Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

20/04/2021

Satgas Pangan Polda Jatim, Bersama Menteri Perdagangan Pantau Harga dan Stok Kebutuhan Sembako di Pasar Wonokromo

 


SURABAYA, merdekanews.net  ---- Satgas Pangan Polda Jawa Timur, Selasa (20/4/2021) pagi, bersama dengan Forkopimda Jatim dan Forkopimda Surabaya. Memantau stok dan harga kebutuhan bahan pokok di Pasar Tradisional Wonokromo, Surabaya.


Hal ini dilakukan sebagai langka antisipasi terjadinya kelonjakan harga kebutuhan bahan pokok di pasaran selama bulan suci ramadhan. Dan menyambut Idul Fitri 1422 H.


Selain dihadiri oleh Wakil Gubernur Jatim dan Wali Kota Surabaya, dalam kegiatan tersebut juga hadir, Menteri Perdagangan (Moh. Luthfi), Sekjen Kemendag (Suhanto), Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (Syailendra), Dirjen Perlindungan Konsumen dan  Tertib   Niaga ( Very Anggrijono), Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional (Kasan), Dirreskrimsus Polda Jawa Timur (Kombes Pol Farman), Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur ( Darajat Irawan), Wakil Pimpinan Perum Bulog wilayah Jawa Timur, Ketua KPPU Jawa Timur (Dendy).


Setelah dilakukan peninjauan secara langsung, Menteri Perdagangan menyebutkan, bahwa harga kebutuhan bahan pokok di Jawa Timur masih terbilang stabil jika dibandingkan dengan daerah lain.


"Selain harga masih stabil, stok kebutuhan bahan pokok seperti di pasar wonokromo masih aman sampai lebaran nanti," jelas Moh. Luthfi, Menteri Perdagangan usai melakukan peninjauan, Selasa (20/4/2021) pagi.


Berikut Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Pasar Wonokromo Surabaya; 

  

1. Harga Cabe Rawit 

    Rp. 50.000/kg 


2. Harga Cabe Merah Besar

    Rp. 40.000.-/Kg. 

    

3. Harga Cabe rawit hijau

    Rp. 25.000/kg 


4. Harga Bawang merah 

    Rp. 32.000/kg. 


5. Bawang Putih

    Rp. 23.000/kg 


6. Daging Ayam

    Rp. 38.000/kg 


7. Daging Sapi

    Rp. 110.000/kg 


8. Telur Ayam Boiler

    Rp. 24.000/kg 


9. Gula

    Rp. 12.000/kg 


10. Minyak Goreng Curah

      Rp. 14.000/kg .


22/11/2019

Bupati Faida Ajak Peserta Festival HAM 2019 Keliling 4C


Jember, Kabarejember.com
---- Setelah mengunjungi Desbumi di Wuluhan, Bupati Jember, dr. Faida, MMR mengajak peserta Festival HAM 2019 berkeliling menikmati 4C-nya Jember, yaitu Coffee, Cocoa, Cigarette, dan Culture.

Bupati mengajak peserta mengunjungi  Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Indonesia yang berada di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji, yang memiliki destinasi wisata keluarga dan edukasi berbasis kopi dan kakao.

Selain menyajikan beraneka ragam jenis kopi dan kakao, Puslit Koka juga menjadi tempat riset dan produksi kopi dan coklat bermutu kelas dunia.

“Puslit koka yang dulunya hanya terbuka untuk peneliti, saat ini bisa dikunjungi masyarakat,” terang bupati.

Dari wisata edukasi ini, masih kata bupati, banyak terjalin kerjasama. Diantaranya tentang budaya. Kerjasama tentang kopi. Ada juga tentang jagung.

“Dengan semangat yang sama,  sinergitas ini diharapkan dapat membangun kesejahteraan bersama,” harap orang nomor satu di Jember ini.

Pada kunjungan peserta Festival HAM 2019 ini juga diluncurkan mesin roaster terbaru produk Puslit Koka, yang cocok untuk anak muda yang akan memulai mengembangkan bisnis café.

