04/06/2020

PMI Kabupaten Jember Sukses Himpun 6.158 Kantong Darah Selama Pandemi Covid-19



Jember,kabarejember.com
 – Pandeni Covid-19 ternyata tidak mengurangi antusiasme relawan pendonor untuk ikut sedekah darah, termasuk  selama Ramadan 1441 H.

 Buktinya, dalam kurun waktu satu bulan lebih sedikit, mulai 16 Maret sampai 22 Mei 2020, Unit Donor Darah (UDD) PMI Kabupaten Jember berhasil menghimpun 6.158 kantong darah. Rinciannya untuk golongan darah A 1.281, B 1.935, O 2.564, dan AB 378.
Kesuksesan menghimpun 6.158 kantong darah itu berkat kerjasama semua pihak. Baik relawan pendonor, petugas dan pengurus PMI tingkat kecamatan yang sangat aktif selama Ramadan 1441 H dan pihak lain yang sangat proaktif seperti Kodim 0824 Jember, Polres Jember dan instansi lainnya.


Ketua PMI Kabupaten Jember H AE Zaenal Marzuki SH MH mengucapkan banyak terima kasih kepada relawan pendonor, petugas PMI, terutama ketua PMI kecamatan. “Kami ucapkan banyak terima kasih  juga kepada lembaga-lembaga yang mengerahkan anggotanya untuk ikut donor darah seperti Polres, Kodim 0824 Jember, Batalyon 509, Secaba, Armed, Brigif IX, perbankkan dan lembaga lain seperti Kampung Donor,” kata H AE Zaenal Marzuki SH MH.


Menurut dia, perolehan kantong darah selama Pandemi Covid-19, termasuk Ramadan 1441 H, seperti tidak terpengaruh perkembangan virus korona yang terus menyebar. Sebab, hasilnya kegiatan donor darah cukup banyak. “Hasilnya bagus seperti tidak ada Covid-19. Relawan pendonor antusias untuk sedekah darah,” terangnya.


Namun, Zaenal Marzuki mengakui bahwa pada awal Pandemi Covid-19 terasa pengaruhnya. Sebab, saat itu pemerintah melarang kegiatan yang sifatnya mengumpulkan banyak orang. PMI Kabupaten Jember juga sempat khawatir stok darah menyusut seiring berkurangnya animo relawan pendonor untuk donor darah.
Namun, setelah sempat menurun hampir 50 persen, belakangan jumlah pendonor melonjak tajam. Sebab, kegiatan donor darah yang dilkakukan tim mobil unit UDD PMI diizinkan melakukan kegiatan donor darah tentu dengan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. “Awal Ramadan kami memang sempat khawatir tetapi setelah itu peserta kegiatan donor darah yang rata rata dilakukan di kantor kecamatan atau masjid jumlahnya banyak. Itu belum termasuk pendonor tertolak yang tensi, Hb-nya tidak standar,’ ujarnya.  ( Red / tim )

Kabupaten Jember Raih Peringkat Tertinggi SPO Se Jawa Timur


Jember,kabarejember.com
-- Sensus Penduduk Online (SPO) di tingkat Kabupaten,  Jember meraih predikat tertinggi di Provinsi Jawa Timur.

Badan Pusat Statistik (BPS) Jember memaparkan hasil penghitungam dan penilaian Sensus Penduduk Online (SPO). Berkat sinergitas Pemkab Jember, BUMN, Pengusaha dan masyarakat,  Progres capaian pengisian SPO antar kabupaten Se-Jawa Timur, Kabupaten Jember menduduki ranking tertinggi.

Dalam upaya mensukseskan SPO di Kabupaten Jember agar bisa selesai dengan Cepat, Sukses, Tepat, dan Ceria,
Bupati Jember, dr. Hj. Faida MMR., telah menggerakkan semua ASN harus bisa mencapai seratus persen mengikuti SPO, agar hasilnya memuaskan dan sesuai target. Selain itu, juga menggerakkan satgas smart city untuk mendampingi masing-masing OPD-OPD.

Bahkan juga operator-operator di desa diberikan Bimtek, untuk bisa membantu masyarakat aktif mengikuti sensus penduduk online.

