02/04/2020

Satgas Pencegahan Covid -19 Desa Kerpangan Gerak Cepat

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Penanganan cepat dan tepat itulah yang dilakukan
Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Desa Kerpangan Kecamatan Leces Kab Probolinggo Kamis 02 April 2020 mendatangi beberapa warganya yang pulang kerja atau merantau dari luar pulau.
 
kedatangan beberapa warga desa kerpangan  yang pulang dari perantaunnya memang harus di seterilkan, dengan cara yang sudah kami lakukan pada warga kami  yang termasuk ODR ,
 diantaranya yang sudah kami lakukan bersama tim yaitu penyemprotan Hand Sanitrzer serta pemeriksaan  kesehatannya, 
dengan secara  langsung kami  mendatangi  rumah orang orang yang terpapar Zona merah "tuturnya Misnanto Kades Kerpangan.

Orang Dalam Resiko(ODR) sebanyak 21 KK (Kartu Keluarga) yang terpapar di Zona red. di antaranya berada di 4 dusun yaitu Dusun Kerajan,Paras,Masjid dan Kerpangan Selatan sudah di tangani langsung kerumahnya oleh tim kesehatan Desa , dan hasilnya dari 21 KK dalam keadaan sehat serta normal semua.

 orang dalam resiko
Selalu dalam pantauan Satgas Pencegahan Penyebaran Covid-19 Desa Kerpangan  .dalam 14 hari kedepan kami akan selalu mendatangi dan  memeriksa kesehatannya. Ucap A.Lusy Ariani sebagai Bidan Desa Kerpangan pada awak Media Kabare Jember MH.

Selanjutnya agar lebih terjaga  kesehatannya orang dalam resiko, 
kades Misnanto menghimbau juga pada masyarakat  Kerpangan agar tidak banyak berhubungan dengan orang luar kalau tidak begitu penting,  selain itu juga jaga kebersihan serta olah raga dalam ruangan terbuka yang tersentuh langsung oleh sinar matahari di atas jam 9 pagi lakukan secara rutin minimal 15 menit tiap harinya.(M.H)

Solidaritas paguyuban jeep PATRA BROMO ditengah pandemi covid .19


PROBOLINGGO.| Kabareprobolinggo.com 
-- Sukapura-Maraknya pandemi corona virus covid 19 di beberapa daerah dan beberapa  negara juga berdampak pada perekonomian  di wilayah  Bromo ini di rasakan oleh para pelaku wisata baik para pedagang kaki lima warung ataupun jasa angkutan wisata. 

Selama pandemi covid 19 kawasan wisata Bromo memang  ditutup demi keselamatan  bersama, para pengais rejeki di kawasan Bromo juga libur mereka juga menyadari dan mematuhi apa yang jadi anjuran dan himbauan pemerintah  setempat. 

Tapi mereka  tidah patah semangat  mereka selalu mendukung kebijakan pemerintah demi kebaikan bersama. 

Seperti hari ini kamis(2/4) walaupun sudah sepi dan jeep tidak beroperasional kami paguyuban  jeep Patra juga peduli pada lingkungan, dan membantu pemerintah agar pandemi ini segera berakhir. 
Gus Hanz  yang merupakan ketua paguyuban Patra jeep Bromo mengatakan kepada media  kami bersama teman teman mempunyai misi agar lingkungan kami dan akses jalan menuju kawasan wisata Bromo steril atau bebas dari covid 19. Kegiatan ini dapat berlangsung atas inisiatif dan keprihatinan teman- teman terhadap situasi dan kondisi bangsa saat ini, dan kegiatan ini anggarannya bersumber murni dari swadaya teman-teman dan sebagian dari donatur. 

Kami bersama  teman melakukan  penyemprotan  disinfektan di jalan jalan protokol menuju wisata Bromo dimulai dari Tempat mangkal kami Rest area Lawang Bromo  Desa Ngepung Kecamatan  Sukapura start dari Rest area Lawang Bromo lalu menuju Desa Wringinanom wilayah Kecamatan  Kuripan serta Desa Boto Kecamatan Lumbang  titik terakhir yaitu Balai desa Boto yang kebetulan diterima dan disambut langsung oleh kades Budi Santoso yang notabene merupakan anggota PATRA sebelum beliau terpilih sebagai kades.

