Langsung ke konten utama

Ganang Rindarko Ternyata Seorang Residivis Kasus Penipuan Investasi dan Pencucian Uang


Lumajang, Kabarejember,com
 (20/11/2019) --- Ganang Rindarko (pria, 53 th) yang merupakan Komisaris sekaligus merangkap sebagai Manajer Operasional PT QN International Indonesia ternyata pernah tersandung kasus Tindak Pidana Pencucian Uang pada tahun 2008. Bersama dua orang kawannya, ia berhasil menipu nasabahnya hingga 1,4 Triliun Rupiah. Saat itu dirinya yang menjabat sebagai Direktur Keuangan PT Wahana Bersama Globalindo (WBG), dimana perusahaan ini sempat berjalan melakukan penipuan selama 10 tahun di Indonesia. Ganang akhirnya di vonis oleh hakim selama  11 tahun penjara karena terbukti melakukan Penipuan dan Tindak Pidana Pencucian Uang.

  Namun dari situlah cikal bakal bergabungnya Ganang Rindarko dengan perusahaan QNet di Indonesia, dimana di Rutan Polda Metro Jaya dirinya bertemu dengan Dato Sri Vijay Eswaran yang merupakan Executive Chairman QNet Limited yang berkedudukan di Hongkong. Walau sebenarnya QNet hanyalah anak usaha dari Qi Group yang di jalankan dari malaysia.

Dato Sri Vijay Eswaran pernah ditangkap oleh pihak Kepolisian Indonesia berdasarkan  red notice dari pemerintah Filipina. Pertemuan tersebutlah yang membuat mereka akrab dan akhirnya setelah keluar dari tahanan, ganang bergabung dengan QNet Indonesia, dimana ganang sebagai sentral operasional jalannya QNet di Indonesia. Walaupun posisinya sebagai komisaris, tapi pak gananglah yang menjalankan operasional PT. QNII.

  Dalam pernyataannya, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH, SIK, MM, MH yang juga merupakan putra daerah asli Makassar tepatnya dari Kota Kalosi-Enrekang menyatakan bahwa “dari penelusuran jejak digital dapat di temukan nama Ganang Rindarko sebagai residivis Tindak Pidana Pencucian Uang, tindak pidana perbankan, penipuan, dan penggelapan. Pada saat itu Ganang dan beberapa kawannya membentuk perusahaan WBG
yang menghimpun dana dari masyarakat,” ujar Arsal Lulusan S3 hukum bisnis universitas Padjajaran Bandung

“Seperti diketahui, Ganang bersama 2 rekannya di seret ke meja hijau karena dianggap 'menipu' nasabahnya. WBG yang didirikan sejak tahun 1997 ternyata melakukan usaha penghimpunan dana dari masyarakat dengan 2 model produk investasi yang menggiurkan. pada tahun 2007 WBG telah memiliki nasabah sekitar 4000 nasabah dari berbagai kalangan, Ada dari kalangan artis, politisi bahkan dari pengacara kondang. dalam 10 tahun aksinya WBG meraup dana sampai Rp 1,4 Trilliun. WBG dalam memasarkan produknya memberikan bunga sampai 2 % per bulan dalam mata uang dollar. mereka mengatakan bekerjasama dengan perusahaan Dressel Lumited di luar negeri untuk mengelola uang yang investor tanamkan”

“Jadi ternyata bapak ganang tidak asing lagi bekerja dalam bidang penipuan investasi. Bapak Ganang ternyata sudah sangat lihai memanipulasi sistem hukum yang ada di Indonesia sehingga mampu bertahan puluhan tahun tanpa mudah tercium oleh aparat hukum” ujar Arsal yang menghabiskan masa kecilnya di Kalosi Enrekang, Sulawesi Selatan ini.
Reporter : Suatman

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...