04/04/2020

Pohon di Jalan Desa Kerpangan Dirapikan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
---Setelah kemaren Tim Satgas pencegahan penyebaran Covid-19 Desa Kerpangan Leces Kab Probolinggo mengadakan pemotongan kayu di jalan jalan desa yang  menyebabkan lembabnya lingkungan hingga sinar matahari tidak mormal di area lingkungan warga, 04 April 2020..
 Tim tidak berhenti di situ saja namun tim terus bergerak cepat  dengan maksud dan tujuan memberikan yang terbaik pada warga serta warga bisa merasakan  ketenangan dan tidak panik  dengan adanya wabah Covod-19 atau Virus Corona.

dibuktikan dengan sikap  tegas serta tindakan yang tepat tim Satgas pencegahan penyabaran Covid-19 desa kerpangan meliputi 4 pilar  di antaranya Pemrintah Desa , Babinsa ,Babinkamtibmas beserta Bidan Desa yang tidak pernah merasa lelah untuk melindungi warganya dari wabah Covid-19, dengan cara menyemprotkan Distinfektan ke rumah rumah warga dan itu  sudah di lakukan beberapa kalinya.

Menurut Kades Misnanto yang menjadi  sasaran penyemprotan Distinfektan tidak hanya tertuju di rumah rumah warga di enam dusun, melainkan meliputi Masjid ,Musolla, Sekolahan Dasar, Madrasah ibtida'iya ,Madrasah Senawiyah dan Aliyah dan beberapa pondok juga tidak luput dari sasaran pencegahan pemutusan mata rantai Vovid-19  yang ada di desa Kerpangan.
Mengingat di Ponpes yang ada di Desa Kerpangan banyak yang dari luar kota dan kabupaten.

 kegiatan penyemprotan Distinfektan, warga desa sangat mendukung dan rupanya warga senang rumahnya di datangi petugas Satgas Pencegahan penyebaran Covid-19 ,
Warga sangat berterima kasih karna  begitu besar perhatiannya kepala desa bersama Timnya untuk melindungi warganya dari wabah Covid-19.

di samping penyemprotan Distinfektan tim satgas  pencegah penyebaran Covid-19 mengunjungi pula 21 Orang dalam Resiko (ODR) yang pulang dari zona Red,
menurut Tim yang menangani langsung ODR ke 21 Kartu Keluarga(KK)  A.Lusi Ariyani , mereka masih keadaan Sehat serta suhu dalam tubuhnya normal .
namun mereka ODR tetap dalam pengawasan kami bersama Tim yang di ketuai langsung kepala Desa yaitu bapak Misnanto, " ujarnya saat di hubungi fia seluler.

Kepala Desa Kerpangan Misnanto "menghimbau pula pada warganya agar selalu menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan dari kelembaban dan bau menyengat  yang menyebabkan  lingkungan warga kurang  sehat. (M.H)

Mayat Diketemukan Tergeletak di Pantai Pancer


Jember, Kabarejember.com 
-- Mayat seorang nelayan bernama Siran(61), nelayan, penduduk desa Puger Wetan kecamatan Puger diketemukan  tergeletak di pinggir pantai Pancer Puger pada Sabtu (04/04/2020) sekitar jam 06.00 wib. Diduga korban terjatuh dari atas perahunya saat pulang dari mencari ikan di laut.

Menurut keterangan saksi mata, Nur Ahmad Jupri(45) warga desa Puger Wetan yang setiap harinya tinggal di parkiran pantai wisata Pancer, sekitar jam 06.00 wib, Nur Ahmad di beritahu oleh seorang pengendara sepeda yang sedang berolahraga di pantai, bahwa ada mayat tergeletak di pinggir pantai.

Mendengar berita itu saksi masih belum yakin dan meminta pengendara sepeda untuk melapor ke polsek Puger. Selang tidak lama kemudian datang tiga pemuda mendatangi Nur Ahmad mengatakan ada mayat tergeletak di pantai.

Selanjutnya mereka berempat mendatangi lokasi adanya mayat. Saat diketemukan mayat dalam keadaan telentang kaku, hanya memakai kaos warna biru. Terdapat luka pada pelipis mata kanannya dan bagian kepalanya berdarah.

Karena takut terseret ombak kembali, keempatnya berinisiatif mengangkat mayat korban. Dengan menggunakan tas plastik (kresek) untuk membungkus tangan, mereka berempat mengangkat mayat korban sekitar 15 m dari bibir pantai. "Sebenarnya pada saat mengangkat mayat saya takut karena sekarang kan musimnya corona, tapi karena moral kemanusiaan akhirnya kami sepakat mengangkatnya."ujarnya.

Selang sekitar 5 menit kemudian petugas kepolisian sektor Puger datang dan mengevakuasi mayat ke rumah sakit patrang.

Kapolsek Puger, AKP Ribut Budiono kepada kabarejember.com membenarkan adanya penemuan mayat. Setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi TKP untuk olah TKP dan melakukan segera evakuasi. "Korban sudah kami kirimkan ke RS Soebandi Jember dan keluarga korban sedang merapat ke Jember untuk mengambil jenazahnya." ujarnya. (her)

Polsek Puger Rutin Olah Raga Hadapi Covid 19



Jember, kabarejember.com
 -- Menjaga stamina tubuh yang prima dan menjaga kesehatan merupakan salah satu modal  untuk memerangi pandemi covid 19. Untuk itu anggota kepolisian sektor Puger rutin melakukan olah raga di bawah terik matahari setelah melaksanakan apel pagi.

Hasil pantauan kabarejember.com ,  Kepolisian sektor Puger sebelum melakukan aktifitas dan tugas dalam kegiatan sebagai satgas pencegahan penyebaran covid 19 di kecamatan Puger,  melakukan olah raga pada Jumat pagi (03/04/2020).

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Puger, AKP Ribut Budiono diawali apel pagi. Dalam apel Ribut menyampaikan supaya semua anggota selalu menjaga kebersihan, selalu memakai masker. "Wajib mencuci tangan dan masuk bilik sterilisasi bagi semua anggota ataupun tamu sebelum memasuki mapolsek Puger." katanya tegas.

Selain itu Ribut juga memerintahkan supaya anggota membubarkan kerumunan massa  dalam bentuk kegiatan apapun secara humanis. Mengutamakan pencegahan dan pendekatan kepada masyarakat supaya tidak berkerumun, himbauan lebih baik di rumah dan selalu menjaga jarak minimal 1 m apabila terpaksa beraktifitas di luar rumah.

Usai melaksanakan apel pagi, selanjutnya seluruh anggota olah raga bawah sinar matahari pagi.  Dimulai dengan senam ringan hingga melakukan push up. 

Olah raga berlangsung sekitar 20 menit, kemudian dilanjutkan istirahat. Di sela istirahat anggota mendapatkan telur rebus dan kacang hijau untuk mengembalikan kebugaran dan menjaga stamina agar terhindar dari virus corona. (her)

Asimilasi 44 Narapidana Warga Binaan Lapas ll B Lumajang Hirup Udara Bebas



Lumajang,  Kabarejember.com
--- 44 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas II B, Jalan Alun-Alun Timur Lumajang, bisa menghirup udara bebas lebih awal, Jumat (3/4/2020). Mereka mendapatkan kebijakan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), terkait proses asimilasi dilakukan di rumah masing-masing, karena merebaknya wabah Corona. Meski begitu narapidana inj tetap mendapat pengawasan dari lembaga hukum.
Hadir dalam proses pemulangan para narapidana yang mendapat asimilasi, Kapolres Lumajang, AKBP Adewira Negara Siregar. Data lapas menyebutkan dari 44 penghuni yang mendapat asimilasi, 36 diantaranya adalah warga Lumajang dan sisanya adalah berasal dari luar kota.

