31/12/2021

Kapolda Jawa Timur mendapat Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden RI*



SURABAYA,- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, mendapat anugrah Bintang Bhayangkara Pratama dari Presiden RI Ir. Joko Widodo. 

Upacara Penganugrahan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama dipimpin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (30/12/2021), yang dilaksanakan di Rupatama Mabes Polri dan diikuti secara Virtual oleh Kapolda Jatim di Ruang kerja kapolda jatim.

Tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama dalam upacara hari ini diberikan kepada 74 perwira tinggi (Pati) dan ASN, terdiri dari 61 Pati Polri, 8 Pati TNI dan 5 pejabat dari ASN.

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengucapkan terima kasih kepada perwira tinggi TNI yang telah membantu kegiatan operasi yang dilaksanakan oleh Polri serta ASN yang telah berkontribusi terhadap transformasi organisasi Polri.

"Kepada perwira tinggi Polri yang menerima tanda kehormatan laksanakan transformasi kepada seluruh anggota dengan memberikan contoh yang baik, sehingga tidak terjadi kembali penyimpangan yang dilakukan oleh anggota Polri," kata Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo, dalam sambutannya, Kamis (30/12/2021).

Berikut daftar 8 pati TNI dan 5 ASN yang mendapatkan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama :

Pati TNI 

1. Letjen TNI Muhamad Herindra, M.A., M.Sc., jabatan Wamenhan RI

2.Letjen TNI R. Wisnoe Prasetja Boedi jabatan Irjen AD

3. Letjen TNI Eko Margiyono, M.A., jabatan Kasum TNI

4.Letjen TNI A.M. Putranto, S.Sos., jabatan Dankodiklatad

5. Letjen TNI Joni Supriyanto, jabatan Kabais TNI

6. Letjen (Mar) TNI Bambang Suswantono, S.H., M.H., M.Tr. (Han), jabatan Irjen TNI

7. Marsdya TNI Imran Baidirus, S.E., jabatan Pangkogabwilhan II

8. Letjen TNI Suharyanto, S.Sos., M.M., jabatan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Aparatur Sipil Negara

1. Pembina Utama Muhammad Yusuf Ateh, Ak., M.B.A., jabatan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan

2. Pembina Utama Rini Widyantini, S.H., M.P.M., Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia

3. Pembina Utama Askolani, S.E., M.A., jabatan Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Republik
Indonesia.

4. Pembina Utama Prof. Dr. Diah Natalisa, M.B.A., jabatan Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementrian
Pendayagunaan Aparatur negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia

5. Pembina Utama Dr. Ir. Slamet Soedarsono, M.P.P., Q.I.A., C.R.M.P., C.G.A.P. jabatan Deputi Bidang Politik,
Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Bappenas.

Kapolri Pantau Serbuan Vaksinasi, Polres Lumajang Terjunkan Tim Vaksinator Bagi Warga dan Para Santri


Lumajang,- Pelaksanaan vaksinasi yang digelar oleh pihak Polres Lumajang kali ini, mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.

Betapa tidak, adanya vaksinasi yang ditujukan bagi warga dan para santri itu berhasil menarik antusiasme masyarakat untuk menjadi pemohon vaksin. Setidaknya, dalam vaksinasi itu pihak Polres telah menerjunkan 7 tim vaksinator.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengungkapkan, kali ini setidaknya ratusan dosis vaksin ludes dalam upaya serbuan vaksinasi yang ditujukan bagi masyarakat Desa Dawuhan Wetan dan para Santri Ponpes Darul Ulum Dawuhan wetan Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang tersebut. 

“Ada 410 dosis vaksin yang sudah kita suntikkan kepada warga dan para Santri itu,” ujar Kapolres. Kamis, 30 Desember 2021 siang.

Tak tanggung-tanggung, pelaksanaan vaksinasi itupun dipantau langsung oleh Kapolri, Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. Saat ini, pihak Kepolisian secara serentak menggelar adanya serbuan vaksinasi yang dipusatkan di Pantai Losari, Makassar. “Vaksinasi ini dipantau langsung oleh Kapolri secara virtual,” ungkap Kapolres.

Bukan hanya itu saja, dirinya juga mengapresiasi antusias para Santri yang ikut serta mensukseskan adanya program vaksinasi nasional itu. Pasalnya, kesadaran masyarakat dinilai sangat penting dalam upaya mensukseskan program yang saat ini digagas oleh Pemerintah tersebut.