Sementara, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Ir. Arif Joko Sutejo mengatakan perolehan sekarang secara absolute luar biasa

“Bantuan dari Pemkab Jember sangat bagus, sistematis. Jadi memang sinergitas dari. Pemkab Jember berjalan dengan baik dan sukses,” pungkasnya. ( Red / tim )

03/06/2020

Warga Puger Wetan Menilai BLT-DD Tidak Tepat Sasaran


Jember, Kabarejember.com
- Sejumlah warga desa Puger Wetan kecamatan Puger mendatangi kantor desa Puger Wetan, Rabu (03/06) pagi. Tujuan kedatangan mereka  untuk menanyakan dan minta klarifikasi kepala desa terkait penyaluran BLT-DD kepada 184 KPM dinilai masyarakat tidak tepat sasaran.

Kedatangan warga  pada awalnya disambut dengan emosional oleh pihak desa, sehingga hampir menimbulkan keributan antara kepala desa dan perangkatnya melawan warga. Beruntung keributan karena kesalahpahaman kedua pihak ini tidak berlangsung lama, dan  akhirnya kedua pihak duduk bersama untuk membicarakan maksud dan tujuan masyarakat datang ke kantor desa.

Kepada media, seorang warga bernama Mohammad Jupri,(41) nelayan, alamat Dusun Mandaran Rt16 Rw.02 Desa puger wetan, menyampaikan bahwa maksud kedatangannya adalah meminta klarifikasi kepala desa Puger Wetan terkait pembagian BLT-DD yang dinilai tidak tepat sasaran. Masih banyak masyarakat miskin yang sebenarnya layak menerima bantuan tetapi tidak menerima BLT-DD, tetapi saat ini penerima BLT-DD desa Puger Wetan banyak dari masyarakat yang mampu.

Menurut Jupri, dirinya paham bahwa warga penerima BLT-DD adalah warga miskin yang belum terdaftar dalam program bantuan  pemerintah lainnya, misal PKH, BPNT ataupun lainnya.

"Masak rumahnya gedung, bertingkat dan dipandang mampu menerima BLT-DD, sementara masyarakat miskin yang keadaan  memprihatinkan tidak menerima. Ini sangat memprihatinkan dan perlu tidak lanjut dari kepala desa Puger Wetan,"katanya.

Selain itu, Jupri berharap supaya pemdes Puger Wetan transparan dan terbuka tentang siapa saja penerima BLT-DD. "Kalau perlu pemerintah desa membuat banner bertuliskan nama-nama penerima BLT-DD dan memasangnya di tempat strategis supaya masyarakat dapat dengan mudah membaca,"imbuhnya.

Sementara, kepala desa Inwannullah ketika dikonfirmasi media menjelaskan bahwa penerima BLT-DD merupakan hasil penjaringan yang ketat mulai dari tingkat Rt/Rw. Tentu sesuai aturan, dan sudah disepakati dalam Musdes Puger Wetan. Selain itu, pemdes  melihat kondisi nyata dari warga miskin terdampak covid-19 menjadi prioritas utama. "Dulu mungkin orang kaya, tetapi karena perputaran ekonominya sekarang jatuh, jadi layak menerima BLT-DD," katanya.

Ketika ditanya media tentang adanya RT dan RW yang  menerima BLT-DD, Inwanullah membenarkan hal tersebut. Tidak semua RT/Rw merupakan orang mampu, banyak yang kondisi ekonominya memprihatinkan.

 "Jadi mereka kami anggap layak menerima BLT-DD, Honor Rt/Rw hanya sejumlah Rp.200.000,- masih dipotong pajak, tentu tidak dapat dipakai sebagai acuan bahwa dia mampu," ujarnya.

Inwan menambahkan bahwa penerima BLT-DD Puger Wetan sudah tepat sasaran. "Apabila ada masyarakat yang kurang puas, silahkan datang ke kantor desa  dengan baik-baik dan kami akan memberikan penjelasan. Semua yang kami lakukan adalah memberikan yang terbaik bagi masyarakat Puger Wetan," katanya. (heri)

