Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

02/04/2021

Polres Lumajang Terima Kunjungan Tim Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim

 


Lumajang, merdekanews.net. -----. Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si secara langsung menyambut Rombongan Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 aspek perencanaan dan pengorganisasian di Polres Lumajang, bertempat di ruang Eksekutif Polres Lumajang, Kamis (1/4/2021) pukul 08.00 Wib.


Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 dipimpin oleh Ketua Tim AKBP Elijas Hendrajana S.H., S.I.K., M.Si (Irbid Itwasda Polda Jatim) diwakili oleh Kompol Rahmat Wijaya, S.E. (Auditor IV Itbid Itwasda Polda Jatim), berserta Anggota Tim lainnya. Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Lumajang AKBP Eka Yekti Hananto Seno, S.I.K., M.Si, PJU, dan Anggota Polres Lumajang. 


Kapolres Lumajang selaku tuan rumah menyampaikan sambutannya, ucapan selamat datang kepada Tim III Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021, “Saya ucapkan terimakasih atas kehadirannya dan selamat datang di Polres Lumajang”.


AKBP Eka Yekti menuturkan, proses audit merupakan salah satu upaya kontrol terhadap pelaksanaan tugas dilapangan sehingga jalan untuk meningkatkan profesionalisme kerja bagi anggota Polri semakin terbuka


“Semua bagian agar menyiapkan dokumen pendukungnya yang menjadi obyek riksa, setiap temuan yang ada akan kami lakukan evaluasi dalam rangka perbaikan untuk kinerja yang lebih baik” Ucap AKBP Eka


Selanjutnya Kompol Rahmat Wijaya, S.E. mewakili Ketua Tim mengatakan bahwa pelaksanaan Audit Kinerja Itwasda Polda Jatim Tahap I T.A. 2021 yang dilaksanakan di Mapolres Lumajang, untuk mengetahui sejauh mana penyusunan perencanaan mulai dari IKU, renstra, renja, rengiat dan lainnya. 


Perbaikan diperlukan agar visi misi selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat serta Polri Presisi dapat diimplementasikan secara optimal.


“Dari hasil pemeriksaan, secara umum semua sudah berjalan dengan baik. Beberapa hal perlu dilakukan perbaikan dan tindak lanjut.” Tuturnya.


Kegiatan dilanjutkan dengan pendalaman oleh auditor kepada masing-masing satuan kerja didampingi masing-masing pejabat dan penanggungjawab bidang administrasi, operasional dan keuangan. ( misdi )

07/12/2019

Bupati Faida Apresiasi Kinerja Direktur PT Balakosa Jaya


Jember, Kabarejember.com
---  Soft opening Jember Town Square oleh Bupati yang didampingi Forkompinda berlangsung hari Jumat, (6/12/2019).

 Hadir Kapala Kejari Bpk. Prima, Kasbrig. Letkol. Arief Munawar, Wakil dari Polres Jember, tokoh masyarakat setempat.

Seperti yang dilihat bersama perkembangan dunia property di Jember semakin baik, maju dan modern. Jember sebagai kota yang berkembang pesat ditandai  dengan adanya pendidikan perguruan tinggi, pabrik, distributor perdagangan, pusat pelayanan umum dan lain sebagainya.

Sebagai dampak ikutannya Jember membutuhkan sarana papan bagi warga urban yang belajar dan bekerja.
Tempat tinggal warga urban maupun asli, dari kelas bawah sampai kelas atas akan tetap menarik bagi kalangan investor karena selalu dibutuhkan.

PT. Balakosa Jaya Sentoso, perusahaan property lokal melihat peluang besar untuk menggarap hunian kelas menengah ke atas dengan konsep modern. Terletak di lokasi strategis daerah kampus,tepatnya diujung jalan Kaliurang dibangun Jember Town Square. Sebuah konsep hunian modern yang diusungnya sangat menarik investor untuk menanamkan modalnya di sana.

Dulunya lokasi tersebut adalah bukit berbatu yang terbengkalai tetapi sekarang menjadi area apartemen.
Dalam sambutannya, bupati mengatakan sangat senang dan bangga karena di Jember sudah ada apartemen. Ini menandakan Jember tidak kalah dengan kota-kota besar lain.

Bupati Faida menyampaikan, pada waktu pengembang mengajukan ijin usaha property mereka mempresentasikan konsep baru huniannya. Dan ini disambut baik oleh bupati karena senang dengan sesuatu yang baru dan modern.

“Dulu waktu meminta ijin, saya minta memberi paparan. Gambarnya ditayangkan, ada sesuatu yang berbeda,” kata bupati.

“Bagi orang tidak mungkin laku tapi hari ini kita melihat hasilnya, Jember Town Suare,"   puji bupati.

Yang luar biasa dari bisnis property di JToS, apartemennya laku keras. Bupati Jember senang, “  Sejak dilaunching dari 220 unit yang ditawarkan sudah 200 yang laku tinggal 20 unit”.

Bupati juga mengapresiasi Direktur PT. Balakosa Jaya Sentoso, Angga,  seorang muda yang sukses. Pujian bupati padanya, “Saya melihat Pak Angga adalah orang muda yang rendah hati dan membawa diri dengan baik sebagai orang sukses”.
Bupati berharap, JToS menjadi ikon baru bagi Jember.( Mul )

17/11/2019

Warung Emak Recomended di Kota Jember, Rasanya Super Pedas Bikin Ketagihan




Jember ,Kabarejember.com-  Suka sajian kuliner rumahan dengan cita rasa pedas? Yuk datang saja ke Warung Emak. Terletak di Jalan pajajaran No 1,Kelurahan Kebonsari,Kecamatan Sumbersari, Kabupaten jember. Disini tersedia menu masakan rumahan dengan cita rasa pedas yang khas.

Beragam menu disajikan disini. Dari Rawon, kepiting emak, sotong pete, geprek ayam, geprek iwak pe, geprek lele dan masih banyak lagi dan dijamin membuat lidah bergoyang.

Selain itu, Warung Emak Juga memiliki menu baru yaitu nasi sambel tempong. Nasi dengan olahan baby cumi ditambah tahu dan tempe yang dipadukan dengan sambal yang pedas ini, pasti membuat lidah anda tidak berhenti bergoyang.

