28/02/2019

479 Orang Asing Ada di Jember


Jember, KaJe
Rapat tim pengawasan orang asing (Timpora)  Kabupaten Jember dan tim pengawasan orang asing kecamatan se Kabupaten Jember tahun 2019, diadakan pada 17 Februari 2019 bertempat di hotel Luminor Jember yang dihadiri oleh Kepala  Bakesbangpol, Polres Jember, Kodim 0824  seluruh Kapolsek, Danramil dan camat serta beberapa tamu undangan lainnya.

Rapat yang diadakan kantor Imigrasi kelas II TPI Jember dipimpin langsung kepala kantor Imigrasi kelas II TPI Jember, Kartana.

Kartana menjelaskan, di Jember terdapat 479 orang asing. Dari 479 orang tersebut ada yang menjadi pengusaha, tenaga guru dan pelajar.

Rapat Timpora dibuka Kepala Bakesbangpol Bambang Haryono. Dalam sambutannya, bahwa orang asing yang ada di Kabupaten Jember ini bagaikan  sisi mata uang. Menurut Bambang,  alangkah baiknya kalau yang menjadi pengusaha dan tenaga pengajar itu asli orang Indonesia. Karena warga Indonesia tak kalah dari warga asing di bidang apapun.

Sedangkan, sebagai nara sumber dalam acara tersebut Kepala Divisi Keimigrasian Jawa Timur Zakaria yang sudah 15 kali pindah tugas ini, termasuk pernah bertugas di Aceh dan juga di Papua.

Menurut Zakaria, "TIMPORA yang diadakan kantor Imigrasi kelas II TPI Jember merupakan yang pertama,karena sesuai ketentuan SK TIMPORA harus diterbitkan setiap tahun. "Dan yang kedua implementasi TIMPORA tersebut sesuai dengan UU NO 6 2011 dan PP NO 31 2013,"  pungkasnya. (Mul)

Muspika Ranuyoso Beri Pengarahan Satgas Keamanan Tiga Desa


Lumajang, KaJe
Muspika Ranuyoso Lumajang Jawa Timur, beri pengarahan pada Satgas Keamanan Desa diantaranya Desa Ranuyoso, Tegalbangsri dan Wonoayu, bertempat di Balai Desa Ranuyoso, Selasa (26/2/2019).

Hadir pada saat itu, Kapolsek Ranuyoso AKP. Setyo beserta anggotanya, Plh Danramil 0821/06 Ranuyoso Letda Inf. Poniran beserta anggotanya dan perwakilan Camat setempat, serta sekira 90 orang tergolong tiga kelompok Satgas Keamanan Desa.

Letda Inf. Poniran berkata, pihaknya akan terus mengoptimalkan sinergitas bersama kepolisian dan seluruh elemen masyarakat setempat, guna menjamin keamanan diwilayahnya.

"Hari ini selain kami bersama Kapolsek, beri arahan pada Satgas Keamanan Desa, juga memberikan rompi yang akan digunakan oleh anggota Satgas yang bertugas," kata Poniran.

Selain itu, kata dia, pengarahan yang diberikan mengarah pada pembekalan mental dan sistem dalam menjalankan tugas sebagai mana baiknya, dalam turut menjaga kamtibmas di desanya.

"Pembinaan karakter juga, sebagai mana yang sudah digagas sebelumnya, Satgas Keamanan Desa ini akan menjadi tokoh masyarakat. Selain mengemban amanah menjaga keamanan desa, juga akan turut serta dalam penyelesaian problem-problem secara dini," himbuh dia.

Selebihnya, perwira TNI berkulit putih itu menambahkan, jika koordinasi dari Satgas dengan pihak kepolisian dan anggota Koramil, tetap terbina.

"Harapannya nanti akan jadi respon cepat jika di wilayah kewenangan Satgas masing-masing terjadi suatu persoalan. Namun, itu juga nanti tidak merungangi kesigapan baik dari pihak polsek juga dari kami untuk terus memantau secara langsung situasi terkini diwilayah," tukas Poniran. ( Suatman )

Berantas Buta Huruf Pakai Dana Desa


Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., berharap ada percepatan terhadap lndek pendidikan yang ada di Kabupaten Lumajang.  Hal itu, disampaikan saat memberi arahan pada acara Pembinaan jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, di Aula Dinas Pendidikan, Kawasan Wonorejo Terpadu ( KWT), Rabu (27/02/19).

