10/04/2020

Desa Beladu Wetan Lakukan Penyemprotan Disinfektan dari Rumah ke Rumah

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com
--- Menghadapi pandemi Covid-19 Pemerintah Desa Beladu wetan Kecamatan Banyuanyar Kabupaten Probolinggo melaksanakan penyemprotan disinfektan untuk pencegahan penyebaran Virus Corona.

Upaya ini bagian dari pencegahan wabah tersebut tidak terus berkembang. Untuk Desa Beladu wetan sendiri melakukan penyemprotan mulai  Kamis (9/4) secara rutin sesuai dengan himbaun pemerintah.

Tim satgas covid - 19 pemerintah desa di bantu oleh RT / RW , Pemuda desa , karang taruna dan  Pelda Eko Supriyono Koramil 0820/20 Banyuanyar , sebagai Babinsa desa Bladu wetan.

Seperti yang di jelaskan oleh kepala Desa Bladu wetan H. Zainullah " penyemprotan Disinfektan ini untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid - 19 di Desa kami , penyemprotan ini akan terus kami lakukan di semua dusun selama 1 minggu kedepan.

Adapun yang kami semprot yaitu selokan ,pagar rumah warga serta jalan kecil yang berada di dusun kami ,hingga rumah rumah warga hampir merata didesa kami sudah kami seprot dengan Cairan disinfektan. 

Untuk tempat umum seperti Masjid ,sekolah dan yang lain sudah kami lakukan penyemprotan sebelumnya,
penyemprotan di titik dusun yang bersentuhan langsung dengan masyarakat .

Dalam kegiatan tersebut di hadiri oleh Satgas Covid -19  babinsa perangkat Desa, serta relawan Desa , harapan kami semoga wabah Covid-19 ini cepat bisa teratasi dan bisa normal kembali ,karena masyarakat desa kami Mayoritas petani " jelas kades Zainullah pada Kabare Probolinggo .(MH)

KKM Jambearum Terima 150 Paket Sembako


Jember, Kabarejember.com 
-- Sebanyak 150 paket sembako dari pemdes Jambearum dibagikan oleh Tiga Pilar desa Jambearum kecamatan Puger kepada keluarga kurang mampu (KKM) pada Kamis, 9 April 2020. Sasaran pembagian sembako adalah KKM desa Jambearum yang tidak menerima program PKH atau BPNT. Pembagian sembako dimaksudkan untuk membantu perekonomian  masyarakat miskin menghadapi virus corona (covid 19).

Kegiatan pembagian sembako di desa Jambearum dilakukan oleh Kepala desa Jembearum, Imroati. Didampingi  bhabinkabtibmas Bripka A F Feto, babinsa Pelda Eko Jatmiko, didampingi BPD, perangkat desa dan relawan. Paket sembako dibagikan kepada masyarakat kurang mampu desa Jambearum yang tersebar di dusun Darungan 50 paket, dusun Krajan 40 paket, dan dusun Kedung Sumur 60 paket. Setiap paket sembako berisi 5 kg beras, 2 kg minyak goreng, gula 1 kg, 5 mie instan, 1 pak biskuit, dan 1 botol kecap.

Sejak pukul 08.00 wib sampai selesai, semua unsur yang terlibat dalam kegiatan bekerja tanpa mengenal lelah di bawah terik matahari pagi. Selain membagikan sembako, masyarakat juga dihimbau untuk  selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, sesering mungkin mencuci tangan, memakai masker dan menerapkan fisical distancing apabila terpaksa melakukan kegiatan di luar rumah.

