05/03/2019

Bupati Thoriq Minta Layanan Adminduk Jemput Bola Dituntaskan

Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., meninjau pelayanan Jemput Bola Adminduk oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kab. Lumajang di Desa Kandangan, Kecamatan Senduro, Selasa (5/3/2019) pagi.                 

Dalam kesempatan itu, selain menyapa masyarakat yang sedang  mengurus  administrasi, Bupati juga meninjau kesiapan para petugas dan peralatan yang digunakan dalam pelayanan administrasi kependudukan.

Saat dimintai keterangan, Bupati mengatakan, kegiatan yang dilakukan merupakan upaya pemerintah Kabupaten Lumajang untuk menuntaskan administrasi kependudukan di seluruh wilayah Kab. Lumajang. "Kami sedang melakukan cetak KTP langsung di desa, tidak hanya KTP yang kami cetak, kartu keluarga,akta lahir juga kami cetak," ungkapnya.

Bupati menegaskan, bahwa pelayanan jemput bola administrasi kependudukan itu, akan terus dilakukan di semua desa di wilayah Kabupaten Lumajang.  "Kegiatan ini akan kami lakukan di semua desa dengan secara terukur, untuk menyelesaikan masalah KTP yang belum dicetak. Nanti akan diserahkan langsung kepada pemohon,"  pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendaftaran Penduduk Dispenduk Capil Kab. Lumajang, Saiful Rizal mengatakan pelayanan jemput bola adminduk itu merupakan salah satu perwujudan dari program Bupati dan Wakil Bupati Lumajang.

Sebelumnya, pelayanan serupa sudah dilakukan di beberapa wilayah di Kabupaten Lumajang dengan target pelayanan selesai di tempat. Sampai saat ini, Perekaman KTP sudah mencapai 96 persen dari total warga yang berhak. Dengan hasil itu, Dispendukcapil Kabupaten Lumajang akan terus mengupayakan, agar perekaman KTP tuntas 100 persen di seluruh wilayah Kabupaten Lumajang. (Suatman)

Simbol.Agama Hindu Dirusak , Polisi Langsung Turun Tangan


Lumajang, KaJe
Dunia sosial media hari ini digemparkan dengan berita perusakan simbol agama Hindu di Desa Argosari Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang. Diketahui, patung yang dirusak bukanlah patung yang berada di Pura Mandara Giri Senduro, tetapi merupakan patung Padmasari yang berada di pinggir jalan.

Polsek Senduro yang mengetahui kejadian ini, dibantu anggota Polres Lumajang turun langsung ke tempat kejadian. Setelah dikroscek secara langsung, memang benar telah terjadi pengrusakan patung di 3 tempat yang berbeda, yakni di dekat jembatan Jurang Gedok Jl. Desa Argosari Kecamatan Senduro, di tikungan di Jl. Desa Argosari Kecamatan Senduro, serta di Simpang tiga Bakalan di Jl. Desa Argosari Kecamatan Senduro.

  Dalam pernyataan nya, AKBP DR Muhammad Arsal Sahabn SH SIK MM MH menyatakan tak ada kaitanya sama sekali dengan unsur SARA. “Secara tegas saya katakan tak ada keterkaitannya dengan unsur SARA. Saya sangat menghimbau kepada umat hindu untuk menahan diri dan tak terprovokasi atas kejadian ini. Karena memang hanya dilakukan oleh orang iseng saja. Selain itu meskipun agama Hindu adalah agama minoritas di Kecamatan Senduro, nyatanya tak pernah ada penolakan kegiatan peribadatan selama ini,"  ujarnya.

“Saya berjanji untuk berusaha mengungkap pelaku pengrusakan patung Padmasari yang berada dipinggi jalan Desa Argosari ini. saya tidak ingin masalah ini di plintir oleh orang-orang tak bertanggungjawab,” tegas Arsal

  Senada dengan Kapolres Lumajang, Bapak Ismail selaku Kepala Desa Argosari kecamatan Senduro juga mengatakan tak ada permasalahan antar warganya yang berbeda keyakinan. “Ini adalah ulah orang iseng. Warga saya tak pernah bersebrangan masalah kegiatan umat Hindu di wilayah Senduro. Saya sebagai Kepala Desa akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Segera akan kami perbaiki kembali bersama masyarakat Argosari,” ungkapnya.

