Penghuni Lapas Klas II Dapat Sentuhan Rohani


Jember, KaJe
Meski menghuni Lapas Klas II Jember, warga binaan tetap rutin mendapatkan sentuhan rohani dari Pemerintah Kabupaten Jember.
Ini ditegaskan Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam peringatan Isro Miroj, Jumat 03 Mei 2019, di Lapas Klas II Jember.
Peringatan ini merupakan kegiatan Pemerintah Kabupaten Jember dalam memperingati hari-hari besar Islam.
"Seperti isro' mi'roj, sejak tahun lalu ditempatkan di Lapas. Mereka ini warga Jember juga," tutur orang nomor satu di Jember ini.
Kegiatan ini juga untuk menyambut datangnya Bulan Ramadhan, sehingga warga lapas bisa menyiapkan diri untuk mengisinya dengan sebaik-baiknya.
"Mayoritas mereka masih muda, masih panjang kesempatannya. Saya berharap dalam binaan ini mereka menjadi insan yang lebih baik," tuturnya.
Mubalig juga dihadirkan untuk membina warga lapas. Ini karena  warga lapas sebenarnya juga kader yang sedang dibina di lapas.
Kepala Lapas kelas II A Jember, Sarju Wibowo, menyampaikan, kegiatan ini adalah bukti dari Bupati Jember masih memperhatikan warga lapas Jember.
"Kegiatan ini bisa memotivasi dan memberi semangat kepada warga binaan untuk berbuat yang terbaik setelah dari sini," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan, di lapas juga terdapat 8 orang penghafal Al-Qur'an dibawah bimbingan Departemen Agama.
"Terimakasih ibu. Walaupun kami berada di balik tembok, ibu sedia datang kesini," Sarju Wibowo.
Mubalig yang mengisi ceramah yaitu Abdullah Syamsul Arifin atau yang akrab dipanggil Gus Aab. Ia bercerita tentang taubat kepada Allah SWT.
Diantaranya, tentang sholat jumat. Sholat jumat adalah salah satu cara untuk mengurangi dosa "Jumat ini menghapus dosa dari jumat ke jumat," terangnya.
Gus Aab juga mengajak warga binaan sabar menunggu datangnya Bulan ramadhan.
"Karena begitu kesempatan ini buka, maka ampunan Allah dibuka seluas-luasnya di Bulan Ramadhan. Merasa rugilah orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan memohon ampunan Allah," ujarnya.
Gus Aab memberikan semangat supaya bisa menjadi lebih baik ketika sudah keluar  dari Lapas.
"Yang paling penting sekarang kita menguatkan mental kita dan keluarga kita, supaya kejadian masa lalu bisa menjadi hikmah untuk siapapun," tuturnya.
Ketika keluar bisa menunjukkan diri yang baik bahwa sudah menjadi hamba yang baik
"Tidak ada orang yang tidak bersalah, tapi yang terbaik dari yang pernah bersalah adalah dia yang mau tobat dan kembali pada aturan Allah," Gus Aab. (Mul/Mia/hms)

Post a Comment

0 Comments