Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label religius. Tampilkan semua postingan

06/12/2019

Peserta Luar Daerah Turut Meriahkan MTQ Tuna Netra Tingkat Jawa Timur



Jember, Kabarejember.com
----25 peserta MTQ Tuna Netra dari berbagai daerah turut berkompetisi dalam MTQ Tuna Netra Tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh Pemkab Jember mulai tanggal 6 hingga 8 Desember 2019. Mereka berasal dari Gresik, Lamongan, Lumajang, Banyuwangi, Sumenep, Bondowoso dan Jember yang akan berkompetisi untuk 2 jenis perlombaan, yakn Mushabaqoh Tilawatil Qur’an untuk putera dan puteri sebanyak 16 orang dan Mushabaqoh Hifzhil Qur’an golongan 5 juz untuk putera dan golongan 5 juz puteri sebanyak 9 orang. Kegiatan ini merupakan yang pertama kalinya digelar di Kabupaten Jember.

Kegiatan ini merupakan rangkaian penyelenggaraan Hari Santri Nasional (HSN) ke 5 tahun 2019 dan sekaligus upaya perwujudan 22 janji bupati/wakil bupati, yakni menjadikan Jember sebagai bumi sholawat yang ramah lingkungan, ramah warga berkebutuhan khusus, ramah ibu dan anak serta ramah kelompok minoritas.

Bupati Jember, dr. Faida, MMR menyatakan bahwa kegiatan ini adalah sebuah bentuk perhatian penuh kepada warga berkebutuhan khusus (tuna netra) dan sekaligus sebagai upaya peningkatan kualitas SDM dan bidang keagamaan untuk semua kalangan. Bupati Faida berharap kepada masyarakat untuk memberikan apresiasinya dengan segala keterbaasan yang mereka miliki, agar mereka memiliki motivasi yang tinggi untuk kehidupan yang lebih baik. Bupati Faida juga berharap kepada para peserta agar apa yang dilakukan kali ini dapat memberikan manfaat dan maslahat dalam mengaktualisasikan ajaran Islam di tengah masyarakat. Bagi peserta yang nantinya terpilih menjadi pemenang, agar lebih mempersiapkan diri untuk kompetisi yang lebih tinggi.

Pemkab Jember juga menyediakan hadiah sebagai pembinaan sebesar Rp. 5 juta untu juara 1, Rp. 4 juta untuk juara 2 dan Rp. 3 juta untuk juara 3 untuk masing-masing kategori yang dilombakan. (mul/mia/hms)

22/11/2019

Wabup Muqit Sebut Ponpes Bisa Jadi Pilihan Timba Ilmu


Jember, Kabarejember.com
----Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menyebutkan bahwa pondok pesantren bisa menjadi pilihan untuk menimba ilmu keterampilan, ilmu pengetahuan, dan ilmu keagamaan.

“Anak kita sekarang jangan hanya pintar saja, tetapi faktor keimanan dan ketaqwaan juga harus didapat,” kata wabup, Jum’at, 22 November 2019, di Ponpes Darul Muqomah Kecamatan Gumukmas.

Wabup berada di Ponpes Darul Muqomah untuk membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain di pondok ini, wabup juga membagikan KIS di Ponpes Sunan Giri di Desa Curahlele Kecamatan Balung.

Pendidikan dalam pesantren ke depan, lanjut wabup, dapat memberikan manfaat besar bagi perkembangan masyarakat di Kabupaten Jember.

Sementara tentang KIS, wabup menjelaskan pemerintah berupaya mengantarkan masyarakat Jember menjadi masyarakat yang sehat. Saah satunya melalui KIS.

“Tentunya ini bukan satu-satunya program sehat untuk masyarakat. Ini merupakan salah satu program dari pemerintah pusat dan Pemerintah Kabupaten Jember,” terang wabup.

Untuk jumlah pembagian KIS kali ini, tercatat sejumlah 8.935 kepala keluarga untuk wilayah Kecamatan Balung, Rambipuji, dan Puger. Serta sejumlah 8.276 KK untuk wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, Umbulsari, dan Jombang.

“Program ini gratis diberikan kepada masyarakat. KIS ini dibayarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” jelas wabup.

“Saya juga punya KIS, tapi saya tidak mau sakit,” tutur Wabup, seraya berharap masyarakat tetap menjaga pola dan perilaku hidup sehat sehingga tidak rentan sakit meski sudah mempunyai KIS. “Biasakanlah pola hidup sehat di dalam keluarga,” tandasnya.

Selain menyampaikan pembagian KIS, Wabup juga menyampaikan adanya penonaktifan KIS.

Penonaktifan KIS yang sebelumnya telah dimiliki warga, masih jelas wabup, karena tidak diaktivasi selama tiga bulan dan tidak terdata dalam data terpadu di Dinas Sosial. “Artinya tidak jelas pemilik KIS ini orang miskin atau orang kaya,” ungkap wabup.

Tercatat sejumlah 17.018 KK di wilayah Kecamatan Gumukmas, Kencong, Umbulsari, dan Jombang mengalami penonaktifan KIS. Sementara sejumlah 5.572 KK di wilayah Kecamatan Balung, Rambipuji dan Puger mengalami penonaktifan itu.