Menurut Afrina, salah satu pengunjung mengatakan Nasi sambel tempong menjadi menu favoritnya saat berkunjung ke Warung Emak. Rasa pedas dan olahan baby cumi yang nikmat menjadikan makanan wajib dinikmati saat berkunjung ke Kota Jember.

"Kalau disini favorit saya sih, Nasi sambel tempongnya. Rasa pedasnya itu bikin ketagihan. Pokoknya kalau berkunjung ke rumah mertua pasti saya sempatkan kesini untuk beli nasi tempong.", terangnya sambil tersenyum.

Wanita berparas cantik itu juga menerangkan, selain masakannya yang enak, suasanya yang dosuguhkan serasa dipedesaan membuatnya betah berlama laman sambil menikmati sajian makanannya.

"Selain masakan yang enak, tempatnya juga bagus. Serasa berada dipedesaan. Saya biasanya juga kalau makan kesini sama suami", tambahnya.

Eits, tunggu dulu, jangan khawatir bagi anda yang tidak suka dengan makanan pedas, Warung Emak juga sediakan beberapa menu makan dengan tingkat kepedasan yang beragam. Jadi anda bisa sesuaikan tingkat kepedasannya sesuai keinginan anda.

Berani coba? Yuk datang langsung ke Warung Emak, dijamin ketagihan. (Tam)

04/10/2019

Diskominfo Jember Perkenalkan Aplikasi SIP Kependukcapil Secara Daring



Magetan, Kabarejember.com
----Selain mempromosikan produk-produk Jember, Dinas Kominfo Kabupaten Jember juga memperkenalkan aplikasi SIP (Sistem Informasi Pelayanan) Kependudukan dan Pencatatan Sipil secara daring (online). Aplikasi SIP ini dipamerkan pada acara Jatim Kominfo Festival (JFK) yang berlangsung di Gor Ki’ Mageti Kabupaten Magetan, Jumat, 04 Oktober 2019.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil), Isnaini Dwi Susanti, SH., MSi. menyampaikan, saat ini aplikasi SIP terus disosialisasikan ke masyarakat, baik di dalam wilayah Jember maupun di luar Jember.

“Agar masyarakat bisa mendukung penggunaan aplikasi SIP, dan mau memahami betul tentang tata cara membuat Adminduk maupun mengoperasikannya melalui aplikasi SIP ini,” terangnya.

Isnaini Dwi Susanti juga mengatakan, dengan aplikasi SIP ini masyarakat sudah bisa mengakses adminduk yang mereka inginkan dari rumah masing-masing.

Aplikasi ini bahkan sudah tersedia di Google Playstore maupun website resmi Dispendukcapil Pemkab Jember yakni http://dispendukcapil.jemberkab.go.id/

Ia juga berharap aplikasi SIP ini dapat menjadi sarana penghubung bagi masyarakat Jember yang tinggal maupun merantau di luar Kabupaten Jember yang hendak mengurusi dokumen adminduknya.

“Aplikasi ini bisa digunakan oleh masyarakat Jember yang berada di luar kota untuk mengurusi kelengkapan adminduk. Pengajuan saat berada di luar kota dan mengambilnya ketika sudah pulang ke Jember,” terangnya.

Dengan SIP pelayanan adminduk, masyarakat Jember atau luar Jember dapat terbantu dan dipermudah. Sekarang tidak berjubel-jubel lagi di kantor Dispendukcapil, karena sudah ada aplikasi SIP.

Contoh penggunaan apikasi SIP ini, seorang dosen di Universitas Indonesia mengajukan permohonan revisi akte kelahiran melalui aplikasi SIP.

“Setelah surat permohonan selesai dengan menggunakan SIP, perubahan akte kelahiran dapat diselesaikan di Dispenduk Jakarta,” katanya.

Kedepannya, SIP ini terus disosialisasikan lebih luas kepada masyarakat. “Mudah-mudahan Dispendukcapil Jember dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Data dan Statistik Diskominfo Jember Rudi Budi Prakoso Jaka Putra, S. Kom. menjelaskan, Aplikasi SIP ini merupakan produk inovasi sistem layanan Dispenduk Capil Jember secara daring berbasis aplikasi website dan berbasis aplikasi android.

Rudi mengatakan, aplikasi ini bisa digunakan untuk semua layanan permohonan kepengurusan adminduk capil. Diantaranya permohonan pembuatan akte kelahiran, pembuatan akte kematian, permohonan pencetakan KK hilang atau rusak, permohonan pembuatan KIA (Kartu Identitas Anak) dan lainnya.

Aplikasi SIP yang sangat memudahkan masyarakat dalam kepengurusan adminduk capil ini diharapkan bisa memotivasi Dispendukdapil di daerah lainnya, dan menjadi contoh pelayanan.

“Dapat memudahkan masyarakat Jember yang ada di luar kota, agar tidak perlu bingung harus bolak-balik mengurusi adminduk di Jember, cukup dengan online,” katanya di stand pameran. (mul/mia/hms)

03/10/2019

KIM O' reng Rembangan Punya 'Magnet' Pengunjung



Jember, Kabarejember.com
----- Ada satu produk Kabupaten Jember yang cukup menarik pengunjung di stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember di Jatim Kominfo Festival (JKF) yang digelar di GOR Ki Mageti, Kabupaten Magetan. Produk ini adalah mie sehat yang berbahan sayuran. Produk olahan ini diproduksi oleh Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) binaan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember.

Namanya KIM O’reng Rembangan. Kelompok ini sudah berjalan lebih dari satu tahun mengolah mie sayuran dengan berbagai rasa ini.

Ketua KIM O’reng Rembangan Heru Setiyo Wicaksono menjelaskan, selama ini KIM bergerak di literasi informasi. Kegiatannya seperti membagikan informasi-informasi, utamanya informasi penangkal hoax.

“Dan menjembatani informasi-informasi dari provinsi untuk desa, juga membuat beberapa kegiatan kepemudaan,” terangnya, Rabu, 03 Oktober 2019. Mie instan sayur organik merupakan salah satu kegiatan pengembangan. Saat ini, produk ini sedang naik pamor. Mie ini diberi nama “Mie Nyaman”.

Ada berbagai varian rasa Mie Nyaman ini. Diantaranya rasaa Buah Naga, Wortel, Bayem, dan Katuk.

Selain mie, KIM O’reng Rembangan juga memproduksi coklat. Produk ini juga hadir dengan berbagai varian rasa. Seperti rasa Nangka, Edamame, dan Coklat Tempe.

