05/03/2026

Polsek Sukodono Pantau Debit Sungai Menjangan di Kutorenon


Lumajang , Merdekanews.id Tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Lumajang dalam beberapa hari terakhir mendorong jajaran Polsek Sukodono meningkatkan patroli pemantauan di sejumlah titik rawan bencana.

Salah satunya dilakukan di aliran Sungai Menjangan yang berada di Desa Kutorenon, Kecamatan Sukodono.

Patroli tersebut difokuskan untuk mengantisipasi potensi banjir akibat meluapnya debit air sungai setelah hujan deras yang terjadi sejak siang hingga sore hari.

Petugas turun langsung ke lokasi untuk melakukan pengecekan ketinggian debit air serta memastikan tidak ada luapan yang mengarah ke badan jalan maupun permukiman warga di sekitar bantaran sungai.

Kapolsek Sukodono Polsek Sukodono, Ernowo, mengatakan bahwa kegiatan patroli ini merupakan langkah preventif guna meminimalisir dampak bencana alam, khususnya banjir yang kerap terjadi saat intensitas hujan tinggi.

“Kami melakukan pemantauan langsung untuk memastikan kondisi debit air Sungai Menjangan tetap dalam batas aman. Dari hasil pengecekan, debit air masih terpantau normal dan tidak ditemukan adanya luapan yang menggenangi jalan raya maupun rumah warga,” ujar AKP Ernowo.

Ia menjelaskan, meski kondisi masih terkendali, pihaknya tetap menyiagakan personel untuk memantau perkembangan situasi, terutama jika hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Selain melakukan pengecekan, anggota juga menyampaikan imbauan kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang belakangan ini sering terjadi. 

Warga diminta segera melapor kepada perangkat desa atau pihak kepolisian apabila melihat tanda-tanda peningkatan debit air yang signifikan atau potensi longsor di sekitar bantaran sungai.

“Kami mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas terlalu dekat dengan bantaran sungai saat hujan deras. Keselamatan adalah yang utama. Jika terjadi kondisi darurat, segera hubungi aparat terdekat agar bisa segera ditangani,” tegasnya.

AKP Ernowo menambahkan, sinergi antara aparat keamanan, pemerintah desa, dan masyarakat sangat penting dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. 

"Dengan adanya patroli rutin dan komunikasi yang baik, diharapkan setiap potensi ancaman dapat diantisipasi lebih dini," pungkasnya

Polsek Tekung Amankan Ujian Penyaringan Perangkat Desa Karangbendo, Berlangsung Kondusif


Lumajang , Merdekanews.id Jajaran Polsek Tekung melaksanakan pengamanan kegiatan penjaringan dan penyaringan perangkat Desa Karangbendo, Kecamatan Tekung, Kabupaten Lumajang.

Pengamanan dilakukan dalam pelaksanaan ujian tertulis untuk pengisian jabatan Kepala Dusun (Kasun) Pasinan serta Kepala Urusan Tata Usaha (Kaur TU) dan Umum Desa Karangbendo. 

Kegiatan tersebut digelar di Balai Desa Karangbendo mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Tekung Dian Nurwisudah, Kanit Intelkam Polsek Tekung Aiptu Prayitno, Bhabinkamtibmas Desa Karangbendo Bripka Joko Kuncoro, SH, Babinsa Desa Karangbendo Sertu Suparli, BPD, perangkat desa, serta seluruh peserta penjaringan.

Kapolsek Tekung Sujianto mengatakan, kehadiran personel kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap proses demokrasi di tingkat desa agar berjalan aman, tertib dan transparan.

“Kami melakukan pengamanan dan monitoring untuk memastikan seluruh tahapan penjaringan dan penyaringan perangkat desa berjalan lancar serta kondusif. Alhamdulillah, hingga kegiatan selesai situasi tetap aman dan terkendali,” ujar AKP Sujianto, S.H.

Berdasarkan data panitia, jumlah peserta seleksi untuk jabatan Kepala Dusun Pasinan sebanyak enam orang, sedangkan untuk jabatan Kaur TU dan Umum diikuti 15 peserta.