“KIS ini sebenarnya di peruntukkan bagi masyarakat kurang mampu. Oleh karena itu, jika penonaktifan ini jatuh pada penerima yang layak, maka dapat dilaporkan dan diaktifkan kembali di pihak desa,” terang wabup.

Penonaktifan juga dilakukan agar penyaluran KIS tepat sasaran. (mul/mia/hms)

10/11/2019

111 Grup Hadrah Meriahkan Festival Seni Hadrah Se Jawa Timur 2019 di Jember


Jember, Kabarejember.com
----111 grup hadrah yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur turut memeriahkan Festival Seni Hadrah se Jawa Timur yang digelar di Kabupaten Jember. Gelaran ini merupakan rangkaian Festival Hari Santri Nasional ke 5 tahun 2019.

Festival seni hadrah ini sangat pas dengan kondisi Jember yang religi dan agamis, selain akan mampu mengembangkan kesenian yang menjadi salah satu ciri khas umat Islam dalam kaitannya dengan gerakan membumikan sholawat.

Selain itu, dengan bertemunya banyak grup hadrah, secara otomatis akan semakin meneguhkan ukhuwah Islamiah dan merajut kebersamaan dalam keberagaman. Peserta akan dibagi menjadi  2 kategori, yakni pelajar yang diikuti grup hadrah dari Kabupaten Jember, Gresik, Pasuruan, Surabaya, Lumajang, Banyuwangi, Jombang, Lamongan dan Probolinggo. Sedangkan untuk kategori umum diikuti dari Jember, Gresik, Malang, Lumajang, Banyuwangi, Sidoarjo, Bondowoso, Lamongan dan Probolinggo.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap bahwa festival ini bisa menjadi salah satu pemicu dan menumbuhkan kecintaan umat Islam khususnya di Kabupaten Jember terhadap Nabi Muhammad SAW dengan syair-syair dan sholawat serta untuk meneguhkan semangat persatuan dan kesatuan. (mul/mia/hms)


07/11/2019

Kafilah MTQ Jember Masuk 10 Besar


Jember, Kabarejember.com
----Kafilah Mussabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Jember telah menyelesaikan tugasnya bertanding di ajang bergensi pecinta Al Qur’an, MTQ XXVIII Jawa Timur, yang digelar di Kabupaten Tuban 24 Oktober sampai 2 November 2019.

Selain mengikuti lomba MTQ, Kafilah Jember juga mengikuti Pawai Ta’aruf dan pameran produk unggulan daerah. “Khusus pameran produk yang pertama kali digelar dalam MTQ, Jember menempati peringkat terbaik pertama,” terang Bambang Saputro, SH., Rabu, 06 November 2019.

Mereka berhasil berada di sepuluh besar dengan menempati posisi sembilan dalam MTQ XXVIII tahun 2019, setelah mengikuti tujuh cabang MTQ yang dilombakan. Sedangkan peserta MTQ berhasil menempati semua peringat pada cabang Khath Al Qur’an, Tilawah, Tafsir Al – Qur’an, Hifzh Al Qur’an, dan Syarhil Qur’an.

Peringkat terbaik pertama diraih oleh Muhammad Nasihin yang bertanding di cabang Khath Al Qur’an pada Golongan Hiasan Mushaf Putra.

Berikut nama, cabang, dan golongan pada MTQ yang diraih oleh Kafilah Jember:

Terbaik  I   : Muhammad Nasihin di Cabang Khath Al Qur’an, Golongan Hiasan Mushaf Putra
Terbaik  II : Friendy Alan Nawawi di Cabang Tilawah, Golongan Tartil Al Qur’an Putra
As’ad Daroini di Cabang Tafsir Al – Qur’an , Golongan Bahasa Inggris Putra
Terbaik III : Ahmad Jimly Ashari di Cabang Khath Al Qur’an, Golongan Naskah
Fathurrahman di Cabang Tafsir Al – Qur’an, Golongan Bahasa Indonesia Putra
Harapan I : Najwa Khomariyah di Cabang Khath Al Qur’an, Golongan Kontemporer
Ulumiyatul Jannah di Cabang Tafsir Al – Qur’an Gol, Bahasa Indonesia Putri
Ahmad Farid Anam di Cabang Hifzh Al Qur’an, Golongan 10 Juz Putra
Imroatus Safira, Badriah Isnaini, dan Wilda Fajriyatus Sa’adah di Cabang Syarhil Qur’an, Golongan Putri
Harapan II : Vanya Ironies di Cabang Tafsir Al – Qur’an Golongan Bahasa Inggris Putri
Fatatanil Marist di Cabang Hifzh Al Qur’an Golongan 20 Juz Putri
Harapan III : Muhammad Khoirus Zacky  di Cabang Khath Al Qur’an   Golongan Kontemporer Putra.