“Karena di Rembangan salah satu daerah penghasil Buah Naga, jadi Varian Mie sayur ada Buah Naga, Wortel, Bayem dan Katuk yang dibanderol harga Rp 7 ribu setiap satuannya,” kata Heru.

Mie sayur memiliki manfaat agar orang bisa hidup sehat tanpa pengawet, MSG, dan bahan kimia lainnya. Hidup sehat dengan mie yang berasal dari sayur-sayuran dan buah-buahan.

Heru berharap kedepannya ada beberapa KIM lainnya yang berasal dari daerah sehingga bisa memberikan informasi lebih luas lagi, dan bisa mengembangkan ciri khas Jember.

Seperti diketahui, KIM merupakan program Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo). Untuk mendukung kelompok ini, Kemenkoinfo memberikan berbagai sarana komunikasi kepada ribuan KIM di seluruh Indonesia.

Seorang pengunjung stand pameran Pemerintah Kabupaten Jember bernama Diah Probo mengaku suka dengan adanya mie instan yang berasal dari buah dan sayur.

“Mie ini merupakan menu baru, belum pernah ada. Meski baru pertama mencoba, saya sangat tertarik karena bisa hidup sehat meskipun konsumsi mie,” kata Diah Probo ketika berkunjung. (mul/mia/hms)

02/10/2019

Diskominfo Jember Ikut Pasarkan 4 C


Magetan, Kabarejember.com
----Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Jember ikut memasarkan 4 C yang menjadi ciri khas Jember, yakni Coffee, Chocolate, Cigar, dan Culture. Ini dilakukan dalam Jatim Kominfo Festival (JKF) yang diselenggarakan di Gor Ki’ Mageti Kabupaten Magetan. Kegiatan ini akan berlangsung mulai 01 – 04 Oktober 2019.

Selain pameran, festival juga menyuguhkan berbagai kegiatan. Diantaranya, Grand Final Lomba Cerdik Cermat Komunikatif (LCCK), Rakor Evaluasi Kajian Statistik, serta Flash Vlogging Workshop bagi pegiat Medsos.

Ada juga kegiatan, Festival Media Pertura Jatim, Outbond Pegiat Medsos, Bimtek Jaringan dan kegiatan lain sebagainya.

Sekretaris Bidang Kominfo Tri Laksono Titot M.Si. menerangkan, produk 4C yang dipasarkan itu adalah kopi khas Jember, coklat kemasan dengan berbagai rasa. Sedangkan untuk culture, Kominfo Jember menampilkan Jember Fashion Carnaval (JFC) yang telah menjadi salah satu fesyen kelas dunia.

Tri Laksono Titot berharap pameran 4C ini lebih mengenalkan komoditas khas Jember itu lebih luas di seluruh masyarakat Jawa Timur sampai seluruh Indonesia. Banyaknya persaingan produk-produk lainnya, menurut Tri Laksono Titot, memerlukan inovasi.
“Hendaknya di Jember punya inovasi yang lebih, utamanya untuk produk kopi di Jember kemasan dibuat lebih menarik dan juga dipasarkan lebih luas lagi,” katanya, Selasa, 01 Oktober 2019.

Karena itu, Kominfo Jember berperan aktif ikut memasarkan produk-produk lokal Jember dengan media sosial. “Dengan pemasaran lewat media sosial, masyarakat dapat lebih mudah menjangkau, lebih mudah mengenal 4C khas Jember,” ungkap pria yang akrab disapa Titot ini.

Pada hari pertama,  01 Oktober 2019, dalam pameran JKF ini tampak Wakil Gubernur Jawa Timur,  Dr.H. Emil Elistianto Dardak, M.Sc. mengunjungi stand kominfo Jember, dan berfoto bersama talent JFC. Wagub juga mendapat bingkisan produk Jember. (mul/mia/hms)

25/09/2019

Trofi Expo KTNA Sumbang Untuk Jember



Pekanbaru, Kabarejember.com
--- Tim Pameran 4C Pemkab Jember, kembali menunjukkan kualitasnya sebagai jagonya pameran di KTNA Expo 2019 di Kota Pekanbaru Riau. Betapa tidak, jika tahun lalu Pemkab Jember berhasil merai juara 1 stand terbaik di Kota Pangkal Pinang, kini mereka sukses menyabet predikat sebagai stand terfavorit.

Tentu, predikat stand terfavorit sangat bergengsi bagi Jember. Sebab nilai yang diraih Tim Pameran 4C Pemkab Jember, tertinggi dibandingkan stand lainnya. Bahkan, nilai Pemkab Jember jauh di atas stand Dinas Kelautan Pemprov Jatim yang menduduki posisi juara harapan 1.

Data yang berhasil dihimpun dari panitia pelaksana, beberapa stand pameran yang berhasil meraih trofi juara sebagai berikut, Juara harapan 3 diraih Pemprov Kalimantan Barat, dengan nilai 2.300
Juara harapan 2 diraih tuan rumah, Kota Pekanbaru, dengan nilai 2.400., Juara harapan 1 diraih Dinas Kelautan Pemprov Jatim, dengan nilai 2.550.  Juara 3 diraih Badan Restorasi Gambut Indonesia, dengan nilai 2.600.

Selanjutnya, Juara 2 diraih PT. Pupuk Indonesia dengan nilai 2.700,  Juara 1 diraih Kementerian Pertanian Indonesia, dengan nilai 2.800, Juara stand terfavorit berhasil diraih Pemkab Jember, dengan nilai 2.900.

Ketua Umum KTNA Pusat Winarno Tohir, saat diwawancara menyatakan bahwa stand Jember layak meraih predikat stand terbaik yang disebutnya terfavorit. "Bukan hanya stand-nya yang bagus. Isi dalam stand juga banyak barang menarik yang dijual," katanya.

Dia menyebut, banyak produk pertanian dan hasil laut, diolah sedemikian rupa dengan kemasan menarik. Seperti teri yang biasanya hanya untuk lauk pauk, namun di stand Jember bisa disajikan sebagai camilan sehat dengan packaging modern. "Juga ada terasi dengan kemasan yang sangat menarik," imbuhnya.

Pun demikian hasil pertanian dan perkebunan, yang diolah menjadi mie instan sehat, kecap jamur tiram, serta produk lokal lainnya. "Beragamnya produk lokal yang dipamerkan, menandakan bahwa Pemkab Jember begitu giat membina pelaku UMKM," paparnya.

