Langsung ke konten utama

Limbah Keramik Bisa Jadi Bahan Baku Beton Berkualitas


Jember, Kabareskrim.com
Indonesia di bawah pemerintahanan Presiden Joko Widodo mencanangkan pembangunan infrastruktur di segala bidang. Pembangunan infrastruktur yang masif ini tentunya memerlukan pendukung di segala sektor. Contohnya pembangunan jalan, gedung, dan jembatan memerlukan beton, dan beton memerlukan semen.

Makin banyak pembangunan infrastruktur artinya makin banyak beton dan semen yang dibutuhkan dengan kualitas yang baik. Dan ternyata, beton berkualitas baik bisa dibuat dari limbah keramik, seperti temuan trio mahasiswa Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Jember angkatan 2018, Mochammad Miftahis Surur, Cierio Yuhanata dan Cahyani Wulandari.

“Setiap pembangunan infrastruktur pasti butuh beton yang bahan baku utamanya dari semen. Makin banyak pembangunan infrastruktur maka artinya butuh makin banyak semen, padahal produksi semen juga punya dampak negatif mulai dari kerusakan alam hingga polusi udara.

Di lain sisi, pembangunan infrastruktur terkadang juga membongkar atau merenovasi bangunan lama yang menghasilkan limbah, salah satunya limbah keramik untuk lantai. Nah limbah keramik ini sulit diurai di alam. Untuk itu kami berusaha memberikan alternatif pembuatan beton berkualitas dengan bahan limbah keramik untuk mengurangi bahan semen yang dibutuhkan, sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan,” tutur Cahyani Wulandari yang didapuk sebagai ketua tim yang mereka beri nama ID Logawa 2019.

Ditemui di Kampus Fakultas Teknik (31/5) ketiganya lantas melanjutkan penjelasannya.  “Dari kajian pustaka yang kami lakukan, keramik banyak mengandung silika, bahan yang memiliki daya rekat yang tinggi, tahan panas dan memiliki kekerasan yang baik sehingga cocok sebagai subsitusi semen dalam pembuatan beton bermutu baik,” ujar Miftahis Surur.

Untuk diketahui, beton bermutu baik atau Self Compacting Concrete (SCC) dicirikan dengan salah satunya mampu mengalir memenuhi seluruh ruangan cetakan padat tanpa ada bantuan pemadatan manual, serta tahan mendapatkan tekanan atau tidak mudah retak.

Dalam proses pembuatannya, ketiganya mencampurkan limbah keramik yang sudah dihaluskan ke campuran pembuatan beton SCC yang terdiri dari semen, pasir, kerikil, air dan zat adiktif. “Dalam skala laboratorium kami membuat penelitian dengan menambahkan limbah keramik secara bervariasi pada bahan pembuatan SCC. Dari pengujian, ternyata campuran limbah keramik seberat 200 gram dengan semen tiga kilogram yang paling cocok dalam pembuatan SCC. Ini artinya mampu mensubstitusi atau mengurangi semen sebanyak sembilan persen,” kata Cierio Yuhananta.

Beton buatan ketiganya ternyata memenuhi kriteria beton bermutu baik atau SCC. Hal ini terbukti saat uji slump, beton dengan tambahan limbah keramik tadi ketika dituang di plat,  hanya meluber seluas 62 centimeter persegi hingga 64 centimeter persegi. Padahal batasan luber maksimal untuk SCC adalah 80 centimeter persegi, ini membuktikan beton yang mereka  kembangkan memenuhi syarat. Biaya pembuatan beton SCC menggunakan limbah keramik juga lebih murah. Jika umumnya pembuatan beton SCC untuk per meter perseginya mencapai 782 ribu rupiah, maka beton SSC dengan limbah keramik hanya butuh biaya 751 ribu rupiah.

Kreativitas ketiganya mendapatkan apresiasi, terbukti karya tim ID Logawa 2019 berhasil menjadi juara video favorit dalam National Concrete Competition (Nacoco) 2019 yang digelar oleh Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Purwokerto bulan Maret 2019 lalu. Ajang Nacoco tahun ini mengambil tema inovasi beton yang ramah lingkungan.

“Tentu perlu penelitian lanjutan agar dihasilkan berapa komposisi limbah keramik yang paling pas dan paling ekonomis untuk menggantikan semen dalam pembuatan beton SCC, sehingga temuan kami bisa diaplikasikan di skala industri. Harapannya, limbah keramik yang ada dapat dimanfaatkan dengan baik,” pungkas Mochammad Miftahis Surur yang diiyakan kedua koleganya. (mia/iim/hms)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...