17/09/2026

Monitoring Karhutla di Jalur Jantur Lumajang, Petugas Gabungan Pastikan Tak Ada Titik Api


Lumajang ,Merdekanews.id Petugas gabungan dari Polsek Senduro, Koramil Senduro, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dan masyarakat peduli api (MPA) melakukan monitoring perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TNBTS Resort Ranupani, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Pemantauan dilakukan di kawasan hutan TNBTS, tepatnya jalur Jantur yang berada di wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro.

Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso mengatakan, monitoring dilakukan untuk memastikan kondisi terkini kawasan hutan sekaligus mengantisipasi munculnya kembali titik api.

"Dua personel Polsek Senduro bergabung dengan anggota Koramil Senduro, TNBTS dan MPA untuk melakukan monitoring serta pengamatan karhutla dari kawasan B 29 Desa Argosari," kata Wahono.

Menurut dia, petugas melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik yang sebelumnya menjadi perhatian dalam penanganan karhutla.

Hasil pemantauan hingga Rabu malam menunjukkan kondisi kawasan terpantau aman. Sekitar pukul 19.00 WIB, petugas tidak melihat adanya kepulan asap maupun titik api di wilayah kawasan hutan yang dipantau.

"Untuk hasil pantauan sampai pukul 19.00 WIB, sudah tidak terlihat adanya kepulan asap ataupun titik api di wilayah yang kami pantau," ujarnya.

Selain melakukan pemantauan, petugas gabungan juga melakukan penyekatan dan sterilisasi terhadap jalur pintas yang menghubungkan kawasan B 29 dengan jalur Jantur.

Pemeriksaan dilakukan terhadap para pelintas yang menggunakan jalur tersebut. Petugas memeriksa identitas dan barang bawaan untuk mencegah adanya aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan hutan.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar karhutla tidak kembali terjadi, terutama di kawasan hutan yang memiliki kondisi rawan kebakaran.

Wahono menambahkan, pemantauan dan pengawasan akan terus dilakukan bersama unsur terkait. Petugas juga mengimbau masyarakat maupun para pelintas agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran di kawasan hutan.

"Pengawasan dan monitoring terus dilakukan bersama untuk mengantisipasi potensi munculnya kembali titik api. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga kawasan hutan," katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar