26/06/2026

Polsek Tekung Terjunkan Bhabinkamtibmas Jadi Penggerak Ketahanan Pangan.


LUMAJANG ,Merdekanews.id Kepolisian Sektor (Polsek) Tekung, Polres Lumajang, terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung program prioritas pemerintah pusat. Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas, korps Bhayangkara di tingkat kecamatan ini turun langsung ke lapangan guna menyukseskan program "Asta Cita Presiden" di sektor ketahanan pangan nasional.

Salah satu aksi nyata ditunjukkan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Tekung, Bripka Jupiter Jehuzua Salatnaya. Ia melaksanakan giat sambang dan sosialisasi langsung di lahan pertanian milik Bapak Hambali, warga Dusun Darungan, Desa Wonokerto, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang. Di lahan tersebut, Bripka Jupiter mendampingi proses kesiapan penanaman komoditas jagung guna memastikan produktivitas hasil tani warga lokal berjalan maksimal.

Kapolsek Tekung, AKP Eka Nurprianto Zen, S.Tr.K., S.I.K, menegaskan bahwa kehadiran personelnya di tengah lahan pertanian bukan sekadar seremonial, melainkan langkah terukur dalam mengawal kedaulatan pangan dari tingkat desa.

"Program ini merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mendukung penuh upaya pemerintah menjaga stabilitas dan ketahanan pangan nasional. Kami ingin memastikan para petani mendapatkan pendampingan yang optimal agar produktivitas mereka meningkat," ujar AKP Eka Nurprianto Zen.

Lebih lanjut, Kapolsek menjelaskan bahwa peran Bhabinkamtibmas kini telah bertransformasi menjadi dinamisator pembangunan di desa, termasuk menjadi motor penggerak sektor agraris.

"Melalui peran 'Polisi Penggerak Ketahanan Pangan Nasional', personel Bhabinkamtibmas kami instruksikan untuk aktif menyerap aspirasi, melakukan sosialisasi, sekaligus membantu memetakan potensi pertanian di wilayah binaan masing-masing, seperti yang dilakukan pada komoditas jagung di Desa Wonokerto ini," imbuh perwira pertama dengan Tiga balok emas tersebut.

Menutup keterangannya, pihak Polsek Tekung berharap sinergi yang kuat antara kepolisian, pemerintah desa, dan para petani setempat dapat menciptakan kemandirian pangan yang kokoh di wilayah Lumajang.

"Kami berharap kehadiran Polri di sektor pertanian ini dapat meningkatkan motivasi para petani untuk terus mengoptimalkan lahan mereka. Sinergi yang kuat ini adalah kunci utama demi terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan di tingkat daerah hingga pusat," pungkas AKP Eka Nurprianto Zen.

DPRD Kota Probolinggo Zainul Fatoni Tegaskan Kesalahan Administrasi dan Sistem Rugikan Calon Siswa Berprestasi



Probolinggo, Merdekanews.id 
Komisi I DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait permasalahan tidak lolosnya siswi SMP Negeri 2 Kota Probolinggo, Najwa Putri Ayu Pramita, warga Jalan Letjen Sutoyo, dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 4 Kota Probolinggo. RDP tersebut berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Probolinggo, Rabu (24/06/2026).

Rapat yang dihadiri oleh pihak DPRD, Dinas Pendidikan, sekolah asal, serta SMAN 4 Kota Probolinggo itu digelar untuk mencari kejelasan terkait penyebab tidak lolosnya Najwa dalam proses pendaftaran. Dari hasil pembahasan, ditemukan adanya kekeliruan pada data nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang tercantum dalam sistem.

Sekretaris Komisi I DPRD Kota Probolinggo, Zainul Fatoni, menjelaskan bahwa persoalan tersebut telah mendapatkan titik terang setelah dilakukan klarifikasi bersama seluruh pihak terkait.

"Ya, ini tadi sudah jelas dan clear bahwa sebenarnya ada kekeliruan pada sistem yang menyebabkan nilai TKA yang seharusnya dimiliki oleh anak ini menjadi berkurang atau terkoreksi. Setelah kami sampaikan dan dilakukan pengecekan, Alhamdulillah data tersebut sudah bisa diperbaiki," ujar Zainul Fatoni.

Menurutnya, setelah dilakukan koreksi, nilai TKA Najwa ternyata lebih tinggi dari yang sebelumnya tercantum dalam sistem. Kondisi tersebut membuka peluang yang cukup besar bagi Najwa untuk dapat diterima di sekolah negeri yang diinginkannya.

"Dengan hasil TKA yang sebenarnya lebih tinggi, Mbak Najwa memiliki peluang yang besar untuk bisa masuk ke SMAN 4 Kota Probolinggo maupun sekolah negeri lainnya. Potensinya sangat besar," tegasnya.

Zainul juga mengungkapkan bahwa nilai TKA merupakan bagian dari nilai akumulatif yang diambil dari data pusat sehingga kesalahan yang terjadi diduga berasal dari proses input atau sinkronisasi data yang digunakan dalam sistem penerimaan peserta didik.

"Kalau ditanya apakah ada kesalahan dari pihak sekolah, memang ada kekeliruan yang terjadi dalam proses tersebut. Untuk nilai TKA ini kan merupakan nilai akumulatif yang ditarik dari data pusat. Kami belum mengetahui secara pasti di mana letak kesalahannya, tetapi yang terpenting saat ini datanya sudah diperbaiki," jelasnya.

Dengan hasil RDP tersebut, DPRD Kota Probolinggo berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan SPMB dapat lebih teliti dalam proses verifikasi dan validasi data agar tidak merugikan calon peserta didik yang memiliki hak untuk memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan.

Komisi I DPRD Kota Probolinggo juga menegaskan akan terus mengawal proses penerimaan peserta didik baru agar berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan rasa keadilan bagi seluruh masyarakat Kota Probolinggo.(ir)

Rapat Paripurna Digelar, Pendapatan Kota Probolinggo Tembus 1 Triliyun Tahun 2025



Probolinggo, Merdekanews.id 
Kinerja pengelolaan keuangan Pemerintah Kota Probolinggo sepanjangnya Tahun Anggaran 2025 resmi memasuki tahap evaluasi DPRD. Dalam Rapat Paripurna yang digelar di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Probolinggo, Rabu (24/06/2026), Wali Kota Probolinggo menyampaikan Nota Keuangan sebagai dasar pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Agenda tersebut menjadi tahapan awal bagi DPRD Kota Probolinggo untuk melakukan evaluasi terhadap capaian pendapatan daerah, realisasi belanja, serta pelaksanaan berbagai program pembangunan yang telah dijalankan pemerintah daerah selama satu tahun anggaran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo sekaligus Anggota Fraksi Partai Golkar, Muchlas Kurniawan, menjelaskan bahwa rapat paripurna kali ini merupakan penyampaian nota penjelasan dari Wali Kota terkait kondisi keuangan daerah sepanjang tahun 2025.

"Ini adalah rapat paripurna nota penjelasan berkaitan dengan keuangan APBD Tahun 2025. Wali Kota menyampaikan dalam sidang paripurna mengenai kondisi keuangan daerah, mulai dari postur anggaran hingga berbagai pengeluaran yang dilakukan Pemerintah Kota Probolinggo selama satu tahun anggaran," ujar Muchlas.

Menurutnya, dari paparan yang disampaikan dalam nota keuangan tersebut, realisasi pendapatan daerah menunjukkan hasil yang cukup positif. Target pendapatan yang sebelumnya berada di kisaran Rp940 miliar lebih mampu meningkat hingga mencapai sekitar Rp1 triliun.

"Kalau dilihat dari sisi pendapatan, targetnya sekitar Rp940 miliar lebih dan ternyata mengalami kenaikan menjadi sekitar Rp1 triliun. Artinya ada surplus dari sisi pendapatan secara umum," jelasnya.

Selain itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Probolinggo juga mengalami peningkatan. Dari target sekitar Rp240 miliar lebih, realisasinya mencapai kurang lebih Rp245 miliar atau bertambah sekitar Rp5 miliar.

"PAD kita juga mengalami kenaikan dari target pemerintah daerah yang sekitar Rp240 miliar lebih menjadi Rp245 miliar. Ada kenaikan sekitar Rp5 miliar. Ini merupakan tren yang bagus dan dapat menjadi indikator positif terhadap pengelolaan keuangan daerah," tambah Muchlas.

Meski demikian, DPRD belum akan memberikan kesimpulan akhir sebelum dilakukan pembahasan secara rinci bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam forum Badan Anggaran (Banggar).

"Untuk sementara dari hasil pembacaan nota penjelasan, kondisi keuangan daerah bisa dikategorikan cukup baik. Namun nanti akan kami bedah bersama seluruh OPD. Apakah proses pengeluaran anggaran dan target kinerja yang dilaksanakan sudah sesuai dengan perencanaan awal yang ditetapkan pemerintah daerah. Hal-hal tersebut akan menjadi bahan koreksi dan evaluasi dalam pembahasan berikutnya di Banggar," tegas Muchlas Kurniawan.

DPRD Kota Probolinggo berharap pembahasan lanjutan di Badan Anggaran dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai efektivitas penggunaan anggaran daerah serta memastikan seluruh program dan kegiatan yang telah dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Probolinggo.(ir)

Komisi I DPRD Kota Probolinggo Gelar RDP, Kesalahan Administrasi Gagalkan Siswi SMPN 2 Lolos SPMB



Probolinggo, Merdekanews.id 
Komisi I DPRD Kota Probolinggo menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait tidak lolosnya salah satu siswi SMPN 2 Kota Probolinggo, Najwa Putri Ayu Pramita, warga Jalan Letjen Sutoyo, Kota Probolinggo, dalam proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMAN 4 Kota Probolinggo. RDP tersebut berlangsung di ruang rapat DPRD Kota Probolinggo, Rabu (24/06/2026).

Rapat yang menghadirkan pihak sekolah, orang tua siswa, serta perwakilan SMAN 4 Kota Probolinggo itu digelar untuk mencari kejelasan terkait penyebab tidak lolosnya Najwa meski berdasarkan nilai dan peringkat dinilai memiliki peluang besar untuk diterima.

Anggota Komisi I DPRD Kota Probolinggo dari Fraksi Partai NasDem, Sibro Malisi, menjelaskan bahwa persoalan tersebut berawal dari ketidaklengkapan administrasi dalam proses unggah berkas pendaftaran yang seharusnya divalidasi oleh satuan pendidikan asal.

"Ada ketidakpahaman dari wali murid maupun murid dalam proses unggah berkas. Dari laporan yang masuk kepada kami, berkas yang diunggah dianggap sudah lengkap. Namun ternyata ada dokumen yang belum tervalidasi oleh satuan pendidikan asal sehingga pihak SMA tidak dapat memprosesnya lebih lanjut," ujar Sibro.

Menurutnya, berdasarkan hasil pembahasan dalam RDP, kesalahan yang terjadi lebih bersifat administratif dan bukan karena faktor nilai akademik.

"Kesalahannya hanya pada administrasi, ada berkas yang belum lengkap sehingga tidak bisa digunakan dalam sistem. Berdasarkan nilai dan peringkat yang sudah ada, kami meyakini yang bersangkutan sebenarnya memiliki peluang besar untuk diterima," tambahnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Kota Probolinggo, Halis Rodiwarsito, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan RDP yang dinilainya mampu memberikan kejelasan bagi semua pihak.

"Alhamdulillah dengan adanya RDP ini semuanya menjadi jelas. Karena memang tujuannya adalah klarifikasi dari kedua belah pihak, baik dari sekolah maupun dari pihak pendaftar. Setelah seluruh data dan bukti diperlihatkan, akhirnya diketahui letak persoalannya," jelas Halis.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah bermaksud mempersulit calon peserta didik dan seluruh proses seleksi berjalan sesuai aturan yang berlaku.

"Kami bersyukur DPRD memfasilitasi pertemuan ini sehingga semuanya menjadi clear. Selama ini kami merasa sering disalahkan, padahal proses yang kami jalankan sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Terkait peluang Najwa untuk masuk ke SMAN 4 melalui jalur yang sama, Halis menjelaskan bahwa hal tersebut sudah tidak memungkinkan karena tahapan kedua telah ditutup dan peserta yang lolos telah melakukan daftar ulang.

"Untuk tahap kedua sudah selesai dan peserta yang diterima sudah melakukan daftar ulang. Saat ini sudah masuk tahap ketiga. Jika ingin mendaftar kembali, harus mengikuti mekanisme pada tahap ketiga sesuai aturan yang berlaku," katanya.

Di sisi lain, Najwa Putri Ayu Pramita mengaku tetap optimistis melanjutkan proses pendaftaran pada tahap berikutnya. Dengan nilai yang dimilikinya, ia berharap masih memiliki kesempatan untuk diterima di sekolah negeri yang diinginkan.

