah. Mengimbau dan mengajak masyarakat yang Isoman untuk melakukan isolasi di isoter yang telah disediakan," ujar mantan Kabareskrim Polri ini.


Disisi lain, Sigit menekankan kepada Forkopimda Medan untuk menjaga momentum pertumbuhan perekonomian di tengah Pandemi, dengan tetap menerapkan strategi pengendalian virus corona. Ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 7,07 persen. Sedangkan, Sumut perekonomiannya mulai tumbuh sekira 4,95 persen di saat Pandemu Covid-19.


"Momentum pertumbuhan ekonomi ini harus kami jaga dengan kesehatan sebagai modal dasar. Jika kasus Covid-19 bisa ditekan, pertumbuhan ekonomi dapat kembali berjalan normal," ucap Sigit.


Strategi mitigasi atau pengendalian Covid-19 yang harus diperkuat antara lain, protokol kesehatan yang ketat seperti 3M (mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak), penguatan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Dan terakhir, adalah melakukan akselerasi atau percepatan vaksinasi. 


Dalam kunjungan kerjanya ke Medan, Sumut, Panglima dan Kapolri juga menyempatkan melakukan peninjauan langsung ke salah satu lokasi isoter di Hotel Soechi. Mereka melakukan pemantauan terkait dengan proses atau alur penanganan warga yang terpapar virus corona. 


Di tempat isoter itu, terdapat sejumlah fasilitas yang tersedia, diantaranya adalah, jumlah kamar dan tempat tidur sebanyak 247. Lalu, tabung oksigen berukuran besar sebanyak 50 tabung, sehingga diyakini, kebutuhan oksigen masih mencukup.


Adapun mekanisme Isoter, yaitu pasien suspect Covid-19 atau pasien dengan hasil Swab Antigen positif atau PCR datang ke pendaftaran untuk segera ditangani dokter dan perawat.


Melakukan skrining terhadap pasien. Kriteria pasien isoter yang diterima, OTG atau memiliki keluhan ringan dengan saturasi oksigen >90 persen. Apabila memenuhi kriteria lanjut isolasi sampai 10 sampai dengan 14 hari. Jika terjadi perburukan atau muncul gejala lainnya seperti saturasi oksigen <90%, langsung dilakukan rujukan ke RS lainnya yang tersedia kamar.

14/08/2021

Forkopimda Dampingi Menko Marves dan Menkes Lakukan Pengecekan Penanganan Covid di Jatim



Forkopimda Jawa Timur dampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) RI, dan Menteri Kesehatan (Menkes) melakukan pengecekan di sejumlah tempat penanganan covid, di Malang Raya, Jum'at (13/8/2021).


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico, Kabinda Jatim, bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Pejabat Utama Kodam V Brawijaya, serta Forkopimda Malang Raya mendampingi kunjungan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkes Budi Gunadi Sadikin di Malang raya. 


Tempat pertama yang dikunjungi adalah Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut dilaksanakan pengecekan Isolasi Terpusat (Isoter) pasien covid, bertujuan untuk mendukung program Pemerintah dalam penanganan covid-19. 


Di ruang Isoter BPSDM Kota Malang terdapat 95 Bed Isolasi, terhitung tanggal 13 Agustus 2021 sudah terisi 84 pasien sehingga saat ini masih tersisa 11 Bed. 


Dalam kunjungannya, Menko Marves mengatakan untuk selalu terbuka dalam penanganan covid-19, walaupun angkanya tinggi pasti akan sembuh dan mengalami penurunan. 


"Jadi jangan khawatir mengenai angka biarkan saja tinggi. Nanti kalau sudah kita obati pasti turun," Ucap Luhut didampingi Forkopimda Jatim dan Forkopimda Malang Raya. 


Lebih lanjut Luhut menjelaskan, bahwa kita tidak perlu malu mengenai hal ini, karena ini bukan aib. Penyakit ini bisa diatasi kalau kita tetap mematuhi protokol kesehatan. 


"Jadi isoter ini sangat penting, begitu nanti anda di-testing atau tracing, lalu anda kena. Ikut saja ke Isoter, disini ada dokternya, ada makannya, ada obatnya, pengecekannya, ada semua dan tidak menularkan ke keluarga kita," ujarnya saat melakukan pengecekan di BPSDM Malang. 


Luhut juga mengatakan. Kalau kita tidak hati-hati varian Delta ini sangat berbahaya, bisa menyerang pernafasan, kita tidak tahu tiba saturasi oksigen kita sudah dekat 80, kalau itu terjadi sudah sulit ditolong, sehingga angka kematian tinggi. 


