17/07/2026

Panen Jagung di Senduro, Polisi Dampingi Petani Perkuat Ketahanan Pangan Nasional


Lumajang ,Merdekanews.id Hamparan tanaman jagung yang menguning di Desa Sarikemuning, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menjadi saksi sinergi antara kepolisian dan petani dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kamis (16/7/2026), 

Anggota Polsek Senduro Brigadir Redibya M., S.H., turun langsung ke lahan milik warga untuk memantau hasil panen sekaligus memberikan motivasi kepada petani agar terus menjaga produktivitas pertanian.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari implementasi Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas pembangunan nasional. 

Melalui program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan, Polri hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pendampingan kepada masyarakat dalam meningkatkan produksi pertanian.

Di lahan seluas sekitar 0,45 hektare milik Yudi Haroyono, Brigadir Redibya menyaksikan proses panen jagung varietas Syngenta yang telah memasuki masa panen. 

Usai memantau kondisi tanaman, ia juga berdialog dengan pemilik lahan mengenai hasil panen, kendala budidaya, hingga rencana penanaman berikutnya.

Brigadir Redibya mengatakan kehadiran Polri di tengah para petani merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan.

"Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga ikut mengawal program ketahanan pangan. Kami ingin memberikan semangat kepada para petani agar terus produktif karena mereka memiliki peran penting dalam menjaga ketersediaan pangan nasional," ujarnya di sela kegiatan.

Ia mengimbau para petani agar tidak membiarkan lahan pertanian menganggur setelah masa panen selesai. Menurutnya, percepatan masa tanam menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga kesinambungan produksi pangan.

"Kami mengajak para petani agar setelah panen segera kembali menanam jagung atau padi sesuai kondisi lahan. Dengan pola tanam yang berkelanjutan, produksi pangan akan tetap terjaga sehingga mampu mendukung program swasembada pangan nasional," katanya.

Selain memberikan motivasi, Brigadir Redibya juga berdiskusi dengan petani mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan pangan bergizi sebagai salah satu sumber ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, pemilik lahan, Yudi Haroyono, mengaku senang mendapat perhatian dan pendampingan dari jajaran Polsek Senduro. Menurutnya, kehadiran polisi di lahan pertanian memberikan semangat tersendiri bagi para petani.

"Kami merasa diperhatikan. Kehadiran Bapak Polisi memberikan motivasi kepada kami agar tetap semangat bertani. Harapan kami hasil panen terus meningkat sehingga dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung kebutuhan pangan masyarakat," ujar Yudi.

Ia berharap pemerintah bersama seluruh pihak terus memberikan pendampingan kepada petani, baik melalui penyuluhan, bantuan sarana produksi, maupun penguatan akses pasar agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Terpisah, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso, S.H., mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung seluruh program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan pangan yang menjadi salah satu prioritas nasional.

Menurutnya, peran anggota Bhabinkamtibmas maupun personel Polsek di lapangan tidak hanya sebatas menjaga situasi keamanan, tetapi juga menjadi penggerak masyarakat dalam memanfaatkan potensi pertanian yang dimiliki desa.

"Program Polisi Penggerak Ketahanan Pangan merupakan bentuk komitmen Polri untuk hadir membantu masyarakat. Kami terus mendorong anggota agar aktif melakukan pendampingan kepada petani, mulai dari pemantauan lahan, memberikan motivasi, hingga mengajak petani memanfaatkan lahan secara optimal," kata AKP Wahono.

Ia menambahkan, Kecamatan Senduro memiliki potensi pertanian yang besar sehingga perlu terus dijaga produktivitasnya melalui kolaborasi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan.

"Kami berharap sinergi ini mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahannya. Ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama. Ketika produksi pertanian meningkat, maka ketahanan pangan daerah maupun nasional akan semakin kuat," tegasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Polsek Senduro berharap para petani terus mempertahankan produktivitas lahan dan segera melakukan penanaman kembali setelah panen. 

Langkah itu dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional sebagaimana menjadi salah satu fokus pembangunan pemerintah. 

