12/03/2019

Bupati Faida Lantik Pejabat dan Staf Pemkab Jember

Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR. kembali melantik puluhan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember. Tidak hanya pejabat, dalam prosesi yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin, 11 Maret 2019, tampak juga staf yang menjadi pejabat baru.
"Kebutuhan organisasi menyebabkan mereka harus di-rolling, karena situasi SOTK-nya berbeda, sehingga kondisi organisasi juga berbeda," terang bupati kepada wartawan.
SOTK yaitu Susunan Organisasi dan Tata Kinerja.
Pelantikan ini melibatkan 50 pejabat eselon IV, III, dan II. Prosesi itu juga untuk memberikan SK mutasi kepada 40 staf. Juga memberikan SK pelaksana tugas bagi 15 pejabat.
Lebih jauh bupati menjelaskan, dengan SOTK yang baru mengharuskan pejabat yang lama perlu dilantik, agar segera resmi dan mulai bekerja.
Untuk mutasi staf, bupati menjelaskan berdasar assesment beberapa waktu lalu terhadap 200 staf. Hasilnya hari ini bisa dinikmati puluhan pejabat baru dari hasil assesment ini, ungkap bupati.
"Kalau tidak dengan assesment tidak akan muncul potensi-potensi itu, karena mereka memang dari staff yang di bawah," imbuh orang pertama di Jember ini.
Bupati memberikan contoh beberapa pejabat baru tersebut. Seperti mantan kepala UPT DP3KB, yang mempunyai kemampuan komunikasi yang cukup dan sudah biasa di tengah masyarakat.
Sehingga mereka ditarik menjadi lurah. Karena sejak UPT DP3KB dihapus, mereka non job untuk strukturalnya, tetapi di lapangan tetap," ungkapnya.
Bupati Jember Faida berharap, dengan menjadi lurah, mereka bisa menjadi komunikator program pemerintah dengan lebih baik.
Sebagian lainnya dari para staf ini adalah sarjana teknik yang dulunya di dinas sebagai pelaksana. Sekarang ditarik ke inspektorat untuk dilatih menjadi auditor.
Dulu mereka yang mengerjakan, inspektorat yang ngawasi. Sekarang ganti. Banyak yang inspektorat taruh di dinas dan mereka yang sebelumnya pelaksana dilatih untuk mengawasi, bupati.
"Mereka sudah mengerti masalah teknisnya, hanya perlu belajar ilmu auditor," imbuhnya.
Mutasi itu juga untuk mendorong pembangunan, khususnya pembangunan pasar. Maka mutasi ini memfokuskan pada personel yang ahli pada bidang teknis.
Pembangunan teknis untuk mempercepat penyelesaian masalah pasar, kata perempuan berlatar belakang dokter ini.
Banyaknya aparatur yang dimutasi dan dirotasi ini diharapkan terbangun sinergitas, komunikasi, serta empati yang lebih baik.
Mutasi itu juga terkait dengan ahli keuangan. Beberapa ahli keuangan di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) ditempatkan di dinas.
Supaya terbangun empati yang lebih baik satu sama lain serta tahu kesulitan di dinas masing-masing, Bupati Jember Faida. (Mia/fra/ars/hms)

11/03/2019

Mensos RI Minta Program PKH Harus Tepat Sasaran



Lumajang, KaJe
Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita, menegaskan, Program Keluarga Harapan (PKH) harus tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat kuantitas. Hal itu, disampaikan saat dialog Sosialisasi Penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di GOR Wirabhakti Lumajang, Senin (11/03/2019). 

Diungkapkan, bahwa alokasi anggaran PKH pada 2019 naik menjadi 34 Trilyun.  Itu sebabnya, kata Mensos, program ini harus bisa mengurangi beban masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan kesehatan.  "Kita jaga misi PKH, yaitu, mengurangi beban masyarakat," pungkasnya.                 

Sementara itu, Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML.,  melaporkan, bahwa, di Kab. Lumajang terdapat 144 orang petugas PKH. Sedangkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat 46.471 Keluarga.

Bupati menyampaikan, Program PKH dari Pemerintah Pusat sangat  dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kab. Lumajang.                         

"Terima kasih, atas bantuan program nyata Pemerintah Pusat, yang sudah dirasakan betul manfaatnya oleh masyarakat," ujarnya.               

Di pihak lain, anggota III BPK RI, DR. Achsanul Qosasi, mengingatkan, agar keluarga penerima manfaat PKH tidak memberikan sesuatu apapun kepada pihak yang mengaku dari PKH.
Dr. Achsanul Qosasi, menyampaikan kehadirannya di Kabupaten Lumajang untuk memastikan program PKH dan Bantuan Sosial di Kabupaten Lumajang berjalan dengan baik dan sesuai aturan yang berlaku. (Suatman)

Mayat Wanita Bugil Gegerkan Warga




Lumajang, KaJe
Warga Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang digegerkan penemuan sesosok mayat wanita di aliran sungai Menjangan sebelah barat jembatan sungai Menjangan Dusun Krajan Desa Wonocepokoayu Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang.

