Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

04/10/2021

Ikuti Upacara Ziarah Dalam Rangka HUT TNI Ke-76, Wakapolda Jatim Sempatkan Tinjau Vaksinasi di Kota Blitar

 


BLITAR KOTA - Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo S.H., M.H bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto S.Sos M.M, Pangkoarmada II Laksada TNI Iwan Isnurwanto S.H, Karo SDM Polda Jatim Kompespol Hari Kurniawan S.I.K, Wadan Sat Brimob Polda Jatim AKBP Kurniawan Tandi Ronge S.I.K, melakukan ziarah ke objek wisata religi Makam Bung Karno di Kota Blitar, Senin (4/10/2021).


Kunjungan ziarah rombongan dalam rangka HUT TNI Ke-76 disambut oleh Forkopimda Blitar Raya yaitu Walikota Blitar Drs. H. Santoso, M.Pd, Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, A.md, Kapolres Blitar Kota AKBP Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si, Dandim 0808 Blitar Letkol Inf Didin Nasruddin Darsono, S.Sos., M.Han, Danyon 511/DY Letkol Inf Dedy A. Wakhid S.I.P, dan Kapolres Blitar AKBP Adhitya Panji Anom, S.I.K.


Makam Ir. Soekarno adalah kompleks pemakaman presiden pertama Republik Indonesia yang didesain dengan arsitektur khas Jawa, yaitu bangunan joglo. Kompleks tersebut terletak di Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dan dibangun di akhir 1970-an.


Kapolres Blitar Kota, AKBP Dr. Yudhi Hery Setiawan, S.I.K., M.Si mengatakan, kegiatan ziarah rombongan ke Makam Bung Karno merupakan rangkaian kegiatan HUT TNI Ke-76 Kodam V/Brawijaya yang diikuti oleh jajaran TNI di Provinsi Jawa Timur.


Dalam kunjungan itu, rombongan tetap mematuhi dan mempedomani protokol kesehatan sebagai langkah atau upaya pencegahan penularan Covid-19. “Alhamdulillah kegiatan ziarah rombongan di Makam Bung Karno berlangsung lancar dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat,” demikian ungkap Kapolres Blitar Kota.


Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah, dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada rombongan yang telah berkunjung ke Blitar Raya. Ziarah tersebut terpusat ke Makam Bung Karno yang merupakan suatu kebanggan bagi masyarakat Blitar Raya.


Usai ziarah ke Makam Bung Karno, rombongan menuju gerai vaksinasi terpusat Kota Blitar di Gedung UM PGSD Jl. Ir Soekarno Kecamatan Kepanjenkidul yang menyiapkan 1.200 dosis sinovac untuk masyarakat Blitar. Dilanjutkan Wakapolda Jawa Timur menuju Gerai Vaksin Presisi Polres Blitar Kota di Gedung Graha Patria yang menyiapkan 1.000 dosis sinovac guna meninjau pelaksanaan vaksinasi covid-19 yang sedang berlangsung.  


Dalam kunjungan dan pemantauan jalannya vaksinasi, Wakapolda Jawa Timur Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo selalu menyempatkan untuk berinteraksi dengan petugas dan peserta vaksin agar selalu menjaga kesehatan meskipun sudah disuntik vaksin. Peninjauan tersebut dilakukan mulai dari tahap pendaftaran, pemeriksaan kondisi kesehatan (screening), penyuntikan vaksin, hingga observasi dan pemberian sertifikat vaksin. 

 

"Bagi Masyarakat yang telah di vaksin, tetap harus menjaga kesehatannya dan tetap menerapkan protokol kesehatan," pesan Wakapolda Jatim.

20/09/2021

Libatkan Sosok Gajah Mada dan Tribuana, Polresta Mojokerto Sosialisasikan Prokes

 



MOJOKERTO, merdekanews.id Bentuk Edukasi dan pencegahan Penyebaran covid-19, serta disiplin Prokes dalam rangka Ops Patuh Semeru 2021, Polresta Mojokerto menampilkan sosok Gajah Mada dan Tribuana Tunggadewi sosialisasikan prokes kepada pengendara lalu lintas, Senin (20/9/2021) pagi.


Usai Apel gelar Pasukan dan launching mobil masker, Kapolresta Mojokerto AKBP Rofiq Ripto menyampaikan dengan menggunakan icon Gajah Mada dan Tribuana Tunggadewi dalam mensosialisasikan pemakaian masker ditengah adapatasi kebiasaan baru.


“Kota Mojokerto sebagai pusat dari kerajaan Mojopahit yang terkenal dengan Gajah Mada dan Tribuana Tunggadewi, maka kami memakai icon tersebut dalam menyampaikan dan mengingatkan masyarakat agar selalu memakai masker,” terang AKBP Rofiq Ripto Himawan kepada media


Lebih lanjut, Kapolres mengatakan dalam operasi patuh Semeru yang dimulai tanggal 20 September hingga 03 Oktober 2021 mendatang mempunyai empat sasaran.


“Yakni segala bentuk kegiatan yang berpotensi menjadi kluster penyebaran Covid-19, masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan, masyarakat yang tidak disiplin dalam berlalu lintas dan terakhir adalah lokasi rawan macet, pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas,” Sebut Alumni AKPOl 2000


“Diharapkan melalui operasi patuh Semeru 2021, kita bisa meningkatkan disiplin prokes dan tertib berlalu lintas dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 serta mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran dalam berlalu lintas 

Berjalan dari lapangan Apel menuju Jl Bhayangkara, Kapolresta Mojokerto didampingi Gajah Mada dan Tribuana Tunggadewi membagikan masker, bingkisan snack dan paket obat-obatan kepada pengendara yang tertib berlalu lintas


Sebagai Koordinator kegiatan ini, Kasatlantas AKP Heru Sudjio Budi Santoso menyampaikan pihaknya membagikan 250 masker, hand sanitizer, probiotik, dan Snack kepada masyarakat.


“Hari ini total ada 250 masker yang kita bagikan. Selain itu juga kami bagikan probiotik dan bingkisan untuk anak-anak. Operasi patuh kali ini tetap kita fokuskan untuk antisipasi tentang pentingnya kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan,” Pungkas Kasat lantas(jekyridwan)

24/08/2019

Peringati HUT RI ke 74, Pemkab Jember Gelar Semaan Al Qur'an


Jember, Kabarejember.com
-----Semaan Al Qur’an setiap tahun digelar Pemerintah Kabupaten Jember guna memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Rutinitas ini berangkat dari keinginan terdalam Pemerintah Kabupaten Jember agar Jember menjadi kabupaten yang religius.

“Dari sanubari yang paling dalam, ingin sekali mengantarkan Jember menjadi kabupaten dan masyarakat yang religius,” kata Drs. KH. Abdul Muqit Arief.

