16/03/2019
Peringati HPSN, Forkopimda Lumajang Gelar Aksi Bersih Bersih Sampah dan Cabut Paku di Pohon
Lumajang, KaJe
Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) Tahun 2019, Forkopimda Lumajang menggelar “Aksi Bersih Sampah dan Aksi Cabut Paku Dipohon” yang bertempat di sepanjang jalan PB Sudirman Lumajang, Jumat (15/03/2019).
Selain jajaran Forkopimda Lumajang, kegiatan aksi tersebut juga diikuti oleh jajaran Forkopimka se-Kabupaten Lumajang, Lurah dan Kepala Desa se-Kecamatan Lumajang beserta staf, serta masyarakat sekitar lokasi kegiatan.
Sebelum pelaksanaan kegiatan, diberikan penghargaan kepada petugas Bank Sampah yang ada di wilayah Kabupaten Lumajang.
Dalam sambutannya Indah Amperawati, Wakil Bupati Lumajang mengatakan, kebersihan lingkungan dan perawatan tanaman yang ada perlu dilakukan, guna menyelamatkan kehidupan dan menjaga kelestarian alam.
“Tumbuhan merupakan makhluk hidup yang perlu untuk dicintai dan dipelihara kelestariannya, karena tumbuhan merupakan sumber penghasil oksigen dan menghasilkan sumber air yang baik bagi kita,” katanya.
Lebih lanjut dirinya menyampaikan, selain aksi bersih sampah dan cabut paku di pohon, dalam kegiatan ini juga akan dilakukan penanaman bunga anggrek jenis ekor tupai di seputaran alun-alun kota Lumajang.
“Mari kita tanamkan dalam diri masing-masing, untuk menyanyangi ataupun mencintai lingkungan, sehingga tanpa kita sadarai lingkungan juga akan menyanyangi dan mencintai kita, serta terjauhkan dari bencana yang diakibatkan dari kerusakan lingkungan,” tutur Indah.
Sementara itu, Kasdim 0821 Lumajang Mayor Inf Irawan setyadi, S.H. saat dikonfirmasi di lokasi kegiatan mengatakan, bahwa dalam kegiatan peringatan HPSN 2019 dilaksanakan dengan pembersihan sepanjang jalan dari sampah, serta mencabut paku yang ada di pohon sepanjang jalan kota.
“Pagi ini, kita bersama komponen masyarakat bekerja sama melaksanakan pembersihan dan mencabut paku yang menancap di pohon yang ada di sepanjang jalan PB Sudirman,” tambahnya.
“Kodim 0821 Lumajang akan selalu membantu pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan, sehingga wilayah Kabupaten Lumajang slalu tampak bersih, indah, dan terbebas dari segala penyakit,” pungkas Kasdim. ( Suatman)
Bupati Thoriq Serap Informasi Masyarakat Tempursari
Lumajang, KaJe
Pemerintah Kabupaten Lumajang, akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan satu per satu yang ada di Kabupaten Lumajang. Hal itu disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., (Cak Thoriq), saat Safari Jum'at di Masjid Nurul Huda Dusun Pabrikan Desa Purworejo, Kecamatan Tempursari, Jum'at (15/3/2019).
Safari Jum'at tersebut, rutin dilakukan bupati sebagai salah satu cara guna menjalin komunikasi langsung dengan warga masyarakat. Bahkan, itu untuk "jemput informasi" dari masyarakat, sembari melaksanakan Ibadah Sholat Jum'at.
Usai ibadah Sholat Jum'at, Bupati Lumajang berdialog langsung dengan jama'ah shalat Jum'at di masjid yang sama. Dalam dialog tersebut, Bupati menyampaikan, bahwa proses pelayanan kepada masyarakat akan mudah dan cepat, karena di setiap kantor camat diberikan alat cetak KTP. "Bukan hanya itu, Program pendidikan gratis dan persalinan gratis, juga sudah mulai berjalan," tuturnya.
