15/03/2025

Ketua F- Wamipro Angkat Bicara Terkait Pernyataan Kontrofersial Camat Gending Masalah Proyek TPT Desa Banyuanyar Lor Kabupaten Probolinggo.



PROBOLINGGO, Merdekanews.id  Pernyataan kontrofersial yang di ungkapkan oleh kepala desa setempat tidak selaras dengan Camat Gending, adanya dugaan pengurangan volume dalam pelaksanaan proyek pekerjaan tersebut menjadi alasan utamanya.

Diketahui,Proyek TPT (Tebing Penahan Tanah) di Desa Banyuanyar Lor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo Yang bersumber dari Dana Desa tahun 2024. sebesar  Rp. 181.033.800. dengan volume 320×0.30×1 menuai polemik di kalangan masyarakat.

Viralnya pemberitaan Winda Permata Erianti  Turun ke lokasi pengerjaan proyek tersebut membuat penggunaan dana anggaran semakin kontrofersial.

Dilokasi pengerjaan , Slamet selaku Kepala Desa Banyuanyar Lor Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo membenarkan bahwa pengerjaan proyek TPT tersebut tidak sesuai RAB dan prasasti, yaitu kurang 60 meter. Kendati demikian, proyek ini sudah dilakukan monev dari pihak TPK kecamatan pada akhir Desember tahun 2024 silam.

"Lantaran kurang efektif, jadi pengerjaan kurang 60 meter. Atas instruksi dari pendamping desa atas nama Sholeh, akhirnya kekurangan pengerjaan di pindah di titik lain. Monev sudah selesai pada akhir tahun kemarin, dan lolos,"jelas Slamet

Berbeda dengan apa yang di sampaikan oleh Camat Gending, Winda Permata Erianti di salah satu media online. Dirinya menyebutkan bahwa Kepala Desa Banyuanyar Lor dengan sengaja menambah volume panjang proyek.
Parahnya lagi, Camat Gending saat meninjau langsung ke lokasi mengklaim bahwa penambahan volume tersebut merupakan amal jariyah dari kepala desa setempat.

Saat di konfirmasi, Winda Permata Erianti Selaku Camat Gending lebih memilih bungkam. Seakan alergi terhadap insan pers, Winda Permata diam seribu kata.

Menanggapi hal tersebut, Ketua F- Wamipro (Forum Wartawan Mingguan Probolinggo), M.Suhri sangat menyayangkan atas perilaku dan sikap dari seorang camat Gending.

Dirinya bahkan mengklaim bahwa apa yang di lakukan oleh pejabat pemerintah tingkat kecamatan tersebut terkesan menutupi kesalahan anak buahnya.

"Kepala Desa Banyuanyar Lor,Slamet dengan jelas membenarkan terkait kekurangan volume pekerjaan.  Bahkan Kepala Desa Banyuanyar Lor menjelaskan kekurangan volume proyek TPT tersebut lantaran dirinya dalam kondisi sakit. Tapi kenapa Seorang camat mengklaim penambahan volume proyek tersebut merupakan amal jariyah kepala desa???' ungkap ketua F- Wamipro. Sabtu,(15/03/2025).

M.Suhri juga berharap, Pemerintah Kecamatan Gending lebih efektif dan maksimal lagi dalam menjalankan tugasnya, Terlebih Tim Pelaksana Kerja Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo.

"Seorang camat itu harus bijak, Kalau menutupi kesalahan dan membela anak buahnya itu jangan berlebihan. Apakah harus viral dulu, baru di kerjakan. Seandainya tidak viral, mustahil ada pengerjaan lanjutan,kan sudah dilakukan monev," Pungkasnya.

14/03/2025

Wali Kota Aminuddin Hadiri Rakor Ketahanan Pangan, Bahas Infrastruktur dan Produksi Pangan

SURABAYA, Merdekanews.id 
Wali Kota dr. Aminuddin turut hadir dalam Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, yang diselenggarakan Kamis (14/3). Rakor ini diikuti oleh Bupati/Wali Kota se-Jawa Timur dan sejumlah tokoh penting, seperti Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yuhoyono, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Nazib Faizal.
Tujuan utama dari rakor ini adalah untuk mendiskusikan langkah-langkah strategis guna memperkuat ketahanan pangan serta mendukung kebijakan infrastruktur yang mendukung katahanan pangan di Jawa Timur menuju "Gerbang Baru Nusantara".