Mesin ini diberi nama Roasters Asasi, karena diluncurkan bersama Komnas HAM. Produk ini akan dipromosikan bersama Komnas HAM dengan membuat Cafe Asasi. (mul/mia/hms)

04/10/2019

Harga Tembakau Jeblok, Petani Menjerit


Jember, Kabarejember.com
-----Berangkat dari penderitaan yang sama yakni harga tembakau jeblok dan murah, membuat petani tembakau Jember khususnya terpaksa menjerit dan berteriak lantang. Akhirnya, para petani khususnya petani tembakau di Jember mendirikan Paguyuban Petani Jember (PANIJEM ). Mereka mengaku kecewa dan miris menghadapi harga tembakau tahun ini terjun bebas tanpa penghalang.

Oleh karena itu, para petani khususnya petani tembakau Jember bersatu untuk menyamakan sikap dengan bergabung di PANIJEM. Panijem  ini sebagai wadah para petani Jember menumpahkan uneg unegnya dan keluh kesahnya menghadapi pasar tembakau.

Sebab, beberapa gudang tembakau yang membeli tembakau di wilayah selatan khususnya  membeli tembakau petani dengan harga seenaknya. “Kalau tembakau mau dibeli dengan harga Rp 3000 perkilo, ya bawa kesini. Siapa yang tidak keceewa harga tembakau dibeli  seperti itu,” ujar Supar Efendy Ketua Panijem menirukan ungkapan petani.

Memang, harga tembakau ditingkat petani yang sangat jeblok harganya yaitu pada era tahun ini (2019). Petani sangat merasakan murahnya harga tembakau yang dibeli perusahaan. Mereka tidak berkutik menghadapi kondisi harga yang semakin hari bukannya malah naik malah semakin jeblok.

Menurut Ketua PANIJEM, jebloknya harga tembakau disebabkan beberapa faktor . Supar  menduga bahwa jebloknya harga tembakau diantaranya disebabkan adanya permainan harga di penafsir gudang.”Praktik ini yang kurang terbuka dan kurang transparan. Karena tidak terbuka ini, yang membuat harga tembakau jeblok,” ungkapnya.

Jika kondisi seperti ini kata Supar, selayaknya pemerintah hadir di tengah tengah petani untuk mencarikan  solusi. “Kami petani ini butuh pengayoman dan perhatian serta perlindungan dari pemerintah. Kalau kami ini dibiarkan, dibubarkan saja pemeritnah jkka tidak bisa memberikan pelayanan terbaik bagi rakyatnya,” serganhya.

Padahal, tambah dia, harga te mbakau pernah mengalami masa keemasan dengan harga sampai tembus Rp 15 ribu – Rp 30 ribu. Sdedangkan , kualitas tembakau biasa biasa saja. Artinya, permintaan perusahan yang ada di Jember , jenis dan kualitas tembakau petani tidak terlalu bagus bagus.”Tapi mengapa sekarang ini harga tembakau dipukul rata menjadi murah. Padahal, kualitas tembakaunya petani ada yang baik, sedang dan biasa biasa,  kenapa dipukul rata dihargai murah,” imbuhnya. (mul/ulu/mia/)

17/05/2019

Pemkab Gelar Pasar Murah di 31 Kecamatan



Jember, Kabarejember.com
Untuk mengantisipasi lonjakan harga yang biasa terjadi pada bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah.

Pasar ini digelar di 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Berbagai pihak digandeng Pemkab Jember untuk menyediakan bahan kebutuhan masyarakat.

Kasi Produk Lokal pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Dini Dwi Anggraini menjelaskan kenaikan harga kebutuhan biasa terjadi di bulan Ramadhan.

Sebelum harga naik , kami memfasilitasi masyarakat untuk mendapatkan barang kebutuhan yang murah. Lebih murah dari harga pasar, kata Dini di kantornya, Kamis 16 Mei 2019.

Ia menjelaskan, pasar  murah ini menyediakan beberapa kebutuhan masyarakat, bahkan untuk lebaran nanti. Selain sembako, pasar murah juga menyediakan kue dan baju untuk lebaran. Bahkan menyediakan penukaran uang baru.

Kebutuhan pokok yang disediakan diantaranya minyak, gula, beras, tepung. Tadi juga jual bawang. Tapi tidak di semua tempat digelarnya pasar murah, jelasnya.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari ini harga bawang putih dan bawang merah melonjak. Bahkan bawang putih tembus Rp. 60 ribu per kg. Tapi sekarang sudah turun tiga puluh ribu rupiah, ujarnya.

