Lumajang,Merdekanews.id Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lumajang mengintensifkan patroli malam melalui kegiatan Blue Light Patrol di sepanjang Jalan Raya Gatot Subroto, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Langkah ini diambil untuk memantau kelancaran arus lalu lintas sekaligus menekan potensi kejahatan jalanan pada jam-jam rawan.
Dengan mengoperasikan kendaraan dinas yang menyalakan lampu rotator berwarna biru khas kepolisian, para personel menyisir kawasan tersebut secara berkala.
Kehadiran fisik petugas di titik-titik krusial bertujuan untuk memberikan kepastian rasa aman bagi para pengguna jalan serta meminimalkan ancaman bahaya kecelakaan lalu lintas.
Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP Bayu Pratama Sudirno, menjelaskan bahwa
Blue Light Patrol merupakan wujud pendekatan preventif yang dirancang secara terukur untuk menjaga kestabilan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (kamseltibcarlantas) di wilayah hukum Kabupaten Lumajang.
"Patroli Blue Light kami laksanakan sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas dan kejahatan jalanan di wilayah Lumajang," ujar AKP Bayu.
Menurutnya, pengerahan patroli dengan lampu rotator biru ini terbukti efektif secara psikologis untuk menyurutkan niat para pelaku tindak kejahatan yang hendak memanfaatkan kelenggangan jalan pada malam hari.
Sisir Titik Rawan Kecelakaan dan Aksi Kriminalitas 3C
Dalam giat operasional tersebut, personel Satlantas memfokuskan pemantauan pada kawasan black spot atau titik rawan kecelakaan, serta lokasi yang berpotensi mengalami kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat malam hari.
Selain pengawasan arus lalu lintas, petugas juga memperketat pemantauan terhadap potensi tindak pidana 3C, yaitu pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
Jalan Raya Gatot Subroto di Kecamatan Sukodono dipilih sebagai prioritas pengawasan mengingat jalurnya yang menjadi akses utama kendaraan bermotor, mulai dari sepeda motor hingga angkutan logistik roda empat ke atas.
"Fokus kami adalah menutup ruang gerak pelaku kejahatan jalanan sekaligus memantau area rawan kecelakaan. Kami ingin memastikan setiap pengguna jalan yang melintas pada malam hari dapat sampai di tujuan dengan selamat, aman, dan nyaman tanpa merasa khawatir," kata Bayu.
Edukasi Tertib Berlalu Lintas dan Keselamatan Pengendara
Tak sekadar melakukan pemantauan visual, personel di lapangan juga aktif memberikan edukasi serta imbauan langsung kepada para pengguna jalan agar selalu mematuhi tata tertib lalu lintas.
AKP Bayu menegaskan pentingnya kedisiplinan individu dalam menggunakan perlengkapan keselamatan standar saat berkendara.
"Keselamatan berlalu lintas itu berawal dari kedisiplinan diri sendiri. Kami mengimbau para pengendara sepeda motor agar selalu menggunakan helm berstandar SNI dan pengemudi mobil wajib mengenakan sabuk keselamatan. Jangan pernah memacu kendaraan melebihi batas kecepatan yang diizinkan," tegasnya.
Ia menambahkan bahwa kepatuhan terhadap aturan jalan raya berbanding lurus dengan penurunan angka fatalitas kecelakaan lalu lintas di jalan raya.
"Kepatuhan pada aturan bukan demi menghindari sanksi petugas, melainkan demi keselamatan jiwa para pengendara itu sendiri. Kesadaran kolektif inilah yang terus kami dorong melalui pendekatan persuasif di lapangan," lanjut Bayu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar