20/11/2021

Sepanjang Tahun 2021, Polri Tangani 69 Perkara Mafia Tanah dengan 61 Tersangka



Jakarta - Polri terus melakukan upaya pemberantasan kasus dugaan mafia tanah. Sepanjang tahun 2021 ini tercatat sudah ada 69 perkara yang ditangani oleh Satgas Anti Mafia Tanah Polri. 


Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengungkapkan, jumlah tersebut tercatat sepanjang tahun 2021 hingga bulan Oktober. 


"Target penyelesaian perkara program tahun 2021 sudah ada 69 perkara mafia tanah yang ditangani," kata Dedi kepada wartawan, Jakarta, Jumat (19/11).


Adapun rincian dari penanganan perkara tersebut adalah, lima diantaranya masih proses penyelidikan, 34 dalam tahap penyidikan. Lalu, 14 kasus sudah dilimpahkan tahap I. 


Kemudian, 15 perkara mafia tanah sudah dilakukan pelimpahan tahap II. Dan satu kasus dihentikan penyelidikannya dengan pendekatan Restorative Justice (RJ).


Dedi menambahkan, dari kasus mafia tanah yang ditangani, pihaknya telah menetapkan 61 orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut. 


"Dengan jumlah tersangka kasus mafia tanah sebanyak 61 orang," ujar mantan Kapolda Kalimantan Tengah tersebut. 


Dari 61 orang tersangka itu, tujuh diantaranya sudah dilakukan penahanan. Lalu, 23 orang belum ditahan. Kemudian, dua orang masih diburu atau masuk ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) dan 29 tersangka lainnya sudah dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU).


Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas dan menindak tegas para pelaku kejahatan mafia tanah di Indonesia.

Aplikasi Balanjha.com, Bangkitkan UMKM Indonesia



SURABAYA,- Ketua Bhayangkari Jawa Timur, Ully Nico Afinta, menggelar Sosialisasi dan Pelatihan Aplikasi Balanjha.com, yang dilaksanakan di Gedung Mahameru, Mapolda Jatim, pada Jumat (19/11/2021) pagi.


Dalam sambutannya, dijelaskan, diharapkan dengan kegiatan sosialisasi ini untuk pelaku UMKM Bhayangkari dan YKB se daerah jatim. Yang serentak dilaksanakan hari ini dan besok, bukan hanya di surabaya. Nantinya juga akan dilaksanakan di Jember, Malang dan Jember


"Ini sebagai upaya memperluas pasar bagi UMKM dengan menggunakan Digitalisasi di massa Pandemi Covid-19," kata Ully Nico Afinta, Ketua Bhayangkari Polda Jatim, Jumat (19/11/2021).


"UMKM sendiri diketahui sebagai penopang ekonomi di jawa timur, diharapkan adanya aplikasi Balanjha.com dapat mendongkrak ekonomi di sektor UMKM," lanjut dia.


Ully menyebutkan, dilakukan pelatihan dan sosialisasi aplikasi Balanjha.com, dimana aplikasi ini berisikan produk - produk UMKM binaan Bhayangkari dan YKB (Yayasan Kemala Bhayangkari) Daerah Jawa Timur. Yang dikelola oleh CV Balanja Nusantara yang bekerjasama dengan seksi ekonomi Bhayangkari daerah Jatim dan Bhayangkari cabang se-Jatim.


"Aplikasi tersebut juga bisa dibuka di Website dan aplikasi android. Kedepan para pelaku UMKM dapat lebih luas lagi, bukan hanya anggota bhayangkari maupun YKB dan keluarga besar polda jatim. Namun juga para pelaku UMKM secara luas," sebutnya.


Dengan digitalisasi marketing, harapannya target penjualan dapat lebih luas dijangkau bukan hanya di jatim namun juga secara nasional dan tidak memungkiri bisa secara internasional.