“Terimakasih atas antusiasme masyarakat, saya berharap, tingkat kesadaran masyarakat Lumajang akan pentingnya mengikuti vaksinasi semakin meningkat. Sebab, kita butuh kolaborasi dan bantuan dari masyarakat dalam ikut serta memutus maupun mencegah berkembangnya pandemi covid-19 melalui vaksinasi ini,” pinta Kapolres.

Tidak hanya itu demi mensukseskan program pemerintah tentang adanya vaksinasi tersebut, Kapolres AKBP Eka Yekti Hananto Seno juga menyampaikan bahwa sediaan vaksin untuk Kabupaten Lumajang sangat mencukupi dalam memenuhi target pemerintah 73 persen.

“Vaksinasi covid-19 di Kabupaten Lumajang sampai sekarang baru memenuhi 63 persen, saya berharap di akhir tahun ini dapat memenuhi target pemerintah 73 persen. Tenaga Vaksinator siap, persediaan vaksin sangat cukup, kini tinggal kesadaran masyarakat untuk datang yang kita butuhkan, saya berharap seperti yang kita lihat sekarang ini, begitu besar antusiasme warga dan para santri,” imbuhnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa Forkopimda Lumajang juga telah melakukan pendataan terhadap warga yang belum mendapatkan vaksin, dan dari data yang telah diperoleh itu, akan dilakukan vaksin dengan cara menggelar gerai-gerai vaksinasi serta akan dilaksanakan vaksinasi secara door to door.

“Itu langkah yang akan kami tempuh, semua warga Lumajang wajib mendapatkan vaksinasi covid-19, dan ini bentuk pelayanan nyata kami, kami tidak ingin ada klaster covid-19 baru di Kabupaten Lumajang,” pungkas Kapolres. (Oborlmj)

Sematkan Bintang Bhayangkara Pratama, Kapolri Komitmen Terus Lakukan Pembenahan Organisasi dan Pelayanan.

 

Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit menyematkan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Bhayangkara Pratama yang ditandatangani oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), kepada 61 perwira tinggi Polri, 8 perwira tinggi TNI dan 5 Aparatur Sipil Negara (ASN), di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (30/12).

Dalam amanatnya, Sigit menyampaikan apresiasi kepada Pati TNI dan ASN yang selama ini terus memberikan dukungan dan kontribusi luar biasa terhadap pengembangan dalam upaya transformasi Polri di bidang organisasi, operasional dan pelayanan publik. 

"Tentunya kami akan terus pegang teguh amanah yang telah diberikan terkait dengan perubahan-perubahan di bidang organisasi,  perubahan-perubahan di bidang operasional dan pelayanan publik," kata Sigit dalam amanatnya.

Mantan Kapolda Banten tersebut memastikan bahwa, untuk saat ini dan kedepan akan terus melakukan perbaikan birokrasi yang ada di institusi Polri, dengan terus meningkatkan pelayanan publik, agar semakin menjadi apa yang diharapkan oleh masyarakat. 

Komitmen itu, kata Sigit, sebagaimana harapan dari Presiden Indonesia Jokowi yang menginginkan adanya perbaikan birokrasi di internal Korps Bhayangkara. 

Oleh karenanya, Sigit menekankan bahwa, Polri terus melakukan  perbaikan dan evaluasi terhadap bidang organisasi dan pelayanan demi menjadi lembaga yang diharapkan dan dicintai oleh masyarakat. Hal itu telah dituangkan sebagaimana cita-cita dan semangat dari konsep Polri yang Presisi (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan).

"Ini sebagai bagian dari upaya kita untuk wujudkan transformasi Polri agar menuju Polri yang Presisi," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Lebih dalam, Sigit memberikan ruang kepada seluruh pihak untuk memberikan masukan, kritik, dan saran kepada institusi Polri. Pasalnya, semua bentuk perhatian itu, akan dijadikan sebagai bentuk koreksi dan evaluasi internal demi semakin menguatkan transformasi bidang pelayanan publik dan transformasi organisasi. 

Sigit memahami, menuju perubahan yang lebih baik tentunya akan melewati segala bentuk dinamika dan proses yang ada. Serta, harus mampu beradaptasi dengan situasi dan perkembangan yang terjadi dewasa ini. Namun, Ia optimis, hal itu dapat terwujud dengan dukungan dari seluruh pihak dan masyarakat. 

