Tampilkan postingan dengan label BANGKALAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BANGKALAN. Tampilkan semua postingan

14/06/2021

Forkopimda Cek Kesiapan Tempat Isolasi di Universitas Trunojoyo Madura




Forkopimda Jatim dan Forkopimda kabupaten Bangkalan terus lakukan penanganan kasus Covid-19 di Bangkalan. Senin, (14/6/2021) Forkopimda melakukan peninjauan di ruang isolasi sementara penanganan pasien Covid-19, di Universitas Trunojoyo Madura kabupaten Bangkalan.


Waka Polda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo, bersama Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono, dan Pejabat Utama Polda Jatim, didampingi Kapolres Bangkalan, Wakil Bupati Bangkalan serta Pejabat Pemprov Jatim. Langsung mengunjungi tempat isolasi pasien Covid-19 di Universitas Trunojoyo Madura. 


Waka Polda bersama Sekdaprov Jatim bersama Forkopimda kabupaten Bangkalan melakukan pengecekan kesiapan Flat Asrama, Universitas Trunojoyo Madura, yang nantinya akan digunakan sebagai ruang isolasi sementara bagi masyarakat di kabupaten Bangkalan, yang terpapar Covid-19. 


Selain itu, mereka juga meninjau kesiapaan infrastruktur bangunan, sarana dan prasarana pendukung tempat isolasi mandiri serta pengecekan ketersediaan kamar yang ada di asrama Universitas Trunojoyo.


Waka Polda Jatim menjelaskan, tempat Isolasi di asrama Universitas Trunojoyo dapat menampung sebanyak 336 orang, yang di khususkan bagi masyarakat Bangkalan, yang terpapar Covid-19. 


"Untuk ruang isolasi dapat menampung sebanyak 336 orang, dengan rincian Flat Asrama berjumlah 2 Flat, yang mana masing-masing Flat memiliki 42 kamar dengan kapasitas maksimal 4 orang perkamar," tandasnya Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo usai melakukan kunjungan.

Tim Gabungan Razia Surat Bebas Covid-19 Bagi Penumpang Bus AKAP

 

Bangkalan – Masih tingginya angka penyebaran virus corona di kabupaten Bangkalan, rupanya mendorong berbagai sector untuk terus mengetatkan kedisiplinan dan protokol kesehatan. Ini dilakukan sebagai upaya untuk menekan laju peyebaran virus corona agar tak semakin meluas. Hal yang sama juga dilakukan oleh Tim Gabungan Satuan Tugas Covid-19 yakni Polres Bangkalan, Kodim 0829, Dishub, dan Satpol PP turut serta terjun langsung merazia penumpang bus dengan tujuan Jakarta pada Senin pagi ini, (14/06/2021) di Terminal Bangkalan.

Tim gabungan nampak menyisir seluruh penumpang bus baik tujuan Jakarta maupun kota kota besar lainnya yang melintas antar kota antar provinsi dengan wajib untuk menunjukkan surat bebas keterangan covid-19 yang berlaku sejak tanggal keberangkatan. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi dini untuk menekan angka penyebaran virus corona serta meminimalisir cluster baru di kabupaten Bangkalan, Madura.

Kali ini, tim gabungan dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Abdul Aziz Sholahuddin, S.H., S.I.K., M.H., Kasie Lalin Dishub Bangkalan Moh Syaiful Rohman, S.H., M.M. dan sejumlah anggota Kodim 0829 serta Satpol PP. Ditemui di terminal Bangkalan pagi ini, AKP Aziz sapaan akrabnya menuturkan jika kegiatan ini akan terus dilakukan hingga kondisi membaik dan lonjakan covid-19 di Bangkalan menurun. “Kami tetap meminta surat bebas covid-19 ini dibawa bagi seluruh penumpang bus yang ingin bepergian jauh seperti tujuan lintas provinsi. Dan, surat bebas covid-19 itu harus berlaku setidaknya H-1 sebelum tanggal keberangkatan. Dan, jika tidak bisa menunjukkan surat bebas covid, maka penumpang bus akan kami lakukan swab antigen di tempat,” tutur sang Kasatlantas.

Selain diwajibkan untuk membawa surat bebas covid-19, tim gabungan di Bangkalan ini pun meminta seluruh penumpang bus untuk mematuhi protokol kesehatan dan tetap menggunakan masker saat dalam perjalanan. “Kita kan tidak tau virus corona itu ada dimana, karena virus tersebut sangat kecil dan tidak bisa dilihat oleh mata. Virus itu berukuran 135 nanometer. Jadi, untuk mengantisipasinya kita wajib untuk memakai masker dan rajin mencuci tangan. Jika bepergian tetap menjaga jarak dan membawa hand sanitizer,” tambah AKP Abdul Aziz.

Pihaknya juga menegaskan untuk masyarakat luas agar tetap berada di rumah saja jika tak ada keperluan yang mendesak. “Kami tetap meminta masyarakat untuk tetap berada di rumah saja,” tutup perwira berpangkat balok tiga di pundak ini pagi hari ini. (Duwi/Humas Polres Bangkalan)

Sinergitas dan Kekompakan Forkopimda dalam menghadapi Covid-19 di Bangkalan




Sinergitas dan kekompakan Forkopimda Jawa Timur yaitu Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta begitu terlihat dalam menghadapi pandemi covid-19 di jawa timur dan khususnya di Kabupaten Bangkalan.

Hal ini terbukti dari berbagai kegiatan yang telah dilakukan beberapa waktu ini seperti mengunjungi pelaksanaan vaksinasi, pembagian masker dan sembako sambil memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penerapan Protokol Kesehatan dengan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas), pelaksanaan program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan rapat kordinasi guna menemukan solusi bersama.

Selain itu, upaya mitigasi yang dilakukan Forkopimda Jatim berkolaborai dengan Forkopimda Kabupaten Bangkalan serta kota Surabaya dalam melakukan penyekatan diperbatasan baik sebelum maupun sesudah Jembatan Suramadu.