Selain jalan  protokol, tempat ibadah serta kantor Desa dan fasilitas umum lainnya juga kami semprot  disinfektan, sembari berkonvoi menggunakan kendaraan yang merupakan ciri khas kami yaitu Jeep. Gus Han sendiri juga berharap  agar teman teman pelaku wisata bersabar atas pandemi ini, dan melalui giat bakti sosial ini kami ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa kita tidak perlu panik dan harus saling bahu membahu membantu pemerintah agar virus covid 19 ini terputus mata rantai penyebarannya dan hilang dari bumi Indonesia tercinta ini.Tentunya apabila kondisi ini kembali pulih seperti sediakala, kita akan lebih fokus bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga tercinta dan kita bisa melayani wisatawan yang akan berlibur ke Bromo pungkasnya."(MH)

Penanganan Covid-19 di Station Kereta Api Jember Terkesan Setengah Hati


Jember, Kabarejember.com 
-- Berbagai upaya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Jember dalam rangka pencegahan meluasnya Covid-19, upaya Pemkab Jember yang didukung oleh TNI-Polri ini turut melibatkan Ulama dan seluruh elemen masyarakat.

Bahkan, dalam pertemuan yang baru saja di gelar oleh Pemkab Jember yang turut dihadiri Dandim 0824/Jember Letkol Inf. Laode M Nurdin bersama awak media turut meminta semua pihak berpartisipasi dalam upaya pencegahan agar Kabuoaten Jember segera bersih dari Corona Virus Desease 19(Covid-19)

Salah satu yang menjadi sorotan awak media adalah upaya pencegahan yang dilakukan di Station Kereta Api di Kabupaten Jember seperti apa penangananya.

Sampai hari ini,Tanggal 01/04/2020 pintu keluar atau kedatangan penumpang Station Kereta Api di Jember tidak ada pemeriksaan atau langkah Langkah pencegahan yang maksimal.

Bupati Jember dr. Hj Faida saat ditanyakan hal tersebut menyampaikan "ya untuk Station Kereta Api Jember hari ini kita akan melakukan pengechekan," tuturnya.

Dari apa yang disampaikan Bupati, wartawan Bidik News langsung meluncur ke lokasi dan melihat langsung seperti apa kondisi dilapangan.

Terlihat di pintu masuk atau pemberangkatan penumpang adanya hand sanitezer,tempat cuci tangan dan pengechekan suhu oleh petugas,namun di pintu keluar tidak ada sama sekali SOP seperti yang diberlakukan di pintu masuk atau pemberangkatan.

Ketika hal tersebut di tanyakan kepada Kepala Station Kereta Api Jember Herjiyanto menyampaikan " ya sesuai dengan petunjuk Pemkab Jember kita sudah melaksanakan SOP penjegahan Covid-19 dengan melakukan pengechekan suhu, menyediakan tempat cuci tangan dan Hand Saniteser yang dilakukan pertengan bulan Maret kemarin.

Ketika ditanyakan bagaimana dengan pintu keluar atau kedatangan penumpang ?. "Ya kalau pintu kedatangan atau pintu keluar Station Jember ini baru saja di survey oleh Tim Pemkab Jember," jelasnya.

Pandemi Covid-19 yang turut melandan Kabupaten Jember dan telah meletakkan Jember menjadi salah satu Kabupaten berstatus Zona Merah dikarnakan ada 2 orang yang positiv Covid-19 tentu harus menjadi kewaspadaan kita bersama dengan meningkatkan upaya pencegahan. (Lilik) 

dr. Faida : Menetap di Rumah, Cara Terbaik Lawan Covid-19



Jember, Kabarejember.com 
-- Menyikapi perkembangan terkini penanganan Corona Virus Desease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember, Bupati Jember dr. Hj Faida MMR dan Dandim 0824/Jember Letkol Inf. Laode M Nurdin Rabu, 01/04/2020 bertempat di Pendopo Wahyawibawagraha menggelar Pres Conferance terkait perkembangan penanganan Covid-19.

Selain para awak media,hadir sama dalam kegiatan tersebut plt. Kepala BPBD Kabupaten Jember M. Satuki, Kepala Dinas Infokom, Gatot Triono, Kepala Disperindag Kabupaten Jember, Slamet Sugianto dan beberapa istansi terkait.