  Adalah Sukidi (44), Warga Desa Wonocepokoayu, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang adalah warga yang pertama kali menemukan korban. Pada waktu ke kebun saksi melihat sesosok mayat yang tersangkut batu besar dialiran sungai menjangan. Kemudian saksi melaporkan kejadian tersebut ke Kepala desa Wonocepokoayu. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Senduro.

  Petugaspun langsung mengevakuasi korban dan dibawa menuju RSUD Haryoto untuk dilakukan autopsi oleh pihak Identifikasi Satreskrim Polres Lumajang.

  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang membenarkan penemuan mayat di aliran sungai tersebut. "Tadi pagi memang benar pihak kami mendapat laporan penemuan mayat di aliran sungai di wilayah Kecamatan Senduro. Setelah di evakuasi langsung kami bawa ke RSUD Haryoto Lumajang untuk dilakukan visum.
saat ini proses penyelidikan sedang berjalan untuk mencari bukti-bukti, apakah ada tindak pidana pembunuhan ataukah ada  faktor lain. Secepatnya akan kami ungkap motif dibalik meninggalnya wanita malang tersebut,” imbuh Arsal.

sambung Arsal“Perlu diketahui bahwa ciri ciri mendasar dari korban adalah berjenis kelamin wanita dan sekitaran umur 50 tahun,"  ungkap Arsal

  Lebih lanjut, Arsal menghimbau kepada warga yang merasa kehilangan salah satu keluarganya untuk melapor ke polsek terdekat. "Karena baru tadi pagi korban ditemukan jadi pihak kami juga belum bisa menentukan identitas secara pasti korban tersebut. Namun demikian saya menghimbau kepada warga yg merasa kehilangan anggota keluarganya untuk melapor ke polsek terdekat," tutup Kapolres.

  Perlu diketahui, selain berjenis kelamin perempuan dan berumur sekitar 50 tahun, korban juga memiliki ciri fisik yakni memiliki rambut lurus sepanjang 44 cm, tinggi badan 145 cm, serta menggunakan gigi palsu di bagian depan atas sebanyak 6 buah.(Suatman)

Mantan Kades Dianiaya Warga



Lumajang, KaJe
 Tim Cobra Polres Lumajang mengamankan seorang laki laki di wilayah Lumajang. Bukan tanpa sebab, pria tersebut diketahui telah melakukan aksi penganiayaan terhadap warga Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang.

  Kejadian ini sendiri bermula dari permasalahan kepemilikan pengelolaan tambang pasir CV. Parmasindo. Pelaku yang diketahui bernama Nanok Purwandono (42 th), Swasta, beralamat di Kecamatan Klakah Kabupaten Lumajang bersama salah satu rekan nya yang lain pada kemarin malam mendatangi rumah korban bernama Junaedi SH (54 th), Swasta, beralamat di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe Kabupaten Lumajang. Diketahui, ternyata Junaedi yang merupakan korban adalah mantan Kepala Desa di Desa Pasrujambe Kecamatan Pasrujambe selama 2 periode.

  Dalam laporannya, korban mengatakan kemarin malam (8/3) pelaku bersama salah seorang teman nya mendatangi rumahnya sekitar pukul 20.00 WIB sambil berteriak meminta korban untuk keluar dari rumah. Korban pun bergegas keluar dari rumah untuk melihat apa yang terjadi diluar. Setelah keduanya bertemu, cekcokpun langsung terjadi hingga terjadi saling dorong antar keduanya. Pelaku pun yang juga membawa senjata tajam berupa pisau mendorong korban untuk masuk kedalam rumah. Didalam rumah inilah pelaku langsung memukul muka korban.

  Tak tinggal diam, korban sempat melawan hingga akhirnya mengunci pelaku hingga si pelaku tak bisa berkutik. Saat itulah korban berhasil mengambil pisau pelaku dan diamankan oleh istri korban. Mendengar kegaduhan, warga pun langsung berbondong bonding datang ke lokasi. Namun sebelum warga sampai, kedua pelaku berhasil melarikan diri keluar rumah  serta merampas kembali pisau yang semula diamankan oleh istri korban sambil mengancam dengan kata kata ‘akan saya bunuh kamu diluar’

  AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH selaku Kapolres Lumajang membenarkan peristiwa tersebut. “Memang benar Tim Cobra tadi siang berhasil menangkap pria bernama Nanok Priwandono  saat mengendarai mobil Avanza putih di Desa Sumberejo Kecamatan Senduro atas kasus dugaan penganiayaan terhadap mantan Kepala Desa Pasrujambe kemarin malam. Ia langsung diamankan petugas ke Mapolres Lumnajang untuk dimintai keterangan. Sejauh ini motif dari penganiayaan ini adalah masalah kepemilikan pengelolaan tambang pasir. Namun demikian akan terus kami kembangkan kasus ini. Secepatnya saya yakin kasus ini akan selesai,” pungkas Arsal.