Dari hasil ujian tertulis, nilai tertinggi untuk jabatan Kepala Dusun diraih oleh peserta nomor 03 atas nama Donny Ahmad Khomaini dengan nilai 72. 

Sementara untuk jabatan Kaur TU dan Umum, nilai tertinggi diperoleh peserta nomor 9 atas nama Ahmadi dengan nilai 85.

Kapolsek menjelaskan, sistem seleksi dilakukan melalui tes tertulis dengan materi soal yang telah disusun oleh panitia pemilihan perangkat desa dan dikoordinasikan dengan panitia pengawas kecamatan (Panwascam). Kerahasiaan soal dijaga ketat hingga waktu pelaksanaan ujian.

“Seluruh peserta diawasi oleh tim koreksi yang telah dipersiapkan panitia. Prosesnya berjalan transparan dan profesional sehingga tidak menimbulkan polemik,” tegasnya.

Kegiatan penjaringan dan penyaringan perangkat desa tersebut berakhir pada pukul 12.30 WIB. 

AKP Sujianto menambahkan, pihaknya akan terus mengawal setiap tahapan lanjutan apabila masih diperlukan, guna menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah Kecamatan Tekung.

"Dengan pengamanan yang optimal dari aparat kepolisian, diharapkan proses pengisian perangkat desa di Karangbendo dapat menghasilkan aparatur yang kompeten serta mampu mendukung jalannya pemerintahan desa secara maksimal dan akuntabel," pungkasnya

Polsek Lumajang Kota Perketat Pengamanan JLT dari Aksi Balap Liar


LUMAJANG , Merdekanews.id Memasuki bulan suci Ramadan, aktivitas masyarakat di sore hari atau yang populer dengan istilah "ngabuburit" mengalami peningkatan signifikan. 

Untuk memastikan kenyamanan ibadah masyarakat dan mencegah gangguan keamanan, Polsek Lumajang Kota menyiagakan personel di titik-titik rawan, salah satunya di kawasan Jalan Lintas Timur (JLT).

Langkah preventif ini diambil guna mengantisipasi adanya aksi balap liar yang kerap memanfaatkan momentum sore hari di jalur lurus JLT. 

Pengamanan difokuskan di area strategis, tepatnya di Perempatan Boreng, yang menjadi akses utama sekaligus titik kumpul warga.

Kapolsek Lumajang Kota, Iptu Edi Kuswanto, menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan adalah bentuk pelayanan maksimal untuk menjamin keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) selama bulan puasa.

"Sesuai arahan Bapak Kapolres Lumajang, kami dari Polsek Lumajang Kota berkomitmen untuk menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Kawasan JLT ini seringkali menjadi perhatian karena jalur yang lebar sering disalahgunakan oleh oknum pemuda untuk balap liar. Oleh karena itu, personel kami siagakan sejak pukul 16.00 WIB hingga waktu berbuka tiba," ujar IPTU Edi Kuswanto.

Dalam giat kali ini, dua personel berpengalaman, Aiptu Bambang B dan Briptu Rizky, diterjunkan untuk melakukan patroli dialogis serta pemantauan arus lalu lintas secara intensif. 

Kehadiran petugas berseragam di lokasi diharapkan mampu memberikan efek deterens (penangkal) bagi siapa saja yang berniat melakukan aksi ugal-ugalan di jalan raya.

Selain melakukan pengamanan fisik, petugas di lapangan juga memberikan imbauan secara humanis kepada para pemuda yang berkumpul di pinggir jalan. 

Mereka diingatkan untuk tidak memodifikasi kendaraan dengan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis (brong) serta tetap mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

"Kami tidak hanya sekadar berjaga, tapi juga melakukan edukasi. Kami ingin masyarakat, terutama para remaja, memahami bahwa balap liar bukan hanya membahayakan diri sendiri, tetapi juga nyawa orang lain yang sedang melintas atau ingin berbelanja takjil," tambah Iptu Edi.

