21/06/2020

Camat dan Tomas Balung Dapat Penghargaan dari PMI


JEMBER,kabarejember.com
 - Orang tua aktif donor darah, anak dapat berkah dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 di Kabupaten Jember. Ortu yang sudah lebih 25 kali donor darah dapat penghargaan dari Pemkab Jember bebas pilih sekolah dalam PPDB. Anaknya bisa masuk sekolah lewat jalur prestasi kemanusiaan.Itu disampaikan Ketua PMI Kabupaten Jember H E A Zaenal Marzuki SH MH dalam acara penyerahan penghargaan kepada pengerah donor darah di Aula Dira Balung, kemarin (20/6).

Sejumlah tokoh masyarakat mendapatkan penghargaan dari PMI Kabupaten Jember. Antara lain owner Dira Grup Ponimin dan Camat Balung Widayaka. Keduanya menjadi tokoh masyarakat yang aktif mengerahkan pendonor.

 "Bagi putra putri pendonor darah lebih 25 kaki  bisa masuk sekolah favorit SD/SMP lewat jalur prestasi kemanusiaan. Mudah mudahan tahun depan bisa untuk masuk SMA/SMK,MTs dan MA," kata Ketua PMI Kabupaten Jember EA Zaenal Marzuki SH MH.

Zaenal menambahkan penghargaan diberikan karena para pahlawan kemanusiaan punya jasa besar ikut mencukupi stok darah.Terutama saat Covid-19."Sejak Covid stok darah turun sampai 50 persen. Itu terjadi di seluruh Indonesia. Alhamdulillah berkat para pahlawan kemanusiaan stok darah tercukupi," ujarnya.

Termasuk Pak Ponimin, Owner Dira Grup yang berturut-turut 3 hari mengelar donor darah bersama Komunitas Jurnalis Independen (KJI).

 " Dalam tiga hari berhasil mendapat 164 kantong darah. Kami dari PMI, terutama pasien yang membutuhkan darah mengucapkan terima kasih dan penghargaan tinggi kepada para pendonor darah" terangnya.

Kegiatan donor darah Bersama KJI dan Dira Grup dalam rangka peringatan Hari Donor Darah Internasional.

Dia berharap, kedepan dira grup bisa rutin dua atau tiga bulan sekali adakan kegiatan donor darah."Kami harap ke depan bisa rutin gelar donor darah," ucapnya.

Khusus Balung, sambungnya, termasuk kecamatan yang rutin menyelenggarakan donor darah. Termasuk ada kelompok masyarakat dan desa Karangduren yang rutin menggelar donor darah sukarela.
(heri/hms)

20/06/2020

22 Orang Napi Dapat Program Asimilasi


Jember,kabarejember.com
--Bertempat di halaman Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A, Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A Muqit Arief, atas nama Pemerintah Kabupaten, kembali melepas narapidana (Napi) bebas berkat program asimilasi pemerintah pusat, Jumat, 19 Juni 2020.

Proses pembinaan narapidana pemasyarakatan dalam kehidupan masyarakat.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan yang ke sekian kalinya, yang mana pemerintah turut andil dalam pelepasan ini,” kata wabup.

Sampai saat ini, terdapat sebanyak 331 narapidana telah dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) kelas II A Jember melalui program asimilasi pemerintah pusat.

Untuk hari ini, Jumat, (19/06/2020) terdapat 22 orang yang bebas, dan mendapat bantuan serta difasilitasi dari Pemerintah Kabupaten Jember.

Seperti mantan narapidana sebelumnya, mereka mendapatkan bingkisan berupa sembako dan uang saku. Selain itu juga difasilitasi dengan kendaraan untuk mengantar ke rumah masing-masing.

“Sekarang masayarakat dihadapkan dengan persoalan ekonomi, banyak yang tidak bisa bekerja, disarankan untuk tinggal di rumah, maka dengan pulangnya napi ini menambah pengeluaran keluarga, maka dari itu pemerintah memberikan bantuan, walaupun sedikit, setidaknya meringankan ekonomi keluarga di rumah,” katanya.

