22/07/2020

Santri Aktif Lakukan Pencegahan Covid-19 Secara Mandiri




JEMBER,kabarejember.com
-- - Palang Merah Indonesia Kabupaten Jember Jawa Timur pertengahan bulan Juni telah membagikan secara gratis 31 alat semprot (hand sprayer) dan cairan desinfektan kepada 11 pondok pesantren dengan tujuan mengajak partisipasi santri dan pengasuh pondok pesantren memerangi penyebaran Covid-19 di pondok pesantren.

E. A. Zaenal Marzuki,SH, MH, Ketua PMI Kabupaten Jember menjelaskan, PMI telah membagikan alat semprot dan cairannya kepada 11 Pondok Pesantren untuk melakukan penyemprotan desinfektan mandiri yakni Pondok Pesantren Al-qodiri, Nurul Islam Antirogo, PP. Assuniyah Kencong, PP. Yasinat Wuluhan, PP.Madinatul Ulum Jenggawah, PP. Nurul Qornain Sukowono, PP. Baitul Hikmah Tempurejo, PP. Al-Iklas Rambipuji, PP. Al-Islah Jenggawah, Al-Munawaroh Tempurejo dan PP. Baitul Arqom Balung. 

"Memasuki ajaran baru dan penerimaan santri baru, telah rutin melakukan penyemprotan desinfektan, selain sudah terjadwal rutin, pihak pondok pesantren memperketat keluar masuk nya tamu dari luar Pondok,"  ungkapnya.

Sementara itu, Ilham Nawafillah Kepala Biro Kepesantrenan PP. Nurul Islam Antirogo mengaku, pihaknya berterimakasih telah dibantu alat penyemprotan sehingga santri dapat melakukan penyemprotan desinfektan secara mandiri. "Santri rutin lakukan penyemprotan desinfektan dua kali dalam seminggu, tepatnya pada hari jumat dan minggu, " tutur Ilham.

Upaya pencegahan covid-19 lainnya yaitu dengan memberikan edukasi ke santri bagaimana cara cuci tangan yang benar, pemasangan wastafel di setiap sudut ruangan dan di depan kamar santri untuk cuci tangan, melakukan kegiatan senam pagi serentak selama 10 menit setiap setelah sholat dhuha, menjaga jarak dalam setiap kegiatan termasuk sholat berjamaah, kemudian setiap santri wajib mempunyai masker untuk digunakan setiap kegiatan."ujar Ilham sambil menunjukkan ruangan Pondok Putra.

Selain itu juga, lanjut dia, ada fasilitas Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) untuk memberikan pengobatan santri yang mengalami sakit, di pesantren juga disediakan ruangan khusus untuk santri yg sakit. Dan setiap asrama juga di sediakan thermo gun untuk mengecek jika ada santri yang sakit," tambahnya. 

Setiap kegiatan penyemprotan desinfektan semuanya yang terlibat dari kalangan santri yang dibentuk khusus oleh pengurus Pondok Pesantren dan di bantu oleh anggota yang tergabung dalam PMR (Palang Merah Remaja) yang ada di lembaga Formal Nuris.

Ilham juga menceritakan perubahan-perubahan yang selama ini belum terbiasa dilakukan, namun saat ini santri sudah membiasakan berprilaku hidup bersih dan sehat. "Setelah adanya beberapa kegiatan seperti Edukasi Perilaku hidup sehat dan bersih, santri lebih peduli dalam hal cuci tangan, yang awalnya jarang cuci tangan, sekarang hampir setiap ketemu wastafel santri langsung cuci tangan, selain itu mereka lebih menjaga kebersihan lingkungan seperti kamar dan kamar mandi, " pungkas Ilham Nawafillah Kepala Biro Kepesantrenan Ponpes Nuris Antirogo Jember. (Heri/hms)

21/07/2020

15 Warga Binaan Kembali Dapat Kebebasan Asimilasi


Jember,Kabarejember.com
--Wakil Bupati Jember, Drs. KH. A. Muqit Arief, melepas kepulangan narapidana yang mengikuti program asimilasi di Lapas kelas II A Jember.

Warga binaan yang dipulangkan dengan asimilasi sebelumnya berjumlah 380 orang. Ditambah 15 orang pada hari ini, totalnya menjadi 395 orang.

Wabup berpesan agar masyarakat bisa menerima dan menjalani komunikasi yang harmonis dengan warga binaan yang ikut asimilasi.

