22/02/2021

Tangkal Kejahatan Siber, Kapolda Jatim Terima Audiensi Provider Seluler

 



Surabaya ,Merdekanews.net ---- Dalam rangka menangkal kejahatan Siber yang marak melalui provider, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menerima audiensi dari perwakilan pimpinan Provider Seluler. Diikuti oleh perwakilan Pimpinan Provider XL, 3, dan Indosat. Kegiatan berada di di Lobby Tribrata Lt.II, Polda Jatim, Senin pagi, 22 Pebruari 2021. 


Hadir dalam kegiatan tersebut Dirintelkam Polda Jatim, Dirreskrimum Polda Jatim, Dirreskrimsus Polda Jatim, Perwakilan Provider XL, Perwakilan Provider Indosat dan Perwakilan Provider 3


Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menuturkan, kami menerima audiensi dengan untuk menjaga hubungan baik dengan Perwakilan Pimpinan Provider XL, 3, dan Indosat di Mapolda Jatim.


"Kami juga sampaikan, bahwa Provider seluler akan memperkuat Sinergitas dengan Polda Jatim serta Polda Jatim siap bersinergi dan siap membantu Provider seluler dalam Koordinasi dan Komunikasi kedepannya, " tuturnya. Senin (22/02/2021)


Kegiatan berlangsung dalam keadaan tertib dan lancar serta tetap mematuhi protokol kesehatan. ( misdi)

Wujud Negara Hadir, Personel TNI-Polri Dikerahkan Bantu Korban Banjir

JAKARTA,Merdekanews.net --- - Personel TNI-Polri telah dikerahkan ke setiap titik-titik wilayah yang mengalami kebanjiran dalam dua hari belakangan ini. Mereka ditugaskan untuk membantu para warga yang menjadi korban dari peristiwa tersebut. 


"Pastinya ribuan personel TNI-Polri sudah dikerahkan untuk membantu para warga yang mengalami kebanjiran," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Jakarta, Minggu (21/2/2021).


Menurut Argo, personel TNI-Polri itu melakukan perbantuan evakuasi warga, membuat posko dan dapur darurat, sekaligus melakukan pengawasan penerapan standar protokol kesehatan di kala banjir menerjang.


Argo menekankan, dikerahkannya personel TNI-Polri untuk membantu warga merupakan wujud implementasi bahwa Negara hadir di saat warganya membutuhkan bantuan.


"Personel TNI-Polri merupakan cerminan dari hadirnya Negara dalam membantu para warga yang menjadi korban banjir," ujar Argo.


Personel TNI-Polri diketahui langsung turun membantu warga yang kebanjiran disejumlah titik. Salah satunya di kawasan Cipinang Melayu, Jakarta Timur. Mereka mengerahkan perahu karet, membuat posko darurat dan membantu evaluasi warga yang mengungsi.


Sementara itu, polisi juga melakukan evakuasi dan bantuan ke wilayah Kabupaten Bekasi yang terdampak tanggul Sungai Citarum yang jebol. Diantaranya, Kampung Babakan Banten, Desa Sumber Urip, Pebayuran, Kabupaten Bekasi. 


Adapun yang terdampak banjir  Desa Karang Segar dan Desa Karang Harja. Total Kepala Keluarga (KK) yang terdampak 6.000 dengan ketinggian air 1.5 meter.


Lalu, Kampung Biyombong di Desa Pantai bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Yang terdampak banjir  Desa Pantai Harapan Jaya, Desa Jaya Sakti, Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Sederhana, Desa Pantai Mekar. 

Jumlah keseluruhan kepala keluarga yang terdampak 5.094 dengan ketinggian air 1.5 meter.


Selain itu, karena banjir terjadi di tengah Pandemi virus corona, tim pemulasaran jenazah Covid-19 juga tetap bekerja untuk memberikan pelayanan maksimal. 


Walaupun di tengah bencana, tim menerjang air banjir menggunakan perahu karet, meyusuri gang sempit untuk pemulasaraan jenazah korban virus Corona. (misdi) 

.

