09/12/2021

Peduli Korban Erupsi Semeru, Polwan RI Salurkan Bansos dan Gelar Trauma Healing

 


JAKARTA— Polisi Wanita (Polwan) bergerak membantu korban bencana erupsi Gunung Semeru dengan menyalurkan bantuan sosial (Bansos) serta menggelar trauma healing. 


Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo menyampaikan, kegiatan Polwan peduli erupsi Gunung Semeru ini dipimpin oleh Kepala Pusat Sejarah (Kapusjarah) Polri Brigjen Apriastini Baktibugiansri selaku Perwira Koordinator (Pakor) dalam kegiatan ini. 


Selain Kapusjarah, Karojianbang Lemdiklat Polri Brigjen Juansih juga ikut dalam kegiatan ini. Kemudian, tenaga Dokter dan Kesehatan (Dokkes) Investigasi Pusdokkes Polri Kombes Rudiatin juga dilibatkan. 


“75 orang tim trauma healing bersama Biro Psikologi SDM Polda Jawa Timur diturunkan,” kata Dedi dalam keterangan tertulis, Rabu (8/12). 


Dedi menuturkan, selama dua hari pelaksanaan kegiatan Polwan Peduli Erupsi Semeru ini telah mengunjungi lima titik lokasi pengungsian antara lain di Koperasi PGRI, posko pengungsi di Candi Puro, posko pengungsi di Balai Desa Jarit dan Kampung Renteng serta Desa Kamar Kajang. 


Tercatat, kata Dedi, 230 orang masih mengungsi di posko Candi Puro, 150 orang di Desa Penanggal, 100 orang di Desa Sumbermujur dan 100 orang di Desa Sumberwuluh. 


Adapun bantuan sosial yang diberikan kepada para pengungusi seperti pakaian dalam, pampers, biskuit, kasur gulung, tikar, selimut, susu bayi, pembalut wanita, vitamin, minyak telon, minyak kayu putih serta kebutuhan sehari-hari lainnya. 


“Dalam kegiatan itu, tim Polwan peduli juga mengunjungi korban yang tengah dirawat di RS Bhayangkara III Lumajang,” pungkas Dedi.

08/12/2021

Biro SDM Polda Jatim Beri Dukungan Psikososial dan Pertolongan Pertama Psikologis pada Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

 



SURABAYA, Kabag Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Jawa Timur, mendukung Psikososial dan pertolongan pertama Psikologis pada warga terdampak Erupsi Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.


Kegiatan dilaksanakan pada hari kedua, pada Senin (6/12)2021) yang dilaksanakan pengungsian di Kecamatan Candipuro dan di lokasi pengungsian yang dilaksanakan di Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro.


Selain itu juga dilaksanakan di lokasi pengungsian warga di Gedung Koperasi Dwija Raharja, Kecamatan Candipuro dan terakhir di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.



Kegiatan ini menyasar masyarakat terutama yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Terutama kelompok rentan, seperti anak-anak, manula dan perempuan.  


Personil yang dilibatkan dalam kegiatan ini, Tim Trauma Healing Polda Jatim, yang dipimpin Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, Kabag Psikologi AKBP Diah Ika Riantanti, Kabag SDM Polres Lumajang, Tim Polwan Biro SDM Polda Jatim 15 orang, Pers Bagpsi Ro SDM Polda Jatim, Konselor Polres Lumajang satu orang, Konselor Polres Jember empat orang, Konselor Polres Malang empat orang dan Himpsi Cabang Jember 25 orang.


"Kegiatan yang dilakukan yakni, berkoordinasi dengan Polres Lumajang, BPBD, Tim Dinsos, Koordinator Balai Desa dan stake holder terkait, serta peninjauan fasilitas pengungsian warga dan dapur umum," kata Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, Selasa (7/12/2021).


Selain itu juga melakukan observasi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru dan pemberian bantuan berupa masker, suplemen, puzzle, snack ringan, susu, buku gambar dan crayon.


"Terapi bermain dengan sasaran anak-anak bernyanyi, games, story telling cerita anak, pemberian Bantuan Psikologis Awal terhadap warga dan anak-anak," lanjutnya.


Kegiatan sendiri tidak hanya dilakukan satu hari saja, di hari ketiga pada hari, Selasa (7/12/2021) juga masih memberikan dukungan Psikososial dan pertolongan pertama Psikologis, pada korban Erupsi Gunung Semeru.


