19/09/2026

PATAS Keluhkan Aktivitas Tambang Terhenti, DPRD Lumajang Janji Kawal Perpanjangan IUP


Lumajang , Merdekanews.id Personel Polres Lumajang melakukan pemantauan dan pengamanan kegiatan audiensi Paguyuban Pemuda Tambang Semeru (PATAS) Desa Pasrujambe dengan DPRD Kabupaten Lumajang.

Audiensi yang berlangsung di Kantor DPRD Kabupaten Lumajang, Jalan Raya Wonorejo, Kecamatan Kedungjajang, tersebut membahas kondisi dan permasalahan pertambangan pasir rakyat di aliran Kali Mujur.

Kegiatan berlangsung mulai pukul 08.57 WIB hingga sekitar pukul 10.11 WIB. Sebanyak 16 perwakilan PATAS hadir dalam audiensi tersebut.

Kasubsi PIDM Si Humas Polres Lumajang Ipda Suprapto mengatakan, kehadiran personel kepolisian dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.

"Personel melakukan pemantauan dan pengamanan selama kegiatan audiensi berlangsung. Secara umum situasi aman, tertib dan kondusif," kata Suprapto.

Dalam audiensi, perwakilan PATAS menyampaikan keresahan masyarakat terkait berhentinya aktivitas pertambangan manual setelah sejumlah izin usaha pertambangan (IUP) berakhir dan masih dalam proses perpanjangan.

Pendamping PATAS, Abdul Rohim, mengatakan kondisi tersebut berdampak terhadap masyarakat Desa Pasrujambe yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas pertambangan.

Menurutnya, masyarakat sebelumnya telah berkoordinasi dengan pemilik IUP agar aktivitas pertambangan dapat berjalan sesuai ketentuan. Namun, berakhirnya izin sejumlah perusahaan membuat masyarakat tidak dapat bekerja seperti sebelumnya.

PATAS kemudian meminta DPRD bersama pemerintah mencarikan solusi selama proses perizinan berlangsung.

Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah penerbitan SKAB sementara. Mereka juga mempertanyakan kemungkinan masyarakat memanfaatkan izin perusahaan yang bergerak di sektor batuan atau koral sambil menunggu proses perpanjangan IUP.

"Kami berharap ada solusi agar masyarakat tetap bisa bekerja dan memberikan kontribusi kepada daerah melalui kegiatan yang sesuai dengan ketentuan," ujar Abdul Rohim dalam audiensi.

Selain itu, PATAS meminta pemerintah melibatkan masyarakat dalam kegiatan normalisasi sungai sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana banjir.

Mereka juga mendorong pemerintah segera menetapkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) sehingga masyarakat dapat mengajukan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara itu, pihak DPRD Kabupaten Lumajang menyampaikan bahwa proses perpanjangan sejumlah IUP masih berlangsung. Dari hasil koordinasi dengan pihak ESDM, terdapat dokumen yang masih perlu dilakukan pembenahan.

Anggota Komisi C DPRD Lumajang, Muhammad Yusuf, mengatakan proses perizinan diperkirakan dapat selesai sekitar November 2026. DPRD berkomitmen membantu mengawal proses tersebut sesuai kewenangannya.

DPRD juga menegaskan tidak dapat memberikan perlindungan hukum terhadap aktivitas pertambangan yang belum memiliki dasar perizinan.

Kabag Ops Polres Lumajang Kompol Jauhar Ma'arif dalam audiensi mengimbau masyarakat maupun pemilik izin untuk tetap mengikuti ketentuan hukum yang berlaku.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas pertambangan di luar titik atau koordinat yang telah ditentukan dalam izin.

"Polres tidak akan bertindak di luar kewenangan. Kami mengimbau seluruh pihak mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak melakukan aktivitas di luar titik atau koordinat izin karena dapat menimbulkan permasalahan hukum," ujar Jauhar.

DPRD selanjutnya akan berkoordinasi dengan pihak ESDM untuk mendapatkan kejelasan mengenai proses perpanjangan IUP.

