03/01/2022

Polri Tuai Apresiasi Legitimasi Penegakan Hukum Presisi



Jakarta – Polri dalam legitimasi penegakan hukum mendapat sorotan publik, keberhasilan-keberhasilan yang telah dicapai mendapat banyak apresiasi, diantaranya oleh  ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Minggu (02/01/2022). 

Bambang Soesatyo menyampaikan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Polri mencapai 80,2 persen berdasarkan hasil survei Indokator Politik Indonesia dalam kurun waktu 2014 hingga 2021.

"Di tahun 2014 kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebesar 57,5 persen, 2015 sebesar 68,6 persen, 2016 sebesar 73,2 persen dan tahun 2017 sebesar 76,5 persen. Kemudian, tahun 2018 sebesar 79,8 persen, 2019 sebesar 80 persen, 2020 sebesar 72 persen serta tahun 2021 mencapai 80,2 persen," ucap Bamsoet. 

"Capaian Polri dibawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo patut kita apresiasi. Sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021, Jenderal Listyo Sigit Prabowo terus melakukan terobosan dalam meningkatkan profesionalisme Polri dengan mengusung visi transformasi menjadikan Polri Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan)," ujar Bamsoet. 

Selain itu juga prestasi Polri mendapat tanggapan positif oleh Wasekjen Pandawa Nusantara, Ronald Loblobly, menurutnya tindakan Polri yang selalu mempertimbangkan legitimasi hukum maupun sosial, sudah tepat.

“Penanganan kasus ujaran kebencian sudah dipertimbangkan tepat dan terukur secara matang melihat aspek hukum dan aspek sosiologi” kata Ronald melalui keterangannya, Sabtu (01/01/2022).

Institusi Polri melakukan pertimbangan-pertimbangan dan mengukur langkah-langkah dalam penanganan kasus yang memiliki akses politik Menurut Ronald dalam beberapa kasus yang belakangan terjadi. 

“Terlebih lagi dalam kasus-kasus yang belakangan terjadi, ada akses politik yang mungkin saja dimainkan oleh oknum atau kelompok-kelompok pragmatis yang mencoba mencari keuntungan,” terang mantan aktivis yang menjdi salah satu penggagas BEM LIMA JAYA itu.

“Biarkan Bapak-bapak penegak hukum di Kepolisian melakukan tugas dan fungsi dengan pertimbangan yang matang, sehingga dalam menindak satu kasus tidak terjadi kekeliruan, perlu dicatat, Polri merupakan lembaga yang legitimate dalam penegakan hukum, tetapi tetap saja pertimbangan itu perlu dilakukan,” sambungnya.

02/01/2022

Apel Kesiapan Pengamanan Malam Pergantian Tahun, Anggota Polres Lumajang Disebar Cegah Pelanggaran dan Kriminalitas


Lumajang,- Tak kurang dari 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi, red.) masing-masing dari anggota Satlantas, Sabhara, gabungan Satintelkam, Satreskrim dan staf Polres Lumajang bakal disebar di beberapa kawasan dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun.

Dalam apel yang dipimpin Wakapolres Lumajang, Kompol Kristiyan B Martino, aparat Kepolisian itu nantinya akan bersinergi dengan aparat TNI dan unsur pengamanan terkait lainnya, seperti Dishub, Satpol-PP, dan Dinas Kesehatan.

"Kegiatan ini sudah kita ploting pengamanan, diantaranya pengamanan tempat ibadah, titik-titik penyekatan jalan di Lumajang dengan melibatkan pengamanan terbuka bahkan pengaman tertutup dalam rangka memberikan rasa aman bagi warga Lumajang," kata Wakapolres dalam apel yang berlangsung di Halaman Mapolres. Jumat, 31 Desember 2021 sore.

Selain itu, Wakapolres menyebut personelnya itu nantinya juga bakal melakukan penguraian di beberapa lokasi. Hal itu, dilakukan sesuai dengan adanya SOP yang sudah ditetapkan.

