02/06/2019
Cara Kapolres Ucapkan Duka Untuk Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono
Lumajang, kabarejember.com
(02/06/2019)---Bumi pertiwi tanah air Indonesia sedang berkabung. Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono wafat setelah menjalani perawatan di National University Hospital (NUH) Singapura. Hari ini jenazah Ani Yudhono dimakamkan di TMP Kalibata.
Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura karena kanker darah yang dideritanya, SBY selalu berada di sisi kekasih hatinya itu. Hingga akhirnya Ani berpulang pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura.
Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai pribadi maupun sebagai ibu negara telah banyak memberikan kebaikan dan sumbangsih untuk bangsa Indonesia. Berbagai kiprahnya selama menjabat ibu negara ikut serta menyukseskan pembangunan Indonesia, khususnya di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, dirinya ingat program RUMAH PINTAR yang digagas beliau. Ribuan rumah pintar dibangun di setiap daerah dengan partisipasi masyarakat dan swasta. Rumah pintar berisi buku-buku dan sarana belajar bagi anak-anak sekitar. Tujuan Almarhumah, ingin meningkatkan pendidikan anak Indonesia. dimanapun berada setiap anak Indonesia bisa belajar dan mendapatkan pendidikan yang layak.
"Kiprah beliau dibidang pendidikan, sosial dan kesehatan bisa dijadikan pelajaran maupun teladan, khususnya bagi para wanita Indonesia,” paparnya.
Di Bulan Ramadhan yang mulia ini, kata dia, dirinya mengajak semua masyarakat menyisipkan doa kepada Ibu Ani Yudhoyono. "Saya secara pribadi dan atas nama Polres Lumajang turut mendoakan agar segala amal baik Almarhumah di dunia diterima dan Arwah beliau mendapatkan tempat terbaik sisi Allah SWT," pungkas Arsal. (Suatman)
Jember Raih Penghargaan Capaian Aksi Terpadu Penangganan Konplik Sosial 2019
Jember, kabarejember.com
Kabupaten Jember mendapatkan penghargaan atas hasil capaian aksi terpadu penanganan konflik sosial tahun 2019 oleh Gubernur Jawa Timur.
Bupati Jember dr. Hj. Faida menyampaikan, penghargaan itu diraih berkat keberhasilan Forkompimda Kabupaten Jember bersama masyarakat dalam mengatasi kerawanan konflik sosial waktu Pemilu 2019.
Tak hanya itu, terdapat beberapa kerawanan konflik sosial di Jember yang telah berlalu yaitu demo guru dan masalah tambang di Silo yang berhasil dilalui dengan aman dan damai.
"Hal ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh Bupati dan Wakil Bupati, namun atas sinergisitas semua pihak serta kedewasaan masyarakat Jember, bahwa pesta demokrasi adalah hal yang biasa ada yang dan kalah," tuturnya.
Kedewasaan berpolitik inilah yang membantu Pemerintah Kabupaten Jember, hingga menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Penghargaan tersebut diserahkan gubernur dalam acara peringatan Hari Lahir Pancasila, 01 Juni 2019, di Grahadi Surabaya.
Selain kedewasaan berpolitik, penghargaan itu diraih oleh tindakan-tindakan yang telah dilakukan dalam rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial.
Rencana aksi terpadu yang telah dilakukan bersama tokoh masyarakat itu berhasil menangani kerawanan konflik sosial dengan baik.
Jember merupakan wilayah yang cukup banyak memiliki pondok pesantren. Karena itu, lanjutnya, Forkompimda terlibat bersama tokoh-tokoh masyarakat mengatasi masalah sosial.
"Bukan pemerintah berhadap-hadapan dengan masyarakat, tetapi pemerintah bersama masyarakat. Bersama mengatasi kerawanan konflik sosial dengan adanya kebhinekaan," ujarnya.
Sejak dulu, Jember dikenal memiliki potensi kerawanan konflik sosial. Tetapi, dari dulu juga dikenal stabilitas sosialnya sangat baik.