Lebih jauh Bambang menjelaskan, ada rencana dari Bupati Jember dr. Faida, MMR untuk memberikan penghargaan kepada para kafilah yang menang. (mul/mia/hms)

22/10/2019

Santri Indonesia Untuk Perdamaian Dunia





Jember, Kabarejember.com
----Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-5 tahun 2019 kali ini bakal dimeriahkan dengan 32 event besar yang dipersembahkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk kemajuan dan perkembangan santri khususnya di Kabupaten Jember. Tanggal 22 Oktober merupakan tanggal yang ditetapkan Presiden Joko Widodo untuk peringatan HSN sesuai Kepres No. 22 tahun 2015, yakni pencetusan resolusi jihad yang berisi fatwa kewajiban berjihad demi mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Berbicara santri, tak lepas dari salah satu lembaga yang cukup berperan dalam pengembangannya, yakni pondok pesantren, yang sekaligus menjadi laboratorium yang berperan untuk menggodok mental dan pendidikan santri untuk tujuan ukhuwah dan perdamaian, menciptakan Islam yang rahmatan lil ‘alamin, Islam yang ramah dan moderat dalam beragama.

Disebut sebagai laboratorium perdamaian, karena pesantren memupuk jiwa santri untuk menumbuhkan kesadaran harmoni beragama dan berbangsa. Hal ini terbukti dengan kecintaan santri terhadap tanah air tidak pernah pudar, karena ada konsep yang selalu dipegang teguh, yakni hubbul wathan minal iman atau cinta tanah air sebagian dari iman.

Kemudian metode mengaji dan mengkaji, dan santri juga diajarkan untuk khidmah (pengabdian) yang merupakan prinsip loyalitas santri yang dibingkai dalam etika beragama.

Selain itu, santri juga mendapat pendidikan kemandirian dan gerakan komunitas seperti sastra kesenian yang tumbuh subur di pesantren. Dari pesantren juga muncul tradisi diskusi dan dialog yang merupakan ruh dari demokrasi. Tak kalah pentingnya pula, dari pesantren juga muncul khazanah kearifan lokal yang menjadi ruang kondusif untuk menjaga lokalitas di tengah arus jaman yang semakin pragmatis.

Selanjutnya, pesantren juga melahirkan prinsip mshalahat (kepentingan umum) yang merupakan sebuah pegangan wajib santri, dan yang terakhir pesantren merupakan lembaga penanaman spiritual, bukan sekedar soal fiqih saja, melainkan banyak pula yang melatih untuk tazkiatunnafs atau proses pembersihan hati.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menyampaikan rasa syukurnya karena dalam peringatan HSN 2019 ini telah terbit UU no 18 th 2019 tentang pesantren, yang pada intinya pesantren bukan sekedar sebagai lembaga pendidikan saja, namun memiliki peran dakwah dan pengabdian masyarakat. Negara bakal hadir untuk memberikan fungsi rekognisi, afirmasi dan fasilitasi  dengan tetap menjaga kemnadirian dan kekhasan pesantren.

Puncak Peringatan HSN ke 5 tahun 2019 di Kabupaten Jember diperingati pada 22 Oktober 2019 dengan Apel Santri di Alun-alun Jember pukul 07.00 WIB yang diikuti oleh 3000 santri dari berbagai ponpes dengan Inspektur Upacara Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief, dilanjutkan dengan pemberian beasiswa santri dan dilanjutkan dengan kirab santri.

Peserta melakukan kirab melalui rute Jl. Ahmad Yani, Trunojoyo, Cokroaminoto, Gajahmada dan finih kembali di Alun-alun Jember. Diiringi 3 grup drum band dan ada banyak hadiah door prize, diantaranya sepeda motor matic, laptop, sepeda gunung dan banyak hadiah hiburan lainnya.

Kegiatan ini merupakan persembahan dari Pemkab Jember untuk mengapresiasi kejuangan, keteladanan dan kontribusi santri baik sebelum dan sesudah kemerdekaan, sekaligus untuk memperteguh komitmen santri Indonesia untuk perdamaian dunia. (mul/mia/hms)

28/09/2019

Pemkab Selenggarakan Pembinaan Kafilah Tahap Akhir

Jember, Kabarejember.com
----Persiapkan Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) Jatim 2019, Pemkab Jember menyelenggarakan pembinaan Kafilah tahap akhir. Pembinaan ini merupakan salah satu bentuk persiapan untuk kafilah dalam mengikuti Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Jawa Timur yang akan diselenggarakan di Tuban.

Persiapan kali ini telah memasuki tahap III atau tahap akhir yang diikuti oleh 46 peserta yang diselenggarakan di lingkungan Pemkab Jember Jalan Sudarman, Sabtu 28 September 2019 pukul 08.00 WIB. Terdapat beberapa kategori pembinaan berdasarkan cabang lomba dan golingan, diantaranya adalah Tartil dan Tilawah anak-anak, cabang lomba tilawah remaja dan remaja dewasa, tafsir dan Qiro’ah Sab’ah, Syahril Qur’an di, cabang lomba Khotlil Qur’an, cabang lomba Fahmil Qur’an dan cabang lomba M2IQ (karya ilmiah).