Semaan Al Qur’an tahun ini digelar di halaman tengah kantor Pemkab Jember Jalan Sudarman, Sabtu, 24 Agustus 2019.

Kegiatan ini digelar bekerja sama dengan Majelis Semaan Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Gus Miek Jantiko Mantab Jember.

Sholat subuh berjamaah mengawali acara semaan tersebut. Bertindak sebagai imam yakni KH Syaifullah dari Kediri.

Lebih jauh pria yang menjabat Wakil Bupati Jember ini menjelaskan, masyarakat yang religius artinya masyarakat yang senantiasa mendekat kepada Allah, masyarakat yang dalam perjalanan hidupnya dan menjalankan tugasnya mendapatkan sinar Al Qur’an.

Wabup menyatakan sangat yakin dengan ridho dan karunia Allah SWT serta dengan barokah Al Qur’an, pembangunan di Kabupaten Jember tidak hanya bernuansa duniawi.

“Tetapi juga bernuansa ukhrowi. Syukur-syukur bisa menjadi amal yang kita harapkan tatkala kembali kehadirat Allah SWT,” tutur pria yang akrab dipanggil Kiai Muqit ini.

Tentang generasi qurani, Wabup mengungkapkan bahwa di Jember telah tumbuh dan berkembang para hafidz dan hafidzah. “Ini sesuatu yang membahagiakan kita semua,” ungkapnya.

Semakin banyak hafidz dan hafidzah di Jember ini, lanjut Wabup, maka akan semakin banyak generasi qurani yang akan mewarnai kehidupan masyarakat di Kabupaten Jember.

Tumbuh kembangnya penghafal Al Qur’an ini juga terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Klas II A Jember. Di tempat ini juga telah banyak warga binaan yang telah hafal Al Qur’an.

“Semoga hafalan-hafalan huffadz ini bisa berpengaruh untuk menghadirkan diri sebagai generasi qurani,” harapnya.

Dalam pembukaan semaan Al Qur’an itu hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Arismaya Parahita dan Kepala Bagian Bina Mental Bambang Saputro mendampingi Wabup. Tampak pula sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Jember ikut sholat subuh berjamaah.

Tidak ketinggalan adalah karyawan Pemkab Jember. Terlihat pula anggota TNI dan Polri dalam barisan sholat. (Mul/Mia/hms)

13/08/2019

Idul Adha Mengajarkan Sifat Ta’awun dan Tasamuh


Jember, Kabarejember.com
(12 Agustus 2019 ) ----Keluarga besar Universitas Jember merayakan Hari Raya Idul Adha dengan
menyelenggarakan sholat ied di Masjid Al Hikmah Kampus Tegalboto (11/8). Istimewanya,
bertindak selaku imam dan khotib pagi itu adalah Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember.

Dalam khotbahnya, Moh. Hasan menyampaikan bahwa Idul Adha mengjarkan kaum muslim
dua pelajaran penting, yakni sifat ta’awun dan tasamuh. Sifat ta’awun adalah sifat suka
menolong sesama tanpa membeda-bedakan latar belakang, sementara sifat tasamuh adalah
sifat toleran dan mau menerima perbedaan yang ada.

“Idul Adha mengajarkan kepada kita untuk melaksanakan perintah berkurban, seperti
yang telah dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Perintah ini mengajarkan kepada kita
semangat menolong kepada sesama. Dengan berkurban dan menolong sesama, maka pada
hakikatnya kita mendekatkan diri kepada-Nya. Perintah berkurban dengan hewan ternak
seharusnya dimaknai secara filosofis sebagai upaya berlatih menyembelih hawa nafsu, serta
praksis sosial membantu sesama,” jelas Moh. Hasan di hadapan jamaah sholat Idul Adha yang
terdiri dari dosen, karyawan, mahasiswa Universitas Jember dan masyarakat sekitar Kampus
Tegalboto.

Selanjutnya, Moh. Hasan mengajak hadirin untuk mengambil pelajaran kedua dari peringatan Idul Adha, yakni membentuk sifat tasamuh atau toleran. “Idul Adha juga dikenal sebagai Hari Raya Haji, karena saat ini jutaan ummat Islam tengah melaksanakan rukun Islam yang kelima. Mereka berasal dari suku bangsa, bahasa, budaya, bahkan madzhab yang berbeda, tetapi semuanya dapat menjalankan ibadah haji dengan damai tanpa mempermasalahkan perbedaan yang ada. Artinya Idul Adha juga mengajarkan kepada kita agar mau dan mampu melaksanakan toleransi dalam kehidupan nyata,” imbuhnya.

Sebelum menutup khotbahnya, Moh. Hasan mengajak para hadirin untuk menjadikan modal ta’awun dan tasamuh dari peringatan Idul Adha untuk mendukung pemerintah dalam mewujudkan pencapaian target Sustainability Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan yang berkelanjutan. Diantaranya tujuan untuk memerangi kemiskinan, kelaparan serta meningkatkan taraf ekonomi masyarakat.

“Dengan modal sifat tolong menolong, mari kita membantu sesama sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dan dengan menerapkan sifat toleran, maka kita turut menjaga Indonesia yang memiliki suku, bahasa, agama dn budaya yang beraneka ragam,” tutur Moh. Hasan.

Setelah sholat Idul Adha usai, Rektor Universitas Jember secara simbolis menerima bantuan 2 ekor sapi dari keluarga besar R. Soedjarwo, Bupati Jember saat Universitas Jember mulai berdiri. Penyerahan hewan kurban ini dilaksanakan oleh perwakilan keluarga besar R. Soedjarwo, Kol. drg. Rizal Rivandi, Sp.BM., kepada Moh. Hasan yang selanjutnya diserahkan kepada Abdul Majid, ketua takmir Masjid Al Hikmah.

“Untuk tahun ini takmir masjid Al Hikmah Universitas Jember menerima dan mengelola hewan kurban berupa 8 ekor sapi, dan 7 ekor kambing,” kata Abdul Majid. (mia/iim/hms)

29/07/2019

HM Syafiq Syauqi Nahkodai PW GP Ansor Jatim



Malang, Kabarejember.com
----HM. Syafiq Syauqi, akhirnya terpilih sebagai ketua Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur, dalam konferwil GP Ansor Jatim ke 14, di pondok pesantren Sabilur Rosyad Gasek malang, minggu(28/7/2019). Pria yang biasa dipanggil Gus Syafiq, mengungguli kedua kandidat lainnya, mantan ketua PLT GP Ansor Jatim, Muhammad Abit Umar Faruq dan Ahmad Ghufron siraj, ketua PC GP  Ansor, Bangkalan Madura.