"Akan ada tim urai. Itu sudah dijelaskan sesuai SOP masing-masing, tentunya tetap humanis, ini untuk menangkal pelanggaran, dan mencegah bertumpuknya arus lalu lintas terutama di wilayah kota, sehingga tidak sampai menciptakan simpul-simpul kemacetan," bebernya.

Perlu diketahui, penutupan jalan akan dilakukan di beberapa lokasi. Lokasi itu, meliputi Jalan Panjaitan, Jalan Panglima Besar Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Suwandak dan Alun-alun Lumajang.

“Selain itu, lampu di beberapa ruas jalan yang disinyalir digunakan tempat tongkrongan muda-mudi minum miras dan balap liar akan dipadamkan, tujuannya mencegah tindak kriminal dan utamanya mencegah kerumunan, sehingga berpotensi menciptakan klaster covid-19 baru,” imbuhnya.

Dalam gelaran pasukan pengamanan tahun baru kali ini, Wakapolres Lumajang menyampaikan, pihaknya juga telah menyiapkan anggota untuk melaksanakan pengamanan pada gereja-gereja yang hari ini melaksanakan kegiatan ibadah, diantaranya Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jl. Pandjaitan no. 69, Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Jl. dr. Soetomo, Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Jl. agus salim, Gereja Katolik Maria Ratu Damai Jl. Yos Sudarso, Gereja GKJW Jl. Gatot Subroto no. 59 Sukodono dan 13 gereja yang tersebar di wilayah kabupaten Lumajang.

"Sebagian, personel nanti kita sebar di gereja-gereja yang ada di Lumajang. Disana, mereka akan melakukan sterilisasi, patroli dan pengamanan hingga acara usai" jelas Kompol Kristiyan.

Masih menurut Kristiyan, personel yang dilibatkan kegiatan pengamanan malam tahun baru tersebut, akan bersinergi dengan personel yang ada di Pos Pantau Ops. Lilin Semeru 2021.

“Saya tekankan sekali lagi, walau kegiatan pengamanan malam tahun baru ini adalah agenda tahunan dan biasa kita laksanakan, namun seluruh anggota yang dilibatkan wajib selalu waspada dan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggungjawab, selamat tahun baru 2022, semoga situasi aman dan terkendali,” pungkasnya. (Oborlmj)

Kasus Dugaan Ujaran Kebencian Bahar bin Smith, Polisi Periksa 50 Saksi dan 6 Barang Bukti


Penyidik Polda Jawa Barat terus melakukan penyidikan terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dengan terlapor Bahar bin Smith. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa 50 saksi dan 6 barang bukti.

"Adapun perkembangan sampai hari ini, saksi yang telah diperiksa bertambah menjadi total 50 orang dan 6 item barang bukti," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Brigjen Ahmad Ramadhan kepada wartawan, Sabtu (1/1/2022).

Untuk mempermudah mengindetifikasi para saksi, penyidik membagi dalam dua klaster tempat kejadian perkara (TKP), yaitu klaster Bandung sebagai TKP awal tempat Bahar bin Smith ceramah yang diduga berisi ujaran kebencian sebanyak 15 orang saksi dan klaster Garut menjadi 10 saksi.

Kemudian saksi pelapor yang diperiksa sebanyak 4 orang dan saksi ahli sebanyak 21 orang. Untuk barang bukti tambahan yang disita yakni satu buah handphone pada klaster TKP Garut dan satu buah flashdisk pada klaster Bandung.

"Adapun semua barang bukti digital atau digital evidence yang telah kami sita, dan telah dikirim ke Laboratorium Digital Forensik Bareskrim Mabes Polri untuk dilakukan pemeriksaan," katanya.

Penyidik, kata Ramadhan, akan terus mengembangkan kasus ini dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya yang diperlukan secara profesional dan dengan scientific crime investigation.