Sebelumnya, seleksi tahap I dan II telah dilaksanakan untuk menyeleksi peserta. Tahap I dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2019 di Badan Diklat Komplek GOR Kaliwates Jember, dengan jumlah total peserta 147 orang, dan 74 orang dinyatakan lolos untuk mengikuti pembinaan tahap II yang diselenggarakan di Badan Diklat Komplek GOR Kaliwates pada 6-7 Juli 2019. Dari tahap II ini, hanya 46 peserta saja yang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti pembinaan tahap akhir.

Dalam lomba MTQ ini ada 7 cabang yang dilombakan dengan kategori cabang masing-masing, diantaranya cabang tilawah dengan kategori dewasa, remaja, anak-anak, tartil, hingga golongan untuk cacat netra. Kemudian ada pula cabang hifdzil Qur’an, cabang tafsir, khotlil, fahmil, syarhil dan cabang M2IQ atau makalah ilmiah Al-Qur’an.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap dengan diselenggarakannya pembinaan tahap III ini akan semakin memantapkan peserta untuk berkompetisi dalam MTQ Jawa Timur di Tuban beberapa saat mendatang. Selain itu, dengan pembinaan ini diharapkan ada peningkatan mutu dan kualitas seni baca dan pemahaman Al Qur’an agar bisa lebih mematangkan persiapan qori dan qori’ah peserta MTQ Jawa Timur dan sekaligus dapat memotivasi masyarakat pada umumnya. (mul/mia/hms)


08/09/2019

Sambut Tahun Baru Islam, Pemkab Jember dan Lembaga Qira’ati Gelar Istighosah Asyuro dan Doa Bersama


Jember, Kabarejember,com
----Bertempat di Alun-alun Jember, Minggu 8 September 2019 pukul 09.00 WIB, acara Istighosah Asyuro digelar untuk memperingati Tahun Baru Islam 1441 H. Dengan melibatkan 11.000 peserta yang terdiri dari santri dan wali santri yang tergabung dalam TPQ Qira’ati se Kabupaten Jember, acara ini akan diisi dengan acara puncak yakni doa bersama akhir tahun 1440 H dan awal tahun baru Islam 1441 H.

Bertemakan Menumbuhkan Ukhuwah Islamiyah Untuk Membentuk Muslim Berbudi Luhur dan Berjiwa Sosial Sesuai Dengan Kaidah-kaidah Islam, kegiatan ini bertujuan selain memperingati tahun baru Islam, juga sebagai salah satu ikhtiar untuk mendidik putera dan puteri generasi penerus bangsa untuk dapat membaca Al-Qur’an dengan baik sesuai dengan ilmu tajwid.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR menyatakan apresiasinya kepada Lembaga Qira’ati karena turut berperan untuk menciptakan para hafidz dan hafidzah melalui pendidikan Tahfidhul Qur’an.
 Pemerintah Kabupaten Jember juga telah berkomitmen untuk melindungi, membina dan bersinergi agar kegiatan dan tujuan yang mulia tersebut dapat tercapai dengan baik. Bupati Faida juga menegaskan bahwa peran  anak didik mereka akan sangat bermanfaat di tengah masyarakat nantinya, karena akan semakin banyak insan-insan yang bacaan Al’Qur’annya baik dan para hafidz dan hafidzah akan terus bertambah.

Di sisi lain, Bupati Faida juga menyatakan bahwa tahun baru Islam dan Istighosah ini merupakan momentum keagamaan yang baik untuk berpasrah kepada Allah SWT, mengajak seluruh komponen bangsa khususnya warga Kabupaten Jember untuk kembali menyerahkan semua permasalahan dan problematika yang terjadi kepada Allah SWT, setelah melakukan ikhtiar, ijtihad dan mujahadah. Sekaligus agar dihindarkan dari segala musibah dan adzab. Moment ini juga sangat penting untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah, menjalin dan meningkatkan hubungan silaturahmi sehingga bisa terwujud Hablum Minallah dan Hablum Minannas.

Ada sejumlah kegiatan yang dilombakan, diantaranya adalah lomba membaca buku Qirati1-Ghorib (berdasar usia), lomba menghafal doa harian dan surat pendek, lomba passka TPQ (PTPT/PTPD) yang digelar pada 24 Agustus lalu, dan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiahnya dilakukan pada saat Istighosah Asyuro ini. (mul/mia/hms)

02/09/2019

7 Jemaah Haji Asal Jember Meninggal di Tanah Suci


Jember, Kabarejember.com
----Data yang diperoleh dari Bagian Bina Mental Pemkab Jember yang telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Kabupaten Jember, ada 7 jemaah haji asal Jember yang meninggal di tanah suci, pada saat menunaikan ibadah haji tahun 2019 ini.