"Saya berencana mencoba mendaftar ke SMA Negeri 1 terlebih dahulu. Jika tidak diterima, mungkin akan mencoba lagi ke SMA Negeri 4 sesuai peluang yang ada. Semoga ke depan saya bisa lebih teliti dalam mengunggah berkas-berkas pendaftaran," ujar Najwa.

Melalui RDP tersebut, Komisi I DPRD Kota Probolinggo berharap persoalan serupa tidak kembali terjadi pada proses penerimaan peserta didik berikutnya. Evaluasi terhadap mekanisme unggah dan validasi dokumen dinilai penting agar calon siswa tidak dirugikan hanya karena kesalahan administratif.(ir)

25/06/2026

Polsek Pasirian Intensifkan Patroli Malam hingga Dini Hari, Antisipasi Kriminalitas dan Jaga Kamtibmas


LUMAJANG , Merdekanews.id Kesunyian malam di sejumlah ruas jalan wilayah Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, tidak luput dari perhatian aparat kepolisian. Saat sebagian besar warga terlelap, personel Polsek Pasirian justru meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar patroli malam hingga dini hari guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Menggunakan kendaraan patroli dinas, anggota Polsek Pasirian melakukan pemantauan di sejumlah titik yang dinilai rawan terjadinya tindak kriminalitas pada Rabu (24/6/2026) malam. Kegiatan patroli dimulai sekitar pukul 23.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang pagi.

Pantauan di lapangan menunjukkan personel kepolisian menyusuri sejumlah ruas jalan yang relatif sepi dari aktivitas masyarakat. Kawasan tersebut menjadi salah satu fokus pengawasan karena berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya ketika kondisi lingkungan sedang lengang.

Selain melakukan patroli mobile, petugas juga menyambangi sejumlah pos keamanan lingkungan (pos kamling) yang masih aktif dijaga warga. Dalam kesempatan tersebut, anggota kepolisian berdialog dengan masyarakat sekaligus memberikan imbauan agar kewaspadaan tetap ditingkatkan selama pelaksanaan ronda malam.

Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam rawan mendapat respons positif dari warga. Mereka menilai patroli rutin yang dilakukan kepolisian memberikan rasa aman dan menjadi bukti bahwa negara hadir dalam menjaga keamanan lingkungan hingga tingkat desa.

Kapolsek Pasirian, IPTU Loni Roi Madhona, mengatakan patroli malam merupakan salah satu langkah preventif yang terus dilakukan jajarannya untuk menekan angka kriminalitas serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polsek Pasirian.

Menurutnya, waktu malam hingga dini hari merupakan periode yang memerlukan perhatian khusus karena aktivitas masyarakat cenderung menurun, sementara potensi terjadinya tindak kejahatan dapat meningkat apabila tidak dilakukan pengawasan secara intensif.

“Patroli malam kami laksanakan secara rutin sebagai upaya pencegahan terhadap berbagai bentuk gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat sekaligus mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan,” ujar IPTU Loni Roi Madhona saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, patroli difokuskan pada sejumlah lokasi yang memiliki tingkat kerawanan tertentu, seperti ruas jalan sepi, kawasan permukiman, objek vital, pertokoan yang telah tutup, hingga lingkungan yang sebelumnya pernah menjadi perhatian terkait gangguan keamanan.

Selain mengantisipasi tindak pidana pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan pemberatan, dan aksi kriminalitas jalanan, patroli juga bertujuan mencegah potensi gangguan lain seperti balap liar, perkelahian, konsumsi minuman keras, maupun aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Dalam pelaksanaannya, petugas turut mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari sistem keamanan lingkungan melalui pengaktifan ronda malam dan peningkatan koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak lengah terhadap keamanan lingkungan. Pos kamling yang aktif merupakan salah satu kekuatan utama dalam menjaga kondusivitas wilayah. Sinergi antara warga dan kepolisian sangat penting untuk menciptakan situasi yang aman dan nyaman,” katanya.

IPTU Loni juga mengingatkan warga agar segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau kejadian yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan. Menurutnya, informasi dari masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan upaya pencegahan tindak kriminalitas.

“Partisipasi masyarakat sangat kami harapkan. Apabila ada hal-hal yang mencurigakan atau kejadian menonjol, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat,” ujarnya.

Di tengah kondisi jalanan yang lengang dan aktivitas warga yang mulai berkurang, lampu rotator kendaraan patroli tampak sesekali menyala saat petugas bergerak dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Kehadiran polisi pada jam-jam rawan tersebut menjadi simbol komitmen Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.