Anggota Polres Nganjuk Berikan Bantuan Trauma Healing Korban Tanah Longsor

 



NGANJUK,Merdekanews.net ---- Anggota Polres Nganjuk memberikan bantuan trauma healing bagi korban tanah longsor khususnya bagi anak-anak di posko pengungsian gedung SDN Ngetos III di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.


Kegiatan ini dilakukan untuk membantu mengembalikan trauma bagi korban tanah longsor. Yang dilaksanakan pada hari Rabu 17 Februari 2021.


Dari kegiatan ini anggota Polres Nganjuk mendatangi keluarga korban dan mendengarkan keluh kesah mereka. Selain itu, anggota polres nganjuk juga melakukan maping korban tanah longsor, yang berjumlah 139 orang dengan rincian. Bayi sebanyak tiga orang, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dewasa 55 orang dan lansia sebanyak 34 orang.


"Saat ini anggota Polri khususnya Polres Nganjuk membantu masyarakat korban tanah longsor untuk memberikan trauma healing. Hal ini untuk mengembalikan trauma bagi warga disana," kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu (21/2/2021) siang.


"Anggota juga melakukan maping korban tanah longsor yang saat ini total masyarakat yang ada di posko pengungsian total ada 139 orang," tambahnya.


Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, para pengungsi ini juga dilakukan Rapid Tes. Hasilnya, 17 orang reaktif, saat dilanjutkan untuk proses selanjutnya dengan Swab Tes, hasilnya satu orang ditemukan Positif, dan lima orang hasilnya belum keluar.


Sedangkan bagi pengungsi yang reaktif ditempatkan di gedung terpisah dengan warga yang negatif.


"Untuk mereka yang positif saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit, sedangkan mereka yang reaktif tidak dicampur dengan yang lain," pungkasnya.


Namun secara umum para pengungsi di tempat pengungsian sampai saat ini dalam kondisi sehat. Sementara untuk kebutuhan makanan bagi pengungsi sudah disiapkan di dapur umum yang sudah didirikan. (misdi) 

21/02/2021

Kapolres Lumajang Patroli Ke Poksek Sekaligus Serahkan Bantuan




Lumajang,Merdekanews.net ----

Kapolres Lumajang  AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si. melaksanakan kegiatan patroli di wilayah Kecamatan Tempursari sekaligus Bakti Sosial berupa penyerahan Bantuan Sosial untuk masyarakat di daerah terpencil atau terisolir di wilayah Kecamatan  Tempursari Kabupaten Lumajang, Sabtu (20/2/2021)


Kegiatan di wilayah Kecamatan Tempursari ini juga diikuti oleh  PJU serta anggota Polres Lumajang, anggota Polsek Tempursari dan komunitas Trail Lumajang.


Kapolres Lumajang mengatakan bahwa kegiatan patroli ke wilayah Polsek Jajaran ini rutin dilaksanakan setiap hari Sabtu atau Minggu. Selain untuk mengetahui wilayah Jajaran Polres Lumajang juga untuk antisipasi gangguan kamtibmas, curat, curas, curhewan dan gangguan kamtibmas lainnya, juga untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekitar karena selalu disertai dengan kegiatan bakti sosial.


"Patroli pada hari Sabtu (20/2/2021) ini kita laksanakan bakti sosial di dua lokasi di wilayah Kecamatan Tempursari yang menurut kami terisolir atau terpencil di wilayah perbatasan Lumajang dengan Malang, tepatnya di daerah watu godeg dusun Karang menjagan desa. Bulurejo melalui kades  Adi Keman berupa 50 kg beras yang nantinya akan dibagikan kepada masyarakat pesisir." tutur AKBP Eka


"Lokasi berikutnya yaitu di Dusun Taman Sari Bawah, ini yang paling ujung barat dari Kabupaten Lumajang berbatasan dengan Kabupaten Malang, disitu hanya ada beberapa KK karena memang susah ditempuh dengan kendaraan roda 4, jadi kita perlu berikan bantuan kepada warga disana berupa sembako sebagai bentuk kepedulian Polri kepada warga yang terisolir. Bantuan ini diterima oleh Pak Huda sekali tokoh masyarakat disitu selanjutnya akan disalurkan ke warga." pungkasnya (misdi/hms) 


19/02/2021

Polres Lumajang Bersinergi Dengan Kemenag Lumajang Laksanakan Sosialisasi Prokes 5 M


Lumajang,Merdekanews.net --- -  Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si bersinergi dengan Kemenag Kab. Lumajang melaksanakan kegiatan sosialisasi protokol kesehatan 5M kepada tokoh agama se-Kecamatan Jatiroto, Jum'at (19/2/2021) pukul 15.00 Wib bertempat di kantor MWC NU Jatiroto Kec. Jatiroto Kab. Lumajang.