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menekankan pentingnya peningkatan produksi pangan, khususnya beras, di Jawa Timur. “Jawa Timur ditargetkan tambah produksi berasnya sebesar 2,2 juta ton,” ujar Khofifah.

Ia juga menjelaskan berbagai proyek infrastruktur yang sedang berjalan, seperti pengembangan irigasi dan drainase, yang diharapkan dapat meningkatkan hasil pertanian dan menambah musim panen.

Salah satu pembahasan utama adalah tentang infrastruktur air untuk pertanian. Khofifah menjelaskan bahwa saat ini masih ada sekitar 488.000 hektar sawah non-irigasi di Jawa Timur yang hanya bisa dipanen sekali dalam setahun.

“Jadi sawah non irigasi di Jawa Timur itu masih 488 ribu hektar. Inilah yang membutuhkan irigasi tersier yang bisa tersambung. Apakah waduk-waduk yang sudah ada ataukah melalui pipanisasi dan seterusnya. Tapi air ini menjadi faktor yang siginifikan untuk bisa maksimalisasi dari sawah non irigasi tersebut bisa tiga kali panen. Sekarang ini posisinya masih satu kali panen,” tambahnya.

Dalam pembahasannya, Khofifah juga memastikan bahwa ketahanan pangan di Jawa Timur cukup stabil, dengan surplus beras dan jagung. Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyoroti potensi besar padi di Jawa Timur yang seharusnya dapat dikategorikan sebagai padi premium. Namun, karena proses pengeringan yang kurang optimal, banyak padi yang akhirnya kategori medium. Khofifah berharap dengan penggunaan teknologi pengeringan seperti bed dryer di tingkat desa dapat membantu mengatasai masalah ini.

“Pada dasarnya padi-padi yang ada di Jawa Timur ini potensial padi premium, tapi kenapa kemudian masuk kategori medium karena pengeringannya kurang bagus. Kita sudah menginisasi bed dryer,” terangnya.

“Jawa Timur adalah produsen padi terbesar di Indonesia. Kita istikamah dalam enam tahun terakhir menjadi penghasil padi sekaligus beras tertinggi di Indonesia,” jelasnya.

Terpisah, dr. Aminuddin, yang hadir dalam rakor ini, menyatakan dukungannya terhadap program ketahanan pangan di Jawa Timur. “Kami siap berkolaborasi untuk mendukung segala upaya yang dilakukan pemerintah provinsi agar ketahanan pangan di seluruh Jawa Timur dapat terjaga dengan baik,” ujarnya.

Polsek Candipuro Aktif Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Pantau Perkembangan Jagung di Lahan Perhutani


Lumajang, Merdekanews.id Polsek Candipuro, Polres Lumajang, menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang merupakan salah satu dari Asta Cita Presiden Republik Indonesia. 

Hal ini diwujudkan melalui kegiatan pengawasan dan pendampingan perkembangan tanaman jagung di lahan perhutani petak 13 N dan 13 P, Dusun Kebonsari, Desa Jarit, Kecamatan Candipuro 

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, SH, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan di wilayahnya.

 "Kami dari Polsek Candipuro, sebagai bagian dari Polri yang merupakan penggerak ketahanan pangan, terus berupaya mendukung program pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional," ujarnya.

Pada hari Kamis, 13 Maret 2025, AKP Lugito bersama anggota Polsek Candipuro dan petugas dari Kesatuan Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Candipuro, serta kelompok tani setempat, melakukan pengecekan langsung ke lahan perhutani. Mereka memantau perkembangan tanaman jagung yang telah berumur 1,5 bulan sejak penanaman serentak.

"Kami melakukan pendangiran dan pemupukan untuk memastikan tanaman jagung tumbuh dengan baik. Kami juga berdiskusi dengan para petani mengenai kendala yang dihadapi dan memberikan solusi yang diperlukan," tambah AKP Lugito.

AKP Lugito berharap, kegiatan ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Candipuro. 