"Tentunya terkait dengan transformasi di bidang pelayanan publik dan transformasi bidang organisasi, kami tentunya mohon untuk terus dikoreksi, diberikan perbaikan-perbaikan. Sehingga semakin hari kami betul-betul bisa wujudkan organisasi Polri yang modern, organisasi Polri yang melayani dan organisasi Polri yang betul-betul bisa terapkan prinsip Good Governance," ucap Sigit.

Kepada Pati Polri yang dianugerahi Bintang Bhayangkara Pratama, Sigit mengingatkan bahwa, gelar itu diperoleh dengan proses yang tidak mudah. Dengan melewati screening, pemeriksaan internal, dan Track Record yang ada, kata Sigit, tanda kehormatan ini harus terus dipertahankan dengan baik. 

Gelar kehormatan, kata Sigit, selain membawa kebanggaan, hal itu juga memiliki segala bentuk konsekuensi yang ada. Sigit menyatakan, sebagai pimpinan di Satuan Kerja (Satker), harus mampu melakukan transformasi atas apa yang telah diraih itu kepada anggota-anggotanya. 

"Karena kita ingin organisasi kita makin hari jadi semakin baik. Banyak hal yang harus dibenahi. Banyak penyimpangan yang harus diperbaiki, dan tugas rekan-rekan untuk bagaimana mentransformasikan ini di Satker masing-masing menjadi teladan, merubah dan membawa perbaikan di Satker masing-masing," tutur Sigit. 

Sigit menegaskan, Pati Polri yang mendapatkan gelar kehormatan, harus bisa menjadi contoh dan  teladan. Dengan begitu, akan membawa perbaikan untuk institusi Polri kedepannya. 

Sebagai pemimpin, Sigit meminta, personel Polri tidak ragu-ragu memberikan tindakan tegas kepada anggota yang menyimpang, tidak bertugas sebagaimana aturan yang ada, dan lakukan tindakan yang dapat merusak marwah serta kewibawaan Polri. 

"Berikan contoh dan teladan. Berikan Reward bagi anggota berprestasi. Sehingga institusi Polri akan semakin baik, makin dipercaya dan dicintai masyarakat," kata Sigit.

Diakhir amanatnya, Sigit menekankan soal terus menjaga dan meningkatkan sinergitas TNI-Polri. Menurutnya, hal itu adalah kunci untuk menghadapi segala bentuk tantangan dan ancaman yang akan dihadapi Indonesia. 

Hal itu, kata Sigit terbukti, dalam sinergitas penanganan dan pengendalian Pandemi Covid-19. Yang dimana, saat ini terus mengalami perbaikan dan dapat dikendalikan laju pertumbuhannya. Dengan begitu, kata Sigit, pertumbuhan perekonomian masyarakat akan terus meningkat.

"Tentunya ini harus terus kita pertahankan. Karena itu sinergitas dan soliditas untuk terus menjaga kondisi Covid-19 yang ada, sehingga di awal tahun kita tetap bisa pertahankan. Dan tentunya dalam posisi seperti ini harapan kita pertumbuhan ekonomi betul-betul bisa kembali normal, bisa kita dorong. Dan harapan kita bisa lebih baik daripada pertumbuhan yang sebelumnya. Demikian juga terkait stabilitas Kamtibmas yang harus kita jaga sebagai modal agar ekonomi berjalan dengan baik," tutup Sigit.

Cek Pospam di Tulungagung, Waka Polda Jatim : Waspada Terhadap Dinamiika Perkembangan Masyarakat


TULUNGAGUNG - Waka Polda Jatim Brigjen Pol Drs. Slamet Hadi Supraptoyo didampingi Irwasda Polda Jatim Kombes Pol Mohamad Aris S,H., Kabid Propam Polda Jatim Kombes pol Taufik Herdiansyah Zeinardi., 
Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto, S.H., S.I.K., M.H., Wakapolres Tulungagung Kompol Christopher Adhikara Lebang, S.I.K., S.H.  Pejabat Utama Polres Tulungagung melaksanakan pengecekan pos pengamanan natal 2021 dan tahun baru 2022 di pospam GOR Lembu Peteng Tulungagung, rabu (29/12/2021) malam.

Dalam kunjungan tersebut, selain mengecek peta kerawanan kabupaten tulungagung dan kesiapan personil pengamanan di Pospam natal dan tahun baru, Waka Polda Jatim juga menyampaikan arahan kepada petugas pengamanan dan sejumlah Pejabat Utama Polres Tulungagung.