    Dalam acara pemilihan yang dipimpin langsung  Kepala satuam Koordinator Nasional (Satkornas) Banser, Alfa Isnaini, ketiga kandidatnya memperoleh suara sebagai berikut. "Ghufron memperoleh 8 suara, Gus Abit Umar, memperoleh 277 suara, dan Gus Syafiq Syauqi memperoleh 405 suara. Karena itu, Gus Syafiq, ditetapkan sebagai calon terpilih ketua PW GP Ansor Jawa Timur, periode 2019-2023,"Jelas pria yang biasa dipanggil Alfa.

     Ketua PC GP Ansor Jember, HM. Ayub Junaidi, bersyukur Gus Syafiq terpilih sebagai ketua GP Ansor Jawa Timur. Sebab, sejak awal GP Ansor Jember, merekomendasikan Gus Syafiq menjadi calon GP Ansor, semoga kepemimpinan Ansor yang baru, bisa membawa Ansor yang lebih maju. Apalagi Ansor Jatim adalah Barometer Ansor di Indonesia.

      Sementara ketua PW GP Ansor terpilih/ HM Syafiq Syauqi menyatakan terima kasih dukungan dan kepercayaan Pimpinan Cabang dan pimpinan anak cabang GP Ansor SE Jawa Timur. Dia juga menegaskan semua kandidat dalam konferwil ini, akan dilibatkan untuk membangun Ansor ke depan yang lebih baik. Karena itu, setelah ia ditetapkan sebagai ketua terpilih, sudah dilibatkan dalam tim formatur, untuk menyusun struktur kepengurusan baru.

 "Langkah pertama pihaknya segera melakukan konsolidasi organisasi, termasuk juga membahas kepengurusan dirinya, sebagai ketua PC GP Ansor, Tuban, karena ada larangan rangkap jabatan,"kata Gus Syafiq, yang juga ketua GP Ansor Tuban ini. (mia/iza)

06/07/2019

73 Kafilah Ikut Seleksi Tahap II


Jember, kabarejember.com
Guna menghadapi Musabaqoh Tilawatul Quran  (MTQ) Provinsi Jawa Timur ke-28, Pemerintah Kabupaten Jember melaksanakan pembinaan dan seleksi kafilah tahap kedua.

"Ada 73 orang kafilah MTQ Kabupaten Jember," kata Bambang Saputro, SH, MSi di Aula Balai Diklat BKPSDM, Sabtu 06 Juli 2019.

Kepala Bagian Bina Mental Setda Kabupaten Jember ini menjelaskan, 73 orang tersebut merupakan hasil pembinaan dan seleksi yang digelar pada 2 - 3 Maret 2019 lalu. "Saat ini diselenggarakan seleksi kembali dan pembinaan tahap kedua," ujarnya.

Pada tahap ini, tambah dia, mereka akan mendapatkan pembinaan dari Dewan Hakim MTQ Kabupaten Jember dan dibantu oleh Dewan Pembina LPTQ Jawa Timur. Untuk sesi seleksi, lanjutnya, para kafilah akan disaring menjadi 48 orang. Mereka ini yang menjadi Kafilah MTQ Kabupataten Jember untuk mengikuti MTQ Provinsi Jawa Timur.

"Nanti akan diambil sebanyak 48 orang yang menjadi kafilah MTQ Kabupaten Jember, " terang Bambang.

Agar lebih matang, terang dia,  48 kafilah tersebut mendapatkan pembinaan lanjutan dari Dewan Hakim MTQ Kabupaten Jember dan Dewan Pembina LPTQ Jawa Timur. Agar lebih matang lagi dalam rangka persiapan nanti menyongsong pelaksanaan MTQ Jawa Timur.

Bambang mengungkapkan, Bupati dan Wakil Bupati Jember berharap pembinaan dan seleksi tahap kedua ini menghasilkan kafilah MTQ sebaik-baiknya. "Kami berupaya semaksimal  mungkin untuk mendapakan prestasi yang terbaik di even ini," tegas Bambang.

Terkait target, Bambang menyebut kaligrafi menjadi salah satu unggulan dari kafilah MTQ Kabupaten Jember. Sebab, setiap ada even tingkat Jawa Tmur, kafilah Jember setiap tahun selalu mendapatkan peringkat.

Sedangkan, Syaifullah Hudi mengatakan, pembinaan dan seleksi berlangsung selama dua hari, 6 - 7 Juli 2019. Pada hari pertama, semua kafilah akan mendapatkan pembinaan selama satu hari. Hari berikutnya merupakan sesi seleksi.

"Seleksi ini untuk mencari satu orang yang mewakili cabang perlombaan. Beberapa cabang sudah mengerucut satu orang.Hari ini murni pembinaan. Besok hari Minggu baru seleksi,"  pungkasnya. (Mul/Mia/hms)

23/06/2019

Cara Jihad NU Kencong, Gencarkan Dakwah di Media Sosial


Jember, Kabarejember.com
Merebaknya dakwah di media sosial yang berpotensi memecah belah umat, menjadi keresahan tersendiri bagi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong, Kabupaten Jember. Untuk itu, organisasi yang konsern menyebarkan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah ini bakal menempuh jihad baru, dakwah melalui media sosial. Ini guna mengimbangi konten-konten syiar yang bernada provokatif.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kencong Kiai Zainil Ghulam menegaskan, beredarnya syiar Islam radikal di media sosial, harus diimbangi dengan model dakwah yang lebih ramah. Hal ini agar umat memiliki rujukan tentang pemahaman agama yang sesuai dengan Islam di nusantara. Oleh karena itu, pihaknya menyerukan kepada seluruh pengurus maupun kader NU agar ikut menggunakan media sosial sebagai sarana dakwah.

“Media sosial bisa menjadi sarana efektif untuk berdakwah di zaman digital ini. Karena jejaring sosial di dunia maya tersebut dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat dengan latar belakang profesi dan usia yang beragam,” katanya, usai membuka agenda Rapat Kerja Cabang (Rakercab) di aula PCNU Kencong, Minggu (23/6/2019).

Selain itu, kata dia, melalui media sosial, dakwah juga bisa tersampaikan dengan mudah. Karena masyarakat bisa mengakses tanpa harus keluar rumah.  Bahkan, pihaknya juga telah menyusun strategi dakwah kekinian dengan kemasan yang kreatif. Semisal dengan menyajikan konten dakwah singkat melalui video, maupun tulisan dengan narasi yang lebih mengena dan mudah dicerna masyarakat.

Dengan demikian, masyarakat bisa mendapatkan siraman rohani keislaman atau bertanya tentang hal keagamaan secara langsung, kapan pun dan di manapun. “Di era digital, perkembangan teknologi luar biasa pesat. Jadi jangan sampai dakwah melalui media sosial didominasi oleh kelompok non aswaja maupun kaum radikal,” jelasnya.