"Kami akan terus bersinergi dengan semua pihak untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan," pungkasnya.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dan kelompok tani setempat. Sugiono, salah satu petani yang ikut serta dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan dukungan yang diberikan oleh Polsek Candipuro. 

"Kami sangat terbantu dengan adanya pendampingan dari Bapak-bapak Polisi. Semoga hasil panen jagung kali ini bisa melimpah," ungkapnya.

Polres Lumajang Bersama Wartawan Bagikan 500 Takjil untuk Pengendara


Lumajang , Merdekanews.id Menjelang waktu berbuka puasa, Polres Lumajang bersama wartawan menggelar aksi sosial dengan membagikan 500 paket takjil kepada para pengendara yang melintas di Jalan Raya Nasional, Desa Banyuputih Lor, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., didampingi Wakapolres Lumajang, Kompol A Risky Fardian Caropeboka, dan para Pejabat Utama (PJU) Polres Lumajang. 

Aksi sosial ini merupakan bagian dari upaya Polres Lumajang untuk mempererat tali silaturahmi dengan masyarakat dan berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan.

"Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami, Polres Lumajang, terhadap masyarakat, khususnya para pengendara yang mungkin tidak sempat berbuka puasa di rumah," ujar Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar di sela-sela kegiatan. 

AKBP Alex Sandy Siregar mengatakan, kegiatan berbagi takjil ini merupakan bentuk kepedulian Polres Lumajang kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa.

"Kegiatan ini sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian kami terhadap masyarakat, khususnya bagi para pengendara yang mungkin belum sempat menyiapkan makanan untuk berbuka puasa. Semoga takjil yang kami bagikan bisa bermanfaat dan membawa berkah," ujar AKBP Alex Sandy Siregar.

Selain itu, Kapolres menambahkan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat sinergi antara Polri dan insan pers dalam menciptakan suasana yang kondusif di tengah masyarakat.

AKBP Alex menambahkan, pihaknya ingin mempererat sinergi dengan rekan-rekan wartawan, yang selama ini telah banyak membantu kami dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Kami juga mengapresiasi rekan-rekan wartawan yang ikut serta dalam kegiatan ini. Sinergi antara Polri dan media sangat penting dalam memberikan informasi yang positif dan edukatif kepada masyarakat," tambahnya.

Para pengendara yang menerima takjil tampak antusias dan mengapresiasi kegiatan tersebut. Mereka berharap aksi sosial semacam ini dapat terus dilakukan, terutama di momen-momen istimewa seperti bulan Ramadan.

Dengan kegiatan ini, Polres Lumajang ingin menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga hadir di tengah masyarakat untuk berbagi dan menebar kebaikan.

Polres Lumajang Gelar Sidak di Pasar Baru, Pastikan Ketersediaan Bapokting Menjelang Lebaran.


Lumajang, Merdekanews.id Polres Lumajang bersama Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Lumajang melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Baru Lumajang.

Sidak ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan bahan pokok penting (bapokting) menjelang Lebaran dan mengecek kelayakan minyak goreng MinyaKita yang beredar di pasaran.

Wakapolres Lumajang Kompol A. Risky Fardian Caropeboka, S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa kegiatan sidak tersebut bertujuan untuk mengecek harga bahan pokok, harga sembako, serta kualitas minyak goreng yang beredar di pasar. 

“Hari ini kami bersama dengan Diskopindag melakukan sidak untuk memantau harga bahan pokok, termasuk minyak goreng MinyaKita. Kami juga menguji sampel di dua toko, dan alhamdulillah, hasilnya masih dalam kategori wajar,” ujar Kompol Risky.

Dalam sidak tersebut, pihaknya menemukan perbedaan volume minyak goreng di dua toko. Pada toko pertama, ditemukan selisih 10 mililiter dari jumlah yang tertera, namun masih dinilai dalam kategori wajar.

Sementara itu, pada toko kedua, minyak goreng yang diperiksa memiliki volume yang sesuai dengan ketentuan, yaitu tepat satu liter. 

“Dari dua toko yang kami periksa, semuanya memenuhi standar yang ditetapkan, jadi tidak ada temuan yang merugikan konsumen,” lanjutnya.