Mereka adalah Mashudi Muhammad Iksan (kloter 44) asal Dusun Kopi Krajan Balung Kidul Kecamatan Balung, Abdul Aziz Toha Rohri Sino (kloter 47) asal Dusun Mandaran Daeng Blak Puger Kecamatan Puger, Siti Sarokah Mustakrib Mustawi (kloter 45) asal Dusun Besuki Sidomekar Kecamatan Semboro, Sunami (kloter 45) asal Dusun Sumberwaru Sumberkalong Kecamatan Kalisat, Eddy Junaidi (kloter 45) beralamat di Jl. Imam Bonjol Kaliwates, Darmadi Matarjan Tarmuji (kloter 45) asal Dusun Krajan Sukorejo Kecamatan SUkowono dan Asdin Rebin Sa’rud (kloter 43) asal Dusun Krajan Sukorejo Kecamatan Sukowono.

Jemaah asal Jember tercatat ada 1985 orang yang diberangkatkan melalui 5 kloter, yakni kloter 43, 44, 45, 46 dan kloter 47. Ada 20 titik yang ditentukan untuk pemberangkatan, dan 19 titik atau tempat pemulangan Jemaah haji yang secara bertahap tiba di Kabupaten Jember mulai 31 Agustus hingga 2 September 2019.

Kabag Bina Mental, Bambang Saputro, SH, Msi menyatakan bahwa sesuai arahan dari Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR, untuk pelaksanaan pemberangkatan dan pemulangan haji tahun 2019 ini, ditargetkan lebih baik atau meningkat dari tahun –tahun sebelumnya. Selain penyediaan armada untuk mengangkut jamaah dari titik pemberangkatan di Jember hingga ke Asrama Haji SUkolilo dan sebaliknya, ada penambahan pelayanan bagi Jemaah, seperti penyediaan konsumsi. Hal ini bertujuan agar kondisi fisik Jemaah tetap baik, mengingat lamanya proses pemulangan, mulai dari Jeddah hingga ke Jember. (mul/mia/hms)

Wabup Muqit Sambut Kedatangan Jamaah Haji di Asrama Haji Sukolilo


Jember, Kabarejember.com
-----Wakil Bupati Jember, Drs. KH. Muqit Arief melakukan penyambutan jamaah haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Wabup Muqit berangkat ke Surabaya setelah mengikuti rangkaian pembukaan Gerak Jalan Tradisional Tanggul Jember, Sabtu 31 Agustus 2019.

Sesuai jadwal, ada 2 kloter yang akan tiba di Kabupaten Jember pada Minggu 1 September 2019, yakni kloter 44 dan kolter 45 dengan jumlah Jemaah untuk kloter 44 adalah 443 jemaah dan kloter 45 adalah 445 jemaah. Mereka tiba di Asrama Haji Sukolilo pada Sabtu 31 Agustus 2019 pukul 23.25 WIB untuk kloter 44 dan pukul 01.25 WIB untuk kloter 45.

Perubahan dilakukan panitia untuk tempat pemulangan Jamaah, yakni kloter 45 asal Kaliwates/Mandiri Kota, Mandiri Ajung, Sukorambi dan Sumbersari yang sebelumnya dijadwalkan di Kantor Kecamatan Kaliwates, dipindah di Masjid Cheng Ho karena kantor kecamatan Kaliwates sedang direnovasi. Mereka dijadwalkan masuk di tempat kedatangan pada Minggu 1 September 2019 pukul 06.25 WIB. Sedangkan tempat kedatangan Jemaah lain dari kloter 44 dan 45 masih sesuai jadwal semula.

Didampingi OPD terkait dan Kepala Kemenag Jember, Wabup Muqit menyampaikan rasa harunya karena jamaah pulang ke tanah air dalam kondisi yang sehat dan bisa berkumpul kembali bersama keluarga. “Saya sangat mengharapkan semangat beribadah jamaah haji di tanah suci, bisa dipertahankan dan ditularkan kepada sanak saudara. Kemudian saya juga berharap jamaah haji memakmurkan masjid dan mushola terdekat,” ungkapnya. Selain itu Wabup Muqit juga berharap para jamaah mau dan iklhas mendoakan sanak saudaranya tatkala disambut di rumahnya masing-masing. “Saya menitipkan doa kepada jamaah agar mereka mendoakan Jember agar senantiasa selalu kondusif, penuh kerukunan dan kebersamaan dan usahanya diberkahi oleh Allah SWT,” pintanya.

 Wabup juga mengapresiasi upaya panitia pemberangkatan dan pemulangan jamaah tahun ini yang dinilai lebih baik dari sebelumnya. “Kita tahu bahwa jamaah haji ini sudah cukup lelah dalam perjalanan pulang dan proses menunggunya juga cukup lama di Bandara di Jeddah. Dan untuk tahun ini, panitia telah menyediakan konsumsi untuk para jamaah, dan mudah-mudahan pelayanan ini bisa terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya. (mul/mia/hms)

25/08/2019

Semaan Al Quran Ditutup Wabup Muqit



Jember, Kabarejember.com
----Wakil Bupati Jember Drs. KH. Abdul Muqit Arief menutup acara sema’an Al Qur’an yang digelar di halaman tengah kantor Pemkab Jember, Sabtu malam, 24 Agustus 2019. Kegiatan yang bekerja sama dengan Majelis Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moelokatan Gus Miek Jantiko Mantab ini untuk memperingati HUT ke-74 Republik Indonesia.