Sebelumnya, Polda Jawa Barat sudah meningkatkan kasus yang menjerat Habib Bahar bin Smith menjadi penyidikan. Kasus yang menjerat Habib Bahar terkait dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

"Penyidik Polda Jawa Barat sudah meningkatkan proses hukum yang menjerat BS menjadi penyidikan," ujar Suntana dalam keterangan persnya, Rabu, 29 Desember 2021.

Dalam kasus ini, Bahar bin Smith dijerat dugaan tindak pidana menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan atau permusuhan individu dan atau kelompok berdasarkan SARA sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45A ayat (2) UU RI Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan atau Pasal 14 dan Pasal 15 UU RI nomor 1 tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana.
Sementara pemanggilan Bahar bin Smith menjadi saksi terlapor dijadwalkan pada hari Senin, 3 Januari 2022.

Kapolri Pantau Vaksinasi Serentak di Hari Kedua, Polres Lumajang Sasar Warga Ranuyoso


Lumajang,- Pelaksanaan vaksinasi serentak yang digagas oleh Kapolri, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo terus bergulir.

Vaksinasi itu, digelar di 34 Provinsi yang ada di Indonesia. Pelaksanaan vaksinasi itupun dipantau langsung secara virtual oleh Kapolri. Untuk pusat vaksinasi serentak kali ini, dipusatkan di Celebes Convention Center, Tanjung Bunga, Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat, 31 Desember 2021.

Pada pelaksanaan vaksinasi kali ini, setidaknya terdapat ratusan dosis vaksin jenis Sinovac yang telah dipersiapkan oleh Polres Lumajang.

Sasarannya, adalah warga Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pelaksanaan vaksinasi itu, digelar di Balai Desa Alun-alun. 

"Ada 422 dosis vaksin yang sudah kita siapkan. Jenis vaksinnya, adalah Sinovac. Ini menyasar masyarakat umum dan lansia," kata Kapolres, AKBP Eka Yekti Hananto Seno.

Kapolres menambahkan, dalam pelaksanaan vaksinasi itu pihaknya telah menerjunkan 7 tim Dokkes Polri yang ditunjuk sebagai tim vaksinator. "dibantu 8 perawat. Mereka dari relawan," jelasnya.

Bukan hanya itu, dijelaskan Kapolres, vaksinasi itu juga diwarnai dengan adanya sosialiasi soal protokol kesehatan, hingga larangan perayaan malam pergantian tahun. Pasalnya, saat ini pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, terutama soal perayaan malam pergantian tahun.

"Alangkah baiknya kalau dirayakan di rumah saja bersama keluarga, tanpa harus menimbulkan kerumunan atau aksi geber-geber kendaraan di jalan raya," tandas Kapolres.

Saat ini, Kapolres berujar jika akselerasi capaian vaksinasi harus terus ditingkatkan. Pasalnya, saat ini capaian vaksinasi belum mencapai angka 73 persen.

"Kita harapkan, semua bisa melakukan akselerasi, kita harus tempuh langkah-langkah inovatif dan strategis. Sehingga, kita bisa mengejar target yang ditentukan Pemerintah," jelasnya.

Sebelumnya, Kapolri menegaskan seluruh jajarannya untuk segera mengambil langkah-langkah pengendalian Covid-19. Hal itu, ditegaskan oleh Kapolri ketika meninjau pelaksanaan vaksinasi di Makassar.

Akselerasi, menurut Kapolri, sangat penting untuk segera dilakukan. Sebab, saat ini Pemerintah telah mengantisipasi adanya serangan Covid varian baru jenis Omicron. Varian itu, memiliki kecepatan penularan 5 kali lebih cepat jika dibanding varian Delta. (Oborlmj)

Kapolres Lumajang Sebut Pembangunan Huntara Mulai Dikebut


Lumajang,- Hingga sekarang ini penanganan korban dan pemulihan situasi akibat bencana APG Semeru masih terus dilakukan, tidak terkecuali soal pembangunan hunian sementara.

Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan jika pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi para pengungsi erupsi Gunung Semeru sudah mulai dikerjakan.