Bunda Indah mengungkapkan, bahwa masyarakat di pedesaan masih banyak yang berijasahkan SD.   Melalui pembangunan di sektor pendidikan, dapat  menyababkan bertambahnya angka melek huruf di Kabupaten Lumajang.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang berkomitmen mendorong meningkatkan IPM (indeks pembangunan manusia) yang ada di Kabupaten Lumajang. Sedangkan,  alokasi anggaran diambilkan dari Dana Desa untuk pelaksanaan PKBM ( Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Proses pendidikan melalui PKBM tersebut,  untuk mendongkrak Indek Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Kabupaten Lumajang.

"Adanya PKBM,  masyarakat dapat mengikuti Kejar paket A maupun paket B.  Pelaksanaannya tetap Dinas pendidikan, dan yang membiayai dari Dana Desa. Itu semua Desa. Untuk itu saya ingin ada percepatan Pendidikan di Kab. Lumajang," ujar Wabup.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kab. Lumajang, Drs. H. Winadi, M. Pd., menyampaikan, bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang ada di Kab. Lumajang cenderung menurun,  karena naiknya angka harapan hidup masyarakat, angka pengeluaran riel masyarakat, serta angka melek huruf.

"Indikator yang sedang dihadapi oleh Dinas Pendidikan, salah satunya adalah angka melek huruf. Untuk itu, perlu kita manfaatkan moment ini untuk mendongkrak IPM yang ada di Kab. Lumajang dengan pendidikan PKBM," ujarnya.

Ia mengatakan, di Kabupaten Lumajang masih ada beberapa Kecamatan yang belum ada PKBM, diantaranya, Kecamatan Jatiroto, Kunir, Tekung, Pronojiwo dan Kec. Tempursari. Ia berharap100 desa yang ada di Kab. Lumajang didirikan PKBM.

Jumlah peserta yang hadir dalam pembinaan itu sekitar 150 orang, terdiri dari  para Kabid,  Kasubag, Kasi, dan staf yang ada di lingkup Dinas Pendidikan, KPP se- Kabupaten Lumajang. Pengawas SMP, pengawas SD,  Pengawas TK, Penilik, MKKS SMP negeri/swasta, KKKS SD Negeri, IGTKI serta Himpaudi. (woko)

27/02/2019

TMMD ke 104 Dilaksanakan di Sumberjambe


Jember, KaJe
TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-104 berlangsung di Kecamatan Sumberjambe. Upacara pembukaan berlangsung di Desa Gunung Malang, Selasa, 26 Februari 2019.  Dalam upacara itu, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjadi inspektur upcara dan membacakan pidato Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam pidato tertulisnya, gubernur menjelaskan TMMD merupakan sinergi yang kuat antara TNI dengan Rakyat dalam memperluas dan mempercepat perwujudan kesejahteraan masyarakat.
Oleh karenanya , diharapkan program TMMD dapat membantu meningkatkan percepatan pencapaian target pembangunan melalui pemberdayaan ekonomi di daerah, meningkatkan taraf hidup masyarakat, menurunkan kemiskinan, serta menempatkan desa sebagai subyek pembangunan.
Beberapa kegiatan TMMD diharapkan mampu menjadi pemicu adanya kesadaran masyarakat tentang wawasan kebangsaan, bela negara, dan upaya-upaya pencegahan paham radikalisme di desa.
"TMMD dapat menjadi salah satu upaya untuk membangun perisai diri bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemajuan jaman, lanjut gubernur.
TMMD akan dilaksanakan selama 30 hari ke depan, dimulai tanggal 26 Februari hingga 27 Maret 2019  dan dilaksanakan di lima daerah lokasi sasaran.
Gubernur berharap pelaksanaan TMMD akan mencapai hasil yang optimal dan dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.
Bupati Jember Faida dalam kesempatan wawancara dengan awak media mengatakan, Pemerintah Kabupaten Jember menyambut baik TMMD 2019 ini.
TMMD ini sinergi Pemerintah Kabupaten Jember bersama TNI dan masyarakat dengan sasaran daerah atau wilayah yang aksesnya sangat sulit.

