Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
08/11/2019
111 Grup Hadrah Meriahkan Festival Seni Hadrah Se Jawa Timur 2019 di Kabupaten Jember
Jember, Kabarejember.com
---- 111 grup hadrah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur turut memeriahkan Festival Seni Hadrah se Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Jember. Gelaran ini merupakan rangkaian Festival Hari Santri Nasional ke 5 tahun 2019.
Festival seni hadrah ini sangat pas dengan kondisi Jember yang religi dan agamis, selain akan mampu mengembangkan kesenian yang menjadi salah satu ciri khas umat Islam dalam kaitannya dengan gerakan membumikan sholawat.
Selain itu, dengan bertemunya banyak grup hadrah, secara otomatis akan semakin meneguhkan ukhuwah Islamiah dan merajut kebersamaan dalam keberagaman. Peserta akan dibagi menjadi 2 kategori, yakni pelajar yang diikuti grup hadrah dari Kabupaten Jember, Gresik, Pasuruan, Surabaya, Lumajang, Banyuwangi, Jombang, Lamongan dan Probolinggo.
Sedangkan untuk kategori umum diikuti dari Jember, Gresik, Malang, Lumajang, Banyuwangi, Sidoarjo, Bondowoso, Lamongan dan Probolinggo.
Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap bahwa festival ini bisa menjadi salah satu pemicu dan menumbuhkan kecintaan umat Islam khususnya di Kabupaten Jember terhadap Nabi Muhammad SAW dengan syair-syair dan sholawat serta untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan. (mul/mia/hms)
Tarian Egrang Ledokombo Tampil di Pertemuan Tahunan APKASI di Karanganyar Jateng
Karanganyar, Kabarejember.com
---- Asosiasi Pemerintahan Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia (APKASI) melaksanakan pertemuan tahunan dengan menggelar festival kuliner di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Pembukaan acara yang berlangsung pada Kamis, 07 November 2019, menjadi istimewa karena menampilkan tarian Egrang Ledokombo, Kabupaten Jember. Festival ini akan berakhir 10 November mendatang.
Tarian yang dibawakan oleh anak-anak ini disaksikan langsung oleh para pejabat dari berbagai penjuru nusantara. Seperti Ketua APKASI Abdullah Azwar Anas yang juga Bupati Banyuwangi.
Hadir pula Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. Serta Bupati dan Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono dan Rober Christianto.
Tidak hanya egrang yang menjadi pembuka acara tersebut. Para pesohor Jember Fashion Carnaval (JFC) juga memukau para pengunjung. Sajian yang sangat menarik ini ternyata menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung untuk datang di stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember.
Sajian tarian egrang anak-anak dan JFC ini merupakan sinergi antara Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.
Tampilnya tarian egrang Ledokombo dan JFC ini menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk menyerbu stand pameran Pemkab Jember. Para pengunjung yang datang antusias mencicipi sajian makanan dan jajanan khas Jember. Tak ketinggalan, mereka berswafoto dengan para pesohor JFC.
Sajian jajanan yang disukai pengunjung itu terbuat dari bahan pisang dan ketela pohon. Seperti tape Jember, yang terkenal dengan kelegitannya.
“Asli Jember ini, terasa dari rasanya yang manis dan legit. Hm… Enak..enak.. Saya borong ya,” ujar Abdullah Azwar Anas yang datang ke stand pameran Pemkab Jember bersama sejumlah pejabat.
Selain mempunyai jajanan khas berupa Tape dan Suwar suwir, Jember juga mempunyai inovasi kuliner yang semuanya berbahan dasar pisang. Tak tanggung-tanggung, kuliner ini memakai buah batang, hati, dan bonggol pisang.
Stand pameran kuliner Jember mengangkat “Generasi Berencana (Generasi Genre), Generasi Sehat dan Berkualitas”, dengan tetap mengangkat jargon 4C (Coffee, Cigarette, Cacao, dan Culture).
Tim pameran Pemkab Jember menggandeng para “eyang-eyang” untuk menyuguhkan kuliner khas jaman dulu yang tak kalah lezatnya dengan kuliner modern, dengan berbasis bahan dasar pisang.
Kuliner itu diantaranya Sate Ontong (jantung pisang), keripik kulit pisang, serta Sayur Santan Ares atau sayur bonggol pisang.
