27/02/2026

Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Pasrujambe Panen Bawang Daun Bersama Petani


Lumajang , Merdekanews.id Dalam rangka mengimplementasikan Program Asta Cita Presiden serta mendukung ketahanan pangan nasional, anggota melaksanakan kegiatan monitoring tanaman pangan di lahan milik warga Desa , Kecamatan  dan  Kabupaten.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Desa Kertosari Bripka Wisuda Joko Susilo bersama kelompok tani setempat. 

Monitoring dilakukan terhadap tanaman pangan jenis bawang daun yang ditanam di lahan milik warga dan sebelumnya merupakan hasil penanaman yang diinisiasi oleh Polsek Pasrujambe.

Bripka Wisuda Joko Susilo menjelaskan bahwa saat ini tanaman bawang daun tersebut telah memasuki masa panen dengan usia tanam sekitar 40 hari dan menunjukkan hasil yang cukup baik.

“Monitoring ini kami lakukan untuk memastikan pertumbuhan tanaman berjalan optimal. Alhamdulillah, bawang daun yang ditanam bersama kelompok tani kini sudah memasuki masa panen dan hasilnya cukup memuaskan,” ujarnya.

Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam kegiatan ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan nyata terhadap program pemerintah sekaligus upaya mendorong kemandirian pangan di tingkat desa.

Sementara itu, Kapolsek Pasrujambe AKP Purwaningsih mengatakan bahwa kegiatan penanaman dan monitoring tanaman pangan ini merupakan wujud komitmen Polri dalam mendukung Asta Cita Presiden, khususnya di sektor ketahanan pangan.

“Polsek Pasrujambe terus mendorong peran aktif anggota sebagai penggerak ketahanan pangan di desa binaan. Melalui kolaborasi dengan kelompok tani dan masyarakat, diharapkan dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan warga,” kata AKP Purwaningsih.

Menurutnya, program ini tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga membangun sinergi antara Polri dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial di wilayah pedesaan.

"Dengan adanya kegiatan Polisi Penggerak Ketahanan Pangan ini, Polsek Pasrujambe berharap dapat memberikan contoh positif serta memotivasi masyarakat untuk terus memanfaatkan lahan produktif guna mendukung ketahanan pangan berkelanjutan di Kabupaten Lumajang," pungkasnya

Antisipasi Balap Liar dan 3C, Gelar Patroli Ngabuburit di JLT Boreng


Lumajang ,Merdekanews.id Menjelang waktu berbuka puasa selama bulan suci Ramadhan, melaksanakan patroli ngabuburit di Jalan Lintas Timur (JLT) simpang empat Desa , Kecamatan Lumajang, Kabupaten.

Patroli tersebut melibatkan personel gabungan dari Sat Samapta, Satlantas Polres Lumajang, serta Polsek Lumajang Kota. 

Kegiatan ini difokuskan untuk mengantisipasi terjadinya aksi balap liar serta tindak kejahatan jalanan yang dikenal dengan istilah 3C (curat, curas, dan curanmor) yang rawan terjadi pada sore hari menjelang berbuka puasa.

Kasubsi PIDM Sie Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan bahwa patroli ngabuburit merupakan upaya preventif Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat selama Ramadhan.

“Patroli ini kami laksanakan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya balap liar dan kejahatan 3C yang sering terjadi pada jam-jam menjelang berbuka puasa,” ujar Ipda Suprapto.

Dalam pelaksanaan patroli, petugas melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan, khususnya di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT) simpang empat Desa Boreng yang kerap dijadikan lokasi berkumpulnya muda-mudi. 

Selain itu, petugas juga memberikan imbauan secara humanis kepada para remaja yang nongkrong agar segera kembali ke rumah masing-masing.

“Kami mengimbau kepada para muda-mudi yang masih berkumpul menjelang waktu berbuka puasa untuk segera pulang ke rumah, agar tidak menimbulkan kerumunan yang berpotensi memicu balap liar maupun gangguan kamtibmas lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa maupun yang melintas di kawasan tersebut.

"Polres Lumajang menegaskan akan terus meningkatkan intensitas patroli selama bulan Ramadhan, terutama pada waktu-waktu rawan, guna menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di wilayah hukum Polres Lumajang," pungkasnya

Perkuat Sinergitas, Kapolres Lumajang Terima Kunjungan Silaturahmi Pengurus PCNU Lumajang.


LUMAJANG , Merdekanews.id Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusivitas keamanan di wilayah Kabupaten Lumajang, Kapolres Lumajang, AKBP Alex Sandy Siregar, S.I.K., S.H., M.H., menerima kunjungan resmi dari jajaran pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang. Pertemuan hangat ini berlangsung di Lobi Mapolres Lumajang.

Kedatangan Rombongan PCNU Kabupaten Lumajang yang dipimpin langsung oleh Dr.H. Muhammad Darwis M.Pdi, disambut hangat oleh Kapolres Lumajang. Pertemuan ini menjadi ajang konsolidasi antara pihak kepolisian dan tokoh agama guna memastikan Lumajang tetap dalam kondisi yang aman dan harmonis.

Dalam dialog tersebut, AKBP Alex Sandy Siregar menyampaikan apresiasinya atas peran aktif PCNU dalam menjaga kerukunan antarwarga selama ini. Beliau menekankan bahwa Polri membutuhkan dukungan dari para ulama dan tokoh masyarakat untuk mengawal program-program kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat).

"Sinergitas antara Polri dan ulama adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas daerah. Kami berharap kolaborasi dengan PCNU terus terjalin erat, terutama dalam memberikan edukasi yang menyejukkan kepada masyarakat," ujar AKBP Alex Sandy Siregar di sela-sela kegiatan.

Senada dengan Kapolres, Gus Darwis selaku Ketua PCNU Lumajang menyatakan kesiapannya untuk terus mendukung tugas-tugas kepolisian di wilayah hukum Lumajang. Menurutnya, koordinasi yang baik antara umara (pemerintah/polri) dan ulama akan menciptakan suasana yang damai bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kunjungan yang berlangsung kurang lebih satu jam tersebut diakhiri dengan sesi foto bersama dan ramah tamah. Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin solidnya hubungan antara Polres Lumajang dan organisasi keagamaan terbesar di wilayah tersebut.

Bangun Komunikasi Humanis, Polres Probolinggo Rangkul Mahasiswa dalam Buka Bersama



Probolinggo, Merdekanews.id
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan membangun komunikasi yang harmonis dengan kalangan mahasiswa, Polres Probolinggo ajak buka puasa Mahasiswa Aliansi BEM dan OKP se-Kabupaten Probolinggo di Resto J’bing 3, Dringu. Kamis (26/2/2026).

Momentum Ramadan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kebersamaan, namun juga ruang diskusi konstruktif antara jajaran kepolisian dan elemen mahasiswa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, Wakapolres Probolinggo Kompol Yanuar Rizal Ardianto, Pejabat Utama serta mahasiswa yang tergabung dalam BEM, PMII, HMI, dan GMNI Kabupaten Probolinggo.

Dalam sambutannya, AKBP M. Wahyudin Latif menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran rekan-rekan mahasiswa. Kegiatan ini bukan sekadar buka puasa bersama, tetapi menjadi sarana membangun komunikasi yang terbuka dan konstruktif antara Polri dan mahasiswa.” ujar Kapolres.

AKBP Latif menegaskan bahwa mahasiswa dan organisasi kepemudaan merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Probolinggo. Ia membuka ruang dialog, kritik, dan saran sebagai bagian dari komitmen transparansi dan perbaikan institusi.

“Kami tidak anti kritik. Justru kami membutuhkan masukan dari adik-adik mahasiswa agar Polri semakin profesional, humanis, dan dicintai masyarakat.” kata AKBP Latif.

Lebih lanjut, Rosa ketua GMNI menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas undangan serta ruang dialog yang diberikan oleh Kapolres Probolinggo.

“Kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. Momentum ini menunjukkan bahwa komunikasi antara mahasiswa dan kepolisian dapat terjalin dengan baik dan penuh kekeluargaan.” ucap Rosa.

Ia menegaskan bahwa mahasiswa siap menjadi mitra strategis Polri dalam menjaga situasi kamtibmas yang kondusif, serta berkomitmen untuk menyampaikan aspirasi secara santun, argumentatif, dan sesuai koridor hukum.

Lebih lanjut, mahasiswa berharap forum silaturahmi seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, tidak hanya dalam momentum Ramadan, namun juga dalam bentuk diskusi rutin guna membahas isu-isu sosial kemasyarakatan di Kabupaten Probolinggo.

“Kami percaya bahwa kolaborasi yang baik antara mahasiswa dan kepolisian akan menciptakan suasana yang aman, kritis, namun tetap harmonis.” kata Rosa.

Melalui kegiatan ini, diharapkan sinergitas antara Polres Probolinggo dan elemen mahasiswa semakin kuat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Probolinggo.

26/02/2026

Kinerja Pengelolaan Sampah Dinilai, Kota Probolinggo Raih Predikat Menuju Kota Bersih



JAKARTA, Merdekanews.id
Kota Probolinggo dinilai punya komitmen kuat dalam mengelola sampah di wilayahnya. Hal itu terlihat dari Penilaian kinerja pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).