Pada kesempatan itu, Bupati mendapat masukan informasi dari masyarakat Desa Purworejo tentang pembelian pupuk organik yang langka, sehingga menjadikan harga pupuk tersebut mahal. Masyarakat menginginkan pemerintah, agar lebih memperhatikan soal kelangkaan air bersih di Desa Purworejo. Masalah lain yang disampaikan warga, adalah tentang infratruktur jalan yang rusak, agar segera dibenahi.
Menanggapi masukan tersebut, Bupati mengatakan Pemerintah Kabupaten Lumajang akan berkoordinasi terus dengan Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang tentang permasalahan kelangkaan pupuk organik.
Sedangkan infratruktur jalan yang rusak, sudah menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Lumajang. "Harapan kami 3 tahun ke depan masalah jalan di Kabupaten Lumajang dapat dituntaskan," tuturnya.
"Kita harapkan, tahun ini jalan tembus Pasirian - Tempursari dapat di pakai kembali. Dan kami akan bersama-sama TNI membuat program untuk membangun dan meratakan jalan," tambahnya.
Untuk itu, dengan banyaknya permasalahan yang ada di Kabupaten Lumajang, Pemerintah akan terus berupaya menyelesaikan permasalahan tersebut satu-persatu. Sehingga semua permasalahan yang ada dapat dituntaskan dan semua program pemerintah secara langsung dapat dirasakan oleh masyarakat. (suatman)
Pemkab Siap Bantu Kades Kelola DD dengan Klinik Konsultasi
Jember, KaJe
Bupati Jember dr Hj Faida MMR menyatakan kepala desa memerlukan bantuan dan dukungan dalam mengelola Dana Desa (DD).
"Jadi, bagaimana mereka bisa tenang dengan informasi dan keterampilan yang cukup untuk mengawal penggunaan dana desa," ujarnya, Senin, 11 Maret 2019.
Bantuan dan dukungan untuk kepala desa itu berupa klinik konsultasi yang diselenggarakan oleh Inspektorat Jawa Timur dan Kabupaten Jember. Klinik ini berlangsung di Aula PB Soedirman Pemkab Jember. Klinik konsultasi ini sangat diperlukan oleh pemerintah desa.
Apabila dalam klinik konsultasi ini ditemukan penyalahgunaan dana desa maka segera ditindaklanjuti. "Jika itu fitnah, segera diklarifikasi. Jika ada temuan supaya segera ditindak lanjuti," ujarnya.
Inspektorat Pembantu Propinsi Jawa Timur, Samsul Huda, SH, MSi, menyampaikan, jika ada pelanggaran dalam pengelolaan dana desa, maka akan ditindaklanjuti sesuai dengan penyelewengannya.
Peningkatan anggaran dana desa rata-rata sekitar 300 juta per desa jika dibandingkan tahun sebelumnya. Inspektorat provinsi, lanjutnya, hanya punya kewenangan untuk melakukan monitoring evaluasi terhadap pengelolaan dana desa. "Di Permendagri kita tidak melakukan pemeriksaan, kita hanya melakukan monitoring," jelasnya.
Kewenangan pemeriksaam dana desa itu ada di inspektorat kabupaten maupun di kecamatan. Wujud monitoring itu adalah kerjasama antara inspektorat propinsi dan inspektorat kabupaten dan DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) menggelar klinik konsultasi.
"Dengan adanya klinik di Jember, nanti tidak ada satupun perangkat desa yang terjerat permasalahan," harapnya.
Samsul mengimbau, dana desa harus dikelola sesuai dengan ketentuan. Jika memang tidak tahu, bisa berkonsultasi pada yang bersangkutan, seperti inspektorat kabupaten mampu propinsi. "Harapan kami, dana desa bisa digunakan sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan harapan masyarakat setempat," Samsul. (mia/ars/ros/hms)
KPH Jember dan Pemkab Jember Akan Buat Kampung Durian Pakis
Jember, KaJe
Perhutani KPH Jember bersama Pemerintah Kabupaten Jember akan membuat Kampung Durian Pakis. Meski tercantum nama durian, kampung wisata ini ternyata tidak sekedar soal durian.
"Intinya, bagaimana mewujudkan Kampung Durian untuk bisa mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat," kata Arismaya Parahita mewakili Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kab. Jember ini menjelaskan, salah satu target mewujudkan Kampung Durian Pakis adalah memotong mata rantai tengkulak durian.