Hingga patroli berakhir pada dini hari, situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Pasirian terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan kejadian menonjol yang berpotensi mengganggu keamanan masyarakat.

Polsek Pasirian memastikan kegiatan patroli malam akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari strategi pemeliharaan kamtibmas sekaligus upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, keamanan wilayah diharapkan tetap terjaga sehingga warga dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Cegah Kejahatan Jalanan dan 3C Dini Hari, Polsek Randuagung Sisir Jalur Rawan Lumajang


Lumajang ,Merdekanews.id Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Randuagung, Polres Lumajang, terus meningkatkan kewaspadaan dan kehadiran personelnya di lapangan guna memberikan rasa aman bagi masyarakat. 

Guna mengantisipasi tindak kejahatan yang kerap mengintai di malam hingga dini hari, aparat kepolisian secara masif menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dengan melakukan patroli penyisiran di sejumlah titik rawan.

Patroli malam berskala lokal yang dipimpin langsung oleh jajaran kepolisian setempat ini mulai bergerak sejak pukul 01.50 WIB. Mengambil rute strategis, armada patroli polisi menyasar kawasan Jalan Klettek Tunjung, Kecamatan Randuagung, Kabupaten Lumajang. 

Kawasan ini dikenal sebagai salah satu jalur perlintasan utama kendaraan roda dua maupun roda empat yang membutuhkan pengawasan ekstra. 

Kondisi jalanan yang relatif sepi dan gelap pada jam-jam rawan menuntut kehadiran aparat berseragam untuk mencegah timbulnya niat dan kesempatan bagi para pelaku kriminal.

Kapolsek Randuagung, Iptu Edi Kuswanto, menjelaskan bahwa patroli KRYD ini merupakan penjabaran dari instruksi komando atas guna mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan. 

Fokus utamanya adalah mencegah tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) atau yang di kalangan kepolisian akrab disebut dengan kejahatan 3C.

"Giat patroli KRYD ini merupakan langkah preventif dan proaktif kami dari Polsek Randuagung untuk mengantisipasi segala bentuk kerawanan di malam hari. Kami menyasar para pengendara roda dua (R2) maupun roda empat (R4) yang melintas di jam-jam rawan, serta masyarakat pada umumnya yang masih melakukan aktivitas di luar rumah. Tujuan utamanya tentu untuk meminimalisir dan mencegah terjadinya kejahatan jalanan dan 3C," ungkap Iptu Edi Kuswanto kepada wartawan.

Dalam pantauan di lapangan, operasi pengamanan dini hari tersebut tidak hanya sekadar melintas menyusuri jalanan sepi. Anggota Polsek Randuagung yang bertugas tampak menerapkan metode 

Blue Light Patrol atau patroli dengan menyalakan lampu rotator berwarna biru. Strategi ini dinilai efektif untuk memberikan efek kejut (deterrent effect) bagi pihak-pihak yang memiliki niat jahat, sekaligus menjadi sinyal kehadiran negara 
di tengah masyarakat yang sedang terlelap.

Secara berkala, petugas juga secara aktif melakukan pemantauan terhadap arus lalu lintas di sepanjang Jalan Klettek Tunjung. 

Mengingat jalur tersebut menjadi salah satu urat nadi mobilitas warga, polisi memastikan kelancaran distribusi barang dan perjalanan masyarakat tidak terganggu oleh aksi premanisme, pemalakan, atau gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) lainnya.

Selain melakukan deteksi dini terhadap potensi kejahatan jalanan, anggota Polsek Randuagung juga mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif. 

Petugas kepolisian terpantau berdialog dengan sejumlah warga yang masih terjaga atau yang sedang melaksanakan ronda malam di pos keamanan lingkungan (siskamling). 

Dalam kesempatan itu, petugas menitipkan pesan-pesan kamtibmas agar masyarakat senantiasa waspada terhadap orang asing yang masuk ke perkampungan di jam tidak wajar.

"Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang beristirahat di rumah maupun mereka yang terpaksa beraktivitas mencari nafkah di jalan pada dini hari merasa tenang dan terlindungi. Kehadiran polisi di tengah masyarakat pada jam-jam kritis seperti ini adalah bentuk pelayanan prima kepolisian. Kami tegaskan, tidak akan ada ruang sedikitpun bagi para pelaku kejahatan untuk bebas beraksi di wilayah hukum Polsek Randuagung," tegas Iptu Edi dengan nada optimis.