"Dengan kehadiran polisi di tengah aktivitas pertanian, diharapkan terbangun semangat gotong royong antara aparat dan masyarakat dalam mewujudkan Indonesia yang mandiri di sektor pangan, " Pungkasnya

16/07/2026

Peningkatan Kualitas Pembangunan Infrastruktur, Pemkab Mojokerto Tekankan Akuntabilitas Dana Desa


MOJOKERTO.MERDEKANEWS.ID. – Guna meningkatkan kualitas pembangunan infrastruktur yang tertib, profesional dan akuntabel, pemerintah kabupaten Mojokerto melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) gelar pembinaan jasa konstruksi tingkat desa, kegiatan berlangsung di Hotel Ayola Sunrise Trawas (Arayanna), Kabupaten Mojokerto, Selasa (7/7/2026).
Acara tersebut diikuti 95 peserta yang merupakan perwakilan pemerintah desa dan kecamatan.

Dalam hal ini, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Mojokerto, " Yuni Laili Faizah " mengatakan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pemerintah desa dalam menyelenggarakan jasa konstruksi di 299 desa di Kabupaten Mojokerto. 

Melalui pelatihan itu, peserta dibekali pemahaman mengenai tertib usaha, tertib penyelenggaraan, dan tertib pemanfaatan jasa konstruksi.

“Pembinaan ini penting untuk meningkatkan kualitas pembangunan desa, meminimalkan risiko kegagalan konstruksi, mendorong tertib administrasi dan pelaksanaan pekerjaan, serta mewujudkan akuntabilitas penggunaan dana desa,” ucapnya.

Menurutnya, sektor jasa konstruksi memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus menghasilkan infrastruktur yang menunjang aktivitas masyarakat. 

Karena itu, setiap pembangunan jalan desa, drainase, jembatan, tembok penahan tanah, balai desa maupun fasilitas publik lainnya harus dilaksanakan sesuai standar teknis, ujar Yuni.

Dalam pelatihan tersebut, Dinas PUPR menghadirkan narasumber dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Provinsi Jawa Timur, Fakultas Teknik Universitas Islam Majapahit, serta Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Cabang Kabupaten Mojokerto.

Yuni menegaskan, pemerintah desa bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) harus memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, tepat mutu, tepat waktu, serta memenuhi ketentuan pengadaan barang dan jasa. Selain itu, pengawasan berkala terhadap volume pekerjaan, mutu material, penggunaan anggaran, hingga perkembangan pekerjaan di lapangan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan.

Sementara itu, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa atau Gus Barra, mengapresiasi penyelenggaraan pembinaan tersebut. Menurutnya, peningkatan kapasitas aparatur desa menjadi langkah penting untuk mewujudkan pembangunan desa yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ia menekankan pentingnya perencanaan pembangunan yang matang melalui musyawarah desa, penyusunan RPJMDes dan RKPDes, serta penganggaran melalui APBDes yang mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan efisiensi.

“Setiap rupiah yang dibelanjakan harus dapat dipertanggungjawabkan demi mewujudkan pembangunan yang efektif dan efisien,” tegas Gus Barra.

Pemkab Mojokerto berharap pembinaan ini mampu menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan dalam penyelenggaraan jasa konstruksi desa sehingga pembangunan infrastruktur semakin profesional, transparan, berkualitas, dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.(EVA)

Bhabinkamtibmas Polsek Padang Turun Langsung Dampingi Petani Jagung dan Pekarangan Gizi


LUMAJANG, Merdekanrws.id Personel Bhabinkamtibmas Polsek Padang, Polres Lumajang, berkomitmen penuh dalam menyukseskan program prioritas nasional. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata jajaran personel yang turun langsung ke lapangan guna mendampingi serta memotivasi masyarakat dalam mengoptimalkan sektor pertanian, khususnya budidaya tanaman jagung dan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada pencapaian swasembada pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya di lapangan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Padang tidak canggung untuk masuk ke area perkebunan demi memantau langsung perkembangan tanaman harian warga. Sambil mengenakan seragam dinas lengkap dengan ban lengan kuning Bhabinkamtibmas, personel kepolisian bersama petani setempat teliti memeriksa kualitas pertumbuhan batang jagung yang mulai meninggi. Kehadiran aktif Polri di tengah hamparan lahan pertanian ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat desa.

Kapolsek Padang, IPTU Buriantoro, S.H., menyatakan bahwa kehadiran aktif anggotanya di tengah lahan pertanian warga merupakan wujud nyata dari kehadiran negara dan Polri dalam mendukung swasembada pangan. Upaya ini ditujukan agar kepolisian dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat.

"Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas di tengah lahan pertanian warga merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi warga melalui sektor pertanian," ujar IPTU Buriantoro.

Lebih lanjut, program ini tidak hanya menyasar pada komoditas pangan utama seperti jagung di lahan pertanian makro, namun juga menyentuh pemanfaatan area pekarangan rumah secara mikro. Masyarakat terus didorong untuk menanam tanaman holtikultura dan sayur-mayur yang dapat menunjang kebutuhan gizi harian keluarga secara mandiri.

"Kami tidak hanya berfokus pada komoditas utama seperti jagung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan pangan bergizi. Jika setiap rumah tangga mampu mandiri memenuhi kebutuhan gizi dasarnya, maka ketahanan pangan nasional akan terbentuk dengan kokoh dari pondasi paling bawah, yaitu keluarga," tambahnya.

Melalui pendampingan yang intensif ini, Polsek Padang berharap hubungan yang harmonis dengan kelompok tani dan masyarakat dapat terus terjaga. Terpenuhinya kebutuhan pangan dan penguatan ekonomi di tingkat desa diyakini akan linear dengan terjaganya stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Padang.

"Hubungan yang harmonis antara Polri dan petani adalah kunci. Ketika ketahanan pangan terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, secara otomatis potensi gangguan kamtibmas di wilayah Kecamatan Padang juga akan menepis. Kami akan terus berkomitmen mendampingi warga hingga masa panen tiba," pungkas IPTU Buriantoro.

15/07/2026

Polres Lumajang Amankan Tersangka Spesialis Jambret Sasar Perempuan dan Anak.


LUMAJANG, Merdekanews.id Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Lumajang Polda Jatim berhasil mengungkap kasus penjambretan yang terjadi di wilayah perbatasan Desa Jokarto, Kecamatan Tempeh, dengan Kecamatan Sumbersuko.

Seorang pria berinisial GIP (28) ditangkap setelah identitasnya terungkap melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) milik desa.

Kasi Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, aksi penjambretan tersebut terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.

Sementara tersangka berhasil diamankan di rumahnya di Desa Kunir Kidul, Kecamatan Kunir- Lumajang. 

"Berbekal rekaman kamera CCTV, petugas melakukan profiling hingga mengarah kepada identitas pelaku. Setelah itu anggota bergerak dan berhasil mengamankan yang bersangkutan di kediamannya," kata Ipda Suprapto, Rabu (15/7/2026).

Ipda Suprapto menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan, tersangka mengakui telah menyembunyikan barang hasil kejahatan di sebuah rumah kosong yang berada di dekat waduk di Desa Kunir Kidul guna menghindari kecurigaan warga.

"Selanjutnya petugas mengamankan terduga pelaku beserta barang bukti milik korban untuk dibawa ke Polres Lumajang guna menjalani proses hukum lebih lanjut," ujar Ipda Suprapto.

Dari hasil interogasi, Polisi juga mengungkap bahwa tersangka merupakan spesialis penjambretan yang kerap menyasar perempuan dan anak-anak. Barang hasil kejahatan kemudian dijual secara daring.

"Tersangka mengaku hasil kejahatannya dijual secara online. Sasaran utamanya perempuan dan anak-anak yang dinilai lengah saat berkendara," ungkap Ipda Suprapto.

Dalam penangkapan tersebut, Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu unit telepon seluler milik korban, tas korban, serta sepeda motor Yamaha NMAX warna hitam yang digunakan pelaku saat beraksi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 479 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Ipda Suprapto mengimbau masyarakat agar tetap waspada saat berkendara, terutama tidak meletakkan barang berharga di tempat yang mudah dijangkau pelaku kejahatan.

"Keberadaan CCTV sangat membantu proses pengungkapan perkara. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui tindak kejahatan," pungkasnya. 