Situasi Kondusif di Perempatan Boreng
Berdasarkan laporan hasil kegiatan, hingga matahari terbenam dan aktivitas warga mereda, situasi di sekitar Perempatan Boreng JLT terpantau aman dan terkendali. Tidak ditemukan adanya tanda-tanda gesekan antar pemuda maupun aksi balapan yang meresahkan.

Iptu Edi Kuswanto memastikan bahwa kegiatan pengamanan serupa akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan selama bulan Ramadan. Pihaknya juga mengajak masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

"Kami mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anaknya, terutama saat jam-jam ngabuburit. Mari kita isi bulan Ramadan ini dengan kegiatan positif dan ibadah, bukan dengan aksi yang merugikan publik. Jika melihat adanya gangguan keamanan, segera lapor ke pihak kepolisian terdekat," tutup Kapolsek

Sinergi Forkopimca Senduro: Matangkan Pengamanan Ritual Melasti dan Pawai Ogoh-Ogoh 2026


LUMAJANG , Merdekanews.id Menjelang perayaan Hari Raya Nyepi tahun 2026, jajaran Polsek Senduro bersama unsur Forkopimca menggelar rapat koordinasi (rakor) strategis di Pura Mandara Giri Semeru Agung (MGSA) Senduro.

Pertemuan ini dilakukan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan keagamaan, mulai dari Upacara Melasti hingga Pawai Ogoh-ogoh, berjalan aman, tertib, dan kondusif.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, bersama jajaran pimpinan Kecamatan Senduro. Fokus utama pembahasan adalah manajemen lalu lintas dan pengamanan massa, mengingat volume kendaraan dan peserta yang diprediksi akan membludak.

Persiapan Logistik dan Rute Melasti
Berdasarkan hasil koordinasi, Upacara Melasti dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026. Iring-iringan umat akan memulai perjalanan (start) dari Pura MGSA Senduro tepat pukul 07.00 WIB menuju Pantai Watu Pecak, Pasirian.

Kapolsek Senduro, AKP Wahono Pudji Santoso, mengungkapkan bahwa estimasi kendaraan yang akan mengikuti prosesi ini cukup besar, sehingga diperlukan pengawalan ketat.

"Data sementara menunjukkan akan ada sekitar 40 unit truk, 90 unit kendaraan pribadi, dan kurang lebih 100 unit sepeda motor yang ikut dalam rombongan Melasti. Kami dari pihak kepolisian akan memastikan jalur yang dilalui dari Senduro hingga Pasirian tetap lancar tanpa mengganggu aktivitas warga lainnya," ujar AKP Wahono Pudji Santoso.

Kemeriahan Pawai Ogoh-Ogoh di Senduro
Selain Melasti, agenda yang paling dinantikan masyarakat adalah Pawai Ogoh-ogoh yang akan digelar pada Rabu, 18 Maret 2026. Acara dimulai pukul 20.00 WIB dengan rute melingkar di pusat Kecamatan Senduro.

"Rute pawai akan dimulai dari Pura MGSA, menuju Pertigaan Indomaret, melintasi Mako Koramil Senduro, Kantor Kecamatan, dan kembali lagi ke Pura MGSA. Puncaknya, sekitar pukul 23.00 WIB, akan dilakukan ritual pembakaran Ogoh-ogoh di area parkir belakang Pura," tambah Kapolsek.

AKP Wahono menekankan pentingnya kerja sama antara panitia penyelenggara dan petugas keamanan di lapangan. Mengingat kegiatan ini melibatkan banyak kendaraan dan massa, aspek keselamatan berkendara menjadi prioritas utama.

"Kami mengimbau kepada seluruh peserta untuk tetap mematuhi aturan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor agar tetap menggunakan helm. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Senduro untuk menjaga toleransi dan mendukung kelancaran ibadah saudara-saudara kita umat Hindu agar situasi tetap kondusif," tegasnya.