Apabila ada warga binaan yang pulang dari Lapas Jember, wabup berpesan kepada kepala desa maupun tokoh agama agar menjenguk mereka. Karena itu akan menjadi motivasi, sehingga mereka tidak merasa direndahkan, dan diterima layaknya warga yang lain.

“Dan yang pasti, saya mengharapkan mereka kembali ke jalan yang benar dan meminta maaf kepada keluarga, terutama pada kedua orang tua, serta berjanji tidak akan mengulangi kesalahan ini,” ujar wabup.

Sementara itu kepala Lapas Kelas IIA Jember, Yandi Suyandi, menjelaskan adanya narapidana yang mengulangi kesalahan. Dari 331 mantan napi, ada 1 orang yang mengulangi kesalahan. Orang ini sudah dimasukan ke lapas lagi.

“Dua minggu yang lalu kita jemput setelah prosesnya selesai di kantor polisi. Perintah menteri, langsung distrapsel atau tidak bisa dicampur dengan narapidana yang lain,” terangnya.

Untuk mencegah terjadinya kesalahan lagi oleh napi yang bebas berkat asimilasi, maka Lapas Jember memperketat persyaratan jaminan dari keluarga.

“Karena waktu pertama belum ada jaminan dari keluarga. Sekarang sudah ada persayaratan jaminan dari keluarga. Kalau kasus 363 (pencurian dengan kekerasan, red), maka harus ada jaminan dari kepala desa,” pungkasnya. ( Red / tim )

Jelang, New Normal Muspida Kabupaten Jember Ikuti Rapat Secara Daring


Jember,Kabarejember.com
--di pendopo kabupaten Jember Jum at 19 / 6 / 2020.Bupati Jember, dr. Faida, MMR., bersama Dandim 0824 Letkol La Ode M. Nurdin, Kapolres, AKBP. Aris Supriyono, mengikuti rapat koordinasi secara daring dengan Panglima TNI, Kapolri dan Gubernur Jawa timur.

Kabupaten Jember berada di zona oranye Covid-19. Oleh karena itu masyarakat perlu  ketaatan dalam menjalankan protokol kesehatan untuk memasuki kondisi new normal,ujar Bupati.

Zona oranye merupakan daerah dengan resiko tertinggi dan potensi virus tidak terkendali.

Bupati Jember, dr. Faida, mengajak seluruh masyarakat agar lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Paparan dari Gubernur Jawa timur sangat jelas, untuk posisi Kabupaten Jember saat ini berada di zona oranye, tapi belum kuning, dan ini yang menjadi pekerjaan rumah kita semua,” kata Bupati Jember, dr. Faida, MMR., usai melakukan  rapat koordinasi secara daring dengan Panglima TNI, Kapolri, dan Gubernur Jawa Timur.

Arahan gubernur sangat jelas agar menata kehidupan untuk lebih aman dan menyiapkan diri dengan keadaan new normal.

Lebih lanjut bupati mengatakan, Jawa Timur mempunyai ciri khas yang harus diimpelementasikan ke daerah maupun ke wilayah terpencil. Ciri khas itu yakni memiliki Kampung Tangguh Semeru, Pondok Pesantren Tangguh, Kantor Tangguh, Asrama Tangguh, Pasar Tangguh, Mal Tangguh, dan tempat ibadah tangguh.

Kehidupan harus terus berjalan. “Kita tata, tetap jaga jarak, memakai masker, cuci tangan, dan screening rapid test massal,” kata bupati.

Pemerintah Kabupaten Jember sangat serius dalam penanganan Covid-19. Diantaranya yang baru saja dilakukan, memasang wastafel sebanyak 2.100 unit, disetiap kelas di sekolah yang berada di lingkungan pondok pesatren dipasang 2 wastafel.
Dua wastafel di tiap kelas ini untuk mendukung sarana Pesantren Tangguh.

Selain itu, pemerintah bersama TNI, Polri, dan Satpol PP menyiapkan pengawas protokol Covid-19 di tempat umum dan sarana publik yang mulai diaktifkan untuk kegiatan new normal.

Pengawasan ini untuk memastikan kegiatan tetap berjalan dengan tetap mencegah munculnya klaster baru. “Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat untuk tidak acuh pada protokol Covid-19. Untuk selamat, kita harus disiplin bersama-sama,” ujarnya.