Dukung Asta Cita Presiden, Bhabinkamtibmas Polsek Ranuyoso Turun Langsung Dampingi Petani Jagung dan Pekarangan Gizi.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Personel Bhabinkamtibmas Polsek Ranuyoso, Polres Lumajang, berkomitmen penuh dalam menyukseskan program prioritas nasional. Hal ini dibuktikan melalui aksi nyata jajaran personel yang turun langsung ke lapangan guna mendampingi serta memotivasi masyarakat dalam mengoptimalkan sektor pertanian, khususnya budidaya tanaman jagung dan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi. Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan konkret terhadap Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia yang berfokus pada pencapaian swasembada pangan nasional secara mandiri dan berkelanjutan. 

Dalam pelaksanaannya di lapangan, personel Bhabinkamtibmas Polsek Ranuyoso tidak canggung untuk masuk ke area perkebunan yang lebat demi memantau langsung perkembangan tanaman harian warga. Sambil mengenakan seragam dinas lengkap dengan ban lengan kuning Bhabinkamtibmas, personel kepolisian bersama petani setempat teliti memeriksa kualitas daun dan pertumbuhan batang jagung yang mulai meninggi. Kehadiran aktif Polri di tengah hamparan hijau ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan yang dimulai dari tingkat desa. 

Kapolsek Ranuyoso, AKP Sajito, S.H., M.H., menyatakan bahwa kehadiran aktif anggotanya di tengah lahan pertanian warga merupakan wujud nyata dari kehadiran negara dan Polri dalam mendukung swasembada pangan. Upaya ini ditujukan agar kepolisian dapat memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat setempat, Rabu (15/7/2026).

"Kehadiran anggota Bhabinkamtibmas di tengah lahan pertanian warga merupakan wujud nyata dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden terkait swasembada pangan. Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan ekonomi warga melalui sektor pertanian," ujar AKP Sajito. 

Lebih lanjut, program ini tidak hanya menyasar pada komoditas pangan utama seperti jagung di lahan pertanian makro, namun juga menyentuh pemanfaatan area pekarangan rumah secara mikro. Masyarakat terus didorong untuk menanam tanaman holtikultura dan sayur-mayur yang dapat menunjang kebutuhan gizi harian keluarga secara mandiri. 

"Kami tidak hanya berfokus pada komoditas utama seperti jagung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah menjadi lahan pangan bergizi. Jika setiap rumah tangga mampu mandiri memenuhi kebutuhan gizi dasarnya, maka ketahanan pangan nasional akan terbentuk dengan kokoh dari pondasi paling bawah, yaitu keluarga," tambahnya. 

Melalui pendampingan yang intensif ini, Polsek Ranuyoso berharap hubungan yang harmonis dengan kelompok tani dan masyarakat dapat terus terjaga. Terpenuhinya kebutuhan pangan dan penguatan ekonomi di tingkat desa diyakini akan linear dengan terjaganya stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Ranuyoso. 

"Hubungan yang harmonis antara Polri dan petani adalah kunci. Ketika ketahanan pangan terjaga dan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi, secara otomatis potensi gangguan kamtibmas di wilayah Ranuyoso juga akan menepis. Kami akan terus berkomitmen mendampingi warga hingga masa panen tiba," pungkas AKP Sajito.

14/07/2026

Polsek Pasrujambe Kawal Tradisi Sedekah Dusun Gencono, Arak-arakan Delapan Jolen Berlangsung Meriah dan Kondusif


Lumajang,Merdekanews.id Tradisi Sedekah Dusun kembali digelar masyarakat Dusun Gencono, Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut berlangsung meriah dengan arak-arakan delapan jolen yang diikuti ratusan warga sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.

Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Pasrujambe menerjunkan personel pengamanan bersama Koramil Pasrujambe dan Satlinmas Desa Jambekumbu.

Arak-arakan dimulai dari RT 01 Dusun Gencono dan melintasi Jalan Dusun Gencono Wetan sebelum berakhir di depan PAUD KB Kencana Indah Dusun Gencono. 

Sebanyak delapan jolen yang mewakili delapan RT di Dusun Gencono diarak oleh masyarakat dengan penuh semangat dan kebersamaan.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Jambekumbu Subaeri beserta perangkat desa, Kepala Dusun Gencono Yhanuar Dwi Sanjaya, para ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sekitar 300 warga yang memadati lokasi acara.

Sebelum arak-arakan dimulai, Kepala Dusun Gencono menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Sedekah Dusun tahun ini. 

