22/03/2026

Polsek Sukodono Intensifkan Patroli Rumah Kosong Saat Mudik Lebaran, Warga Merasa Lebih Aman


Lumajang , Merdekanews.id Suasana lengang terlihat di sejumlah kawasan permukiman di Desa Kebonagung, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.  Banyak rumah tampak tertutup rapat, ditinggal pemiliknya yang mudik merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di kampung halaman.

Di tengah kondisi tersebut, dua anggota Polsek Sukodono tampak berkeliling menyusuri jalan-jalan perkampungan.

Dengan penuh kewaspadaan, mereka melakukan patroli sekaligus memantau rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik oleh pemiliknya.

Patroli ini menyasar jalur-jalur yang dinilai rawan serta kawasan permukiman yang ditinggalkan penghuninya. Setiap sudut lingkungan diperiksa secara teliti guna memastikan tidak ada aktivitas mencurigakan yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Sesekali, petugas berhenti untuk mengamati kondisi rumah yang terkunci, memastikan pintu dan pagar dalam keadaan aman. Kehadiran polisi di tengah suasana sepi tersebut menjadi perhatian warga yang masih berada di sekitar lokasi.

Beberapa warga mengaku merasa lebih tenang dengan adanya patroli rutin yang dilakukan oleh aparat kepolisian. 

Mereka menilai kehadiran polisi sangat membantu dalam memberikan rasa aman, terutama di saat banyak rumah kosong ditinggal pemiliknya.

Kapolsek Sukodono, AKP Ernowo, mengatakan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi tindak kejahatan, khususnya pencurian rumah kosong yang kerap terjadi saat musim mudik Lebaran.

“Kami meningkatkan patroli di kawasan permukiman, khususnya rumah-rumah yang ditinggal mudik oleh pemiliknya. Ini sebagai upaya pencegahan agar tidak terjadi tindak kriminalitas selama momen Idul Fitri,” ujarnya.

Ia menjelaskan, patroli dilakukan secara rutin dan menyasar titik-titik rawan dengan melibatkan personel yang berkeliling langsung di lapangan. Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami juga mengimbau kepada warga yang tidak mudik agar ikut membantu mengawasi lingkungan sekitar. Jika menemukan hal mencurigakan, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Dengan adanya patroli yang intensif, diharapkan dapat meminimalisir potensi kejahatan selama ditinggal mudik.

"Polsek Sukodono berkomitmen untuk terus meningkatkan kehadiran di tengah masyarakat, sehingga warga dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman, tanpa kekhawatiran terhadap kondisi rumah yang ditinggalkan," pungkasnya

Sorot Biru di Pertigaan Warkut: Upaya Polsek Tempeh Tekan Angka Kriminalitas Malam Hari


LUMAJANG , Merdekanews.id Guna menjamin rasa aman bagi masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Lumajang, jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Tempeh terus mengintensifkan patroli kewilayahan. 

 Personel Polsek Tempeh menggelar patroli Blue Light atau patroli lampu biru di titik rawan kriminalitas, salah satunya di Pertigaan Warkut, Desa Besuk, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang 

Langkah preventif ini diambil sebagai respons atas dinamika keamanan di malam hari, khususnya untuk mengantisipasi tindak pidana 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) serta gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) lainnya.

Kehadiran Polri di Titik Strategis
Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin, menjelaskan bahwa pemilihan Pertigaan Warkut sebagai titik pantau bukan tanpa alasan. 

Lokasi tersebut merupakan akses vital yang menghubungkan antar-desa dan sering menjadi titik kumpul warga maupun pelintasan kendaraan pada jam-jam rawan.

"Kami menyiagakan personel di titik-titik bersinggungan seperti Pertigaan Warkut ini. Tujuannya jelas, yakni memberikan efek jera (deterrent effect) bagi pelaku kejahatan yang ingin melancarkan aksinya. Dengan menyalakan lampu rotator warna biru, keberadaan polisi akan langsung terlihat oleh masyarakat maupun potensi pelaku kejahatan," ujar AKP Syamsul Arifin.