Kompol Risky juga menegaskan bahwa kondisi ketersediaan bahan pokok di Lumajang menjelang Lebaran sangat baik. 

“Alhamdulillah, stok minyak goreng MinyaKita di Lumajang masih aman. Kami juga bekerja sama dengan Diskopindag dan pemerintah daerah untuk terus memantau ketersediaan bahan pokok lainnya, termasuk yang harganya mungkin sedikit mengalami kenaikan, seperti cabai,” tuturnya.

Namun, dalam hasil pantauan, ditemukan harga jual MinyaKita di pasar melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Pemerintah menetapkan HET MinyaKita sebesar Rp15.700 per liter, namun di lapangan harga minyak goreng tersebut mencapai Rp17.500 per liter. 

Wakapolres Lumajang berharap bahwa hasil sidak ini dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat menjelang Idul Fitri. 

“Semoga masyarakat bisa menikmati hari raya dengan nyaman, dan ketersediaan bahan pokok di Lumajang tetap stabil,” pungkasnya.

13/03/2025

Polsek Senduro Gelar Tadarus Al-Qur'an Bersama Warga.

Lumajang ,Merdekanews.id Polsek Senduro, Polres Lumajang, menggelar kegiatan tadarus Al-Qur'an bersama warga di Mushola Darul Tauhid, Dusun II Sumberagung, Desa Senduro, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat selama bulan suci Ramadan 1446 H.

Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan tadarus Al-Qur'an ini merupakan implementasi dari perintah Wakapolri tentang pelaksanaan kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan selama bulan Ramadan.

"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya di bulan Ramadan. Kami ingin mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan komunikasi dengan warga," ujar AKP Wahono Pudji Santoso.

Selain tadarus Al-Qur'an, kegiatan ini juga diisi dengan dialog antara polisi dan warga. Dalam kesempatan tersebut, Kapolsek Senduro menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

"Kami juga memanfaatkan momen ini untuk menyampaikan himbauan kamtibmas kepada warga. Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing," tambahnya.

AKP Wahono Pudji Santoso berharap, melalui kegiatan tadarus Al-Qur'an dan dialog ini, hubungan antara polisi dan masyarakat semakin baik. Ia juga berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi keamanan dan ketertiban di wilayah Senduro.

"Kami akan terus melaksanakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Kami berharap, dengan terjalinnya komunikasi yang baik, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif," pungkasnya.

Kegiatan tadarus Al-Qur'an ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka merasa senang dengan kehadiran polisi yang dekat dengan masyarakat. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi polsek-polsek lain dalam mempererat hubungan dengan masyarakat selama bulan Ramadan.

Polsek Sukodono Tingkatkan Ketaqwaan Ramadan dengan Sholat Dzuhur Berjamaah di Masjid Al Istiqomah

Lumajang, Merdekanews.id Polsek Sukodono, Polres Lumajang, melaksanakan kegiatan sholat Dzuhur berjamaah di Masjid Al Istiqomah, Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kapolsek Sukodono, AKP Ernowo, S.H., bersama dengan anggota lainnya.

"Kegiatan sholat Dzuhur berjamaah ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan anggota Polri, khususnya di bulan suci Ramadan," ujar AKP Ernowo.

Selain sebagai sarana ibadah, kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat silaturahmi antara anggota Polsek Sukodono dengan masyarakat sekitar. AKP Ernowo berharap, dengan kegiatan ini, hubungan antara polisi dan masyarakat semakin harmonis.

"Kami ingin menunjukkan bahwa polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga peduli terhadap kegiatan keagamaan masyarakat," tambahnya.

AKP Ernowo menjelaskan bahwa kegiatan sholat berjamaah ini akan terus dilakukan selama bulan Ramadan. 

Ia berharap, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif bagi keimanan dan ketaqwaan anggota Polsek Sukodono, serta mempererat hubungan dengan masyarakat.

"Kami akan terus berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, baik dalam bidang keamanan maupun keagamaan. Kami berharap, dengan kegiatan ini, kita dapat menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif di wilayah Sukodono," pungkasnya.

Kegiatan sholat Dzuhur berjamaah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Mereka merasa senang dengan kehadiran polisi yang ikut serta dalam kegiatan keagamaan.