07/07/2026

Patroli Wisata di Pantai Watu Godek, Polsek Tempursari Perkuat Antisipasi 3C dan Jaga Kamtibmas


Lumajang , Merdekanews.id Polsek Tempursari terus meningkatkan kehadiran personel di tengah masyarakat melalui patroli pariwisata dan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Salah satunya dilakukan di kawasan Pantai Watu Godek, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut dilaksanakan oleh Aipda Bambang dan Bripda Ghani. Selain mengantisipasi tindak kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), petugas juga berdialog dengan pengunjung serta menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat tetap waspada selama beraktivitas di kawasan wisata.

Kehadiran personel kepolisian di objek wisata menjadi bagian dari upaya memberikan rasa aman kepada wisatawan sekaligus memastikan situasi keamanan tetap kondusif, terutama pada akhir pekan saat aktivitas masyarakat meningkat.

Kapolsek Tempursari IPTU Sukirno, S.H., mengatakan patroli di kawasan wisata merupakan agenda rutin yang dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah potensi gangguan keamanan.

"Kami terus meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, termasuk kawasan wisata Pantai Watu Godek. Kehadiran anggota di lapangan bertujuan memberikan rasa aman kepada pengunjung sekaligus mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C," ujar IPTU Sukirno.

Menurutnya, patroli tidak hanya berfokus pada pengawasan situasi, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis melalui dialog dengan masyarakat dan wisatawan.

"Dalam setiap patroli, anggota juga memberikan imbauan kamtibmas kepada masyarakat agar selalu menjaga barang bawaan, mematuhi aturan di lokasi wisata, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan," katanya.

IPTU Sukirno menambahkan, kehadiran anggota Polri di lapangan diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan.

"Kami ingin masyarakat merasakan bahwa polisi selalu hadir untuk memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan. Sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keamanan wilayah," ungkapnya.

Polsek Tempursari memastikan patroli serupa akan terus dilaksanakan secara berkala, terutama di kawasan wisata dan titik-titik yang memiliki mobilitas masyarakat tinggi, sebagai komitmen menjaga keamanan serta menciptakan situasi kamtibmas yang tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Lumajang.

06/07/2026

Patroli Blue Light Polsek Jatiroto Hadirkan Rasa Aman di Jalan Raya, Antisipasi Aksi 3C pada Malam Hari


Lumajang ,Merdekanews.id Suasana malam di Jalan Raya Kaliboto Kidul, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.
Sebuah mobil patroli Polsek Jatiroto dengan lampu rotator biru menyala berhenti di sejumlah titik strategis. Kehadiran petugas yang melakukan pemantauan di sepanjang jalur tersebut menjadi simbol kehadiran negara dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Patroli blue light yang digelar Polsek Jatiroto merupakan bagian dari upaya preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C (curat, curas, dan curanmor), sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat pada malam hari.

Di lapangan, anggota kepolisian terlihat memantau arus lalu lintas, memperhatikan aktivitas masyarakat, serta mengawasi titik-titik yang dinilai rawan terjadinya gangguan kamtibmas. 

Lampu rotator biru yang menyala menjadi penanda kehadiran polisi sehingga mudah terlihat oleh pengguna jalan dari kejauhan.

Sejumlah pengendara yang melintas mengaku merasa lebih tenang ketika melihat mobil patroli berada di jalur yang mereka lalui. 

Kehadiran polisi dinilai mampu memberikan efek pencegahan bagi pelaku kejahatan sekaligus meningkatkan rasa aman bagi masyarakat yang masih beraktivitas pada malam hari.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi mengatakan patroli blue light merupakan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan sebagai langkah preventif dalam menjaga keamanan wilayah hukum Polsek Jatiroto.

"Patroli blue light kami laksanakan secara rutin, terutama pada malam hingga dini hari. Tujuannya untuk mencegah tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang masih beraktivitas maupun pengguna jalan yang melintas," kata AKP Imam Soepardi.

Menurutnya, kehadiran polisi di lapangan bukan hanya untuk melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan efek psikologis bagi masyarakat dan calon pelaku kejahatan.