Secara spesifik, PCNU Kencong juga telah merumuskan strategi dakwah itu melalui program kerja. Utamanya, di lembaga NU yang berhubungan dengan penyiaran dan dakwah. Seperti Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN), Lembaga Takmir Masjid (LTM), Lembaga Dakwah NU, Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI), serta LP Ma’arif.

“Organisasi badan otomon NU, seperti Muslimat, Fatayat, GP Ansor, IPNU, dan IPPNU juga dilibatkan. Sehingga tidak hanya konten, sasaebih beragam yang mencakup semua usia,” paparnya.

Sementara itu, Rais Syuriah PCNU Kencong Kiai Achmad Laiq Athoillah menilai, manfaat positif teknologi ini harus dimanfaatkan sebagai sarana syiar Islam yang rahmatan lil alamin. Dia juga berpendapat, sudah saatnya ulama-ulama dan kiai NU mengikuti perkembangan zaman dengan berdakwah menggunakan media sosial. “Menurut saya, sudah saat NU Kencong menyasar media sosial sebagai ladang dakwah. Apalagi NU merupakan gudangnya ulama yang kompeten,” tandasnya. (Mia/hms)

02/06/2019

Cara Kapolres Ucapkan Duka Untuk Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono



Lumajang, kabarejember.com
(02/06/2019)---Bumi pertiwi tanah air Indonesia sedang berkabung. Istri Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ani Yudhoyono wafat setelah menjalani perawatan di National University Hospital (NUH) Singapura. Hari ini jenazah Ani Yudhono dimakamkan di TMP Kalibata.

Ani Yudhoyono menjalani perawatan di Singapura karena kanker darah yang dideritanya, SBY selalu berada di sisi kekasih hatinya itu. Hingga akhirnya Ani berpulang pada Sabtu (1/6/2019) pukul 11.50 waktu Singapura.

Almarhumah Ibu Ani Yudhoyono sebagai pribadi maupun sebagai ibu negara telah banyak memberikan kebaikan dan sumbangsih untuk bangsa Indonesia. Berbagai kiprahnya selama menjabat ibu negara ikut serta menyukseskan pembangunan Indonesia, khususnya di bidang sosial, pendidikan dan kesehatan.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengungkapkan, dirinya ingat program RUMAH PINTAR yang digagas beliau. Ribuan rumah pintar dibangun di setiap daerah dengan partisipasi masyarakat dan swasta. Rumah pintar berisi buku-buku dan sarana belajar bagi anak-anak sekitar. Tujuan Almarhumah, ingin meningkatkan pendidikan anak Indonesia. dimanapun berada setiap anak Indonesia bisa belajar dan mendapatkan pendidikan yang layak.

"Kiprah beliau dibidang pendidikan, sosial dan kesehatan bisa dijadikan pelajaran maupun teladan, khususnya bagi para wanita Indonesia,” paparnya.

Di Bulan Ramadhan yang mulia ini, kata dia, dirinya mengajak semua masyarakat menyisipkan doa kepada Ibu Ani Yudhoyono.  "Saya secara pribadi dan atas nama Polres Lumajang turut mendoakan agar segala amal baik Almarhumah di dunia diterima dan Arwah beliau mendapatkan tempat terbaik sisi Allah SWT," pungkas Arsal. (Suatman)

10/05/2019

HPN Jadi Momentum Bagi Insan Pendidikan



Jember, Kaje  
Taushiyah ini Peringatan Hari Pendidikan Nasional  (HPN) hendaknya menjadi momentum bagi insan pendidikan untuk terus menggelorakan semangat belajar seumur hidup (long life education). Pasalnya tuntutan kehidupan di masa depan makin kompleks akibat perubahan di berbagai sisi kehidupan yang makin sering terjadi. 

Oleh karena itu perlu semangat belajar seumur hidup dan daya adaptasi agar sukses mengatasi segala rintangan. Ajakan ini disampaikan Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember saat memberikan sambutan dalam rangka upacara Hari Pendidikan Nasional di lapangan upacara Kampus Tegalboto yang dihadiri unsur pimpinan, dosen, karyawan dan mahasiswa (2/5).

Moh. Hasan lantas berharap agar segenap keluarga besar Universitas Jember memahami kembali arti kata edukasi yang berasal dari bahasa Latin educare.“Kata educare secara harfiah berarti mengeluarkan, jadi edukasi secara filsafat maksudnya usaha mengeluarkan seseorang dari kondisi tidak mengerti menjadi mengerti. Itulah tugas mulia insan pendidikan seperti perguruan tinggi untuk menyiapkan generasi penerus yang mampu membangun bangsa ini. Ingat, ada korelasi antara semakin banyak warga yang mengenyam pendidikan tinggi dengan berhasilnya pembangunan yang dilakukan,” tutur Moh. Hasan.

Khusus untuk mahasiswa, Rektor berharap agar memanfaatkan kesempatan menuntut ilmu di bangku perguruan tinggi dengan sebaik-baiknya. “Harus bersyukur bisa kuliah sebab masih ada anak bangsa yang belum merasakan belajar di kampus dengan beragam penyebab. Salah satu bentuk kesyukuran tadi dengan giat belajar dan berprestasi di bidang akademik maupun non akademik. 
 Universitas Jember terus berusaha menyiapkan sarana, prasarana dan fasilitas bagi pengembangan mahasiswa, tinggal sekarang bagaimana Anda akan memanfaatkan fasilitas tadi atau tidak,” imbuh Moh. Hasan. Dirinya lantas menyebutkan beberapa prestasi yang telah diraih oleh mahasiswa Kampus Tegalboto, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan ini, Rektor Universitas Jember mewakili pemerintah memberikan penghargaan Satya Lencana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Universitas Jember yang telah bekerja melaksanakan tugas selama 10, 20 dan 30 tahun. 

Kali ini terdapat 36 orang penerima Satya Lencana Karya Satya 10 tahun, 32 orang untuk masa kerja 20 tahun dan 49 orang ASN menerima Satya Lencana Karya Satya 30 tahun. Moh. Hasan juga menyerahkan piagam penghargaan dan uang pembinaan bagi peraih juara dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Universitas Jember 2019. Juara pertama diraih oleh Meida Cahyaning Putri dari Fakultas teknologi Pertanian, disusul Rizky A. Salsabila dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, dan Afifah Dwi Lestari dari FISIP. (mia/iza//iim/hms) 

05/05/2019

Wabup Serahkan 43 Al Qur an Digital Braille



Lumajang, KaJe
( 05 Mei 2019 -)-- Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., (Bunda Indah) Menyerahkan  bantuan kepada penyandang disabilitas berupa 43 mushaf Alqur'an Digital Index Braille di Panti PKK Kab. Lumajang, Ahad (05/05/19) pagi.