Sema’an ini juga sebagai upaya Pemerintah Kabupaten Jember untuk mengantarkan Jember dan masyarakatnya menjadi religius. “Selain mengantarkan Jember menjadi lebih religius, semoga Jember dan masyarakat Jember tetap kondusif dan menjaga persaudaraan,” tutur Wabup.

Terlaksananya sema’an juga diharapkan dapat memperkokoh niatan Pemerintah Kabupaten Jember menjadikan Jember dan masyarakatnya semakin religius.

“Semakin dekat dengan ajaran-ajaran agama. Ini sebuah ikhtiar untuk mengantarkan Jember menjadi masyarakat qur’ani dan religius,” ungkapnya.

Dengan barokahnya Al-Qur’an, Wabup yakin Jember akan menjadi kabupaten yang maju serta lebih baik lagi dan selalu dalam berkah Allah SWT.

Di Kabupaten Jember, lanjutnya, sudah mulai tumbuh jamiah-jamiah yang berkaitan dengan  Al-Qur’an dan semakin banyak hafidz hafidzoh di Kabupaten Jember.

“Sebagai suatu bentuk penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Jember, setiap penghafal Al-Qur’an di Jember mendapat biaya kuliah mulai dari S1 hingga S3,” terang Wabup.

Pada akhir sambutannya, Wabup berdoa dan berharap ikhtiar mewujudkan niatan itu membawa barokah bagi Jember.  “Dan, Jember selalu diterangi dengan cahaya Al-Qur’an,” tutupnya.

Ditemui usai acara, Kepala Bagian Bina Mental Sekretariat Kabupaten Jember Bambang Saputro mengungkapkan rasa syukur atas selesainya acara sema’an Al Qur’an. “Acara telah berjalan lancar dan sukses mulai dari subuh hingga selesai malam ini,” kata Bambang.

Kepada semuan pihak yang telah berpartisipasi untuk suksesnya acara tersebut, Bambang menyampaikan ucapan terima kasih. Ucapan terima kasih khusus untuk jamaah Majelis Sema’an Al Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Moloekatan Gus Miek Jantiko Mantab.

Selain itu, rasa terima kasih juga disampaikan kepada sejumlah instansi yang telah memenuhi undangan sema’an. Seperti jamaah dari TNI, Polri, Kejaksaan, dan instansi lainnya.

Bambang berharap kegiatan ini dapat terlaksana pada tahun depan dan bisa berjalan lebih baik lagi. Ia berjanji akan melakukan evaluasi agar ke depan lebih baik. (mul/mia/hms)

23/08/2019

Peringati HUT RI ke 74, Pemkab Gelar Semaan Al-Qur'an




Jember, Kabarejember.com
-----Bertempat di halaman dalam Kantor Pemkab Jember, Semaan Al-Qur'an akan digelar 24 Agustus 2019 mulai pukul 04.00 hingga diperkirakan berakhir pukul 21.00 WIB.

Kegiatan ini bertujuan, selain sebagai upaya untuk melestarikan tradisi keagamaan, juga sebagai wadah yang efektif untuk menyebarkan ajaran Islam dengan mengumandangkan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Terlebih moment peringatan HUT RI ini adalah sarana yang baik untuk meningkatkan iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT, terutama bagi kalangan ASN khususnya di lingkup Pemkab Jember.

Semaan Al-Qur'an ini akan dipimpin oleh Agus Tijani Robert Syaifum Nawas atau dikenal dengan Gus Robert dengan Majlis Semaan Jantiko Mantab.

Bupati Jember, dr. Hj. Faida, MMR berharap agar kegiatan ini bisa menjadi pemicu khususnya bagi kalangan ASN untuk bisa lebih meningkatkan iman dan ketaqwaannya, terutama dalam melayani masyarakat sesuai nilai-nilai dalam Al-Qur'an. (mul/mia/hms)

16/07/2019

Bupati dan Wabup Jember Doakan JCH Jember


Jember, Kabarejember.com ----Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR dan Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief hadir pada kegiatan pelepasan dan doa bersama jamaah calon haji (JCH) Kabupaten Jember yang berlangsung di Gedung Balai Serbaguna  Kaliwates Jember, Selasa, 16 Juli 2019.

Dalam kesempatan ini, Bupati berpesan kepada calon jamaah haji di Jember untuk menjaga kesehatan, fokus pada persiapan. “Dan, saat di Tanah Suci dapat menjaga kekompakan, tolong menolong, menjaga nama baik Jember dan Indonesia," pesan bupati.

Bupati juga meminta jamaah mendoakan Kabupaten Jember agar lancar sebagai Embarkasi Umrah Haji seperti keputusan Presiden RI Jokowi Dodo.

Sesuai evaluasi yang dilakukan tahun ke tahun, lanjutnya, pemerintah memberi bantuan alat komunikasi untuk ketua kloter supaya dapat mengkoordinir anggotanya dengan mudah. Juga panduan tambahan berupa buku-buku doa sebelum berangkat dan sesudah haji.

