05/05/2019
Urusan Pendidikan, Bupati Ajak Semua Elemen Masyarakat Saling Bantu
Jember, KaJe
Dalam berbagai kesempatan, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR mengajak semua lapisan masyarakat saling membantu tentang urusan pendidikan.
Begitu pula dalam acara Haflatul Imtihan di Pondok Pesantren Al Azhar, Muktisari, Sabtu malam 04 Mei 2019. Bupati kembali menegaskan komitmen pemerintah membangun sumberdaya manusia, yang menjadi salah satu dari 22 Janji Kerja Bupati Wakil Bupati.
"Apapun yang terjadi, anak-anak harus punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, karena itu menjadi pondasi di masa yang akan datang," ujar bupati.
Maka, jika ada anak-anak yang tidak memiliki biaya untuk pendidikan bisa mengirim data ke pendopo. PP Al-Azhar pun diharapkan untuk menerima siapapun yang mau sekolah dan belajar agma.
"Kalau di sekitar Ponpes ada yang mau melanjutkan pendidikan atau mondok disini tetapi tidak memiliki biaya, tolong diterima, insyaallah saya dan Kyai Muqit akan bantu biayanya," tutur bupati.
Dalam kesempatan di hadapan ratusan santri dan wali santri, bupati mengungkapkan bahwa pada tahun 2018, tercatat sekitar 10.500 anak yatim dan yatim piatu telah menerima beasiswa dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Karena itu, jika jamaah pengajian menemukan anak yatim dan yatim piatu, untuk dilaporkan dan dikirim datanya ke ponpes ini atau bisa langsung pendopo. "Kita anggap disini kepanjangan tangannya Pemkab, supaya masyarakat bisa terlayani sebaik baiknya," bupati.
Mereka yang berhak menerima beasiswa, lanjutnya, adalah mereka yang hafal minimal 1 juz Al-Qur'an. "Mereka bisa menerima beasiswa ini hingga perguruan S1 hingga S3. Ini bidikmisi ala Pemerintah Kabupaten Jember," katanya.
Asuransi kesehatan gratis juga diberikan kepada rumah yang memiliki keluarga tahfidz minimal 1 juz Al-Qur'an. "Ini adalah upaya Pemkab Jember untuk mendukung sember daya manusia. Generasi terbaik adalah generasi qur'ani," jelasnya.
Kata bupati, membangun negeri ini harus dikuatkan dengan membangun sumber daya manusia dengan sebaik-baiknya.
"Semoga menjadi generasi yang bisa melanjutkan bangsa, negara, dan agama. Anak-anak semangatlah menghafal Al-Qur'an," pesan orang nomor satu di Jember ini.
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Azhar, KH. Abdul Hamid Hasbullah, memberikan tausiah terkait menunggu keputusan bulan puasa dan menunggu hasil Pilpres.
Kiai Hamid berpesan, siapapun presidennya harus tetap damai dan menjalankan puasa. "Jangan sampai kita tidak berpuasa hanya permasalahan Pilpres," katanya.
Berpuasa bukan hanya menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa, tetapi juga menjaga hati untuk mendapatkan pahala puasa.
Kyai Hamid juga berpesan kepada para santri alumni Al-Azhar supaya tetap menjaga sikap dan almamater pesantren dengan baik. (Mia/Mul/fra/hms)
04/05/2019
Usai Syukuran Pasar Baru, Bupati Tinjau Pasar Kreongan dan Mangli
Jember, KaJe
Usai menggelar Syukuran Nganyari Pasar, Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR meninjau Pasar Kreongan dan Mangli yang telah siap untuk ditempati pedagang.
"Setelah tadi kita slametan nganyari pasar, kita juga mendampingi pedagang pindahan ke pasar yang baru," kata bupati, Sabtu 4 Mei 2019.
Menurut bupati, setelah pindahan, seminggu pertama akan dievaluasi pascahuni. Evaluasi terkait kebutuhan kios, seperti rak khusus atau gantungan yang belum selesai.
"Nanti kekurangan-kekurangan akan kita perbaiki dalam seminggu pertama setelah evaluasi pascahuni," ungkapnya.
Revitalisasi pasar dilaksanakan sejak tahun 2018, dengan merevitalisasi 12 pasar. Revitalisasi ini merupakan realisasi 22 Janji Kerja Bupati dan Wakil Bupati, yang termuat dalam janji kedelapan.