Kegiatan di hari ketiga pasca terjadinya erupsi gunung semeru, dilaksanakan di lokasi pemgungsian di Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro dan di lokasi pengungsian Kecamatan Candipuro.


Sementara itu di lokasi pengungsian di Desa Sumbermujur sebanyak, anak - anak 121 orang, Lansia 46 orang, Ibu hamil 1 orang serta umum 532 orang.


Personil yang terlibat di kegiatan di hari ketiga ini masih dipimpin Karo SDM Polda Jatim KBP Harry Kurniawan, yang diikuti oleh Kabag Psikologi AKBP Diah Ika Riantanti, Psikolog. Kabag SDM Polres Lumajang, Tim Polwan Ro SDM Polda Jatim,bBagpsi Ro SDM Polda Jatim, Dispsi AL Surabaya, Konselor Polres Lumajang 1 orang, Konselor Polres Jember 4 orang, Konselor Polres Probolinggo 2 Orang.


"Kegiatan ini juga berkoordinasi dengan Polres Lumajang, Konselor Lumajang dan Koordinator Lapangan Penanganan Bencana, Observasi warga yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Terapi EFT untuk warga manula untuk meredakan stress, mengurangi ketegangan dan meningkatkan hubungan antara tubuh dan pikiran," pungkasnya.

Polda Jatim Turunkan 14 Alat Berat untuk Bantu Evakuasi Korban

 


Polda Jawa Timur turunkan 14 alat berat excavator untuk membantu evakuasi bencana erupsi gunung Semeru. 14 alat berat ini nantinya akan beroperasi di dua desa yang memerlukan bantuan alat berat. 

Sebanyak 14 alat berat yang diturunkan oleh Polda Jatim ini nantinya akan beroperasi di dua desa, diantaranya dusun Curah Kobokan, desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. disiapkan 4 unit alat berat excavator, dan 10 unit excavator disiapkan di desa Jarit Kecamatan Pasirian. 

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Pol Farman mengatakan, nantinya alat berat ini akan beroperasi di desa yang memerlukan alat berat, untuk membantu dalam melakukan pencarian dan evakuasi korban. 

"Alat berat ini nantinya dioperasikan oleh Polres Lumajang yang berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana erupsi Gunung Semeru," ujar Kombes Pol Farman. 

"Selain itu, kita juga menyiagakan 8 unit dump truk, 1 unit truk tangki berisi BBM solar, dan 2 unit truk pengangkut excavator, " pungkasnya. 

Kombes Pol Farman menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan petugas yang berada di lokasi bencana untuk membantu dalam percepatan penanganan bencana erupsi Semeru ini.

Polresta Malang Kota kembali Raih Top 15 Inovasi Pelayanan Publik 2021 KemenpanRB

 


Polresta Malang Kota - Masa Pandemi Covid-19 ini terdapat dua peran penting Polri, yaitu Pengawasan, Pencegahan dan Percepatan Vaksinasi. Panic Button On hand (PBOH) Polresta Malang Kota memiliki menu layanan Covid 19 dengan bekerjasama dan melibatkan Stakeholder terkait sejalan dengan Program Prioritas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si yaitu Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik Polri dan Mewujudkan Pelayanan Publik Polri Yang Terintegrasi.


Dalam hal ini Inovasi "Panic Button On Hand" (PBOH) Polresta Malang Kota masuk dalam Top 15 Kelompok Khusus Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021 dari Kementerian PANRB. Juga memberikan Piagam dan Buku Top Inovasi Pelayanan Publik kepada Inovator Top Inovasi yang hadir secara virtual yang diserahkan oleh Kapolda Jawa Timur secara langsung di Polda Jawa Timur.

.

Sejak dilaunching pertama kali pada tahun 2015, PBOH ditetapkan sebagai Top 35 Inovasi Terpuji pada tahun 2016. Aplikasi Panic Button ini bisa di download di google Playstore agar masyarakat umum baik warga Malang Raya maupun masyarakat luar Kota Malang bisa segera mendapat pelayanan Polri secara cepat. 


AKBP Buher menjelaskan “Kami hanya meneruskan program dan karya pejabat terdahulu, sebagai bentuk pelayananPolri kepada masyarakat untuk mengatasi tindak kejahatan di Kota Malang. Sejak pertama kali dikenalkan, aplikasi ini sudah menerima ratusan panggilan dengan beragam pengaduan, seperti tindakan pengrusakan, pengeroyokan, pencurian, sampai keluhan terkait lalu lintas. 