“Termasuk para tokoh agama, tokoh pemerintahan, kepala desa, dan kiai  jika memiliki waktu luang untuk menyempatkan menjenguk warga binaan yang baru pulang dari lapas,” ujar wabup.

Walaupun sekedar menyapa, lanjut Wabup, mereka merasa diperhatikan oleh masyarakat. “Syukur-syukur itu menjadi catatan tersendiri, sehingga mereka lebih berhati-hati ke depannya,” imbuh wabup.

Wabup berharap warga binaan yang sudah menjalani asimilasi betul-betul harus hati-hati di masyarakat dan mengikuti protokol kesehatan.

Kepala Lapas Kelas II A Jember, Yandi Suyandi, menyampaikan, program asimilasi ini akan berlanjut sampai 31 Desember 2020.

“Kita juga tidak bisa mengira ada berapa jumlah tahanan lagi yang akan mendapatkan program asimilasi ini, karena nanti remisi akan berkurang juga hukuman mereka,” terangnya.

Jika bisa memenuhi syarat setengah masa pidana, dan tahanan baru dengan pidana 6 bulan yang sudah menjalani 3 bulan.

“Saya mengimbau, mohon bantuan kepada seluruh masyarakat Jember, supaya bisa menerima kembali warga binaan yang sudah kami asimilasi, juga dipantau apabila ada pelanggaran lagi bisa dilaporkan ke lapas maupun ke bapas,” terangnya.

Sesuai dengan peraturan, jika mereka melanggar tindak pidana lagi, mereka harus menjalani sisa hukumannya ditambah dengan hukuman baru.

Di dalam lapas mereka berada di sel dengan maksimum security. “Jadi tidak bisa keluar,” tegasnya.

Seperti warga binaan yang telah bebas sebelumnya, 15 narapidana kali ini juga menerima bingkisan sembako dan uang saku. Serta mendapat fasilitas pulang dari Pemkab Jember.( SGM)

20/07/2020

YIKT Panti Gelar Silaturahmi dan Pembinaan Serta Pengukuhan GTK



Jember,Kabarejember.com
--Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani Argopuro Lakukan Gelar Silaturrahmi yang dirangkai dengan Pembinanaan, dan  Pengukuhan Guru dan GTK yang tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Yayasan dalam lingkup YIKT No. 01/U/YIKT/Vll/2020 Periode 2020 - 2025.

Yayasan Ikhtiar Kejayaan Tani ( YIKT ) Argopuro Panti Jember, Minggu  19 Juli 2020 melakukan pembinaan dan pengukuhan terhadap semua guru dan tenaga kependidikan yang berada dalam naungan Yayasan Iktiar Kejayaan Tani  ( YIKT ).

Acara Yang diselengaran di lantai 2 Gedung Aula SMA Argopuro Panti dihadiri 68 orang yang terdiri dari pengurus Yayasan Iktiar Kejayaan Tani Argopuro dan dari lembaga MI, SMP dan SMA.

Acara ini dimulai dengan seremonial masukkan pengurus Yayasan kedalam Ruangan, lalu diawali dengan pembukaan dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Dalam susunan pada acara itu ada beberapa sambutan-sambutan, diantaranya sambutan dari ketua yayasan.

Dalam Sambutannya, ketua Yayasan,  H. Agus Idham Khalid, Spd. mengilustrasikan yayasannya sebagai " Pohon " . "Yaitu apalagi kita menjadi buah maka jadilah buah yang manis, bila kita jadi daun, maka jadilah daun yang lebat  yang menyejukkan, dan begitu pula kalau kita jadi akar, maka jadilah akar yang kuat yang mampu menumbuhkan  ranting- ranting yang kuat dan bagus sehingga bisa menghasilkan buah yang begitu lebat dan manis," jelasnya.

Jadi dalam yayasan ini
jangan sampai ada ego pribadi. "Namun marilah kita semua yang hadir ini baik pengurus yayasan maupun lembaga agar senantiasa bersama-sama mengembangkan yayasan ini serta menasionalisasikannya kepada masyarakat luas agar yayasan dan lembaga kita ini kedepan selalu tampak atmosfer yang menyenangkan  dimasyarakat," papar Idham Khalid.