Kendati demikian, upaya-upaya yang dilakukan oleh Forkopimda Jawa Timur dalam penanganan pandemi covid19 di jawa timur khususnya di Kabupaten Bangkalan tidaklah dapat berjalan maksimal dalam menekan laju pertambahan angka aktif covid-19 bila tidak dibantu oleh kesadaran masyarakat dalam mematuhi prokes 5M, pelaksanaan swab untuk mendeteksi diri dari penularan Covid-19 dan program vaksinasi. 

Untuk itu dari Forkopimda Jawa timur berharap masyarakat Jawa timur pada umumnya dan khususnya warga Bangkalan mengikuti himbauan pemerintah maupun tokoh agama dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dengan disiplin menerapkan 5M (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas) dan bersedia menjalankan program 3T (Testing, Tracing dan Treatment) sehingga kita dapat memutus mata rantai Covid-19 di Jawa Timur dan perekonomian dapat kembali bangkit.

13/06/2021

Kapolri dan Panglima TNI Melakukan Pengecekan Vaksinasi Massal Covid-19




Bangkalan -Penyebaran virus corona yang masih tinggi di kabupaten Bangkalan, Jawa Timur rupanya menjadi perhatian banyak pihak termasuk Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dan Panglima TNI Marsekal TNI Dr. Hadi Tjahjanto, S.I.P., melakukan kunjungan kerja dan pengecekan vaksinasi massal, hari ini Sabtu (12/06/2021). Tak hanya itu saja, Kapolri dan Panglima juga melaksanakan rapat koordinasi dengan forkopimda kabupaten Bangkalan untuk mengetahui perkembangan penyebaran virus corona di kabupaten Bangkalan.


Dalam jajak pendapat pagi menjelang siang tadi, acara kunjungan kerja ini pun dihadiri langsung oleh Kapolda Jatim Irjen. Pol. Dr. Nico Afinta Karo-Karo, S.I.K., S.H., M.H., Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Widodo Iryansyah, S.Sos., M.M., Gubernur Jawa Timur Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M.Si., dan juga jajaran forkopimda kabupaten Bangkalan mulai dari Bupati Bangkalan Raden Abdul Latif Amin Imron, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, S.I.K., Dandim 0829 Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, S.Sos., Danlanal Batuporon Letkol Laut (P) Mahfud Effendi, M.Tr.Hanla, CHRMP, Ketua DPRD Bangkalan H. Mohamad Fahad dan sejumlah tokoh agama serta sesepuh di kabupaten Bangkalan. 


Setelah mendengar pemaparan bupati Bangkalan perihal perkembangan covid-19, Panglima TNI dan Kapolri memimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Alun Alun Kota Bangkalan, dua petinggi negara tersebut langsung menuju Kantor Pemkab Kabupaten Bangkalan untuk mengecek langsung vaksinasi massal covid-19 sekaligus pembagian sembako kepada masyarakat. Panglima TNI menerangkan bahwa ada banyaknya masyarakat yang terkena OTG, Nakes yang mengalami positif covid-19, dan tingginya angka kematian yang dikarenakan pasien covid-19 dirawat tidak sampai sampai 24 jam dan meninggal tanpa adanya peralatan medis yang lengkap. “Kedatangan saya bersama Kapolri mengambil apel gabungan setelah mendengar laporan dari bapak bupati Bangkalan untuk mengambil langkah mitigasi. Yang pertama adalah Tingkatkan Sosialisasi dan Penegakan Prokes kepada masyarakat tetap menggunakan masker. Karena dengan pemakaian masker, melindungi kita dan juga orang orang disekitar kita. Oleh karena itu, kedepan TNI-Polri akan diterjunkan ke tempat tempat khusus untuk mengawasi kegiatan masyarakat dalam mematuhi 5M. Yang kedua yakni mengoptimalkan kembali fungsi PPKM mikro. PPKM Mikro ini pun akan dipergunakan sebagai tracing kontak erat setelah dinkes bangkalan memberikan informasi terkait pasien covid-19. Dan setelah itu, kita akan lakukan isolasi mandiri. Selama proses Isolasi Mandiri, seluruh hal yang berkenaan tersebut akan diipatgandakan untuk mendukung suksesnya PPKM Mikro di kabupaten Bangkalan termasuk mengerahkan babinsa dan bhabinkamtibmas serta logistik,” terang Marsekal Hadi Tjahjanto kepada awak media selepas mengecek pelaksanaaan vaksinasi covid-19. 


Menurut Sang Panglima TNI, PPKM Mikro ini pun digunakan untuk memantau perkembangan kasus covid-19, sekaligus sebagai monitoring dan evaluasi berkala. Senada dengan Panglima TNI, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. mengatakan jika saat ini kabupaten Bangkalan mengalami lonjakan tinggi kasus covid-19. Kapolri juga menegaskan jika kedepan PPKM Mikro akan terus dioptimalkan, karena ledakan covid-19 harus segera diakhiri. “Ledakan tinggi kasus covid-19 di kabupaten Bangkalan memang harus segera diakhiri oleh kita semua. Oleh karena itu, tingkat kepatuhan mematuhi protokol kesehatan 5M untuk pencegahan dini dan juga swab antigen bagi semua lapisan masyarakat. Dari hasil swab antigen nanti akan diketahui siapa saja yang terkonfirmasi positif covid-19. Setelah itu, langkah selanjutnya melakukan isolasi mandiri dan melakukan rujukan ke Rumah Sakit rujukan agar bisa segera ditangani lebih lanjut,” tutur Kapolri.


Lebih lanjut lagi, menurut orang nomor satu di Kepolisian Republik Indonesia, menyukseskan vaksin dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah tugas dan tanggung jawab seluruh pihak. “Perlu adanya kerjasama yang baik antara pemerintah daerah, tokoh ulama, tokoh masyarakat, dan juga sinergitas media untuk sama sama memberikan sosialisasi tentang pentingnya vaksin sebagai imunitas tubuh kita dan mematuhi protokol kesehatan agar sama sama virus corona ini segera hilang dan bisa kembali beraktifitas normal,” tutup mantan Kabareskrim ini.

12/06/2021

Panglima TNI dan Kapolri Rangkul Tokoh Agama Untuk Tekan Covid-19 di Bangkalan

 



BANGKALAN, MADURA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung penanganan Covid-19 di daerah Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Sabtu (12/6/2021).