Bunda Indah mengungkapkan, bahwa, bantuan tersebut, berasal dari Pemerintah Kuwait yang disalurkan melalui Yayasan Baitul Al Khairiyah Bandung.

Pada Alqur'an Digital Braille tersebut ada alat bantu untuk lebih memudahkan penggunaannya, disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan para penyandang disabiltas Tunanetra, sehingga lebih sempurna daripada yang konvesional.

Bunda Indah mengatakan, bahwa, untuk menguasai pemembacaan digital braille,  penyandang disabilitas Tunanetra harus faham terlebih dahulu membaca huruf braille.

"Untuk bisa membaca melalui digital braille, saratnya harus bisa membaca huruf braille," jelasnya.

Mushaf alquran digital Braille juga memiliki sebuah alat menyerupai pena. Saat disentuhkan ke pada mishaf Alquran Braille sesuai dengan ke inginan pengguna, Alquran itu dengan cepat akan menyajikan apa yang diinginkan oleh penggunanya. Contohnya, jika dia hendak mendengarkan ayat di surah tertentu, dia cukup menyentuhkan pulpen itu kepada bagian ayat Alquran.

Untuk itu, Pemerintah Kab. Lumjang akan memfasilitasi  tempat belajar terhadap penyandang disabilitas. Hal ini bertujuan agar penyandang disabilitas cepat menghafal Alqur'an digital braille.

"Dinas sosial akan menyiapkan tempat pembelajaran, nanti," ujarnya.

"Pemerintah akan terus suport, mudah - mudahan teman - teman bisa menggunakan mushaf Alqur'an Digital Brailler," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Bunda Indah  memberikan semangat kepada Penyandang disabilitas. Dikatakan, bahwa,  sejatinya manusia bukanlah makhluk yang sempurna. Ia berharap kepada penyandang disabilitas di Kabupaten Lumajang untuk tidak berkecil hati dan tetap bersemangat memaksimalkan potensi yang dimiliki.

“Kita semua  belajar dari kelemahan kita masing - masing, karena kesempurnaan itu hanya milik Allah,” pungkasnya. (Suatman)

11/04/2019

Majelis Sholawat Sebagai Sarana Informasi




Jember, KaJe
Program beasiswa yang dicanangkan Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR sudah berjalan beberapa tahap telah direalisasi. Namun, informasi program tersebut belum banyak diketahui warga yang tinggal di pelosok Jember. Karena itu, Faida berharap majelis sholawat bisa dijadikan sarana untuk  memperoleh informasi.
"Di Jember sudah begitu banyak beasiswa, tapi yang di pelosok belum tentu dapat informasi. Itulah gunanya majelis ini."
Itulah sepenggal kalimat yang disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam majelis sholawat di Pendapa Wahya Wibawa Graha, Rabu malam, 10 April 2019.
Sholawatan bersama ribuan muslimat itu dikemas dalam Jember Bersholawat. Sholawatan ini terangkai dengan Wisata Religi.
Wisata religi sendiri merupakan perjalanan ke masjid-masjid yang menjadi ikon wisata di Jember kota. Seperti Masjid Cheng Hoo, Raudatul Muchlisin, dan Al Baitul Amin. Serta ziarah di makam KH Muhammad Shiddiq.
Peserta wisata religi dan sholawatan itu merupakan warga Jember yang bertempat tinggal di pelosok desa. Mereka ini jarang ke kota, apalagi masuk ke pendopo.
Informasi soal pembangunan pun sangat terbatas bagi mereka. Sementara di sholawatan, mereka mendapatkan penjelasan langsung dari bupati.
Seperti beasiswa. Pemerintah telah memrogramkan beasiswa bagi anak dalam keluarga miskin, para tahfidz, anak yatim piatu, anak takmir masjid, anak kader posyandu, dan anak tukang becak.
Beasiswa menjadi salah satu program yang termasuk dalam kelompok Jember Maju Iptek dan Imtaq. Pada tahun lalu, Pemerintah Kabupaten Jember telah memberikan sekitar 13.000 beasiswa untuk anak SD, SMP, SMA
Beasiswa itu terutama untuk  anak yatim piatu, karena sudah ada peraturan bupati yang menegaskan seluruh anak yatim piatu di Jember berhak mendapatkan beasiswa sampai ke perguruan tinggi.
"Beasiswa juga dibagikan kepada sekitar 7000 mahasiswa asal Jember, yang kuliah di Jember dan di seluruh Indonesia maupun luar negeri, baik swasta maupun negeri," imbuh orang nomor satu di Jember ini.
"Tahun lalu ada 23 anak tukang becak yang kuliah di perguruan tinggi dan telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember. Penghasilan bapaknya cuma 500 ribu setiap bulan," ungkap bupati.
Baru-baru ini pemerintah telah mewawancarai sekitar 3.500 mahasiswa yang menjadi calon penerima beasiswa. Beasiswa juga telah diberikan kepada sekitar 10.500 anak yatim piatu.
Dari jumlah tersebut, ternyata masih belum banyak yang terdaftar. Karena itu, bupati menyampaikan masih bisa mengusulkan data penerima beasiswa.
"Ini haknya anak-anak. Kalau ada yang belum didaftarkan, segera daftarkan, karena ini haknya anak-anak," bupati.
Karena itu, bupati menitipkan kepada jamaah yang hadir untuk membantu tetangganya agar anaknya tidak putus sekolah akibat tidak punya biaya.
Gunanya majelis ini, selain bersholawat bersama, supaya jamaah yang hadir bisa membantu masyarakat lainnya," ujar bupati. (mul/mia/hms)