Kepala Desa Jambearum, Imroati menyatakan bahwa bantuan sembako ini sebagai wujud kepedulian pemdes Jambearum kepada keluarga kurang  mampu di desanya dalam menghadapi vorus corona (covid 19). "Insya Allah tepat sasaran karena keluarga kurang mampu penerima sembako bukanlah  keluarga yang sudah menerima program PKH ataupun BPNT. Semoga sedikit bantuan ini bermanfaat bagi perekonomian masyarakat dalam menghadapi badai covid 19."katanya. (heri)

Tak Sempat Jawab Pertanyaan Anggota Dewan, Bupati Tinggalkan Rapat Bersama DPRD Jember


Jember, Kabarejember.com 
-- Rapat Paripurna dengan agenda penetapan 5 Raperda( Rancangan peraturan daerah) Kabupaten Jember yang berlangsung pada Kamis Sore 09/04/2020 berujung hengkangya Bupati Jember dr. Hj Faida MMR dari Gedung DPRD Kabupaten Jember.

Peristiwa tersebut terjadi saat pembahasan 5 Raperda usai di tandatangani oleh Bupati dan Pimpinan Dewan yang seterusnya menjadi Perda Kabupaten Jember. Dimana saat pimpinan hendak menutup rapat paripurna,tiba-tiba ada intruksi dari anggota dewan.

Sebut saja Agusta Jaka Purwana, anggota dewan dari Partai  Demokrat ini langsung melontarkan pertanyaan terkait munculnya anggaran Rp. 400 miliar dan menanyakan dari mana sumber anggaran tersebut, dan meminta kepada Bupati untuk bisa menjelaskan, sehingga tidak terjadi ke simpang siuran informasi di masyarakat.

Tak berhenti di Agusta, Nyoman Aribowo anggota dewan dari Partai PAN ini menanyakan terkait seperti apa APBD Jember yang sampai detik ini belum ada pembahasan.

Belum selesai pertanyaan dari Nyoman, Bupati langsung beranjak dari tempat duduknya lalu meninggalkan gedung dewan tanpa menjawab pertanyaan dari dua anggota DPRD kabupaten Jember ini.

Menangggapi hal tersebut Ketua DPRD kabupaten Jember Itqon Syauqi menyampaikan, bahwa agenda hari ini adalah sidang paripurna penetapan 5 Raperda menjadi Perda Jember, di satu sisi juga tidak bisa menyalahkan anggota DPRD yang melakukan instruksi terkait simpang siurnya soal realokasi anggaran Rp. 400 miliar yang disampaikan Bupati di berbagai media.

"Hak pengawasan itu kan melekat di DPRD, hanya saja terus terang harusnya memang pimpinan DPRD dengan Bupati ini harus bisa komunikasi ini  bagaimana kok ada realokasi itu.

Barang kali, memang diantara anggota DPRD ini ada yang tidak sabaran karena dipojokkan setiap hari, seolah-olah DPRD ini tidak pro dengan penanganan Covid-19 di Kabupaten Jember ini.

Artinya, apa yang dilakukan Bupati itu baik, membeckup anggaran sebesar-besarnya untuk penanganan Covin-19 itu baik dan pihaknya sangat setuju sekali.

"Tapi ini negara, kalau kata Pak Nyoman ini NKRI, harus jelas  aturannya, Rp. 400 miliar itu dari mana ?. Itu lho. Tapi beliau (bupati) berhak kalau kecewa atau apalah, karena ini memang bukan agendanya," jelas Itqon.

Seluruh anggota DPRD itu kata dia, punya hak menanyakan apapun itu, dan Pak Nyoman dan Pak Agusta itu cukup alasan. Karena memang begitu tersumbat kran komunikasi antara DPRD dengan Bupati.

Bagi Pak Nyoman dan Pak Jaka ini mungkin kesempatan, ini kan demi rakyat Jember juga, harus ada kepastian hukumnya terkait dana penanganan Covid itu sehingga tidak jadi temuan BPK di kemudian hari. "Saya apresiasi itu," tegas Itqon.(Lilik)

09/04/2020

Tidak Punya APBD, Darimana Anggaran Rp. 400 M untuk Penanganan Covid-19


Jember, Kabarejember.com 
- Anggaran sebesar Rp 400.000.000.000  (400 miliar rupiah)  disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Jember dalam upaya penanganan wabah Covid-19 di Kabupaten Jember. Kamis 09/04/2020. 