Sayur Santan Ares yang terbuat dari akar pisang yang diiris-iris secara lembut dicampur dengan bumbu warisan, yang sering disebut bumbu jangkep. Bumbu ini juga ditambah dengan santan kelapa murni.
Sayur olahan dan kuliner khas jawa yang dipadukan dengan citarasa madura inilah yang membuat stand pameran menjadi serbuan para pengunjung festival kuliner tersebut. Tak hanya dalam bentuk sayur dan masakan saja, DP3AKB juga menyajikan citarasa jajanan khas Jember yang berbahan dasar ketela pohon.
Jajanan berbahan dasar ketela pohon ini diolah menjadi jajan yang menarik dan cantik untuk dicicipi, seperti kue lapis batik, puding pepaya, dan nasi ketela pohon. (mul/mia/hms)
06/10/2019
Sutradara Gandrung Knetrung Djos Raih Terbaik Tampil di Magetan
Magetan, Kabarejember.com
-----Tampilnya Gandrung Kentrung Djos di ajang Festival Pertunjukan Rakyat Provinsi Jatim di Kabupaten Magetan membuahkan hasil gemilang. Grup seni pertunjukan rakyat ini menyabet juara pertama untuk kategori Penyaji Terbaik pada ajang yang dikemas dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) 2019 itu.
Tidak hanya itu. Sang sutradara, Ilham Zoebazary, juga berhasil memenangkan kompetisi itu dengan keluar sebagai sutradara terbaik.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Gor Ki’ Mageti – Magetan, Jumat, 04 Oktober 2019. Penyerahan penghargaan ini sekaligus menutup rangkaian kegiatan JKF 2019.
Dhebora Krisnowati mengungkapkan rasa bahagianya atas raihan tersebut. Kepala Bidang pada Dinas Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember ini pun memuji kerja keras personel Kentrung Djos.
“Bahagia dan salut terhadap grup Kentrung Djos, yang berkomitmen untuk bekerja keras menampilkan yang terbaik,” kata Dhebora.
Menurut Dhebora, komitmen itu sejalan dengan semangat Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR yang terus berupaya mengangkat budaya Pandhalungan Jember.
Hingga akhirnya bisa membuahkan prestasi untuk Jember,” ujarnya.
Prestasi ini akan diteruskan dengan mengangkat dan mengembangkan kesenian Kentrung Djos. Disparbud juga akan terus menumbuhkan budaya-budaya lainnya pada masyarakat.
“Kesenian yang akan dikembangkan nanti akan menjadi daya tarik pariwisata Jember, dengan keunikannya sendiri untuk dinikmati, dipelajari, dan dikembangkan tanpa meninggalkan roh tradisionalnya,” terang Dhebora.
Disparbud Jember, lanjut Dhebora, akan terus berupaya menumbuhkan rasa cinta terhadap seni dan budaya. Terus menggali potensinya, baik seni tradisional maupun milenial.
Serta akan terus merawat dan melestarikan seni budaya lainnya, dengan memberi kesempatan kepada sanggar seni dan insan seni tampil di publik dan berbagai event untuk menjadi tontonan yang mendidik dan menghibur serta digemari masyarakat.
Sementara itu, Kepala Seksi Data dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Pemkab Jember Rudi Budi Prakoso Jaka Putra, S. Kom. mengatakan, seni budaya tradisional Kentrung Djos yang dikemas menarik diharapkan bisa diterima seluruh masyarakat, utamanya di Jember.
“Juga dapat dikenal masyarakat luas di Jawa Timur, nasional, maupun internasional. Budaya tradisional seperti ini harus terus diolah menjadi sajian kekinian, supaya tetap bertahan di era modern dengan tetap memberikan informasi yang kekinian pula,” pungkasnya. (mjul/mia/hms)
03/10/2019
Di Festival Pertunjukan Rakyat, Disparbud Jember Tampilkan Gandrung Kentrung Jos
Jember, Kabarejember.com
----Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember menampilkan seni Pertunjukan Rakyat (Pertura) Gandrung Kentrung Djos di ajang Festival Pertunjukan Rakyat yang digelar di depan GOR Ki’ Mageti, Kabupaten Magetan.
Kabid Kebudayaan pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Jember Dhebora Krisnowati menyampaikan, Pertura Gandrung Kentrung Djos merupakan salah satu kesenian yang berkembang di Jember. “Tampil Rabu malam 02 Oktober 2019,” katanya.