Dalam giat tersebut, dua personel Polsek Tempeh tampak bersiaga dengan kendaraan patroli. Mereka tidak hanya memantau arus lalu lintas, tetapi juga melakukan dialogis dengan warga yang masih beraktivitas di sekitar lokasi untuk memberikan imbauan kamtibmas.

Menanggapi hal tersebut, AKP Syamsul Arifin menegaskan bahwa peningkatan kepercayaan publik (public trust) adalah salah satu capaian yang ingin diraih melalui konsistensi patroli ini. 

"Kehadiran polisi di lapangan adalah wujud nyata pelayanan kami. Kami ingin masyarakat tidur dengan nyenyak dan mereka yang beraktivitas malam hari merasa terayomi," imbuhnya.

Lebih lanjut, AKP Syamsul menjelaskan bahwa patroli ini merupakan bagian dari instruksi Kapolres Lumajang untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminal di wilayah hukum Polres Lumajang. Selain fokus pada 3C, petugas juga memantau potensi balap liar dan penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi yang kerap dikeluhkan warga.

"Situasi di wilayah Tempeh, khususnya Desa Besuk malam ini, terpantau aman dan kondusif. Namun, kami tidak akan lengah. Patroli akan terus dilakukan secara dinamis, berpindah-pindah lokasi sesuai dengan peta kerawanan wilayah," tegas Kapolsek.

Pihak Kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan kepada petugas melalui layanan call center atau mendatangi kantor polisi terdekat jika melihat adanya hal-hal yang mencurigakan.

Kehadiran petugas di lapangan mendapat apresiasi positif dari warga setempat. Aris (42), salah satu pedagang di sekitar Desa Besuk, mengaku merasa lebih tenang saat berjualan hingga larut malam dengan adanya patroli rutin tersebut.

"Kalau ada lampu biru polisi lewat atau berhenti di pertigaan, kami yang jualan atau warga yang pulang kerja malam merasa lebih aman. Tidak was-was lagi soal begal atau pencurian kendaraan," ungkapnya.

Polsek Tempursari Intensifkan Patroli Perbankan Saat Libur Lebaran, Antisipasi Kejahatan 3C


Lumajang , Merdekanews.id Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama libur Hari Raya Idul Fitri, anggota Polsek Tempursari melaksanakan patroli ke sejumlah objek vital, khususnya perbankan di wilayah Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Patroli tersebut difokuskan pada dua titik perbankan, yakni Bank BRI dan Bank Jatim. Dalam kegiatan itu, petugas kepolisian tampak melakukan pemantauan situasi di sekitar area bank, termasuk mengecek kondisi lingkungan serta memastikan sistem keamanan berjalan dengan baik.

Selain melakukan pengawasan, petugas juga memberikan imbauan kepada petugas keamanan (security) yang sedang berjaga agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat aktivitas masyarakat relatif sepi.

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, mengatakan bahwa patroli ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi potensi tindak kejahatan, khususnya 3C yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

“Selama libur Lebaran, aktivitas di perbankan memang cenderung menurun, namun potensi kerawanan justru bisa meningkat. Oleh karena itu, kami intensifkan patroli di objek vital seperti bank untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” ujar Iptu Sukirno.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan petugas keamanan setempat agar selalu siaga dan segera melaporkan apabila ditemukan hal-hal mencurigakan di lingkungan sekitar.

“Kami mengimbau kepada seluruh petugas keamanan agar rutin melakukan patroli di area masing-masing dan tidak lengah. Jika ada indikasi gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada pihak kepolisian,” tambahnya.

Lebih lanjut, Iptu Sukirno menegaskan bahwa Polsek Tempursari akan terus meningkatkan kegiatan patroli, baik siang maupun malam hari, selama masa libur Idul Fitri guna memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Dengan adanya kegiatan patroli ini, diharapkan situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Tempursari tetap terjaga, sehingga masyarakat dapat merayakan momen Lebaran dengan aman dan nyaman.