 

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si., Ketua MWC NU Jatiroto Ahmad Timarudin, Kapolsek Jatiroto AKP Rudi Isyanto, S.H., Kasat Binmas AKP Totok, Pendeta gereja pantekosta Getsemani Jodi Meiruntu, GKJW diwakili Sdr.  Suwignyo, Camat Jatiroto Drs. Pujianto, Kasi bimas Islam Kemenag Lumajang H. Sudihartono, Koramil Jatiroto diwakili Serka Sulhanto, Tim Penyuluh Agama se Kecamatan Jatiroto, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Takmir Masjid.


Sosialisasi ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan, sebelum memasuki ruangan seluruh peserta dibagikan masker untuk dipakai, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, cek suhu tubuh, di dalam ruangan juga disediakan handsanitizer, tentu juga semua peserta menjaga jarak saat kegiatan berlangsung. 


Kepala KUA Jatiroto H Ahmad Fauzi dalam sambutannya menyampaikan ucapan terimaksih atas kehadiran bapak Kapolres Lumajang dan  para undangan, dengan adanya sosialisasi protokol kesehatan, dapat menjadi pedoman dalam menekan peningkatan covid 19.


Camat Jatiroto. Drs Pujianto pun juga menyampaikan ucapan terimkasih atas kehadiran bapak Kapolres Lumajang, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi cambuk atau dorongan  bagi satgas covid Jatiroto untuk meningkatkan kinerja dalam rangka menekan penyebaran covid 19, mohon kiat dan saran Kapolres Lumajang untuk menekan covid 19.


Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti tak henti-hentinya terjun langsung ke masyarakat dalam memberikan edukasi protokol kesehatan, kali ini kepada para tokoh agama di Kecamatan Jatiroto, dengan harapan Tokoh Agama ini nantinya menyampaikan kepada masyarakat karena himbauan dari tokoh agama ini akan lebih didengar oleh masyarakat.


Awal sambutannya AKBP Eka Yekti menyampaikan salam hormatnya untuk seluruh peserta yang hadir dan rasa syukurnya atas kesehatan yang kita miliki, dan alhamdulillah di Jatiroto ini tinggal 3 orang yang sedang terpapar Covid, mungkin di Lumajang yang ramai di Lumajang Jatiroto Pasirian Sukodono, dan Jatiroto paling rendah hanya 3, cepat untuk penyembuhannya dan penularannya lambat.


"Mungkin bisa saya sampaikan sejarahnya kegiatan ini, jadi pada saat liburan natal dan tahun baru, angka penularan sangat tinggi, nasional semuanya naik karena libur natal dan tahun baru, mungkin karena sudah satu tahun direm pada liburan idul fitri dan yang lain, akhirnya tumpah ruah pada liburan natal dan tahun baru. Mobilitas masyarakat tinggi hingga penularan Covid angkanya membengkak. Maka dari itu semua Kementrian turun, yang pertama hanya Kementrian Kesehatan dan TNI Polri, namun perintah Pak Jokowi semua Kementrian turun tangan, termasuk saat ini Kementrian Kemenag, target 2021 ini Negara kita harus bangkit, dan saat ini sudah ada vaksin, diharapkan normalisasi pertumbuhan ekonomi lebih cepat." tutur AKBP Eka


Kapolres Lumajang juga menjelaskan terkait PPKM. Muncul istilah PPKM pada awal tahun, tahap pertama tidak membuahkan hasil yang signifikan, lalu ada PPKM tahap kedua dan tidak begitu membuahkan hasil, lalu di tengah-tengah ini ada instruksi Menteri Dalam Negeri, namanya PPKM Mikro, istilah lainnya Lockdown RT, RW, Desa, jadi jika di RT itu ada lebih sari 10 yang terpapar virus, RT itu akan ditutup total. Yang didalam tidak bisa keluar, yang diluar tidak bisa masuk. Di Jawa Timur ini ada, di kota lain RT diperlakukan seperti itu, namun di Lumajang ini tidak ada, alhamdulillah kita pertahankan.


