Langsung ke konten utama

Pemkot Mojokerto dan Bea Cukai Sisir Peredaran Barang Kena Cukai Ilegal

 


Mojokerto.merdekanews.id Tingkatkan sinergi antarinstansi, Bea Cukai Sidoarjo lakukan operasi pasar bersama dengan Pemerintah Kota Mojokerto. Operasi bersama dilakukan sebagai salah satu upaya preventif untuk memberantas peredaran rokok ilegal di khususnya wilayah Kota Mojokerto.

Operasi pasar bersama yang dilakukan pada Rabu 27 Oktober 2021 ini difokuskan di dalam Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, penyisiran rokok ilegal dilakukan terhadap toko-toko kelontong yang ada di dalam dan sekitar Pasar. Dari hasil penyisiran, sebagian besar tidak ditemukan adanya rokok ilegal.

Dalam operasi kali ini petugas dibagi menjadi dua tim. Tim satu dipimpin langsung oleh Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari didampingi Kepala Bea Cukai Sidoarjo, Pantjoro Agoeng, Kajari Kota Mojokerto dan forkopimda Kota Mojokerto.

Selain melakukan operasi pasar, petugas juga melakukan penyuluhan kepada para pedagang. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman terhadap para pedagang terkait rokok ilegal. Dengan harapan, setelah mengetahui ciri-ciri rokok ilegal, para pedagang dapat menolak atau melaporkan apabila menemukan peredaran rokok ilegal di kemudian hari.

“Pasar ini adalah potensi terbesar penjualan rokok. Kami melihat secara langsung ke beberapa toko dan distributor rokok yang diperdagangkan. Dari beberapa toko dengan menjual ratusan merek rokok sejauh ini masih menggunakan cukai rokok legal,” kata Ning Ita sapaan akrab Wali Kota Mojokerto, usai menggelar operasi bersama pemberantasan barang kena cukai ilegal tahun 2021.

Dengan dilaksanakannya operasi pasar bersama ini, lanjut Ning Ita, diharapkan sinergi antara Bea Cukai Sidoarjo dan Pemerintah Daerah Kota Mojokerto dapat terjalin semakin baik, khususnya terkait pemberantasan rokok ilegal.

“Kita lakukan sosialisasi kepada masyarakat yang masif untuk memperkuat pengawasan peredaran rokok ilegal. Kami libatkan masyarakat untuk mengawasi,” ujarnya.

Kegiatan pemberantasan rokok ilegal yang dilaksanakan antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Bea Cukai Sidoarjo ini merupakan salah satu kegiatan yang memanfaatkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).(jekyridwan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...