AKBP Adewira Negara Siregar berpesan, semasa menjalani asimilasi tidak boleh berkeliaran di luar selama 14 hari. Hal itu untuk menhindari terjangkitnya virus Corona yang kini mulai menjalar ke wilayah Lumajang

Sebagai langkah pengawasan, para napi yang akan pulang sore itu diwajibkan mengisi blanko data diri, alamat lengkap serta mengisi surat pernyataan kesanggupan untuk tidak keluar rumah selama batas waktu yang telah ditentukan
“Bagi para narapidana yang melanggar surat pernyataan tersebut, akan kami tangkap untuk kami kembalikan ke LP lagi,” tegas Adewira.
Sebagai langkah pengawasan, Polres Lumajang juga akan bekerjasama dengan polsek jajaran dan menugaskan petugas Babinkamtibmas bekerjasama dengan Babinsa di desa untuk mengawasi keberadaan para napi yang mendapat asimilasi tersebut. “Setiap hari akan kami lakukan pemantauan,” tehasnya
Sementara itu, Kalapas Kelas II B Lumajang, Agus Wahono, menjelaskan, asimilasi diberikan kepada para napi yang sudah menjalani lebih dari separuh masa hukuman atau lebih. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendataan dan pengajuan kepada para napi yang akan mendapat asimilasi.
“Sebetulnya bukan hari ini saja kita mengasimilasi penghuni lapas. Kemarin ada hari Minggu ada 5 kemudian besoknya 4, hari ini ada 44 dan kemungkinan besok ada 3 tahanan lagi yang akan kami asimilasi.,”terang Agus Wahono.
Asimilasi tehadap tahanan atau penghuni lapas tersebut, sesuai dengan Permendagri.
Dimana, para tahanan yang sudah menjalani lebih separuh atau sepertiga dari masa hukuman bisa mengajukan asimilasi. Saat ini, di lapas Lumajang ada sekitar 164 yang mengajukan asimilasi dan masih terus diajukan hingga peraturan ini tidak berlaku lagi.
“Asimilasi ini tidak berlaku bagi tahanan diatas 5 tahun. Seperti, tanahan Narkoba, koruptor dan teroris,” pungkasnya. (Atman )

Tim Medis Tak Kunjung Hadir di Stasiun Kereta Api Jember




Jember, Kabarejember.com 
--- Setelah survey yang dilakukan Pemkab Jember Pada Senin 01/04/2020 di Station Kereta Api Jember, sampai hari ini Jum'at 03/04/2020 pintu keluar Stasiun Jember tidak kunjung ada petugas medis.

Mengutip pernyataan Kepala Station Kereta Api Jember Herjiyanto saat ditemui media pada Rabu, 01/04/2020 di ruang kerjanya menyatakan bahwa baru saja pihak Pemkab Jember melakukan survey.

Hal tersebut menjawab pertanyaan media berkaitan seperti apa langkah pihak Stasiun Kereta api dalam upaya pencegahan Covid-19 di pintu keluar para penumpang yang datang dari berbagai daerah seperti yang dilakukan di 5 jalur darat pintu masuk ke Jember.

Pantauan wartawan sejak tadi malam hingga siang tadi tim medis tidak ada yang stanby di posko secrening stasiun Jember, hanya rekan dari Polsek dan koramil Patrang saja yang stanby sehingga tidak ada pemeriksaan sama sekali untuk penumpang yang tiba di stasiun Jember.

Kedatangan KA Probowangi dari Surabaya dengan jumlah 76 penumpang  yang turun di stasiun Jember bebas tanpa adanya pemeriksaan, bahkan ketibaan penumpang KA Mutiara Timur yang turun di stasiun Jember siang tadi juga tidak ada pemeriksaan.