"Karena dengan adanya TMMD ada percepatan. Koordinasi yang lebih meringankan Pemerintah Kabupaten Jember, dan gotong royong yang bisa diakses masyarakat,"terangnya.
Menurut bupati, salah satu sasaran di kegiatan TMMD ini adalah meningkatkan ruang terbuka hijau untuk fasilitas umum.
Pembangunan ruang terbuka hijau ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi dan kegiatan budaya, seni, dan kegiatan kepemudaan berbasis taman taman publik.
Bupati berharap TMMD di Desa Gunung Malang ini juga bisa menuntaskan kepemilikan adminduk bagi masyarakat, utamanya KTP dan KIA. "Kita ingin setelah TMMD ini tuntas adminduk di satu desa sasaran, harapnya.
Karena masyarakat menginginkan perbaikan jalan di akses-akses terpencil ini, lanjut bupati, TMMD ini menjadi momentum untuk menyambung jalan antar-dusun dan antar-wilayah yang selama ini belum pernah dibangun di tahun-tahun sebelumnya.
Kini, pertama kalinya masyarakat dapat menikmati hasil gotong royong, ucapnya.
Pemerintah Kabupaten  Jember juga sangat terbantu oleh koordinasi dengan TNI, terutama dengan babinsa yang sangat menguasai wilayah.
Sehingga masalah masalah sosial bisa disinergikan dengan TMMD ini, karena survei data dari TNI bisa lebih detail lagi dan bantuan masyarakat bisa lebih terakses, seperti bantuan kursi roda, alat bantu dengar dan lain sebagainya, jelasnya.
Kedepannya masih ada sinergisitas lanjutan di luar TMMD, dengan kegiatan yang dinamakan Karya Bakhti bersama TNI dalam skala besar yang anggarannya dari APBD Kabupaten Jember. Kegiatan ini bisa membantu percepatan pembangunan, terutama di wilayah terpencil.
Dalam kesempatan yang sama, Danrem 083 Baladhika Jaya Kolonel Inf Bagus Suryadi Tayo menjelaskan  pengerjaan beberapa sasaran fisik diselesaikan dalam waktu 30 hari.
Sementara untuk sasaran sasaran seperti jembatan, perlu ada pra-TMMD. Pengerjaannya akan dituntaskan dalam waktu penutupan TMMD.
"Jadi sekitar 20 persen kita sudah menyelesaikan sasaran fisik, khusus untuk sasaran fisik yang memerlukan waktu cukup panjang,"  jelasnya.
Selain pembangunan fisik, sasarannya juga terkait dengan perningkatan ketahanan sosial. Hal ini dengan membangun suasana keterkaitan diantara masyarakat, keguyuban, persatuan, dan kesatuan yang nantinya akan diwujudkan dalam program non fisik.
Kegiatan peningkatan ketahanan sosial ini dilaksanakan bersama dinas-dinas terkait di Kabupaten Jember.
Terkait pelaksanaan TMMD yang kembali dilaksanakan di Jember, Danem menyebut karena ada aspirasi dari masyarakat.
Karena melalui satu proses yang bersifat bottom up, dan ada permintaan dari wilayah wilayah. Dilakukan survei dan dari situ diajukan tempatnya kepada panitia pusat untuk diputuskan, jlentrehnya.
Sementara itu, Dandim 0824 Jember Letkol Inf. Arif Munawar mengatakan, efek TMMD yang dirasakan masyarakat Jember begitu luar biasa. Masyarakat sangat dekat dengan TNI.
"TNI dan rakyat ibarat air dengan ikan. Disitulah kebersamaan masyarakat dengan TNI benar benar nampak," tuturnya.
Di Desa Gunung Malang, jelasnya, ada 150 anggota TNI yang tidur bersama masyarakat, makan bersama masyarakat, dan membantu bersih bersih.
"Nanti ada juga bentuk fisik maupun non fisik yang akan disinergikan dan akan memberikan dampak ketahanan sosial, saling menghargai, menghormati, ada rasa persaudaraan dan persatuan, sehingga ketahanan wilayah akan mewujudkan kemanunggalan TNI dengan rakyat, ungkapnya.
Desa yang sudah melaksanakan TMMD sebelumnya, lanjutnya, tetap akan mendapatkan pemeliharaan dengan baik, yang akan dikoordinasikan dengan Pemda. (Mia/ags/hms)

Gelar Rakor Tingkatkan Kerjasama Pemeliharaan Stabilitas Keamanan


Lumajang, KaJe
Dalam rangka peningkatan kerjasama pemeliharaan stabilitas keamanan dan ketertiban umum TNI/POLRI/Kejaksaan mengadakan rapat koordinasi di pendopo Kabupaten Lumajang.