 Lebih jauh lagi Ketua Yayasan YIKT Argopuro Agus Idham Khalid,SPd yang juga berprofesi sebagai Kasi Propam di Polres jember memaparkan, bahwa melalui pembinaan dan pengukuhan ini diharapkan kedepan dapat membawa kemajuan dilembaga  pendidikan Islam ini lebih dikenal di masyarakat luas dan benar-benar dapat menghasilkan lulusan  pesrerta didik yang siap bersaing di era globalisasi ini.
 saya ingin menjadi orang yang baik yang bermanfaat bagi orang lain, saya akan terus menegakkan Disiplin baik di yayasan maupun di lembaga ini ( MI - SMP dan SMA ), dan apa yang saya sampaikan dalam forum ini, ya itulah yang akan saya lakukan kedepan" imbuhnya.

" Semoga segenap pengurus yayasan dan Lembaga Argopuro  kedepan saling bersinergi, lari kebih cepat lagi dan tidak diam di tempat " harapannya(. (A.Mulyono)

19/07/2020

Pelaku Seni dan Budaya Terdampak Covid -19 Akan Terima Bantuan



Jember,Kabarejember.com
--Bupati Jember, dr. Faida, MMR., menyatakan akan membantu para pelaku seni dan budaya yang terdampak situasi Covid-19 untuk mendapatkan bantuan.

Bupati meminta masukan data untuk menjadi basis sasaran bantuan tersebut saat audiensi dengan pelaku seni, pekerja seni, dan pekerja hiburan di Pendapa Wahyawibawagraha Jember. (17/7/2020)

Audiensi itu diikuti sedikitnya 25 pelaku seni dan budaya yang mewakili beberapa komunitas seni dan budaya di Bumi Pendhalungan.

Semua pelaku seni dan budaya mendapat tugas mendata koleganya yang sama-sama terdampak Covid-19. “Data yang sudah masuk, akan segera dieksekusi bantuannya,” tegas bupati.

Bupati menjelaskan, terdapat tiga bentuk bantuan pemerintah. Pertama, penanganan kesehatan. Kedua, jaring pengaman sosial, yang dibagi menjadi dua kelompok : kelompok miskin dan terdampak Covid-19. Ketiga, pemulihan ekonomi.

Dalam audiensi itu juga membahas formula yang menggunakan sarana media sosial, radio, televisi, dan taman publik untuk para pelaku seni dan budaya mengekspresikan kemampuannya sekaligus memberikan edukasi ke masyarakat terkait pandemi Covid-19.

Bupati meminta dalam waktu dua hari pelaku seni dan budaya untuk menyusun agenda kegiatan yang diajukan kepada gugus tugas. “Setidaknya, untuk jadwal dua minggu pertama, agar masyarakat mendapat suguhan tayangan-tayangan yang positif, edukatif, termasuk seni budaya,” ucapnya.

Di sisi lain, gugus tugas harus memastikan kegiatan yang direncanakan itu tidak menyebabkan penularan, terselenggara di daerah yang aman, dan tidak mengumpulkan banyak massa.

Apabila sudah ada agenda kegiatan dan dapat diselenggarakan, maka pelaku seni dan budaya akan di- rapid test gratis. Mereka juga mendapat perlengkapan alat pelindung diri (APD) juga gratis.. (SGM)