Pada kesempatan kunjungan ke pasar ini, bupati bertanya kepada salah satu pedagang berapa jumlah retribusi yang dibayarkan.
"Berapa sih, Bu, bayar retribusi setiap hari? Ringan atau berat?" tanya bupati.
"Cuma lima ribu, Bu. Ya sedang-sedang, Bu," jawab salah satu pedagang di Pasar Kreongan.
Pada proses pemindahan pedagang, masih jelas bupati, sekaligus penataan tempat pedagang sesuai jenis dagangannya. "Supaya pasarnya lebih rapi, pembeli pun lebih mudah mencarinya," bupati.
Bupati menyampaikan akan menggerakkan masyarakat untuk membeli produk lokal. Diantaranya masih banyak produk pertanian yang tidak masuk di pasar tradisional.
Akses ini akan diperbaiki. Untuk harga, petani tidak perlu dibeli dengan semurah murahnya. Cukup harga yang wajar, biar semua happy dan mengendalikan inflasi," terangnya.
Seorang pedagang bumbu di Pasar Kreongan, Indriati, mengaku sebelumnya pasar sepi pembeli. Namun, dengan kondisi yang baru ini mulai ramai pengunjung.
"Dulu sepi, Dik. Sekarang alhamdulillah sudah ramai. Dulu jemek (becek, red), sekarang bagus sekali dan cantik," ujar perempuan yang dikenal sebagai Bu Slamet asal Gebang ini.
Sementara itu, Kholil yang mengaku telah berjualan ikan laut selama 10 tahun menyebut pasar hasil revitaliasi ini sebagai pasar modern.
"Sekarang pasarnya sudah modern. Sudah bagus. Enak sekarang sudah," tuturnya, seraya memuji bupati karena memiliki program yang sangat bagus.
Ia pun berharap pasar baru ini selalau ramai kedepannya. (Mia/Mul/fra/hms)
Pesan Wabup Bersyukur Bukan Dengan Pawai, Tapi Dengan Benar
Jember, KaJe
Wakil Bupati Jember Drs. KH Abdul Muqit Arief memberikan pesan kepada ratusan siswa Kelas IX SMP 3 Jember yang lulus tahun ini. Ungkapan itu, disampaikan wabup saat acara lepas pisah siswa kelas IX yang digelar di Gedung Soetardjo, Sabtu 4 Mei 2019.
Pesan pertama, wabup meminta semua siswa mengakhiri tradisi perayaan kelulusan yang dilakukan dengan cara mencoret seragam.
Saat lulus, siswa semestinya mensyukuri dengan cara yang baik.
"Bersyukur itu bukan kemudian dengan pawai hingga mengganggu pengguna jalan. Bersyukur itu dengan yang benar," ujar pria yang akrab disapa Kyai Muqit ini.
Tradisi lama seperti corat coret baju maupun pawai di jalanan sebaiknya segera diakhiri. Tradisi itu lebih baik diganti dengan kegiatan berbagi kepada orang lain.
Pesan kedua, sebagai calon pemimpin masa depan, siswa sebaiknya tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual. Generasi muda ini sebaiknya juga mendalami sejarah bangsa.
Ketiga, semua sekolah di Jember harus menjadi sekolah yang inklusi dan penuh toleran serta mengerti kebhinekaan.
"SD dan SMP adalah saat yang tepat untuk menanamkan nilai-nilai kebhinekaan, karena apa yang ditanamkan sekarang, insyaallah, akan terpatri dalam jiwanya," ujar wabup.
Di Jember sendiri, terdapat beberapa sekolah dengan siswa yang berbeda agama yang belajar bersama. "Jember sebagai salah satu kota terbesar ketiga di Jawa Timur juga sebagai pusat pendidikan."
Keempat, semua siswa harus terus belajar. Tidak boleh lelah, karena tidak belajar akan menciptakan kebodohan. Sedangkan kebodohan adalah bencana.
"Belajar itu seperti mengayuh sepeda, harus terus dikayuh," tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Kyai Muqit memberikan apresiasi atas terbitnya karya siswa SMPN 3 Jember, yakni sebuah ontologi puisi.
"Ini sebuah kebanggaan bagi kita semua, karena masih di tingkat SMP sudah bisa membuat ontologi puisi dan mendapatkan penghargaan nasional," kata Wabup.