Ia berharap pelaksanaan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan tetap menjaga kekompakan masyarakat.

Setelah seluruh peserta tiba di lokasi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan yel-yel dari masing-masing perwakilan RT sebelum memasuki prosesi inti Sedekah Dusun.

Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Bhabinkamtibmas Desa Jambekumbu, Kapolsek Pasrujambe mengajak masyarakat terus melestarikan tradisi warisan leluhur yang sarat nilai kebersamaan dan rasa syukur.

Kapolsek Pasrujambe AKP Sujianto, S.H. mengatakan Sedekah Dusun bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan warga.

"Tradisi Sedekah Dusun merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi yang diberikan, kegiatan ini juga memperkuat rasa persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar AKP Sujianto.

Ia menambahkan bahwa kepolisian akan selalu mendukung kegiatan masyarakat selama berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan aspek keamanan.

"Kami dari Polsek Pasrujambe hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan kondusif berkat kerja sama antara panitia, pemerintah desa, TNI, Linmas, tokoh masyarakat, serta seluruh warga," katanya.

AKP Sujianto juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta arak-arakan yang telah menjaga sportivitas, terlebih kegiatan tersebut juga menjadi ajang penilaian bagi setiap kelompok jolen.

"Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Bagi yang belum memperoleh hasil terbaik pada tahun ini tidak perlu berkecil hati, karena yang paling utama adalah menjaga kekompakan dan semangat melestarikan budaya. Semoga tahun depan pelaksanaannya semakin meriah dan hasil panen masyarakat semakin melimpah," tambahnya.

Prosesi Sedekah Dusun kemudian dilanjutkan dengan ritual adat yang dipimpin oleh Mangku Ribut sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur. 

Setelah itu, doa bersama dipimpin Kyai Ulum sebagai ungkapan syukur dan harapan agar masyarakat Dusun Gencono senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta hasil pertanian yang melimpah.

Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hasil bumi kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.

Pengamanan kegiatan melibatkan dua personel Polsek Pasrujambe, dua personel Koramil Pasrujambe, serta empat anggota Satlinmas Desa Jambekumbu. Sinergi aparat keamanan bersama masyarakat mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sejak awal hingga seluruh kegiatan selesai.

Tradisi Sedekah Dusun Gencono sendiri telah menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Jambekumbu. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya lokal agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

Kapolsek Tekung Pererat Sinergi dengan Tokoh Agama, Ajak Jaga Kondusivitas Kamtibmas


Lumajang ,Merdekanews.id Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen, S.Tr.K., S.I.K., bersama jajaran Polsek Tekung dan Camat Tekung melaksanakan silaturahmi dengan tokoh agama di Desa Tukum, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan yang berlangsung di kediaman Kyai Anwar, Dusun Tukum Kidul, Desa Tukum tersebut menjadi bagian dari upaya Polsek Tekung dalam memperkuat sinergi dengan tokoh agama sekaligus menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.

Dalam pertemuan tersebut, Kapolsek Tekung didampingi sejumlah personel menyampaikan pesan-pesan kamtibmas serta mengajak tokoh agama untuk terus berperan aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan lingkungan dan mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas.

Kapolsek Tekung AKP Eka Nurprianto Zen mengatakan, tokoh agama memiliki peran strategis dalam menciptakan suasana yang damai dan harmonis di tengah masyarakat.

"Silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk terus menjalin komunikasi dan sinergi dengan para tokoh agama. Kami berharap melalui kebersamaan ini, masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan," ujar AKP Eka Nurprianto Zen.

Ia menambahkan, dukungan dari tokoh agama sangat dibutuhkan dalam menyampaikan pesan-pesan positif kepada masyarakat, termasuk mengajak warga lebih peduli terhadap keamanan lingkungan dan segera melaporkan apabila mengetahui adanya potensi gangguan kamtibmas.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para tokoh agama, untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah. Dengan sinergi yang baik antara Polri, pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, situasi kamtibmas yang aman dan nyaman dapat terus terpelihara," tambahnya.

Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, diharapkan hubungan baik antara Polri dan tokoh agama semakin erat sehingga mampu memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan kondusif di wilayah Kecamatan Tekung.