Tindak kriminalitas memang sangat kompleks dan banyak macamnya oleh karena itu untuk menghindari kecolongan Kapolres Lumajang telah membentuk tim dengan spesifikasi khusus untuk mengatasi masalah kriminalitas. Namun jika dapat bersinergi dengan elemen pemerintah yang lainnya dapat meningkatkan prosentase kondusifitas Kabupaten Lumajang dan menekan angka kriminalitas secara drastis.

Kapolres Lumajang juga membuat  beberapa terobosan untuk menutup celah kriminalitas kasus  pencurain hewan (Curwan) sapi. Seperti dibentuk Satgas Keamanan Desa, pembentukan Gaster serta pembuatan rantai sapi.  Namun demikian,  masih ada kemungkinan yang membuat Kapolres Lumajang masih menyiapkan kartu berikutnya jika usaha usaha tersebut masih kecolongan dengan disiapkannya anjing pelacak guna melacak keberadaan sapi yang dicuri.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan, dengan adanya anjing pelacak ini guna dapat menunjang dan membantu mengungkap kasus kriminalitas. "Namun kami meminta bantuan dari pihak pemda dalam penyediaan makanan anjing anjing tersebut. Karena anjing tersebut pengadaan secara swadaya bantuan dari masyarakat yang peduli akan ketertiban masyarakat diwilayah Lumajang," jelasnya.

Anjing pelacak adalah anjing yang telah dilatih untuk menggunakan indranya (hampir selalu menggunakan indra penciuman) untuk mendeteksi substansi seperti bahan peledak, obat-obatan terlarang, selundupan hewan atau tumbuhan, uang, atau darah. Anjing berburu yang mencari buruan dan anjing pencari yang mencari orang yang hilang biasanya dianggap berbeda dengan anjing pelacak. Namun, terdapat beberapa kemiripan antara anjing pelacak dengan anjing pencari mayat.

"Beberapa anjing polisi yang digunakan dalam razia narkoba dilatih tidak hanya untuk mencari narkoba, tetapi juga orang yang bersembunyi dari polisi dan mata uang yang disembunyikan. Beberapa anjing pelacak dapat melacak alat elektronik yang diselundupkan, seperti telepon genggam di penjara," bebernya. (Suatman)

Kabupaten Lumajang Angka Pencurian Ternak Turun


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., mengungkapkan, bahwa angka pencurian hewan ternak di wilayah Kabupaten Lumajang menurun dalam beberapa bulan terakhir.  Kondisi ini, sebagai wujud kinerja Forum Komunikasi Kecamatan dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban dimasing-masing wilayah.

Hal itu, disampaikan Bupati saat memimpin Rapat Koordinasi Peningkatan Kerjasama Pemeliharaan Stabilitas Keamanan Dan Ketertiban Umum Antara Pemerintah Daerah Bersama TNI/ Polri/ Kejaksaan di Panti PKK Kab. Lumajang, Rabu (27/2/2019) pagi.

"Saya mengapresiasi kinerja forum komunikasi kecamatan, Kita rasakan betul hasil kerja keras teman-teman di tingkat kecamatan, sehingga masyarakat juga turut merasakan hasilnya," ujar Bupati.

Menurutnya, tingkat pencurian hewan ternak sapi di Kabupaten Lumajang, sudah relatif menurun berkat sinergitas Pemerintah  termasuk Kepolisian, Jajaran TNI dan  peran aktif warga masyarakat, teeurama dalam memberikan informasi upaya pencegahan tindak pencurian sapi.

Di sisi lain, tindak kejahatan begal motor,  Pemerintah Daerah bersama Polres Lumajang dan Kodim 0821 akan tetap berupaya melakukan patroli di daerah rawan begal. Tak hanya itu, beberapa kali Bupati bersama Kapolres dan Komandan Kodim 0821 turun langsung melakukan patroli.  "Kita ini kerja sudah di luar pakem, kita harus kerja keras, kita harus selesaikan permasalahan satu persatu,"  ujar Bupati.

Sehubungan dengan itu, Bupati meminta agar para camat segera membentuk Satgas Keamanan Desa (SKD) untuk meningkatkan rasa kemanan.

Di pihak lain, Kapolres Lumajang, AKBP. Dr. M. Arshal Sahban, S.IK, SH. M.H., menjelaskan, saat ini Polres Lumajang tengah fokus menangani permasalahan terkait begal, pencurian sapi, dan konflik horisontal akibat tambang pasir. Oleh karena itu, Kapolres Lumajang sudah membentuk tim khusus untuk penyelesaian masalah tersebut, diantaranya Tim Cobra Polres Lumajang, Tim Pemburu Begal, Satgas Keamanan Desa (SKD) serta melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan koordinasi lintas sektoral.