Selain bertemu Forkompinda setempat, Panglima dan Kapolri juga melakukan silahturahmi dengan para tokoh agama di Bangkalan, Madura. Hal itu dilakukan untuk merangkul para pemuda agama dan tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus corona di wilauah tersebut. 


"Kerjasama tokoh agama dengan Forkopimda bisa kita maksimalkan untuk pencegahan Covid-19," kata Sigit dalam pertemuan tersebut. 


Menurut Sigit, peran dari tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu Pemerintah dan Forkompinda. Terutama, menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan. 


Terutama, kata Sigit adalah penggunaan masker di lingkungan sosial masyarakat. Menurutnya, pada penelitian dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal yang ampuh menangkal penyebaran virus corona.


"Masalahnya adalah masker dengan kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat yang bisa menangkal Covid-19 adalah masker berdasarkan penelitian. Penggunaan masker untuk bagi seluruh masyarakat baik yang sehat dan sakit harus menggunakan masker," ujar Sigit.


Tak hanya itu, Sigit juga mengajak tokoh agama untuk menyampaikan pentingnya proses 3T (Testing, Tracing, dan Treatment). Mengingat, masih ditemukan beberapa masyarakat yang tidak mau atau sulit untuk melakukan tes Swab Antigen ataupun RT-PCR. 


"Mohon bantuan disampaikan agar kami bisa mengobati dan memisahkan. Karena masyarakat masih banyak yang tidak mau Swab. Padahal tujuannya agar kami bisa tahu siapa yang sehat dan sakit serta bisa dipisahkan," ucap mantan Kapolda Banten itu.


Senada, Panglima TNI menyatakan bahwa tokoh agama di Madura memiliki peran besar untuk menyampaikan kepada masyarakat atas pentingnya menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari.


"Mohon bantuan para Kiyai untuk sosialisasi kepada masyarakat karena menjadi tokoh sentral untuk jelaskan protokol kesehatan," kata Hadi dikesempatan yang sama.


Untuk menekan angka Covid-19 di Bangkalan, Madura, Hadi menekankan pentingnya soal pembatasan mobilitas dari masyarakat yang terkonfirmasi positif virus corona, melakukan pelaksanaan vaksinasi nasional dan proses pemeriksaan kontak erat.


"Tracing kontak erat bila pernah bertemu dengan orang yang terkonfirmasi positif hasil RT-PCR. Isolasi mandiri harus dilakukan dan batasi pergerakan mereka dan kami akan dukung logistik," tutup Hadi.

Bupati Bangkalan Pimpin Apel Gelar Pasukan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan



BANGKALAN,- Bertempat di Lapangan Desa Moara, Kecamatan Klampis, Kabupaten Bangkalan, Madura. Jumat (11/6/2021) siang, sekitar pukul 14.20 WIB. Gigelar apel gelar pasukan penanganan Covid-19.


Apel gelar pasukan ini dipimpin langsung oleh Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron. Yang diikuti oleh Kasi Propam Polsek Klampis, Iptu Hari, selaku komandan apel.


Sementara itu peserta yang mengikuti apel gelar pasukan penanganan Covid-19 diantaranya, 1 SSK Sat Brimob Polda Jatim, 1 SSK Kodim 0829/Bangkalan, 1 SST Polres Bangkalan, 1 SST Satpol PP Bangkalan, 1 SSR BPBD Bangkalan, 1 SSR Relawan Covid-19, 1 SST Tenaga Kesehatan dan 1 SST Masyarakat Klampis.


Dalam upacara apel gelar pasukan ini juga dihadiri oleh, Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron, yang bertindak sebagai pimpinan apel, Wakil Bupati Bangkalan Drs. Mohni, MM, Dandim 0829/Bangkalan Letkol Kav Ari Setyawan Wibowo, Danlanal BPO Letkol Laut (P) Machfud Effendi, M.Tr.Hanla, CHRMP, Kapolres Bangkalan AKBP Didik Hariyanto, Ketua DPRD Bangkalan Bapak Muhammad Fahad, Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan Bapak Rizal Morris, Muspika Kecamatan Arosbaya, Muspika Kecamatan Klampis dan Muspika Kecamatan Geger.


Sementara itu amanat yang disampaikan oleh Bupati Bangkalan saat apel gelar pasukan menyebutkan, agar seluruh jajaran mengoptimalkan peran PPKM dan lakukan tindakan cepat penanganan Covid-19. 


"Berkerja sama dalam mengedukasi masyarakat untuk mencegah penyebaran virus, dan tetap menghimbau masyarakat agar mematuhi prokes. Diantaranya 3M, Social dan Physical Distancing, guna meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bangkalan," kata Bupati Bangkalan, saat memberikan amanat pada saat apel gelar pasukan, Jumat (11/6/2021) siang.

11/06/2021

Forkopimda Bangkalan dan Ditlantas Polda Jatim Lakukan Pemeriksaan di Terminal

 

Forkopimda Kabupaten Bangkalan, bersama Dit lantas Polda Jatim melakukan pengecekan terhadap penumpang bus di terminal Bangkalan, guna meminimalisir penyebaran covid-19 dari Bangkalan, Madura. Pada Jum'at (11/6/2021).

Bersama pemerintah Kabupaten Bangkalan, TNI-Polri, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, Ditlantas Polda Jatim melakukan pengecekan kepada calon penumpang bus di terminal Bangkalan.

Selain melakukan pengecekan, petugas juga memberikan himbauan dan edukasi untuk selalu menerapan protokol kesehatan dengan 5M, (Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas).

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Latif Usman mengatakan, Petugas juga melakukan pengecekan surat keterangan bebas covid-19 kepada calon penumpang, dan menyediakan swab antigen, untuk memastikan calon penumpang dalam keadaan non reaktif.

"Kita memberikan arahan dan penekanan terhadap petugas di terminal, baik polri maupun dinas perhubungan dan pengelola terminal agar setiap penumpang dilakukan pemeriksaan terutama surat bebas covid," tandasnya Dirlantas Polda Jatim.

Selain itu, petugas juga mewajibkan kepada penumpang untuk menggunakan masker, dan memberikan masker kepada calon penumpang yang tidak menggunakan masker, serta menyediakan tempat cuci tangan, hand saniteser di terminal.

"Mewajibkan penggunaan masker, penyediaan hand saniteser dan tempat cuci tangan di dalam terminal," pungkas Kombes Pol Latif Usman saat di temui di terminal Bangkalan.

3 Puskesmas di Bangkalan Sempat Lockdown, Kini Kembali Buka Pelayanan ke Masyarakat

 

3 Puskesmas di Bangkalan Sempat Lockdown, Kini Kembali Buka Pelayanan ke Masyarakat


BANGKALAN, MERDEKANEWS.NET,- Sempat mengalami lonjakan kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Dan di tiga Puskesmas sempat dilakukan Lockdown. Kini, tiga puskesmas tersebut sudah membuka pelayanan secara normal.

Tiga puskesmas yang sempat di lockdown karena meningkatnya kasus Covid-19, kini kembali jalani aktifitas dan siap melayani masyarakat kembali.

Puskesmas yang kembali dibuka untuk melayani masyarakat yakni, puskesmas Arosbaya, Klampis dan Geger.

Hal itu disampaikan langsung oleh Sudyousai, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Bangalan, bahwa saat ini tiga puskesmas sudah buka dan melakukan pelayanan kepada masyarakat.

"Sempat di lockdown, namun saat ini sudah kembali buka dan bisa melakukan pelayanan kepada masyarakat," jelas Sudyousai, Kepala Dinas Kesehatan Bangkalan, Kamis (10/6/2021).

Sementara itu untuk tenaga medis di tiga puskesmas tersebut, nantinya juga disiagakan dari Dokkes Polda Jatim, Kesdam Brawijaya dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jatim.

Perlu diketahui, bahwa sebelumnya puluhan tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Arosbaya terpapar Covid-19. Hingga merembet ke Kecamatan Klampis.

Sedangkan di Kecamatan Arosbaya sendiri menjadi episentrum, yang menjadi titik lonjakan kasus Covid-19 di Bangkalan.

10/06/2021

Brimob Polda Jatim, Bagikan Masker dan Sembako, Serta Melakukan Penyemprotan Disinfektan di Kecamatan Arosbaya


 BANGKALAN,- Kasus Covid-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Mengalami lonjakan penyebaran Covid-19, setidaknya ada 4 (empat) Kecamatan di Bangkalan melakukan Mikro Lockdown. Empat kecamatan diantaranya, Bangkalan, Klampis, Arosbaya dan Geger.

Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Amostian menyebutkan, bahwa hari ini Rabu, (9/7/2021) sore, melaksanakan kegiatan pembagian masker, pembagian sembako, serta melakukan penyemprotan disinfektan di rumah warga serta tempat ibadah (Masjid).

"Kami juga melakukan patroli rutin di rumah warga yang ada di Kecamatan Arosbaya, Bangkalan, Madura," jelas Dansat Brimob Polda Jatim, Kombes Pol Amostian, Rabu (9/7/2021) sore.

"Selain itu personil yang diterjunkan sebanyak 100 personil dan hari ini ditambah kembali sebanyak 30 personil di Kecamatan Arosbaya dan 30 personil di wilayah Klampis," tambahnya.

Diharapkan masyarakat mematuhi protokol kesehatan (Prokes), sehingga penyebaran Covid-19 bisa ditekan yang ada di Bangkalan, Madura.

Persiapan Pelaksanaan Vaksinasi Serentak di Bangkalan

 


Kapolda Jatim bersama Pangdam V Brawijaya, Rabu siang turun di kabupaten Bangkalan, guna memastikan kondisi di Bangkalan sebelum dikunjungi Panglima TNI dan Kapolri. Sekaligus melihat kesiapan rencana vaksinasi secara setentak yang akan dilakukan pada Jum'at 11 Juni 2021 mendatang.

Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto mengatakan, nantinya Panglima TNI dan Kapolri akan memberikan pengarahan kepada seluruh Forkopimda kabupaten Bangkalan, termasuk para tokoh masyarakat, tokoh agama, terkait dengan penanganan pandemi Covid-19, khususnya di kabupaten Bangkalan yang beberapa hari ini mengalami kenaikan.

Di awal-awal minggu yang lalu memang terjadi lonjakan kasus aktif positif, yang menimpa Kabupaten Bangkalan khususnya ada beberapa Desa, yaitu Desa Arosbaya, Klampis itu mengalami lonjakan.

"Ada beberapa ratus yang positif, Tapi ini angkanya bergerak terus. Kemudian dilakukan penyekatan baik yang dari sisi Madura maupun sisi Surabaya," papar Pangdam V Brawijaya di pendopo Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/6/2021).

"Sudah tiga hari atau empat hari ini dilaksanakan penyekatan. Terlihat ada penurunan yang cukup signifikan. Kalau empat hari yang lalu seandainya ada seratus warga masyarakat yang diperiksa, itu pasti saja ada yang positif waktu diperiksa antigen, tapi kemarin atau hari ini presentasinya sudah menurun. Angka pastinya karena selalu bergerak terus nanti akan disampaikan secara resmi oleh Bupati Bangkalan," jelasnya.

Selain itu, Mayjend TNI Suharyanto juga mengatakan, kasus yang meninggal di kabupaten Bangkalan ini juga mengalami penurunan.

"Jadi tidak benar kalau sampai terjadi puluhan, bahkan ratusan yang meninggal dan dimakamkan tanpa mengikuti protokol covid-19 tidak seperti itu. Nanti datanya juga akan disampaikan oleh Bupati Bangkalan secara resmi, tapi saya pastilan bahwa angkanya sudah mulai menurun," kata Pangdam V Brawijaya.

Ini merupakan langkah-langkah penanganan yang dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Bangkalan, dibantu oleh Forkopimda Bangkalan, Kapolres, Dandim, serta dibantu dari Pemprov Jatim, Gubernur, Kodam V Brawijaya, dan Polda Jawa Timur  sudah membawa hasil, dilaksanakan penerapan protokol kesehatan.

"Mudah-mudahan langkah-langkah ini terus akan dilaksanakan, sehingga kunjungan Panglima TNI dan Kapolri besok memastikan bahwa langkah penanganan covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bangkalan sudah sesuai dengan prosedur yang ditetapkan," ujarnya.

Pangdam berharap masyarakat semua dapat mendukung dan membantu doa semoga permasalahan covid-19 di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bangkalan, yang akhir - akhir ini melonjak bisa segera diatasi.

Varian baru memang sudah masuk di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia di antaranya di Jawa Timur.

"Ada beberapa kasus varian dari Inggris, varian dari Afrika Selatan, yang ditemukan dari para PMI pekerja migran Indonesia yang kembali dari ke Jawa Timur, tapi itu pun bisa dideteksi dan telah dilaksanakan treatment atau perawatan pengobatan rumah sakit atau di rumah sakit, dr. Soetomo Surabaya. Artinya belum ada yang bisa memastikan bahwa melonjaknya kasus di Bangkalan ini akibat varian baru. Tidak seperti itu," pungkasnya Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto.

Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, bahwa apa yang sudah dikerjakan oleh Kodam V Brawijaya bersama Polda dan Pemprov Jatim, beserta seluruh jajarannya di Kabupaten Bangkalan, adalah penerapan 3T testing, tracing dan treatment.

Kemudian terkait dengan masalah testing dan tracing yang dilaksanakan di Suramadu, itu menjadi bagian strategi 3T. Selama beberapa hari ini testing dan tracing yang dilaksanakan di penyekatan itu membawa dampak, terkait dengan kepatuhan masyarakat terhadap 5M, sehingga lonjakan yang dulu di awal-awal sekarang sudah menurun.

"Baik orang yang menyeberang, ataupun orang yang melakukan kegiatan di sekitaran Bangkalan ini, khususnya Arosbaya dan Klampis. Ini kami mohon pada masyarakat, ayo patuhi 5M, dan kita juga ikuti kegiatan 3T yang sudah dilaksanakan," jelas Kapolda Jatim.

"Ayo sama-sama kita laksanakan ini, mudah-mudahan ke depan bisa membaik," pungkasnya Kapolda Jatim saat melakukan peninjauan di kabupaten Bangkalan bersama Pangdam V Brawijaya.

09/06/2021

Kiai dan Ulama Bangkalan Menjadi Contoh serta Teladan Cegah Meningkatnya Penyebaran Covid-19.


Su


rabaya 08-06-2021 - Kasus penyebaran Covid-19 di Bangkalan, Madura meledak pasca Hari Raya Idul Fitri 2021. 


Jumlah kasus positif virus corona penyebab Covid-19 di Bangkalan, Madura meningkat pesat, Selain itu korban meninggal akibat Covid-19 di Bangkalan, Madura juga banyak.


Per hari Minggu (6/6/2021), ada 25 kasus pasien baru yang positif Covid-19 di Bangkalan, Madura. Kemudian 2 pasien Covid-19 meninggal, dan 17 orang dinyatakan suspek corona di Bangkalan, Madura.


Berdasarkan data akumulatif per tanggal 6 Juni 2021, jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangkalan, Madura sebanyak 1.779 orang. Kemudian, jumlah pasien sembuh 1.520 orang, pasien Covid-19 meninggal 180 orang, dan kasus Covid-19 aktif di Bangkalan, Madura kini 79 orang.


Melihat peningkatan secara signifikan kasus covid - 19 para kiai dan ulama Bangkalan bergerak cepat proaktif memberikan imbauan kepada warga agar penyebaran Covid-19 bisa ditekan.


Para kiai dan ulama dalam setiap kesempatan memberikan himbauan agar masyarakat kabupaten Bangkalan konsisten dalam menerapkan protokol kesehatan 3M baik di masjid-masjid, surau dan langgar yg ada di Bangkalan bahkan pesan berantai di media sosial.


Hal itu senada dengan harapan yang disampaikan anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur, Bapak  Freddy Poernomo yang meminta forum pimpinan daerah duduk bareng serta melibatkan para ulama untuk menekan penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas ke wilayah lain.


"Madura itu daerah santri. Untuk mengatasi problem itu, ya tokoh-tokoh agama atau ulama diajak dan terlibat dalam pencegahan meluasnya penyebaran" ujar Freddy, Senin (7/6/2021)


Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan agar Pemerintah Provinsi Jatim, Pemerintah Kota Surabaya dan Pemerintah Kabupaten Bangkalan berupaya menekan penyebaran Covid-19 dengan cara sesuai kultur masyarakatnya masing-masing.


"Kalau di Surabaya insyaAllah ketat. Kultur masyarakat Surabaya beda dengan Madura, Kalau di Madura harus melibatkan tokoh informal atau kiai," terangnya.


Pentingnya peran kiai dan ulama sangat luar biasa untuk memberikan keteladanan,” hal tsb pernah disampaikan dalam webinar Katadata “Bagaimana Menerapkan 3M di Pondok Pesantren?” oleh Kepala Subdit Pendidikan Pesantren Direktorat Pendidikan Pondok Pesantren Kementerian Agama Bapak Basnang Said.


Satuan Tugas Covid-19 Yayasan Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar Jombang Neng Azah juga mengatakan kiai bisa menjadi pengawas sekaligus contoh bagi para santri dalam penerapan 3M.  “Misalnya, kiai mengajar dengan memakai masker, maka anak-anak akhirnya juga memakai masker,” ujar Azah.


Sementara anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Abdul Halim mengaku prihatin adanya tiga tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal dunia,


Abdul Halim berharap masyarakat di Madura tetap tenang dan tidak panik, serta tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah penularan Covid-19.


"Masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tapi jangan sampai lengah dan meremehkan wabah ini," ujarnya.


Politisi Partai Gerindra ini berharap, upaya kiai dan ulama Madura bersama seluruh stakeholder yg terlibat dalam pencegahan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19 di Bangkalan ini menjadi ikhtiar yang berharga sehingga wabah corona tidak semakin menyebar ke kabupaten dan kota lainnya di Jawa Timur.


"Kami mengapresiasi kerja tenaga kesehatan dan seluruh pihak terkait, baik di Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur dan daerah di kabupaten atau kota lainnya untuk melokalisir wabah Covid-19, agar tidak semakin menyebar," tandas Abdul Halim.