18/07/2020

Indonesia Pasar Halal Terbesar Dunia



Jember, kabarejember.com
--Indonesia adalah pangsa pasar halal terbesar dunia. Namun sayangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan sertifikasi halal terhadap produk dan jasa yang mereka miliki masih rendah. Jika pelaku usaha di Indonesia tidak memperhatikan sertifikasi halal terhadap produk atau jasa, mereka akan sulit bersaing dengan produk dari luar. Karena saat ini seluruh produk yang masuk ke Indonesia sudah dilengkapi dengan label halal. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Prof Ir. Sukoso, M.Sc., P.Hd.,  dalam Webinar dengan judul Peningkatan Akses Produk Halal Di Indonesia yang terpusat di lantai III Kantor Pusat Universitas Jember.
“Kita jangan hanya menjadi pasar saja namun juga harus mengambil untung dari pasar yang sangat besar ini. Karena, selama ini yang begitu  terhadap sertifikasi halal ini justru negara Thailand yang masyarakat muslimnya adalah minoritas,”  tambahnya. Menurutnya, saat ini perkembangan minat masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat. masyarakat lebih suka memilih produk yang berlogo halal dan tersertifikasi sudah jadi trend masyarakat dunia.
 “Oleh karena itu kemudian pemerintah mengatur hal tersebut di dalam undang undang nomer 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Undang-undang ini mengatur setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” katanya.
Lebih jauh ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan undang-undang setiap pelaku usaha yang memproduksi produk dari bahan yang berasal dari bahan tidak halal tidak dapat mengajukan permohonan sertifikat halal. “Bahkan mereka wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk mereka. Ini semat-mata dalam rangka memberikan perlindungan pada konsumen terkait kejelasan produk yang mereka beli,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna yang membuka Webinar mengungkapkan masih terbatasnya riset-riset yang terkait produk halal. Menurutnya, penelitian yang terkait produk halal di Indonesia masih tertinggal dari negara Thailand dan Malaysia.
“Thailand sudah memlikiki pusat riset dan penilaian produk halal. Unversitas Putra Malaysia pun memiliki fasilitas lengkap untuk riset produk halal. Oleh karena itu kami Universitas Jember ke depan ingin menjadi Lembaga Pemeriksa Halal yang selanjutnya disingkat (LPH) yang mencakup wilayah Tapal Kuda,” ujar Iwan.
Keseriusan Universitas Jember untuk menjadi salah satu LPH kemudian dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) anatara Universitas Jember dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Kami ingin menjadi pusat kajian halal di wilayah tapal kuda. Sehingga harapannya ke depan Universitas Jember juga bisa memberikan layanan sertifikasi kehalalaln pada sebuah produk khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah Tapal Kuda,” pungkas Iwan. (Mun)

PMI Jember Tidak Pernah Terima Donasi Rp 16 M



JEMBER ,kabarejember.com
- Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Jember membantah menerima donasi sebesar Rp  16 miliar sebagaimana yang telah viral pada akhir tahun 2019 oleh orang yang mengaku pengusaha tambang di Papua dan mengaku memiliki 300 hotel berkelas diberbagai negara. Bahkan akan membangun hotel mewah di Jember, hal itu disampaikan pada saat ramah tamah bersama pengurus PMI Kabupaten Jember.

Awalnya, pasangan suami istri (pasutri) yang  mengaku namanya Haduri Wijaya Bin H. Mustofa dan Istrinya Rita Hapsari Ningtyas menjelaskan bahwa keduanya mendengar langsung tentang terobosan terobosan yang dilakukan PMI Kabupaten Jember dari Ketua PMI Provinsi Jawa Timur H. Imam Utomo dan membaca inovasi-inovasi PMI Jember dari media massa.
Kemudian pasangan suami istri tersebut berinisiatif bersilaturahmi ke  Markas PMI Jember di jalan Jawa nomor 57 didampingi asisten dan driver mengendarai mobil Xenia pada pertengahan bulan Oktober 2019.

Ditengah kesibukan PMI Jember menggelar Serangkaian Kegiatan Peringatan Hari Sukarelawan PMI Tahun 2019, pengusaha suami istri tersebut menyampaikan akan menyumbangkan dana sebesar Rp 16 miliar kepada PMI Kabupaten Jember untuk pengembangan organisasi dan rencana pembangunan rumah sakit emergency PMI Jember.

Kemudian komunikasi berlanjut intensif melalui sambungan telepon maupun whatsapp, antara Ketua PMI Jember dengan Pak Wijaya, Donatur tersebut mengungkapkan berencana akan menyerahkan bantuan dana tersebut secara simbolis pada Pengurus PMI Kabupaten Jember sebesar Rp 16 miliar dan kepada pengurus PMI Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 200 miliar pada opening dialog nasional yang menggagas tema peran Pemerintah Daerah dalam produktivitas PMI diikuti delegasi peserta dialog nasional dari berbagai daerah, Jumat (6/10/2019).

Sebagaimana yang telah dilansir oleh banyak Media menyebutkan bahwa Palang Merah Indonesia Jember mendapatkan dana bantuan sosial sebesar Rp 16 miliar. Pemberian secara simbolis dilakukan saat acara  dialog nasional PMI dalam rangka ulang tahun ke 14 relawan dan Ultah ke 74 PMI, Jumat, (6/12/2019).