Anggaran sebesar Rp 400 miliar ini secara garis besar terbagi kepada tiga bagian diantaranya penanganan kesehatan Rp. 230.635.076.000 yang meliputi pengadaan alat dan obat serta intensif petugas.

Yang ke dua terkait penanganan dampak ekonomi dimana anggaran Rp. 81.964.524.000 yang meliputi Insentif, pemberdayaan warung dan pemberdayaan UMKM/IKM.

Yang ketiga, terkait Jaringan Pengaman Sosial dengan anggaran Rp. 87.400.400.000 dimana anggaran ini meliputi masyarakat, penderita dan keluarga pasien.

Perhatian Pemerintah Kabupaten Jember yang telah menganggarkan dana Rp. 400 miliar dalam penanganan Covid-19 patut diapresiasi. Namun beberapa pertanyaan muncul dari awak media terkait sumber anggaran tersebut, sedangkan semua pihak tahu bahwa Kabupaten Jember sampai detik ini belum memiliki APBD.

Kesempatan bertemu Bupati usai mengikuti acara Vicon di Mapolres Jember, para awak media mencoba mendapatkan penjelasan terkait anggaran tersebut, namun sayang bupati enggan diwawancara dengan menyatakan, " jangan wawancara, bahaya ," sergah bupati  langsung masuk mobil dan meninggalkan awak media.

Tidak adanya penjelasan bupati soal anggaran Rp. 400 miliar untuk penanganan Covid-19, para awak media hanya bisa menelan air liur dan membiarkan bupati pergi meninggalkan halaman  Mapolres Jember. (Lilik)

Mewabahnya Covid-19, Tak Pengaruhi Aktifitas 700 Lebih Pekerja PT Muroco Jember


Jember, Kabarejember.com
--- Pandemi Covid-19 yang turut melanda Kabupaten Jember tidak hanya berdampak sosial,kesulitan ekonomi sangat dirasakan oleh masyarakat saat ini,namun ada lebih 700 orang pekerja Pabrik pengolahan kayu di PT. Muroco Arjasa Jember masih bisa tersenyum karna aktifitas pabrik berjalan seperti biasa.

Dengan aturan dan pemberlakuan SOP yang ketat dalam upaya pencegahan meluasnya Virus Covid-19 serta penjadwalan jam kerja, pabrik pengolahan kayu ini terus beroperasi seperti biasa. Kamis 09/04/2020

Tinjauan Awak Media di lokasi pabrik, kegiatan dan aktifitas pekerja berjalan seperti biasa,namun SOP terkait pencegahan Covid-19 seperti penyemprotan disinfektan, penyediaan Hand sanitizer dan tempat cuci tangan telah disediakan oleh pihak pabrik.

Febriani Mustika, Personalia PT.Muroco  yang sempat dimintai komentarnya menyampaikan "Alhamdulillah sampai detik ini aktifitas di Pabrik ini berjalan normal," tuturnya.

Dalam kondisi Pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini,pihak pabrik memberlakukan aturan yang ketat bagi setiap orang atau kendaraan dari luar yang akan masuk ke kawasan pabrik wajib melalui SOP yang ketat sesuai petunjuk Pemerintah.

"Hal ini kami lakukan demi mencegah penularan Virus Covid-19,sekaligus mematuhi apa yang menjadi himbauan dari Pemerintah, khususnya Muspika Kecamatan Arjasa," tuturnya.

Menyentuh soal dampak dari meluasnya Virus Covid-19 kepada kegiatan Pabrik, Febriana menekankan " Alhamdulillah kegiatan pabrik berjalan seperti biasa dan tidak ada pemberhentian atau PHK pekerja," tegasnya.

