Langsung ke konten utama

Tak Kunjung Kerjakan Proyek An Tertipu 25 Juta, Kepercayaan Kepada MRI Dan WZ Luntur


Jombang, Merdekanews.id - An inisial yang merasa tertipu proyek zonk  yang dijanjikan WZ melalui MRI. An kini merasa hilang kepercayaan yang disematkan kepada MRI dan WZ, lantaran hingga kini ia tak kunjung menggarap proyek yang dijanjikan.

Meski sudah setor uang sebanyak 25 juta, An tidak pernah mendapatkan proyek pada tahun 2020 seperti yang dijanjikan WZ.

"Bahkan sampai akhir tahun 2020 ketika saya tagih, dia selalu bilang masih nunggu rilis. Saya juga nggak paham maksudnya rilis itu yang bagaimana,"ungkap An.

Sudah dua tahun ini penantian sia-sia proyek yang dijanjikan ternyata zonk.

"Saya masih cukup sabar menanti untuk mendapatkan proyek yang dijanjikan. Namun, kondisinya sama, proyek tersebut tidak juga saya dapatkan sepanjang 2021," tuturnya.

Mengamati kondisi yang tak kunjung ada kepastian, akhirnya AN memutuskan untuk menagih WZ agar uangnya dapat kembali. Ia sudah merasa lelah menunggu atas janji yang sempat diimpikannya.

"Selain itu saya juga diburu orang lain, karena memang uang yang saya pakai untuk bayar proyek tersebut merupakan pinjaman dari orang lain," imbuhnya.

Sekalipun WZ ditagih, namun tidak ada jawaban yang melegakan AN. Justru AN harus merelakan motor kesayangannya untuk digadaikan demi melunasi hutangnya.

"Karena saya terus ditagih dan uang Rp 25 juta di WZ itu tak juga kembali, saya terpaksa merelakan sepeda motor untuk digadaikan demi menutup utang tersebut," paparnya. 

"Sepeda motor Ninja 250 CC saya gadaikan Rp 10 juta, sampai sekarang belum saya ambil. Kemudian Vario saya gadaikan Rp 7 juta. Untuk Vario sudah bisa saya ambil meskipun bunganya sangat mencekik. Saya ambil Vario dengan pengeluaran total Rp 13 juta, "sambungnya.

Tak hanya gadaikan sepeda motor kesayangan, akibat janji palsu itu, bahtera rumah tangganya pun sempat terancam. Sering ribut dengan sang istri. "Waktu itu istri nggak tau soal ini. Nah ketika tahu, ya istri marah marah, "ujarnya.

Lebih lanjut, AN berharap, WZ memiliki itikad baik dan segera mengembalikan uangnya. Dia sudah tidak mau berharap sejumlah proyek yang dijanjikan WZ.

Saya ingin uang saya balik, itu saja. Saya sudah nggak mau dengan proyek itu. Kalau memang WZ tidak ada itikad baik, ya saya akan melakukan upaya hukum. Saya akan laporkan baik WZ maupun MRI, " pungkasnya. (Mac)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...