Bahkan penandatanganan memorandum of understanding (MOu) dana hibah antara PMI Jember sebagai penerima dan dengan PT. Dayinta Eka Catra sebagai pemberi bantuan dana dengan disaksikan olehBupati Jember dan Ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo S serta dihadapan peserta delegasi dari berbagai daerah di Gedung Pendopo Wahyawibawagraha Jember.

Selain menyerahkan secara simbolis, pengusaha tersebut juga menjadi tamu istimewa dalam upacara peringatan Hari Sukarelawan PMI tingkat Jawa Timur yang dipusatkan di Alun-alun Jember, Sabtu (7/12/2020), pasangan suami istri tersebut terlihat gembira melihat rangkaian upacara, penampilan peragaan tanggap darurat hingga parade Sukarelawan PMI Kabupaten Jember.

Namun dari serangkaian cerita tersebut, PMI tidak menyangka jika pasangan suami istri melakukan pembohongan publik. Karena pemberitaan viral yang menyebutkan PMI Jember terima bantuan 16 miliar, tapi nyatanya hingga saat ini, bantuan dana tersebut bodong," ungkap H. E. A. Zaenal Marzuki, SH, MH Ketua PMI Kabupaten Jember. (heri/hms)

Wabup Jember Lantik Pengawas BUMD

Kabarejember.com
 -- Bertempat   di pendopo Wahyawibawagraha Jumat 17/07/2020.Wakil Bupati Jember, Drs.KH.A Muqit Arief melantik enam orang yang dinyatakan lolos seleksi untuk menduduki jabatan Dewan Pengawas PDAM Jember dan PDP Kahyangan.


Dewan Pengawas (Dewas) Perusahaan daerah Air Minum (PDAM) Jember diketuai oleh Dr. H. Edy Budi Susilo, M.Si. Sedang Ketua Dewas Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan dijabat oleh Ir. Arif Wicaksono, MM.

Pentingnya dibentuk dewan pengawas Badan Usaha Milik Daerah (BUMD ) tujuan yang diharapkan keberadaan Badan Usaha Milik Daerah dapat tercapai.

BUMD didirikan dengan tujuan untuk memberikan manfaat bagi perkembangan perekonomian Daerah pada umumnya, menyelenggarakan kemanfaatan umum berupa penyediaan barang dan atau jasa yang bermutu bagi pemenuhan hajat hidup masyarakat sesuai kondisi, karakteristik, dan potensi Daerah yang bersangkutan berdasarkan tata kelola perusahaan yang baik.

Wabup mengatakan, Dewas baru di dua perusahaan daerah itu diharapkan dapat menambah energi dan membawa sesuatu yang produktif apabila pengawasan betul-betul dilaksanakan. “Sehingga, dari hal-hal yang kurang baik menjadi lebih baik,” tutur wabup.

Tugas Dewan Pengawas antara lain;
Melaksanakan pengawasan terhadap pengurusan Perusahaan yang dilakukan oleh Direksi, yaitu pengawasan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, serta pengawasan Kebijakan yang ditetapkan oleh Menteri.

Wabup berpesan, pelantikan ini supaya tidak hanya formalitas belaka, melainkan momen untuk bekerja keras. Mengabdi bagi Jember dan masyarakat Jember.

Pengawasan, menurut wabup, merupakan sebuah kewajiban agar dapat berjalan sesuai dengan harapan bersama.

Keberadaan pengawas bukan dalam pengertian pasif. Pengawas harus bergerak aktif, memonitor dari jajaran direksi hingga staf.

Apabila ditemukan sesuatu yang tidak produktif, lanjut wabup, hendaknya diberikan saran dan dilaporkan kepada bupati untuk menentukan kebijakan selanjutnya.


Kedua perusahaan daerah ini sangat diinginkan menjadi perusahaan yang sehat dan mendatangkan profit.

Ketua Dewas PDP Kahyangan, Ir. Arif Wicaksono, MM, menyatakan, dalam kinerjanya akan melakukan pengawasan perusahaan, pengawasan kerja direksi, dan mengevaluasi.

“Saya optimis PDP menjadi lebih baik lagi. Segala prioritas kami akan membuat suatu peningkatan kompetensinya pada level struktur organisasi di PDP,” ujarnya.

Bekerjasama dengan direksi atas petunjuk pemegang saham akan jadi skala prioritas. “Bila SDM tidak kita bangun dengan baik, tentunya   perusahaan di dalam tuntutan dinamika bisnis banyak kendala,” kata Muqit Arief. (SGM)