Festival Pertunjukan Rakyat adalah salah satu kegiatan dari Jatim Kominfo Festival (JKF) yang digelar di Kabupaten Magetan. Selain Pertura Gandrung Kentrung Djos, Jember juga menampilkan fesyen kelas dunia yaitu Jember Fashion Karnaval (JFC).
Dijelaskan Debora, Pertura Gandrung Kentrung Djos Jember berbeda dengan gandrung lainnya, yang mengangkat cerita orang-orang di jaman sekarang yang sibuk bekerja, tapi masih peduli terhadap kebudayaannya. Gandrung ini diperankan oleh beberapa seniman.
Dhebora Krisnowati mengatakan, akar dari budaya adalah tradisi. “Jika tradisi ini hidup, budaya juga akan hidup. Kemudian, dengan budaya yang hidup masyarakat tidak gampang terkena berita hoax atau isue-isue miring,” katanya.
Karena itu, Dhebora berharap budaya-budaya di Kabupaten Jember dapat dikembangkan dan disebarluaskan agar masyarakat tahu beragam budaya Pandhalungan.
Sementara itu, Djoko Supriatno mengatakan, keseninan Pertura Gandrung Kentrung Djos yang diiringi musik tradisional gamelan ini membawakan cerita rakyat yang mengandung pesan sosial yang dibutuhkan masyarakat.
“Seperti anti-hoax, pencegahan narkoba, juga mengenai kesehatan,” kata Koordinator Umum Rumah Budaya Pandhalungan ini, Rabu malam, 02 Oktober 2019.
Djoko berharap masyarakat mampu menghargai nilai-nilai tradisi di dalam kehidupan sehari-hari. Termasuk menghargai seni tradisi menjadi bagian yang melekat di dalam kehidupan.
Hal itu adalah salah satu yang menjadi perjuangan semua seniman tradisional di Jember. Pada pagelaran kesenian Jember ini, tampak masyarakat Magetan, Madiun, maupun daerah lainnya antusias menyaksikan Kentrung Djos. (mul/mia/hms)
02/09/2019
Peringati HUT Kemerdekaan RI ke 74, Warga Karangbaru Gelar Pentas Seni dan Hiburan
Jember, Kabarejember.com
---Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 74, warga Lingkungan Karangbaru menmggelar acara pentas seni dan hiburan musik Patrol dan pembagian hadiah pemenang lomba. Panitia penyelenggara kegiatan Agustusan yang dimotori remaja Kompak dan seluruh ketua RT 01,02,03,04,05 termasuk ketua RW 010 Lingkungan Karangbaru berjalan sukses dan lancar, aman serta damai, Sabtu (31/8/2019)
Acara malam puncak pentas yang ditempatkan di RT 01, penontonnya lumayan banyak yang hadir. Karena, acara ini ditampilkan berbagai seni dan hiburan. Mulai dari tingkat anak- anak, remaja, dewasa dari RT masing- masing, dan dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda serta semua warga dari masing- masing RT, Lurah Karangrejo, Babinsa, dan Babinkamtibmas.
Dalam acara itu, sambutan pertama disampaikan ketua panitia, Koko mengungkapkan bahwa rasa terima kasih banyak, khususnya kepada semua anggota remaja kompak atas dukungan dan kerjasamanya dan juga menyampaikan rasa terima kasih kepada semua ketua RT 0102,03,04,05 dan Ketua RW 010 atas dukungannya sehingga apa yang kita impikan bisa terwujud dan terlaksana dengan baik, aman dan damai.
Sementara Jamil, mewakili ketua RW menyatakan, rasa bangga sekali untuk tahun ini karangbaru sudah mulai beda kemajuannya, dan juga semakin kompak, semakin hidup rukun dan lain sebagainya. serta mengacungi jempol kepada pemuda kompak Karangbaru atas suksesnya kegiatan Agustusan ini, mulai dari lomba sampai malam puncak pentas seni ini. "Dan ini semua berkat atas kerja samanya semuanya baik dari pemuda kompak dan juga semua ketua RT 0102,03,04,05 dan juga ketua RW 010," ujarnya.
Lurah Karangrejo Kecamatan Sumbersari juga menyampaikan rasa terima kasih banyak kepada warga Karangbaru atas terlaksananya kegiatan ini. Dan dirinya mohon maaf dan dari Babinsa, Babinkamtibmas datang terlambat karena bersamaan gerak jalan Tajemtra.