"Ini upaya kami untuk melakukan pembinaan UMKM Bhayangkari dan YKB Jatim sekaligus dukungan kami untuk pemulihan ekonomi nasional dan membantu kesejahtraan keluarga besar anggota Polri," ucapnya.


Sampai saat ini jumlah anggota yang ada di aplikasi sudah ada 156 lapak, harapannya secara bertahap semua bisa masuk ke aplikasi Balanjha.com.


"Sedangkan di aplikasi Balanjha.com produk yang dijual berbagai macam dan yang paling banyak adalah makanan. Namun ada juga yang menjual pakaian, fashion, produk rumah tangga dan lain sebagainya," tutup dia.

Kapolri: SDM Harus Jadi 'Koki' Ciptakan kompetensi nilai etika Personel yang Diharapkan dan dipercaya Masyarakat

 


Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta kepada seluruh jajarannya di SDM Polri untuk bisa menjadi 'koki' yang meramu kompetensi nilai etika, kepemimpinan dan teknis untuk mewujudkan sumber daya manusia yang unggul seperti yang diharapkan dan dipercaya oleh masyarakat. 


Pernyataan tersebut disampaikan Sigit saat menutup Rapat Koordinasi Pembinaan (Rakorbin) SDM Polri di Yogyakarta, Jumat (19/11/2021).


"Hal tersebut menjadi tugas rekan-rekan sebagai koki yang mampu meramu nilai-nilai etika, nilai kepemimpinan dan nilai teknis ini ada di dalam setiap karakter individu SDM Polri," kata Sigit. 


Dengan dibentuknya SDM Polri yang unggul sebagaimana diharapkan masyarakat, kata Sigit, hal itu juga sesuai dengan semangat dari gagasan transformasi Polri yang Presisi (Prediktif, Resposibilitas, dan Transparansi Berkeadilan). 


"Saya ingatkan saya memiliki program bagaimana mewujudkan transformasi Polri menuju Polri yang Presisi. Dimana di dalamnya harus memiliki kemampuan prediktif, memiliki kemampuan etika untuk responsibilitas dan mampu melaksanakaan tugasnya secara transparansi berkeadilan," ujar mantan Kapolda Banten tersebut. 


Menurut Sigit, terciptanya SDM Polri yang Presisi juga sebagaimana tindaklanjut dari harapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap Korps Bhayangkara dalam rangka memberikan pelayanan terhadap masyarakat serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


"Mengutip pernyataan Pak Presiden RI bagaimana pentingnya SDM unggul dalam menciptakan Polri yang Presisi. Ini pernah disampaikan beliau beberapa waktu lalu, bagaimana harapan beliau bahwa Polri harus Presisi dalam menjalankan Wewenangnya. Untuk itu pengembangan SDM Polri harus betul-betul diperhatikan secara serius. Mulai dari rekrutmen, pendidikan dan promosinya dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk membentuk karakter SDM Polri yang mampu menjalani tugas terhadap tantangan yang kita hadapi saat ini. Kemudian kita manfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi informasi yang terus berkembang sampai saat ini," ucap Sigit.


Mantan Kabareskrim Polri ini berharap, Rakorbin SDM Polri ini melahirkan formula yang inovatif sebagai Road Map demi mewujudkan personel Polri yang unggul dan siap menghadapi tantangan zaman kedepannya yang semakin kompleks. 


Dari segi internal, Sigit menyebut SDM yang unggul akan mampu membuat Polri jauh lebih baik lagi kedepannya. Sehingga, kepercayaan dari masyarakat terhadap polisi akan terus meningkat kedepannya. 


Adanya pengembangan SDM, Sigit menyatakan bahwa, hal itu akan menghapuskan stigma di masyarakat soal penanganan kasus yang tebang pilih, etika yang kurang baik, penegakan hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke atas dan terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan oleh oknum. 


Disisi lain, Sigit juga menekankan kepada jajaran SDM Polri untuk terus meningkatkan kesejahteraan terhadap seluruh personel kepolisian di Indonesia. Sebagai salah satu profesi yang memiliki tingkat stres cukup tinggi, Sigit menekankan, soal kesejahteraan harus diperhatikan dengan baik. 


Menurut Sigit, dengan adanya peningkatan kesejahteraan, hal itu akan semakin membuat jajaran termotivasi untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan menjadi lebih tenang. 


"Kemudian selanjutnya, terkait dengan kesejahteraan ini juga ada teori yang menyatakan kalau kualitas kehidupannya jauh lebih baik, maka tingkat stres anggota tentunya akan berkurang dengan terpenuhinya kesejahteraan tersebut." kata Sigit.


Salah satu kesejahteraan yang harus diperhatikan kepada seluruh jajaran kepolisian adalah menyiapkan tempat tinggal yang layak. Sehingga, lanjut Sigit, personel yang baru menjadi Polisi tidak perlu memusingkan tempat berlindung. Sigit pun telah memiliki program 100 ribu rumah untuk personel kepolisian. 


"Bagaimana di kota-kota paling tidak kita bisa bantu buatkan rumah dinas buat mereka. Apakah bentuknya rusun, apakah rumah dinas ataupun bentuk-bentuk lain yang bisa kita kerjasamakan. Sehingga anggota kita sejak awal tidak usah pusing hal-hal seperti itu. Di satu sisi tentunya akan mudah, manakala kita butuhkan anggota dalam waktu cepat, karena memang rumah dinas disiapkan, asrama, atau rusun disiapkan. Karena pada saat ada panggilan tugas yang sifatnya mendadak bisa hadir dengan lebih cepat," papar Sigit.


Selain itu, Sigit juga meminta kepada SDM Polri menyiapkan pelayanan konseling bagi jajaran kepolisian secara periodik yang memiliki risiko pekerjaan tekanan atau stres yang tinggi. Pasalnya, hal itu juga bisa mencegah potensi terjadinya pelanggaran-pelanggaran ketika menjalankan tugasnya di lapangan. 


Disisi lain, Sigit meminta agar SDM Polri memberikan perhatian kepada anggota yang mengalami sakit. Ia menyatakan, saat ini sudah ada Aplikasi e-Yankes untuk melakukan monitoring kesehatan para personel. 


"Harapan kita aplikasi yang ada terus dimanfaatkan dan dikembangkan untuk proses pemantauan anggota kita yang memiliki penyakit menahun tidak terpantau. Dengan aplikasi ini anggota tersebut bisa diikuti, paling tidak ini menjadi perhatian organisasi terhadap anggota kita yang sakit. Kita yakinkan bagaimana progres dari pengobatan dengan kerjasama antara SDM dengan kesehatan. Sehingga kemudian anggota kita betul-betul bisa kembali sehat," ujar Sigit.


Lebih dalam, Sigit mengatakan harus ada pemberian reward kepada personel-personel yang berprestasi dan menjalankan tugasnya dengan baik. Di tahun 2021 ini, Sigit menyampaikan telah memberikan reward terhadap 3.056 personel. 


"Sistem ini tolong dibuat sehingga anggota mendapatkan pelayanan, khususnya terhadap anggota yang bertugas mungkin jauh dari pemantauan, dia tidak kalah melaksanakan tugas dan memiliki prestasi tapi tidak terlihat, ini bagaimana caranya semua harus termonitor. Sehingga saat tidak terlihat itu bisa termonitor oleh radar kita. Ini menjadi tugas kita semua saya harapkan motivasi anggota terus meningkat di tahun 2022. Kalau yang saya berikan reward meningkat artinya motivasi anggota pasti meningkat dalam laksanakan tugas," tutur Sigit.


Dalam kesempatan tersebut, Kapolri juga memberikan bantuan kepada anak dari personel Polri yang gugur karena covid-19, saat menjalankan tugas di garis terdepan dalam penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19.