Untuk minyak kemasan botol 900 ml dijual 9.000. Gula PG Semboro 11.000, padahal di pasar atau di grosir sudah Rp. 11.500. Dari Bulog disediakan paket Rp. 40 ribu dapat gula 2 Kg, minyak 1 Lt, dan tepung 1 Kg.

Pasar murah ini digelar mulai tanggal 10 hingga tanggal 28 Mei mendatang. Dalam sehari digelar dua pasar murah di dua kecamatan.

Antusiasme masyarakat di tiap daerah tidak sama. Seperti di Kecamatan Wuluhan yang sampai kehabisan stok. Sementara di daerah lain masih menyisakan barang.

Disperindag mengundang lebih 30 penyedia komoditas. Namun, tidak semua mengikuti pasar murah yang digelar di 31 kecamatan, karena keterbatasan tenaga.

Seperti PG Semboro yang mengikuti semua pasar murah. Sedangkan Bulog tidak bisa mengikuti semua gelar pasar murah itu. Setiap hari sekitar 15 penyedia yang ikut, Dini.

Bagi penyedia komoditas yang ingin bergabung, Dini mempersilakan. Terutama untuk menggelar pasar murah di daerah pinggiran. Kalau di daerah perkotaan sudah penuh, jelasnya.

Terkait dengan kekurangan stok, Disperindag telah menyediakan stok untuk mengantisipasi kekurangan. Seperti minyak, yang mendatangakan minyak dari distributor dan menjualnya dengan harga distributor.

Kami berharap masyarakat tahu ada pasar murah, sehingga berbondong-bondong membeli, dan barang kami habis," harapnya. (Mul/Mia/hms)

Berikut jadwal pasar murah Pemkab Jember :
11 Mei di Pasar Wonorejo, Kencong dan Pasar Sumberbaru, Sumberbaru
12 Mei di Pasar Tanggul, Tanggul dan Pasar Wringin Agung, Jombang.
13 Mei di Pasar Menampu, Gumukmas, dan di Pasar Puger, Puger.
14 Mei di Pasar Balung, Balung dan Pasar Dukuhdempok, Wuluhan
15 Mei di Pasar Karanganyar, Ambulu dan Pasar Ajung, Ajung.
16 Mei di Pasar Mumbulsari, Mumbulsari, dan Terminal Pakusari, Pakusari
17 Mei di Pasar Kertonegoro, Jenggawah dan Pasar Tempurejo, Tempurejo.
18 Mei di Pasar Kalisat, Kalisat dan Pasar Sukowono, Sukowono
20 Mei di Pasar Mayang, Mayang, dan  Pasar Sempolan, Silo.
21 Mei di Pasar Ledokombo, Ledokombo dan Pasar Sumberjambe, Sumberjambe.
22 Mei di Pasar Jelbuk, Jelbuk, dan Pasar Arjasa, Arjasa.
23 Mei di Pasar Sukorejo, Sumbersari dan Pasar Tegalbesar, Kaliwates.
24 Mei di Pasar Petung, Bangsalsari, dan Pasar Umbulsari, Umbulsari.
25 Mei di Pasar Semboro, Semboro, dan Pasar Rambipuji, Rambipuji
27 Mei di Pasar Patrang, Patrang, dan di Pasar  Serut, Panti
28 Mei di Rest Area Jubung, Sukorambi

Penukaran uang baru dari BI bersamaan  pasar murah dilaksanakan di Kecamatan Ajung, Pakusari, Mayang, Ledokombo, Arjasa, Sumbersari, Sukorambi, dan Patrang.

22/04/2019

Bupati Kunjungi Pasar Yang Telah Direhab



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR melakukan kunjungan kerja ke pasar yang telah direhap untuk memastikan pedagang bisa segera menempati pasar baru.
Tiga pasar yang dikunjungi bupati Minggu pagi, 14 April 2019, bersama sejumlah pejabat itu yakni Pasar Kreongan, Pasar Gebang, dan Pasar Mangli.
Kita pastikan datanya, supaya nanti waktu pindahan supaya tidak jadi huru hara, kata bupati kepada sejumlah wartawan di Pasar Mangli.
Kunjungan kerja ini juga untuk memastikan nantinya tidak ada pedagang berebut kios baru. Bupati juga memastikan tidak ada jual beli kios kepada pedagang.
Bupati menegaskan tidak menolerir bagi oknum yang melakukan praktek jual beli kios baru.
Setelah melihat tiga pasar itu, bupati menilai perlu skenario agar perpindahan tersebut juga menjadi momen untuk menata pasar tradisional lebih rapi.
Supaya pindahnya tidak sekedar pindah, tetapi ditata lebih rapi, jelasnya.
Penataan kios-kios dibagi khusus sesuai dengan jenis dagangannya, sehingga masyarakat mudah mencari kebutuhannya.
Jika mau mencari onderdil di sebelah mana, dan sayur sebelah mana. Jadi ada plot khusus. Penataan ini dilakukan sesuai dengan jenis. Contoh seperti tadi (di Pasar Gebang, red) ada toko onderdil, itu kan tidak cocok bersebelahan sama sayur, katanya.
Selain bangunan baru dan penataan pedagang, langkah selanjutnya adalah perbaikan manajemen pasar. Hal ini diantaranya meliputi kebersihan, pengelolaan, maupun retribusi.
Jaman sudah modern, pakai e-retribusi. Nanti ini semua pedagangnya punya kartu pedagang supaya hari itu bayar hari itu terdata,
Dengan e-retribusi diharapkan tidak ada keterlambatan setor. Diketahui pula data pedagang yang belum bayar. Saat ini masih uji coba retribusi di tiga pasar.
Pengelolaan sampah harus juga diperbaiki, supaya bangunan yang baru tidak kembali menjadi kumuh.  Nanti kita bina lebih lanjut, imbuhnya.
Dari 12 pasar tradisional yang direhab pada tahun 2018, ada sekitar sembilan pasar yang dinilai sudah siap untuk dilakukan perpindahan. Pada tahun 2019 akan melanjutkan rehab untuk 15 pasar tradisional lainnya.
Perpindahan pedagang dari tempat penampungan sementara ke kios baru akan dilakukan setelah pemungutan suara atau Pemilu 2019.
Dalam kunjungannya, bupati mengajak berbincang para pedagang. Salah seorang pedang emas di Pasar Mangli mengaku sejak pembangunan pasar baru banyak pembeli yang datang.
Tidak hanya dengan pedagang. Di Pasar Gebang bupati mengajak ngobrol seorang tukang becak. Tukang becak itu pun menawari bupati untuk naik becaknya.
Nggak apa-apa ta, tanya bupati merespon tawaran tukang becak itu.
Ya nggak apa-apa, Mbak, jawab bapak tukang becak itu, yang disambut tawa orang di sekitarnya. Meski banyak yang tertawa, tukang becak itu terus saja berbicara dengan bupati. (Mul/Mia/hms)

Bupati Berharap UMKM Jadi Pilar Tingkatkan Kesejahteraan Ekonomi Keluarga



Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyebut saat ini tantangan perempuan di Jember adalah bagaimana UMKM perempuan menjadi pilar pilar ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Hal ini disampaikan bupati dalam acara  memperingati Hari Kartini 2019 yang dikemas dalam Modern Women Empowerment Indonesia di halaman BRI Jember.

Acara ini diisi dengan line dance oleh bupati dan anggota Dharma Wanita Persatuan Pemkab Jember yang memakai pakaian ala Kartini.

Perempuan, lanjut bupati, harus menjadi motor penggerak perubahan perilaku bertransaksi dan menjadi motor untuk inklusi keuangan dengan menggunakan kartu transaksi.

"Karena pola perilaku transaksi ini paling efektif dimulai dari ibu-ibu rumah tangga, dan hari ini BRI melakukannya bersinergi dengan kartini kartini kita," bupati, Minggu, 21 April 2019.

Bupati pun mendorong perempuan untuk berbagi peran dalam berorganisasi dan ekonomi.

"Sudah benar UMKM Perempuan ikut berorganisasi, ikut bersinergi dan Pemda mendorongnya akan lebih mudah, melalui Kredit Usaha Rakyat sampai 25 juta tanpa jaminan, sehingga ibu-ibu mendapatkan bantuan permodalan yang meringankan," bupati.