Masyarakat PATAS juga disarankan melakukan audiensi dengan Bupati dan Wakil Bupati Lumajang agar persoalan tersebut dapat dicarikan solusi sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Audiensi berakhir sekitar pukul 10.08 WIB. Para peserta kemudian meninggalkan Kantor DPRD Kabupaten Lumajang menuju Desa Pasrujambe.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib dan kondusif.

Polsek Jatiroto Cek Ketahanan Pangan Jagung di Lahan Warga


Lumajang ,Merdekanews.id Polsek Jatiroto, Polres Lumajang, terus mendorong program ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan warga untuk budidaya tanaman jagung.

Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan sambang desa sekaligus pengecekan lahan pertanian milik warga di Dusun Sembon, Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi bersama Bripda Fizan M Nizar turun langsung melakukan pengecekan tanaman jagung di lahan milik H. Husni yang berada di depan Masjid Nurul Husni.

Pengecekan tersebut merupakan bagian dari Program Asta Cita, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Kecamatan Jatiroto.

Kapolsek Jatiroto AKP Imam Soepardi mengatakan, kegiatan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan tanaman jagung sekaligus memastikan kebutuhan pendukung pertanian, terutama ketersediaan pupuk.

"Kami melakukan pengecekan langsung kepada petani untuk mengetahui kondisi tanaman jagung dan ketersediaan pupuk selama masa tanam," kata Imam.

Menurutnya, keterlibatan kepolisian tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga membangun komunikasi dengan masyarakat serta mendukung program ketahanan pangan.

Dari hasil pengecekan, ketersediaan pupuk untuk tanaman jagung di lahan tersebut masih mencukupi. Pupuk diperoleh melalui swadaya sehingga kegiatan pertanian tetap dapat berjalan.

Sementara itu, H. Husni selaku pemilik lahan mengatakan, lahan yang dimilikinya dimanfaatkan untuk menanam jagung sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan.

Ia berharap budidaya jagung tersebut dapat berjalan dengan baik hingga masa panen dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Kami memanfaatkan lahan ini untuk tanaman jagung. Harapannya tanaman bisa tumbuh dengan baik dan hasilnya nanti dapat memberikan manfaat," ujar Husni.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga berdialog dengan pemilik lahan terkait kondisi tanaman, kebutuhan pupuk dan perkembangan budidaya jagung.

Kegiatan sambang sekaligus pengecekan ketahanan pangan berlangsung dalam situasi aman, tertib dan terkendali.

Polsek Jatiroto juga terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan lahan yang tersedia secara produktif sehingga dapat mendukung ketersediaan pangan di wilayah Kecamatan Jatiroto.

18/09/2026

Polisi Sisir Jalur Rawan Kriminalitas di Lumajang Kota


Lumajang ,Merdekanews.id Anggota Polsek Lumajang Kota, Polres Lumajang, meningkatkan patroli siang hari untuk mengantisipasi tindak kriminalitas serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Patroli dilakukan di sejumlah lokasi yang menjadi jalur aktivitas masyarakat, di antaranya Jalan Raya, Jalan Lintas Timur serta kawasan Balai Desa Boreng, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang.

Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian tidak hanya melakukan pemantauan wilayah, tetapi juga berdialog dengan masyarakat. Petugas menyampaikan sejumlah imbauan kamtibmas agar warga tetap waspada terhadap potensi tindak kriminalitas di lingkungan sekitar.

Kapolsek Lumajang Kota Ipda Zainul Abidin mengatakan, patroli siang merupakan bagian dari langkah preventif kepolisian untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan, terutama tindak pidana 3C.

"Patroli kami lakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya 3C. Kehadiran anggota di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Ipda Zainul Abidin.

Menurutnya, sejumlah ruas jalan yang ramai dilalui masyarakat tetap menjadi perhatian dalam kegiatan patroli. Petugas melakukan pemantauan secara berkala untuk melihat situasi sekaligus mengantisipasi kemungkinan terjadinya tindak kriminalitas.

Selain berpatroli, anggota juga melaksanakan patroli dialogis dengan masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, warga diingatkan agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di tempat umum maupun saat meninggalkan rumah dan kendaraan.

"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengetahui adanya gangguan kamtibmas, segera informasikan kepada kepolisian," katanya.