Menciptakan puisi bukan hanya merangkai kata. Orang yang biasa merangkai puisi pasti memiliki kepekaan lebih.
"Karena di dalam puisi terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Orang yang tidak memiliki kepekaan terhadap unsur di sekitar maka tidak bisa menciptakan puisi yang sangat bagus. Ini yang perlu kita apresiasi," ujarnya.
Acara Lepas Pisah Siswa Kelas IX ini diikuti oleh sekitar 287 siswa. Menurut ketua panitia, Anang, acara lepas pisah ini adalah puncak kegiatan siswa selama belajar di SMPN 3 Jember.
Sementara itu, Wakasek Urusan Akademik Nur Sujayanto menyampaikan, pelepasan ini bukan hanya simbol pelepasan, tetapi juga momen peluncuran karya tulisan siswa. "Di dalamnya juga ada kreatifitas siswa," katanya.
Nur Sujayanto berharap pelepasan ini mengiringi siswa tumbuh kembang menjadi insan yang berakhlak mulia, cerdas, dan berdaya saing di masa depan. (Mia/Mul/bbg/hms)
Bupati Serahkan 129 SK Kenaikan Pangkat dan Pensiun
Jember, KaJe
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyerahkan 129 SK kenaikan pangkat pengabdian dan pensiun kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
Pembagian SK pensiun yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 03 Mei 2019, ini, baik untuk ASN yang sudah memasuki masa pensiun dan pensiun dini.
Sama seperti sebelumnya, SK pensiunan diberikan langsung oleh bupati. Bertujuan untuk memastikan langsung SK dapat diterima oleh masing-masing penerima, ujarnya.
Menurut data yang masuk pada bupati, masa ASN yang paling lama mengabdi yakni selama 41 tahun masa kerja. Mereka ini diantaranya Suprapto, S.Pd, Puji Astuti, S.Pd., Sumini, S.Pd., dan lainnya.
"Masa kerja yang paling pendek 31 tahun. Itu bukan masa yang gampang untuk mengabdi, setia kepada pemerintah. Oleh karenanya, pengurusan SK pensiun tidak boleh diperlambat dan dipersulit," bupati.
Menurut evaluasi bupati, pelayanan administrasi kepegawaian saat ini sudah semakin baik. Banyak perbaikan, agar tidak banyak lagi SK yang terlambat diproses, dan gajinya tidak putus berbulan-bulan," katanya.
Bupati berharap kedepannya ASN di Jember tidak perlu mengurus SK pensiunan melalui perantara, tetapi langsung ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM).
"Apabila ada pungli langsung laporkan, tegasnya.
Kedepan, bupati berharap, data layanan pensiun bisa daring (online). Tidak perlu berjenjang, tidak perlu melalui UPT.
Dalam kesempatan itu, bupati berharap para pensiunan dapat menjadi penyambung masalah masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan bupati.
"Karena masyarakat tahunya mereka adalah pensiunan pegawai Pemkab Jember, jelasnya.
Para pensiunan juga diharapkan tidak putus tali silaturahim. Tetap bisa mengomunikasikan kepentingan masyarakat dengan pemerintah. (Mia/Mul/ags/hms)
Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR menyerahkan 129 SK kenaikan pangkat pengabdian dan pensiun kepada pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember.
Pembagian SK pensiun yang berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 03 Mei 2019, ini, baik untuk ASN yang sudah memasuki masa pensiun dan pensiun dini.
Sama seperti sebelumnya, SK pensiunan diberikan langsung oleh bupati. Bertujuan untuk memastikan langsung SK dapat diterima oleh masing-masing penerima, ujarnya.
Menurut data yang masuk pada bupati, masa ASN yang paling lama mengabdi yakni selama 41 tahun masa kerja. Mereka ini diantaranya Suprapto, S.Pd, Puji Astuti, S.Pd., Sumini, S.Pd., dan lainnya.
"Masa kerja yang paling pendek 31 tahun. Itu bukan masa yang gampang untuk mengabdi, setia kepada pemerintah. Oleh karenanya, pengurusan SK pensiun tidak boleh diperlambat dan dipersulit," bupati.
Menurut evaluasi bupati, pelayanan administrasi kepegawaian saat ini sudah semakin baik. Banyak perbaikan, agar tidak banyak lagi SK yang terlambat diproses, dan gajinya tidak putus berbulan-bulan," katanya.