Pemerintah saat ini juga sedang menyiapkan beberapa tempat pariwisata untuk menjadi pariwisata new normal. Penyiapan juga dilakukan di tempat umum, seperti restoran.

Setelah penyiapan tuntas, pada saatnya pemerintah mengeluarkan sertifikat kegiatan new normal. Sertifikat diberikan dengan komitmen mematuhi protokol yang disepakati. Apabila kesepakatan dilanggar, maka kemungkinan akan ditarik kembali.

“Kami semua berharap bahwa persiapan ini cukup matang, dan pada saat diizinkan kita semua bisa bergerak bersamasama,” pungkasnya. ( Red / tim )

19/06/2020

Pengajian Jumat manisan di Pendopo Wahyawinawagraha Kembali Digelar Secara Virtual



Jember,Kabarejember.com
  -- Pengajian jumat manisan di Pendopo Wahyawinawagraha kembali dilgelar secara virtual, Kamis malam Jum'at, 18 Juni 2020. setelah sekian lama ditiadakan karena Pandemi Covid-19.

Pengajian tersebut dipimpin langsung oleh KH. Misbahul Salam sekaligus Ketua BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) Kabupaten Jember.

Nampak hadir Bupati Jember dr. Hj.Faida MMR di tengah-tengah jemaah yang jumlahnya dibatasi sekitar 30-an saja.

Panitia pengajian sengaja membatasi undangan karena pengajian ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan dan disiarkan secara live streaming di fanpage Facebook dan Chanel You Tube milik Pemkab Jember.

Kepala Bagian (Kabag) Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Jember, Nurul Hafid, S.STP., M.Si menjelaskan, pengajian jumat manisan ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan karena masih dalam suasana pandemi Covid-19, "katanya.

Seperti yang diketahui bersama bahwa, pengajian jumat manisan yang dilaksanakan di Pendopo Wahyawibawgraha selalu diikuti oleh ratusan bahkan ribuan jamaah dari berbagai Wilayah di Kabupaten Jember bahkan dari luar kota.

Pengajian jumat manisan itu menjadi wisata religi sehingga menjadi daya tarik tersendiri, apalagi dihadiri langsung oleh Bupati Jember dr. Hj. Faida MMR. ( Red / tim )

PMI Evakuasi Penemuan Mayat Di Kawasan Padat Penduduk


Jember, kabarejember.com
 - Posko Ambulans Jenazah PMI Kabupaten Jember menerima telepon dari Kanit Reskrim Polsek Kaliwates pada Kamis (18/6)sekira jam 08.55 WIB, yang menginformasikan adanya penemuan mayat lelaki di dalam sebuah rumah di kawasan padat penduduk Jl. Gajah Mada, Jember. Mayat tersebut diduga telah  meninggal dunia sekitar empat hari yang lalu.

Berdasarkan informasi informasi tersebut, personil ambulans jenazah PMI Kabupaten Jember segera merapat ke lokasi ditemukannya mayat untuk malakukan evakuasi. Sesuai Standart Prosedur Operasional penemuan mayat pada masa wabah, personil melaksanakan sesuai  protokol Covid-19.

Lokasi ditemukannya mayat terletak di kawasan padat penduduk, jln.Gajah Mada IV No.81 Lingkungan Kebon Lor Rt.03 Rw.03 Jember Kidul Kecamatan Kaliwates Jember.

Sesampai di lokasi, Petugas PMI dengan menggunakan APD lengkap langsung melakukan penyemprotan disinfektan di area penemuan mayat dan sekitarnya.

Menurut Ketua RT setempat Sugiarto, mayat tersebut adalah  Ipung Efendi,(57), bekerja sebagai seorang montir di sekitar Kecamatan Ajung. Terakhir kali warga  bertemu dengan korban saat menerima bansos dari salah satu bank ternama yang kantornya tidak jauh dari rumahnya.

"Korban ini orangnya tertutup, jarang keluar rumah. Korban tinggal sendirian setelah berpisah dengan istrinya sekitar 7 tahun yang lalu, korban pernah terkena stroke," kata Sugiarto.