Mohon doanya kami bisa terus beraktifitas, dan pabrik ini terus beroperasi agar 700 lebih pekerja yang mencari nafkah di pabrik ini terus bisa menafkahi keluarganya, semoga keadaan kembali menjadi normal . (Lilik)

Camaba Jalur SNMPTN di UNEJ Daftar Ulang Secara Daring


Jember, Kabarejember.com 
(9 April 2020) -- Pengumuman hasil Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) telah diumumkan tanggal 8 April lalu. Dan sebanyak 2.362 calon mahasiswa diterima di Universitas Jember. Selanjutnya para calon mahasiswa baru (Camaba) ini wajib melaksanakan kegiatan daftar ulang yang terdiri dari tahapan verifikasi data dan registrasi ulang. Mengingat kondisi saat ini dimana pandemi Covid-19 melanda, maka Universitas Jember merencanakan daftar ulang secara daring, termasuk pada tahapan registrasi ulang. Hal ini disampaikan oleh Iwan Taruna, Rektor Universitas Jember di Kampus Tegalboto (9/4).

Menurut Iwan Taruna, jika siswa sudah dinyatakan lolos oleh Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) maka bukan berarti sudah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang dipilih, sebab siswa masih harus mengikuti kegiatan daftar ulang di masing-masing PTN, yang jadwal dan detil persyaratannya bisa berbeda dari satu PTN dengan PTN yang lainnya.    “Kegiatan daftar ulang di Universitas Jember terdiri dari tahapan verifikasi data yang meliputi data Camaba dan data orang tua yang prosesnya dilakukan secara daring. Tahapan verifikasi ini dilakukan dari tanggal 9 April hingga 21 April 2020 nanti. Camaba diminta mengisikan datanya dan data orang tua melalui laman sister.unej.ac.id/calonmahasiswa,” jelas Iwan Taruna. 

Jika tahap verifikasi data telah dilakukan, maka akan muncul penetapan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi Camaba dan masa pembayarannya,  yang dilaksanakan pada 24 April hingga 5 Mei 2020. Terkait dengan pembayaran UKT, Rektor Universitas Jember menegaskan mengikuti kebijakan dan aturan yang ditetapkan oleh Kemendikbud RI. “Tahapan pembayaran UKT akan diteruskan dengan tahapan registrasi ulang yang sedianya mewajibkan mahasiswa datang ke Kampus Tegalboto, namun melihat kondisi saat ini, maka proses registrasi ulang juga dilakukan secara daring. Untuk detil teknis registrasi ulang akan kita umumkan pada tanggal 27 April 2020 nanti,” jelas Iwan Taruna.

Sementara itu menurut Zulfikar, Wakil Rektor I bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni, ada 14.605 siswa dari seluruh Indonesia yang memilih Universitas Jember di jalur SNMPTN, sementara hanya 2.362 yang diterima. Camaba sejumlah 2.362 yang diterima oleh Kampus Tegalboto menjadikan Universitas Jember sebagai PTN nomor lima di Indonesia yang paling banyak menerima Camaba dari jalur SNMPTN. “Sebanyak 10.418 siswa memilih Universitas Jember sebagai pilihan pertama, sementara sisanya sebanyak 4.187 siswa menjadikan Universitas Jember sebagai pilihan kedua. Data ini menunjukkan bahwa Universitas Jember telah menjadi pilihan utama bagi siswa,” ungkap Zulfikar.