Secara menyeluruh, Bupati  menyampaikan perkembangan terkini penanganan Covid-19 dan berbagai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah yang didukung penuh oleh TNI-Polri.

Satu persatu bupati sampaikan berkaitan apa saja yang sudah dilakukan bagi mencegah meluasnya Covid-19 dan berbagai kebijakan yang kadang berlawanan dengan kehendak masyarakat,namun demi kepentingan banyak orang kebijakan tersebut diambil yang terkadang harus melibatkan pihak keamanan dalam waktu-waktu tertentu.

Sementara itu Letkol Inf. Laode M Nurdin mengajak kepada awak media membangun rasa optimis di lingkungan masyarakat dalam menghadapi Pandemi Covid 19 di Kabupaten  Jember.

Sebelum memberikan waktu bagi awak media bertanya,bupati mengajak para awak media bersama-sama,bahu membahu dan berperan aktif dalam memberikan informasi yang positif kepada  masyarakat.

Kesempatan bertanya yang diberikan oleh Bupati tidak di sia-siakan oleh rakan-rakan media untuk menanyakan langsung persoalan-persoalan yang menjadi temuan atau keluhan masyarakat dan berbagai isu yang berkembang saat ini.

Mulai soal penanganan Covid-19, dampak ekonomi terhadap masyarakat dan upaya Pemkab Jember dalam menanganinya. Tidak hanya itu, persoalan pedangang kecil yang terlilit hutang Bank harian atau Bank titil juga menjadi pertanyaan.

Masih lanjut pertanyaan dari Rakan Media, adanya Pasien yang PDP yang di katakan sembuh, apakah bisa diwawancarai oleh awak media sebagai bahan edukasi kepada masyarakat juga menjadi pertanyaan,dan terakhir berkaitan dengan station Kereta api seperti apa langkah pemkab Jember dalam mengantisipasi kedatangan penumpang dari berbagai daerah.

Satu persatu pertanyaan dari rakan media di jawab oleh bupati,namun sebelum menjawab semua pertanyaan tersebut, bupati menyimpulkan "Dari sekian banyak pertanyaan ini satu kesimpulan yang disampaikan oleh Bupati " Diam di rumah karna itu penyelesaian yang terbaik," jelas Bupati.

"Kalau kita bisa melakukan pengetatan,pasti keadaan ini lebih cepat teratasi,namun kita lihat masih ada saja masyarakat yang bandel sehingga terkadang kita meminta bantuan pihak keamanan," tuturnya.

Setelah itu dengan gamblang Bupati Jember menjawab satu persatu setiap pertanyaan dari awak media, dan di akhir sesi soal jawab tersebut Ndan Laode mengajak kepada rakan wartawan untuk mewujudkan rasa optimis di masyarakat dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi. (Lilik)

01/04/2020

Satgas Kasiyan Timur Aktif Cegah Covid 19


Jember, Kabarejember.com 
 --- Waspada terhadap Covid 19 merebak di wilayahnya, Satgas pencegahan  penyebaran Covid 19 desa Kasiyan Timur Kecamatan Puger aktif lakukan sosialisasi dan penyemprotan desinfektan ke semua sekolah, masjid, dan rumah-rumah warga. Sudah sepuluh hari kegiatan ini dilakukan tanpa mengenal lelah dengan melibatkan semua elemen pemerintahan desa dan masyarakat.

Semua unsur pemerintahan desa, mulai dari Kepala Desa beserta perangkat desa, Babinsa, Babinkamtibmas, RT/RW, tim medis, dan dibantu masyarakat secara bergiliran melakukan penyemprotan sesuai dengan jadwal yang telah disusun. Kepala Desa Kasiyan Timur, Hariyanto mengatakan, kegiatan penyemprotan Desinfektan secara serentak dan bersama-sama ini, merupakan bentuk  kepedulian Pemerintah Desa dalam memerangi virus Corona.

Selain penyemprotan Desinfektan, Tim Satgas Covid-19 yang terdiri dari unsur Muspika di tambah Bidan Desa, bertugas melakukan himbauan kepada Masyarakat agar melakukan Sosial Distancing atau jaga jarak aman sesuai anjuran pemerintah.