Kapolres Lumajang Apresiasi Adanya Kampung Tangguh Bersinar di Ditotrunan



Lumajang,- Kampung Karamba yang terletak di Kelurahan Ditotrunan, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur diresmikan sebagai Kampung Tangguh Bersih dari Narkoba atau Bersinar.


Peresmian Kampung Tangguh itu, dilakukan oleh Kepala BNNP Jawa Timur, Brigjen Pol Aris Purnomo. Sebagai seremonial, peresmian itu ditandai dengan penandatanganan prasasti.


Tak hayal, keberadaan Kampung Tangguh itupun diapresiasi oleh Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si.. Dijelaskan Kapolres, tempat itu sebelumnya telah dijadikan lokasi studi. Pasalnya, kebersihan kampung, dan banyaknya penghijauan di kawasan itu seakan menjadi daya Tarik tersendiri.


“Kampung itu bersih dan asri. Apalagi, semangat pemuda di kampung itu juga bisa dijadikan landasan membangkitkan nilai-nilai Pancasila. Tentu saja, itu bisa memperkuat generasi muda lainnya untuk tidak mengenal narkoba,” kata AKBP Eka Yekti Kamis, 18 November 2021 pagi.


Bukan hanya itu, adanya Kampung Tangguh Bersinar yang diresmikan oleh Jenderal bintang satu tersebut, diharapkan bisa memacu motivasi masyarakat untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, dan terbebas dari adanya ancaman maupun peredaran narkoba. “Ini harus bisa dijadikan inspirasi oleh masyarakat lainnya di Lumajang,” pinta Kapolres.


Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Jawa Timur, Brigjen Pol Aris Purnomo mengungkapkan bahwa ia sangat terkesan, mengingat jarang sekali melihat kampung sangat bersih dan warganya begitu kompak, tertib dan kreatif.


"Himbauan tentang narkoba dan kebersihan mari kita galakkan. Untuk lingkungan agar tetap bersih, terbebas dari Narkoba, ini harus ada peran aktif Babinkamtibmas dan Babinsa. Diharapkan BNN segera membuat MOU dengan mahasiswa di Kabupaten Lumajang sebagai penyuluh narkoba nantinya," pungkas Aris. (oborlmj)

Rakor Evaluasi Percepatan Vaksinasi, Kapolres Lumajang Sebut Sasaran Utama adalah Lansia

 


Lumajang,- Upaya peningkatan capaian vaksinasi semakin digencarkan oleh tiga pilar di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Peningkatan capaian vaksinasi itu, merupakan tindak lanjut dari evaluasi sebelumnya terkait capaian vaksinasi di Lumajang yang dinilai masih rendah.


Berkaitan dengan itu, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. menegaskan jika pihaknya telah menyiapkan beberapa langkah guna tercapainya target vaksinasi. Salah satunya, adalah sasaran vaksinasi dan strategi.


“Vaksin, strategi dan sasaranya sudah ada. Sumberdaya vaksinator kita, sudah siap. Tergantung bagaimana nanti pelaksanaan di lapangan,” kata Kapolres saat rakor evaluasi percepatan vaksinasi di Pendopo Arya Wiraraja, Pemkab Lumajang. Kamis, 18 November 2021 siang.


Percepatan vaksinasi, kata Kapolres, harus segera dilakukan dalam kurun waktu tujuh hari ke depan. Pasalnya, percepatan itu dilakukan guna perubahan status level PPKM Lumajang. 


“Sasaran utamanya, adalah lansia. Sekarang Lumajang masih level 3. Kalau bisa dalam kurun waktu 7 hari selanjutnya bisa ke level 1 PPKM, harus berubah level,” tegasnya.


Kapolres kembali mengungkapkan, selain peran Pemerintah, dalam upaya percepatan vaksinasi di wilayah hukumnya kali ini, tentunya memerlukan peran masyarakat. Pasalnya, kata Kapolres, masyarakat sangat berperan penting mendukung capaian vaksinasi tersebut.