Selama ini, durian dari Desa Pakis Kecamatan Panti telah dikirim ke berbagai daerah di luar Jember oleh banyak tengkulak.
Karena itu, pemerintah berharap Kampung Durian Pakis ini nantinya bisa menjadi salah satu pusat durian di Jember. Untuk bisa memotong mata rantai tengkulak durian itu, kampung ini nantinya digarap bersama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH).
Bagi pemerintah, kelompok masyarakat ini menjadi subyek utama pembangunan obyek wisata ini. "Tanpa mereka tidak ada apa-apa, mereka adalah sasaran pokok untuk meningkatkan taraf kehidupan," terangnya, Jumat, 15 Maret 2019.
Kepala Perum Perhutani KPH Jember, Rukman Supriatna S.Hut. MM., menyampaikan, Kampung Durian Pakis ini dibentuk karena adanya potensi yang besar di Desa Pakis.
Ada ribuan pohon durian yang berada di dalam area hutan yang dikelola Perhutani maupun yang berada di lahan milik warga.
Potensi durian ini belum banyak dioptimalkan, utamanya nilai tambah durian untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. "Jadi, dengan ini harapannya, pemilik pohon durian baik dalam kawasan maupun di luar kawasan dapat meningkat nilai duriannya itu," terangnya usai pertemuan di Pendapa Wahyawibawagraha Jember," ungkapnya.
Peningkatan nilai durian itu dengan mengadakan latihan lebih lanjut tentang durian atau potensi lainnya. "Sebenarnya, kita tidak berbicara kampung duriannya saja. Disitu ada potensi kopi wisata dan lainnya, dan ini akan kita optimalkan sehingga masyarakat akan terlibat di dalamnya," ungkap Rukman.
Dengan Kampung Durian Pakis, pemilik pohon durian bisa memasarkan di lokasi wisata. Sebab, nanti akan dibuat kios durian. Masyarakat yang datang berwisata bisa membeli durian secara langsung.
Tidak hanya menjual langsung, pemilik durian bisa menjual produk olahan durian seperti dodol durian dan makanan olahan lain dengan bahan dasar durian ini.
"Kita tetap juga mendorong ini lebih berkembang, karena yang kita utamakan adalah taraf hidup masyarakat berkembang," terangnya.
Wisata Kampung Durian Pakis tidak hanya bisa dinikmati saat musim panen durian. Wisata ini juga menyajikan wisata edukasi. Pengunjung bisa belajar tentang pembuatan bibit durian.
Pengunjung juga bisa memperlajari pengolahan lanjutannya.
Bahkan, ungkapnya, setelah berkoordinasi dengan tim dari Pemkab Jember, ada cara dan teknik agar buah durian bisa berbuah sepanjang tahun.
"Ini sangat menarik. Ini sebuah tantangan. Mudah-mudahan ini bisa terwujud," ujarnya. (mia/fra/hms)
Pemkab Jember Gelar Wisata Religi
Jember, KaJe
Wisata religi pada Jumat, 15 Maret 2019, diikuti sejumlah majelis asal Kecamatan Silo. Mereka adalah Majelis Shalawat Kubro Desa Sumberjati, Muslimat Al Inaroh Desa Karangharjo, Muslimat Al Hikmah Desa Harjomulyo, Muslimat Al Fagiri Desa Pace, Muslimat Nurus Ulum Desa Sumberlanas, dan Muslimat Nurul Ulum Harjomulyo.
Dalam kesempatan bersholawat di pendopo, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menjelaskan, wisata religi menjadi program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember untuk memenuhi janji mengajak masyarakat pelosok bersholawat di Pendapa wahyawibawagraha.
Wisata religi adalah salah satu janji bupati kepada ibu-ibu muslimat untuk sholawatan di pendopo, ujar bupati kepada jamaah sholawat.
Selain bersholawat, yang dikemas dalam Jember Bersholawat, wisata religi juga diisi dengan berkunjung ke sejumlah masjid yang menjadi ikon Jember.