Pun demikian yang disampaikan Wakil Walikota Pekanbaru, Ayat Cahyadi. Katanya, stand pameran Jember memang tidak terlalu besar dibandingkan stand pemprov apalagi kementerian. Namun katanya, ada "magnet" yang mampu membuat pengunjung pameran mampir dan betah di stand Jember.

Sebab kata Ayat, dalam stand Jember ada sudut kedai kopi mini yang dilayani dua orang barista. "Saya kaget, kopi Jember enak juga ya. Diberi gratis lagi," katanya.

Di tempat terpisah, Kabag Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengakui prestasi yang diraih di Expo KTNA Pekanbaru, tak lain hasil dari arahan detail Bupati Faida. "Setiap kali kami berangkat expo, ibu bupati selalu memberi pengarahan. Teknik dan taktik dari beliau, yang menjadi modal juara kami," akunya.

Diakui Slamet, ada beberapa target yang menjadi pesan Bupati Faida padanya. Pertama, pihaknya harus menjadi fasilitator pegiat UMKM memperoleh buyer baru di lokasi pameran. Kedua, semua produk yang dipamerkan, harus produk lokal asli Jember sesuai tema expo penyelenggara.

Selain itu, ada pesan ketiga untuk mengkampanyekan gagasan Bupati Faida tentang 4C : Coffee, Chocolate, Cigar, Culture. "Ibu bupati juga berpesan, menjaga nama baik Jember, karena saat kami meraih juara, maka fokus perhatian publik ke arah Jember," pungkasnya. (mul/mia/hms*)

23/09/2019

Produk Lokal Jember Jadi Percontohan


Pekanbaru, Kabarejember.com
----Salah seorang pejabat Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Holiandes, mengaku tertarik memborong sejumlah produk lokal di stand Jember, karena pihaknya terinspirasi dengan sajian inovasi produk Jember. "Boleh dong yang bagus-bagus kami contoh," katanya.

Dia tertarik dengan beberapa olahan pertanian yang disajikan ke berbagai produk kreatif. Seperti mie instan sehat tanpa pengawet yang terbuat dari buah dan sayuran, maupun olahan makanan yang juga dibuat dari beberapa bahan lokal lainnya.

Namun yang membuat dia terkesan, kemasan produk lokal yang tak kalah dengan packaging pabrikan. "Produknya lokal. Kemasannya kekinian. Sehingga konsumen bukan malu mengkonsumsinya, malahan bangga. Nah, ini yang akan kami tiru di Sumbar," paparnya. (mul/mia/hms)

Tim Pameran Jember Dongkrak Pasar Nasional


Pekanbaru, Kabarejember.com
 --- Seringnya Pemkab Jember mengikuti berbagai pameran kelas nasional di sejumlah daerah, rupanya manfaatnya mulai dirasakan pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jember. Bahkan, penggerak produk lokal Jember itu, terus berangsur membangun jejaring dengan para buyer. Ini merupakan kerja nyata sesuai dengan 22 janji kerja Faida Muqit..

Seperti yang disampaikan Ketua Umum UMKM Pengda Jember, Wilda Ningsih, saat mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru Riau, (22-25/9). "Pertama, Pemkab Jember adil menggilir pelaku UMKM ikut berangkat ke setiap even pameran yang diikutinya," katanya.

Selain itu katanya, penggerak produk lokal Jember yang belum ikut berangkat pameran, produknya tetap dibawa untuk dikenalkan ke para calon buyer maupun supplier. Sehingga azas manfaatnya tetap berlangsung.

Wilda menjelaskan, Pemkab Jember yang diwakili Bagian Perekonomian, selain membawa barang dagangan UMKM Jember, mereka juga membawa kartu nama pelaku usaha yang belum berkesempatan mengikuti pameran. "Dari kartu nama itu, buyer langsung menghubungi pemilik produk.  Dan di situ transaksi berlanjut," jelasnya.

Seperti yang dialami. Kecap produksinya yang dibuat dari hasil fermentasi jamur tiram, laku keras di setiap pameran. "Sebenarnya saat pameran, kami tidak mengejar berapa barang yang laku. Tetapi, seberapa banyak buyer yang kami dapatkan," paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengakui sesuai intruksi Bupati Faida, setiap kali pameran pihaknya diberi tugas menggalang sebanyak mungkin buyer, untuk memborong produk lokal Jember. Tujuan awal Bupati Faida kata Slamet, memfasilitasi pelaku UMKM memperoleh pasar nasional.

Alhasil seperti hasil evaluasi dua hari mengikuti KTNA Expo 2019 di Balikpapan, setidaknya sudah ada puluhan calon buyer yang berhasil mereka gaet. Bahkan, catatan tim Pameran 4 C Pemkab Jember, produk pameran di stand Jember sudah laku sekitar 70 persen dari total barang bawaannya. "Padahal pameran baru berakhir dua hari lagi," akunya.  (mul/mia/hms)

Produk Lokal Jember Banyak Diminati

Pekanbaru, Kabarejember.com
-----Salah seorang pejabat Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Barat, Holiandes, mengaku tertarik memborong sejumlah produk lokal di stand Jember, karena pihaknya terinspirasi dengan sajian inovasi produk Jember. "Boleh dong yang bagus-bagus kami contoh," katanya.

Dia tertarik dengan beberapa olahan pertanian yang disajikan ke berbagai produk kreatif. Seperti mie instan sehat tanpa pengamet yang terbuat dari buah dan sayuran, maupun olahan makanan yang juga dibuat dari beberapa bahan lokal lainnya.

Namun yang membuat dia terkesan, kemasan produk lokal yang tak kalah dengan packaging pabrikan. "Produknya lokal. Kemasannya kekinian. Sehingga konsumen bukan malu mengkonsumsinya, malahan bangga. Nah, ini yang akan kami tiru di Sumbar," paparnya. (mul/mia/hms))

Penggerak Produk Lokal Bangun Jejaring dengan Buyer


Pekanbaru, Kabarejember.com
 --- Seringnya Pemkab Jember mengikuti berbagai pameran kelas nasional di sejumlah daerah, rupanya manfaatnya mulai dirasakan pegiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Jember. Bahkan, penggerak produk lokal Jember itu, terus berangsur membangun jejaring dengan para buyer.

