Langsung ke konten utama

Ketua LBH Djawa Dwipa, Berikan Apresiasi Polres Jombang, Dengan Ditangkapnya Pelaku Penipuan CPNS


MOJOKERTO, Merdekanews.id Kamis malam tanggal 21 Maret 2024 pelaku penipuan CPNS di Jombang " Yani Arif Santoso alias YAS (65), telah ditangkap polisi dirumahnya, jalan raya Ploso-Babat, dusun Bawangan RT 002 / RW 001, Desa Bawangan, kecamatan Ploso, kabupaten Jombang.

YAS merupakan pelaku penipuan terhadap Opick Sumantri (55), warga Murukan I, RT 021 / RW 005, Kelurahan Surodinawan, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto, dengan dalih bisa mencarikan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan pangkat jabatan ll A di lingkungan  Kemenkumham RI.
Mulanya " Opick Sumantri " (Korban) bercerita kepada sahabatnya dengan inisial MS (45), yang beralamatkan di dusun Losari Barat I, RT 003 / RW 001, desa Sidoharjo, kecamatan Gedeg, kabupaten Mojokerto, bahwa korban  bermaksud ingin mencarikan pekerjaan untuk anaknya (TS).

Kemudian MS mengajak Opick Sumantri (Korban) untuk dikenalkan dengan YAS, pada awal Maret 2021, disaat itulah YAS langsung menjanjikan akan mencarikan pekerjaan untuk putra Opick Sumantri.

Setelah menunggu lama dan tidak ada kabar dari YAS apalagi putra Opick Sumantri yaitu TS tidak kunjung bekerja korban merasa ditipu, akhirnya korban memilih jalur hukum untuk menyelesaikan masalah penipuan ini.

Dalam hal ini, kuasa hukum Opick Sumantri"  yang juga merupakan Ketua Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Djawa Dwipa, Hadi Purwanto, S.T., S.H., mengatakan, dirinya sudah mengetahui kalau YAS telah ditahan, berdasarkan surat pemberitahuan dari penyidik Sat Reskrim Polres Jombang.

“Surat Ketetapan Nomor : S.Tap/49.a/III/RES.1.11/2024/Satreskrim tanggal 21 Maret 2024 tentang Penetapan Tersangka atas nama Yani Arif Santoso” ungkap Hadi.

“Hal ini juga tertuang dalam Surat Nomor : B/48.a/III/RES.1.11./2024/Satreskrim tanggal 21 Maret 2024 kepada Kepala Kejaksaan Negeri Jombang perihal Pemberitahuan Penetapan Tersangka atas nama Yani Arif Santoso terkait tindak pidana penipuan atau penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 372 KUHP atau 378 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP,” lanjut Hadi.

“Kami dikabari penyidik pada hari Jumat (22/3) bahwa terhadap tersangka YAS alias Yani Arif Santoso pada Kamis malam (21/3) telah dilakukan penahanan.” tandas Hadi, Minggu (24/3/2023).

Hadi Purwanto, Sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Sukaca, SH, MH dan jajarannya dalam mengungkap perkara penipuan CPNS ini secara tuntas dengan profesional dan terang benderang.

“Perlu saya sampaikan bahwa total kerugian yang dialami korban adalah uang senilai seratus enam puluh juta. Sementara bukti-bukti yang diserahkan kepada penyidik adalah satu bendel print out, yang terdiri dari empat lembar dokumen dari BKN (Badan Kepegawaian Negara), satu lembar rekening Koran atas nama Sri Wanti tertanggal 22 Maret 2021,” terang Hadi.

“Tiga lembar kuitansi masing-masing senilai Rp 50 juta, Rp 100 juta dan Rp 10 juta, satu print struk transfer BRI senilai Rp 100 juta, dan satu bendel print screenshot percakapan via WhatsApp dengan tersangka Yani Arif Santoso,” imbuhnya.

