Tampilkan postingan dengan label Madiun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madiun. Tampilkan semua postingan

07/11/2021

Polisi, Jago Berkuda, Wayang Kulit dan Gamelan



Madiun,MerdekaNews.id-  Aiptu Hendri Setiawan anggota Polsek Dolopo, Polres Madiun, punya ketrampilan beda dibanding rekannya, jago menunggang kuda, Seni wayang kulit dan gamelan. Sosok dan penampilan dianggap menarik, penuh persahabatan dan akrab, mendapat hati warga ditempatnya bertugas.


Akibat lain, Aiptu Hendri Setiawan juga Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Kelurahan Bangunsari, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menerima berbagai apresiasi dari masyarakat dan pimpinan polri. Salah satu apresiasi berupa Penghargaan Bhaharkam Polri rencana diserahkan Direktur Satwa Mabes Polri Brigjen Pol Hariyanto besuk.


apresiasi juga didapatkan Aiptu Hendri Setiawan dari Sdr Suwarti ketua Paguyuban Srikandi Peduli Lingkungan Majapahit (PSPLM) terkait pelestarian adat dan budaya, pelestarian pertanian dan program-program ketahanan pangan bagi masyarakat yang digalakkan oleh Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Aiptu Hendri Setiawan. tetap semangat tetap berjuang sesuai simbol kita Pancasila ujar Suwarti ketua PSPLM (6/11/21)


Aiptu Hendri Setiawan mengatakan dengan berkuda, seni wayang kulit dan gamelan, dalam bersosialisasi dengan masyarakat lebih mudah dan dekat. Saat berkuda, merasakan dapat perhatian khusus dari masyarakat, hal inilah jadi pintu masuk berkomunikasi dirinya dengan masyarakat.


“Jika komunikasi dengan masyarakat berjalan baik, maka berbagai pesan kepada masyarakat dengan mudah dimengerti, dipahami dan dilaksanakan. Saya mulai berkuda dari 2009 silam, beli kuda dari hasil menabung Rp 30 juta. Rasanya ada kepuasan batin dengan naik kuda daripada motor,” ujarnya.


Aiptu Hendri Setiawan sempat mendapat apresiasi dalam bidang kesenian dan menjaga kelestarian seni tradisional tahun 2007 silam. Ia mendapat gelar Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) dari salah satu keraton di Surakarta. Aiptu Hendri Setiawan jago memainkan sejumlah gamelan dan memainkan wayang kulit. @agus_

08/04/2021

Napak Tilas Dan Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa, Awali Latgab Sar Di Madiun

 


Madiun,Merdekanews.net -----  Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta, bersama Pejabat Utama Polda Jatim dan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengukuti kegiatan Latihan Gabungan (LATGAB) kemampuan Search And Rescue (SAR), dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (KARHUTLA), bersama TNI-POLRI, BPBD, dan Dinas Kehutanan, di Waduk Bening, Saradan, Madiun, Jawa Timur. Rabu (7/6/2021).


Dengan menggunakan Seragam Brimob, dilengkapi denga  Rompi anti peluru, Helm baja, dan Senjata, rombongan berjalan dari pintu gerbang Waduk Bening, dan menyusuri hutan belantara areal latihan sejauh 4 kilo meter. 


Sesampainya di Bendungan Waduk Bening, Kapolda Jatim bersama rombongan membentangkan bendera Merah Putih menanjak ke arah bendungan.


LATGAB SAR ini di ikuti oleh 110 personil, yang terdiri dari 40 personel TNI, 20 personel Brimob, 30 personel dari Polres Nganjuk, Madiun dan Madiun Kota, 5 personil BPBD, 5 personil Damkar, 10 personil Perhutani, akan mendapatkan pelatihan dari para instruktur dan narasumber dari TNI maupun Polri, BPBD, dan Dinas Kehutanan, serta Pemadam Kebakaran yang selama ini telah berpengalaman dalam tugas operasional.


Dalam sambutannya Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta menyampaikan  harapannya, setelah nanti mendapatkan ilmu terkait dengan penanganan bencana alam, tolong kalau ada kejadian lebih penting adalah sinergitas kita bersama dalam menghadapi bencana tersebut. 


"Saya dengan bapak Pangdam dan ibu Gubernur, sering kali mengalami bahwa komunikasi yang baik, koordinasi yang baik tentunya akan mewujudkan kolaborasi yang baik. Tidak ada permasalahan yang tidak selesai selama hal tersebut Dapat kita laksanakan," Tandasnya. 


"Saya mengajak semua pihak untuk selalu mempererat tali silaturahmi, perkuat sinergitas yang baik," pesannya Kapolda saat membuka apel LATGAB SAR. 


Lebih lanjut Irjen Pol Nico Afinta juga menjelaskan. Terkait dengan napak tilas dan pengibaran bendera itu menunjukkan semangat kita. Karena penting dari setiap kegiatan adalah, kemauan hati didalam melakukan operasi kemanusiaan. 


"Kalau semua hati kita mau, untuk melakukan kegiatan-kegiatan ini dengan baik. Saya kira semuanya akan menuju arah yang lebih baik. Jadi penting bagi kami mengibarkan bendera merah putih itu serta napak tilas menjadi penguatan hati kami di dalam melaksanakan kegiatan nanti ke depan," punglasnya. ( misdi )