  Selain itu, Parisada Hindu Dharma Indonesia atau yang lebih dikenal PHDI Lumajang juga menyatakan bahwa umat Hindu  di Lumajang akan bersabar dan menahan diri serta melimpahkan segala urusan ke pihak yang lebih berwenang. “Ini bukanlah sebuah penolakan terhadap kegiatan peribadatan umat Hindu. Saya yakin ini adalah orang iseng semata, kami tak pernah berkonflik dengan masyarakat Argosari selama ini. Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Kepala Desa Argosari dan Kapolsek Senduro” ungkap Edy Sumianto. S,Ag yang merupakan Ketua PHDI wilayah Lumajang. (Suatman )

Pemkab Jember Bentuk FOPD


Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember menggelar Forum Organisasi Perangkat Daerah (FOPD) untuk menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Jember tahun 2020.
Forum OPD ini digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin, 4 Maret 2019. Bupati dan Wakil Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR dan Drs. KH. Abdul Muqit Arief, hadir dalam forum tersebut.
Dalam kesempatan tersebut bupati menegaskan, dalam merancang rencana kerja tahun 2020 itu agar fokus pada target RPJMD sambil menjalankan program tahun 2019.
"Sehingga tahun 2020 harus mengacu kepada tema yang menguatkan target tersebut yaitu mandiri, kuat, dan bersih," terangnya.
Fokus target mengarah pada penguatan ekonomi, penguatan integritas pemerintahan, dan memperkuat sistem SOP (Standar Operasional Prosedur) untuk memastikan pelayanan cepat, murah, tidak ada pungli.
Dalam pengarahannya itu, bupati memaparkan program yang menjadi perhatian pada tahun 2020. Diantaranya adalah wisma serbaguna untuk jamaah umroh dan haji, dengan kapasitas 800 kamar tidur.
Untuk menuju wisma serbaguna itu, prioritas pembangunan pada tahun 2019 adalah menuntaskan embarkasi haji dan umroh.
Pada tahun 2020 juga menuntaskan pembangunan Ruang Terbuka Hijau di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Menyelesaikan pembangunan infrastruktur, termasuk jalan,  juga menjadi prioritas di tahun 2020 nanti.
Pada tahun yang sama, Kabupaten Jember memerlukan transportasi massal. Karena itu, mulai saat ini perlu merencanakan pembangunan transportasi massal tersebut.
"Sudah saatnya Jember ini, yang jaraknya dari ujung ke ujung jauh, bisa ditempuh lebih mudah, murah, dan cepat," ungkapnya. Pembangunan transportasi massal tersebut akan dimulai dirancang dari tahun 2020.
Jember punya potensi sungai yang banyak. Menurut bupati, selama ini potensi sungai ini belum tergarap dengan baik.
Sungai di Jember, bagi bupati, semestinya bisa menjadi potensi wisata maupun potensi ekonomi bagi masyarakat.
Karena itu, hal baru yang perlu dikembangkan adalah wisata berbasis sungai, yang harus dirancang pada tahun 2020.

Umat Hindu Bikin Ogoh Ogoh Sambut Hari Raya Nyepi


Jember, KaJe
Ogoh-ogoh merupakan kesenian umat Hindu dan
 Boneka raksasa yang bermacam macam yang biasanya digunakan untuk menyambut datangnya hari raya Nyepi


“Sudah hampir 75 persen hanya tinggal memasang aksesoris dan pakaian, ” kata Wahyu Widodo Spd salah tokoh agama Hindu di setempat, Senin (4/3/2019) siang.

Widodo mengatakan bahwa perayaan ogoh ogoh yang akan di gelar pada hari Rabu (6/3/2019) akan diikuti sedikitnya kurang lebih 10 regu dari kelompok umat hindu yang ada di kabupaten Jember.

Dia juga menuturkan kalau perayaan kali ini juga akan di ikuti komonitas pecinta seni Indonesia (KPSI) yang jumlahnya di perkirakan 300 orang, dengan pakaian khas kesenian yang akan di berangkatkan paling depan sebagai regu penghormatan.

 Tidak hanya itu, karang taruna dan pemuda Desa Sukoreno juga akan di libatkan dalam acara tersebut dengan menggelar basar,” tambahnya.

Menurut Widodo, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Muspika Umbulsari agar pelaksanaan perayaan ogoh ogoh nanti bisa aman dan lancar dan bantuan dari polsek kencong, Kami juga sudah mengirimkan undangan ke  Pemkab Jember, Polres dan Kodim. (sbr)

Korban Dikalungi Celurit, Terkuak Saat Rekontruksi



Lumajang, KaJe
Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH memimpin langsung gelar rekonstruksi aksi perampasan kendaraan bermotor roda dua Jenis Yamaha Mio warna merah di sekitar GOR Wira Bakti Lumajang. Aksi perampasan ini terjadi pada tanggal 14 Maret 2018 sekitar pukul 21.00 WIB.

