Langsung ke konten utama

Besaran Pagu ADD Menurun Para Kades Mojokerto Resah, Janji IKBAR Tidak di Tepati

Mojokerto – Merdekanews.i                                                     Hari Kamis yang lalu tanggal 24 Nopember 2022 Rapat Paripurna DPRD Kabupaten telah menetapkan Perda tentang RAPBD Kabupaten Mojokerto Tahun Anggaran 2023. Disana terdapat Pagu ADD masing-masing desa se-Kabupaten Mojokerto, yang ternyata banyak desa yang pagu ADDnya turun, walau ada juga yang naik.

Kondisi banyak desa yang pagu ADDnya turun, membuat resah para Kapala Desa. Curhat, kritikan, mengkritisi, penolakan dan ketidak setujuan terhadap kebijakan Pemerintah Kabupaten Mojokerto dalam hal ini Bupai Ikfina ramai dibicarakan. Baik melalui WA Group, WA Japri, by phone dan tatap muka.

Perlu diketahui, bahwa dana yang bersumber dari ADD itu peruntukannya atau priortas penggunaannya diantaranya adalah untuk Penghasilan Tetap (Siltap) Kepala Desa dan Perangkat Desa serta Tunjangan Kepala Desa dan Perangkat Desa. Jadi gaji Kepala Desa dan Perangkat Desa nilainya tergantung dari berapa besarnya ADD yang diterima Desa pada Tahun Anggaran tertentu.
Kemarin Selasa, ( 29/11/2022 ).                      beberapa Kepala Desa bertemu membicarakan adanya problema beberapa Desa yang pada tahun anggaran 2023 nanti ADDnya turun, di kediaman Kepala Desa Pandanarum. Setelah berdiskusi dan bemusyawarah cukup lama, maka Kades Pandanarum Kecamatan Pacet Endik Sugiyanto ditunjuk menjadi juru bicara untuk menyampaikan hasilnya kepada pers.

Kepada para wartawan Endik mengatakan : “ Ini saya sampaikan dengan harapan semua mendengar, terutama Bupati Ikfina sebagai decision maker Pemerintah Kabupaten Mojikerto. 

Bahwa kebijakan Bupati Mojokerto membuat Pagu ADD menurun itu menimbulkan potensi kegaduhan di Aparatur Desa. Menjadikan potensi gaduh di Aparatur Desa “. ( 29/11/2022).
Selanjutnya Endik menyampaikan.

"Landasan dasarnya visi misi Ikbar itu ADD perdesa minim Rp. 600.000.000,00. Ini gak main-main lho. Sedangkan Kabupaten Situbondo saja yang PADnya terkecil, ternyata ADDnya sudah mencapai pada nilai Rp. 700.000.000,00, sambung Endik.
Mas, sumber keuangan desa itu ada ADD, DD, Bagi Hasil Pajak, PAD. Kalau DD dikurangi 100 juta atau ditambah 1 M itu logikanya gak masalah. 

Karena desa hanya sarana dilewati saja sebab masing-masing pengeluarannya sudah ada nomenklaturya. Kalaupun ada yang dipotong-potong itu oknum saja.

Sedangkan ADD itu plotingnya untuk gaji atau siltap aparatur desa. Jadi siltap aparatur desa itu hanya bersumber atau berasal dari ADD saja. Sehingga kalau ADD yang dterima desa menurun, maka gaji aparatur desa pasti menurun bertambah kecil, ujar Endik.
Masih kata Endik. Di Pacet, kalau ADD Rp. 400.000.000,00 maka Siltap aparatur desa itu ada yang hanya Rp. 2.100.000,00. Masih jauh dan kalah dengan gaji pegawai pabrik yang UMK Kabupaten Mojokerto Rp. 4.300.000,00. Jika ADD sesuai visi misi Bupati Mojokerto Ikfina atau Ikbar Rp. 600.000.000 itu Namanya baru merangkak menyentuh UMK. Jadi sejahterakanlah aparatur desa. Barulah pacu profesional kerja menuju desa-desa Mandiri. Kan begitu logika dasarnya.

Makanya hasil dari penetapan ADD kemarin itu, ada yang naik signifikan dan ada yang turun signifikan. Indikatornya tidak jelas. Ada yang menyampaikan indikator kepada saya, saya tolak. Kalau ngomong indicator ya setarakan dengan UMK, pelan-pelan mendekati UMK gitu saja, Dengan ADD turun, maka otomatis menjadi blunder bagi Pemerintah Desa. Kenapa ? Besuk Januari 2023 turun, tentu yang asalnya terima gaji 2jt maka gajinya akan turun dibawah 2 jt. Dimana etikanya mas, kok ada gaji pegawai turun. Ini kan kegaduhan, kedunguan, gaji kan seharusnya naik minimal tetap. Silahkan ADD ada yang naik, tapi jangan menurunkan ADD yang kemarin, lanjut Endik.
Yang layak Saudara pahami. DD mau naik atau turun ataupun gak ada itu gak ngefek. ADD harusnya tetap atau naik. Karena apa, menyangkut kwalitas dan kwantitas gaji, kesejahteraan atau siltap aparatur desa. Yang selama ini menerima upah dibawah nilai kelayakan," kata Endik.