"Dengan keberadaan personel di titik-titik rawan, kami berharap dapat mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. Di sisi lain, masyarakat akan merasa lebih terlindungi karena melihat polisi hadir secara langsung di tengah aktivitas mereka," ujarnya.

Ia menambahkan, Jalan Raya Kaliboto Kidul menjadi salah satu jalur yang mendapatkan perhatian dalam patroli malam karena merupakan akses yang cukup ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Selain memantau situasi keamanan, personel patroli juga mengawasi kelancaran arus lalu lintas dan siap memberikan bantuan apabila ditemukan pengguna jalan yang mengalami kendala selama perjalanan.

AKP Imam Soepardi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terutama pada malam hari. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

"Keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh masyarakat. Jika menemukan hal yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada petugas agar dapat segera ditindaklanjuti," tuturnya.

Patroli blue light menjadi salah satu strategi preventif yang terus dilakukan Polsek Jatiroto dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif. Dengan kehadiran personel kepolisian di lapangan, diharapkan masyarakat semakin merasa terlindungi, sementara potensi gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.

Polres Gresik Gelar Silaturahmi Dengan Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman.


GRESIK.MERDEKANEWS.ID. Untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat kabupaten Gresik, Polres Gresik adakan pertemuan dengan Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman, acara ini diadakan Senin (6/7/2026). 

Pertemuan ini, dengan tujuan perkuat kolaborasi dalam menjaga toleransi, merawat kebhinekaan  serta memastikan  keamanan dan ketertiban.

Sementara itu, Kapolres Gresik "AKBP Ramadhan  Nasution" mari kita tingkatkan perdamaian  untuk memastikan terutama keamanan dan ketertiban beragama.

Kita saling menghormati satu sama lainnya, demi menjaga merawat kebhinekaan serta keamanan dan ketertban masyarakat, ujarnya. 

Hadir dalam acara tersebut, jajaran Polres Gresik dan Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman.(EVA)

Wujudkan Swasembada Pangan, Polsek Klakah Kawal Program Asta Cita Presiden.

LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Klakah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah ini diwujudkan melalui aksi turun langsung ke lapangan oleh Kapolsek bersama Bhabinkamtibmas untuk membantu dan memotivasi masyarakat mengoptimalkan sektor pertanian.

Fokus gerakan ini menyasar pada perluasan penanaman jagung serta pemanfaatan pekarangan rumah menjadi lahan pangan bergizi. Sinergi antara korps bhayangkara dan warga ini diharapkan dapat mempercepat capaian Swasembada Pangan yang menjadi salah satu pilar program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Kapolsek Klakah, AKP Ilham Ade Putra, S.T.K., M.H., menegaskan bahwa peran kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melainkan juga ikut mengawal kesejahteraan warga melalui sektor pangan.

"Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat benar-benar membawa dampak konkret. Melalui para Bhabinkamtibmas, kami mendampingi petani mulai dari proses penyiapan lahan hingga perawatan, khususnya untuk komoditas jagung yang menjadi salah satu pilar ketahanan pangan kita," ujar AKP Ilham Ade Putra.

Selain area persawahan, Polsek Klakah juga gencar mengampanyekan gerakan Pekarangan Pangan Bergizi. Program ini mengajak warga memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah mereka untuk ditanami sayur-mayur dan pemenuhan gizi keluarga secara mandiri. Menurut Ilham, ketahanan pangan yang kuat harus dimulai dari level terkecil, yaitu ketahanan domestik di tingkat rumah tangga.

"Pemanfaatan pekarangan ini sangat strategis. Jika setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangan bergizi dari halaman rumahnya sendiri, kita tidak hanya memperkuat ketahanan pangan daerah, tetapi juga secara langsung membantu menekan angka stunting melalui pemenuhan gizi yang baik," lanjut Ilham.

Aksi yang dilakukan oleh personel Polsek Klakah ini mendapat respons positif dari kelompok tani dan warga setempat. Kehadiran polisi di area pertanian dinilai mampu meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah serius dalam menggarap potensi agraria di tingkat desa.

Menutup keterangannya, AKP Ilham Ade Putra menyatakan bahwa pengawalan ini akan dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan demi mewujudkan cita-cita besar bangsa.