21/03/2026

Polsek Ranuyoso Beri Imbauan Keselamatan di Perlintasan Rel Tanpa Palang dalam Operasi Ketupat Semeru 2026


Lumajang , Merdekanews.id Dalam rangka pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026, Polsek Ranuyoso memberikan imbauan kepada para pengguna jalan yang melintas di perlintasan rel kereta api tanpa palang pintu di Dusun Kopangan, Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolsek Ranuyoso, AKP Imam Soepardi, bersama anggotanya dengan turun ke lapangan untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat melintasi rel kereta api.

Kapolsek Ranuyoso AKP Imam Soepardi mengatakan bahwa perlintasan tanpa palang pintu memiliki potensi risiko kecelakaan yang cukup tinggi, terutama saat arus mudik dan aktivitas masyarakat meningkat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar selalu berhati-hati, memperlambat kendaraan, serta memastikan kondisi aman dari kedua arah sebelum melintasi rel kereta api,” ujar AKP Imam Soepardi.

Ia juga menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat untuk tidak terburu-buru saat melintas, serta selalu waspada terhadap tanda-tanda datangnya kereta api.

Selain itu, petugas turut mengingatkan warga sekitar dan pengguna jalan agar tetap siaga dan meningkatkan kewaspadaan, mengingat tidak adanya penjaga maupun palang pintu di lokasi tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para pengguna jalan yang melintasi perlintasan rel kereta api dapat lebih berhati-hati, sehingga dapat terhindar dari risiko kecelakaan lalu lintas.

Operasi Ketupat Semeru 2026 sendiri merupakan agenda rutin kepolisian dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri, dengan fokus pada keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas masyarakat.

Polsek Candipuro Gencarkan Patroli Harkamtibmas dan Dialogis, Antisipasi 3C


Lumajang , Merdekanews.id Dalam upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), jajaran Polsek Candipuro melaksanakan patroli dialogis guna mengantisipasi tindak kriminalitas 3C (Curat, Curas, dan Curanmor) di wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada siang hari mulai pukul 13.20 WIB hingga selesai, dengan menyasar sejumlah titik rawan kriminalitas serta objek vital di wilayah Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Adapun rute patroli meliputi Jalan Desa Sumberrejo hingga Jalan Desa Penanggal.

Personel yang terlibat dalam kegiatan ini antara lain Aipda Yayong PMK, Brigadir Dwi Yuli, serta Banpur Ryan, yang secara aktif melakukan pemantauan sekaligus berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Kapolsek Candipuro AKP Lugito, S.H., mengatakan bahwa patroli dialogis menjadi salah satu langkah efektif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, sekaligus membangun kedekatan antara Polri dan masyarakat.

“Kegiatan patroli ini tidak hanya bertujuan untuk mengantisipasi tindak kriminalitas 3C, tetapi juga sebagai sarana untuk menjalin komunikasi dan sinergitas dengan masyarakat,” ujar AKP Lugito.

Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya melakukan pemantauan di lokasi rawan, tetapi juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas secara langsung kepada warga. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan serta turut berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan,” tambahnya.

Selain itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama.

AKP Lugito menegaskan bahwa kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin dan berkelanjutan sebagai bentuk komitmen Polri dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Dengan adanya patroli dialogis ini, diharapkan kehadiran Polri di tengah masyarakat dapat semakin dirasakan manfaatnya, sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian," pungkas AKP Lugito

Nada Belum Menyerah: Perjuangan Balita 3 Tahun Melawan Penyakit Langka yang Merusak Hatinya.


