Langsung ke konten utama

Status WNA di PT Imasco Terkesan Remang Remang



Jember, Merdekanews.com -----Keberadaan warga negara asing (WNA) asal negara Tiongkok yang terdaftar memiliki Izin Tinggal Terbatas (ITAS),  sebagai Tenaga Kerja Asing (TKA) di pabrik semen PT. Imasco Asiatic Kecamatan Puger Kabupaten Jember menimbulkan tanda tanya, pasalnya dua Instansi Jember yang terkait memiliki perbedaan jumlah TKA.


Sumber dari Kantor Imigrasi Klas II Jember tercatat sejumlah 59 WNA memiliki ITAS sebagai TKA pada pabrik semen berlambang singa merah tersebut. Sementara data dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jember tercatat sebanyak 65 orang memiliki ITAS TKA. Selisih antara kedua instansi tersebut sejumlah 6 orang TKA yang memegang ITAS di PT Imasco Asiatic.


Kepala Kantor Imigrasi Klas II Jember, Said Noviansyah mengatakan, tidak semua pekerja asing yang bekerja di lokasi pabrik itu milik PT Imasco Asiatic. Bisa jadi selisihnya milik perusahaan lain, sebab ada perusahaan Subkontraktor yang mempekerjakan TKA di PT Imasco Asiatic. 


"Saat ini di PT. Imasco  terdaftar 59 orang pemegang ITAS TKA, sisanya milik Subkontraktor", kata Said, saat ditemui awak media di ruang kerjanya pada Rabu (17/02/2021).


Said menyebut, di lokasi pabrik PT Imasco Asiatic ada 3 perusahaan yang berstatus sebagai Subkontraktor, yakni PT. Arta dengan jumlah pekerja asing yang dilaporkan tercatat 28 orang. Sedangkan 2 perusahaan lainnya tidak disebutkan, karena belum sempat melihat data. 


Said membantah, jika selisih jumlah 6 orang TKA yang datanya simpang siur diduga sebagai pekerja ilegal. Pasalnya, PT Imasco Asiatic selama ini diakui sangat tertib melaporkan keberadaan pekerja asingnya, kepada pihak Imigrasi Jember. 


"Tapi saya yakin orang asing (WNA) tidak akan bisa melakukan pekerjaan tanpa ada izin, apalagi sekarang Negara sudah tutup untuk orang asing,  sejak beberapa bulan sebelum memasuki tahun 2021 belum bisa masuk ke Indonesia, apalagi yang tidak resmi", terangnya. 


Keterangan Said ini berbeda dengan pernyataan yang dilontarkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember, Bambang Edi Santoso, perbedaan jumlah pekerja asing PT. Imasco Asiatic, antara Disnaker Jember dengan Imigrasi Jember jumlahnya berbeda dengan selisih 6 orang ini, hal ini bisa terjadi karena kantor pusat perusahaan Subkontraktor berada di Jakarta. "Sehingga, proses perizinan tinggal sementara bagi pekerja asing tidak melalui Imigrasi Jember",jelasnya.


Bambang Edi mengaku tidak tahu menahu perihal angka 59 jumlah pekerja asing yang dikeluarkan Imigrasi Jember.


Pekerja asing di PT Imasco Asiatic sejumlah 65 TKA diketahuinya hari Kamis (18/02/2021), setelah pihak manajemen perusahaan PT Imasco Asiatic mendatangi kantor Disnaker guna melaporkan jumlah pekerja asingnya. 

"Jadi TKA yang sekarang bekerja di perusahaan ada 65 orang.” kata Bambang. 


Selain terdapat perbedaan pada jumlah TKA, perbedaan juga terkait  perusahaan Subkontraktor di PT Imasco Asiatic,  diketahui jumlahnya juga tidak sama. "Hanya ada 1 Subkontraktor saja yang terdaftar di PT. Imasco Asiatic, yakni PT. Sinoma dengan jumlah 7 orang TKA, sedangkan PT. Arta saya tidak tau," kata Bambang. (to2k/heri/afa) 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...