Kota Mangga pun meraih predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih. Penilaian itu tertuang berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup, Nomor 1048 Tahun 2026 Tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kota Probolinggo Tahun 2025 dengan Predikat Sertifikat Menuju Kota Bersih.

Kriteria penilaian pengelolaan sampah ini meliputi anggaran dan kebijakan, SDM dan fasilitas pengelolaan sampah, capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan. Total hasil penilaian akhir untuk Kota Probolinggo 61,61.

Sertifikat berupa plakat ini diserahkan Menteri Lingkungan Hidup RI Hanif Faisol Nurofiq kepada Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin.

Sertifikat itu diserahkan di sela-sela acara Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartika, Jakarta.

Diketahui, penilaian pengelolaan sampah di daerah dan hasil penilaian tahun 2025 adalah Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota Bersih, Kabupaten/Kota dalam Pembinaan dan Kabupaten/Kota dalam Pengawasan.

Namun, belum ada daerah yang mendapat Adipura dan Adipura Kencana.

Oleh karena itu, kementerian meminta pemerintah daerah melakukan perbaikan tata kelola sampah secara komprehensif.

Penerima Sertifikat Menuju Kabupaten/ Kota Bersih sebanyak 35 daerah; 253 daerah mendapat predikat pembinaan; 132 predikat pengawasan.

“Kita patut berbangga. Kita sebagai salah satu kota menerima predikat menuju kota bersih. Dari 514 daerah, hanya 35 yang dapat ya. Ini merupakan perjuangan dan hasil kerja masyarakat Kota Probolinggo,” ujar Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin.

“Sekali lagi terima kasih. Mari kita terus jaga sertifikat ini menjadi kota penerima Adipura Kencana,” imbuhnya.

Wali kota menceritakan, penilaian kinerja ini sangat ketat. Dengan lama penilaian sekitar dua bulan untuk melihat bagaimana masyarakat menjaga kebersihan dan lingkungannya.

“Tentu saja ini berkat kerja sama masyarakat. Sudah saatnya kita ajak semua masyarakat merubah budaya, mengelola sampah dengan baik, jangan ada tumpukan sampah dan bebaskan Kota Probolinggo dari banjir,” imbuhnya.

Memilah Sampah Hal Wajib

Kepala DLH Kota Probolinggo Retno Wandansari menambahkan, indikator dan tata cara penilaian tahun 2025 adalah adanya perubahan kriteria anggaran menjadi penilaian yang cukup besar. Sebab, anggaran pengelolaan sampah adalah 3 persen.

Kemudian, SDM harus ada penyuluh yang efisien dan efektif dalam melakukan pengelolaan persampahan dan capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan.

“Ini merupakan hal baru dan cukup berat, tetapi kita harus berproses melakukan perbaikan. Tahun 2026 diwajibkan mempunyai Rencana Induk Pengelolaan Sampah dalam bentuk perwali sedang berproses,” ujar Retno.

“Kita harus menggiatkan KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi), melakukan edukasi ke masyarakat dengan melibatkan stakeholder,” imbuh Retno.

Dalam segi pengelolaan persampahan, lanjut Retno, sebelum memakai mesin, masyarakat harus berperan aktif. Jangan sampai TPA Bestari longsor.

“Memilah sampah adalah wajib. Kami sudah sosialisasi dengan camat, lurah dan PKK. Sosialisasi ini harus ada  tindaklanjut, masyarakat harus mulai bergerak,” terang Kepala DLH, saat dijumpai di Jakarta.

Terkait Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di sektor pengelolaan lingkungan dan persampahan, Kota Probolinggo sedang berproses melaksanakan kerja bakti.

Antara Gerakan Asri dan Kota Probolinggo Bersolek, disebutkan Retno sudah ada kolaborasi dan kebijakan yang searah dengan kementerian dan Presiden.

“Secara pribadi dan atas nama Pemerintah Daerah, terima kasih. Tanpa bantuan dari masyarakat, perangkat daerah terkait, camat dan lurah, tidak mungkin bisa mendapatkan sertifikat ini. Dukungan harus terus berlanjut supaya dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi di bidang lingkungan,” tutur Retno lagi.

Penyampaian Arahan dari Pusat

Rangkaian rakornas ini menjadi ajang penyampaian arahan pemerintah pusat ke pemerintah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan materi tentang sinkronisasi kebijakan pengelolaan sampah nasional.

Sementara Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan peran dan tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam penyelenggaran pengelolaan sampah.

Selanjutnya, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (BKKBN) membahas tema peran keluarga untuk mendukung perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah.