Secara keseluruhan, pelaksanaan giat KRYD pada dini hari tersebut membuahkan hasil yang sangat positif. Hingga fajar menyingsing dan aktivitas masyarakat mulai berdenyut normal kembali, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kejahatan maupun gangguan kamtibmas yang menonjol. Arus lalu lintas terpantau ramai lancar tanpa hambatan.

"Alhamdulillah, dari hasil giat patroli KRYD semalam hingga selesai, situasi di sepanjang Jalan Klettek Tunjung dan wilayah Kecamatan Randuagung pada umumnya terpantau dalam kondisi yang sangat aman, tertib, dan terkendali. Tentu saja, kami tidak akan berhenti sampai di sini. Kami akan terus merutinkan kegiatan serupa di waktu dan lokasi yang diacak, menyebar ke berbagai titik rawan lainnya," pungkas perwira polisi

Kapolsek Senduro Kawal Kunjungan Tim Kemenhan ke Lokasi Pembangunan Yonif TP di Burno


Lumajang , Merdekanews.id Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso menghadiri sekaligus mengawal kunjungan Tim Kementerian Pertahanan (Kemenhan) RI ke lokasi pembangunan Batalyon Yonif Teritorial Pembangunan (Yonif TP) di Desa Burno, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang.

Selain menghadiri kegiatan tersebut, Polsek Senduro juga menerjunkan sejumlah personel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik persimpangan yang dilalui rombongan serta di area proyek pembangunan Yonif TP guna memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar.

Tim Kemenhan RI yang berjumlah delapan orang dipimpin oleh Ketua Tim, Kolonel Inf Setiya Asmara, S.I.P., M.Han. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Dandim 0821/Lumajang Letkol Inf Arh Anton Subandi bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Senduro.

Dalam kunjungan tersebut, tim melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangunan di lapangan. Selain itu, dilakukan pendalaman terhadap pihak kontraktor terkait perizinan kerja, koordinasi dengan personel pengawas dari Korem 083/Baladhika Jaya, Kasi Logistik Kodim 0821/Lumajang, serta Perhutani mengenai status dan keberlanjutan lahan yang digunakan untuk pembangunan satuan baru tersebut.

Ketua Tim Kemenhan RI, Kolonel Inf Setiya Asmara, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai perencanaan, baik dari sisi administrasi maupun teknis pelaksanaan di lapangan.

“Seluruh proses pembangunan harus sesuai prosedur dan spesifikasi yang telah ditetapkan. Koordinasi antar unsur pelaksana, pengawas, pemerintah desa, dan masyarakat juga harus terus diperkuat agar tidak muncul kendala di kemudian hari,” ujar Kolonel Setiya Asmara.

Ia menegaskan, aspek legalitas administrasi, kualitas pekerjaan konstruksi, serta sinergi antarlembaga menjadi perhatian utama Kementerian Pertahanan dalam setiap proyek pembangunan fasilitas pertahanan negara.

Sementara itu, Kapolsek Senduro AKP Wahono Pudji Santoso mengatakan pihaknya berkomitmen mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan pembangunan Yonif TP yang menjadi salah satu proyek strategis di wilayah Kecamatan Senduro.

“Polsek Senduro melaksanakan pengamanan terbuka maupun tertutup selama kegiatan kunjungan Tim Kemenhan berlangsung. Personel kami ditempatkan di jalur yang dilalui rombongan dan di lokasi pembangunan guna memastikan situasi tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Wahono.

Menurutnya, sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pembangunan Yonif TP di Desa Burno.

“Keberadaan Yonif TP nantinya diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat dan memperkuat sistem pertahanan wilayah. Karena itu kami siap mendukung setiap tahapan kegiatan agar berjalan dengan aman dan lancar,” imbuhnya.

Kegiatan peninjauan berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Usai melakukan pengecekan lapangan dan rapat koordinasi, Tim Kemenhan RI melanjutkan agenda evaluasi terhadap progres pembangunan sebelum kembali meninggalkan lokasi proyek.

Pembangunan Yonif TP di Desa Burno sendiri menjadi salah satu program strategis Kementerian Pertahanan dalam memperkuat postur pertahanan negara sekaligus mendukung pembangunan wilayah melalui konsep teritorial yang terintegrasi dengan masyarakat setempat.