  Dikonfirmasi di tempat lain, AKP Hasran Cobra selaku Kasat Reskrim Polres Lumajang menuturkankasus ini ditangani oleh Tim Cobra langsung. “Setelah mendapat laporan dari korban, pihak kami langsung melakukan Visum terhadap luka korban. Selanjutnya pihak kami juga langsung mengejar dan menangkap pelaku penganiayaan. Dalam pengakuan nya, pelaku juga mengatakan telah membuang pisau yang merupakan barang bukti penganiayaan tersebut. Sejauh ini pelaku juga kooperatif dengan kami dan mengakui kasus penganiayaan ini” Tutup pria yang juga merupaka Katim Cobra Polres Lumajang.

  Dalam kasus ini, pelaku diketahui telah melanggar beberapa peraturan perundang undangan yakni membawa senjata penikam dan melakukan pemukulan yang mengakibatkan korban luka serta penganiayaan. Pelaku pun diancam pidana penjara 10 tahun sesuai dengan Pasal 2 UU Drt No. 12 Tahun 1951 dan juga pasal 351 ayat 1 dengan ancaman kurungan penjara selama 2 tahun 8 bulan. (Suatman)

Wabup Indah Tinjau Pengecoran Jembatan Gantung



Lumajang, KaJe
Wakil Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., (Bunda Indah), meninjau proses pengecoran tiang pancang Jembatan Gantung di Dusun Sabrang Desa Bedayu Talang, Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang, Ahad (10/3/2019) pagi.

Jembatan Gantung sepanjang 70 meter tersebut merupakan pemberian Mr. Tony Ruttiman Warga Begara asal Negara Swiss.  Jemvatan itu,  menghubungkan antara Dusun Sabrang Desa Bedayu Talang Kecamatan Senduro dengan Dusun Pancut Desa Pakel Kecamatan Gucialit.

Pembangunan Jembatan Gantung dirintis sejak tahun 2011 se-Indonesia. Ini adalah yang ke 87, se-Provinsi Jawa Timur,  ke 17. Namun, se-Kabupaten Lumajang, merupakan urutan ke 4. Jembata tersebut, diantaranya betada di Desa Pasrujambe, Desa Senduro, Desa Tekung dan Desa Bedayu Talang.

Pembangunan Jembatan Gantung yang menghubungkan kedua desa tersebut.  selama ini,  akses jalan yang dilalui para petani maupun masyarakat apabila akan pergi ke perkebunan maupun ke desa tetangga harus melalui jalan setapak yang terjal.  Apabila menggunakan kendaraan melalui jalan utama harus  memutar sejauh kurang lebih 10 KM.

Sementara itu, untuk proses pengerjaan Jembatan Gantung dilakukan secara gotong royong, untuk memberdayakan masyarakat kedua Desa. Namun, dalam pemasangan sling dan plat Jembatan Gantung, dikerjakan sendiri oleh Mr. Tony Ruttiman dan timnya.(Suatman)

Gowes Malam Hari, Cara Polres Lumajang Meriahkan MILLENIAL ROAD SAFETY FESTIVAL




Lumajang , KaJe
Gowes sehat yang dilaksanakan pada malam Minggu tepatnya pukul 19.00. Rute sejauh 12 km dan diikuti sekitar 1000 peserta berjalan meriah karena terlihat dari antusias masyarakat mengikuti gowes yang dilaksanakan pada malam hari. 

Jajaran Forkopimda dan tentu saja jajaran Polres Lumajang ikut serta memeriahkan kegiatan tersebut sembari mensukseskan Millenial Road Safety Festival.