Dalam arahannya Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo mengingatkan bahwa
saat ini masih massa pandemi Covid-19 sehingga perlu diantisipasi jangan sampai ada kerumunan massa pada malam tahun baru khususnya di aloon aloon yang ada di wilayah Kabupaten Tulungagung.

Tingkatkan kewaspadaan pada saat melaksanakan pengamanan pos pam khususnya kelengkapan memakai rompi pada saat malam hari" tutur Brigjen Pol Slamet

Lebuh lanjut Orang nomor dua dijajaran Polda Jatim tersebut menyampaikan, Pengamanan natal dan tahun baru ini tidak boleh dianggap sebagai agenda rutin tahunan biasa, sehingga menjadikan kita cenderung under estimate dan kurang waspada terhadap setiap dinamika perkembangan masyarakat, apalagi di masa pandemi Covid-19 saat ini, kita harus lebih peduli, Jangan sampai kegiatan perayaan Natal dan Tahun Baru menimbulkan klaster-klaster baru penyebaran Covid-19.

"Kita tidak boleh under estimate terhadap dinamika perkembangan masyarakat, kita harus lebih peduli sehingga tidak muncul klaster baru penyebaran covid - 19" Terangnya 

Disamping penekanan terkait pelaksanaan tugas pengamanan di Pospam, Waka Polda Jatim mengajak seluruh anggota polri untuk tetap mewaspadai  dan mengantisipasi kerawanan gangguan kamtibmas antara lain ancaman terorisme dan radikalisme, ancaman sabotase, penyalahgunaan narkoba, pesta miras, aksi perusakan fasilitas umum, aksi kriminalitas seperti curat, curas, curanmor, tawuran antar kelompok pemuda atau antar kampung, balap liar, kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, maupun ancaman bencana alam seperti banjir dan tanah longsor sebagai dampak dari musim penghujan.

"Tingkatkan kepekaan, kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam melaksanakan pengamanan dan antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya aksi teror dan kriminalitas pada saat Natal 2021 dan perayaan tahun baru 2022"

Diakhir kunjungannnya, Waka Polda Jatim mengajak seluruh personil pospam natal dan tahun baru untuk senantiasa berdoa dan niatkan tugas sebagai ibadah.

"Siapkan mental dan fisik serta jaga kesehatan, niatkan setiap pelaksanaan tugas sebagai ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa" Pungkas Waka Polda Jatim (NN95 - HUM RESTU)

30/12/2021

Kapolri: Layani dan lindungi, serta perhatikan rasa keadilan masyarakat.

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan kepada seluruh personel kepolisian dalam menjalankan tugasnya untuk tidak sekali-kali melupakan tugas pokoknya untuk selalu melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. 

Hal itu disampaikan Sigit saat memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) tujuh Kapolda di Gedung Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (29/12/2021).

"Ingatkan, ingatkan, ingatkan, bahwa tugas kita adalah memberikan pelayanan, terhadap tugas pokok yaitu melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat. Hal ini sebenarnya adalah doktrin dan tugas kita dari dulu," kata Sigit dalam arahannya. 

Mantan Kapolda Banten tersebut menjelaskan, tugas dasar sebagai aparat penegak hukum itu harus selalu ditanamkan setiap hari. Mengingat, kata Sigit, belakangan ini masih muncul tagar di media sosial (medsos) akan persepsi publik terhadap Polri.

Menurut Sigit, kemunculan Hastag tersebut harus disikapi dengan langkah-langkah yang konkret untuk melakukan perbaikan di institusi Korps Bhayangkara. Sehingga pelanggaran tidak kembali terjadi. 

"Tanamkan itu setiap hari. Berikan contoh, turun ke lapangan, cek apakah semua berjalan dengan baik. Kalau ada kekurangan lakukan koreksi," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Polri dewasa ini, ditegaskan Sigit, bukanlah institusi yang anti-kritik. Melainkan, menjadi masukan dari masyarakat sebagai bahan evaluasi dan perbaikan untuk menuju Polri yang semakin baik dan dicintai oleh masyarakat. 

"Ada kritik dari masyarakat kita terima sebagai bagian dari evaluasi kita untuk membawa institusi menjadi jauh lebih baik. Pertahankan Polri tidak anti-kritik, tapi kita akan terus berbenah menjadi organisasi yang modern dan organisasi yang selalu berubah menjadi organisasi yang lebih baik," ucap Sigit.