Siltap itu baru ada sejak tahun 2014. Dulu perangkat desa itu sepertinya Kerja bhakti saja, kasihan kayak nggak dihargai. Baru kemudiaan ganjaran ditarik masuk PAD dan apartur desa mendapat siltap. Yang kemudian Presiden mengarahkan bahwa siltap nanti dapat disetarakan dengan UMK. Lho kenapa di Kabupaten Mojoketo hal itu tidak dipikirkan malah diturunkan," pungkas Endik.                                                    
                                        Atas pertanyaan seorang wartawan : “ Apa yang menjadi keberatan dengan adanya ADD yang naik dan ada juga yang turun untuk tahun anggaran 2023 ?” Jawab Endik : “ Andai kata Kebijakan Bupati menetapkan pagu ADD ada yang naik bagi desa yang dikehendaki, tidak turun silahkan. Tetapi yang menjadi sumber kegaduhan adalah ada ADD yang turun. 
Karena ADD itu menyangkut pendapatan, kesejahteraan atau gaji pokonya aparatur desa. Sehingga logiknya apa baru pertama terjadi gaji aparatur pegawai atau aparatut desa ataupun aparatur daerah juga aparatur negara itu turun, sedangkan kebutuhan naik. Padahal awalnya tidak sesuai dengan visi dan misi Ikbar saat kampanye pilkada dulu dibaca oleh para Kepala Desa minimal ADD sebesar Rp. 600 jt – Rp. 800 jt, agar bisa mengcover kesejahteraan mendekati UMK sebagai pegawai desa. Visi dan Misi Ikbar itu terlihat omong kosong hanya tinggal janji saja. 
Kami sebagai  Kepala Desa tidak mempersoalkan DD, BK dan lain segainya itu tidak ada efek bagi Desa. Mohon maaf bagi saya pribadi sebagai Kepala Desa. Contoh Tidak pernah dapat BK tidak protes, tidak pernah dapat alokasi bantuan  dana A, B, C apapun tidak protes. Tetapi ini adalah menyangkut isi perut Aparatur Desa ADD itu. 
Yang harus digaris bawahi ADD adalah kuwajiban dan tanggung jawab NKRI yang diwenangkan kepada Daerah sebagai sarana mensejahterakan Pemerintah Desa. Karena Pemerintah Desa itulah yang dinamakan NKRI itu. Ini jangan terus kemudian dibuat main-main. Walau semua Kepala Desa di Mojokerto  tahu, bahwa ADD terkecil diantara Kabupaten/Kota se-Jawa Timur adalah Kabupaten Mojokerto. Coba cek itu “.Pertanyaan Wartawan berikutnya : “ Apa langkah-langkah yang diambil dalam menentang kebijakan Bupati yang kurang pro Desa dalam soal adanya ADD yang turun ?” Jawab Endik :” Sebenarnya kata menentang itu gak pas, meluruskan saja. Seperti yang sudah saya katakan. Ikbar ya, Ikfina-Barra berjanji kelak kalau terpilih mensejahterakan Pemerintah Desa, Aparatur Pemerintah Desa dengan ADD Rp, 600 jt, sekarang saya luruskan, ini tidak dinaikkan malah diturunkan. 
Maka langkah kami tentu sebagai Kepala Desa harus santun, harus prosedur ya memperjuangkan ini, kami akan mendatangi Wakil Rakyat kita. Sudah saatnya Wakil Rakyat bisa menterjemahkan keinginan dan kebutuhan rakyatnya secara adil. Kami akan bersurat minta audensi, khususnya kepada Banggar ( Badan Anggaran ) DPRD Kabupaten Mojokerto. Untuk mengetahui kenapa Banggar menurunkan ADD buat desa, itu yang kami tanyakan. Jawaban itu nanti akan kami jadikan data untuk kami teruskan kepada Bupati,
Pertanyaan terakhir : “ Jika Langkah audensi dengan DPRD dan sikap Bupati menunjukkan uapaya ini gagsgl. Apa ada rencana turun kejalan ? Jawab Endik : “ Bisa jadi begitu. Bisa jadi kami turun tentu saja aspirasi kami lewatkan  langsung ke eksekutif. Kami nyatakan bahwa Bupati betul-betul gagal memimpin Mojokerto, Karena apa ? 
Sebetulnya kalai mas tahu. Yang dipimpin Bupati itu  siapa sih ? Desa. Hirarkhi itu Bupati memimpin desa, mengikat desa-desa. Indikator keberhasilah Bupati adalah apa ? Menjadikan desa-desa itu mandiri. Desa-desa itu berbasis kompetensi masing-masing, berbinneka tunggal ika agar bisa meningkakan PADnya masing-masing. Nah itu. Memimpin Desa bukan yang lain-lain. 
Kalau nanti Bupati tidak mengindahkan tuntutan kami, maka kami anggap Bupati sudah keluar dari tuposinya ( tugas pokok dan fungsinya ). Apa itu ? Desa.
Beberapa desa yang dinformasikan ADDnya turun di Pacet ada lima desa, kemudian di kecamatam Trawas, kecamatan Jatirejo dll.

Sekretaris Daerah Kabupaten  Mojokerto Teguh Gunarko,  ketika dikonfirmasi melalui WA japri, memberikan jawaban terkait persoalan turunnya ADD di beberapa Desa tahun anggaran 2023. Bahwa ADD di APBD 2023 sama dengan PAPBD tahun 2022. Tidak ada penurunan sedikitpun. Angka-angka yang beredar diluaran merupakan konsep perhitungan dari DPMD. Bukan merupakan Surat Keputusan Bupati. Mengapa diributkan ? ADD 2023 besarannya sama dengan ADD 2022, itu hasil rapat hari ini. Monggo dilihat di Perda APBD 2023 yang sekarang sudah dikirim ke Gubernur Jawa Timur, tidak ada perubahan. Nilainya sekitar Rp. 139 M.(eni)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...