Pengerjaan itu, dilakukan dari pembukaan lahan, pengerasan lahan hingga ditandai dengan adanya peletakan batu pertama di lokasi dibangunnya Huntara yang hari ini dilakukan langsung oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq. Jumat, 31 Desember 2021 siang.

Dijelaskan Kapolres, Huntara itu berada di Kecamatan Candipuro, tepatnya di Desa Sumbermujur, Kabupaten Lumajang. Lahan itu, merupakan lahan milik Perhutani yang disetujui oleh Pemerintah untuk dijadikan tempat relokasi.

"Tadi telah dipaparkan oleh Bupati Lumajang, siteplan Huntara terbagi dari banyak blok dan sisi. Nanti akan dilakukan penerbitan SK oleh Bupati terkait pembagian blok yang akan dibangun oleh relawan," kata Kapolres.

Untuk area utama, kata Kapolres, nantinya akan dipergunakan untuk tempat ibadah, hingga beberapa fasilitas umum lainnya. "Desain Huntara sudah jadi," bebernya.

Untuk di Desa Sumbermujur sendiri, menurut Kapolres, pihak Pemerintah akan menyiapkan setidaknya 1.500 siteplan. 

"Untuk pembangunan masjid, nantinya hanya satu. Itu bantuan dari Panglima TNI dan Kapolri," kata AKBP Eka Yekti.

Bahkan, kata Kapolres, Forkopimda masih melakukan penyusunan rencana soal beberapa bentuk hingga warna terkait Huntara bagi para pengungsi.

"Kalau untuk desain bangunan, harus sesuai dengan yang telah diputuskan oleh Pemkab, dan itu sudah disepakati oleh relawan/donatur. Untuk warna cat rumah, nantinya Bupati memberi kelonggaran untuk disesuaikan dengan masing-masing relawan atau NJO. Asalkan, masih dalam tahap wajar," ungkap Kapolres.

Mengenai hal itu, Kapolres berharap agar huntara segera terwujud bagi para pengungsi terdampak APG Semeru, pihaknya akan tetap berupaya hadir turut membantu upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah.

“Semoga segera terselesaikan, kasihan para pengungsi, tentunya mereka ingin segera menjalani kehidupan yang normal seperti sebelumnya,” pungkas Kapolres.(Oborlmj)

01/01/2022

Apel Kesiapan Pengamanan Malam Pergantian Tahun, Anggota Polres Lumajang Disebar Cegah Pelanggaran dan Kriminalitas


Lumajang,- Tak kurang dari 1 SSK (Satuan Setingkat Kompi, red.) masing-masing dari anggota Satlantas, Sabhara, gabungan Satintelkam, Satreskrim dan staf Polres Lumajang bakal disebar di beberapa kawasan dalam rangka pengamanan malam pergantian tahun.

Dalam apel yang dipimpin Wakapolres Lumajang, Kompol Kristiyan B Martino, aparat Kepolisian itu nantinya akan bersinergi dengan aparat TNI dan unsur pengamanan terkait lainnya, seperti Dishub, Satpol-PP, dan Dinas Kesehatan.

"Kegiatan ini sudah kita ploting pengamanan, diantaranya pengamanan tempat ibadah, titik-titik penyekatan jalan di Lumajang dengan melibatkan pengamanan terbuka bahkan pengaman tertutup dalam rangka memberikan rasa aman bagi warga Lumajang," kata Wakapolres dalam apel yang berlangsung di Halaman Mapolres. Jumat, 31 Desember 2021 sore.

Selain itu, Wakapolres menyebut personelnya itu nantinya juga bakal melakukan penguraian di beberapa lokasi. Hal itu, dilakukan sesuai dengan adanya SOP yang sudah ditetapkan.

"Akan ada tim urai. Itu sudah dijelaskan sesuai SOP masing-masing, tentunya tetap humanis, ini untuk menangkal pelanggaran, dan mencegah bertumpuknya arus lalu lintas terutama di wilayah kota, sehingga tidak sampai menciptakan simpul-simpul kemacetan," bebernya.