Cegah Penyebaran Covid-19, Polda Jatim Kerahkan Pasukan di Zona Merah Bangkalan


Polda Jawa Timur kerahkan pasukan dari berbagai Satuan Kerja ( Satker), guna meningkatkan kewaspadaan masyarakat terkait penyebaran Covid-19 di kabupaten Bangkalan, Khususnya di 4 kecamatan yang masuk dalam katagori zona merah.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko mengatakan, Polda Jatim telah melakukan berbagai kegiatan di 4 kecamatan zona merah di kabupaten Bangkalan, diantaranya kecamatan Bangkalan, Arosbaya, Klampis, dan Geger. 

Seperti yang dilakukan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Jatim, mereka telah memelaksanakan patroli dan Public Address, dengan memberikan himbauan kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, guna memutus penyebaran Covid-19, di kecamatan Arosbaya. 

"Srikandi Lalulintas melaksanakan kegiatan preemtif dan preventif dibidang lalulintas, sekaligus membagikan sembako, masker dan handsanitizer di kecamatan Arosbaya," tandasnya Kombes Gatot, pada Selasa (9/6/2021). 

"Anggota Brimob juga melaksanakan patroli di 4 kecamatan zona merah, mengoptimalkan fungsi PPKM Mikro, serta menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif," tambahnya. 

Sementara satuan Binmas Polda Jatim juga melakukan pembagian 194 paket beras sembako kepada warga kurang mampu, dan himbauan penerapan prokes dengan 5M Memakai masker,
Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas. 

"Kegiatan ini terus kita lakukan, sebagai upaya pencegahan covid-19 di Bangkalan khususnya di 4 kecamatan zona merah," pungkasnya Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko. 

Pembuatan flyer yang di sebarkan di media sosial terkait klaster covid 19 di Kabupaten Bangkalan dan pembuatan statement para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Takmir Masjid, serta flyer cipta kondisi telah di blasting oleh jajaran, dukungan Bid Humas Jatim. 

Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menambahkan, kondisi kasus covid-19 di kabupaten Bangkalan saat Ini Selasa, tanggal 8 Juni 2021. Jumlah total kasus aktif Covid-19 di Bangkalan sebanyak 190 Orang, kenaikan dari hari sebelumnya sebanyak 75 kasus, dan kesembuhan 1 Kasus, sedangkan meninggal dunia ada 4 Kasus. 

Saat ini Bed Occupancy Rate (BOR) Isolasi RSU Bangkalan mencapai 84% dan BOR ICU RSU Bangkalan mencapai 50 %. 

Upaya pencegahan penyebaran covid-19 di Bangkalan terus dilakukan dengan pelaksanaan Testing dan Vaksinasi, yang dilaksanakan oleh 5 tim dengan masing-masing Tim terdiri dari 15 orang. 

Dalam pelaksanaan testing ini masyarakat juga diberikan bantuan berupa beras 900 kg, dan Mie Instan 100 Dus untuk mendorong masyarakat agar bersedia dilakukan Tes Swab maupun Vaksinasi.

Testing dan Vaksinasi dilaksanakan di 2 Kecamatan dari 4 Kecamatan yang menjadi pusat konsentrasi yaitu kecamatan Arusbaya dan Klampis. 

Di kecamatan Arusbaya, Jumlah masyarakat yang melakukan swab antigen sebanyak 114 orang, hasilnya ada 17 orang reaktif dan 97 orang non reaktif. Bantuan sembako sebanyak 80 paket dan mie Instan sebanyak 50 dus. 

Untuk kecamatan Klampis, masyarakat yang melakukan swab antigen sebanyak 30 orang, dengan hasil 5 reaktif dan 25 non reaktif. Untuk bantuan sembako 100 paket dan mie instan 50 dus. 

Himbauan untuk melaksanakan Swab dan Vaksinasi di Kecamatan prioritas Kabupaten Bangkalan yang dilaksanakan Dit Intelkam Polda Jatim, Dit Binmas bersama Sat Intelkam Polres Bangkalan dilakukan pemasangan 25 titik spanduk himbauan, di 3 Kecamatan, yakni Bangkalan Kota, Arosbaya dan Klampis.

Selain itu, kegiatan cipta kondisi kepada Takmir Masjid, Tokoh Agama, dan Tokoh Masyarakat di 3 Kecamatan prioritas serta memberikan himbauan penyebaran covid-19 di Bangkalan. Kendati demikian himbauan 5M dan himbauan untuk mengikuti swab antigen juga di galakkan. 

Himbauan keliling menggunakan kendaraan oleh Bupati, Kapolres dan Dandim Bangkalan kepada Masyarakat supaya mematuhi Protokol Kesehatan juga telah dilakukan. 

Tim Covid Hunter Polres Bangkalan melaksanakan kegiatan pemindahan 36 Orang Tanpa Gejala (OTG) yang melaksanakan Isolasi Mandiri ke Balai Diklat Bangkalan tempat isolasi yang ditentukan. 

"Penyemprotan disinfektan oleh Ditsamapta Polda Jatim di Kecamatan prioritas. Kegiatan penyemprotan disinfektan menggunakan kendaraan Gunner sebanyak 6.000 Liter oleh PMI Provinsi Jatim, dengan route Jalan sekeliling wilayah Kecamatan Arosbaya dan Kecamatan Klampis," paparnya Kapolda Jawa Timur. 

Lebih lanjut Kapolda Jatim menyampaikan hasil sementara kegiatan penyekatan di 3 titik perbatasan Bangkalan, yaitu titik penyekatan pos Jembatan Suramadu dari arah Surabaya menuju Bangkalan, telah dilakukan swab antigen dalam rangka penanggulangan covid di Bangkalan. 

"Langkah - langkah tersebut dilaksanakan bersama Forkopimda Provinsi dengan Kabupaten," pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta.

Berikan Masker dan Sembako di Bangkalan Sembari Berikan Edukasi 5M



Srikandi Polda Jatim bagikan masker dan sembako berupa beras di kabupaten Bangkalan. Kegiatan ini dilakukan sekaligus memberi edukasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan (Prokes) 5M.