"Bahkan adanya aplikasi ini (panic button) sudah beberapa kali berhasil mengungkap aksi pencurian dan sudah mendapatkan respon positif dari Kementerian Pembedayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB)". Tegas AKBP Buher. 


AKBP Buher mengucapkan terimakasih atas penghargaan dan apresiasi Kapolri yang diberikan untuk Polresta Malang Kota. Ke depannya akan lebih dikembangkan lagi, bahkan perlu adanya peningkatan kualitas dan penambahan menu layanan, nanti akan diosialisasikan kepada masyarakat baik melalui media cetak, elektronik ataupun langsung kepada masyarakat, lanjut AKBP Buher 


Perlu diketahui bahwa penghargaan dalam pelayanan publik ini juga diberikan kepada Polres Musi Banyuasin Polda Sumatra Selatan dalam atas Inovasi "Sicakep Keliling, sebagai Top 15 Replikasi Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2021.

Ditnarkoba Polda Jatim Bantu Korban Terdampak Erupsi Gunung Semeru

 


SURABAYA - Menindaklanjuti pengarahan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, maka Satgas Bantuan Penanggulangan Bencana di Jawa Timur dan Polda Jawa Timur beserta jajaran bergerak cepat membantu masyarakat/warga terdampak bencana alam akibat Erupsi Gunung Semeru.


Hal itu tanpa terkecuali yang dilaksanakan oleh Ditresnarkoba Polda Jatim terhadap musibah bencana alam tersebut, Rabu (8/12/2021) telah melaksanakan kegiatan Bantuan Sosial yang diawali dengan keberangkatan Tim Satgas Peduli Erupsi Semeru dipimpin Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Hanny Hidayat, S.I.K, M.H.


Dikatakan, bantuan sosial itu untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru.


“Diharapkan anggota yang menjalankan tugas tersebut didasari rasa keikhlasan dan niat ibadah. Kita semua berdoa dan berduka untuk saudara-saudara kita masyarakat yang terdampak bencana alam semoga diberikan kelancaran dan keselamatan semuanya,” ujar Kombes Hanny – sapaan akrabnya.


Dalam kesempatan ini, Dirresnarkoba Polda Jawa Timur telah berangkatkan 2 (dua) truk dan 2 (dua) kendaraan taktis jenis Triton untuk mengangkut berbagai barang kebutuhan bagi masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru.


Bantuan itu antara lain berupa Sembako, Masker dan Jas Hujan. Dan bantuan yang sudah dikirm itu diterima langsung oleh Wakil Bupati Lumajang, Hj Indah Masdar.


“ Kami sampaikan terima kasih yang sebesar besarnya atas segala bentuk bantuan dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Erupsi Gunung Semeru. Dan segera kami salurkan bantuan itu kepada yang berhak,” ujarnya. (*)

Kapolri Paparkan Langkah Jangka Pendek dan Menengah Tangani Erupsi Gunung Semeru



Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengunjungi langsung penanganan bencana erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, Senin (6/12/2021). 

Dalam peninjauan ini, Kapolri melihat kesiapan satgas gabungan baik dari Basarnas, BNPB, Pemprov, TNI dan Polri dalam melakukan langkah-langkah mulai dari evakuasi hingga penanganan korban selamat.

"Kita lihat kesiapan dari satgas untuk melakukan langkah-langkah mulai dari bagaimana merawat masyarakat yang ditemukan dalam kondisi luka, kemudian ada juga kesiapan dari tim DVI untuk mendapatkan masukan dari masyarakat sekitar yang tentunya dilakukan dengan kegiatan evakuasi dan pencarian bagi masyarakat yang dilaporkan hilang. Td dilaporkan ada 22 orang yang ditemukan dan ada proses mengenali antemortem dan postmortem," kata Sigit di Lumajang.

Kemudian, Sigit menuturkan ada juga kegiatan satgas gabungan yang mengelola masyarakat untuk ke tempat pengungsian karena memang tempat tinggalnya terdampak. Selain itu, satgas gabungan juga melakukan trauma healing kepada korban dampak erupsi.



"Semuanya berjalan dengan baik. Teman-teman dari basarnas, BNPB, TNI, Polri semuanya bekerja sangat baik bersinergi," ujar Sigit.

Mantan Kabareskrim Polri ini menjelaskan ada beberapa langkah yang dilakukan satgas gabungan baik dalam jangka pendek maupun menengah pasca terjadinya erupsi Gunung Semeru.

