Langsung ke konten utama

Indonesia Pasar Halal Terbesar Dunia



Jember, kabarejember.com
--Indonesia adalah pangsa pasar halal terbesar dunia. Namun sayangnya kesadaran masyarakat untuk melakukan sertifikasi halal terhadap produk dan jasa yang mereka miliki masih rendah. Jika pelaku usaha di Indonesia tidak memperhatikan sertifikasi halal terhadap produk atau jasa, mereka akan sulit bersaing dengan produk dari luar. Karena saat ini seluruh produk yang masuk ke Indonesia sudah dilengkapi dengan label halal. Hal ini disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kemenag, Prof Ir. Sukoso, M.Sc., P.Hd.,  dalam Webinar dengan judul Peningkatan Akses Produk Halal Di Indonesia yang terpusat di lantai III Kantor Pusat Universitas Jember.
“Kita jangan hanya menjadi pasar saja namun juga harus mengambil untung dari pasar yang sangat besar ini. Karena, selama ini yang begitu  terhadap sertifikasi halal ini justru negara Thailand yang masyarakat muslimnya adalah minoritas,”  tambahnya. Menurutnya, saat ini perkembangan minat masyarakat terhadap produk halal semakin meningkat. masyarakat lebih suka memilih produk yang berlogo halal dan tersertifikasi sudah jadi trend masyarakat dunia.
 “Oleh karena itu kemudian pemerintah mengatur hal tersebut di dalam undang undang nomer 33 tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Undang-undang ini mengatur setiap produk yang masuk, beredar, dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal,” katanya.
Lebih jauh ia menjelaskan, sesuai dengan ketentuan undang-undang setiap pelaku usaha yang memproduksi produk dari bahan yang berasal dari bahan tidak halal tidak dapat mengajukan permohonan sertifikat halal. “Bahkan mereka wajib mencantumkan keterangan tidak halal pada produk mereka. Ini semat-mata dalam rangka memberikan perlindungan pada konsumen terkait kejelasan produk yang mereka beli,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Jember Iwan Taruna yang membuka Webinar mengungkapkan masih terbatasnya riset-riset yang terkait produk halal. Menurutnya, penelitian yang terkait produk halal di Indonesia masih tertinggal dari negara Thailand dan Malaysia.
“Thailand sudah memlikiki pusat riset dan penilaian produk halal. Unversitas Putra Malaysia pun memiliki fasilitas lengkap untuk riset produk halal. Oleh karena itu kami Universitas Jember ke depan ingin menjadi Lembaga Pemeriksa Halal yang selanjutnya disingkat (LPH) yang mencakup wilayah Tapal Kuda,” ujar Iwan.
Keseriusan Universitas Jember untuk menjadi salah satu LPH kemudian dituangkan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman (MoU) anatara Universitas Jember dengan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH).
“Kami ingin menjadi pusat kajian halal di wilayah tapal kuda. Sehingga harapannya ke depan Universitas Jember juga bisa memberikan layanan sertifikasi kehalalaln pada sebuah produk khususnya bagi masyarakat yang berada di wilayah Tapal Kuda,” pungkas Iwan. (Mun)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...