07/07/2026

Gelar Patroli Perintis Presisi Malam Hari, Sat Samapta Polres Lumajang Pastikan Keamanan Lapas Terkendali


Lumajang ,Merdekanews.id Satuan Samapta Polres Lumajang terus menggiatkan operasi pengamanan malam hari. Salah satu sasaran utamanya adalah Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Lumajang.
Polisi hadir untuk mengantisipasi berbagai bentuk potensi kriminalitas. Mereka memastikan objek vital ini aman dari segala macam ancaman.

Kedatangan personel Sat Samapta langsung disambut baik oleh petugas Lapas. Tim kepolisian tidak sekadar memantau keamanan dari luar pagar bangunan. 

Mereka turun dari kendaraan dinas dan menemui petugas jaga. Dialog santai namun serius langsung terjalin di antara kedua belah pihak. Komunikasi ini bertujuan menyamakan persepsi terkait sistem pengamanan terpadu.

Pihak penjagaan Lapas sangat mengapresiasi langkah kepolisian tersebut. Mereka mengucapkan terima kasih atas kunjungan rutin Tim Patroli Perintis Presisi. 

Kehadiran polisi di malam hari dinilai sangat membantu kelancaran tugas mereka. 

Rasa aman semakin meningkat dengan adanya patroli berkala ini. Petugas Lapas merasa tidak sendirian dalam menjaga ratusan warga binaan. Sinergi ini sukses mempersempit ruang gerak pihak tidak bertanggung jawab.

Dalam kunjungan tersebut polisi juga menanyakan kondisi terkini para penghuni. Laporan dari petugas piket menunjukkan situasi Lapas sangat terkendali. 

Jumlah warga binaan saat ini tercatat genap sebanyak 661 orang. Seluruh tahanan dilaporkan berada dalam kondisi sehat dan jumlahnya lengkap. 

Rincian penghuni tersebut terdiri dari 642 tahanan pria dan 19 tahanan wanita. Tidak ada laporan menonjol terkait masalah kesehatan atau gangguan ketertiban di dalam sel.

Kasat Samapta Polres Lumajang AKP Agus Sugiharto memberikan penjelasan resmi. Ia menegaskan patroli ke Lapas merupakan agenda rutin kesatuannya. Objek vital negara harus mendapat jaminan keamanan maksimal setiap saat. Pendekatan patroli dialogis menjadi metode andalan dalam memantau situasi di lapangan.

"Anggota kami rutin melaksanakan patroli ke berbagai objek vital. Lapas Kelas IIB Lumajang menjadi salah satu titik prioritas pengamanan kami. Kami melakukan pengecekan menyeluruh untuk mencegah segala gangguan keamanan. Dialog dengan petugas piket sangat penting untuk kelancaran pertukaran informasi," kata AKP Agus Sugiharto .

AKP Agus Sugiharto menjelaskan lebih rinci terkait program patroli malam ini. Tim Patroli Perintis Presisi dibentuk untuk merespons cepat dinamika sosial masyarakat. 

Mereka bergerak menyisir titik rawan kriminalitas setiap pergantian hari. Lapas dinilai memiliki tingkat kerawanan tersendiri sehingga butuh pengawasan ekstra. Potensi gangguan bisa datang dari luar maupun dari dalam tembok penjara. Kehadiran aparat kepolisian diharapkan bisa membatalkan niat buruk siapapun.

"Kami tidak ingin sedikitpun kecolongan. Anggota diwajibkan selalu siaga dan peka terhadap kondisi lingkungan sekitar. Komunikasi dua arah dengan pihak Lapas membuat pengawasan berjalan lebih efektif. Kami siap memberikan bantuan personel kapan saja jika memang dibutuhkan," tegas perwira kepolisian tersebut.

Cegah Kriminalitas Siang Hari, Polsek Candipuro Patroli Jalan Raya hingga Kafe


Lumajang , Merdekanews.id Kepolisian Sektor (Polsek) Candipuro Polres Lumajang terus bergerak menjaga keamanan wilayah. Petugas melaksanakan giat patroli pada siang hari. 
Tujuannya sangat jelas. Polisi ingin mencegah segala bentuk kriminalitas di wilayah hukum Candipuro.