Jangka pendeknya, satgas gabungan melanjutkan proses pencarian dan evakuasi terhadap korban yang belum ditemukan.

"Kemudian jangka menengah tadi kami mendapat banyak masukan dan harapan dari masyarakat karena ada jembatan putus yang menghubungkan lokasi Lumajang ke arah Malang," kata mantan Kapolda Banten tersebut.

Menurutnya hal ini penting dan perlu dilakukan langkah cepat untuk membuat jalur alternatif transportasi yang baru agar distribusi bantuan dan perawatan korban luka bisa berjalan dengan baik.

"Ini perlu ada langkah cepat alternatif jalur transportasi yang baru dan ini sangat penting tentunya untuk mengirimkan distribusi bantuan dan tentunya perawatan lanjutan terhadap korban-korban saat ini sedang dirawat karena memang ada beberapa kondisi yang sudah membaik, dan ada juga dalam kondisi kritis dan ada perawatan di rumah sakit," ujarnya.

Sigit pun meminta satgas gabungan merelokasi masyarakat sekitar lokasi erupsi Gunung Semeru. Hal ini dilakukan agar tak ada lagi korban jiwa jika terjadi erupsi susulan.

"Sekali lagi kami memberikan semangat ke rekan-rekan yang bertugas dan kita harapkan seluruh kegiatan pasca bencana ini betul-betul bisa terlaksana dengan baik dan semuanya bisa menjalankan aktivitas sehari-hari, setelah tahapan-tahapan yang dilaksanakan," katanya.

Dalam kesempatan itu, Sigit menyempatkan untuk meninjau langsung posko darurat bencana, penanganan rumah sakit, posko DVI dan tempat trauma healing.

Tinjau RS Korban Erupsi Semeru, Kapolri Instruksikan Beri Perhatian Khusus ke Lansia, Ibu Hamil dan Anak



Lumajang - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta Ketua Umum Bhayangkari Juliati Sigit Prabowo melihat langsung kondisi korban erupsi Gunung Semeru yang dirawat di RSUD Pasirian Lumajang. Mereka berdua berinteraksi dengan korban dan mendengar langsung proses penanganan dan perawatan dari tim dokter. 


Usai melihat secara langsung korban, Sigit menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan perhatian khusus kepada warga lanjut usia (lansia), ibu hamil dan anak-anak yang menjadi korban bencana alam erupsi Gunung Semeru. 



Sigit menyebut, kepada seluruh jajaran harus memaksimalkan seluruh kekuatannya untuk menjamin keselamatan dan kesehatan dari warga yang jadi korban dan yang harus mengungsi, khsusunya para lansia, ibu hamil dan anak-anak tersebut. 


"Saya minta kepada seluruh personel Polri di lapangan agar memberikan perhatian khusus kepada para korban dan pengungsi terutama lansia, ibu hamil, dan anak anak sehingga mendapat jaminan keselamatan dan kesehatan," kata Sigit dalam keterangan tertulisnya, Selasa (7/12/2021).


Menurut eks Kapolda Banten itu, dengan hadirnya personel dan seluruh sarana-pra sarana yang dimiliki Polri, akan dapat membantu meringankan beban para masyarakat yang menjadi korban bencana alam erupsi tersebut. 


"Kehadiran Polri di lokasi bencana merupakan wujud kehadiran Negara di tengah-tengah masyarakat yang diharapkan mampu menanggulangi bencana secara cepat dan baik serta dapat meringankan beban korban dan dampak bencana alam," ujar eks Kabareskrim Polri ini.


Dalam bencana alam ini, Sigit memastikan, TNI-Polri bersama dengan Pemda dan Kementerian terkait terus memberikan upaya terbaik dalam rangka melakukan mitigasi bencana dengan berupaya maksimal dalam pencarian dan penyelamatan korban serta penyaluran bantuan logistik.


Sigit menyadari, situasi pasca-bencana alam saat ini memang sulit untuk semua pihak, terutama para masyarakat yang menjadi korban. Namun, kata Sigit, dengan seluruh pihak bergerak bersama dan bergandengan tangan, maka beban itu akan terasa ringan. 

 

"Situasi ini merupakan saat-saat yang sulit bagi kita semua, namun yakinlah ketika kita bersatu bersama-sama kita tangguh dan mampu melewati segala tantangan dan hambatan yang ada," tutup Sigit.