Pelaku M Imron alias Dewo, yang merupakan joki dibalik peristiwa perampasan motor tersebut. Dalam pengakuan Dewo yang saat itu dengan dua orang rekannya yang bernama Didik dan Yulfi (keduanya masuk DPO Polres Lumajang) saat melintasi selatan GOR, melihat korban yang sedang berduaan dengan pacarnya di atas motor di tempat sepi. Yulfi pun langsung turun dan mengalungkan celurit yang dibawa, agar korban mau menyerahkan motornya. Tanpa perlu banyak waktu, ketiga pelaku pun berhasil membawa motor korban.

  Tak sampai disitu, Dewo juga mengakui dua hari berselang tepatnya tanggal 16 Maret 2018 juga telah mencuri motor yang terparkir di depan warung bakso di daerah Kecamatan Tekung. Lagi lagi bersama Didik, dalam aksi kali ini mereka berhasil menggondol sepeda motor matic jenis Vario. Korban yang meninggalkan sepeda motornya didepan warung, tak tau jika motornya dibawa kabur oleh pelaku.

  Akhirnya, Dewo pun harus menghentikan aksi petualangan kriminalnya di Pulau Dewata setelah Tim Cobra Polres Lumajang berkolaborasi dengan Tim Macan Nusantara Bersatu Polda Bali. Petugas pun dibuat kerepotan karena si pelaku menolak pada saat ditangkap, hingga akhirnya harus diberikan tembakan di salah satu kaki pelaku.

  Arsal Sahban mengatakan, agar dua orang pelaku yang lain yang mana merupakan DPO agar segera menyerahkan diri. Pihaknya menghimbau agar dua orang rekan dari Imron alias Dewo ini segera menyerahkan diri. "Kalian percuma berusaha melarikan diri, Tim Cobra Polres Lumajang telah mengantongi identitas kalian yakni atas nama Didik dan Yulfi. Saya harap dimanapun kalian berada, mendengar ultimatum saya ini. Karena jika tidak, maka bersiaplah untuk merasakan patukan Tim Cobra kami," tegas Kapolres di depan awak media.

  AKP Hasran Cobra yang juga merupakan Kasat Reskrim Polres Lumajang juga mengatakan himbauan yang sama. “Kami tak tinggal diam, kami telah menyebar identitas dari DPO agar segera ditemukan. Kami ingin kasus ini dapat segera terselesaikan seluruhnya, apalagi identitas mereka juga sudah kami ketahui, jadi mempermudah dalam pencarian dua orang tersebut," pungkas pria yang juga menjabat sebagai Katim Cobra tersebut dengan optimis. ( Suatman )

04/03/2019

Saiful Anwar Raih Suara Terbanyak Dalam Rapat Senat Pemilihan Direktur Polije



Jember, KaJe
Dalam perhelatan suksesi pimpinan tertinggi di Politeknik Negeri Jember (Polije) puncaknya dilaksanakan pada Senin (4/3) siang yang dilaksanakan Ruang Sidang lantai 3 Gedung Asih Asah Asuh.

Rapat Tertutup Senat Polije tersebut dihadiri semua anggota Senat Polije serta utusan Menteri Ristekdikti yang dikuasakan kepada Dr. Totok Prasetyo, B.Eng, MT. Dalam rapat Senat yang dipimpin oleh Dr. Ir. Nanang Dwi Wahyono, MM selaku Ketua dan dibantu Sekretaris Senat Dr. Ir. Budi Hariono, M.Si.

“Alhamdulillah rapat tertutup senat berjalan dengan tertip dan lancar”, tandas Nanang Dwi Wahyono yang juga merupakan Direktur Polije saat ini. Menurut dia, komposisi seluruh suara senat sebanyak 34 suara mempunyai proporsi sebanyak 65 persen, sedangkan suara Menteri Ristekdikti sebanyak 18 suara dengan proporsi 35 persen.

Dari hasil penghitungan suara dihadapan semua anggota senat Polije diperoleh hasil : Ir. Michael Joko Wibowo, MT dengan 2 suara, Saiful Anwar, S.TP, MP dengan 47 suara serta Wahyu Kurnia Dewanto, S.Kom, MT memperoleh 3 suara. “Selanjutnya penetapan hasil pemilihan Direktur Polije oleh Senat tersebut akan dikirimkan ke Menteri Ristekdikti untuk ditetapkan menjadi Direktur Polije periode 2019-2023," ujar Nanang Dwi Wahyono.

Dalam sambutannya sebelum pemilihan dimulai, Totok Prsaetyo yang merupakan Direktur Pembinaan Kelembagaan Ditjen Kelembagaan Kemenristekdikti menyampaikan bahwa di Era Revolusi Industri 4.0 peran perguruan tinggi sangat strategis untuk menghasilkan SDM unggul dan kompeten agar mampu berkontribusi positif pada pembangunan bangsa.
“Peran PT terutama Politeknik sangat penting dan strategis untuk menghasilkan SDM yang kompeten," paparnya.