Kondisi ini tentunya sangat memprihatinkan banyak pihak, begitu banyak penumpang yang datang dari berbagai daerah bebas masuk ke Jember tampa adanya pemeriksaan seperti yang dilakukan di 5 pintu masuk ke Kabupaten Jember.z

Hasil pantauan terakhir sampai kedatangan KA Tawang Alun jam 20:30 Wib dari kota Malang turut amblas tampa adanya satupun tim medis yang stanby.  (Lililk)

03/04/2020

Satgas Covid 19 Kec. Jombang Periksa Pengendara Yang Melintas



Jember, Kabarejember.com --- Satgas pencegahan penyebaran Covid 19 kecamatan Jombang melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap setiap pengendara   roda dua maupun roda empat yang melintas depan posko pemeriksaan kesehatan Covid 19 yang lokasinya di depan Mapolsek Jombang pada Jumat (03/04/2020).

Para pengendara diperiksa satu persatu suhu badannya oleh tim medis Puskesmas Cakru. Apabila suhu badannya kurang dari 38°C maka akan dipasang gelang berwarna kuning untuk mengetahui bahwa  orang  tersebut dalam pemantauan (ODP). Namun apabila ternyata suhunya melebihi 38°C  dan mempunyai keluhan gejala batuk, pilek maupun gangguan pernafasan, maka akan ditandai dengan gelang merah yang masuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP). 

Dalam kegiatan tersebut  tim medis dibantu oleh petugas  dari Polsek Jombang, Polsek Gumukmas, Polsek Kencong, koramil Jombang, satpol PP dan dinas perhubungan. Selain melakukan pemeriksaan kesehatan, satgas covid 19 juga melakukan sosialisasi tentang virus corona, cara penularannya, gejalanya dan bagaimana cara pencegahan penyebaran covid 19.

Tenaga medis dari puskesmas Cakru, Vera menerangkan bahwa masyarakat harus selalu menjaga kebersihan, sesering mungkin mencuci tangan dengan sabun , menghindari kerumunan, melakukan social distancing dengan jarak minimum 1 m, dan membatasi aktifitas di luar rumah. "Apabila ada masyarakat yang merasakan kondisi badannya kurang sehat ataupun mempunyai gejala-gejala yang diduga terpapar maka kami himbau secepatnya mendatangi puskesmas terdekat untuk melakukan pemeriksaan. Pencegahan penyebaran corona (covid 19) akan berhasil apabila masyarakat secara sadar mematuhi himbauan pemerintah." ujar Vera. (her)

Lakalantas Maut, Dua Orang Tewas di Jalur Pantura


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
-- Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merengut dua pengendara kendaraan bermotor di Jalur Pantura Probolinggo pada jum’at (03/04) pagi, tepatnya di Desa Curahsawo, Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo. Lakalantas ini menyebabkan 1 orang luka – luka dan 2 orang meninggal dunia.

Informasi yang diperoleh media ini, kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.00 WIB melibatkan kendaraan sepeda motor bernopol N 3425 QE yang dikendarai Misnadi (49) warga Gending Kabupaten Probolinggo dengan mobil Avansa yang bernomor polisi P 495 E yang dikemudikan Abdullah (29) warga Besuk Kabupaten Probolinggo.

Kecelakaan berawal saat kedua kendaraan tersebut sama  sama melaju dari arah barat ke timur, sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pengendara motor mengurangi kecepatannya karena ada kendaraan truck tidak dikenal mau berhenti, kemudian pengendara motor ambil haluan ke jalur kanan sehingga tertabrak mobil avansa yang berjalan searah dibelakangnya.

Dalam peristiwa itu 1 orang pengendara motor mengalami luka luka dan 2 orang yang dibonceng yaitu Rahemi (43) meninggal di  RS Wonolangan Dringu Kabupaten Probolinggo, dan Abil (8) meninggal di lokasi kejadian, korban merupakan warga Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.

Petugas dari Satlantas Polres Probolinggo telah menangani kejadian ini dan mengevakuasi para korban yang terlibat kecelakaan. (MH)