08/04/2019

Wabup Didaulat Sebagai Penceramah

Jember, KaJe
Menjadi penceramah ternyata tidak bisa lepas dari diri Drs. KH Abdul Muqit Arief. Seperti yang terjadi di Dusun Grobyog, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jumat malam, 5 April 2019.
Pria yang sudah menjadi Wakil Bupati Jember ini didaulat memberi tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Grobyog Bersholawat. Penceramah tunggal.
Biasanya, saya cuma memberi sambutan saja. Tapi ini diminta ceramah juga, katanya diikuti tertawa kecil.
Dalam kesempatan itu, wabup pun menyampaikan dua topik. Pertama terkait kewajiban memilih pemimpin. Kedua terkait sholat.
Topik pertama dilatar belakangi situasi saat ini yang menjelang pemungutan suara tanggal 17 April 2109.
Pengasuh pondok pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini menyatakan, memilih dalam pemilu bukan hanya menjadi program pemerintah maupun KPU saja.
Sebab, dalam ajaran agama ada  anjuran untuk memilih pemimpin. Bukankah kalau kita berjalan dua orang, kita dianjurkan untuk memilih siapa yang menjadi pemimpinnya, ujarnya.
Apalagi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk lebih 240 juta, imbuh wabup.
Wabup juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang tetap aman menjelang pemungutan suara. Panasnya hanya di medsos. Alhamdulillah, di tengah-tengah masyarakat tetap tentram, tuturnya.
Untuk lebih mempererat rasa persaudaraan itu, wabup mengajak semua pihak menjadikan masjid sebagai tempat perekat ukhuwah islamiyah.
Wabup meminta masjid tidak menjadi tempat politik praktis. Jangan menghilangkan fungsi masjid yang telah kita usahakan bersama, ungkapnya.
Pada topik kedua tentang sholat. Wabup mengungkapkan, dari sekian kewajiban yang dibebankan di pundak manusia, sholat merupakan kewajiban asasi.
Tugas kita hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah SWT, ujarnya dengan menyitir sebuah ayat dalam Al Quran.
Pun demikian dengan amal. Dari sekian amal perbuatan yang dilakukan di dunia, amal yang ditanyakan di akhirat adalah sholat.
Sebagai kewajiban asasi, sholat harus sudah dikenalkan kepada anak saat usia menginjak tujuh tahun. Pada usia sepuluh tahun, orang tua harus mempertegas kewajiban menjalankan sholat untuk anak-anaknya.

Terkait anak-anak yang menjalankan sholat, wabup berpesan khusus kepada takmir masjid dan jamaah agar tidak berlaku keras ketika mereka ramai dalam sholat berjamaah di masjid.
Kalau kita keras kepada mereka, di benak mereka akan tertanam bahwa masjid bukan tempat yang menyenangkan untuk didatangi, tuturnya.
Untuk menghindari kekerasan itu, wabup menyarankan untuk melayani anak-anak yang sedang belajar menjalankan sholat tersebut.
Bikin mereka senang di masjid. Kalau bisa diberi manisan agar senang datang ke masjid untuk sholat berjamaah, ujar wabup.
[18.55, 6/4/2019] Wrw Mul Prestsi: Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief mengukuhkan Majelis Pembimbing Ranting, Lembaga Pemeriksa Keuangan (LPK), dan Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Patrang periode 2018-2023.
Prosesi itu berlangsung di pendopo Kecamatan Patrang, Sabtu 06 April 2019. "Kami sangat berharap, pengukuhan ini nanti dilanjutkan dengan kegiatan yang sesuai dengan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga di kepramukaan," pesan wabup.
Gerakan yang akrab dengan dunia kepemudaan ini akan mendampingi para pemuda di Kabupaten Jember melalui Pramuka. Salah satunya meneguhkan rasa nasionalisme dan rasa cinta tanah air.
"Kami juga akan melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka penyiapan generasi muda sebagai calon pemimpin yang akan datang, imbuhnya.
Kepemimpinan pengurus Pramuka di Kecamatan Patrang yang baru dikukuhkan, menurut wabup, akan bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan generasi muda.
Lingkungan pemuda saat ini juga perlu mendapat perhatian. Zaman sekarang terjadi pergeseran nilai, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Karena itu, Pramuka harus tampil menarik bagi pemuda zaman sekarang. Kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan harus disesuaikan dengan perkembangan yang ada, jangan sampai perkembangan yang sudah sedemikian cepat tapi ternyata kegiatannya yang dulu-dulu saja," ujarnya.
Kepada pengurus yang baru, Wabup berpesan supaya menjalankan organisasi denan akuntabel dan transparan, sehingga tidak menjadi fitnah di kemudian hari.
"Peran kakak-kakak pengurus akan menjadi panutan bagi generasi muda, sehingga transparansi dan akuntabel yang benar dapat menular kepada generasi muda," ujar wabup.

06/04/2019

Wabup Muqit Didaulat Jadi Penceramah



Jember, KaJe
Menjadi penceramah ternyata tidak bisa lepas dari diri Drs. KH Abdul Muqit Arief. Seperti yang terjadi di Dusun Grobyog, Desa Tanjungrejo, Kecamatan Wuluhan, Jumat malam, 5 April 2019.
Pria yang sudah menjadi Wakil Bupati Jember ini didaulat memberi tausyiah dalam acara Tabligh Akbar Grobyog Bersholawat. Penceramah tunggal.
Biasanya, saya cuma memberi sambutan saja. Tapi ini diminta ceramah juga, katanya diikuti tertawa kecil.
Dalam kesempatan itu, wabup pun menyampaikan dua topik. Pertama terkait kewajiban memilih pemimpin. Kedua terkait sholat.
Topik pertama dilatar belakangi situasi saat ini yang menjelang pemungutan suara tanggal 17 April 2109.
Pengasuh pondok pesantren Al Falah Kecamatan Silo ini menyatakan, memilih dalam pemilu bukan hanya menjadi program pemerintah maupun KPU saja.
Sebab, dalam ajaran agama ada  anjuran untuk memilih pemimpin. Bukankah kalau kita berjalan dua orang, kita dianjurkan untuk memilih siapa yang menjadi pemimpinnya, ujarnya.
Apalagi Indonesia yang besar dengan jumlah penduduk lebih 240 juta, imbuh wabup.
Wabup juga menyampaikan rasa syukurnya atas situasi yang tetap aman menjelang pemungutan suara. Panasnya hanya di medsos. Alhamdulillah, di tengah-tengah masyarakat tetap tentram, tuturnya.
Untuk lebih mempererat rasa persaudaraan itu, wabup mengajak semua pihak menjadikan masjid sebagai tempat perekat ukhuwah islamiyah.
Wabup meminta masjid tidak menjadi tempat politik praktis. Jangan menghilangkan fungsi masjid yang telah kita usahakan bersama, ungkapnya.
Pada topik kedua tentang sholat. Wabup mengungkapkan, dari sekian kewajiban yang dibebankan di pundak manusia, sholat merupakan kewajiban asasi.
Tugas kita hidup di dunia ini untuk beribadah kepada Allah SWT, ujarnya dengan menyitir sebuah ayat dalam Al Quran.
Pun demikian dengan amal. Dari sekian amal perbuatan yang dilakukan di dunia, amal yang ditanyakan di akhirat adalah sholat.
Sebagai kewajiban asasi, sholat harus sudah dikenalkan kepada anak saat usia menginjak tujuh tahun. Pada usia sepuluh tahun, orang tua harus mempertegas kewajiban menjalankan sholat untuk anak-anaknya.