Di sisi lain, demo guru tahun ini cukup mereda di Kabupaten Jember. Menurut bupati, organisasi-organisasi guru di Kabupaten Jember sudah sangat sadar.
Mereka menyadari bahwa mereka memiliki saluran yang lancar untuk melaporkan masalah dan konflik guru. Bahkan, laporan guru masuk langsung ke WA bupati dengan lancar.
"Hal ini bisa ditangani dengan teknologi terkini. Bisa dikomunikasikan dengan cepat dan real time, serta mendapat respon yang sangat baik," tuturnya.
Hampir bisa dikatakan, bahwa semua konflik guru bahkan guru asal Jember yang bekerja di luar kota termasuk di luar negeri dapat terkomunikasikan dengan baik dan sebagian bisa teratasi.
Di Kabupaten Jember sendiri banyak pegiat media sosial yang membantu mengomunikasikan potensi konflik sosial, termasuk konflik guru yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk ditindaklanjuti. (Mia/Mul/hms)
Selang Karburator Bocor, Motor Terbakar di SPBU
Lumajang, kabarejember.com
(Sabtu, 1 Juni 2019) terjadi kebakaran yang menimpa sepeda motor milik warga di SPBU Desa Sumberjati Kecamatan Tempeh. Motor tersebut sendiri diketahui dimiliki oleh Rustam (pria, 52 th) warga desa Sumberjati Kecamatan Tempeh, salah satu konsumen yang membeli bagan bakar di SPBU tersebut.
Kejadian bermula dari korban yang membeli bahan bakar di SPBU tersebut, seusai mengisi ia hendak meninggalkan tempat tersebut. Namun ternyata ia tak menyadari selang karburator miliknya bocor, sehingga saat ia menstarter motornya terjadi percikan api hingga menjalar ke motor tersebut.
Api pun langsung membakar motor jenis Satria FU warna biru tersebut. Petugas SPBU pun dengan sigap memadamkan api tersebut, hingga tak ada korban yang jatuh dalam kejadian ini.
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH yang dikonfirmasi melalui sambungan telfon membenarkan kejadian kebakaran tersebut. "Memang benar terjadi kebakaran di SPBU di Kecamatan Tempeh. Tapi sebagai catatan, bukan bangunan SPBU yang terbakar, melainkan motor konsumen akibat percikan api yang menyambar dari bocornya karburator motor tersebut. Untungnya petugas berhasil dengan sigap memadamkan sehingga tidak ada korban dalam kejadian ini. Kami akan lakukan penyelidikan untuk memastikan sebab-sebab terjadinya kebakaran, agar tidak terjadi lagi di kemudian hari," terang Arsal. ( Suatman)
01/06/2019
Melestarikan Pancasila, Bupati Resmikan Kampung Pancasila
Jember, kabarejember.com
Guna melestarikan Pancasila, Pemerintah Kabupaten Jember meresmikan Kampung Pancasila. lokasinya di Pondok Pesantren As Shiddiqi Putra (Astra) dan lingkungan sekitarnya.
Peresmian Kampung Pancasila ini berlangsung Sabtu, 01 juni 2019, di Ponpes Astra di Lingkungan Kulon Pasar, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates. Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan, penetapan Kampung Pancasila ini dilatarbelakangi perjuangan KH Achmad Siddiq dalam membela Pancasila sebagai ideologi tunggal di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Perjuangan ini hanya mencapai satu mufakat, bahwa Pancasila adalah asas tunggal yang menjadi dasar negara," terangnya.
Saat ini, lanjut bupati, Bangsa Indonesia menikmati bersama hasil mufakat tersebut. Menyebabkan kita rukun dan damai, tutur Bupati Jember ini.
Perjuangan KH Achmad Siddiq menyamakan persepsi para ulama bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, justru menjadi harmonisasi.
"Kami menginkan hal tersebut tersosialisasi kepada generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan kita, semangat NKRI melalui ajaran besar KH. Achmad Siddiq," tuturnya.
Kampung Pancasila memiliki tugas untuk menyosialisasikan bahwa di Jember, Islam dan Pancasila adalah satu harmoni. Ini untuk menghindari paham radikal dan potensi terpecah belahnya bangsa.