Berbagai macam upaya dilakukan untuk mengajak masyarakat Madura khususnya di zona merah, mau mematuhi Prokes dengan Mencuci tangan, Menjaga jarak, Memakai masker, Menghindari kerumunan dan Mengurangi mobilitas (5M).

Diantaranya dengan memberi dan memasangkan masker atau edukasi menggunakan masker yang benar, dan memberikan sembako berupa beras, agar edukasi yang disampaikan oleh Srikandi Polda Jatim dapat di terima dan lakukan dengan baik oleg masyarakat Madura.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko menjelaskan, upaya yang dilakukan Srikandi Polda Jatim ini merupakan langkah-langkah dalam memberikan edukasi masyarakat tentang bahaya covid-19 yang mematikan.

"Kita terus berupaya memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat Madura tentang bahayanya covid-19 yang dapat mematikan," ujarnya saat di temui di pendopo Kabupaten Bangkalan. 

"Kita memberikan masker sembari mengedukasi, agar masyarakat Madura khususnya zona merah untuk selalu taat Prokes 5M," tambahnya Kombes Pol Gatot Repli Handoko, pada Rabu (9/6/2021).

08/06/2021

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Bangkalan, Gubernur, Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya, Laksanakan Manajemen Krisis

 

BANGKALAN, MERDEKA NEWS.NET- Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, didampingi Wakapolda Jatim, Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim, Kapolres, Irdam, Pejabat Utama (PJU) Kodam V Brawijaya, Dandim dan Bupati Bangkalan, Senin (7/6/2021) siang, melakukan Management Krisis untuk mengantisipasi meningkatnya covid di bangkalan diantaranya melakukan pengecekan ruang Isolasi Kantor BPWS Bangkalan.

Ruang isolasi yang disiapkan di kantor BPWS Bangkalan ini untuk sementara. Nantinya akan disiapkan bagi masyarakat yang terkonfirmasi reaktif  melalui swab test antigen sambil  menunggu hasil Test PCR.

"Sementara itu di Kantor Badan Pengembangan Wilayah Suramadu (BPWS) Bangkalan dapat menampung sebanyak 60 pasien Covid 19," jelas Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Senin (7/6/2021) siang.

Forkopimda jatim melaksanakan management krisis di Bangkalan terkait 3-T di 4 (empat) Kecamatan. Selain itu memindahkan warga yang positif, namun melakukan isolasi mandiri untuk dipindah ke Balai Diklat Bangkalan dan RS lapangan di indrapura oleh tim Covid Hunter.

"Selain itu juga menyiapkan balai diklat Bangkalan dengan 70 bed dan RS lapangan indrapura 200 bed, juga hasil dengan ibu Gubernur dan walikota surabaya serta Dinkes Provinsi dengan menyiapkan  6 (enam) rumah sakit di Surabaya. Serta menambah tim ambulance dari polda, kodam dan dinkes serta mobile PCR," kata Kapolda Jatim.

Selain itu disiapkan 30.000 Swab Antigen untuk pelaksaan 3-T kemudian
untuk kegiatan 5-M dilaksanakan penyemprotan disinfektan, pembagian masker oleh tim gabungan Ditlantas, Dit samapta dan Bimmas bergabung dengan jajaran Kodam V Brawijaya sebanyak 200.000 secara bertahap dan menggalang tokoh agama untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat.

"Kemudian melaksanakan micro lockdown di 4 (empat) Kecamatan yaitu kecamatan Bangkalan, kecamatan Lampis, kecamatan Arusbaya dan Kecamatan Geger, selanjutnya memberikan bantuan kepada setiap kepala keluarga berupa sembako," lanjutnya.

Usai melakukan pengecekan ruang Isolasi di Kantor BPWS Bangkalan. Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, melanjutkan meninjau di Rumah Sakit Syarifah Ambami Rato Ebu, Bangkalan.

Peninjauan RS Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dilaksanakan setelah terjadinya lonjakan kasus Covid-19. Dimana terdapat 18 Tenaga Kesehatan (Nakes) dan pegawai RS terpapar Covid-19 pasca libur Idul Fitri.

Kemudian hasil kesepakan akan ada penambahan tempat tidur dari 90 bed menjadi 140 bed.

Direktur Rumkit menyampaikan, bahwa di RS Syarifah kekurangan mobil ambulance Jenasah, ambulan pasien Covid-19 serta nakes radiologi, dokter anastesi dan dokter paru. polda Jatim, Kodam Brawijaya dan Pemprov telah menyiapkan Ambulan

Terkait adanya kebutuhan fasilitas mobil maupun nakes, Polda Jatim telah  menyiapkan ambulance Jenazah maupun ambulance pasien Covid-19.

"Sedangkan untuk kebutuhan lain seperti tenaga kesehatan, dokter anastesi dan paru akan disiapkan dari RS dr Soetomo, Surabaya," kata Kapolda Jatim.

Masih kata Kapolda Jatim, selain itu di kantor Balai Diklat BPKSDA nantinya juga disiapkan untuk ruang Isolasi bagi masyarakat yang positif Covid-19.

"Ruang isolasi Balai Diklat BPKSDA Bangkalan, merupakan salah satu ruang isolasi yang disiapkan oleh Forkopimda Kabupaten Bangkalan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19," ungkapnya.

"Balai diklat BPKSDA dapat menampung sebanyak 74 pasien Covid-19, dimana saat ini terdapat 22 pasien positif Covid-19 dengan rincian 9 orang positif dari PCR test dan 13 orang positif dari Swab Test," lanjutnya.

Kapolda Jatim dan Pangdam V Brawijaya tidak hanya melakukan pengecekan di tiga lokasi saja. Melainkan juga melakukan pengecekan penyekatan arus dari Madura menuju ke Surabaya, di pintu keluar keluar Suramadu.

Penyekatan dari Madura menuju ke Surabaya ini perlu dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19 di wilayah Jawa Timur, setelah terjadi lonjakan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. 

Dalam kegiatan penyekatan tersebut, juga dilakukan Swab test sebanyak 2.400 terhadap pengguna jalan dari arah madura menuju Surabaya.

"Dari swab test antigen diperoleh hasil 86 reaktif Covid-19 dan dirujuk untuk di lakukan Swab PCR di Rumah Sakit Asrama Haji, Sukolilo, Surabaya," ujarnya.