Menurut Sigit, perbaikan harus terus dilakukan kedepannya. Hal itu untuk mempertahankan tren positif dari beberapa lembaga survei yang merilis soal tingkat kepercayaan dan kinerja Polri yang mengalami peningkatan jauh lebih baik. 

Ia meminta seluruh personel polri tak terlena dengan hasil survei yang sudah baik. Menurutnya, hal itu harus dijadikan motivasi untuk terus mempertahankan yang baik dan memperbaiki segala bentuk kekurangan yang ada. 

Terkait hal itu, Sigit memastikan, bakal memberikan reward kepada anggota kepolisian yang memang bekerja keras, berprestasi dan bersungguh-sungguh dalam menjalani tugas melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Sebaliknya, Sigit tak akan segan memberikan sanksi tegas kepada aparat yang melakukan pelanggaran atau bekerja tak sesuai dengan aturan. 

"Beberapa hasil survei yang menempatkan Polri di urutan yang baik, Alhamdulilah dengan situasi yang ada, kita masih berada di posisi tersebut. Dan saya harapkan menjadi motivasi agar kedepan melakukan perbaikan dan terus ditingkatkan. Ini bagian dari tugas rekan-rekan, menjaga wibawa hukum dan institusi Polri," tutur Sigit.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan untuk memberikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada masyarakat yang membutuhkan peran dari Polri dalam mencari keadilan. Ia menginstruksikan, untuk tidak pandang bulu dalam melakukan proses penegakan hukum di Indonesia. 

"Jaga wibawa institusi, tegakkan hukum dan berikan rasa keadilan dan perhatikan masyarakat kecil yang selama ini merindukan rasa keadilan. Kita cepat respons terhadap hal-hal seperti itu. Pastikan mereka mendapatkan pelayanan yang sama dan tak membeda-bedakan rakyat kecil. Hal-hal yang sensitif, hal-hal yang menjadi perhatian tolong dilaksanakan dengan cepat," tegas Sigit. 

Disisi lain, Sigit mengingatkan kepada seluruh Kapolda untuk tetap melakukan pengendalian Pandemi Covid-19. Apalagi, saat ini akan memasuki masa liburan Tahun Baru 2022. 

Kesiapan itu, kata Sigit, sebagai bentuk untuk mengantisipasi penyebaran dari varian baru Covid-19, Omicron, yang sudah diumumkan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) masuk ke Indonesia. Oleh karenanya, Sigit menginstruksikan kepada seluruh Kapolda yang masih rendah capaian vaksinasi di wilayahnya untuk segera berpacu guna mewujudkan target vaksinasi 70 persen sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Oleh karena itu langkah yang harus dilakukan adalah mengejar ketertinggalan dan akselerasi vaksinasi di masing-masing wilayah. Ada 13 provinsi yang saya pantau. 5 provinsi kemungkinan akan mencapai 70 persen. Masih ada 8 lagi saya harapkan bisa mengejar ketertinggalannya. Silahkan rekan-rekan melihat kondisi wilayah masing-masing. Bagi yang masih tertinggal lakukan langkah dan strategi yang pas sehingga akselerasi vaksinasi bisa dilaksanakan. Karena itu yang bisa kita lakukan untuk mencegah lonjakan berikutnya," papar Sigit.

Dengan vaksinasi, menurut Sigit, hal itu akan meningkatkan imunitas dan menurunkan fatalitas bagi masyarakat yang terpapar virus corona. Tak hanya itu, akselerasi vaksinasi juga sebagai persiapan untuk menghadapi perhelatan event nasional dan internasional yang akan diselenggarakan di Indonesia. 

"Tolong untuk Kapolda yang wilayahnya menjadi tempat melaksanakan event tersebut siapkan dengan baik mulai dari sekarang. Sehingga pada saatnya kita betul-betul menjaga dan mengawal pelaksanaan G20 presidensi. Indonesia mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah dan ini harus kita kawal sehingga semuanya berjalan sukses. Jaga jangan sampai terjadi konflik, letupan yang bisa menganggu proses presidensi. Tolong dilakukan mapping terhadap potensi yang ada dan Kesiapan kita kalau belum optimal," ujar Sigit. 

Untuk mencegah varian baru Omicron, Sigit berharap seluruh Kapolda untuk betul-betul melakukan pengawasan terhadap jalur pintu masuk ke Indonesia, seperti, Bandara, Pelabuhan dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Penegakan protokol kesehatan (prokes) terhadap Pelaku Perjalanan Internasional (PPI) harus diperkuat. Terutama, masa wajib karantina. 

Sigit juga meminta kepada Kapolda jajaran untuk mengantisipasi dan mempersiapkan diri dalam menghadapi bencana alam. Personel Polri harus hadir dan bertindak cepat membantu masyarakat lantaran itu representasi kehadiran negara. 

Tak lupa, Sigit kembali mengingatkan pesan Presiden Jokowi untuk kepolisian melakukan pengawalan iklim investasi di Indonesia. Karena, hal itu dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian di tengah Pandemi Covid-19. 

"Hindarkan polisi menjadi penghambat investasi. Saya ingatkan, kawal dan pastikan aman hingga betul-betul merasakan apa yang menjadi harapan Pemerintah. Masalah perizinan berikan pendampingan sehingga semuanya bisa dilengkapi dan UMKM yang ada bisa tumbuh. Kawal penggunaan APBN baik di daerah, di sektor strategis, sehingga penggunaannya tepat sasaran dan tak terjadi kebocoran," kata Sigit.

Terakhir, Sigit menegaskan untuk aparat kepolisian tetap menjaga persatuan dan kesatuan Bangsa Indonesia di saat menghadapi situasi politik yang berkembang di tahun 2022 mendatang. Pesta demokrasi yang akan berlangsung di Indonesia harus berjalan aman dan damai serta tidak terjadinya pecah belah sesama anak bangsa.

"Demokrasi Pilkada bagian dari proses demokrasi yang harus dilaksanakan, sehingga menjadi pendidikan politik yang sehat. Bukan menyebabkan kondisi bangsa kita terpecah belah. Ini bicarakan dengan tokoh adat, agama, atau tokoh masyarakat lain untuk membuat komitmen bahwa demokrasi boleh jalan, situasi dan pilihan berbeda tapi masalah persatuan dan kesatuan tetap dijaga," tutup Sigit.

29/12/2021

Tampung Aspirasi dari Insan Media, Kapolda Jatim Gelar Piramida


Polda Jawa Timur gelar "Ngopi Bareng Bersama Media (Piramida)", kegiatan Piramida ini berlangsung di Lapangan Tembak Mapolda Jatim, pada Rabu (29/12/2021). Tujuan dari kegiatan Piramida ini, selain mempererat tali silaturahmi antara Kepolisian dengan Insan Media, juga sebagai sarana diskusi terkait perkembangan dinamika yang ada di masyarakat. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, kegiatan piramida ini nantinya juga akan dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda Jawa Timur, atau di Polres-Polres wilayah Jatim secara rutin.  

"Piramida Jatim ini akan dilaksanakan seluruh jajaran Polda Jawa Timur, baik yang di Polres-Polres, maupun di Polda secara rutin. Tujuan dari acara ini yaitu untuk tukar pikiran, terkait dengan situasi kondisi terkini di seluruh jajaran, baik tentang Kamtibmas, tentang masalah sosial, masalah hukum, dan perkembangan dinamika yang ada di masyarakat," ujar Kapolda.

Kapolda Jatim juga mengatakan, banyak sekali masukan-masukan yang baik untuk jajaran kepolisian di dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan didalam pelaksanaan tugas pokoknya. 

"Penting bagi kepolisian untuk membuka diri dan menerima memasukkan dari masyarakat, untuk memperbaiki dan meningkatkan bahkan memperbaiki tugas-tugas pokok dalam pelayan masyarakat," tandasnya. 

"Lalu tadi juga ada masukan-masukan dari teman-teman media, terkait dengan adanya suatu badan yang dapat mengantisipasi adanya hoax. Antisipasi Hoax ini kami pikir juga penting dan kami akan tindak lanjuti dengan pembentukan badan yang berisi dari rekan-rekan media, berisi dari unsur-unsur birokrasi, kemudian dari tokoh masyarakat dan juga nanti dari para cendekia, sehingga apabila ada pemberitaan yang bersifat hoaks nanti akan diteliti, dianalisis dan nanti akan diberitakan apakah hoax atau tidak," tambahnya. 

Di tahun 2022 nanti, Kapolda kembali menjelaskan. Penting untuk kepolisian selalu meningkatkan kemampuan teknisnya. 

"Jadi kalau pertama itu masalah meningkatkan kemampuan etika, kemudian kemampuan teknis dan yang terakhir kemampuan manajemen, sesuai dengan arahan Bapak Kapolri pada saat kita melaksanakan apel Kasatwil di Bali," paparnya. 

