Tampilkan postingan dengan label Mojokerto Kota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mojokerto Kota. Tampilkan semua postingan

07/11/2021

Kota Mojokerto Raih WTP Lima Kali Beruntun Sejak 2016



Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa berikan penghargaan ke Wali Kota Mojokerto 


MOJOKERTO - Merdekanews-Kota Mojokerto menerima penghargaan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) atas prestasinya menyabet Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Penghargaan ini diserahkan langsung ke Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Banyuwangi, pada Jumat (29/10/2021).


Prestasi ini sekaligus menjadikan Kota Mojokerto, meraih WTP lima kali berturut-turut tanpa terputus sejak tahun 2016  hingga 2020. 


Capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) merupakan penilaian dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) setiap tahunnya. Dan merupakan bukti penyelengaraan pemerintahan yang akuntabel. WTP yang telah diterima Wali kota Ning Ita pada 7 Mei 2021 lalu merupakan perolehan WTP keenam kalinya secara berturut-turut oleh Pemerintah Kota Mojokerto.


Selain penyerahan sertifikat dan plakat untuk pemerintah daerah yang mencapai WTP 5 kali berturut-turut, Gubernur juga menyerahkan sertifikat dan plakat untuk pemerintah daerah yang mencapai WTP 10 kali berturut-turut.


Ning Ita yang saat menerima penghargaan didampingi oleh Sekdakot Gaguk Tri Prasetyo dan Inspektur Muh. Sugeng menyampaikan bahwa perolehan WTP merupakan suatu prestasi yang harus dipertahankan. "Karena opini WTP ini bukan hanya sekedar prestasi tapi sebenarnya adalah kewajiban bagi seluruh pemerintah daerah dalam hal pengelolaan keuangannya,"tegas Ning Ita


"Opini yang tertinggi yaitu WTP ini menunjukkan bahwa didalam penganggaran, pengelolaan, sekaligus pelaporan keuangan atau APBD setiap tahun sudah sesuai dengan kaidah kaidah yang dipersyaratkan. Dan ini kedepan tentu wajib untuk terus diupayakan agar tetap mendapatkan opini tersebut,"imbuhnya.


Lebih lanjut, Ning Ita menyampaikan bahwa untuk mempertahankan predikat WTP Pemerintah Kota Mojokerto setiap tahun ada pendampingan baik dari BPKP maupun ada pengawasan yang dilakukan secara berkala minimal setahun dua kali dari BPK. 


"Di setiap pengawasan maupun pendampingan ini kedua lembaga tersebut telah memberikan guidence apa yang harus dilakukan apakah didalam pengelolaan maupun didalam menindaklanjuti setiap temuan temuan."pungkasnya.


Adapun pemerintah daerah yang meraih penghargaan 5 kali berturut-turut antara lain Pemprov Jawa Timur,


Kabupaten Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jombang, Madiun, Malang, Mojokerto, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sidoarjo, Tuban, Kediri, Lamongan, Situbondo, Trenggalek,  Kota batu, Kediri, Mojokerto dan Surabaya. Dan yang memperoleh 10 kali berturut-turut di Jawa Timur hanya Kota Malang dan Kota Blitar. yn/adv

Kabar Baik! Kota Mojokerto Masuk Level 1, Kini Anak Bisa Masuk Mal dan Nonton Bioskop



KOTA MOJOKERTO -Merdekanews- Kabar baik bagi warga Mojokerto, kini anak usia dibawah 12 tahun sudah boleh masuk mal / pusapusat perbelajaan bahkan sudasudah diperbolehkan nonton bioskop asal didampingi orang tua. 


Berdasarkan Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021, Kota Mojokerto merupakn salah satu dari 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1, Selasa (18/10/2021).


Ada 5 kota / kabupaten yang masuk level 1 PPKM di Jawa Timur antara lain Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan terkahir adalah Kota Pasuruan.


Syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 3 (tiga) menjadi level 2 (dua) adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu) minimal sebesar 50% (lima puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 40% (empat puluh persen).


Sedangkan, syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 2 (dua) menjadi level 1 (satu), adalah capaian total vaksinasi dosis 1 (satu)  minimal sebesar 70% (tujuh puluh persen) dan capaian vaksinasi dosis 1 (satu) lanjut usia di atas 60 (enam puluh) tahun minimal sebesar 60% (enam puluh persen).


Wali Kota Mojokerto Ika Puspita sari menyampaikan, bersarkan ketentuan yang tertuang di Inmendagri nomor 53 tahun 2021, Kota Mojokerto masuk PPKM level 1.


"Alhamdulillah, Kota Mojokerto bisa masuk PPKM level 1, karena capaian total vaksinasi dosis satu sudah 133,90 persen Sedangkan vaksinasi dosis satu lansia sudah mencapai 68,46 persen. Pencapaian dosis satu melebihi 100 persen, karena banyak warga luar kota yang tinggal disini juga kita vaksin. Meskipun mereka bukan warga kota Mojokerto namun juga berinteraksi dengan warga kami makanya kami vaksin juga," terang Ning Ita.