Selain itu pengecekan penyekatan juga dilakukan di Desa Tengket, Kecamatan Arosbaya, Kabupaten Bangkalan.

Desa Tengket merupakan salah satu desa terdampak Covid-19, di Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Peningkatan kasus Covid-19 ini terjadi pasca libur Idul Fitri 2021.

"Di Desa tengket sendiri terdapat 10 orang melakukan Isolasi Mandiri di rumah dan sebanyak 7 orang meninggal dunia akibat Covid-19. Yaitu 4 masyarakat desa tengket, 1 dokter, 1 perawat dan 1 bidan," jelas Kapolda.

Selain itu Kepala Desa Tengket menyampaikan, bahwa masyarakat desa Tengket masih trauma dan takut dirawat di RS sehingga menjadi kesulitan tersendiri dalam penanganan penyebaran Covid-19.

"Selain itu kekurangan Nakes pasca lockdownnya beberapa Puskesmas di desa Tengket menjadi hambatan," ucap Kepala Desa Tengket.

Forkopimda Provinsi Jatim berharap, sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Covid-19. Harus intens dilakukan di desa Tengket. Selain itu Polda Jatim dan Kodam V/Brawijaya akan membantu dalam penyiapan Nakes sehingga diharapkan dapat membantu penanganan penyebaran Covid-19 di desa Tengket Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan.

Dari rangkaian kegiatan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim di Bangkalan Madura. Terakhir melakukan pengecekan di penyekatan Ruko Petapan di Desa Labeng, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Bangkalan.

Penyekatan di Ruko petapan Desa Labeng Kecamatan Sukolilo, dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. Dimana masyarakat yang akan keluar dari Bangkalan menuju Surabaya, diwajibkan memiliki surat keterangan bebas Covid-19, dan bagi masyarakat yang tidak memiliki Surat Keterangan akan dilakukan Swab Test ditempat.

"Dari hasil pelaksanaan Swab test antigen sebanyak 538 sampel, diperoleh hasil 523 negatif dan 15 reaktif  dengan perincian, 10 laki-laki dan 5 perempuan. Terhadap masyarakat dengan hasil swab reaktif dirujuk di ruang isolasi BPWS Bangkalan untuk mendapatkan test Swab PCR,” pungkas Kapolda Jatim.

Kami Forkopimda jatim berharap dengan melaksanakan Managemen Krisis dalam menghadapi Covid 19 di Bangkalan juga mempedomani 3 T dan 5 M masalah tersebut bisa diatasi,’ ujarnya.

07/06/2021

Forkopimda Terus Lakukan Upaya Pencegahan Covid-19 di Bangkalan

 

Bangkalan, Merdeka News: Melonjaknya kasus Covid-19 di Bangkalan, 4 kecamatan diberlakukan micro lockdown. Saat ini Forkopimda Jawa Timur terus melakukan koordinasi dengan Pemda Bangkalan, guna mengantisipasi penyebaran lebih meluas lagi.

Saat ini Kabupaten Bangkalan dinyatakan daerah darurat Covid-19, Forkopimda Jatim diantaranya ada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta terus melakukan koordinasi dengan Walikota Surabaya Eri Cahyadi dan Bupati  Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron guna melakukan langkah - langkah awal antisipasi penyebaran covid-19 di Bangkalan.

Ada 4 kecamatan zona darurat Covid-19 diantaranya, Kecamatan Bangkalan, Kecamatan Arosbaya, Kecamatan Klampis, dan Kecamatan Geger. Nantinya pemerintah Provinsi bersama pemerintah daerah akan menerapkan micro lockdown di 4 kecamatan tersebut.

Rencananya pemerintah akan menyiapkan 1 rumah sakit rujukan di daerah Bangkalan, 1 rumah sakit lapangan di Badan Pengembangan Wilayah Surabaya - Madura (BPWS) dan menyiapkan 6 rumah sakit rujukan di Surabaya, diantaranya RSUD dr, Soetomo, RSU Universitas Airlangga, RSU Haji Surabaya, RSU PHC, RSU Adi Husada Undaan, dan RSU Al Irsyad.

Kapolda Jatim mengatakan, telah melakukan koordinasi dengan Kapolres baik Kapolres Tanjung Perak maupun Kapolres Bangkalan, untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 dengan melakukan penyekatan di jalur perbatasan.

"Kita terus berkoordinasi dengan Kapolres untuk mengantisipasi penyebaran covid-19, dengan upaya penyekatan, serta mendirikan pos penyekatan di dua sisi, pintu masuk Madura maupun Surabaya, dengan melakukan Swab Antigen On The Spot," tegasnya pada Minggu (6/6/2021).

Dari data sementara hasil penyekatan dan Swab Antigen On The Spot, perpukul 16.00 WIB, ada 73 orang reaktif selanjutnya dilakukan swab PCR dengan hasil 17 positif yang selanjutnya dirujuk ke rumah sakit Lapangan Indrapura Surabaya, untuk mendapatkan penanganan.

Sementara, masyarakat Bangkalan maupun Surabaya yang hendak melakukan perjalanan diwajibkan membawa surat bebas Covid-19.

Selain itu, Kapolda bersama Forkopimda Jatim dan Forkopimda Bangkalan akan melakukan penyemprotan disinfektan di 4 kecamatan zona rawan tersebut, serta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan operasi yustisi ditempat keramaian, dan melakukan pembagian masker di kawasan zona rawan tersebut.

Kapolda Jatim berharap kepada seluruh masyarakat, khususnya di bangkalan. Untuk memahami penanganan covid yang dilakukan oleh pemerintah provinsi maupun daerah, dengan menerapkan 3T (Testing, Tracing, Treatment) dan 5M (Mencuci tangan, Menjaga Jarak, Memakai Masker, Menghindari Kerumunan, Mengurangi Mobilitas), serta meminta kepada para tokoh untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, dampak dari bahaya covid-19.

"Diminta tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda untuk memberikan edukasi dan mengoptimalkan PPKM Mikro, terutama RT RW yang ada warganya positif aktif, untuk melakukan tracing terhadap interaksi pasien positif dengan warga sekitar," pungkasnya Irjen Pol Nico Afinta.(*)