Selain itu, Tim satgas Covid-19 Desa Kepanjen juga bertugas mendata dan memantau pendatang atau warga yang baru bepergian merantau keluar Kota atau Luar Negeri.
“RT/RW selaku petugas terdepan diharapkan segera melaporkan apabila ada warganya yang baru datang dari luar kota terutama yang berasal dari zona merah. Selanjutnya tim medis akan mendatangi ke rumah masing-masing untuk diperiksa kesehatannya."ujarnya.   

Hariyanto berharap kerja Tim Satgas Covid-19 Desa Kasiyan Timur mendapat dukungan penuh  dari masyarakat, karena tanpa partisipasi aktif masyarakat usaha kita tidak akan maksimal hasilnya. 
“Semoga wabah covid 19 segera diangkat Allah dari bumi nusantara tercinta ini, sehingga kondisi kembali normal dan perekonomian membaik lagi."katanya. (her)

Masuk Kantor Pusat UNEJ Wajib Dites Suhu Tubuh



Jember, Kabarejember.com 
(1 April 2020) --- Sebagai upaya mengantisipasi pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan Universitas Jember melakukan antisipasi tambahan dengan  pemeriksaan suhu tubuh. Bagi seluruh karyawan ataupun tamu yang hendak masuk kantor pusat harus melalui pintu pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermometer gun.
“Semua karyawan mulai dari pimpinan maupun staf serta tamu yang masuk ke Kantor Pusat harus melalui pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui jika ada karyawan yang menunjukkan gejala sakit dan tidak,” demikian yang disampaikan oleh Rokhmad Hidayanto Kepala Subbagian Humas Universitas Jember, (1/4). Dia menambahkan “ Dibeberapa unit kerja juga sudah melakukan hal yang sama dengan yang dlakukan di Kantor Pusat” 
Menurut pria yang akrab disapa Didung ini, saat ini Universitas Jember tidak hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh saja. Namun lebih dari itu Universitas Jember juga melibatkan Pusat Layanan Kesehatan LP2M  (UMC)
“Jika terdapat karyawan yang terindikasi demam tinggi, maka mereka difasilitasi untuk diperiksa oleh tenaga medis yang ada di UMC. Bagaimana tindakan selanjutnya itu adalah kewenangan UMC,” imbuhnya.
Selain dilakukan pemeriksaan suhu tubuh karyawan juga dihimbau agar membiasakan diri dengan hidup sehat, salah satunya selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan di beberapa sudut ruangan atau sabun yang disediakan di wastafel sebelum memasuki ruang kerja masing-masing.
“Setelah melakukan presensi maka para karyawan diminta kesadaran masing-masing untuk menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer sengaja kami sediakan dan kami pasang bersebelahan dengan mesin presensi elektronik. Sementara sabun untuk cuci tangan juga kami siapkan di setiap wastafel yang ada,” pungkas Didung. (Mia/lilik/hms) 

Pemohon SIM Baru dan Perpanjangan Diliburkan Mulai 31 Maret - Batas yang Tidak Ditentukan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com
-- Upaya untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Disease (COVID-19), mulai 31 Maret 2020 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo menutup sementara pelayanan SIM di Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) Polres Probolinggo.

Penutupan sementara ini disampaikan Satlantas Polres Probolinggo jauh-jauh hari sebelumnya ditempel di pintu gerbang Satpas Polres Probolinggo dan disebar di media-media sosial.

“Mulai hari ini (31 Maret 2020), pelayanan SIM di Satpas Polres Probolinggo diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” kata Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo.

Sigit menegaskan, penutupan sementara pelayanan SIM ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan himbauan untuk menerapkan social distansing (menjaga jarak aman).

“Penutupan sementara layanan SIM ini berlaku serentak di seluruh Polres jajaran Polda Jawa Timur. Dengan adanya penutupan sementara ini, tidak ada lagi pelayanan SIM, baik yang memperpanjang maupun pemohon baru,” tegasnya.

Menurut Sigit, bagi pemilik SIM yang habis masa berlakunya mulai tanggal 17 Maret 2020 atau selama penutupan pelayanan dapat memperpanjang setelah situasi dinyatakan normal kembali.

“Penutupan sementara layanan SIM ini untuk mengantisipasi dini atau memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang semakin hari perlu mendapatkan perhatian yang serius,” pungkasnya. (MH)