“Terutama kesadaran masyarakat terhadap protokol kesehatan, dan wawasan masyarakat akan pentingnya mengikuti vaksinasi. Nanti kita juga melakukan vaksinasi door to door. Artinya, masyarakat tidak perlu datang ke gerai vaksin. Cukup kita yang datang ke rumah warga, dan memberikan layanan vaksinasi dengan aman dan nyaman,” ulasnya.


Di sela-sela evaluasi tersebut, Kapolres juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan personel untuk percepatan vaksinasi di Lumajang.


“Ya, saya sudah memerintahkan Vaksinator dari Si Dokkes Polres Lumajang sekaligus Bhabinkamtibmas pada masing-masing desa untuk melaksanakan vaksinasi Door to Door, jika perlu hingga malam hari, ini dilakukan semata-mata untuk melayani masyarkat, terutama yang pagi sampai sore harinya bekerja, malamnya kami datangi untuk divaksin,” Pungkasnya. (oborlmj)

Polsek Candipuro berhasil Tangkap Pelaku Penganiayaan Kepala TPK Perhutani

 


Lumajang,- Unit Reskrim Polsek Candipuro dan Polres Lumajang berhasil membekuk YM (24), warga Desa Jarit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur pada Jumat, 19 November 2021 dini hari.


Penangkapan YM diawali dengan adanya pelaporan yang dilakukan oleh N (53) Kepala TPK Perhutani KPH Probolinggo, yang mengaku telah dianiaya oleh YM.


Penganiayaan itu berawal ketika YM yang melintas dengan kendaraan bermotor di depan rumah dinas Kepala TPK Perhutani KPH Probolinggo di Desa Jarit Kecamatan Candipuro Kabupaten Lumajang, hendak menabrak anak-anak yang berada di area itu. 


“Nah, YM itu ditegur oleh N supaya tidak mengendarai terlalu kencang,” ujar Kapolsek Candipuro, AKP Sajito.


Ternyata, teguran yang dilakukan oleh korban, itu tak berbuah manis. Selang beberapa menit usai menegur tersangka dan temannya itu, korban yang berada di rumah dinasnya langsung dihampiri oleh tersangka YM.


“Korban waktu itu duduk di teras depan rumah. Tidak lama, YM kemudian datang sendirian dgn membawa sajam dan menghampiri N, kemudian YM langsung melakukan penganiayaan dgn cara membacok ke arah N, sehingga korban N mengalami luka pada bagian kepala dan saat ini masih dalam perawatan medis,” ungkap Kapolsek.


Melihat kejadian itu, beberapa warga yang berada di sekitar lokasi kejadian perkara, langsung melaporkan insiden pembacokan tersebut. Tak berselang lama, Unit Reskrim Polsek dan Resmob Polres Lumajang berhasil meringkus pelaku pembacokan.


“Dari hasil penyelidikan yang kami lakukan bersama Resmob Satreskrim Polres Lumajang, diketahui keberadaan YM di Desa Nguter Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang, selanjutnya dilakukan upaya paksa berupa penangkapan terhadap YM,” ujar Kapolsek.


Selain berhasil menangkap YM, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti yang di gunakan oleh YM.


“Kami juga mengamankan barang buktinya, diantaranya sebilah celurit, dan pakaian pelaku,” pungkasnya.


Sementara itu, kini YM harus menghadapi setiap pertanyaan penyidik untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan ia akan dijerat dengan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan berat. (Oborlmj)

19/11/2021

KOLABORASI MODEL PEMBERDAYAAN IKM DAN ITB WIDYA GAMA LUMAJANG MELALUI MATCHING FUND KEMENDIKBUD 2021

  


Matching Fund merupakan program Kemendikbud 2021 yang mengkolaborasikan Perguruan Tinggi dengan dunia usaha agar saling berkontribusi untuk mendukung pencapaian misi Direktorat Jendral Industri dan Menengah yaitu “Mewujudkan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang Berdaya Global”.