Liputan di lapangan memperlihatkan kesiagaan petugas. Mobil patroli polisi bergerak menyusuri jalan raya utama. Petugas memantau setiap sudut jalan dengan teliti. Mereka fokus pada sejumlah titik rawan gangguan keamanan. Kawasan sepi dan jalur lintas menjadi prioritas pantauan aparat.

Siang hari sering dianggap sebagai waktu yang aman. Namun kenyataannya sering kali berbeda. Banyak aktivitas sosial dan ekonomi terjadi pada siang hari. 

Hal ini bisa memancing niat pelaku kejahatan. Tindak pidana seperti pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) kerap mengintai warga yang lengah.

Kapolsek Candipuro AKP Lugito memberikan instruksi tegas. Kehadiran polisi berseragam harus terlihat langsung oleh publik. Polisi tidak boleh hanya berdiam diri di markas. Mereka harus turun memastikan kondisi lapangan.

"Kami rutin melaksanakan patroli antisipasi kriminalitas. Anggota bergerak memantau jalan raya dan objek vital. Ini adalah wujud nyata pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas," ucap AKP Lugito saat dikonfirmasi 

Patroli kali ini tidak sekadar melintas di jalanan. Petugas juga menggunakan pendekatan patroli dialogis. Mereka berhenti dan menghampiri sebuah kafe. Tempat nongkrong ini terpantau sedang ramai pengunjung.

Polisi langsung berbaur dengan warga di dalam kafe. Suasana tetap santai dan jauh dari kesan kaku. Petugas menyapa pengunjung dengan ramah. Mereka berdialog langsung dengan sejumlah tokoh pemuda. Polisi mengajak para pemuda menjadi pelopor keamanan lingkungan.

"Kami mengedepankan cara humanis. Anggota berdialog dengan tokoh pemuda setempat. Pemuda memiliki peran penting menjaga wilayah. Mereka adalah mitra strategis kepolisian," terang AKP Lugito.

Selain pemuda, polisi juga menemui pihak pengelola tempat usaha. Pemilik kafe dan kasir mendapat arahan khusus. Pelaku usaha wajib memastikan area parkir mereka aman. Pengawasan ketat di area parkir bisa mencegah aksi pencurian.

"Kami menitipkan pesan Kamtibmas secara langsung. Kasir dan owner kafe harus ikut waspada. Jangan biarkan ada kesempatan bagi pelaku kejahatan. Ingatkan selalu pengunjung untuk mengamankan barang berharga mereka," tambah perwira menengah tersebut.

Kegiatan patroli ini juga membawa misi edukasi. Polsek Candipuro aktif melakukan sosialisasi program unggulan kepolisian. Salah satunya adalah Layanan Call Center 110 Polri. Petugas membagikan informasi penting ini kepada seluruh pengunjung kafe.

Layanan 110 dibuat khusus untuk memudahkan masyarakat. Warga tidak perlu repot datang ke kantor polisi saat kondisi darurat. Mereka cukup menekan angka 110 dari telepon seluler. Panggilan ini bebas pulsa dan siaga selama 24 jam penuh.

"Kami terus menyosialisasikan Call Center 110. Layanan ini adalah bentuk respons cepat kami. Warga melihat kejadian mencurigakan bisa langsung melapor. Operator akan merespons detik itu juga. Petugas patroli terdekat akan segera meluncur ke lokasi kejadian," jelas Lugito dengan lugas.

Hasil kegiatan patroli siang ini dinilai sangat positif. Tujuan utama menjaga situasi Harkamtibmas berhasil dicapai dengan baik. 

Masyarakat mendapatkan edukasi keamanan secara langsung. Kewaspadaan warga terhadap gangguan ketertiban juga semakin meningkat.

Para pemilik usaha dan pengunjung kini merasa lebih tenang. Kehadiran polisi memberi garansi keamanan bagi aktivitas mereka. Jembatan komunikasi antara warga dan institusi polisi juga semakin terbangun kuat.

AKP Lugito menegaskan kegiatan serupa akan terus berlanjut. Polsek Candipuro tidak akan mengendurkan penjagaan wilayah. Pihaknya akan selalu memetakan area rawan secara berkala.