Sementara itu, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Jember Iriane Mirfano menyampaikan, berbicara tentang Hari Kartini, masa sekarang Kartini berbeda dengan Kartini jaman dahulu.

"Hal ini dibuktikan dengan adanya wanita wanita di Indonesia yang juga memiliki kemampuan yang sama, bisa sejajar dengan kaum laki-laki tanpa harus meninggalkan kodratnya sebagai wanita, melayani suami dan sebagai ibu dari anak-anaknya," ulasnya.

20/04/2019

UKM Sardulo Anorogo Menjaga Eksistensi Reog Di Jember




Jember, KaJe 
UKM Sardulo Anorogo merupakan suatu unit kegiatan mahasiswa yang concern pada pendidikan dan pelestarian kesenian Reog di Universitas Jember. ditemui di sekretariatnya yang terletak didekat gedung PKM pada jum'at siang (19/4), Bagus Susilo selaku ketua UKM Sardulo Anorogo menegaskan keinginannya untuk terus melestarikan kesenian Reog.

"Saya ikut Reog sejak SMP, seharusnya pelestarian kesenian Reog ini juga menjadi tugas bagi para generasi milenial saat ini. disamping mengetahui budaya luar, tapi jangan sampai melupakan budaya negara kita sendiri, jangan marah jika Reog di klaim oleh negara lain, kalau tidak melakukan upaya apapun dalam upaya melestarikan tradisi reog" ujar Bagus.

Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2016 asal Ponorogo tersebut juga mengakui masih adanya minat para mahasiswa di Universitas Jember dalam berkecimpung dan turut melestarikan kesenian Reog di tataran kampus melalui wadah UKM Sardulo Anorogo dengan meningkatnya jumlah anggota baru sejak tahun 2016, disamping masih terus eksisnya beberapa padapokan Reog di daerah Jember selatan hingga saat ini.

UKM Sardulo Anorogo bukan tanpa prestasi, latihan rutin yang digelar setiap rabu malam dan sabtu malam di gedung PKM tersebut mampu mendatangkan gelar juara 2 pada suatu festival kesenian di Surabaya 2016 lalu.  Hingga kini, UKM Sardulo masih terus berjuang melestarikan dan mengenalkan budaya Reog pada masyarakat dengan sering tampil di acara penyambutan menteri pada acara seminar, hingga tampil guna memenuhi undangan pada acara khitanan. (UR) 

08/04/2019

Bupati Bangga Raihan Prestasi Peternak Jember


Jember, KaJe
Bupati mengungkapkan rasa bangganya atas penghargaan yang diraih tiga peternak Jember karena berhasil menaikkan nilai harga jual domba.
"Saya bangga. Akhirnya sinergisitas dan kolaborasi membuahkan hasil," jelas bupati usai bertemu tiga peternak itu di Pendopo Wahyawibawagraha, Senin 08 April 2019.
Bupati menjelaskan, sebelum para peternak ini memperoleh keberhasilan, para peternak lebih banyak mencari pasar sendiri.
Namun, semenjak tahun 2017, para peternak membuat kekuatan bersama untuk mencari pasar. "Kalau jumlahnya besar, kan bargainingnya lebih besar," tutur bupati.
Keberhasilan tersebut, merupakan wujud sinergisitas dari pemerintah pusat hingga kabupaten bersama kelompok peternak.
"Di tahun 2018, kita berhasil mengekspor 6.000 domba dengan harga yang memuaskan," ucap bupati kepada sejumlah wartawan.
Keberhasilan itu telah juga diterapkan kepada peternak pemula. Mereka mendapatkan pendampingan pembiayaan dan pendampingan dari Dinas Peternakan.
“Mereka berhasil, setahun balik modal bahkan ada lebihnya," ujar perempuan berlatar belakang dokter ini.
Meski demikian, masih banyak juga peternak yang sendiri-sendiri. Mereka ini akan digabungkan. "Supaya mereka tidak rugi dan mencari pasar sendiri dan bargaining harganya menjadi lemah," ujarnya.
Bupati berharap 2019 pasar ekspor menjadi lebih luas lagi dan stabilitas harga terjadi di dalam negeri. Demikian pula jumlah ekspor domba menjadi berlipat.
Ketua Asosiasi Ekspor Domba Jember Agus Sholehul Huda menjelaskan penghargaan yang akan diterimanya.
Ia mengatakan, penghargaan peternak milenial pendukung ekspor akan diberikan di Makassar pada tanggal 10 April 2019 oleh Kementerian Pertanian.
Tiga orang peternak berprestasi pemasok ekspor komoditas domba itu yakni Agus Sholehul, Shafiya Rifqi, dan Edi Susilo.
Agus Sholehul mengatakan, proses mendapatkan penghargaan ini dimulai dari tahun 2017. Proses verifikasi kemudian dilakukan pada tahun 2018,
“Ekspor domba ke Malaysia ini sebagai salah satu yang mendapatkan harga yang baik atau peningkatan nilai jual," terangnya.
Pada tahun 2018 jumlah ekspor domba ke Malaysia sebanyak 6000. Sementara target tahun ini mencapai 10.000.
"Tetapi yang menjadi masalah di tahun 2019 yakni dari ketersediaan bibit,” jelasnya. Karena itu, konsentrasi kedepannya ada peternak yang difokuskan ke pembibitan.