Start dimulai dari Alun-alun utara Kabupaten Lumajang di depan kantor Pemkab Lumajang.
Start dari depan pemda ke timur memutar alun alun- melintasi adipura ke barat - perempatan Klojen ke utara - perempatan Gadingsari ke barat sampai ke arah Karangsari ke utara - Kebonagung - Klanting - panjaitan - alun"

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH menerangkan “Luar bisa semangat masyarakat Lumajang mengikuti Gowes Bengi. Gowesyang dilakukan malam hari. saya mengapresiasi antusiasme masyarakat lumajang. Ini menandakan masyarakat Lumajang sehat-sehat," ujar Arsal

Menurut Arsal, kecelakaan lalu lintas sudah menjadi informasi yang biasa bagi masyarakat, karena setiap hari mendengar informasi tentang kecelakaan lalu lintas, padahal kecelakaan lalu lintas sangat berdampak signifikan bagi korban dan keluarganya. Karena korban laka lantas sebagian besar tulang punggung keluarga. "Siapa yang menghidupi rumah kalau bapaknya kecelakaan fatal dan harus dirawat di rumah sakit, kasihan kan. Dari data yang kami miliki, korban laka lantas berkisar pada umur produktif yaitu rentang umur 20-40 tahun," paparnya.

Penyebab kematian didunia akibat kecelakaan lalu lintas berada pada posisi ke-5 setelah  penyakit jatung koroner, diabetes, paru-paru, TBC kemudian laka lantas. Hal ini sesuai data dari WHO yg merupakan badan PBB. "Kita ketahui tahun 2018 ada 27.910 orang  yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Perang irak-Iran dan Perang di Suriah tidak sampai menyebabkan korban sebesar itu dalam setahun. lebih rawannya lagi, 70 persen dari korban tersebut adalah usia produktif yang saat ini dikenal sebagai Kaum Milenial,” ujar Arsal.

Kapolri Jenderal Pol. Prof H Muhamad Tito karnavian Ph.D dalam arahannya mengatakan, visi dan misi dari Millenial Road Safety Festival adalah memberdayakan kaum milenial untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran Lalu Lintas guna tercapainya tujuan Road Safety to Zero accident” Ujar Tito.

Rizal (19), salah satu peserta gowes.memgaku  senang dengan pelaksanaan gowes malam hari yang belum umum dilaksanakan. “ Senang banget, baru kali ini ikut Gowes Bengi. Tadi sempat lewat tempat yang gelap, sepeda saya pelankan, hati-hati banget jalannya. Jangan sampai ban sepeda masuk lobang, bisa ke jungkal,” katanya dengan wajah senang karena bisa masuk finish.

Terbangunnya budaya tertib lalu lintas khususnya di kalangan generasi milenial, adanya peningkatan kualitas keselamatan di jalan dan menurunkan tingkat fatalitas korban kecelakaan, membentuk relawan lalu lintas milenial Indonesia dan juga empererat hubungan kedekatan antara Polisi Lalu Lintas dengan Generasi Millennial.(Suatman)

Bupati Thoriq Bangga Kepada Para Hafizd Al Qur'an

Lumajang, KaJe
Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, M.ML., meresmikan gedung
Taam Quba dan Markas Qur'an Zan Jabil Yayasan Bahrusysyifa, Bagusari Lumajang, Ahad (10/3/2019).

Peresmian tersebut berbarengan dengan Wisuda Perdana Hafidz Qur'an 30 Juz Ma'had Tahfidul Qur'an Yayasan Bahrusysyifa.

Dalam sambutannya, Bupati mengaku bersyukur adanya bahrusysyfa yang saat ini konsisten mendidik qur'an di tengah tantangan kondisi masyarakat yang kompleks.                       
"Saya merasa bersyukur di Kabupaten Lumajang ada bahrusysyfa yang betul-betul nyata melakukan pendidikan quran, yang hari ini tantangannya tidak mudah," ungkapnya.

Bupati mengaku bangga dengan para wisudawan hafidz quran yang telah berikhtiar dan membaktikan dirinya menghafal Al Qur'an.

Menurutnya, dengan menghafal Al Qur'an, IQ sesorang akan lebih baik dalam menerima pendidikan ilmu lainnya dengan mudah.

Sementara  itu, Mudir Ma'had Tafidzul Qur'an Bahrusysyfa' Lumajang, Ustad Imron Rosyadi, S.Pd., melaporkan selama perintisan di tahun 2014 sampai saat ini, santri Bahrusysyfa semakin bertambah khususnya untuk taman asuh anak (taam qubah). Untuk taam qubah anak-anak ditargetkan sudah hafal 1 juz.
Di sisi lain, saat ini angkatan pertama yang akan diwisuda sejumlah 26 hafidz.

Ketua Yayasan Bahrusysyfa Lumajang, Imam Suryadi, Mengucapkan terima kasih kepada para donatur sehingga dapat melaksanakan kegiatan dan pembangunan ma'had.                             
Ia berharap para wisudawan hafidz bisa memanfaatkan ilmunya untuk kepentingan utama agama islam. "Mudah-mudahan para wisudawan bisa mengamalkan ilmunya untuk kepentingan agama Allah," ujarnya.(Suatman)