Bupati Lantik 20 Pejabat Administrator dan Pengawas Lingkup Pemkab


Lumajang, Kabarejember.com
 -Bupati Lumajang Lantik 20 pejabat yang terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator dan Pengawas di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lumajang melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah di Pendopo Arya Wiraraja Kabupaten Lumajang, Rabu (3/6/2020).
Empat nama menduduki jabatan baru kepala dinas, diantaranya Ir. Mohamad Sunardi, MM sebagai Inspektur Inspektorat Lumajang, Dra. Hertutik, M.Si sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo, S.STP sebagai Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lumajang, dan Drs. Agus Salim, M.Pd sebagai Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang.
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq M.ML yang melantik para pejabat tersebut berharap dengan jabatan baru nantinya bisa memberikan kinerja yang maksimal serta mampu berinovasi untuk kemajuan Kabupaten Lumajang.
“Saya ingin semua bisa berinovasi agar mampu memberikan yang terbaik untuk masyarakat Kabupaten Lumajang, terima kasih atas dedikasi,” ujarnya.
Bupati juga meminta para pejabat yang baru dilantik tersebut untuk segera menyesuaikan diri dengan satuan kerja masing-masing. Dirinya juga meminta secara khusus kepada Camat dan Lurah yang baru dilantik untuk melakukan konsolidasi dengan jajaran dibawahnya untuk melakukan upaya pencegahan Covid-19 di wilayah masing-masing.
Menurut Ahmad Taufik Hidayat selaku kepala bagian BKD kabupaten Lumajang berharap kepada pejabat yang sudah di lantik agar terus memperbaiki kinerjanya dan mampu mengemban amanah yang di berikan.
“Harapan saya agar pejabat yang di lantik agar terus memperbaiki kinerjanya kedepan dan mampu mengemban amanah” jelasnya.
Reporter : Suatman

02/06/2020

Desa Mayang Resmikan Kampung Tangguh Covid-19


Kabarejember.com
--Kampung tangguh didesa mayang baru saja diresmikan pada tanggal 2 juni 2020 kampung tangguh covid 19 terletak di dusun krajan di rw 19 dan rw 20.

Tujuan diresmikannya kampung tangguh covid 19 ini untuk penanganan penyebaran penanggulangan covid 19.Di dalam kampung tangguh covid 19 ada pemeriksaan tensi suhu tubuh bagi warga yang baru bepergian ke yona merah dan juga ada lumbung pangan dan ruang isolasi bagi warga yang reaktif.

Kampung tangguh kovid 19 desa mayang diresmikan langsung oleh muspika kecamatan mayang jam 09,30 wib.Warga masyarakat dusun krajan RW 19/ 20 sangat antosias daerahnya ditunjuk  menjadi kampung tangguh covid 19.

Menurut kepala desa Mayang Langgeng Wibawanto SE mengatakan " lumbung pangan itu berisi logistik berupa beras,minyak goreng ,gula dan segala jenis sembako.logistik itu hasil bantuan warga masyarakat sekitar yang mampu.yang nantinya akan dipergunakan untuk diberikan kepada warga sekitar yang tidak mampu dan terdampak wabah covid 19.sehingga diharapkan mengurangi beban warga tidak mampu yang terdampak covid 19 di kampung tangguh tersebut.
Sedangkan alat pengukur suhu tubuh disediakan pihak pemerintah desa Mayang

Iwan sapaan akrap kepala desa Mayang kecamatan Mayang mengharapkan dengan adanya kampung tangguh covid 19 di desanya,bisa mendeteksi dini penyebaran virus corona ini sehingga tidak menyebar lebih luas.Dan juga dusun dusun lain bisa mengikuti adanya kampung tangguh covid 19  supaya pendemi covid 19 cepat berlalu dari bumi nusantara ini,pungkasnya. ( red / tim )

Sadis, Diusia Muda, Enam Pelaku Begal Beroperasi di 15 TKP


Jember,Kabarejember.com
- Enam pelaku begal sadis yang masih muda belia,bahkan dua pelaku begal masih dibawah umur yang tak segan melukai korbannya di 15 Tempat Kejadian Perkara (TKP) ditangkap Unit Reskrim Polres Jember.

Menurut Kapolres Jember Aris Supriyono malalui Kasat Reskrim Polres Jember, AKP Fran Dalanta Kembaren.SH.SIK.MH. mengungkapkan, dari keenam pelaku ini ada 15 TKP pembegalan di wilayah Balung, Tempurejo dan Puger.

Dari keenam tersangka yang telah diamankan, ada satu tersangka yang terkait kejadian di lapangan Dusun Gadungan, Desa Kasiyan, Kecamatan Puger.

"Yang mana korban, salah satunya telah meninggal dunia dan satu luka berat," ungkapnya, saat Press Release di Mapolres Jember, Selasa (2/6/2020).

Hasil dari pemeriksaan, dari keenam pelaku berinisial MM (17), S (35), RA (18), AG (18), MS (21) dan UV (17) mengaku melakukan pembegalan di tiga wilayah kecamatan Balung, Tempurejo dan Puger  dan mengamankan sejumlah barang bukti.