"Keamanan warga adalah prioritas tertinggi kami. Polsek Candipuro akan terus berpatroli setiap waktu. Kami harap masyarakat ikut berperan aktif. Mari bersama ciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," pungkas AKP Lugito.

Polsek Jatiroto Gencarkan Patroli Dialogis, Warga Diimbau Waspadai Uang Palsu dan Kejahatan Kendaraan Bermotor


Lumajang ,Merdekanews.id Upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan jajaran Polsek Jatiroto melalui patroli dialogis di sejumlah wilayah. Salah satunya dilaksanakan di Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang.

Dalam kegiatan tersebut, anggota Polsek Jatiroto menyambangi warga dan pelaku usaha untuk menjalin silaturahmi sekaligus menyampaikan berbagai pesan kamtibmas. Suasana komunikasi berlangsung hangat, sehingga masyarakat dapat menyampaikan berbagai informasi maupun kondisi keamanan di lingkungan sekitar.

Selain mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat, petugas juga mengingatkan warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap peredaran uang palsu yang berpotensi merugikan masyarakat, khususnya para pedagang dan pelaku usaha.

Anggota kepolisian mengimbau agar setiap transaksi dilakukan dengan lebih teliti. Masyarakat diminta memeriksa keaslian uang yang diterima, terutama saat bertransaksi dalam jumlah besar maupun pada jam-jam ramai.

Tak hanya itu, petugas juga memberikan edukasi kepada masyarakat yang membawa kendaraan bermotor agar selalu menggunakan kunci ganda saat diparkir. Langkah sederhana tersebut dinilai efektif untuk mengurangi risiko pencurian kendaraan bermotor.

Kapolsek Jatiroto, AKP Imam Soepardi, mengatakan patroli dialogis merupakan salah satu upaya preventif kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.

"Patroli dialogis kami laksanakan secara rutin untuk mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas. Kami mengajak warga agar selalu waspada terhadap berbagai potensi tindak kriminal, termasuk peredaran uang palsu dan pencurian kendaraan bermotor," ujarnya.

Menurutnya, kewaspadaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya tindak kejahatan. Karena itu, pihaknya terus mengedukasi warga agar lebih teliti dalam menerima uang saat bertransaksi serta tidak lengah dalam mengamankan kendaraan.

"Kami mengimbau masyarakat, khususnya pedagang, untuk memeriksa setiap uang yang diterima agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu. Sementara bagi pemilik kendaraan, biasakan menggunakan kunci ganda saat parkir sebagai langkah antisipasi terhadap aksi curanmor," jelas AKP Imam Soepardi.

Ia menambahkan, keberhasilan menjaga situasi kamtibmas tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

"Kami berharap masyarakat tidak ragu untuk segera melapor apabila mengetahui adanya dugaan tindak kriminal maupun peredaran uang palsu. Sinergi antara polisi dan masyarakat sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif," tegasnya.

Melalui patroli dialogis yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Jatiroto berharap hubungan kemitraan dengan masyarakat semakin erat. Dengan komunikasi yang baik serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap keamanan lingkungan, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Jatiroto diharapkan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Patroli Blue Light Polsek Kunir Sasar Jalan Raya hingga Pelosok, Cegah Aksi Kriminalitas Malam Hari


Lumajang, Merdekanews.id Untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif, jajaran Polsek Kunir melaksanakan patroli pemantauan cipta kondisi (cipkon) Blue Light Patrol.
Kegiatan tersebut difokuskan pada sejumlah ruas jalan raya, permukiman hingga jalan-jalan pelosok yang dinilai rawan terjadi tindak kriminalitas.

Patroli berlangsung dengan menyusuri Jalan Raya Kecamatan Kunir serta sejumlah akses jalan desa. 

Selama kegiatan, petugas menyalakan lampu rotator biru dan sesekali membunyikan sirine sebagai tanda kehadiran polisi di tengah masyarakat sekaligus memberikan efek pencegahan terhadap para pelaku kejahatan.

Dari pantauan di lapangan, personel kepolisian melakukan pemantauan secara intensif di sejumlah titik yang masuk kategori zona merah atau lokasi yang berpotensi menjadi sasaran tindak kriminalitas, khususnya kejahatan 3C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Selain melakukan patroli bergerak, petugas juga memperlambat laju kendaraan patroli di beberapa titik yang minim penerangan. 