Hal tersebut harus diterangkan dalam kegiatan-kegiatan seperti pengajian kebangsaan. Sebab, terdapat butir-butir Al-Qur'an yang berhubungan dengan Pancasila.
Di kampung ini juga akan dibuat kegiatan berupa diklat dan pengajaran tentang pemikiran besar KH. A. Siddiq dalam rangka sosialisasi islam kebangsaan dengan melahirkan trainer of training (TOT) baru.
Dengan kegiatan-kegiatan di Kampung Pancasila ini, diharapkan ajaran KH. A. Siddiq dan para ulama tentang harmonisasi islam dan Pancasila dapat dilanjutkan. Hasil dari Kampung Pancasila ini akan disinkronisasikan dengan kegiatan sosialisasi Satu Sekolah Satu TNI. Islam kebangsaan akan melengkapi program yang bekerjasama dengan TNI ini.
Peresmian Kampung Pancasila ini ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jember Faida yang disaksikan oleh KH Mochammad Firjoun Barlaman dan Komandan Kodim 0824 Jember Kolonel Inf. Arif Munawar.
Bupati juga menyerahkan surat keputusan bupati tentang penetapan Kampung Pancasila kepada Pengasuh Ponpes Astra, KH Mochammad Firjoun Barlaman, yang juga anak dari KH Achmad Siddiq. (Mul/Mia/hms)
Putra KH Achmad Siddiq Apresiasi Langkah Bupati Jember
Jember, kabarejember.com
Anak KH Achmad Siddiq yang menjadi pengasuh Ponpes As Shiddiqi Putra (Astra), KH. Mochammad Balya Firjoun Barlaman menyampaikan apresiasi kepada Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR.
Apresiasi itu disampaikan atas upaya Pemerintah Kaupaten Jember yang menilai gagasan KH. Achmad Siddiq memberikan kontribusi yang signifikan kepada Bangsa Indonesia.
"Ini menjadi pemicu bagi kami untuk bisa melanjutkan pemikiran, perjuangan, serta wawasan yang beliau lakukan untuk bangsa, ujar pria yang akrab disapa Gus Firjon ini.
Saat peresmian Kampung Pancasila oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR, Sabtu 01 Mei 2019, Gus Firjon berharap estafet perjuangan KH Achmad Siddiq ini mampu membuat Bangsa Indonesia tetap aman, damai, dan menghargai keanekaragaman.
Sebelumnya, pihak keluarga KH Achmad Siddiq telah melakukan sosialisasi Islam Kebangsaan seadanya. Namun, dengan formula baru dari Pemkab Jember akan memudahkan sosialisasi selanjutnya.
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menjelaskan, format itu yakni menugaskan Kampung Pancasila untuk menyosialisasikan pemikiran-pemikiran KH Achmad Siddiq.
Perjuangan KH Achmad Siddiq menyamakan persepsi para ulama bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam, justru menjadi harmonisasi.
"Kami menginkan hal tersebut tersosialisasi kepada generasi muda untuk memperkuat semangat kebangsaan kita, semangat NKRI melalui ajaran besar KH. Achmad Siddiq," tuturnya.
Kampung Pancasila memiliki tugas untuk menyosialisasikan bahwa di Jember, Islam dan Pancasila adalah satu harmoni. Ini untuk menghindari paham radikal dan potensi terpecah belahnya bangsa.
Pemerintah bekerjasama dengan Kampung Pancasila menyiapkan materi yang akan diajarkan kepada masyarakat dan sekolah-sekolah umum dengan kurikulum yang sudah distandarkan
"Dalam rangka bulan Pancasila, sebulan ini kita targetkan 100.000 audiens untuk menerima materi sosialisasi," ungkap orang nomor satu di Jember ini. (Mul/Mia/hms)
Dengan Bersyukur Untuk Menerima Segala Macam Perbedaan
Jember, kabarejember.com
Menggunakan rasa syukur untuk menerima segala perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi kekuatan untuk bersatu.