Dalam patroli dialogis tersebut, petugas juga menyosialisasikan layanan kepolisian yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun membutuhkan bantuan.

Masyarakat dapat menghubungi layanan darurat Call Center 110. Selain itu, Polres Lumajang juga menyediakan layanan WhatsApp Laporke Cak Kapolres di nomor 0811-3339-9966.

Ipda Zainul mengatakan, kemudahan akses komunikasi antara masyarakat dengan kepolisian menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga keamanan wilayah. Informasi dari masyarakat dapat membantu petugas mengetahui lebih cepat apabila terdapat persoalan yang membutuhkan penanganan.

"Silakan manfaatkan layanan yang sudah disediakan. Masyarakat tidak perlu ragu untuk menyampaikan informasi kepada kepolisian apabila membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya gangguan keamanan," ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan patroli akan terus dilakukan secara rutin dengan menyasar sejumlah titik yang dinilai membutuhkan kehadiran polisi. Selain untuk mencegah kriminalitas, patroli juga menjadi sarana membangun komunikasi dan kedekatan antara polisi dengan masyarakat.

Polsek Lumajang Kota juga mengajak masyarakat berperan aktif menjaga lingkungan masing-masing. Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai penting untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

Polisi Pantau SPBU di Sumbersuko Lumajang untuk Cegah Gangguan Kamtibmas


Lumajang ,Merdekanews.id Anggota Polsek Sumbersuko, Polres Lumajang, melaksanakan patroli dan pemantauan sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kecamatan Sumbersuko, Kabupaten Lumajang.

Patroli yang dimulai sekitar pukul 21.30 WIB tersebut menyasar sejumlah SPBU yang menjadi objek vital, di antaranya SPBU Desa Sentul, SPBU Labruk Kidul dan SPBU Petahunan.

Kegiatan dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mengantisipasi potensi tindak kriminalitas, termasuk 3C atau pencurian dengan pemberatan, pencurian dengan kekerasan dan pencurian kendaraan bermotor.

Kapolsek Sumbersuko AKP Catur Juriyanto mengatakan, pemantauan dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan aktivitas masyarakat di sekitar SPBU berlangsung aman dan tertib.

"Patroli ini merupakan upaya preventif untuk menjaga situasi kamtibmas sekaligus mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di sekitar SPBU," kata AKP Catur Juriyanto.

Selain mengantisipasi gangguan keamanan, petugas juga memantau kondisi antrean kendaraan yang hendak mengisi BBM. Hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya antrean panjang maupun potensi kelangkaan BBM yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Dari hasil pemantauan di lapangan, terdapat antrean kendaraan yang didominasi sepeda motor. Meski demikian, antrean masih berlangsung secara tertib dan dapat dikendalikan.

Sementara antrean kendaraan roda empat juga terlihat di beberapa lokasi. Namun, jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga belum mengganggu arus kendaraan maupun aktivitas masyarakat di sekitar SPBU.

Petugas juga melakukan pemantauan terhadap situasi di lingkungan SPBU untuk mengantisipasi munculnya tindak kriminalitas pada malam hari atau crime clock serta gangguan kamtibmas lainnya.

AKP Catur menyampaikan, patroli di objek vital akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelayanan kepolisian kepada masyarakat. Kehadiran petugas di lapangan diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya tindak kejahatan.

"Kami mengimbau masyarakat yang sedang mengisi BBM agar tetap tertib dan memperhatikan keamanan kendaraan maupun barang bawaannya. Apabila menemukan adanya gangguan kamtibmas, segera laporkan kepada petugas kepolisian," ujarnya.

Menurutnya, pemantauan SPBU juga penting dilakukan karena lokasi tersebut menjadi salah satu tempat yang cukup ramai didatangi masyarakat, terutama pada jam-jam tertentu.

Polsek Sumbersuko akan terus meningkatkan kegiatan patroli secara berkala, khususnya di lokasi yang menjadi objek vital dan titik yang memiliki aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Polsek Sumbersuko dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman dan kondusif di wilayah hukumnya.