Kapolda menambahkan, kegiatan ini penting bagi seluruh jajaran di Satwil Polres-Polres, untuk melaksanakan Piramida. Kapolda juga menggambarkan, Piramida yang sebenarnya telah terbukti berdiri kokoh meskipun terkena angin, maupun hujan. 

"Maka saya harap hubungan Polri dengan media, sama seperti piramid itu. Tidak lekang oleh angin, oleh cuaca, oleh panas, hujan, dan seterusnya," pungkasnya usai kegiatan Piramida.

Tim DVI Polda Jatim Kembali Identifikasi dan Serahkan 5 Jenazah Korban Erupsi Semeru ke Pihak KeluargaLumajang,- Tim DVI Polda Jatim kembali berhasil mengungkap identitas para korban, Terdapat 5 jenazah korban erupsi Gunung Semeru yang telah teridentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Rabu, 29 Desember 2021 pagi.Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Erwin Zainul Hakim menjelaskan jika pihak DVI telah menerima 38 jenazah dan 9 bodypack. Dari 39 jenazah itu, 35 diantaranya telah teridentifikasi. “Nah ini yang kita serahkan 5,” ujar Kabid Dokkes.Lebih lanjut Kabid Dokkes menyampaikan identitas 5 jenazah yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, dari 5 jenazah tersebut seluruhnya adalah berjenis kelamin laki-laki.“Untuk diketahui, 5 jenazah itu ialah jenazah B-007 atas nama Agus Sriwanto (31) warga Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA, jenazah B-008 atas nama Giman (87) warga Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA,” ungkap Kabid Dokkes.“Jenazah lainnya, adalah B-012 atas nama Mistono (45) warga Dusun Kebondeli Utara Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro yang teridentifikasi melalui sekunder, jenazah B-018 atas nama Mulyanto (28) warga Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA dan jenazah B-022 atas nama Sofyan Fauzi (31) warga Bumiaji, Kota Batu yang teridentifikasi melalui DNA,” Imbuhnya. Kombes Erwin kembali menambahkan jika pihaknya masih mendalami 3 jenazah yang saat ini masih memasuki tahap identifikasi oleh pihak DVI Polda Jatim. “Karena data DNA-nya, beberapa hari lalu diambil. Sehingga butuh waktu pencocokan,” jelasnya.Dalam kesempatan itu Kombes Erwin juga mengungkap ciri-ciri dari 3 jenazah yang belum teridentifikasi, pihaknya juga mengimbau bagi warga terdampak erupsi yang merasa kehilangan keluarganya untuk segera melaporkan kepada Posko DVI di RSUD dr. Haryoto Lumajang. “Adapun 3 jenazah yang belum teridentifikasi dengan ciri-ciri diantaranya, Label B/023, jenis kelamin laki - laki, tinggi badan antara 170-180 cm, umur diatas 25 tahun, botak, ditemukan di wilayah sumbewuluh, Label B/031, jenis kelamin wanita, tinggi badan antara 160 - 170 cm, usia diatas 40 tahun, ditemukan di Kampung Renteng, Label B/043,jenis kelamin laki - laki, tinggi badan antara 145 - 155 cm, ditemukan di Kamar Kajang,” jelas Kombes Erwin.Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengungkapkan, posko DVI itu bakal dibuka hingga 3 Januari tahun depan. Kapolres memastikan jika pihaknya bakal memberikan pelayanan penuh terhadap masyarakat yang kehilangan pihak keluarga.“Ini sangat kami perlukan. Keluarga dekat, adalah orang yang sangat membantu untuk data antemortem atau identifikasi,” kata AKBP EKa Yekti.Terpisah, apresiasi pun diberikan oleh pihak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Ig. Bayu Wibowo terkait adanya keberhasilan Tim DVI yang berhasil mengungkap satu-persatu identitas korban erupsi Semeru itu. “Kami mewakili Pemkab Lumajang, mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim DVI Polda Jatim yang terus membantu kami sehingga dapat mengungkap identitas korban erupsi Gunung Semeru,” ujar Bayu. Sementara itu, Kepala RSUD Haryoto dr. Halimi mengatakan, masih terdapat 4 korban erupsi yang saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Halimi menuturkan, 1 diantara 4 korban tersebut tengah dirawat di ICU. “Korban rata-rata mengalami luka bakar akibat erupsi Semeru,” ujarnya.Bukan hanya itu, prosesi Penyerahan dan pemberangkatan jenazah pun dilakukan. Prosesi itupun, turut didampingi oleh masing-masing pihak keluarga.(Oborlmj)