Terkait anak-anak yang menjalankan sholat, wabup berpesan khusus kepada takmir masjid dan jamaah agar tidak berlaku keras ketika mereka ramai dalam sholat berjamaah di masjid.
Kalau kita keras kepada mereka, di benak mereka akan tertanam bahwa masjid bukan tempat yang menyenangkan untuk didatangi, tuturnya.
Untuk menghindari kekerasan itu, wabup menyarankan untuk melayani anak-anak yang sedang belajar menjalankan sholat tersebut.
Bikin mereka senang di masjid. Kalau bisa diberi manisan agar senang datang ke masjid untuk sholat berjamaah,"ujar wabup. (Mia/Mul/fra/hms)

05/04/2019

Bupati Thoriq Pastikan Lumajang Berantas Kemaksiatan



Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, H. Thoriqul Haq. M. ML., menyatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memberantas tempat - tempat maksiat yang berada di Wilayah Kab. Lumajang. Hal itu ditegaskan Bupati usai melaksanakan Sholat Jum'at di Masjid Nurul Huda, Desa Jatimulyo. Kecamatan Kunir, Jum'at (05/4/19).

Cak Thoriq yang telah 6 bulan lebih semenjak dilantik sebagai Bupati bersama Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M. Si., ingin memastikan tidak ada tempat - tempat maksiat lagi  yang ada di Kab. Lumajang.

Menurutnya, tempat tempat maksiat dapat mengganggu dan merusak masa depan anak - anak.

Untuk itu, pihaknya akan terus berupaya semakaimal mungkin untuk memberantas tempat maksiat. "Sebagai orang yang memiliki kekuasaan mengambil kebijakan, saya ingin memastikan Kabupaten Lumajang jauh dari kemaksiatan," tandasnya.

Di sisi lain, Cak Thoriq menyampaikan, bahwa, Safari  jum'at merupakan salah satu bentuk jemput bola informasi yang kerab dihadapi oleh masyarakat secara langsung.  Cak Thoriq membuka pintu seluas - luasnya kepada masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi maupun keluhan kepadanya.

"Agenda buleh nekah, alengleng teap jum'at, dialog bersama masyarakat," ujarnya dalam bahasa madura.

Pada kesempatan itu, Cak Thoriq menegaskan,   pihaknya telah merealisasikan beberapa program, seperti persalinan gratis, SPP gratis dan Seragam wajib gratis, honor insentif guru ngaji serta bantuan rukun kematian.  (suatman)

02/04/2019

Bupati Sinau Bareng Cak Nun


Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M. ML., turut menghadiri acara "Sinau Bareng MH. Ainun Najib (Cak Nun) dan Kiai Kanjeng" di Lapangan Desa Gesang, Kecamatan Tempeh, Senin (1/3/2019) malam.

Sinau Bareng Cak Nun (MH. Ainun Najib) itu, kebanyakan  dihadiri kalangan muda yang datang tidak hanya dari Kabupaten Lumajang, tetapi juga jama'ah "Makiyah" dari banyak wilayah di sekitar Kabupaten Lumajang, seperti Jember, Banyuwangi, Probolinggo, Pasuruan, Malang dan beberapa wilayah lainnya.

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Lumajang atas kebersamaan, sehingga tercipta situasi yang damai. "Matur suwun masyarakat  Lumajang, kita semua damai, ga gontok-gontokan.  Apapun perbedaan, Lumajang harus tetap aman," ujarnya.

"Saya menyadari, bahwa pemerintah bukan apa-apa tanpa masyarakat. Malam ini saya sangat bangga karena mendapatkan informasi, ide dan gagasan. Kami akan bawa pembelajaran ini dalam melaksanakan pemerintahan di Kabupaten Lumajang," tambahnya.

Bupati berjanji akan menyelesaikan satu persatu persoalan yang ada di Kabupaten Lumajang. Bupati akan bersinergi dengan seluruh elemen pemerintahan untuk menciptakan kestabilan sosial dan keamanan untuk masyarakat. Data Polres Lumajang , menunjukkan,  bahwa saat ini,  tingkat pencurian sapi sudah menurun.

Sementara itu, dalam ceramahnya, Cak Nun memberikan semangat kepada generasi muda agar memiliki kepribadian yang dapat memberikan ketenangan, bersemangat dalam hidup, dan memiliki kasih sayang teehadap sesama.

Salah satu pesan Cak Nun kepada para jamaah, agar tetap mencari ilmu dengan ilmu yang benar.

 "Kumpulkan ilmu sebesar-besarnya, sebenar- benarnya, saling menasehati dengan benar dan dengan sabar," pungkasnya. (suatman)

31/03/2019

Santri Tempuh Pendidikan di Pesantren Untuk Perdalam Ilmu Pengetahuan Agama

Jember, KaJe
Seorang santri menempuh pendidikan di pesantren untuk memperdalam ilmu pengetahuan tentang agama memiliki tujuan agar bermanfaat bagi masyarakat.
Itu disampaikan oleh Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief saat berbicara di depan santri Ponpes Assuniyah Kencong yang menjalani imtihan, Minggu, 31 Maret 2019.
Menjadi santri untuk menuntut ilmu agama bukan untuk kepentingan diri sendiri, kata wabup. Jika untuk diri sendiri, makan cukup ilmu membaca AL Quran dan sholat.
Santri menempuh pengetahuan siyasah, muamalah, dan lainnya bertujuan agar bermanfaat bagi masyarakat luas.
Para santri yang sekarang memperdalam ilmu pengetahuan agama dan pengetahuan lainnya, pada saatnya nanti pasti kembali ke masyarakat.
Nah, ketika kembali itulah, diharapkan para santri menjadi figur-figur yang memberikan warna kesantrian, islam yang rahmatan lil alamin, ujar wabup.
Bermanfaat ini menjadi tujuan utama. Menjadi pengusaha, menjadi pejabat, maupun menjalani profesi lain, lanjut wabup, merupakan alat untuk mendapatkan ridho Allah SWT. (mia/mul/bbg/hms)