"Kalau di rumah obatnya belum tentu ada, dokter enggak ada, Nakes tidak ada, ngurus saturasi oksigen tidak ada, oksigen sendiri kalau diperlukan tidak ada. Di sini semua ada," kata Menko Marves. 


"Jadi saya titip pada bapak ibu sekalian teman-teman media sampaikan dan juga Pemda, saya titip enggak perlu ada angka-angka yang ditutupin. Biar saja dibuka. Itu masalah kita ramai-ramai kok enggak ada yang salah. Yang salah kalau kita tutupin. Kalau kita buka kalau kita tarik patuh dengan protokol itu pasti turun," Imbuhnya. 


Menteri Kesehatan berpesan dalam hal ini masyarakat tidak perlu takut untuk diswab, karena kalo ada yang kena, itu kemungkinan keluarga terdekat kemungkinan terpapar, itu bisa diswab. 


" Karena kalo kita diswab, dan kita tahu hasilnya, itu bisa melindungi keluarga kita. Yang bahaya itu kalau tidak mau diswab jadi tidak tahu. Justru kalo diswab itu kita bisa tahu hasilnya tidak apa apa, penyakit ini cepet kok disembuhkan," ujar Budi Gunadi Sadikin. 


Usai melakukan kunjungan di BPSDM, rombonga lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi di Poltekkes Kemenkes, Malang. Dengan target capaian vaksinasi kepada 2.400 masyarakat Malang Raya. Total Vaksinator berjumlah 85 tenaga kesehatan dari Poltekkes Kemenkes. 


Selanjutnya rombongan melaksanakan pengecekan RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, yang meliputi sarana dan prasarana serta Jumlah Ketersediaan bed occupancy rate (BOR). Sementara ketersediaan bed sebanyak 320, dengan pembagian 303 Bed OTG, 27 Bed IGD atau pasien yang perlu penanganan intesnif. Namun, per 13 Agustus, Keterisian Bed sebanyak 271. 


Usai melakukan pengecekan di RS. Lapangan, Idjen Boulevard Polkesma, rombongan lanjut melakukan pengecekan pelaksanaan vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil, dan Dosis II untuk masyarakat di Puskesmas Dadaprejo, Batu. 


Sasaran vaksinasi Dosis I untuk Ibu hamil sebanyak 90 Dosis dan Dosis ll untuk masyarakat Dadaprejo Batu sebanyak 66 Dosis. Petugas tenaga kesehatan yang terlibat meliputi tenaga screening, registrasi dan vaksinator sebanyak 12 Tenaga Nakes dari puskesmas Dadaprejo Batu. 


Pengecekan Isoter juga dilakukan di YPPI Batu, untuk memastikan kesiapan tenaga kesehatan dan fasilitas pendukung, atau tempat tidur untuk merawat pasien isolasi covid-19, baik dengan gejala ringan maupun sedang secara terpusat. 


Di YPPI Batu juga disiapkan tenaga kesehatan, diantaranya, Dokter sejumlah 2 personel dan Perawat sejumlah 19 orang. Sementara untuk tempat tidur yang tersedia sebanyak 164 bed, dan terisi 59 pasien isolasi. 


Kegiatan diakhiri dengan pelaksanaan rapat koordinasi penanganan covid 19 di wilayah Malang Raya Bertempat di Makorem 083/Baladhika Jaya yang dihadiri oleh Forkopimda Provinsi Jatim dan Forkopimda Kab/Kota Malang dan Batu.

Polres Lumajang Borong Ratusan Bendera Merah Putih di Pelaku UMKM Dan PKL

 


Lumajang - Memeriahkan HUT ke -76 Kemerdekaan Republik Indonesia dan peduli dampak pandemi Covid-19, Polres Lumajang memborong bendera merah putih yang dijual oleh para pelaku UMKM dan PKL


Wakapolres Lumajang bersama Pejabat utama Polres dan anggotanya membeli bendera merah putih di sekitar dalam kota Lumajang, Jumat (13/8/2021).


Paur Subbag Humas Polres Lumajang mengatakan, aksi memborong bendera merah putih yang dijual pelaku UMKM dan PKL sebagai bentuk kepedulian Polri kepada para penjual bendera yang mengaku dagangan mereka melesu jelang hari peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini karena pandemi Covid-19.


"Tujuannya untuk membantu mereka karena omsetnya turun karena pandemi Covid-19 “ kata Shinta.


Usai dibeli, bendera merah putih nantinya akan didistribusikan kepada masyarakat secara serentak melalui Bhabinkamtibmas.


"Harapannya bisa menggugah masyarakat untuk memasang bendera di rumah dan kendaraan bermotor, sebagai wujud nasionalisme dan kecintaan kepada negara," ujar Shinta.(Humas Polres Lumajang)