Lebih lanjut Ning Ita mengatakan, meski kita sangat bersyukur karena sudah berhasil mencapai level 1 namun jangan terlalu euforia berlebihan, tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar kita tidak turun ke level 2 atau 3.


"Karena kota Mojokerto masuk level 1, anak usia 12 tahun ke bawah sudah diijinkan masuk Mal dan nonton bioskop dengan catatan didampingi orang tuanya ya," tutupnya.yn.

Kota Mojokerto PPKM Level 1, Wali Kota Sampaikan Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk Mal



KOTA MOJOKERTO – Warga Kota Mojokerto bakal menjalani rutinitas agak longgar, anak sekolah usia di bawah 12 tahun boleh masuk mal maupun nonton bioskop. Kabar baik ini, menyusul diumumkannya Kota Mojokerto sebagai salah satu dari 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk PPKM level 1.


Pengumuman level 1 itu tertuang pada Inmendagri Nomor 53 Tahun 2021.  Disebutkan, ada 5 kota/kabupaten di Jawa Timur yang masuk level 1 PPKM, yakni Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar dan Kota Pasuruan.


Perlu diketahui, bahwa syarat penurunan level Kabupaten/Kota dari level 3 menjadi level 2 adalah capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 50% dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60 tahun minimal 40%.


Sedangkan, syarat penurunan level kabupaten/kota dari level 2 menjadi level, adalah capaian total vaksinasi dosis 1 minimal 70% dan capaian vaksinasi dosis 1 lanjut usia di atas 60  tahun minimal 60%.


Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan, berdasarkan ketentuan yang tertuang di Inmendagri nomor 53 tahun 2021, Kota Mojokerto masuk PPKM level 1, Selasa (18/10/2021).


"Alhamdulillah, Kota Mojokerto bisa masuk PPKM level 1, karena capaian total vaksinasi dosis satu sudah 133,90 persen. Sedangkan vaksinasi dosis satu lansia sudah mencapai 68,46 persen. Pencapaian dosis satu melebihi 100 persen, karena banyak warga luar kota yang tinggal disini juga kita vaksin. Meskipun mereka bukan warga kota Mojokerto namun juga berinteraksi dengan warga kami makanya kami vaksin juga," terang Ning Ita.


Wali Kota perempuan pertama ini  mengatakan, meski kita sangat bersyukur karena sudah berhasil mencapai level 1 namun jangan terlalu euforia berlebihan, tetaplah menjaga protokol kesehatan dengan ketat agar kita tidak turun ke level 2 atau 3.


"Karena Kota Mojokerto masuk PPKM Level  1, rutinitas kehidupan agak longgar,  anak usia 12 tahun ke bawah sudah diijinkan masuk mal dan nonton bioskop dengan catatan didampingi orang tuanya ya," pungkasnya.yn.

03/11/2021

PEMERINTAH DESA , KARANGDIYENG SIAPKAN SEMBAKO GRATIS UNTUK WARGA LANSIA KHUSUSNYA YANG BERSEDIA VAKSIN COVID19 !!

 



Merdeka News Mojokerto Rabu 3/11/2021

Berbagai upaya pemerintah desa untuk membuat warganya mau divaksin covid 19, terutama para lansia, dilakukan dengan segala cara.


Salah satunya yang dilakukan pemerintah Desa Karang diyeng kecamatan Kutorejo kabupaten mojokerto, yakni dengan menyiapkan sejumlah bahan pokok.


Bahan pokok baru akan diberikan kepada warga yang datang usai divaksin covid-19.


Setelah melalui proses pendataan dan pemeriksaan kesehatan, warga kemudian disuntik vaksin covid-19 dan pulang dengan membawa bingkisan bahan pokok 


Paket bahan pokok, berisi mie, beras,minyak goreng ,

Sangat bermanfaat sekali bagi warga yang tadi nya merasa takut di vaksin , menyadi seyum setelah mereka dapat bingisan , sungguh luar biasa kepala desa ,KARANGDIYENG , untuk memberi semangat ,mau di vaksin 




Lanjut usia (LANSIA) yang datang untuk vaksin covid-19 menyebut, ia terlambat datang untuk vaksinasi lantaran sempat merasa takut dengan jarum suntik, tetapi ternyata tidak menyeramkan seperti yang ia bayangkan.


Selain itu, dengan adanya paket bahan pokok gratis,ternyata minat warga, untuk datang ke sentra vaksinasi covid-19 ternyata meningkat.


Warga khususnya lanjut usia (LANSIA)diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan, untuk segera dilindungi dengan vaksin covid-19.


Apalagi lansia masuk ke dalam kelompok rentan yang harus segera mendapatkan vaksinasi covid-19.( Red Sri.H)