"Untuk mensuplai sembako di RT itu tadi menggunakan anggaran dana desa sebanyak 8 persen. Jika tidak ada yang terpapar covid lebih dari 10 orang di wilayah tersebut, maka dana desa untuk penanganan Covid itu bisa digunakan untuk alokasi lain, bisa untuk pembangunan desa." tambahnya


"Vaksinasi untuk nakes di Lumajang sudah selesai semua, dua minggu lagi untuk TNI Polri dan bulan depan untuk masyarakat. Agar dipersiapkan, nanti akan disampaikan mana yang boleh dan tidak untuk divaksin" pungkas AKBP Eka


Dari pihak Kemenag Kabupaten Lumajang Kasi bimas Islam Kemenag Lumajang H. Sudihartono juga turun menyampaiakan hal-hal terkait penanganan Covid 19. Jajaran Kemenag ikut mensukseskan program protokol kesehatan dan meminta kerjasama kepada semua pihak untuk saling berkoordinasi dalam kegiatan sosialisasi prokes. Penerapan protokol dalam segala kegiatan, memakai masker, mencuci tangan , menjaga jarak,  menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilitas.


Di akhir acara juga ada testimoni dari salah satu pasien Covid yang telah sembuh Ibu Sriwanti, Sag,mpd selaku Ketua pokjluh kementrian agama kabupaten Lumajang.


"Covid itu benar ada dan nyata karena saya telah mengalaminya dengan  gejala badan  sakit dan dada terasa sesak, juga telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit. Pentingnya menjaga diri , dengan protokol kesehatan agar terhindar dari covid 19. Pemerintah sangat berupaya dalam mencegah penularan covid 19, maka kita sebagai masyarakat wajib ikut mensukseskan program program yang telah dicanangkan oleh pemerintah." ujar Sriwanti. (misdi/Hms)

Kapolda Jatim Didampingi Gubernur dan Pangdam V Brawijaya Jalani Vaksinasi Covid-19 Dosis Kedua di Grahadi

 



SURABAYA, Merdekanews.net ----  Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda) Jawa Timur hari ini, Jumat (19/2/2021) menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, mendampingi Kapolda Jatim Irjen Pol Dr. Nico Afinta jalani Vaksinasi Covid-19 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.


Selain Kapolda Jatim yang menerima vaksin covid-19, beberapa Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim juga menjalani vaksinasi covid-19 diantaranya, Dansat Brimob Kombes Pol Amostian, Dirsamapta Kombes Pol Yudi Sumartono dan Dirbinmas Kombes Pol Terr Pratiknyo.


Menurut Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, bahwa saat ini sudah selesai dosis kedua, dan saat ini Kapolda Jatim sudah melakukan dosis tahap kedua dan sudah menerima srtifikat.


Kemudian, untuk vaksinasi covid-19 saat ini masih menunggu datangnya vaksin yang nantinya akan diprioritaskan yang berisiko tinggi kepada pemberi pelayanan publik seperti, TNI, Polri, serta para jurnalis.


"Pada pemberian vaksinasi covid-19 pada dosis pertama sudah dilakukan di Mahkodam V Brawijaya, dan hari ini dosis kedua sudah dilakukan. Dan Pak Kapolda Jatim juga sudah menerima sertifikat," kata Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Jumat (19/2/2021) sore.


Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr. Nico Afinta usai vaksinasi Covid-19 dosis kedua menyebutkan, Vaksinasi ini aman, pada tahap pertama sudah saya lakukan dan tidak ada efek samping yang saya rasakan. Dan anggota jajaran Polda Jatim sebagian juga sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.