Perlu diketahui, penutupan jalan akan dilakukan di beberapa lokasi. Lokasi itu, meliputi Jalan Panjaitan, Jalan Panglima Besar Sudirman, Jalan Yos Sudarso, Jalan Suwandak dan Alun-alun Lumajang.

“Selain itu, lampu di beberapa ruas jalan yang disinyalir digunakan tempat tongkrongan muda-mudi minum miras dan balap liar akan dipadamkan, tujuannya mencegah tindak kriminal dan utamanya mencegah kerumunan, sehingga berpotensi menciptakan klaster covid-19 baru,” imbuhnya.

Dalam gelaran pasukan pengamanan tahun baru kali ini, Wakapolres Lumajang menyampaikan, pihaknya juga telah menyiapkan anggota untuk melaksanakan pengamanan pada gereja-gereja yang hari ini melaksanakan kegiatan ibadah, diantaranya Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB) Jl. Pandjaitan no. 69, Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Jl. dr. Soetomo, Gereja Utusan Pantekosta di Indonesia (GUPDI) Jl. agus salim, Gereja Katolik Maria Ratu Damai Jl. Yos Sudarso, Gereja GKJW Jl. Gatot Subroto no. 59 Sukodono dan 13 gereja yang tersebar di wilayah kabupaten Lumajang.

"Sebagian, personel nanti kita sebar di gereja-gereja yang ada di Lumajang. Disana, mereka akan melakukan sterilisasi, patroli dan pengamanan hingga acara usai" jelas Kompol Kristiyan.

Masih menurut Kristiyan, personel yang dilibatkan kegiatan pengamanan malam tahun baru tersebut, akan bersinergi dengan personel yang ada di Pos Pantau Ops. Lilin Semeru 2021.

“Saya tekankan sekali lagi, walau kegiatan pengamanan malam tahun baru ini adalah agenda tahunan dan biasa kita laksanakan, namun seluruh anggota yang dilibatkan wajib selalu waspada dan melaksanakan tugas ini dengan penuh tanggungjawab, selamat tahun baru 2022, semoga situasi aman dan terkendali,” pungkasnya. (Oborlmj)

Konferensi Pers Akhir Tahun 2021, Sukses Polres Lumajang Tangani Aksi Kriminal hingga Penanganan Pandemi Covid-19


Lumajang,- Mendekati pergantian tahun, Polres Lumajang menggelar konferensi pers terkait hasil kinerja yang selama ini dilakukan oleh pihak Polres selama kurun waktu satu tahun.
Dalam konferensi pers yang dikemas dalam acara ngopi bareng awak media tersebut, Kapolres Lumajang, AKBP Eka Yekti Hananto Seno mengatakan aksi kriminal di Lumajang mengalami penurunan sebesar 14 persen jika dibanding tahun sebelumnya (2020).

“Tahun 2020, laporan yang kami terima sebanyak 953 kasus. Dan tahun 2021, sebanyak 837 kasus, sedangkan yang telah berhasil diungkap sebanyak 133 kasus,” ujar Kapolres dalam keterangan persnya pada Jumat, 31 Desember 2021 petang di Mapolres Lumajang.

Di tahun ini, AKBP Eka Yekti menyebut jika aksi kriminalitas masih didominasi adanya tindakan pencurian dengan pemberatan atau curat. Setidaknya, selama tahun 2021, terdapat 31 kasus curat yang berhasil ditangani oleh Polres Lumajang. “Untuk kasus kedua, ialah curas dan curanmor,” bebernya.

Yang menarik adalah kasus narkotika, pihaknya telah berhasil melakukan penangkapan terhadap 93 tersangka yang terdiri dari pengedar, hingga produsen. 