Plt Kapolsek Sukodono Hadiri Gerakan Percepatan Tanam untuk Dukung Swasembada Pangan

Lumajang ,Merdekanews.id Polsek Sukodono, Polres Lumajang, terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan. Salah satunya melalui kehadiran dalam kegiatan Gerakan Percepatan Tanam Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Desa Karangsari, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di area persawahan Desa Karangsari, mulai pukul 08.00 WIB. Plt Kapolsek Sukodono Ipda Syaiful Anwar, S.H., bersama Aiptu Agus Foriyanto hadir dalam kegiatan tersebut.

Kegiatan turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lumajang Ir. Retno Wulan Andari, M.Si., Katimker Lumajang Juwariyah, Kepala UPT Pertanian Sukodono Sigit, Kepala Desa Karangsari Sugiantoro, personel Koramil Sukodono Serka Heri L, serta para pemilik lahan pertanian di Desa Karangsari.

Gerakan percepatan tanam ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Lumajang.

Plt Kapolsek Sukodono Ipda Syaiful Anwar mengatakan, Polri siap mendukung berbagai program pemerintah yang berkaitan dengan ketahanan pangan, termasuk percepatan tanam yang dilakukan bersama petani.

“Polri melalui jajaran kewilayahan akan terus mendukung program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Gerakan percepatan tanam ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan mendukung swasembada pangan,” ujar Syaiful.

Menurutnya, keterlibatan Polri dalam kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan sinergi bersama pemerintah daerah, TNI, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta masyarakat.

Sinergi lintas sektor dinilai penting agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.

“Kami juga mengajak masyarakat dan para petani untuk bersama-sama menjaga lahan pertanian serta mendukung program ketahanan pangan. Dengan sinergi yang baik, diharapkan hasil pertanian di wilayah Sukodono dapat terus meningkat,” katanya.

Kegiatan Gerakan Percepatan Tanam di persawahan Desa Karangsari berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Polsek Sukodono berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan komunikasi dengan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan di wilayah hukum Polsek Sukodono.

Sukseskan Program Asta Cita, Polsek Pasrujambe Kawal Produktivitas Jagung Petani


Lumajang ,Merdekanews.id Jajaran Polsek Pasrujambe, Polres Lumajang, terus menunjukkan aksi nyata dalam mengawal Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di sektor pertanian. Kapolsek Pasrujambe bersama anggota Bhabinkamtibmas turun langsung ke lahan pertanian terbuka guna membantu serta mengawasi perkembangan tanaman jagung warga setempat, jumát (18/9/2026)

Dalam dokumentasi di lapangan, tampak dua personel kepolisian berseragam lengkap sedang membungkuk dan meneliti langsung kondisi helai daun serta batang tanaman jagung yang tumbuh subur di hamparan lahan yang dikelilingi pepohonan kelapa. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tanaman dalam kondisi sehat dan terbebas dari ancaman hama sejak masa pertumbuhan awal.

Kapolsek Pasrujambe, AKP Sujianto, menyampaikan bahwa kehadiran jajaran personel kepolisian di areal pertanian merupakan wujud dukungan moral dan pendampingan berkelanjutan bagi para petani lokal.

"Kami turun langsung ke lahan jagung bersama Bhabinkamtibmas untuk memastikan proses perawatan tanaman berjalan dengan baik. Pendampingan ini penting agar hasil panen nantinya dapat maksimal," ujar AKP Sujianto.

Melalui peninjauan berkala di area persawahan, petugas kepolisian juga mendengarkan langsung berbagai masukan serta kendala yang dihadapi para petani terkait pengelolaan lahan dan ketersediaan sarana pendukung pertanian.

"Sinergi Polri dan masyarakat adalah kunci utama. Keterlibatan kami di sektor pertanian ini merupakan bentuk komitmen untuk ikut serta menjaga kedaulatan serta kestabilan pangan warga," tambahnya.

Melalui pendampingan yang intensif dan berkelanjutan ini, Polsek Pasrujambe berharap komoditas jagung di wilayah Kecamatan Pasrujambe terus meningkat produktivitasnya.

"Harapan kami, penanaman jagung yang optimal ini dapat memperkuat kemandirian pangan keluarga sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi swasembada pangan nasional," pungkas AKP Sujianto.