Masjid itu yakni Masjid Muhammad Cheng Hoo, Masjid Raudatul Muchlisin, dan Masjid Jami Al Baitul Amin. Serta berziarah ke makam KH Muhammad Shiddiq. Terakhir adalah bersholawat di Pendapa Wahyawibawagraha.
Wisata religi ini berlangsung secara bergilir. Pesertanya adalah muslimat yang berasal dari pelosok desa, yang tidak sedikit belum pernah pergi ke kota Jember. Bahkan baru pertama datang di masjid yang bersejarah dan menjadi ikon Jember.
"Wisata religi ini menjadi suatu wisata yang bermanfaat buat masyarakat, sekaligus rekreasi keluarga," ungkap orang pertama di Jember ini.
Selain melantunkan sholawat, dalam kesempatan tersebut bupati menyosialisasikan program Pemerintah Kabupaten Jember
"Sekaligus kita mohon doa restu kepada masyarakat atas(pelaksanaa) program-program pemerintah," tutur bupati.
Sosialisasi program pemerintah, lanjutnya, agar masyarakat mengetahui langsung dan tidak ragu dalam mendapatkan hak-hak masyarakat dhuafa. (mia/bbg/hms)
Wisata religi pada Jumat, 15 Maret 2019, diikuti sejumlah majelis asal Kecamatan Silo. Mereka adalah Majelis Shalawat Kubro Desa Sumberjati, Muslimat Al Inaroh Desa Karangharjo, Muslimat Al Hikmah Desa Harjomulyo, Muslimat Al Fagiri Desa Pace, Muslimat Nurus Ulum Desa Sumberlanas, dan Muslimat Nurul Ulum Harjomulyo.
Dalam kesempatan bersholawat di pendopo, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. menjelaskan, wisata religi menjadi program yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Jember untuk memenuhi janji mengajak masyarakat pelosok bersholawat di Pendapa wahyawibawagraha.
Wisata religi adalah salah satu janji bupati kepada ibu-ibu muslimat untuk sholawatan di pendopo, ujar bupati kepada jamaah sholawat.
Selain bersholawat, yang dikemas dalam Jember Bersholawat, wisata religi juga diisi dengan berkunjung ke sejumlah masjid yang menjadi ikon Jember.
Masjid itu yakni Masjid Muhammad Cheng Hoo, Masjid Raudatul Muchlisin, dan Masjid Jami Al Baitul Amin. Serta berziarah ke makam KH Muhammad Shiddiq. Terakhir adalah bersholawat di Pendapa Wahyawibawagraha.
Wisata religi ini berlangsung secara bergilir. Pesertanya adalah muslimat yang berasal dari pelosok desa, yang tidak sedikit belum pernah pergi ke kota Jember. Bahkan baru pertama datang di masjid yang bersejarah dan menjadi ikon Jember.
"Wisata religi ini menjadi suatu wisata yang bermanfaat buat masyarakat, sekaligus rekreasi keluarga," ungkap orang pertama di Jember ini.
Selain melantunkan sholawat, dalam kesempatan tersebut bupati menyosialisasikan program Pemerintah Kabupaten Jember
"Sekaligus kita mohon doa restu kepada masyarakat atas(pelaksanaa) program-program pemerintah," tutur bupati.
Sosialisasi program pemerintah, lanjutnya, agar masyarakat mengetahui langsung dan tidak ragu dalam mendapatkan hak-hak masyarakat dhuafa. (mia/bbg/hms)
Wabup Indah Naik SKY LIFT Tanam Anggrek
Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., menanam anggrek ekor tupai (Rhynchostylis Retusa) dalam acara Lumajang "Menabung" (Menanam-Bunga). Acara itu, diselenggarakan Dinas Lingkungan Hidup Kab. Lumajang bekerjasama dengan Komunitas Puspa Semeru, di kawasan Skate Park, Alun-alun Lumajang, Jum'at pagi (15/3/2019).
Dalam kesempatan itu Wabup menanam Anggrek dengan menggunakan Sky Lift milik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lumajang. Itu dilakukan, karena anggrek tersebut harus ditanam di atas pohon.