Termasuk tambahan tenaga TPHD dari Kabupaten Jember, tenaga medis, dan bantuan umum. Juga panduan keagamaan untuk melengkapi TPHI (Tim Pemandu Haji Indonesia) dan TKHI (Tim Kesehatan Haji Indonesia), sehingga jamaah bisa terlayani penuh.

Bupati berharap tidak ada jamaah yang membawa barang dagangan atau lainnya yang melanggar. "Diharapkan hal-hal tersebut ditindak dengan tegas, supaya tidak mengganggu jalannya ibadah haji," ucapnya.

Tentang menghadapi cuaca ekstrem di Arab Saudi, menurut bupati, kuncinya adalah badan yang sehat. Jamaah perlu menjaga kesehatan, makan yang cukup, menggunakan waktu sebaik mungkin.  “Termasuk main sosial media dihentikan terlebih dahulu untuk istirahat," pesannya.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Jember H. Muhammad melaporkan, jumlah jamaah haji tahun ini sebanyak 1.984 jamaah, termasuk TPHD (Tim Pemandu Haji Daerah) 10 orang. Berdasarkan jenis kelamin, ada 1003 laki-laki dan 981 perempuan.

Diantara calon jama'ah haji itu  terdapat calon haji tertua bernama Armo yang berusia 98 tahun. Sedang yang termuda adalah Muhammad Kafin berusia 18 tahun.

Muhammad Kafin menjelaskan ia berhaji dibiayai orang tua. Ia mendaftar di usia 9 tahun. Persiapan yang dilakukan selama ini menjaga kesehatan dengan berloahraga.

Muhammad Kafin berpesan kepada pemuda di Jember yang ingin berhaji. “Karena sekarang mendaftar haji dan berangkatnya masih lama, jadi segera mendaftar dari sekarang," imbuhnya. (mul/mia/hms)

15/07/2019

Pemkab Jember Berangkatkan 148 ASN Jadi CJH 2019


Jember, Kabarejember.com
Pemerintah Kabupaten Jember melepas keberangkatan 148 ASN di lingkungan Pemkab yang menjadi calon jamaah haji
(CJH) tahun 2019. Pelepasan berlangsung di Pendapa Wahyawibawagraha, Senin 15 Juli 2019.

Dalam acara yang dikemas dalam Doa Bersama dan Pelepasan Jamaah Calon Haji haji ASN di lingkup Pemerintah Kabupaten Jember tahun 2019 itu, hadir Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR., dan Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief.

Dalam kesempatan ini, bupati menyampaikan, pemberangkatan jamaah haji kali ini tidak diberangkatkan serentak di Jember. Pemerintah membuatkan forum khusus bagi ASN, sebagai penghormatan kepada ASN yang akan cuti resmi untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci.

“Saya rasa, perlu memberi penghormatan, penghargaan, dan memberi doa khusus kepada ASN calon jamaah haji,” tutur bupati.

Sebagian dari mereka, terang bupati, adalah TPHI dan sebagian TPHD Kabupaten Jember. Karena biasanya ASN menjadi panitia yang melayanai jamaah haji, kali ini mereka yang menjadi jamaah. Maka, mereka layak untuk mendapatkan penghormatan.

Bupati meminta para ASN fokus menjalankan ibadah. Sejenak melupakan urusan pekerjaan, karena urusan pekerjaannya telah diserahkan kepada petugas yang ada di Jember

“Saya harap mereka bisa berkonsentrasi sepenuhnya untuk melakukan ibadah haji. Teriring doa, agar semuanya selamat berangkat sampai pulang dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.

Kepada jamaah calon haji, bupati berpesan agar mendoakan Pemkab Jember, sehingga dapat melaksanakan program-programnya demi kemakmuran masyarakat.

Wabup menambahkan, para jamaah harus dapat menjaga kesehatan dengan cuaca yang cukup panas di Mekah dan Madinah.

“Jagalah kesehatan sebelum dan saat menjalankan ibadah haji, sehingga bisa melaksanakan ibadah dalam keadaan sehat,” pesannya.

Wabup berharap, para calon jamaah haji ini menjadi haji yang mabrur, karena dapat membawa pengaruh baik dalam lingkungan sosial.

Salah satu jamaah calon haji, Mujiono, mengatakan, kegiatan ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena sebelumnya belum pernah dilepas oleh pemerintah, tetapi berangkat secara mandiri.

“Adanya kegiatan semacam ini kita senang dan merasa dihormati,” tutur guru di SMPN 1 Jombang Jember ini.(mul/mia/hms)

22/05/2019

Wabup : Kebersamaan Itu Tidak Semudah Membalikan Telapak Tangan



Jember, Kabarejember.com
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief memberikan ceramah umum keagamaan dalam acara khotmil Qur'an dan pengajian memperingati malam Nuzulul Qur'an pada Ramadhan  1440 H.

Kegiatan yang digelar Ma'had Al-Jami'ah IAIN Jember ini berlangsung di Masjid Sunan Kalijogo Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember, Selasa malam, 21 Mei 2019. Pada kesempatan ini Wabup mengatakan penyelenggaraan kegiatan Nuzulul Qur'an dengan tema Kebersamaan dalam keragaman adalah kegiatan pembekalan yang sangat penting untuk generasi muda, khususnya di lingkungan IAIN Jember.