Kabupaten Probolinggo, Merdekanews.id Di sebuah rumah sederhana di Dusun Krajan 1, Desa Sumberan, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, waktu berjalan dengan cara yang berbeda bagi keluarga kecil ini. Setiap hari terasa seperti perlombaan, bukan untuk mengejar sesuatu, melainkan untuk menahan sesuatu agar tidak terjadi terlalu cepat.
Yang mereka tahan adalah kemungkinan kehilangan.
Tawa kecil Nada Putri Masruri dulu kerap memenuhi ruang kelas taman kanak-kanak tempat ibunya mengajar. Ia sering ikut, duduk di sudut ruangan, atau sekadar berlarian kecil di antara anak-anak lain. Bagi orang tuanya, momen itu terasa seperti jawaban dari doa panjang yang mereka panjatkan selama tujuh tahun.

Namun waktu, perlahan, mengubah segalanya.

Pada usia sekitar satu setengah bulan, ibunya mulai melihat sesuatu yang ganjil. Bagian putih mata Nada menguning. Warna tinjanya pucat. Awalnya, keluarga mengira itu hanya gejala biasa pada bayi, kurang minum atau kurang terpapar sinar matahari.

“Tidak terpikir akan separah ini,” kata sang ibu, Siti Aisyah.

Hasil pemeriksaan laboratorium kemudian membalik dugaan sederhana itu. Kadar bilirubin Nada sangat tinggi. Serangkaian pemeriksaan lanjutan mengarah pada satu diagnosis yang jarang terdengar: Atresia Bilier, kelainan pada saluran empedu yang membuat cairan empedu tidak dapat mengalir dengan normal. Kondisi itu perlahan merusak hati.

Belum selesai di situ, dokter juga menemukan kelainan lain, jantung bawaan jenis ASD secundum.

Dari balita yang ceria, Nada berubah menjadi pasien kecil yang harus bolak-balik rumah sakit.

Pada usia 95 hari, ia menjalani operasi Kasai, prosedur yang menjadi harapan awal bagi penderita Atresia Bilier. Tujuannya sederhana: membuat jalur baru agar empedu bisa mengalir keluar dari tubuh.

Namun harapan itu tak bertahan lama. Operasi tersebut dinyatakan gagal. Kadar bilirubin Nada tidak kunjung turun, bahkan terus meningkat.

Sejak itu, waktu terasa berjalan lebih cepat dari yang diinginkan keluarga.

Infeksi datang berulang. Demam, diare, hingga batuk pilek menjadi kondisi yang hampir rutin. Dalam beberapa fase, Nada mengalami penurunan kesadaran. Belakangan, kondisinya semakin berat, ia sempat mengalami muntah darah dan buang air besar berdarah, tanda kerusakan hati yang kian progresif.

Di rumah, hari-hari Nada dipenuhi rasa tidak nyaman yang sulit dijelaskan oleh anak seusianya. Tubuhnya terus terasa gatal akibat penumpukan bilirubin. Ia menggaruk kulitnya hingga luka. Saat dimandikan, ia sering menolak, air yang menyentuh luka-luka itu terasa perih.

Perutnya membesar akibat pembengkakan hati dan limpa. Warna kulitnya menggelap. Hingga kini, di usianya yang menginjak lebih dari dua tahun, Nada belum mampu berjalan sendiri.

Semua aktivitasnya bergantung pada gendongan.

“Dia sebenarnya anak yang kuat,” ujar ibunya. “Kalau mau tindakan medis, dia seperti mengerti. Tetap menangis, tapi tidak pernah mempersulit.”

Di tengah kondisi itu, satu-satunya harapan medis yang tersisa adalah transplantasi hati. Tanpa tindakan tersebut, fungsi hati Nada akan terus menurun, dengan risiko yang tidak lagi bisa ditunda.

Namun harapan itu berhadapan dengan kenyataan lain: biaya.

Ayah Nada, M. As’ad, bekerja sebagai tenaga honorer di sebuah rumah sakit dengan penghasilan sekitar Rp1 juta per bulan. Ibunya, Siti Aisyah, seorang guru taman kanak-kanak, menerima upah sekitar Rp300 ribu per bulan. Penghasilan itu bahkan nyaris tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi untuk biaya transplantasi hati yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Tabungan keluarga telah habis. Perhiasan sudah dijual. Pinjaman dari kerabat pun sudah diupayakan. Namun jumlah yang terkumpul masih jauh dari kebutuhan.