Menurut Wabup, penanaman pohon itu, sebagai bentuk kepedulian, mengingat pohon juga merupakan makhluk hidup yang memiliki kontribusi besar untuk kehidupan manusia.
"Satu pohon itu, memberi kontribusi oksigen untuk dua orang. Pohon itu juga makhluk hidup. Kalau kita baik terhafap pohon, mereka juga akan kepada kita," ujarnya.
Wabup mengucapkan terima kasih kepada komunitas Puspa Semeru yang telah berpartisipasi dan berkontribusi dalam kegiatan peduli lingkungan, khususnya dalam kegiatan tanam pohon.
Ia meminta agar Puspa Semeru, nantinya turut meramaikan kegiatan HARJALU. "Monggo kalau ada event di Alun-alun, Harjalu itu juga bisa digunakan untuk pameran tanaman dari teman-teman Puspa Semeru," ungkapnya.
Kegiata "Lumajang Menabung", juga diselenggarakan untuk memperingati 1st Anniversary Puspa Semeru. Acara tersebut diakhiri dengan potong tumpeng dan sarapan bersama. (suatman)
Direktur Polije Baru Siap Lanjutkan Program
Jember, KaJe
Setelah pelantikan Direktur baru Politeknik Negeri Jember (Polije) periode 2019-2023 oleh Prof. Mohamad Nasir, Ph.D, Ak Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristekdikti) telah dilaksanakan pada Rabu (6/3) Minggu lalu di Jakarta, maka Kamis (14/3) hari ini telah dilaksanakan serah terima jabatan (sertijab) dari Direktur lama Dr.Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM ke Direktur baru Saiful Anwar, S.TP, MP dilaksanakan di Gedung Serbaguna Soetrisno Widjaja.
Sertijab yang dihadiri dan disaksikan oleh para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Kepala Bagian, kepala UPT, Kepala Pusat dan semua pejabat struktural dan non struktural berjalan dengan tertib dan khitmat.
Direktur baru Polije mengajak kepada segenap sivitas akademika, dari prestasi yang telah ditorehkan di periode kepemimpinan sebelumnya, menjadi pemacu untuk meningkatkan prestasi baik dar aspek SDM, kompetensi lulusan, kerjasama industri dan lain sebagainya, khususnya dalam menjawab tantangan dan peluang di era industri 4.0. “Sederet prestasi yang telah diraih Polije sampai saat ini, menjadi pemacu akan peningkatan kinerja yang lebih baik lagi," tandas Saiful Anwar.
Yang cukup menyentuh, tatkala sambutan Direktur lama menyampaikan permintaan maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja selama menjadi pimpinan di Polije, tanpa bisa dibendung air mata berlinang membasahi pipi. “Dari lubuk hati yang paling dalam, saya minta maaf manakala ada kesalahan yang tidak saya sengaja, semoga bapak Ibu berkanan memaafkannya," pinta Nanang Dwi Wahyono dengan suara terbata-bata.
Dalam penutup sambutannya, Nanang Dwi Wahyono membacakan puisidengan judul Mastrip 164. Puisi tersebut mengisi perjalanan kampus Polije yang berada di jalan mastrip kotak pos 164, dengan segala perkembangannya mulai tahun 1988 berdiri sampai sekarang yang menjelma kampus vokasi unggulan di Indonesia, yang mahasiswanya berasal dari segala penjuru nusantara. Puisi yang sekaligus merupakan rangkaian kalimat penuh makna tersebut mengungkapkan betapa mulia dan besar tanggung jawab dalam meningkatkan kwalitas SDM para calon penerus bangsa.
Dalam rangkaian sertijab Direktur tersebut sekaligus dilakukan sertijab Ketua Dharma Wanita Persatuan Polije dari Ibu Denok nanang Dwi Wahyono ke Sustin Farlinda Saiful Anwar. Suasana prosesi sertijab kemarin sangat meriah, karena salah satunya diiringi penampilan perdana tim karawitan Polije yang mengawali acara serta iringan beberapa tembang oleh tim campursari UKM Lumut. (Mia/ags/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...