Bupati berharap kedepannya ASN di Jember tidak perlu mengurus SK pensiunan melalui perantara, tetapi langsung ke Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM).
"Apabila ada pungli langsung laporkan, tegasnya.
Kedepan, bupati berharap, data layanan pensiun bisa daring (online). Tidak perlu berjenjang, tidak perlu melalui UPT.
Dalam kesempatan itu, bupati berharap para pensiunan dapat menjadi penyambung masalah masyarakat dengan Pemerintah Kabupaten Jember dan bupati.
"Karena masyarakat tahunya mereka adalah pensiunan pegawai Pemkab Jember, jelasnya.
Para pensiunan juga diharapkan tidak putus tali silaturahim. Tetap bisa mengomunikasikan kepentingan masyarakat dengan pemerintah. (Mia/Mul/ags/hms)
Pendidikan Berbasis Kebudayaan Jadi Kekuatan Bangsa Indonesia
Jember, KaJe
Pendidikan yang berbasis kebudayaan menjadi sebuah kekuatan bagi bangsa Indonesia.
Hal ini disampaikan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional dan Hari Otonomi daerah XXII di Alun-alun Jember, Kamis 02 Mei 2019.
Kepada wartawan, bupati mengatakan, saat ini pemerintah pusat mulai bergerak dari pembangunan infrastruktur menuju fokus pembangunan sumberdaya manusia.
Spirit pembangunan yang fokus kepada sumberdaya manusia ini sesuai dengan semangat peringatan Hardiknas kali ini.
"Spirit ini sesuai dengan semangat kita di Hari Pendidikan Nasional ini, bahwa pendidikan yang berbasis kebudayaan ini menjadi satu kekuatan bangsa," ujarnya kepada wartawan.
Oleh karenanya, lanjut Bupati, arah pembangunan pusat dan daerah harus selalu sinergi. Sebab, pembangunan pusat juga ditentukan oleh lancarnya pembangunan di daerah.
Pendidikan adalah pondasinya pembangunan. Jika pendidikannya baik, maka pembangunan lainnya juga baik.
"Mari kesempatan ini jangan kita lengahkan. Jangan sampai ada yang putus sekolah. Jangan biarkan generasi kita kedepan tidak kita bangun sebaik-baiknya, karena ini tugas kita bersama," pesannya.
Dengan spirit peringatan Hardiknas ini pula, bupati mengajak seluruh masyarakat untuk kembali bersatu dan fokus kepada pembangunan.
Pemilu sudah usai, semua harus kembali bersatu. "Kerja kerja kerja. Pemilu sudah usai, tinggal finishing penghitungan. Persatuan harus kembali, jangan sampai tercerai berai karena pilihan yang berbeda," ujarnya.
Bupati juga mengatakan, Pemilu adalah bagian dari pendidikan karakter bangsa, untuk mendidik bangsa yang demokratis. (Mul/Mia/ded/hms)
Penghuni Lapas Klas II Dapat Sentuhan Rohani
Jember, KaJe
Meski menghuni Lapas Klas II Jember, warga binaan tetap rutin mendapatkan sentuhan rohani dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Ini ditegaskan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam peringatan Isro Miroj, Jumat 03 Mei 2019, di Lapas Klas II Jember.
Peringatan ini merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperingati hari-hari besar Islam.
"Seperti isro' mi'roj, sejak tahun lalu ditempatkan di Lapas. Mereka ini warga Jember juga," tutur orang nomor satu di Jember ini.
Kegiatan ini juga untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan, sehingga warga lapas bisa menyiapkan diri untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya.
"Mayoritas mereka masih muda, masih panjang kesempatannya. Saya berharap dalam binaan ini mereka menjadi insan yang lebih baik," tuturnya.
Mubalig juga dihadirkan untuk membina warga lapas. Ini karena warga lapas sebenarnya juga kader yang sedang dibina di lapas.
Kepala Lapas kelas II A Jember, Sarju Wibowo, menyampaikan, kegiatan ini adalah bukti dari Bupati Jember masih memperhatikan warga lapas Jember.
"Kegiatan ini bisa memotivasi dan memberi semangat kepada warga binaan untuk berbuat yang terbaik setelah dari sini," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, di lapas juga terdapat 8 orang penghafal Al-Qur'an dibawah bimbingan Departemen Agama.
"Terimakasih ibu. Walaupun kami berada di balik tembok, ibu sedia datang kesini," Sarju Wibowo.