Di luar biaya operasi, kebutuhan harian Nada juga tidak ringan. Ia harus mengonsumsi susu khusus yang harganya ratusan ribu rupiah dan hanya cukup untuk beberapa hari. Perjalanan rutin dari Probolinggo ke Surabaya untuk kontrol juga menjadi beban tersendiri, tenaga, waktu, sekaligus biaya.

Meski demikian, keluarga ini belum berhenti berharap.

Bagi mereka, setiap hari adalah upaya untuk menunda kemungkinan terburuk. Setiap doa adalah cara untuk menjaga harapan tetap tumbuh.

Nada, anak yang ditunggu selama tujuh tahun itu, kini sedang berjuang melawan waktu.

Dan bagi Ayah-Ibu Nada, yang tersisa bukan lagi sekadar keinginan akan kesembuhan, melainkan satu harapan yang terus dipegang: kesempatan.

Kesempatan agar Nada bisa mendapatkan transplantasi hati tepat waktu. Kesempatan agar suatu hari nanti, ia kembali berlari, bukan menuju ruang perawatan, melainkan ke masa kecil yang sempat tertunda.

*Uluran Tangan untuk Nada*

Di tengah keterbatasan, keluarga Nada membuka harapan bagi siapa pun yang ingin membantu. Setiap dukungan, sekecil apa pun, sangat berarti untuk pengobatan dan rencana transplantasi hati Nada.

Bantuan dapat disalurkan melalui:
Link donasi: https://kitabisa.com/campaign/nadabisaberobat

Selain donasi, dukungan doa dan penyebaran informasi ini juga sangat berarti.

Bagi ayah dan ibu Nada, setiap bantuan bukan sekadar angka, melainkan tambahan waktu, agar Nada tetap bertahan dan memiliki kesempatan untuk sembuh..

Satgas Preventif Polres Lumajang Amankan Toko Emas dan Titik Rawan


Lumajang , Merdekanews.id Dalam rangka mengantisipasi tindak kriminalitas menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran Satgas Preventif Polres Lumajang meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah titik rawan. Salah satunya dilakukan di Toko Emas Royal, Jalan Panglima Besar Sudirman No.110, Tompokersan, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan patroli ini dipimpin langsung oleh personel Satgas Preventif dengan menyasar objek vital, pusat perbelanjaan, serta lokasi yang dinilai memiliki potensi kerawanan tinggi, khususnya tindak pencurian dan kejahatan jalanan.

Sebanyak 14 personel Satgas Preventif dikerahkan dalam patroli tersebut. Mereka melaksanakan patroli 4C, yakni patroli di tempat Curat (pencurian dengan pemberatan), Curas (pencurian dengan kekerasan), Curanmor (pencurian kendaraan bermotor), dan Curhewan, serta patroli di kawasan pertokoan, perbankan, hingga pengamanan jalur-jalur strategis.

Kasatgas Preventif Polres Lumajang, AKP Sajito, yang juga menjabat sebagai Kasat Sabhara, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, khususnya menjelang Lebaran.

“Menjelang Hari Raya Idul Fitri, aktivitas masyarakat meningkat, termasuk transaksi di pusat perbelanjaan dan toko emas. Kondisi ini berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan. Oleh karena itu, kami tingkatkan patroli di titik-titik rawan,” ujar AKP Sajito.

Ia menambahkan, kehadiran polisi di lapangan diharapkan dapat mencegah niat dan kesempatan pelaku kejahatan, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang beraktivitas.

“Kami juga mengimbau kepada masyarakat dan pemilik usaha untuk selalu waspada, meningkatkan sistem keamanan seperti CCTV, serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian jika menemukan hal mencurigakan,” tambahnya.

Dengan adanya patroli rutin dan intensif ini, Polres Lumajang berharap situasi kamtibmas di wilayah hukum Lumajang tetap aman dan kondusif selama momentum Ramadan hingga Hari Raya Idul Fitri.