Pihak Polsek Senduro memastikan akan menerjunkan personel gabungan guna melakukan penyekatan dan pengaturan arus di titik-titik rawan kemacetan selama prosesi berlangsung. Dengan persiapan yang matang ini, diharapkan rangkaian Nyepi di Senduro dapat menjadi simbol keharmonisan dan kedamaian di Kabupaten Lumajang.

Polsek Padang Tebar Kebaikan Lewat Bagi-Bagi Takjil Gratis di Bulan Ramadhan


Lumajang , Merdekanews.id Bulan suci Ramadhan 1447 H menjadi momentum bagi aparat kepolisian untuk semakin mendekatkan diri dengan masyarakat. 

Hal ini ditunjukkan oleh jajaran Polsek Padang, Polres Lumajang, yang menggelar aksi sosial berupa pembagian takjil gratis bagi pengguna jalan dan warga sekitar.

Kegiatan yang dipusatkan di depan Mapolsek Padang ini menyasar para pengendara motor, sopir angkutan, hingga warga pejalan kaki yang melintas menjelang waktu berbuka puasa. 

Senyum ramah dari para personel kepolisian menyambut setiap warga yang berhenti sejenak untuk menerima paket takjil tersebut.

Wujud Kepedulian Polri di Bulan Suci
Kapolsek Padang, Iptu Buriantoro, yang memimpin langsung jalannya kegiatan, 

Ia menyatakan bahwa aksi bagi-bagi takjil ini merupakan bentuk nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa, terutama bagi mereka yang masih dalam perjalanan saat adzan maghrib berkumandang.

"Kami ingin berbagi kebahagiaan dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang sedang berpuasa namun masih beraktivitas di jalan raya. Ini adalah wujud kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom, sekaligus sahabat masyarakat di bulan yang penuh berkah ini," ujar Iptu Buriantoro di sela-sela kegiatan.

Iptu Buriantoro menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara kepolisian dengan warga Kecamatan Padang. 

Menurutnya, hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat adalah kunci utama dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif.

Sampaikan Pesan Keselamatan Berkendara
Tidak hanya sekadar memberikan kudapan berbuka, momentum ini juga dimanfaatkan oleh Iptu Buriantoro dan anggotanya untuk memberikan edukasi mengenai keselamatan berlalu lintas. 

Sambil menyerahkan takjil, petugas menyelipkan imbauan agar para pengendara tetap mengutamakan keselamatan dan tidak terburu-buru demi mengejar waktu berbuka di rumah.

"Kami juga mengingatkan warga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas, menggunakan helm, dan selalu waspada saat berkendara. Jangan sampai euforia menjelang buka puasa membuat kita lalai akan keselamatan di jalan," tegas Iptu Buriantoro 

Aksi simpatik ini mendapat apresiasi hangat dari warga. Salah satu pengendara motor yang melintas mengaku merasa terbantu dengan adanya takjil gratis tersebut. 

Menurut warga, kehadiran polisi di jalan raya dengan cara yang humanis seperti ini memberikan rasa nyaman dan sejuk di tengah teriknya cuaca sore hari.
Kegiatan pembagian takjil ini berjalan dengan tertib dan lancar tanpa mengganggu arus lalu lintas di depan Mapolsek Padang. 

"Kami berharap, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan selama bulan Ramadhan guna terus memupuk jiwa sosial dan semangat berbagi di lingkungan institusi Polri," pungkasnya

04/03/2026

Polsek Tempeh Pantau SPBU Tempeh Lor, Antisipasi Antrean dan Gangguan Kamtibmas


Lumajang , Merdekanews.id Guna memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran melaksanakan pemantauan di objek vital Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Desa Tempeh Lor, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang.

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi antrean panjang, kelangkaan BBM, serta mencegah terjadinya gangguan kamtibmas, termasuk tindak kriminalitas yang kerap terjadi pada jam-jam rawan atau dikenal dengan istilah crime o’clock.

Kapolsek Tempeh, AKP Syamsul Arifin mengatakan bahwa pemantauan objek vital seperti SPBU merupakan bagian dari tugas preventif kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan secara langsung untuk memastikan distribusi BBM berjalan lancar dan tidak terjadi antrean yang berpotensi menimbulkan gangguan kamtibmas. Kehadiran anggota di lapangan juga untuk mengantisipasi tindak kriminalitas,” ujar AKP Syamsul Arifin.