"Vaksinasi Covid-19 ini aman, dan tidak ada efek samping setelah disuntik vaksin. Saya sendiri sudah melakukan dosis tahap kedua dan Alhamdulillah aman," jelas Kapolda. (misdi) 



Sementara itu, jika vaksin nantinya tiba kembali di Jawa Timur. Sasaran berikutnya yakni seluruh anggota Polri di wilayah Jatim. Saat ini tenaga kesehatan di Mapolda Jatim ada 214 (Nakes) sementara untuk seluruh anggota Polri di Jatim sebanyak 42 ribu.


"Sasaran berikutnya penerima Vaksin untuk seluruh jajaran Polda Jatim," tutup Kapolda.

Ditpolairud Polda Jatim Ringkus Dua Tersangka Penjual dan Pembeli Bom Ikan

 


SURABAYA, Merdekanews.net  ----- Ditpolairud Polda Jawa Timur berhasil meringkus dua orang tersangka pelaku jual beli bahan peledak jenis detonator sejumlah tiga ribu biji yang dilakukan di Pelabuhan Jangkar, Situbondo. Pada tanggal 15 Februari 2021, sekira pukul 19.30 WIB.


Dua orang tersangka jual beli bahan peledak yang diringkus yakni, Mastur (47) warga Probolinggo dan Ahmadi (41) warga Sumenep, Madura.


Penangkapan kedua tersangka bermula saat tim Intelair Ditpolairud Polda Jatim melakukan penyelidikan di wilayah Pelabuhan Jangkar Situbondo. Dari penyelidikan tersebut, akhirnya petugas meringkus dua tersangka dan membawanya ke mako.


Modusnya, pelaku Mastur selaku pembuat/penjual detonator yang merakit sendiri detonator sejumlah tiga ribu biji dan dipacking ke dalam 30 kotak masing-masing kotak berisi 100 biji yang selanjutnya dipacking dalam kardus sehingga terlihat seperti paket. Yang dibawa dari Pulau Ra’as ke Pelabuhan Jangkar.


"Penangkapan kedua tersangka ini setelah adanya informasi dari masyarakat jika di pelabuhan Jangkar sering digunakan untuk jual beli bom ikan. Dari situ, penyidik Ditpolairud melakukan penyelidikan hingga penangkapan terhadap kedua tersangka," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Jumat (19/2/2021) siang.


Setelah sampai di pelabuhan Jangkar Situbondo, tiga ribu biji detonator diserahkan kepada tersangka Ahmadi sebagai pemesan dan pembeli.


Untuk harga per/biji detonator senilai Rp. 7.000 sehingga untuk tiga ribu biji jumlahnya Rp. 21.000.000 dan pembayaran via transfer.


Dari pengungkapan ini, akhirnya mengamankan barang bukti berupa bahan Peledak jenis Detonator sebanyak 30 kotak @ 100 biji (3.000 biji), dua unit Handphone.


Bahan peledak yang dibuat oleh tersangka ini terbilang cukup berbahaya. Pasalnya, bahan baku untuk membuat bahan peledak ini terdiri dari campuran arang dan potassium dan juga belerang.


Sementara itu unsur kimia yang terkandung dalam peledak black powder (low explosive).


"Bom ikan yang dibuat oleh tersangka ini cukup berbahaya, karena bisa merusak ekosistem laut," ucap Kombes Pol Arnapi, Dirpolairud Polda Jatim.


Selain itu Sistem Kerja Detonator sebagai pemicu dimasukkan ke tengah bubuk potassium yang dikemas dalam botol untuk meningkatkan daya ledak hight explosive.


Kemudian botol dibakar dengan api dan dilemparkan ke area kerumunan ikan. Jika peledak ini dilempar ke laut akan merugikan kerusakan ekosistem dan habitat ikan dan terumbu karang (Destructive Fishing).


Tersangka Mastur ini seorang Residivis kasus yang sama, dia pernah ditangkap pada tahun 2015. Dan saat ini dia mengulangi kembali perbuatannya dan kembali dilakukan penangkapan.


"Tersangka Mastur ini seorang residivis kasus yang sama, pada tahun 2015 lalu sudah pernah ditangkap," tambah Arnapi.


Dari pengungkapan ini kedua tersangka dikenakan Pasal 1 ayat 1 Undang - undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 tahun 1951 tentang Senjata Api dan Bahan Peledak. Keduanya akan mendapatkan hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup. ( misdi)