Peletakan Batu Pertama Pembangunan Mushola Oleh Bupati Faida


Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan peletakan batu pertama pembangunan musholla Ponpes Al-Hikmah, Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, Jember, Sabtu malam, 30 Maret 2019.
Acara dilanjutkan dengan pengguntingan pita sekaligus penandatanganan prasasti menandai diresmikannya gedung SMP Unggulan Al-Hikmah.
"Saya mendukung adanya SMP Unggulan Al-Hikmah, sebagai lanjutan sekolah dari anak-anak SD unggulan agar tidak putus prestasi unggulannya," ujar bupati.
Bupati berpesan, perjuangan mendirikan mushollah dan sekolah terus dilanjutkan dengan gotong royong semua pihak.
Sebagai bagian dari gotong royong, bupati berjanji membantu mengisi ruang gedung sekolah agar segera bisa ditempati.
Agar segera bisa beroperasi, bupati meminta pengurus pondok segera melengkapi surat izin operasionalnya agar segera bisa menjadi SMP unggulan kebanggaan masyarakat.
Atas keberhasilan perjuangan mendirikan sekolah, bupati menyampaikan rasa salutnya kepada Lembaga Maarif NU yang konsisten berjuang di jalur pendidikan.
"Konsistensi dan perjuangannya di jalur pendidikan luar biasa. Tidak menunggu sampai lengkap sempurna, tidak menunggu luasnya sampai berhektar hektar, tetapi perjuangan segera dimulai untuk bermanfaat bagi masyarakat," ungkapnya.
Dalam kesempatan itu bupati menjelaskan program pemerintah di dunia pendidikan. Diantaranya asuransi untuk guru TPQ dan TPA. Tahun ini akan dituntaskan insentif untuk para guru raudatul atfal (RA ) se-Kabupaten Jember.
Agar mencapai tujuan program tersebut, bupati titip pesan kepada pengasuh pondok, ustadzah, dan para kiay yang hadir di acara tersebut untuk memotivasi masyarakat agar anak-anak lebih semangat belajar.
Program lainnya yaitu beasiswa sampai ke perguruan tinggi untuk hafidz dan hafidzah yang hafal Al-Qur'an minimal satu juz. Keluarga tahfidz itu juga dijamin asuransi kesehatan, sebagai dukungan pemerintah bagi keluarga yang mendidik anak menjadi penghafal Al Quran.
Pengasuh Ponpes Al Hikmah H.M Junaidi mengucapkan terimakasih kepada Bupati Jember yang telah hadir dan meletakkan batu pertama pembangunan mushollah serta peresmian gedung sekolah
"Memang Bupati Faida ini adalah bupati yang sangat peduli terhadap kegiatan masyarakat Jember, utamanya di bidang pendidikan,"  ujarnya.
Ia menjelaskan, Yayasan Dakwah dan Sosial Al Hikmah merupakan yayasan kecil yang merangkak dari awal berdiri pada tahun 2001.
Semula hanya ada pendidikan non formal. Adanya tempat nyantri biasa untuk mengaji, katanya. Kemudian berdiri Taman Pendidikan Al Qur'an. Dengan berjalannya waktu, sampai saat ini bisa membangun gedung di Al-Hikmah lebih banyak lagi," tuturnya. (mia/mul/ded/hms)

19/03/2019

Bupati Faida Siap Beri Bantuan Modal Bagi 1000 Muslimat dan NU


Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. mengungkapkan siap memberikan bantuan permodalan kepada 1.000 orang anggota Muslimat dan Fatayat NU.
Ini disampaikan bupati ketika menghadiri peringatan Hari Lahir Muslimat NU Cabang Kencong, Minggu, 17 Maret 2019, di Alun-alun Puger.
Muslimat NU Cabang Kencong menggelar peringatan Harlah ke-73 di Alun-alun Kencong, dihadiri ribuan jamaah muslimat.
Menurut bupati, usia musliat ini berada di masa kejayaan dengan target menjadi mandiri, sejahtera, dan bermanfaat untuk semuanya.
"Karena targetnya muslimat mandiri dan sejahtera, maka pada Harlah ini, bupati memberikan hadiah, melalui pengurus cabang sampai ke ranting supaya memberdayakan anggotanya," kata bupati.
Hadiah itu berupa bantuan permodalan yang sangat ringan, tidak perlu jaminan. Bantuan kerjasama pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember agar ibu-ibu muslimat bisa mandiri dari sisi ekonomi.
Dalam ekonomi mandiri,  muslimat bisa mengupayakan berbagai usaha. Mulai dari kerudung, bakso, dan lainnya. Semua permodalan akan dibantu.
Untuk mendapatkan bantuan ini, pengurus mendata anggotanya yang memerlukan bantuan.
"Tidak usah bingung mau usaha apa, modalnya berapa, cukup ada KTP nanti ada yang memferivikasi," jelasnya.
Bupati meminta kepada pengurus di setiap Kecamatan untuk bekerjasama. Bupati berharap ada 500 orang muslimat dan 500 orang dari fatayat. Sehingga setiap kecamatan terdapat 1.000 orang mendapatkan bantuan permodalan ini.
Dalam peringatan Harlah ke-73 Muslimat NU Cabang Kencong ini juga digelar deklarasi anti hoax. Acara ini dihadiri Ketua PC Muslimat Kencong Hj. Ririn Idayati, Rois Syuriah PC NU Kencong KH Ahmad Laiq Atoqila, dan Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Hj. Masruro Wahid, M.Si. (Mia/ars/ags/hms)

11/03/2019

Bupati Thoriq Bangga Kepada Para Hafizd Al Qur'an

Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., meresmikan gedung
Taam Quba dan Markas Qur'an Zan Jabil Yayasan Bahrusysyifa, Bagusari Lumajang, Ahad (10/3/2019).

Peresmian tersebut berbarengan dengan Wisuda Perdana Hafidz Qur'an 30 Juz Ma'had Tahfidul Qur'an Yayasan Bahrusysyifa.

Dalam sambutannya, Bupati mengaku bersyukur adanya bahrusysyfa yang saat ini konsisten mendidik qur'an di tengah tantangan kondisi masyarakat yang kompleks.                       
"Saya merasa bersyukur di Kabupaten Lumajang ada bahrusysyfa yang betul-betul nyata melakukan pendidikan quran, yang hari ini tantangannya tidak mudah," ungkapnya.

Bupati mengaku bangga dengan para wisudawan hafidz quran yang telah berikhtiar dan membaktikan dirinya menghafal Al Qur'an.

Menurutnya, dengan menghafal Al Qur'an, IQ sesorang akan lebih baik dalam menerima pendidikan ilmu lainnya dengan mudah.

Sementara  itu, Mudir Ma'had Tafidzul Qur'an Bahrusysyfa' Lumajang, Ustad Imron Rosyadi, S.Pd., melaporkan selama perintisan di tahun 2014 sampai saat ini, santri Bahrusysyfa semakin bertambah khususnya untuk taman asuh anak (taam qubah). Untuk taam qubah anak-anak ditargetkan sudah hafal 1 juz.
Di sisi lain, saat ini angkatan pertama yang akan diwisuda sejumlah 26 hafidz.

Ketua Yayasan Bahrusysyfa Lumajang, Imam Suryadi, Mengucapkan terima kasih kepada para donatur sehingga dapat melaksanakan kegiatan dan pembangunan ma'had.                             
Ia berharap para wisudawan hafidz bisa memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan utama agama islam. "Mudah-mudahan para wisudawan bisa mengamalkan ilmunya untuk kepentingan agama Allah," ujarnya.(Suatman)