Seperti yang disampaikan Ketua Umum UMKM Pengda Jember, Wilda Ningsih, saat mengikuti KTNA Expo 2019 di Pekanbaru Riau, (22-25/9). "Pertama, Pemkab Jember adil menggilir pelaku UMKM ikut berangkat ke setiap even pameran yang diikutinya," katanya.

Selain itu katanya, penggerak produk lokal Jember yang belum ikut berangkat pameran, produknya tetap dibawa untuk dikenalkan ke para calon buyer maupun supplier. Sehingga azas manfaatnya tetap berlangsung.

Wilda menjelaskan, Pemkab Jember yang diwakili Bagian Perekonomian, selain membawa barang dagangan UMKM Jember, mereka juga membawa kartu nama pelaku usaha yang belum berkesempatan mengikuti pameran. "Dari kartu nama itu, buyer langsung menghubungi pemilik produk.  Dan di situ transaksi berlanjut," jelasnya.

Seperti yang dialami. Kecap produksinya yang dibuat dari hasil fermentasi jamur tiram, laku keras di setiap pameran. "Sebenarnya saat pameran, kami tidak mengejar berapa barang yang laku. Tetapi, seberapa banyak buyer yang kami dapatkan," paparnya.

Di tempat terpisah, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengakui sesuai intruksi Bupati Faida, setiap kali pameran pihaknya diberi tugas menggalang sebanyak mungkin buyer, untuk memborong produk lokal Jember. Tujuan awal Bupati Faida kata Slamet, memfasilitasi pelaku UMKM memperoleh pasar nasional.

Alhasil seperti hasil evaluasi dua hari mengikuti KTNA Expo 2019 di Balikpapan, setidaknya sudah ada puluhan calon buyer yang berhasil mereka gaet. Bahkan, catatan tim Pameran 4 C Pemkab Jember, produk pameran di stand Jember sudah laku sekitar 70 persen dari total barang bawaannya. "Padahal pameran baru berakhir dua hari lagi," akunya.  (mul/mia/hms)

Anak Bupati Ikut Pasarkan Kopi di Pameran KTNA Expo 2019 di Pekanbaru


Pekanbaru, Kabarejember.com
---- Kopi Jember semakin dikenal kalangan pecintanya. Supaya tambah menasional, anak Bupati Jember pun ikut pasarkan kopi asli Jember, di stand pameran KTNA Expo 2019 di Pekanbaru, Riau, Minggu (22/9).

Akmal, putra sulung Bupati Faida, bahkan rela melayani setiap pengunjung pameran yang penasaran kenikmatan kopi Jember. Tak sekedar meracik kopi. Sebab sarjana lulusan Universitas Airlangga Surabaya, itu rupanya juga seorang barista handal. Bahkan di Surabaya, dia memiliki kedai kopi asli Jember.

Berkat keuletan Akmal, stand pameran Pemkan Jember, jauh lebih ramaih dibandingkan stand lainnya. Bahkan, stand Dinas Pangan Aceh yang juga menyediakan kopi (Gayo) gratis, kalah ramai dengan aksi Akmal. "Kami ingin membuktikan, bahwa kopi Jember mampu bersaing dan nikmatnya tak terkalahkan," tuturnya.

Tak sekedar meminta kopi Jember gratis ala Akmal, pengunjung para emak-emak hingga anak gadis Melayu, ikut berebut selfie dengan barista ganteng bernama Akmal itu. Ya, sembari melayani tamu di stand Jember, tentu Akmal juga mempromosikan 4 C : Coffee, Chocolate, Cigar dan Culture. (mul/mia/hms)

12/09/2019

Teh Tarik Aceh Citraland Rasa Khas Aceh


Jember, Kabarejember.com
----- Bertempat di Ruko Gateway Junction Tl 6 No 10 Citraland Lakarsantri Surabaya,   resmi dibuka rumah makan " Teh Tarik Aceh" hari ini Rabu, (11/09/2019)

Rumah makan yang menyediakan makanan dan minuman khas Aceh ini diprediksi bakal bisa bersaing di kota pahlawan Surabaya. Karena menunya berbeda dengan  rumah makan rumah makan lain yang ada di kota pahlawan ini.

Disamping makanan yang mempunyai ciri has khusus, rumah makan Teh Tarik Aceh ini juga menyediakan tempat yang bersih dan nyaman. Sangat pas untuk keluarga maupun perseorangan,  bahkan juga cocok untuk rombongan.

Pada saat acara Grand Opening rumah makan Teh Tarik Aceh ini dibuka dengan sesi doa yang dipimpin Ustad Mubaid asal kota Jember.

Cut Laura Kusworo, pemilik rumah makan TehTarik Aceh yang juga istri Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo SH.SIK.MH mengatakan, Alhamdulillah pada hari ini Rabu (11 September 2019)  gerai Teh Tarik Aceh resmi dibuka. "Kami menyediakan berbagai makanan khas Aceh dan minuman teh tarik aceh yang insyaallah baru pertama kali dikota Surabaya.Dan akan cocok dengan selera masyarakat. Silahkan datang pasti anda akan puas," tuturnya..(Mul)

26/08/2019

Pemkab Jember Juara 1 di Pameran "Indonesia Product Expo 2019" di Plaza Balikpapan



Jember, Kabarejember.com
-----Menonjol sejak awal dibukanya stand pameran bertajuk "Indonesia Product Expo 2019" di Plaza Balikpapan Kaltim, mengantarkan Pemkab Jember meraih juara 1 stand terbaik. Prestasi ini menambah deretan tropi juara pameran, sejak diamanahkan ke Bagian Perekonomian Pemkab Jember.

Panitia Penyelenggara Media Pro, Edy Aprilia, mengakui bahwa stand Jember selain kuat dengan desain interiornya, produk yang ditawarkannya lengkap dan semuanya berasal dari produk lokal Jember. "Apalagi ada dua talent JFC," katanya.

Selain itu, dia juga menilai tentang ramainya kunjungan di stand Jember, tak lepas karena tim Jember yang solid dan tentu sudah profesional. "Sejak awal kami sudah mendengar, tim Jember jago," pujinya.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Jember, Slamet Sugianto, mengatakan prestasi yang diraih tim pameran Jember, tak lepas karena campur tangan Bupati Faida. "Seperti yang saya sebut di awal, insting juara bupati tak pernah meleset," tuturnya.

Kata Slamet, awal Pemkab Jember memperoleh undangan partisipasi dari pihak penyelenggara. Kemudian, mereka ajukan ke bupati. "Kami mulai kebanjiran undangan pameran. Tentu kemudian harus selektif. Dan yang menentukan kami harus ke mana, itu bupati," ungkapnya.

Slamet juga mengakui, rekom pameran yang ditunjuk bupati selalu berkelas. Namun atas spirit dan motivasi yang diberi bupati, tim Bagian Perekonomian malah terpacu untuk selalu membawa tropi ke Jember. (mul/mia/hms)

14/08/2019

Toko Bangunan Karunia Ilahi Terkenal Murah Meriah


Jember, Kabarejember.com
--- Toko bangunan Karunia ilahi milik Muhamad Ridwan, sungguh dikenal oleh kalangan masyarakat Jember dan sekitarnya. Pasalnya, meskipun lokasinya di pelosok akan tetapi sudah di mana mana pelanggannya dan dikenal paling murah, Rabu (14/8/2019)

Muhammad Ridwan salah satu pemilik toko karunia ilahi pada saat dikonfirmasi awak media mengatakan, terkait usaha toko yang kami kelola ini awalnya biasa saja mas, Alhamdulillah lama - kelamaan seperti pelanggan semakin pesat, terutama bagi warga dipelosok,"  katanya.

Masih menurutnya, sebetulnya seperti pemilik toko apa saja yang paling utama adalah pelayanan mas, artinya kita harus santun dan selalu merendah hati dan harus sabar melayani pembeli, pelanggan. jarnya serius

Lanjut Ridwan mengenai toko karunia ini semua kebutuhan sudah komplit baik mulai dari peralatan rumah dan material dan lain sebagainya. dan ini tergantung kita untuk mengelolanya dalam arti mengembangkan memasarkannya kepada pelanggan.

Kepada awak media, Ridwan mengatakan, kalau masalah terjun di dunia proyek, jujur saya masih tahap belajar mas, artinya masih tahap awal adaptasi, salah satu contoh seperti pengiriman material kayak pasir, semen, dan lain- lain.

Lalu pengiriman material kata dia,  seperti pasir, semen, jendela, galvalum, besi dan lainnya pihaknya  pernah mengirim kepada orang kelurahan Karangrejo terkait program rutilahu tahun 2017." Dan kami cuman sebagai penyuplai barang,  penjual barang dagangan kami ditoko,"  ucapnya.

"Kami sebagai pemilik toko karunia, beberapa Minggu lalu, memang sempat dipanggil kejaksaan Negeri Jember untuk dimintai keterangan terkait program rutilahu. Kami paparkan semua dan kami memberikan keterangan sesuai apa yang kami kirim dan sesuai dengan permintaan pembeli," pungkasnya ( Erwin )

03/08/2019

Bupati Faida Ngaku Senang Karena Bunda Anne Ajak UMKM Gali Potensi



Jember, Kabarejember.com
-----Anne Avantie menjadi pemateri seminar bertajuk “Seminar dari hati ke hati untuk saling berbagi kisah kasih bersama UMKM dan para pelaku industri kreatif.” Ratusan pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif ikut dalam seminar yang berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Jum’at, 02 Juli 2019. Tema yang diangkat adalah “Badai Pasti Berlalu.”

Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dalam sambutannya mengatakan, Anne menjadi tamu Pemerintah Kabupaten Jember. Karena itu, Bupati berharap kehadiran perempuan yang akrab disapa Bunda Anne ini bermanfaat maksimal bagi masyarakat Jember.

Bagi Bupati, pengusaha UMKM dan pelaku industri kreatif perlu sharing dan belajar dari dari orang-orang yang merintis dari bawah, supaya bisa menjadi contoh dan keteladanan. Bunda Anne adalah salah satunya.

“Saya senang, karena Bunda Anne mengajak UMKM untuk menggali potensinya,” tutur Bupati, seraya mengingatkan bahwa para pejabat perlu juga menggunakan pendekatan dari hati ke hati.

“Dan bagi para pejabat, ketika melakukan pendampingan itu perlu dari hati ke hati, bukan sekedar akses dan pendanaan, tetapi juga dengan hubungan emosional. Itulah yang akan berhasil,” tutur Bupati.

Mencoba untuk menyimpulkan materi yang disampaikan Bunda Anne, Bupati menyampaikan bahwa berbisnis apapun dan sehebat apapun harus tetap menjadi orang baik.

“Tidak ada ridho Allah turun kepada kita semua, kecuali perjuangan kita semua dilakukan dengan perasaan cinta,” tutur perempuan berlatar belakang dokter ini.

Bupati menjelaskan, hari ini pembelajarannya CO branding yang menjelaskan bagaimana orang tidak berjuang sendiri-sendiri, dan bagaimana orang menjadi diri sendiri, serta bagaimana orang tidak perlu silau dengan kelebihan orang lain. “Tetapi belajar dari realita,” imbuh Bupati.

Bunda Anne sendiri menyampaikan, dalam seminar ini yang di-sharing tentang pembelajaran realita. Yaitu sesuatu hal yang tidak dibuat, karena terjadi. Disini diharapkan seseorang tidak masuk dalam lubang yang sama.

“(Masuk lubang yang sama) itu bisa dihindari ketika kita mempersiapkan diri untuk mengerti dan berproses secara alami, dan proses itu tuhan akan terlibat,” jelas Bunda Anne.

Bunda Anne juga menyampaikan, bahwa apa yang terjadi adalah sebuah realita kehidupan yang harus dilalui dan ada cara untuk jalan keluarnya. “Hanya, kita mau atau tidak menjalaninya,” ungkapnya.

Dalam berjuang, sebutnya, tidak selalu baik-baik saja, karena pekerjaan pasti naik turun. Tapi, roda usaha terus berputar. Seperti sejarah Anne sendiri selama 30 tahun terakhir.

Bagi Bunda Anne, jatuh bangun memang harus terjadi, karena dengan ini seeorang bisa bijaksana dalam mengambil keputusan dan menjalin hubungan dengan orang lain atau bersinergi. “Personal ini tidak bisa sendiri-sendiri, harus ada kelegaan dalam beragama dan seseorang,” katanya.

Selain itu, Bunda Anne mengaku kehadirannya di Jember karena ingin merasakan secara histori emosional dari hati ke hati dan mengetahui pasti seperti apa pemimpin di Jember.

“Kalau kita dengan pemimpin ini merupakan suatu relasi hubungan emosional, yang itu merupakan sebuah sarana untuk punya kendaraan dengan tujuan yang sama, sederhana tetapi mempunyai arti,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Anne Avantie adalah perancang busana Indonesia yang terkenal melalui berbagai koleksi kebaya hasil karyanya. Kebaya hasil karyanya telah dikenal di skala internasional dan sering dipakai oleh para selebriti Indonesia hingga sejumlah ratu sejagat yang pernah datang ke Indonesia. (Mul/Mia/hms)

15/07/2019

Warga Menduga PT AAP Masih Beroperasi


Jember, Kabarejember.com
-- -- Achmad Choiri (45) warga Dusun Watu Ulo Desa Sumberejo Kecamatan Ambulu beserta sejumlah teman - temannya mengaku resah, sebab perusahaan tambak Alam Anugerah Pertiwi (AAP) yang semula sudah tutup kini terindikasi beroperasi kembali. menurut Choiri, munculnya perusahaan tambak PT AAP terindikasi menyebabkan abrasi sekitar bibir pantai, banjir di area pertanian, pencemaran sumur warga, bau menyengat saat panen dan pencemaran laut, Minggu (14/07/2019).

Choiri berharap agar aparat segera menutup tambak AAP. "Kami beserta masyarakat beberapa hari lalu mendatangi Polsek Ambulu untuk melaporkan dugaan adanya kegiatan di lokasi tambak PT AAP," katanya.

"Kita hanya ingin memberitahukan ke kepolisian bahwa PT AAP terindikasi beroperasi kembali. Dan warga ada yang melihat jika petak tambak ada yang terisi air dan ada petugas sekuriti," paparnya.

Sementara Kapolsek Ambulu AKP Sugeng Piyanto yang dikonfirmasi awak media lewat telfon selulernya, membenarkan jika ada beberapa warga Desa Sumberejo mendatangi Polsek terkait masalah tambak. "Rencananya kita akan berkoordinasi dengan Muspika, Koramil, dinas perikanan dan perwakilan masyarakat ke TKP, kalau sendirian khawatir ada komplain," ucapnya.

"Kemarin ada petugas dari dinas perikanan ke lokasi tambak dan hanya melihat aktivitas perbaikan MCK. Jadi tidak ada istilah operasional di lokasi tambak AAP," pungkasnya. (Erwin)

29/06/2019

Di Kawasan Kampus UNEJ Berdiri BI Corner


Jember, kabarejember.com
Universitas Jember kini punya Bank Indonesia Corner, atau yang biasa disebut BI Corner. Peresmian BI Corner di Kampus Tegalboto dilakukan oleh Sugeng, Deputi Gubernur Bank Indonesia bersama Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember dengan disaksikan oleh Hestu Wibowo, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jember (28/6).

BI Corner yang berada di area Unit Pelayanan Teknis (UPT) Perpustakaan Universitas Jember ini diproyeksikan sebagai pusat informasi dan kajian mengenai kebank sentralan, dan ekonomi makro di wilayah Jember dan sekitarnya, sehingga meningkatkan literasi mengenai peran dan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia, keberadaan BI Corner diharapkan menjadi rujukan bagi dosen dan mahasiswa serta kalangan umum dalam mempelajari Bank Indonesia dan kondisi ekonomi makro Indonesia, pasalnya BI Corner menyajikan berbagai kajian dan penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Bank Indonesia, selain menyediakan berbagai buku mengenai ekonomi, finansial, dan perbankan secara umum. “Kami di Bank Indonesia memiliki BI Institute yang didukung para peneliti yang konsisten melakukan berbagai kajian yang hasilnya disebarluaskan melalui BI Corner yang ada di seluruh Indonesia,” jelas Sugeng yang juga salah satu penggagas berdirinya BI Institute.

Nantinya BI Corner tidak hanya memberikan layanan informasi saja, tapi secara rutin akan mengadakan diskusi,seminar dan kegiatan ilmiah lainnya terkait bank sentral dan ekonomi makro dengan menghadirkan para akademisi, praktisi perbankan, pelaku ekonomi dan tentu saja pakar dari Bank Indonesia. “Bahkan setiap tahunnya ada kompetisi BI Corner terbaik,” ujar Sugeng yang pernah menjadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia di New York ini.

Pria asli Purworejo ini lantas menambahkan, keberadaan BI Corner akan dimotori oleh para mahasiswa penerima beasiswa GenBI yang merupakan mahasiswa di Universitas Jember dan IAIN Jember. “Kami juga menyalurkan beasiswa bagi mahasiswa SI hingga S3 yang tengah mengerjakan tugas akhir, termasuk juga bagi dosen yang tengah melakukan riset mengenai Bank Indonesia atau ekonomi makro,” imbuh Sugeng yang mengharapkan ada penerima beasiswa GenBI di Jember yang diterima sebagai pegawai di BI.

Kepercayaan kepada mahasiswa penerima beasiswa GenBI di Jember untuk mengelola BI Corner di Kampus Tegalboto tidak lepas dari prestasi yang sudah ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Jember dan IAIN Jember. “Para mahasiswa GenBI Jember menjadi GenBI terbaik se Indonesia tahun 2018 lalu dalam ajang Leadership Camp GenBI Nasional yang digelar di Bogor, Desember 2018, menyisihkan 95 PTN yang dibina oleh BI melalui program GenBI,” kata Hestu Wibowo.

Untuk diketahui, setiap tahunnya KPwBI Jember menyalurkan 100 beasiswa bagi  mahasiswa Universitas Jember dan IAIN Jember. Rencananya, KPwBI Jember akan meluaskan penerima beasiswa GenBI untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta di Jember dan sekitarnya.

Sementara itu Moh. Hasan, Rektor Universitas Jember memberikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi BI bagi dunia pendidikan tinggi dengan mendirikan BI Corner dan pemberian beasiswa GenBI bagi mahasiswa. “Melalui GenBI, mahasiswa kami banyak mendapatkan bekal keterampilan dan pengembangan karakter yang bakal membantu mahasiswa dalam berkiprah di dunia kerja selepas lulus nanti,” pungkas Moh. Hasan. (Mia/iim/hms)

Indonesia Antisipasi Perang Dagang Amerika Serikat Dengan China


Jember, kabarejember.com
Indonesia perlu mengantisipasi perang dagang yang terjadi antara dua kekuatan ekonomi dunia, Amerika Serikat melawan China. Pasalnya perang dagang diantara kedua negara tadi mempengaruhi kondisi ekonomi dunia, diantara efeknya adalah turunnya volume perdagangan dunia secara umum. Hal ini dibuktikan dengan menurunnya pertumbuhan ekonomi di pusat-pusat ekonomi dunia seperti kawasan Eropa dan Asia selain tentu di Amerika Serikat dan China sendiri.

Imbasnya lagi, banyak harga komoditas global yang menjadi andalan Indonesia seperti minyak sawit (CPO), batu bara, tembaga dan lainnya yang harganya turun, hanya harga karet dan timah saja yang naik. Menurut Sugeng, perang dagang yang berkelanjutan bakal menimbulkan ketidakpastian ekonomi yang merugikan semua pihak.

Oleh karena itu, salah satu langkah antisipasi yang diambil diantaranya memperkuat industri manufaktur di dalam negeri. Peringatan ini disampaikan oleh Sugeng, Deputi Gubernur Bank Indonesia saat diskusi terarah dengan para akademisi Universitas Jember di gedung rektorat (28/6).

“Namun perang dagang juga berarti membuka kesempatan bagi Indonesia. Ada komoditas yang biasanya diekspor oleh China ke Amerika Serikat yang kini dilarang oleh Amerika Serikat, dan sebaliknya. Nah kesempatan seperti ini yang harus kita rebut. Belum lagi dengan potensi dana yang masuk ke Indonesia, karena investor tidak nyaman dengan kondisi perang dagang baik di dalam negeri Amerika Serikat maupun China,” jelas Sugeng yang pernah menjadi kepala perwakilan BI di New York ini.

Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China juga membuat nilai tukar Rupiah terhadap Dollar relatif aman. Dari data bank Indonesia nilai tukar Rupiah terhadap Dollar dari awal Juni hingga 21 Juni 2019 menguat 0,85 persen. Kondisi ini diharapkan mendorong kembali aliran masuk modal asing dan makin memperkuat rupiah.

Modal Indonesia untuk mewaspadai perang dagang ini didukung dengan kondisi politik Indonesia yang stabil setelah Pemilu lalu yang berakhir dengan damai. “Banyak investor yang percaya bahwa demokrasi di Indonesia sudah berjalan baik sehingga mereka nyaman berinvestasi di Indonesia. Buktinya ketika pemerintah Indonesia menerbitkan obligasi Samurai Bond kepada investor di Jepang, tetap banyak yang tertarik bahkan dengan jangka waktu imbal hasil selama lima belas tahun. Ini bukti kita masih dipercayai oleh investor,” imbuh Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Jalannya diskusi terarah dimoderatori oleh M. Miqdad, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember. dengan dihadiri para akademisi dari kalangan internal Universitas Jember dan perguruan tinggi negeri dan swasta di wilayah Besuki raya.

Dalam kesempatan ini M. Miqdad membeberkan sembilan hal yang patut mendapatkan perhatian pemerintah dan Bank Indonesia. Diantaranya menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia di saat perekonomian dunia yang lesu, menjaga tingkat inflasi, memperkuat daya saing Indonesia dan menjaga kemandirian pangan serta mewaspadai deindustrialisasi.

“Pemerintah juga perlu meningkatkan tax ratio, dan pengawasan subsidi energi yang diagendakan. Kita juga harus mengawasi penyaluran dana desa yang direncanakan mencapai 70 triliun rupiah. Satu hal lagi, antisipasi terhadap pertumbuhan ekonomi digital dalam rangka revolusi industri 4.0,” jelas M. Miqdad. (Mia/iim/hms)

27/06/2019

Panen Perdana, Optimis Target Kebun Ajong Terlampaui



Jember, kabarejember.com
Setelah puluh lima hari dari masa tanam kini Hari Kamis pagi 27 Juni 2019, bertempat di kemandoran Dawuan Macan di Desa Ajung, Kecamatan Ajung - Jember, dimulai kegiatan panen perdana Tembakau Bawah Naungan milik PTPN 10 - Kebun Ajong Gayasan. Kegiatan ini dihadiri oleh Direksi PTPN 10, Kepala Bagian Tembakau, perwakilan BSB Grup, Direktur M27, tokoh masyarakat, dan seluruh karyawan Kebun Ajong Gayasan.

Dalam sambutannya, General Manajer Kebun Ajong Gayasan Dwi Aprilla Sandi, SP. menyampaikan bahwa produksi tahun ini harus mampu melampaui target yang sudah ditetapkan dalam RKAP yaitu 20.000 Kg tembakau hijau, 1.900 Kg Tembakau Kering, 35% tembakau kualitas NW dengan tingkat keutuhan daun 90% dari total produk.

"Kami optimistis produksi tahun ini bisa terlampaui karena tingginya komitmen dari seluruh tim produksi dan didukung pula oleh kondisi cuaca yg ideal bagi TBN," paparnya.

Selanjutnya, GM Kebun Ajong Gayasan juga menekankan kepada seluruh SDM di lini produksi untuk fokus pada berbagai upaya menekan losses selama aktifitas produksi, terutama kerusakan daun akibat mekanis ataupun hama tanaman.

Pada kesempatan yang sama,  Direksi PTPN 10 yg diwakili Koordinator Task Force On Farm Sugeng Purnomo, SP, MM. menyampaikan, momentum panen perdana ini juga diikuti dengan kegiatan sosial berupa sedekah sembako dan donor darah. Pemberian sedekah ditujukan kepada masyarakat kurang mampu yang tinggal disekitar area produksi maupun gudang pengering sebanyak 200 paket. Donor darah diikuti oleh 75 orang karyawan dan keluarga besar Kebun Ajong Gayasan bekerjasama dengan PMI Jember.

" Sesuai spirit dari Kementrian BUMN bahwa BUMN Hadir Untuk Negeri, kami terjemahkan tidak hanya membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan memberikan pendapatan bagi negara, tapi kami juga berupaya agar keberadaan kami dapat memberi arti dengan memberikan apapun yang mampu kami berikan untuk masyarakat, bangsa dan negara. BUMN dari Negara, Bagi Bangsa dan Untuk Rakyat. Khususnya warga Jember," ungkapnya.  (mul/Mia/hms)