Menurut dia, kita harus mengapresiasi kepada calon Direktur, karena tidak semua orang mampu menjadi pemimpin. Selanjutnya Totok Prasetyo mengajak kepada semua komponen PT untuk mendukung siapapun Direktur terpilih, agar mampu mengakselerasi setiap program kerja dalam rangka mewujudkan visi dan misi Polije.

Dalam wawancara dengan awak media Direktur Polije mengapresiasi jalannya sidang tertutup Senat Polije dan mengucapkan selamat kepada Bapak Saiful Anwar atas diraihnya suara terbanyak, semoga setelah prosesi pelantikannya, mampu mensinergikan semua potensi yang ada untuk pengembangan Polije yang lebih baik lagi terutama di era revolusi industry 4.0.
“Selanjutnya dijadwalkan pelantikan Direktur Polije periode 2019-2023akan dilaksanakan pada Rabu, 6 Maret 2019 di Gedung D Kemenristekdikti,” tutur Nanang Dwi Wahyono. (Mia/bbg/hms)

Rekontruksi Curanmor, Pelakunya Kakak Beradik

Lumajang, KaJe
Sekitar sepekan lalu,  warga Lumajang digegerkan dengan beredarnya kabar hampir dibakarnya dua orang pelaku pencurian motor warga di wilayah Desa curah petung Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. Dua orang warga asal Desa Sumber wringin Kecamatan
Klakah Kabupaten Lumajang harus diamankan oleh pihak kepolisian karena tertangkap tangan melakukan pencurian kendaraan di Lahan sengon  Dusun Darungan kidul Desa curah Petung  Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang.
Keduanya adalah Rusan (31), swasta alamat Desa sumber wringin kec. Klakah Kec. Kedungjajang Kabupaten Lumajang dan Rusen (33th), swasta alamat Desa Sumber wringin Kecamatan Klakah Kabupaten  Lumajang.

Pelaku mencuri motor korban menggunakan alat berupa kunci T. Menurut keterangan pelaku dalam menjalankan aksinya hanya memerlukan waktu satu menit untuk dapat menyalakan motor korban.

Setelah berhasil menyalakan sepeda motor lantas pelaku pergi begitu saja namun ditengah perjalanan kepergok warga setelah korban berteriak minta tolong mendengar kendaraannya dinyalakan orang lain dan saat tertangkap nyaris saja pelaku dihakimi masa ditempat karena saking geramnya warga terhadap tindak pencurian yang dilakukan oleh tersangka.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menegaskan, kedua pelaku adalah kakak beradik. keduanya residivis yang sudah keluar masuk penjara. awalnya mereka berdua sempat tidak mengakui perbuatannya, tapi setelah saya tunjukkan kunci T dan celurit yang mereka bawa, akhirnya mereka tidak bisa mengelak lagi dan mengakui sempat membawa pergi motor korban dengan menggunakan kunci T,” ujar Arsal.

Menurut Arsal, pelaku dalam satu peristiwa sebenarnya melakukan 2 tindak pidana sekaligus yaitu pencurian kendaraan bermotor dan membawa senjata tajam jenis clurit yang melanggar undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana maksimal 10 tahun," ujarnya kembali.

Sesuai yang disampaikan Kapolres, kedua pelaku yang masing masing bernama Rusan (31) beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah dan Rusen (33) yang juga beralamat di Desa Sumber Wringin Kecamatan Klakah ini adalah kakak beradik yang keduanya juga telah tersangkut beberapa kasus criminal.

Rusan sendiri telah melakukan aksi kriminal, diantaranya adalah kasus pencurian ayam di tangani polsek Randuagung (th 2009) dan dihukum penjara 7 bulan, selanjutnya adalah kasus pencurian Sapi di tangani Polres Lumajang (th 2011) dan dihukum penjara selama 8 bulan, serta yang terakhir adalah kasus membawa Senjata Tajam (Clurit) yg mana ditangani polsek Klakah (th 2014) dan dihukum penjara 7 bulan. Seluruh kasus tersebut dipenjara di Lapas Lumajang.

Sedangkan sang kakak, Rusen baru melakukan aksi kriminal sebanyak satu kali yakni kasus pencurian ayam dan di tangani Polsek Klakah tahun 2014, serta harus merasakan dinginnya bui selama 6 bulan di Lapas Lumajang.

Mereka berdua terbukti telah melanggar Pasal 363 ke 4 KUHP, yakni tindak pidana pencurian (curanmor) dilakukan 2 orang bersama-sama serta diancam pidana penjara paling lama 7 tahun, Pasal 363 ke 4 KUHP," tegas Hasran Cobra sekaligus Katim Cobra. (Suatman)