Langkah tersebut dilakukan agar personel dapat mengamati situasi sekitar sekaligus memastikan tidak ada aktivitas yang mencurigakan.

Kehadiran kendaraan patroli dengan lampu rotator yang menyala di sepanjang jalur utama maupun jalan desa mendapat respons positif dari masyarakat. 

Warga yang masih beraktivitas pada malam hari mengaku merasa lebih aman karena polisi rutin melakukan pengawasan di wilayah mereka.

Kapolsek Kunir, Iptu Muljoko, mengatakan patroli Blue Light merupakan kegiatan rutin yang terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk menekan angka kriminalitas sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat.

"Patroli Blue Light kami laksanakan secara rutin, terutama pada malam hingga dini hari. Sasaran kami adalah titik-titik yang dianggap rawan terjadinya tindak pidana maupun gangguan kamtibmas. Dengan kehadiran anggota di lapangan, kami berharap dapat mencegah munculnya niat maupun kesempatan bagi pelaku kejahatan," ujar Iptu Muljoko.

Menurutnya, patroli tidak hanya menyasar jalan raya, tetapi juga menjangkau jalan-jalan desa dan kawasan yang relatif sepi. Hal tersebut dilakukan agar seluruh wilayah hukum Polsek Kunir tetap berada dalam pengawasan petugas.

"Patroli juga kami arahkan ke jalan pelosok dan kawasan permukiman. Kehadiran anggota dengan lampu rotator dan sirine merupakan bentuk pelayanan kepolisian agar masyarakat mengetahui bahwa polisi hadir menjaga keamanan wilayah," tambahnya.

Ia menjelaskan, selain mengantisipasi kejahatan 3C, patroli juga bertujuan mencegah aksi balap liar, perkelahian, maupun gangguan ketertiban lainnya yang berpotensi mengganggu kenyamanan masyarakat.

Kapolsek mengimbau masyarakat agar turut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan dengan meningkatkan kepedulian terhadap situasi sekitar. Apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau berpotensi mengganggu kamtibmas, warga diminta segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Laporkan segera apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas atau hal-hal yang mencurigakan sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh petugas," tegasnya.

Dengan patroli rutin yang dilakukan secara berkelanjutan, Polsek Kunir berharap situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Kunir tetap aman, nyaman, dan kondusif. 

"Kehadiran polisi di lapangan diharapkan tidak hanya mampu mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, tetapi juga memperkuat rasa aman masyarakat dalam menjalankan aktivitas, baik pada malam maupun dini hari," pungkasnya

Kota Mojokerto Raih Nilai Sempurna 100 Persen dalam Penilaian Tindak Lanjut Perbaikan Tata Kelola Pemda oleh KPK.

Kota Mojokerto, Merdekanews.id  Berdasarkan hasil Penilaian atas Tindak Lanjut (TL) Perbaikan Tata Kelola Pemerintah Daerah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk Triwulan II Tahun 2026, Pemerintah Kota Mojokerto berhasil meraih indeks capaian 100 persen. 

Sebagaimana data yang telah dirilis pada Dashboard pemantauan KPK-RI, capaian tersebut menempatkan Kota Mojokerto bersama Kabupaten Bojonegoro sebagai dua pemerintah daerah di Provinsi Jawa Timur yang memperoleh nilai sempurna (100 persen) pada penilaian Triwulan II Tahun 2026. 

Penilaian KPK sendiri dilakukan berdasarkan enam indikator utama, yakni ketepatan waktu penyampaian data penyelamatan keuangan daerah, penandatanganan surat penyampaian tindak lanjut oleh kepala daerah, penyampaian surat tindak lanjut, penyelesaian seluruh perbaikan atas catatan Tim KPK, kesesuaian tindak lanjut atas hasil verifikasi ulang Pokok Pikiran (Pokir) DPRD, serta kesesuaian tindak lanjut terhadap rekapitulasi hasil verifikasi ulang Pokir, bantuan sosial (bansos), dan hibah. Seluruh indikator tersebut berhasil dipenuhi Pemerintah Kota Mojokerto sesuai mekanisme dan tenggat waktu yang telah ditetapkan sehingga memperoleh indeks capaian sempurna. 