“Itu dari 81 perkara yang sudah kami tangani di tahun ini, jika kita lihat dari tahun 2020 ada peningkatan pengungkapan kasus narkotika, terlebih Polres Lumajang juga berhasil mengungkap produsen sabu, ini catatan penting di 2021,” jelas Kapolres. 

Kapolres juga mengungkapkan terdapat beberapa kasus yang saat ini menjadi atensi bagi dirinya. Selain kasus BPUM Tegalrandu, ia menyebut jika kasus BPNT Sawaran sekarang sudah memasuki tahap penyelidikan oleh pihak Polres.

“Ada 8 kasus yang menjadi atensi. Beberapa diantaranya sudah selesai kita tangani, dan sisanya masih dalam tahap penyelidikan, termasuk perkara PKH Sawaran Kulon masih kita lakukan gelar perkara,” ungkap Kapolres.

Kapolres juga tidak menampik, bahwa masih ada kasus-kasus yang belum terselesaikan, namun pihaknya akan terus berupaya untuk dapat menyelesaikannya.

“Itu masih menjadi beban tugas kami, akan kami upayakan secara maksimal untuk mengungkapnya,” tegas Kapolres.

Tak hanya soal kasus-kasus kriminal yang menjadi bahasan dari pers release akhir tahun 2021 kali ini, namun juga menyoal tentang penegakan hukum lalu lintas. Kapolres menyebutkan bahwa banyak upaya yang dilakukan dalam sosialisasi dan mengedukasi masyarakat untuk tertib berlalulintas, diantaranya razia kenalpot brong dan kendaraan Odol (Over Dimensi dan Over Load, red.).

“Knalpot brong tentunya menjadi perhatian kita semua, itu termasuk dalam polusi suara karena bising jika digunakan, selain itu kendaraan Odol menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas, bagaimana tidak, sering terjadi truk terbalik dan pecah ban gara-gara kelebihan muatan,”ulas AKBP Eka Yekti.

Kapolres juga mengulas, di tahun 2022 mendatang pihaknya akan bekerjasama dengan pihak terkait dalam penerapan ETLE atau tilang elektronik. Kapolres berharap sejak sekarang masyarakat wajib mentaati lalu lintas jika tidak ingin ditindak.

“Target kita tahun ini, ETLE diberlakukan di kabupaten Lumajang, jika tertangkap kamera CCTV saat melakukan pelanggaran lalu lintas tidak bisa lagi mengelak, yang berani coba-coba maka tunggu saja surat tilang akan sampai di alamat saudara,” ulas Kapolres.

Kapolres menyebutkan, pemberlakuan ETLE nantinya, untuk mengurangi interaksi antara pelanggar dan petugas lalu lintas di lapangan.

“Ya, tidak ada lagi suap menyuap petugas, dan tidak ada lagi kesempatan bernegosiasi,” tegasnya.

Selain persoalan keamanan, berbagai kegiatan selama tahun 2021 telah digencarkan oleh pihak Polres, mulai dari Program SAPA SAYA yang setiap anggota Polisi mengangkat dan merawat satu anak yatim piatu, trauma healing dan dukungan psikologi bagi korban bencana alam, serta sosialisasi pentingnya vaksinasi hingga gencaran vaksinasi covid-19 bagi warga Lumajang. Hal ini dilakukan oleh Polres Lumajang untuk hadir melayani masyarakat dan dalam rangka mensukseskan program pemerintah guna menekan angka penularan covid-19.

“Di awal tahun 2021 lalu, saya menyampaikan bahwa masyarakat harus siap menghadapi pandemi Covid-19, kini terbukti angka penularannya telah dapat ditekan, resep utamanya adalah disiplin dalam penerapan protokol kesehatan 3 M, mencuci tangan, menjaga jarak dan memakai masker. Dan tidak kalah pentingnya adalah melaksanakan vaksinasi. Saya sampai dengan hari ini mengimbau bagi warga Lumajang yang belum mendapat vaksin, kami sediakan gratis. Silahkan datang ke Gerai Vaksin yang kami gelar,” pungkas Kapolres. (Oborlmj)