Hal ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR usai menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Alun-alun Jember, Sabtu, 01 Juni 2019. "Kita menggunakan rasa syukur menerima segala macam perbedaan. Kita kuat karena adanya perbedaan," tuturnya kepada sejumlah wartawan.
Dengan menggunakan rasa syukur itu akan membuat semua pihak tidak mempermasalahkan segala macam perbedaan. Sudah tidak masanya lagi mempermasalahkan segala macam perbedaan, imbuhnya.
Bupati Jember ini menegaskan, Bangsa Indonesia ditakdir dengan bersuku yang berbeda, ditakdirkan di negeri dengan kepulauan yang luar biasa, keragaman suku budaya yang luar biasa.
Itu adalah anugerah, bukan satu masalah. Oleh karenanya, sudah saatnya kita kembali merajut persatuan, pesannya.
Terutama saat ini, setelah segala macam hiruk pikuk pesta demokrasi, sudah saatnya semua elemen bangsa menyadari pesta demokrasi sudah usai. Waktunya bersatu kembali, waktunya membangun negeri bersama-sama.
Dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila itu, bupati membacakan pidato tertulis Plt. Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila Hariyono.
Proses internalisasi, kata Hariyono, sekaligus pengalaman nilai-nilai Pancasila harus dilakukan dan diperjuangkan secara terus menerus. "Pancasila harus tertanam dalam hati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari."
Berkat Pancasila, toleransi dan gotong royong, keberagamaan yang ada menjadi suatu berkah. Pancasila sebagai bintang penuntun keberagaman yang dapat dirajut menjadi identitas nasional dalam slogan Bhinneka Tunggal Ika.
"Indonesia untuk kita semua dan Pancasila adalah rumah kita semua," ujar Hariyono.
Pada kesempatan upacara itu juga dilantunkan lagu Saya Indonesia, Saya Pancasila. Lagu gubahan putri Jember ini dinyanyikan oleh paduan suara siswa-siswi SMA.
Selain upacara, peringatan ini juga ditandai dengan peresmian Kampung Pancasila yang bertempat di Pondok Pesantren As-Shiddiqi Putra (Astra).
Kegiatan lainnya yakni pemberian sertifikat kepada bayi yang lahir pada tanggal 1 Juni di beberapa rumah sakit di Jember. (Mul/Mia/hms)
Wabup Minta Kades Pantau Kondisi Desa Pasca Pemilu
Jember, kabarejember.com
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief meminta kondisi desa pasca-Pemilu 2019 untuk dipantau secara serius oleh penjabat kepala desa. Himbauan ini disampaikan wabup saat melantik 42 penjabat kepala desa di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, Jumat, 31 Mei 2019.
"Betul-betul memonitoring desanya. Jangan sampai ada konflik berkaitan dengan masalah pileg dan pilpres. Seandainya ada, segera dikomunikasikan dengan pihak terkait, khususnya pihak kepolisian," imbuh wabup.
Penjabat kades juga harus menjaga kondusifitas wilayah desa, terutama menjelang pelaksanaan Pilkades serentak mendatang. Menyiapkan segala sesuatunya, utamanya masalah kondusifitas wilayah desa dalam rangka pelaksanaan pilkades yang akan datang," ujar wabup.
Wabup yakin, apabila masing-masing penjabat kades menjaga kondusifitas wilayahnya, maka pelaksanaan Pilkades serentak bakal berjalan lancar. Pilkades serentak direncanakan pada bulan September mendatang. Ada sekitar 161 kepala desa yang sudah habis masa tugasnya dan akan diganti dengan yang baru.
Lebih jauh wabup menjelaskan, penjabat kades ini dipilih melalui verifikasi yang dimulai dari usulan dari BPD kepada camat setempat. Kemudian camat melaporkan ke bupati untuk mendapatkan penilaian dan keputusan. Kades yang terpilih sudah melalui verifikasi dan pertimbangan dari bupati," ungkapnya.
Pelantikan Pj kades ini merupakan rangkaian pelantikan sebanyak 161 penjabat kades. Sebelumnya telah dilantik sebanyak 25 orang. (Mia/Mul/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...