Dalam implementasinya, Program Matching Fund melibatkan dosen dan mahasiswa dalam upaya pengejawantahan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang merupakan stressing kebijakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk menyelaraskan pemenuhan kebutuhan dan pemecahan problematika dunia usaha. 

Pengusul program Matching Fund yang berkolaborasi Kelompok Petani Jamur Tiram (KPJT) “Manut” di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang adalah Dr. Hesti Budiwati, S.E., M.M. dengan melibatkan tim ahli dari unsur dosen Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang yaitu Dr. Ainun Jariah, S.E., M.M.; Dr. Fauzan Muttaqien, S.E., M.M.; dan Nawangsih, SAB, M.M., serta 20 mahasiswa ITB Widya Gama dan beberapa anggota Kelompok Petani Jamur Tiram (KPJT) “Manut” dimana mereka adalah para perajin yang menghasilkan aneka produk makanan olahan berbahan baku jamur tiram. 



Peran dan fungsi dosen sebagai pendamping kegiatan mahasiswa dan para perajin makanan olahan dari KPJT “manut” adalah transfer knowledge (transfer pengetahuan) dimana perspektif teori ilmu-ilmu manajemen (marketing, MSDM, manajemen operasional dan keuangan) dapat menjadi bekal bagi peningkatan kognitif (pengetahuan) semua pihak yang terlibat dan mendukung peningkatan ketrampilan dan strategi berusaha, meningkatan skala usaha maupun ketrampilan (up scale dan up skill). Teknis pelaksanaan dengan melaksanakan proses pendidikan dan pelatihan on the spot (di lokasi usaha), diantara pelatihan yang diberikan adalah administrasi usaha, manajemen bisnis, aspek-aspek manajemen keuangan, branding produk, packaging, marketing digital, teknis dan praktek produksi makanan olahan berbahan baku jamur tiram dan berbagai aspek manajerial lainnya.



Sekilas tentang KPJT ‘Manut” bahwa pada awalnya Kelompok Petani Jamur Tiram (KPJT) “Manut” memiliki cita cita untuk mewujudkan memberdayakan penduduk yang masih memiliki penghasilan di bawah standard, sehingga penduduk setempat tidak memutuskan untuk mencari pekerjaan di luar daerah atau wilayah, khususnya untuk membatasi keinginan menjadi TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri. Penduduk yang berminat budi daya jamur tiram di himpun, di berikan bimbingan teknis, dan sekaligus diberikan ikatan dengan kelompok agar tidak kesulitan dalam pemasaran hasil produksi. Hasil produksi di fasilitasi oleh kelompok dengan kebijakan harga yang sangat berpihak terhadap anggota kelompok. 

Dalam perjalannnya KPJT “Manut” mendapat responsi dari bebrgai pihak untuk membantu meningkatkan konsep pemberdayaannya. “Dengan sentuhan konsep dan program beberapa lembaga strategis yang bisa di kolaborasikan, termasuk dari tim Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Widya Gama Lumajang, KPJT “Manut” semakin lebih semangat dan yakin bahwa KPJT “Manut” akan menajdi lebih baik dikemudian hari.” demikian kata M. Agus Syaichu selaku Ketua KPJT “Manut”.



“Dengan bimbingan ITB Widya Gama Lumajang, saat ini KPJT “Manut” sudah meluaskan skala layanan, dan semakin banyak warga masyarakat dari desa-desa dan kecamatan lainnya yang tertarik untuk belajar budi daya jamur tiram pada kami” Ujar Agus Syaichu. “Saat ini kami menggulirkan kampung eduwisata jamur tiram, momen yang tepat saat kami sedang bekerjasama dengan ITB Widya Gama dalam program Matching Fund” Tambah Agus kepada radar jember. Dan Alhamdulillah kami juga sedang proses memproteksi produk-produk kami dengan merk dagang “manut” yang nantinya bisa menjadi Branding Produk semua makanan olahan berbahan baku jamur tiram semua perajin anggota KPJT “Manut”, saat ini sedang diproses oleh tim dosen ITB Widya Gama Lumajang” Sambung Agus.