Program studi yang diminati masih belum banyak berubah dari tahun ke tahun. “Untuk program studi Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran masih menjadi yang paling diminati dengan jumlah peminat 1.173 orang, sementara daya tampungnya hanya 48 kursi saja. Sedangkan untuk program studi Sosial Humaniora Program Studi Manajemen menjadi yang pertama, diminati 1.124 orang sementara kursi yang tersedia hanya 72,” kata Zulfikar.
Berikut lima besar program studi yang paling diminati di Universitas Jember di jalur SNMPTN 2020 ;
SAINTEK *
No Program Studi Peminat Daya Tampung
1. Pendidikan Dokter 1.173 48
2. Farmasi 1.145 48
3. Keperawatan 1.031 60
4. Kesehatan Masyarakat 1.011 60
5. Pendidikan Dokter Gigi 787 48
*Data ini tidak mencerminkan keketatan/kompetisi di sebuah program studi   

SOSHUM * 
No Program Studi Peminat Daya Tampung
1. Manejemen 1.124 72
2. Akuntansi 728 60
3. Hukum 669 140
4. Administrasi Bisnis 625 45
5. Pendidikan Guru Sekolah Dasar 589 41
*Data ini tidak mencerminkan keketatan/kompetisi di sebuah program studi. 

(Mia/iza/iim/hms)

Ini Cara Polres Peduli Terhadap Krisis Stok Darah PMI Jember




Jember, Kabarejember.com 
 - Terjadinya krisis tabung darah di PMI Jember hingga mencapai 50% dari stok yang ada langsung mendapat respon cepat Polres Jember.bersama Kodim 0824/Jember Kamis 09/04/2020 Polres menggelar kegiatan donor darah dihalaman Mapolres Jember.

Kegiatan yang di monitor langsung oleh ketua PMI Jember ini diikuti oleh Pimpinan dan jajaran Polres Jember serta anggota Kodim 0824/Jember.

Waka Polres Jember Kompol Windy Syafutra saat di wawancarai oleh Awak media menyampaikan,ya pagi ini Polres Jember menggelar "Polres Peduli" dengan kegiatan donor darah ini kami berupaya membantu menambah stok darah di PMI Jember.

Seperti kita tahu dengan adanya wabah Virus Corona ini pergerakan warga sangat terbatas sehingga mempengaruhi partisipasi masyarakat untuk mendonor darah,oleh karna itu kita memberikan dukungan dengan mendorong personil Polres Jember agar bisa berpartisipasi dalam kegiatan donor darah yang turut melibatkan personil Kodim 0824/Jember.

Dari kegiatan ini kita targetkan 150 kantong darah dari anggota kita belum lagi dari personil TNI, tapi minimal 150 kantong akan tercapai.

Harapan kami,kepada masyarakat yang sudah biasa melakukan donor darah terus bisa melakukan donor darah di kantor PMI,disana juga diterapkan SOP yang ketan dan pemberlakuan Physical Distancing.

Sementara itu, Zainal Marzuki, selaku Kepala PMI Jember dalam wawancaranya sangat mengapresiasi langkah-langkah dari Polres Jember yang sangat tanggap dalam merespon persoalan stok darah di PMI Jember.

Dengan kebutuhan darah di PMI Jember mencapai 3000 hingga 35000 setiap bulanya, pemberlakuan Physical Distancing dan beberapa SOP yang diterapkan saat ini sangat berpengaruh sekali kepada pemenuhan stok darah yang ada.

Bahkan sebelumnya sempat terjadi terjadi krisis kekurangan stok darah hingga 50%, dengan berbagai komunikasi dan upaya yang kita lakukan dan kerja sama dari banyak pihak, Alhamdulillah stok darah di PMI saat ini mencukupi.

Seperti kita tahu PMI Jember ini merupakan koordinator jejaring dari wilayah Kota/Kabupaten Probolinggo sampai Kabupaten Banyuwangi sehingga kalau anggota jejaring kita kekurangan darah itu mintaknya ke kita.

 "Dengan kebutuhan 3000 hingga 3500 per bulanya,itu menjadi persoalan tersendiri dalam situasi wabah Covid-19 saat ini, namun dengan dukungan penuh pihak Kepolisian, TNI, pihak Swasta dan masyarakat persoalan stok darah saat ini cukup teratasi," tegas Zainal. (Lilik)