Sedangkan Wakil Menteri Pekerjaan Umum tentang pembangunan dan optimalisasi infrastruktur pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Kemudian Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal menyampaikan peran pemerintah desa dalam mendukung peningkatan kinerja pengelolaan sampah di kabupaten/kota.

Rakornas bakal berlanjut besok (26/2) dengan diskusi panel tentang penegakan hukum dalam pengelolaan sampah dan tata kelola, serta komitmen bersama dalam pengelolaan sampah.

Kapolres Lumajang Dukung Relokasi Warga Terdampak Lahar Semeru, DTH Disalurkan ke 43 KK


Lumajang, Merdekanews.id Kapolres Lumajang menunjukkan kedekatan dan kepeduliannya saat menyapa warga Dusun Sumberlangsep dalam kegiatan penyaluran Dana Tunggu Hunian (DTH) di Balai Desa Jugosari, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Lumajang , jajaran Forkopimda, serta warga terdampak bencana banjir lahar dingin .

Sebanyak 43 kepala keluarga (KK) dari Dusun Sumberlangsep, Desa Jugosari, dan Dusun Kajar Kosong, Desa Sumberwuluh, menerima bantuan DTH sebesar Rp600 ribu per bulan selama enam bulan. Dengan demikian, setiap KK memperoleh total bantuan Rp3,6 juta.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar menegaskan dukungan penuh Polres Lumajang terhadap langkah pemerintah dalam upaya relokasi warga ke kawasan yang lebih aman.

“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah terkait relokasi ke tempat yang lebih aman. Polres Lumajang siap membantu, termasuk pengamanan barang-barang milik warga saat proses pemindahan ke lokasi relokasi,” ujar Alex Sandy Siregar.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu.

“Keselamatan keluarga adalah yang utama. Kami minta warga selalu memperhatikan perkembangan cuaca dan potensi bencana,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati menyampaikan bahwa pemerintah daerah kembali menawarkan relokasi kepada warga terdampak. Namun demikian, pemerintah tetap menghormati keputusan warga yang memilih bertahan.

“Bagi warga yang menolak relokasi, kami persilakan, namun harus menandatangani surat pernyataan bahwa segala risiko menjadi tanggung jawab masing-masing,” tegasnya.

Bupati menjelaskan, Pemerintah Desa Jugosari telah menyiapkan lahan seluas satu hektare untuk lokasi relokasi yang tidak jauh dari permukiman awal. Selain itu, Pemkab Lumajang akan mengajukan anggaran pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak.

“Pada prinsipnya, pemerintah tetap memperbolehkan warga bekerja di tempat asal, namun harus mempertimbangkan kondisi cuaca dan keselamatan,” pungkas Indah Amperawati.

Penyaluran DTH ini diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus menjadi solusi sementara sambil menunggu pembangunan hunian tetap di lokasi yang lebih aman.

Antisipasi Balap Liar Jelang Ngabuburit, Polsek Tempursari Intensifkan Patroli dan Pantau Bazar Takjil

Lumajang , Merdekanews.id Guna mengantisipasi aksi balap liar serta potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang waktu ngabuburit, anggota Polsek Tempursari melaksanakan patroli di wilayah hukum Polsek Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Patroli dilakukan pada jam-jam rawan menjelang berbuka puasa dengan menyasar sejumlah ruas jalan yang kerap dijadikan lokasi balap liar, serta titik-titik keramaian masyarakat. 

Selain patroli keliling, petugas juga melakukan pemantauan di lokasi bazar takjil Tempursari yang ramai dikunjungi warga.

Kapolsek Tempursari, Iptu Sukirno, mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif kepolisian untuk menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama bulan Ramadan, khususnya pada sore hari menjelang berbuka puasa.

“Patroli ini kami lakukan untuk mencegah balap liar yang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengantisipasi gangguan kamtibmas lainnya. Kami juga memantau aktivitas bazar takjil agar masyarakat dapat berbelanja dengan aman dan nyaman,” ujar Iptu Sukirno.

Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, baik bagi pengguna jalan maupun warga yang beraktivitas di pusat-pusat keramaian.

Selain itu, petugas juga memberikan imbauan kepada para remaja agar tidak melakukan aksi balap liar serta mengingatkan pengendara untuk selalu tertib berlalu lintas.

“Dengan adanya kehadiran petugas patroli di lapangan, kami berharap masyarakat merasa lebih aman saat berbelanja takjil maupun saat melaksanakan aktivitas ngabuburit. Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan,” tambahnya.

Kapolsek Tempursari menegaskan bahwa patroli serupa akan terus ditingkatkan selama Ramadan guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah Tempursari tetap aman, tertib, dan kondusif.