Sementara,  Imron Syafi’i petugas Ambulans Jenazah PMI Kabupaten Jember mengatakan, proses evakuasi jenazah  menggunakan protokol Covid-19 dan saat ini dievakuasi ke kamar mayat RSD dr. Soebandi Jember untuk dilakukan visum luar saja.

"Karena situasi sekarang kan masih Covid-19, jadi proses evakuasi masih menggunakan protokol kesehatan menggunakan APD dan penyemprotan Disinfektan," kata Imron Syafi’i

"Untuk proses otopsi jenazah tidak dilakukan seperti pada umumnya, jadi nanti mau langsung dimakamkan. Tapi sekarang masih dibawa ke rumah sakit," katanya. (her/gee)

18/06/2020

Kedepan Perlindungan Tenaga Kerja Lebih Diperhatikan



Jember,kabarejember.com
--Sudah selayaknya perlindungan terhadap tenaga kerja harus dikedepankan oleh (BPJS ) Ketenagakerjaan.

Bukan sekedar mengejar target, omset, dan cakupan kepesertaan saja.

“Perlindungan harus dikedepankan. Sebab, terkadang seorang tenaga kerja tidak mengetahui dirinya perlu perlindungan,” kata Bupati Jember Faida.

Pernyataan itu diungkapkan Faida ketika memberikan sambutan dalam Forum Group Discussion di Pendapa Wahyawibawagraha, Kamis, 18 Juni 2020.

Karena itu, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jember harus mampu membangun kesadaran masyarakat agar proaktif menjadi peserta jaminan sosial ketenagakerjaan.

Lebih jauh Faida mendorong BPJS Ketenagakerjaan bermitra dengan pemerintah, karena perlindungan tenaga kerja adalah masalah bersama.

Dengan demikian, tenaga kerja formal maupun non formal dapat terlindungi. “Omset itu bukan gol, perlindungan adalah gol utama,” ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan R Edy Suryono menjelaskan, pihaknya berupaya mengedepankan pelayanan kepada masyarakat guna memberikan perlindungan.

“Semoga jaminan bukan hanya jadi kewajiban, tetapi menjadi kebutuhan,” katanya. (tim/red)

Puluhan Jagal Terdampak Covid-19 Dapat Perhatian Pemkab Jember



JEMBER,kabarejember.com
- - Kepedulian Pemkab Jember dimasa Pandemi covid-19 ini dirakan betul oleh masyarakat, berbagai program bantuan telah disalurkan,mulai dari sembako hingga uang tunai telahpun diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak bisa lagi dipungkiri, semua sektor merasakan dampaknya, tak terkecuali di sektor non formal seperti pembantu jagal.

Tempat pemyembelihan hewan yang biasanya mempekerjakan 5 orang,terpaksa merumahkan beberapa orang pembantunya.

Kondisi inilah membuat Pemerintah Kabupaten Jember di bawah kepinpinan dr. Hj Faida MMR, dan Drs. KH Abdul Muqit Arief memberikan perhatianya kepada kelompok pekerja ini.

Melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Pemerintah Kabupaten Jember menyalurkan sedikitnya 79 bungkus sembako dan uang tunai kepada para pembantu jagal yang tersebar di 15 Kecamatan.

Nana Suminarsih Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan dalam  wawancaranys menyampaikan, "ya hari ini kita menyalurkan bantuan kepada 79 pembantu jaga di 15 Kecamatan," tuturnya. Senin,15 Juni 2020

Dampak dari Covid-19 ini banyak pembantu jagal dirumahkan, biasanya dibantu 5 orang, sekarang hanya  2 orang. Nah yang 3 orang ini yang kita data untuk menerima bantuan.

" sesuai dengan arahan Ibu Bupati, kita akan menyalurkan bantuan ini dua kali," jelasnya.

Ditanya soal apa saja bentuk bantuan yang diterima oleh para pembantu jagal, Nana menyampaikan, dalam paket tersebut ada beras, minyak, gula serta uang tunai Rp. 100 ribu.

Kami berharap, bantuan ini dapat meringankan beban teman-teman jagal yang tidak bisa mendapatkan penghasilan sementara ini.

Usai wawancara, para petugas langsung bergerak untuk mendistribusikan bantuan  ke rumah-rumah penerima sesuai dengan data yang ada.(Lilik)