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam menindaklanjuti rekomendasi KPK secara cepat, tepat, dan menyeluruh.

"Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga integritas dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan. Nilai 100 persen bukan sekadar angka, tetapi menjadi bukti bahwa seluruh perangkat daerah memiliki komitmen yang sama dalam membangun pemerintahan yang akuntabel, transparan, dan bebas dari praktik korupsi," tutur perempuan yang akrab disapa Ning Ita.

Menurut Ning Ita, perbaikan tata kelola merupakan bagian penting dari upaya membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah. Karena itu, setiap rekomendasi yang diberikan KPK selalu ditindaklanjuti secara serius melalui koordinasi lintas perangkat daerah.

"Kami memandang pendampingan dan evaluasi dari KPK sebagai bagian dari proses untuk terus berbenah. Setiap catatan menjadi bahan perbaikan agar sistem pemerintahan semakin kuat, sehingga pelayanan kepada masyarakat juga semakin optimal," tuturnya.

Ning Ita menegaskan, keberhasilan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Mojokerto dalam mendukung upaya pencegahan korupsi melalui penguatan tata kelola pemerintahan.

"Prestasi ini bukan garis akhir, melainkan pijakan untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan pemerintahan. Kami akan terus memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah, dan memastikan setiap kebijakan maupun program pembangunan dilaksanakan secara efektif, efisien, serta berpihak kepada kepentingan masyarakat," tegasnya.

Ke depan, Pemerintah Kota Mojokerto akan terus menjaga konsistensi dalam mengimplementasikan seluruh rekomendasi perbaikan tata kelola, memperkuat sinergi antarperangkat daerah, serta membangun budaya kerja yang menjunjung tinggi integritas sebagai fondasi mewujudkan pemerintahan yang profesional, bersih, dan melayani. (Edy Waluyo)

Keberhasilan Tekan Stunting hingga 0,92 Persen, Kota Mojokerto Jadi Rujukan Provinsi NTB.




Kota Mojokerto, Merdekanews.id  Keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting hingga di bawah satu persen menarik perhatian Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri bahkan datang langsung bersama rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) NTB untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Kunjungan studi tiru tersebut diterima Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari bersama jajaran Pemerintah Kota Mojokerto di Sabha Mandala Madya Balaikota Mojokerto, Rabu (13/5).

Wagub NTB mengaku sengaja memilih Kota Mojokerto karena dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan melalui kolaborasi lintas sektor dan berbagai inovasi yang dijalankan hingga tingkat bawah.

“Kami hadir di sini ingin mengetahui langsung, Kota Mojokerto dengan sejumlah intervensi dan program keroyokan yang dilaksanakan secara bersama mendapatkan angka penurunan stunting yang cukup tinggi. Kami tertarik untuk hadir dan rupanya salah satu yang menjadi keunggulan Kota Mojokerto adalah banyaknya inovasi,” tuturnya.

Lebih lanjut menurutnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya ditentukan besarnya anggaran, tetapi juga kesungguhan pemimpin dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.

“Kesungguhan hati, pola pendekatan dan sentuhan langsung dari pimpinan sampai ke tingkat bawah jauh lebih penting untuk menunjukkan kesuksesan dari setiap program,” ungkapnya.

Wagub NTB juga mengapresiasi kepemimpinan Ning Ita yang dinilai mampu menghadirkan berbagai capaian nyata bagi masyarakat.

“Saya bangga dapat mengunjungi Kota Mojokerto yang dipimpin oleh seorang perempuan, kita melihat realita apa saja prestasi yang sudah ditorehkan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menjelaskan, Kota Mojokerto memilih fokus membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan layanan kesehatan dan inovasi masyarakat yang dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Dalam penanganan stunting, Pemerintah Kota Mojokerto melakukan intervensi berkelanjutan mulai dari pemantauan kesehatan remaja putri, pendampingan calon pengantin, pemeriksaan ibu hamil, pendampingan ibu pasca salin, hingga pemantauan tumbuh kembang anak balita.

Berbagai inovasi juga dijalankan untuk memperkuat upaya tersebut, di antaranya program Canting Gula Mojo, Gempa Genting, serta penguatan peran kader motivator kesehatan di seluruh wilayah Kota Mojokerto.

