Langsung ke konten utama

Puskapsi FH UNEJ Gelar Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020




Jember, kabarejember.com 

---Pusat Pengkajian Pancasila dan Konstitusi (Puskapsi) Fakultas Hukum Universitas Jember (UNEJ)  dengan Badan Pembinaaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggelar kegiatan Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020. Kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan nilai-nilai Pancasila di kalangan generasi muda, khususnya mahasiswa, dan memberikan penghargaan kepada mahasiswa yang konsisten dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Selama lima hari (20-25/12), para finalis Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020 akan beradu ide serta gagasan mengenai pengamalan dan pelestarian nilai-nilai Pancasila di Kampus Tegalboto. Di sela-sela mengikuti rangkaian acara, sepuluh finalis dari berbagai perguruan tinggi berkesempatan diterima oleh Rektor Universitas Jember di aula lantai 3 Gedung Rektorat dr. R. Achmad hari Selasa sore (22/12). 


Dalam sambutan selamat datangnya, Iwan Taruna mengajak para finalis mengingat dan menjaga jasa para founding fathers kemerdekaan Indonesia yang telah merumuskan Pancasila sebagai perekat bangsa. Pasalnya sejak awal Indonesia adalah bangsa yang plural yang tersusun dari berbagai suku, agama, adat dan kebiasaan. Tanpa ideologi pengikat, maka Indonesia tak mungkin seperti hari ini. “Saya tidak bisa membayangkan jika Pancasila tidak ada, bisa-bisa kita ke Kalimantan harus pakai visa. Pancasila adalah ideologi pemersatu bangsa Indonesia,” tegas Rektor Universitas Jember. Untuk diketahui, tema yang diangkat kali ini adalah Anugerah Pancasila di Tengah Era Disrupsi: Tantangan Sekaligus Peluang dalam Merawat Ideologi Pancasila.


Oleh karena itu, Iwan Taruna mengajak mahasiswa sebagai generasi penerus untuk selalu menjaga, mengamalkan dan membumikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. “Tentu caranya bisa menyesuaikan dengan kondisi dan situasi saat ini. Bagi Anda yang merupakan generasi Z maka bakal bosan jika hanya mendapatkan materi Pancasila di kelas, maka nilai-nilai Pancasila harus disebarluaskan secara kreatif. Misalnya dengan membuat konten-konten Pancasila yang menarik di berbagai platform media sosial yang ada,” imbuhnya. Tak lupa, Iwan Taruna mengapresiasi Puskapsi FH Universitas Jember dan segenap finalis yang tetap eksis berkarya di tengah pandemi Covid-19, tentunya dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. 


Sementara itu dalam penjelasannya, Rosita Indrayati, ketua panitia kegiatan menyampaikan ada 35 peserta yang mendaftar kegiatan Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020, namun setelah melewati masa penjurian awal akhirnya terpilih sepuluh finalis. Selama di Kampus Tegalboto, selain mendapatkan materi mengenai Pancasila, berdiskusi dan memaparkan karya tulisnya, peserta diajak melakukan analisis sosial mengenai kondisi masyarakat Jember dengan mengunjungi beberapa lokasi seperti Pasar Tanjung, kawasan kampus, daerah pedesaan di sekitar Pantai Papuma serta Pusat Penelitian Kopi dan Kakao.

“Selain melombakan kategori mahasiswa, Puskapsi juga menggelar lomba untuk kategori pengabdian masyarakat bagi akademisi dan lomba penulisan karya tulis ilmiah untuk siswa SMA. Namun pelaksanaan untuk kedua kategori tersebut dilaksanakan secara daring, hanya untuk kategori mahasiswa yang dilaksanakan luring dan daring. Puskapsi berharap ikhtiar ini mampu mewujudkan kembali kesaktian Pancasila di nusantara yang pluralis ini. Khususnya di kalangan generasi muda, mahasiswa dan siswa,” jelas Rosita Indrayati.


Keseruan mengikuti ajang Anugerah Duta Mahasiswa Pancasila 2020 disampaikan oleh Amelia Siska, perwakilan dari Universitas Palangka Raya. Menurut mahasiswi Program Studi Kimia FMIPA ini dengan mengikuti kegiatan ini dirinya berkesempatan mengunjungi Jember dan bertemu para peserta dari berbagai daerah. Pendapat senada disampaikan juga oleh Zulkifli Ahmad, peserta dari Universitas Khairun, Ternate, Maluku. “Dengan mengikuti kegiatan ini, maka saya mendapatkan ilmu, pengalaman dan kawan baru dari berbagai daerah di Indonesia, lengkap dengan budayanya masing-masing,” ungkap Zulkifli Ahmad di hadapan Rektor dan Wakil Rektor II.


Finalis lainnya berasal dari Universitas Negeri Semarang, Universitas Negeri Surabaya, Institut Teknologi Sumatera Lampung, Universitas Tadulako Palu, Universitas Mulawarman Samarinda, Institut Seni Indonesia Padang Panjang, Institut Seni Indonesia Surakarta, dan UIN KHAS Jember. Sesuai jadwal, para finalis akan mengikuti babak final di hari Kamis, 24 Desember 2020 dengan menghadirkan Kepala BPIP, Yudian Wahyudi secara daring. (mia/iza/afandi/iim/hms) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...