Sejauh ini, Kapolres Lumajang sudah memerintahkan para Kapolsek untuk rutin melakuka patroli bekerja sama dengan Camat dan Danramil setempat serta megikutsertakan masyarakat untuk menjalin komunikasi langsung.                                            "Para kapolsek,setiap hari saya memerintahkan agar melakukan operasi, bekerjasama dengan camat dan koramil setempat," ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpol PP Kab. Lumajang, Drs. Basuni melaporkan, rapat koordinasi itu bertujuan untuk meningkatkan intensentifitas menjaga kemananan dan ketertiban secara terpadu. Satu hal yang perlu terus dipupuk, adalah meningkatkan sinergitas 3 pilar, sehingga target program pemerintah mewujudkan situasi kemanan dan ketertiban umum dapat tercapai. Situasi yang aman dan tertib, dapat menjamin keberlangsungan pembangunan, sesuai dengan program pemerintah. Bahkan,  dengan begitu    diharapkan masyarakat dapat beraktfitas dengan nyaman.(Suatman)

Pemkab Jember Jalin Kerjasama Dengan INKINDO Jatim

Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember menjalin kerjasama dengan Dewan Perwakilan Pusat (DPP ) Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) Jawa Timur tentang pembangunan Kabupaten Jember.  Dalam kerjasama itu dilakukan penandatanganan nota kesepakatan dalam ajang Forum Anggota (Fora) Inkindo Wilayah Timur Raya di Hotel Royal Jember, Selasa,  26 Februari 2019.

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mewakili Pemerintah Kabupaten Jember. Sementara Inkindo diwakili oleh DPP Inkindo Jatim Ir. Adi Prawito, MM., MT.
Usai pendatanganan, bupati mengatakan, menginginkan sinergisitas dengan Inkindo dapat terbangun dengan baik, utamanya untuk pembangunan.

"Karena sejatinya konsultan perencana itu mempunyai kesempatan sangat besar untuk mempercepat pembangunan dan mengubah keadaan menjadi lebih baik dengan keilmuan dan kompetensinya," kata bupati.

Hal itu yang menjadi latar belakang untuk membuat kesepakatan dengan Inkindo Jatim dan seluruh anggotanya untuk membantu Pemerintah Kabupaten  Jember.
"Komitmen ini dilakukan agar bersama-sama saling memberi masukan dan menyatukan kekuatan, supaya Kabupaten Jember ini bisa mewujudkan visi misinya dengan perubahan-perubahan yang lebih baik," ungkapnya.

Kesepakatan itu juga diikuti dengan komitmen saling menjaga kedua belah pihak untuk tidak menggunakan cara-cara yang kurang berkah dan suap menyuap.
"Kompetensi yang dimiliki anggota Inkindo seharusnya sangat diperlukan pemerintah daerah tanpa perlu suap menyuap untuk membantu pembangunan di Pemerintah Kabupaten Jember," tutur bupati.

Bupati juga mengatakan, kesempatan bersinergi ini untuk hal-hal yang lebih luas daripada sekedar berebut proyek. Inkindo seharusnya dapat memberi masukan kepada pemerintah, karena pemda perlu didukung konsultan perencana yang hebat.

Ketua DPP Inkindo Jatim Ir. Adi Prawito, MM. MT. menyampaikan, pernyataan bupati itu sebagai masukan dan tantangan. Adi sangat mengapresiasi masukan bupati yang sangat luar biasa, dan siap menerima tantangan yang diberikan. "Karena kami adalah organisasi olah pikir dan kami mempunyai sumber daya itu," ujarnya.

Inkindo tidak hanya membidangi masalah konstruksi, tetapi juga membidangi masalah non kontruksi. Penandatanganan nota kesepakatan tanpa fee ini, menurut Adi Prawito, menjadikan energi baru untuk Inkindo menjadi profesional dan lebih baik. Inkindo juga tidak hanya menginginkan tataran proyek, tetapi lebih besar dari itu. "Kita ingin adu ide, adu argumentasi, adu gagasan, dan menjadi partner pemerintah kabupaten atau kota," katanya.

Kedepannya,
sinergi ini akan ditingkatkan dengan dasar saling mengerti, no fee dan hasilnya akan lebih optimal. Anggota Inkindo akan lebih sejahtera dengan pemikiran yang lebih jernih. (Mia/fra/hms)