"Sinergi antara Polri dan warga di lapangan adalah kunci. Kami akan terus mengawal dan memberikan pendampingan ini secara berkelanjutan demi terwujudnya swasembada pangan nasional yang kuat dan mandiri, dimulai dari wilayah Klakah," pungkasnya.

05/07/2026

Polsek Jatiroto Konsisten Kawal Ketahanan Pangan, Pantau Optimalisasi Lahan Jagung


​LUMAJANG ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Jatiroto terus menunjukkan komitmen berkelanjutan dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang menjadi bagian dari implementasi Asta Cita Presiden RI. Memasuki bulan Juli ini, pengawasan terhadap produktivitas sektor pertanian menjadi salah satu agenda rutin yang terus diperkuat.

​Kapolsek Jatiroto, AKP Imam Soepardi, S.Pd., menyampaikan bahwa upaya pemantauan lahan jagung yang dikelola oleh personelnya bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret Polri dalam mengawal swasembada pangan di tingkat lokal.

​"Kami terus melakukan pemantauan rutin terhadap kondisi tanaman jagung di lahan ketahanan pangan Polsek Jatiroto. Hingga saat ini, perkembangan tanaman menunjukkan hasil yang sangat positif dan tumbuh dengan optimal," ujar AKP Imam Soepardi, Minggu (5/7/2026).

​Menurut Kapolsek, keterlibatan aktif kepolisian di sektor pertanian bertujuan untuk memberikan stimulus dan motivasi kepada masyarakat. Harapannya, lahan-lahan produktif di wilayah Jatiroto dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk komoditas strategis seperti jagung yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

​"Kami ingin hadir sebagai penggerak. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan kami berkomitmen untuk terus memotivasi warga serta kelompok tani agar lebih antusias mengelola lahan mereka," tambahnya.

​Dalam menjalankan misi ini, Polsek Jatiroto tidak bergerak sendiri. Koordinasi intensif terus dibangun bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Jatiroto. Sinergi ini difokuskan pada pemberian pendampingan teknis kepada petani, mulai dari fase perawatan hingga masa panen mendatang.

​AKP Imam menekankan bahwa stabilitas ekonomi pedesaan sangat bergantung pada keberhasilan sektor pertanian. Oleh karena itu, pendampingan yang berkelanjutan akan terus dilakukan agar hasil panen petani dapat meningkat secara signifikan.

​"Sinergi antara Polri, pemerintah, dan para petani adalah kunci. Kami berharap, melalui pendampingan yang tepat dan semangat gotong royong, produksi pangan di Jatiroto dapat terus meningkat sehingga mampu berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional," pungkasnya.

Satreskrim Polres Lumajang Tangkap Pelaku Pembunuhan Gadis Muda yang Ditemukan Tewas di Kamar Rumahnya


Lumajang ,Merdekanews.id Kurang dari 24 jam setelah penemuan jasad seorang gadis muda di dalam kamar belakang rumahnya, jajaran Satreskrim Polres Lumajang berhasil mengungkap kasus tersebut dan menangkap pelaku. 

Tersangka diketahui berinisial IR (18), yang tidak lain merupakan pacar sekaligus tetangga korban, Merinda Tri Agustin (22).

Kasat Reskrim Polres Lumajang AKP Ari Nuzul Aulia mengatakan, pengungkapan kasus ini dilakukan melalui penyelidikan intensif yang berlangsung sejak jasad korban ditemukan di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Kalipenggung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang, pada Jumat (3/7/2026).

"Kurang dari 24 jam setelah kejadian, Satreskrim Polres Lumajang bergerak cepat dan berhasil menangkap tersangka saat berada di rumahnya," ujar AKP Ari Nuzul Aulia saat memberikan keterangan kepada awak media.

Berdasarkan hasil penyidikan, peristiwa bermula  sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu korban dan pelaku pergi bersama ke Kota Lumajang untuk makan malam. Setelah selesai, pelaku mengantar korban pulang ke rumahnya menggunakan sepeda motor.

Setelah tiba di rumah korban, pelaku masuk ke dalam rumah dan keduanya sempat melakukan hubungan intim sebanyak dua kali. Namun, situasi berubah ketika korban merasa kesal karena pelaku terus bermain telepon genggamnya setelah berhubungan badan.

