Lumajang,Merdekanews.id Tradisi Sedekah Dusun kembali digelar masyarakat Dusun Gencono, Desa Jambekumbu, Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.
Kegiatan yang menjadi agenda rutin tahunan tersebut berlangsung meriah dengan arak-arakan delapan jolen yang diikuti ratusan warga sebagai bentuk ungkapan rasa syukur atas hasil bumi yang melimpah.
Untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar, Polsek Pasrujambe menerjunkan personel pengamanan bersama Koramil Pasrujambe dan Satlinmas Desa Jambekumbu.
Arak-arakan dimulai dari RT 01 Dusun Gencono dan melintasi Jalan Dusun Gencono Wetan sebelum berakhir di depan PAUD KB Kencana Indah Dusun Gencono.
Sebanyak delapan jolen yang mewakili delapan RT di Dusun Gencono diarak oleh masyarakat dengan penuh semangat dan kebersamaan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Jambekumbu Subaeri beserta perangkat desa, Kepala Dusun Gencono Yhanuar Dwi Sanjaya, para ketua RT dan RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta sekitar 300 warga yang memadati lokasi acara.
Sebelum arak-arakan dimulai, Kepala Dusun Gencono menyampaikan apresiasi kepada seluruh warga yang telah bergotong royong menyukseskan pelaksanaan Sedekah Dusun tahun ini.
Ia berharap pelaksanaan pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih meriah dengan tetap menjaga kekompakan masyarakat.
Setelah seluruh peserta tiba di lokasi akhir, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan yel-yel dari masing-masing perwakilan RT sebelum memasuki prosesi inti Sedekah Dusun.
Dalam sambutannya yang disampaikan melalui Bhabinkamtibmas Desa Jambekumbu, Kapolsek Pasrujambe mengajak masyarakat terus melestarikan tradisi warisan leluhur yang sarat nilai kebersamaan dan rasa syukur.
Kapolsek Pasrujambe AKP Sujianto, S.H. mengatakan Sedekah Dusun bukan sekadar tradisi budaya, tetapi juga menjadi momentum mempererat persatuan warga.
"Tradisi Sedekah Dusun merupakan warisan budaya yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Selain sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil bumi yang diberikan, kegiatan ini juga memperkuat rasa persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar AKP Sujianto.
Ia menambahkan bahwa kepolisian akan selalu mendukung kegiatan masyarakat selama berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan aspek keamanan.
"Kami dari Polsek Pasrujambe hadir untuk memberikan rasa aman kepada seluruh masyarakat yang mengikuti kegiatan. Alhamdulillah seluruh rangkaian acara berjalan lancar, tertib, dan kondusif berkat kerja sama antara panitia, pemerintah desa, TNI, Linmas, tokoh masyarakat, serta seluruh warga," katanya.
AKP Sujianto juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta arak-arakan yang telah menjaga sportivitas, terlebih kegiatan tersebut juga menjadi ajang penilaian bagi setiap kelompok jolen.
"Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi kebersamaan. Bagi yang belum memperoleh hasil terbaik pada tahun ini tidak perlu berkecil hati, karena yang paling utama adalah menjaga kekompakan dan semangat melestarikan budaya. Semoga tahun depan pelaksanaannya semakin meriah dan hasil panen masyarakat semakin melimpah," tambahnya.
Prosesi Sedekah Dusun kemudian dilanjutkan dengan ritual adat yang dipimpin oleh Mangku Ribut sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi leluhur.
Setelah itu, doa bersama dipimpin Kyai Ulum sebagai ungkapan syukur dan harapan agar masyarakat Dusun Gencono senantiasa diberikan keselamatan, keberkahan, serta hasil pertanian yang melimpah.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian hasil bumi kepada masyarakat sebagai simbol berbagi rezeki dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Pengamanan kegiatan melibatkan dua personel Polsek Pasrujambe, dua personel Koramil Pasrujambe, serta empat anggota Satlinmas Desa Jambekumbu. Sinergi aparat keamanan bersama masyarakat mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif sejak awal hingga seluruh kegiatan selesai.
Tradisi Sedekah Dusun Gencono sendiri telah menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Jambekumbu. Selain sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan hasil bumi, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkuat nilai-nilai gotong royong, menjaga kerukunan, dan melestarikan budaya lokal agar tetap diwariskan kepada generasi mendatang.

0 Comments