 "Hadi Purwanto "meyakini bahwa tersangka YAS tidak bekerja sendiri, namun ada komplotannya. Perlu penanganan lebih lanjut dari pihak Penyidik Satreskrim Polres Jombang untuk mengembangkan jaringan atau komplotan YAS, supaya pelaku penipuan PNS lain juga ditangkap dan ditahan untuk proses hukum.

“YAS dan komplotannya sangat rapi dan terstruktur dalam melakukan aksinya. Kami yakin komplotan ini sudah beroperasi cukup lama, tidak menutup kemungkinan banyak korban yang menjadi target mereka. Kami berharap Satreskrim Polres tidak hanya berhenti pada YAS saja, tapi komplotanya juga diungkap,” pungkasnya.(EVA)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pastikan Stok Oksigen untuk Layanan Medis, Kapolres Probolinggo: Kabupaten Probolinggo Aman dan Tercukupi.

Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari adanya upaya penimbunan seiring informasi kelangkaan di sejumlah daerah. Setelah melakukan pengecekan di stasiun pengisian oksigen di Paiton kemarin, Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi, didampingi Kapolsek Dringu dan Kasat Reskrim kembali melakukan pengecekan di stasiun pengisian ulang tabung oksigen. Kini yang menjadi sasaran pengecekan yaitu Stasiun Pengisian Tabung Oksigen PT Sandana Multigas perusahaan PT Samator, di Desa Kalisalam Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo, Rabu (07/7) "Kita pastikan tabung oksigen untuk layanan medis di Kabupaten Probolinggo masih kondisi aman dan tercukupi,” ucap Kapolres Probolinggo, AKBP Teuku Arsya Khadafi Pengecekan ini sebagai bentuk tugas Polri guna menghindari adanya penimbunan tabung oksigen medis bagi pasien penderita Covid-19. Bahkan dalam antisipasi kelangkaan tabung oksigen medis di Kab...

Pocong gentayang di mojokerto karna covid

Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu mengampanyekan agar warga dirumah saja sebagai upaya mencegah penularan COVID-19. Hantu yang biasanya ada di film film ini bukanlah sungguhan, melainkan sekelompok orang yang bertugas mengkampanyekan pemberlakuan PPKM darurat hingga 20 Juli 2021 mendatang. Keluarga pocong dan kuntilanak itu dibawa oleh Polres Mojokerto digunakan untuk menghantui warga yang masih nekat keluyuran dan masih nekat nongkrong di warung-warung di tengah PPKM darurat yang sedang berlangsung. Kelompok hantu jadi-jadian itu juga menakut-nakuti pengendara yang tetap nekat menuju Kota Mojokerto. Salah satunya di titik penyekatan simpang lima Kenanten Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto. Penyekatan dilakukan agar tidak terjadi kerumunan dan keramaian di pusat kota selama pemberlakuan PPKM Darurat. Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mengatakan, langkah ini sebagai upaya untuk ...

Pengusaha Resto di Sidoarjo Bersedekah makanan untuk warga isoman

Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi makan siang untuk penderita Covid-19 yang sedang menjalani isoman di rumah. “Ada teman-teman dari komunitas yang ambil kesini jadi nanti mereka yang membagikan ke warga isoman. Kita berusaha memahami mereka, isoman kan gak bisa keluar kemana mana jadi kita masakin,” jelasnya ketika ditemui merdekanews.net di restoran. Sementara itu, Wina, relawan sedekah centelan mengatakan, saat ini, banyak warga yang sedang menjalani isoman di rumah mengeluh kesulitan mencari makan dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. “Jadi kita swadayakan temen-temen kita urunan. Alhamdulillah untuk makan siang kita di suport Asap-asap,” ucap Wina usai membagikan makan siang ke warga isoman di Desa Lebo. Untuk makan malam, Wina mengatakan, dari hasil swadaya yang didapat, ia memberdayakan janda-janda di desa tersebut untuk memasak di rumahnya masing-masing. Wina juga memberikan ko...