Mubalig yang mengisi ceramah yaitu Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab dipanggil Gus Aab. Ia bercerita tentang taubat kepada Allah SWT.
Diantaranya, tentang sholat jumat. Sholat jumat adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa "Jumat ini menghapus dosa dari jumat ke jumat," terangnya.
Gus Aab juga mengajak warga binaan sabar menunggu datangnya Bulan ramadhan.
"Karena begitu kesempatan ini buka, maka ampunan Allah dibuka seluas-luasnya di Bulan Ramadhan. Merasa rugilah orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan memohon ampunan Allah," ujarnya.
Gus Aab memberikan semangat supaya bisa menjadi lebih baik ketika sudah keluar dari Lapas.
"Yang paling penting sekarang kita menguatkan mental kita dan keluarga kita, supaya kejadian masa lalu bisa menjadi hikmah untuk siapapun," tuturnya.
Ketika keluar bisa menunjukkan diri yang baik bahwa sudah menjadi hamba yang baik
"Tidak ada orang yang tidak bersalah, tapi yang terbaik dari yang pernah bersalah adalah dia yang mau tobat dan kembali pada aturan Allah," Gus Aab. (Mul/Mia/hms)
03/05/2019
Pemkab Jember Mulai Berlakukan Aplikasi Absensi dan E-Surat
Jember, KaJe
Pemerintah Kabupaten Jember mulai menerapkan aplikasi absensi dan e-surat dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sekretaris Daerah Kabupaten Jember Ir. Mirfano menyampaikan, penerapan ini akan membantu cara kerja pengelolaan admisnistrasi.
"Aplikasi ini bisa membantu cara kerja pengelolaan administrasi bisa lebih efisien," katanya, Jumat 03 Mei 2019 di Hotel Royal Jember.
Aplikasi ini juga akan memudahkan mengontrol surat-surat, memilah surat yang sudah maupun belum ditindaklanjuti.
Sekda mengatakan penerapan aplikasi ini merupakan langkah awal yang baik. Namun, masih banyak lagi tugas Dinas Kominfo Kabupaten Jember dalam mengembangkan teknologi informasi untuk menjadikan Jember sebuah daerah yang maju.
Aplikasi ini sudah mulai diterapkan di seluruh dinas sampai kecamatan dan kelurahan. OPD juga telah berkomitmen untuk menerapkan aplikasi ini.
Meski di awal masih belum friendly. Mudah-mudahan cepat dicerna," katanya.
Muda Wiguna, selaku konsultan pembuatan aplikasi Absensi dan E-Surat yang menjadi rekanan Diskominfo Jember, menjelaskan aplikasi E-Surat dan Absensi itu.
Aplikasi E-Surat digunakan semua kepala OPD, Eselon II,III, dan IV di masing-masing OPD. Juga digunakan oleh staf untuk operator surat masuk dan surat keluar dalam bentuk webbase dan android.
Aplikasi absensi bertujuan untuk mendukung program kegiatan bupati yakni mendisiplinkan seluruh pegawai Pemerintah Kabupaten Jember.
"Jadi seluruh pegawai ASN Kabupaten Jember harus menerapkan aplikasi absensi. Sehingga mulai dari jam masuk, keluar, terlambat, ijin, sakit bisa termonitor di ruangan bupati," terangnya.
Rencana aplikasi berlaku per tanggal 6 Mei. "Jadi bagi ASN yang belum mendaftarkan sidik jarinya bisa melalui kominfo untuk pelayanan pendaftaran sidik jari."
Untuk aplikasi absensi bisa diakses diwebsite www.surat.jemberkab.go.id. Dan aplikasi E-surat bisa diakses di www.absensi.jemberkab.go.id. (mia/mul/bbg/hms)
Langganan:
Postingan (Atom)
-
Probolinggo - Polres Probolinggo intensif melakukan pengecekan ketersediaan tabung oksigen medis untuk pasien Covid-19, untuk menghindari ad...
-
Merdekanews.net Sosok pocong dan kuntilanak berkeliaran di jalur protokol yang menjadi akses menuju Kota Mojokerto. Kedua sosok hantu itu me...
-
Sidoarjo.merdekanews.net Perhari, resto yang berada di Jalan Raya Komplek Perumahan Taman Pinang Indah, Sidoarjo ini menyediakan 20 porsi ma...