Dalam penanganan stunting, Kota Mojokerto mencatat tren penurunan setiap tahun. Berdasarkan data ePPGBM, prevalensi stunting turun dari 4,84 persen pada 2021 menjadi 3,12 persen pada 2022, kemudian 2,04 persen pada 2023, turun lagi menjadi 1,54 persen pada 2024, 1,07 persen pada 2025, hingga mencapai 0,92 persen pada 2026.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto memperoleh insentif fiskal dari pemerintah pusat sebesar Rp6,3 miliar.

“Penurunan stunting Kota Mojokerto signifikan setiap tahun dan akhir 2025 kami mendapat insentif fiskal Rp6,3 miliar dari pemerintah pusat,” tutur Ning Ita, sapaan akrab Wali Kota Mojokerto.

Keberhasilan itu, lanjutnya, tidak lepas dari peran ribuan kader kesehatan yang menjadi ujung tombak pendampingan masyarakat hingga tingkat lingkungan.

“Kami punya 1.619 kader motivator kesehatan, 99 persen perempuan, yang menjadi ‘tentara’ penggerak kesehatan masyarakat,” katanya.

Selain itu, Kota Mojokerto juga telah menjalankan program pemenuhan gizi masyarakat melalui program Gempa Genting sebelum program Makan Bergizi Gratis (MBG) diterapkan pemerintah pusat.

“Sebelum program MBG berjalan, Kota Mojokerto sudah lebih dulu menerapkan pola penyediaan makanan bergizi melalui program Gempa Genting,” pungkasnya.

Kunjungan studi tiru tersebut diharapkan menjadi awal penguatan kolaborasi antardaerah dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia. (Edy Waluyo)

Dukung Asta Cita, Kapolsek Candipuro Tinjau Lahan Jagung Varietas Advanta di Sumberrejo .


LUMAJANG ,Merdekanews.id Polsek Candipuro melaksanakan program pendampingan pertanian tingkat desa guna memantau produktivitas pangan lokal sekaligus mendukung agenda Asta Cita Presiden RI. Salah satu implementasi program tersebut dilakukan di lahan pertanian milik Mustaram di Dusun Sumberrejo, Desa Sumberrejo, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, dengan menanam komoditas jagung varietas Advanta yang kini memasuki usia 49 hari, Selasa (07/07/2026).

Kapolsek Candipuro, AKP Lugito, S.H., menyatakan bahwa kehadiran personel kepolisian di tengah lahan pertanian merupakan bagian dari tugas pelayanan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan sesuai dengan target instruksi pusat.

"Kami berkomitmen penuh untuk mengawal program Asta Cita Presiden ini hingga ke tingkat desa. Melalui bimbingan dan pendampingan langsung di lapangan, kami ingin memastikan bahwa ketahanan pangan bukan lagi sebuah wacana, melainkan realitas yang dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat Candipuro," ungkapnya.

Menurut AKP Lugito, pemilihan varietas jagung yang tepat serta perawatan yang konsisten menjadi faktor penentu dalam menjaga kualitas pertumbuhan tanaman. Kepolisian bertugas memonitor kendala yang dihadapi petani, termasuk memastikan kelancaran akses kebutuhan dasar pertanian.

"Keberhasilan pertumbuhan jagung yang subur di usia 49 hari ini adalah buah dari kerja keras dan sinergi yang kuat antara personel kami dengan Pak Mustaram selaku pemilik lahan. Kami tidak hanya memberikan motivasi, tetapi juga ikut terjun langsung memastikan pasokan pupuk dan perawatan tanaman berjalan tanpa kendala,"ujar AKP Lugito.

Ia juga mengatakan Melalui skema percontohan di Desa Sumberrejo ini, Polsek Candipuro berharap sektor pertanian di wilayah hukumnya dapat terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan agar memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat setempat secara berkelanjutan.

"Harapan kami, kesuksesan di lahan Pak Mustaram ini bisa menjadi pemantik bagi kelompok tani lainnya di Kecamatan Candipuro. Jika seluruh potensi lahan kita kelola dengan optimal seperti ini, kita tidak hanya swasembada di tingkat kecamatan, tetapi juga siap berkontribusi penuh pada ketahanan pangan nasional."tutupnya.