Lumajang,- Tim DVI Polda Jatim kembali berhasil mengungkap identitas para korban, Terdapat 5 jenazah korban erupsi Gunung Semeru yang telah teridentifikasi dan diserahkan ke pihak keluarga. Rabu, 29 Desember 2021 pagi.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol Erwin Zainul Hakim menjelaskan jika pihak DVI telah menerima 38 jenazah dan 9 bodypack. Dari 39 jenazah itu, 35 diantaranya telah teridentifikasi. “Nah ini yang kita serahkan 5,” ujar Kabid Dokkes.

Lebih lanjut Kabid Dokkes menyampaikan identitas 5 jenazah yang telah berhasil diidentifikasi oleh Tim DVI Polda Jatim, dari 5 jenazah tersebut seluruhnya adalah berjenis kelamin laki-laki.

“Untuk diketahui, 5 jenazah itu ialah jenazah B-007 atas nama Agus Sriwanto (31) warga Curah Kobokan Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA, jenazah B-008 atas nama Giman (87) warga Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA,” ungkap Kabid Dokkes.

“Jenazah lainnya, adalah B-012 atas nama Mistono (45) warga Dusun Kebondeli Utara Desa Sumberwuluh Kecamatan Candipuro yang teridentifikasi melalui sekunder, jenazah  B-018 atas nama Mulyanto (28) warga Dusun Curah Kobokan Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo yang teridentifikasi melalui DNA dan jenazah  B-022 atas nama Sofyan Fauzi (31) warga Bumiaji, Kota Batu yang teridentifikasi melalui DNA,” Imbuhnya. 
 
Kombes Erwin kembali menambahkan jika pihaknya masih mendalami 3 jenazah yang saat ini masih memasuki tahap identifikasi oleh pihak DVI Polda Jatim. “Karena data DNA-nya, beberapa hari lalu diambil. Sehingga butuh waktu pencocokan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Kombes Erwin juga mengungkap ciri-ciri dari 3 jenazah yang belum teridentifikasi, pihaknya juga mengimbau bagi warga terdampak erupsi yang merasa kehilangan keluarganya untuk segera melaporkan kepada Posko DVI di RSUD dr. Haryoto Lumajang. 

“Adapun 3 jenazah yang belum teridentifikasi dengan ciri-ciri diantaranya, Label B/023, jenis kelamin laki - laki, tinggi badan antara 170-180 cm, umur diatas 25 tahun, botak, ditemukan di wilayah sumbewuluh, Label B/031, jenis kelamin wanita, tinggi badan antara 160 - 170 cm, usia diatas 40 tahun, ditemukan di Kampung Renteng, Label B/043,jenis kelamin laki - laki, tinggi badan antara 145 - 155 cm, ditemukan di Kamar Kajang,” jelas Kombes Erwin.

Sementara itu, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengungkapkan, posko DVI itu bakal dibuka hingga 3 Januari tahun depan. Kapolres memastikan jika pihaknya bakal memberikan pelayanan penuh terhadap masyarakat yang kehilangan pihak keluarga.

“Ini sangat kami perlukan. Keluarga dekat, adalah orang yang sangat membantu untuk data antemortem atau identifikasi,” kata AKBP EKa Yekti.

Terpisah, apresiasi pun diberikan oleh pihak Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dr. Ig. Bayu Wibowo terkait adanya keberhasilan Tim DVI yang berhasil mengungkap satu-persatu identitas korban erupsi Semeru itu. 

“Kami mewakili Pemkab Lumajang, mengucapkan banyak terima kasih kepada Tim DVI Polda Jatim yang terus membantu kami sehingga dapat mengungkap identitas korban erupsi Gunung Semeru,” ujar Bayu. 

Sementara itu, Kepala RSUD Haryoto dr. Halimi mengatakan, masih terdapat 4 korban erupsi yang saat ini menjalani perawatan di RSUD dr. Haryoto Lumajang. Halimi menuturkan, 1 diantara 4 korban tersebut tengah dirawat di ICU. “Korban rata-rata mengalami luka bakar akibat erupsi Semeru,” ujarnya.

Bukan hanya itu, prosesi Penyerahan dan pemberangkatan jenazah pun dilakukan. Prosesi itupun, turut didampingi oleh masing-masing pihak keluarga.(Oborlmj)