"Setelah itu terjadi cekcok antara korban dan pelaku, yang diawali karena pelaku bermain handphone sendiri," jelas AKP Ari.

Perselisihan semakin memanas hingga korban melontarkan kata-kata kasar dan menghina orang tua pelaku. Ucapan tersebut diduga menjadi pemicu utama pelaku nekat menghabisi nyawa korban.

"Motifnya karena pelaku merasa sakit hati. Korban sering mengejek orang tuanya dengan bahasa-bahasa yang sangat kotor," ungkapnya.

Dalam kondisi emosi, pelaku keluar dari kamar dan mengambil sebatang kayu. Ia kemudian kembali masuk ke kamar korban dan memukul korban sebanyak tiga kali hingga terjatuh di samping lemari.

"Pelaku menghabisi korban diawali dengan memukul menggunakan kayu sebanyak tiga kali hingga korban jatuh di samping lemari," terang AKP Ari.

Karena korban masih berteriak dan meronta, pelaku kemudian menyumpal mulut korban menggunakan seprei yang ada di dalam kamar. Setelah itu, pelaku mencekik korban menggunakan celana jeans milik korban hingga dipastikan meninggal dunia.

"Setelah mulut korban diumpal menggunakan seprei, pelaku kemudian mencekik korban dengan celana jeans milik korban hingga meninggal dunia," katanya.

Usai melakukan pembunuhan, pelaku pulang ke rumahnya yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Sebelumnya, ia sempat menyimpan sepeda motor yang digunakan mengantar korban, lalu kembali ke rumah korban dengan berjalan kaki karena jarak kedua rumah sangat berdekatan.

"Rumah pelaku dan korban berdekatan. Setelah mengantar korban, pelaku pulang menyimpan motornya, kemudian kembali ke rumah korban dengan berjalan kaki," jelas AKP Ari.

Untuk menghilangkan kecurigaan, keesokan harinya pelaku meminta seorang teman korban yang juga merupakan tetangga untuk mengecek kondisi korban di rumahnya. Dari pengecekan itulah korban akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Menurut penyidik, tindakan tersebut hanyalah upaya pelaku membangun alibi.

"Itu hanya alibi pelaku. Sebenarnya dia ketakutan dan ingin memastikan korban sudah meninggal," tegas AKP Ari.

Berbekal hasil olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi-saksi, serta barang bukti yang ditemukan, penyidik berhasil mengarah kepada IR sebagai pelaku. Polisi kemudian menangkap tersangka kurang dari 24 jam setelah jasad korban ditemukan.

Saat ini tersangka telah ditahan di Polres Lumajang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 458 KUHP tentang tindak pidana pembunuhan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun," pungkas AKP Ari Nuzul Aulia.

Patroli Dialogis di Pasrujambe, Polisi Ajak Warga Tingkatkan Kewaspadaan Kamtibmas


Lumajang, Merdekanews.id Dalam upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, anggota Polsek Pasrujambe melaksanakan patroli dialogis dengan warga di Dusun Munggir, Desa Pasrujambe, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan patroli dilakukan dengan menyambangi warga sekaligus berdialog secara langsung untuk menyerap informasi yang berkembang di lingkungan masyarakat. Selain itu, petugas juga menyampaikan pesan-pesan kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap potensi gangguan keamanan.

Kapolsek Pasrujambe, AKP Sujianto, mengatakan bahwa patroli dialogis merupakan kegiatan rutin yang bertujuan mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat serta mencegah terjadinya tindak kriminalitas.

"Melalui patroli dialogis, kami ingin membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Kehadiran polisi di tengah warga diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga keamanan lingkungan," ujar AKP Sujianto.

Ia menambahkan, partisipasi masyarakat sangat penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif. Karena itu, warga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu keamanan.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan masing-masing. Apabila ada kejadian yang mencurigakan, jangan ragu untuk segera menghubungi Bhabinkamtibmas atau Polsek Pasrujambe agar dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.

Dengan patroli dialogis yang dilaksanakan secara rutin, Polsek Pasrujambe berharap sinergi antara kepolisian dan masyarakat semakin kuat sehingga keamanan dan ketertiban di wilayah Kecamatan Pasrujambe tetap terjaga.