Menurut keterangan koordinator pelaksanaan Program Matching Fund Kecamatan Klakah, Dr. Ainun Jariah, S.E., M.M. bahwa ITB widya Gama berharap agar ide-ide brillian dari KPJT “Manut” dan kemauan pak Agus untuk bekerjasama dengan ITB Widya Gama diharapkan dapat meningkatkan omzet penjualan produk olahan jamur tiram, dan memudahkan terwujudnya kampung eduwisata di Kecamatan Klakah.

Dr. Ainun Jariah, S.E., M.M. lebih lanjut menjelaskan bahwa kegiatan Matching Fund ini berusaha mewujudkan beberapa hal antara lain: (1) Mewujudkan embrio kampung jamur tiram melalui integrasi usaha produktif kelompok petani jamur tiram dan kelompok masyarakat pengolah jamur tiram di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang. Hal ini dilakukan dengan cara berkolaborasi memberikan pelatihan bersama pengurus KPJT Manut kepada sasaran kelompok masyarakat petani jamur tiram tentang bagaimana budidaya jamur tiram yang baik dan bagaimana pencatatan administrasi jamur tiram yang selama ini menjadi kelemahan anggota KPJT Manut. Selain itu dilakukan pendampingan untuk mengoptimalkan unit usaha pendukung KPJT Manut seperti unit usaha percetakan, unit usaha pemasaran online; (2) Mendapatkan nilai tambah produk berbahan mentah jamur tiram bagi kelompok masyarakat anggota KPJT Manut. Hal ini dilakukan dengan memberikan pelatihan dan praktek bagaimana berinovasi dengan bahan baku jamur tiram dan bagaimana kemasan yang sehat dan menarik; (3) Memberikan solusi pemecahan permasalahan DUDI seputar lapangan kerja dan peluang usaha sebagai upaya mewujudkan Lumajang Utara yang ber image lebih baik sebagai sentra industri jamur tiram. Hal ini dilakukan dengan memperkuat koperasi yang dimiliki KPJT “Manut” agar semakin menarik minat masyarakat sekitar untuk bergabung dalam KPJT “Manut” sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan kampung jamur tiram; (4) Membangun ekosistem Kampus Merdeka sebagai upaya menyelesaikan berbagai isu sosial masyarakat, tantangan industri, dan masalah perguruan tinggi, dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk dapat mempraktekkan keilmuan dan skill yang dimilikinya agar setelah lulus dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri dan kemampuan mahasiswa dalam bermasyarakat dan membangun ekonomi kreatif. Hal ini dilakukan dengan melibatkan mahasiswa pada kegiatan pendampingan administrasi dan manajemen usaha bagi kelompok masyarakat sasaran program.

Adapun jenis pelatihan yang diberikan untuk mendukung visi, misi dan tujuan KPJT “Manut” antara lain: (1) pelatihan manajemen usaha; (2) pelatihan dan parktek inovasi produk; (3) pelatihan budidaya jamur tiram; (4) pelatihan dan pendampingan adminsitrasi usaha bagi anggota; (5) pelatihan strategi pemasaran yang efektif; (6) pelatihan dan pendampingan administrasi usaha bagi masyarakat petani dan pengolah jamur tiram; (7) pelatihan dan pendampingan administrasi usaha bagi pengurus KPJT; (8) pelatihan desain grafis; dan (9) proses pembuatan baglog untuk budidaya jamur tiram. Selanjutya kami lakukann monitoring dan evaluasi secara periodik” Pungkas Dr. Ainun Jariah, S.E., M.M. kepada Radar Jember.