04/04/2019

Kasatreskrim Polres Jember Himbau Warga Agar Berhati Hati Beli Minyak Goreng Curah


Jember, KaJe
Kasat Reskrim Polres Jember menghimbau masyarakat berhati-hati saat membeli minyak goreng curah. Himbuan ini, pasca mengungkap modus kecurangan seorang penjual minyak goreng di Pasar Baru, Kencong berinisial M (40) pada Selasa lalu (2/3/2019), dengan mengubah takaran dengan memasangi alat pada jerigen.
"Agar lebih berhati-hati lagi kepada para pembeli, terutama para toko-toko yang membeli dari orang-orang yang menjual, khususnya yang kita tangani dalam hal ini adalah minyak goreng curah," kata Kasat Reskrim Polres Jember, Ajun Komisaris Polisi Yadwivana Jumbo Qantasson,  S.I.K .
Modus kecurangan pada takaran penjualan minyak goreng curah, menggunakan sejenis plastik yang ditaruh di bibir jerigen, kemudian diisikan minyak seakan-akan sudah penuh, dengan memanfaatkan kelengahan petugas toko yang tidak mengecek kembali setelah pengisian pada jerigen selesai sebelum melakukan transaksi pembayaran (UR)

02/04/2019

Pemkab Jember Bersama PDAM Gelar Kongres Air MInum


Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jember menggelar Kongres Air Minum, Selasa 02 April 2019, untuk menunjukkan komitmen pemenuhan air bersih bagi semua orang.

Kongres yang dihadiri oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., dan  4.000 orang ini merupakan rangkain kegiatan untuk memperingati Hari Air Sedunia.

Dalam acara yang digelar di GOR PKPSO Kaliwates itu, bupati menjelaskan bahwa 4.000 orang yang menjadi peserta kongres adalah penerima sambungan gratis saluran air bersih dari PDAM.

“Ini adalah wujud dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jember, bahwa air bersih adalah hak semua orang,” tegas bupati. Kongres ini mengambil tagline Pasang 4.000 Sambungan Gratis PDAM.

Sambungan gratis ini berkat gotong royong pemerintah daerah dengan pemerintah pusat. Pada tahun 2018, Pemkab Jember melalui APBD menyubsidi sebesar Rp. 2 Milyar. Anggaran ini meningkat pada tahun 2019 menjadi Rp. 10 milyar.

Penerima pasang gratis ini memiliki kreteria khusus. Diantaranya keluarga dengan ibu hamil, supaya bisa mendapat air bersih selama kehamilan hingga melahirkan dan anak yang dilahirkan sehat.

Keluarga yang memiliki balita stunting atau kerdil juga mendapatkan prioritas untuk menikmati air bersih dari pemerintah ini.

“Air bersih adalah salah satu solusi menyelesaikan masalah balita stunting,” jelas bupati dengan latar belakang dokter ini.

Prioritas juga diberikan kepada keluarga yang memiliki anak tahfidz minimal satu juz. Penyambunan gratis ini juga sebagai apresiasi kepada para guru ngaji, keluarga kader posyandu, keluarga takmir masjid.

Program ini juga untuk para dhuafa, buruh tani, buruh tembakau. Tidak ketinggalan adalah nelayan,  agar bisa meningkat kesejahteraannya.