"Barang bukti yang kita amankan, celurit, handphone, 8 sepeda motor sebagai sarana dan hasil curian," ungkapnya.

Fran menegaskan, kasus ini murni pembegalan yang ingin menguasai harta korban. Dimana modusnya, mendatangi dengan alasan meminjam korek dan setelah itu, jika melawan langsung di bacok.

"Pelaku ini akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara, sedangkan 2 pelaku yang masih dibawah umur akan ada pendampingan dari pihak Bapas" pungkasnya. ( Red / tim )

Ahmad Basarah: Pancasila Akan Menjadi Benteng Keutuhan Bangsa


Jember, kabarejember.com
---Memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada setiap tanggal 1 Juni Universitas Jember gelar webinar. Acara ini begitu istimewa karena menghadirkan pemateri Wakil Ketua MPR-RI Ahmad Basarah. Acara ini diikuti oleh lebih dari 1500 peserta dari seluruh Indonesia yang mengikuti secara daring, baik melalui fasilitas zoom maupun live streaming di unej.ac.id.
Dalam seminar online dengan tema “Bung Karno, Islam dan Pancasila” ini Basarah menyampaikan, dalam memahami Pancasila tidak cukup hanya dengan ucapan saja. Namun perlu menjadi bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Artinya ada sisi nilai-nilai yang harus dipahami dan dihayati dan dipraktekkan dalam keseharian. Memahami Pancasila maka harus percaya pada nilai-nilai Pancasila dan sekaligus mempraktekkan nilai-nilai Pancasila,” ujarnya saat memberikan materi secara online dalam acara peringatan hari lahir Pancasila yang terpusat di aula lantai 3 gedung rektorat dr. R. Achmad Kampus Tegalboto (1/6).
Menurut Basarah, nilai-nilai Pancasila harus diajarkan melalui pendidikan formal dan non formal. Oleh karena itu menurutnya pengajaran nilai-nilai Pancasila harus menjadi salah satu mata pelajaran wajib dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Perguruan Tinggi (PT).
“Disamping itu perlu menjadikan Pancasila sebagai suri teladan dalam kehidupan kita sehari-hari, terutama bagi para pemimpin,” ujarnya.
Basarah mengatakan, sebagai falsafah bangsa Pancasila akan menjadi benteng keutuhan bangsa akibat masuknya ideologi asing yang masuk ke Indonesia di era globalisasi saat ini. Karena menurutnya, Pancasila adalah falsafah yang paling tepat untuk menyatukan segala macam perbedaan yang ada di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“kita telah ditakdirkan menjadi bangsa yang besar yang terdiri dari 17.504 pulau yang dihuni oleh 1.340 suku yang menggunakan 733 bahasa dengan menganut 6 agama dan puluhan aliran kepercayaan, dan itu semua disatukan oleh Pancasila,”
Basarah mengingatkan, setiap bangsa yang besar memiliki falsafah bangsa yang mereka pegang teguh. Menurutnya falsafah Pancasila yang dianut Indonesia berasal dari nilai-nilai asli Indonesia.
“Pancasila lebih baik dari komunisme sebab percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pancasila juga lebih baik dari kapitalisme sebab memiliki sila Keadilan Sosial Bagi Seluruh Indonesia. Perlu diingat tidak ada bangsa yang besar dengan menjiplak falsafah bangsa lain, maka Indonesia akan menjadi bangsa besar dengan Pancasila,” lanjut Basarah.
Basarah menyayangkan masih adanya kelompok-kelompok yang sengaja membenturkan antara Islam dengan Pancasila. Menurutnya cara ini sama seperti halnya saat penjajah menjalankan sistem devide et empera.
“Caranya adalah dengan menebarkan berita-berita tidak benar (hoax), fitnah ataupun cara-cara yang tidak terpuji lainnya yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Oleh kerena itu kita wajib waspada,” jelasnya.
Sementara itu Rektor Universitas Jember Iwan Taruna yang juga mengikuti acara secara langsung menyampaikan rasa syukur karena masih dapat menyelenggarakan kegiatan akademis di tengah pandemi Covid-19.
“Juga menjadi kehormatan bagi Universitas Jember dapat menyelenggarakan peringatan Harlah Pancasila dengan menghadirkan Wakil Ketua MPR RI sebagai narasumber webinar. Mudah-mudahan acara ini dapat menjawab tantangan yang paling utama adalah bagaimana mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan kita sehari-hari,” ujar Rektor saat membuka acara. (mia/moen/hms)