Dari hasil pemantauan, terlihat adanya antrean kendaraan roda dua yang hendak mengisi BBM. Namun, seluruh pengendara tetap mematuhi aturan dengan mengantre satu per satu secara tertib. Situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.

Selain itu, meskipun terdapat antrean kendaraan, kondisi tersebut tidak sampai menimbulkan kepadatan arus lalu lintas di jalan raya sekitar SPBU. Petugas turut melakukan pengawasan agar kendaraan tetap berada pada jalurnya dan tidak mengganggu pengguna jalan lainnya.

AKP Syamsul Arifin menambahkan bahwa pengawasan terhadap objek vital akan terus dilakukan secara berkala, terutama di titik-titik yang berpotensi menimbulkan kerawanan sosial maupun gangguan keamanan.

“Alhamdulillah, selama kegiatan berlangsung situasi tetap aman, tertib, dan kondusif. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak melakukan pembelian secara berlebihan, serta selalu menjaga ketertiban saat mengantre,” tambahnya.

Dengan adanya pemantauan rutin dari kepolisian, diharapkan distribusi BBM di wilayah Kecamatan Tempeh berjalan lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman tanpa kekhawatiran akan gangguan keamanan.

Polres Lumajang dan Warga Pasang Ratusan Bronjong di Lokasi Longsor Jalur Tempursari–Pronojiwo


Lumajang , Merdekanews.id Jajaran Polres Lumajang melalui Polsek Tempursari bersama warga setempat melaksanakan kerja bakti dengan memasang ratusan bronjong dari sak berisi pasir di lokasi longsor jalur Kecamatan Tempursari menuju Pronojiwo, Kabupaten Lumajang. 

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya darurat untuk mencegah longsor susulan yang dapat memperparah kerusakan badan jalan.

Longsor terjadi   di ruas jalan Desa Kaliuling menuju Desa Pundungsari, Kecamatan Tempursari. 

Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut menyebabkan bahu jalan retak hingga ambrol, sehingga sebagian badan jalan tergerus material tanah.

Berdasarkan data di lapangan, longsoran memiliki kedalaman sekitar 8 meter, dengan panjang kurang lebih 6 meter dan lebar sekitar 2 meter. Kondisi tersebut mengganggu arus lalu lintas warga yang melintasi jalur penghubung Tempursari–Pronojiwo.

Kapolres Lumajang AKBP Alex Sandy Siregar melalui Kapolsek Tempursari Iptu Sukirno mengatakan, pemasangan bronjong dari sak berisi pasir dilakukan sebagai penahan sementara agar tanah tidak kembali longsor, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

“Kami bersama warga melaksanakan kerja bakti memasang bronjong sebagai langkah penanganan darurat. Ini untuk memperkuat tebing dan menahan pergerakan tanah agar tidak terjadi longsor susulan,” ujar Iptu Sukirno.

Ia menjelaskan, akibat longsor tersebut, petugas memberlakukan sistem buka tutup di jalur Pronojiwo–Tempursari. Kendaraan roda empat masih dapat melintas secara bergantian dengan pengawasan ketat dari petugas di lapangan, sementara pengendara roda dua diminta lebih berhati-hati saat melintas di lokasi.

“Kami terapkan sistem buka tutup demi keselamatan pengguna jalan. Personel kami siagakan untuk mengatur arus lalu lintas dan memastikan kendaraan melintas secara bergantian,” tambahnya.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, khususnya saat melintasi jalur rawan longsor di musim penghujan. 

Pengendara diminta mengurangi kecepatan, mematuhi arahan petugas, serta tidak memaksakan diri melintas apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan.

Polres Lumajang bersama instansi terkait terus berkoordinasi guna penanganan lebih lanjut agar akses jalur penghubung antar kecamatan tersebut dapat kembali normal dan aman digunakan masyarakat.