Sambungan gratis ini juga sebagai upaya bertahap untuk memperluas saluran air bersih di seluruh wilayah kabupaten. Saat ini baru 11 kecamatan dari 31 kecamatan yang telah tersambung dengan PDAM.

“Jember tidak kesulitan mata air. Tetapi, untuk infrastruktur penyambungannya yang perlu diolah sehingga bisa melepaskan ke 31 kecamatan,” jelasnya.

“Kita bikin IPA baru, kolaborasi dengan APBN, sehingga lebih luas lagi,” imbuhnya. IPA yakni instalasi produksi air bersih.

Lebih jauh bupati menerangkan, pada tahun 2017 sekitar 37 persen masyarakat tersambung dengan air bersih. Pada tahun 2018 menjadi 45 persen dan tahun 2019 pemerintah menarget 50 persen masyarakat tersambung dengan PDAM.

Selain itu, bupati mengungkapkan program 4.000 sambungan gratis air bersih PDAM ini mendapat apresiasi dari Museum Rekor Indonesia (Muri).

“Karena memang yang pertama kali memberikan pemasangan dengan jumlah yang paling banyak di Indonesia,” ujarnya. (mia/ mul/ fra/hms)

01/04/2019

Kota Malang Alami Inflasi Ekonomi Tertinggi di Jawa Timur Per Maret 2019



Jember, KaJe
Rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten jember pada Senin (1/4/2019) menunjukkan bahwa Kabupaten Jember mengalami deflasi ekonomi sebesar 0,6 persen pada bulan Maret 2019.

"Tentunya ini kabar gembira, bahwa bulan maret 2019 Kabupaten Jember mengalami deflasi 0,6 persen." ungkap Chandra Birawa dari pihak BPS Kabupaten Jember

Tingkat inflasi ekonomi tertinggi per Maret 2019 terjadi Kota Malang yang mencapai angka 0,36 persen, disusul Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,17 persen, Kota Kediri sebesar 0,16 persen, Kota Surabaya sebesar 0,15 persen dan Kota Madiun mencapai 0,14 persen.

Sedangkan bila ditinjau berdasarkan rentang waktu setahun (maret 2018 hingga maret2019), Inflasi tertinggi terjadi di Kota Surabaya yang mencapai angka 2,55 persen, Kota Malang mencapai 2,46 persen, sedangkan Kabupaten Jember mencapai 2,20 persen. Inflasi Ekonomi Kabupaten Jember secara year-on-year yang mencapai 2,20 persen masih lebih rendah jika dibandingkan tingkat inflasi dalam seluruh regional Jawa Timur yang mencapai 2,25 persen dan juga Inflasi dalam skala Nasional yang mencapai 2,48 persen. (U.R)

Deflasi Ekonomi Kabupaten Jember Karena Turunnya Harga Komoditi



Jember, KaJe 
Berdasarkan rilis data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember per Maret 2019 yang menunjukkan angka deflasi 0,6 persen di Kabupaten Jember.

Deflasi Ekonomi Di Kabupaten Jember pada bulan Maret 2019 dipicu oleh turunnya harga komoditi daging ayam ras, besas, wortel, jeruk, bensin, telur ayam ras, bayam labu, genteng dan bolu yang kesemuanya tergolong sebagai komponen bergejolak (Volatile Foods).

Per bulan Maret 2019 terjadi panen raya tanaman padi di kabupaten Jember sehingga harga beras pada tingkat konsumen turun mencapai Rp.5000,00 per kilogram.

"Ini (deflasi) terjadi pada komoditas bergejolak sebagai penyumbang terbesar deflasi, itu adalah Volatile Foods." ujar  Indria Purwaningsih dihadapan awak media.

Volatile Foods (Komponen Bergejolak) berandil besar pada terjadinya deflasi ekonomi di Kabupaten Jember dengan besaran deflasi sebesar 0,74 persen serta sumbangan deflasi sebesar 0,15 persen selanjutnya ada komponen yang diatur negara (administered price) yang mengalami deflasi sebesar 0,7 persen dengan sumbangan deflasi sebesar 0,1 persen, serta komponen inti (core inflation) yang mengalami inflasi sebesar 0,18 persen, dengan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen.  (UR)