"Meskipun kami ikut Tajemtra akan tetapi pikiran saya bahwa bagaimana jam 19.00 Wib sudah sampai finis. Artinya, begitu sampai di finish, saya langsung ke sini sesuai dengan undangan dan saling cintanya warga Lingkungan Karangbaru. Kami ada door prize akan tetapi jangan dilihat nilainya masalahnya hanya ini cuman sekedar baju yang ada tulisannya Karangrejo, dan semoga baju ini bermanfaat. Semoga ke depannya acara pentas seni malam puncak seperti ini untuk lingkungan Karangbaru semakin meriah lagi," ulasnya.
Dilanjutkan pembagian hadiah juara 1,2,3 mulai tingkat anak- anak, remaja, yaitu lomba jalan- jalan sehat, sepakbola mini, lomba adzan, dan lain sebagainya dibagikan oleh Lurah Karangrejo, Jaka dan dan lainnya.
Bahkan, untuk memanjakan pengunjung, acara tersebut dihibur musik patrol remaja 'Kompak' Karangbaru sampai selesai. (Erwin)
26/04/2019
Bupati Resmikan Kota Cinema Mall Jember
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR meresmikan Kota Cinema Mall Jember yang terletak di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates.
Peresmian ini ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti oleh orang pertama di Jember ini.
Dalam kesempatan tersebut, bupati menyebut Kota Cinema Mall bisa menjadi wisata edukasi melalui tayangan bioskop.
“Untuk komunikasi publik yang mengedukasi generasi di masa yang akan datang dan menghibur masyarakat," katanya.
Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada investor yang menanamkan modal dengan membangun sarana rekreasi ini.
Bupati Faida berharap sarana ini akan meningkatkan indeks kebahagiaan masyarakat Jember.
Sementara itu, Direksi Kota Cinema Mall Jember Irwan Sasongko berharap dapat memberikan konstribusi kepada masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Jember.
Kontribusi tersebut antara lain penambahan pendapatan asli daerah dan lapangan pekerjaan baru untuk Masyarakat Jember.
Karena karyawan Kota Cinema Mall Jember semuanya berasal dari penduduk asli Jember," katanya. Kontribusi lainnya, dapat memberdayakan usaha mikro kecil dan menengah.
Karena di Kota Cinema Mall Jember terdapat 22 food court yang semuanya diisi usaha orang Jember," imbuhnya.
Direktur Utama Kota Cinema Mall Jember Shieny Wijaya mengatakan semangatnya untuk berinvestasi di Jember dengan mendirikan Kota Cinema Mall di Jember.
Sebagai orang Jember ingin memajukan Jember, dan Jember mempunyai potensi besar," ungkapnya. (Mul/Mia/hms)
25/04/2019
Bupati Ajak Mahasiswa Jadikan Seni Budaya Kunci Sukses Berdakwah
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak mahasiswa menjadikan seni budaya sebagai bagian penting dan kunci sukses dalam berdakwah.
Ajakan itu disampaikan bupati dalam pelantikan pengurus dan Rapat Kerja Nasional Asosiasi Mahasiswa Dakwah Indonesia (Amdin) di lantai 3 Ruang Kuliah Terpadu IAIN Jember.
"Karena Indonesia punya budaya khusus, yaitu budaya nusantara yang tidak bisa dipisahkan dari upaya berdakwah mahasiswa kita, ujar bupati, Kamis 25 April 2019.
Sementara itu, Pengurus Besar Amdin M. Faizal Efendi Utomo mengatakan, rakernas dan pelantikan ini dikemas sesuai dengan arahan Bupati Jember.
Dengan menampilkan kebudayaan, keragaman yang dimiliki Jember," terangnya tentang arahan yang diberikan bupati.
Kesenian dan kebudayaan yang ditampilkan dalam perhelatan itu bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jember.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, SE. MM. mengajak mahasiswa berada di tengah-tengah masyarakat.
Berada di tengah-tengah masyarakat, karena mahasiswa menjadi yang terdepan untuk memberikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat, katanya.
Jangan sampai kita yang berilmu malah menyesatkan masyarakat, pesan pria yang baru saja dilantik sebagai rektor untuk kedua kalinya ini.
Pelantikan dan rakernas Amdin dihadiri 20 delegasi perguruan tinggi Islam negeri maupun swasta dari seluruh Indonesia, dengan jumlah undangan mencapai 500. (Mul/Mia/fra/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...