"Karena tidak semua orang itu bisa hidup nyaman, hidup bersama dalam keberagaman," ungkapnya.

Seperti kondisi yang terjadi saat ini yang menjadi perhatian banyak pihak yakni people power. Kondisi politik ini menunjukkan ketidaksiapan untuk hidup bersama dalam keberagaman.

Oleh karenanya, Wabup mengajak untuk betul-betul memahami pesan moral yang tertuang dalam Al-Qur'an. "Kebersamaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Perlu sikap arif, sikap bijaksana, toleransi, keterbukaan diantara kehidupan horizontal itu menjadi sangat penting sekali," terang wabup.
Sementara people power ala santri dengan mengadakan peringatan kegiatan peringatan nuzulul Quran ini, menurut wabup, sangat positif.
Sebelumnya, Direktur Ma'had Ustadz Fathur Rahman, M. Syu menyebut berkumpulnya santri mahad dan pengurus yang berjumlah 717 dalam peringatan nuzulul Quran ini sebagai people power ala santri.
"Kegiatan ini bisa disebut people power ala santri, karena besok selain pengurus, santri akan mulai boyong pulang ke kampung halaman sampai tanggal 26," terangnya.
Fathur Rahman berpesan, "Jangan berhenti mondok meskipun harus keluar dari ma'had, karena di pondok adalah belajar tanpa ada jeda."
Rektor IAIN diwakili Dr. KH. Hefni Zein menyampaikan terimakasih atas dukungan penuh Wakil Bupati Jember kepada IAIN Jember.
"Mulai masa perintisan, pengembangan hingga saat ini. Mudah-mudahan  kerjasama dan persaudaraan ini tetap berlanjut hingga akhir zaman," ujarnya.
Hefni Zein dalam kesempatan itu menjelaskan tentang visi dan misi pengembangan IAIN Jember sebagai pusat kajian Islam Nusantara yang berbasis pesantren.
Perguruan tinggi saat ini, melirik model pesantren sebagai pola pembinaannya. "Karena ada yang unik dan khas. Di pesantren punya asasul khomsah yang menjadi keunggulan pesantren dan akan diterapkan pada mahasiswa," ungkapnya.
Asasul khomsah yang pertama adalah keikhlasan dalam menghilangkan kebodohan, kedua kesederhanaan, ketiga kemandirian, keempat persaudaraan, terakhir adalah kebebasan. (Mia/mul/hms )

16/05/2019

Rekatkan Silaturahmi Antar Elemen Masyarakat, Kapolres Jember Gelar Buber




Jember, Kabarejember.com
Polres Jember menggelar agenda buka bersama (Buber) pada Rabu sore (15/5). Bertempat di halaman Polres Jember, acara buka bersama tersebut mengundang seluruh elemen masyarakat, elemen mahasiswa, Sarbumusi, PSHT, Sekti, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Acara buka bersama tersebut digelar guna memanfaatkan momen bulan suci Ramadhan untuk menjalin silatilurahmi guna mempererat persatuan dan kesatuan antar seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Jember pasca agenda pemilu.
"Kita jalin kembali persatuan dan kesatuan diantara kita, dengan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah basyariyah. Rasa cinta tanah air kita perkuat untuk keamanan dan kenyamanan bersama." ujar Kapolres Jember AKBP. Kusworo Wibowo SH., S.I.K., MH.
Acara buka bersama yang dimulai sejak pukil 16.00 WIB diisi oleh tausyiah dari KH. Abdullau Syamsul Arifin, sebelum kemudian diakhiri dengan acara buka bersama saat adzan maghrib telah berkumandang. (Ulu)

Wabup Muqit Hadiri Buber Anggota Polres Jember Bersama Toga dan Tomas



Jember, Kabarejember.com
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A. Muqit Arief hadir dalam buka bersama Keluarga Besar Polres Jember dan Bhayangkari,  tokoh agama dan tokoh masyarakat di Mapolres Jember, Rabu 15 Mei 2019.
Wabup mengatakan, buka puasa bersama  yang digagas Polres Jember dan Bhayangkari merupakan kegiatan yang bagus untuk menyatukan masyarakat.
"Karena sebelum bulan Ramadhan, kita semua telah melalui bulan politik, dengan adanya buka bersama ini dimana semua komponen dan semua elemen masyarakat dapat berkumpul," terangnya usai acara.
Wabup setuju dengan apa yang disampaikan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo tentang bagaimana mewujudkan rasa cinta terhadap Indonesia.
"Kita sering mengatakan cinta NKRI,maka kecintaan itu hendaknya dapat diwujudkan. Siapapun atau kelompok manapun yang akan mengajak masyarakat untuk melakukan sesuatu yang mendistorsi bangsa dan negara, masyarakat jangan mau mengikuti," ungkapnya.
Tentang kerukunan umat beragama, wabup menjelaskan adanya perbedaan di masyarakat yang memerlukan langkah arif dan bijaksana.
Sangat arif apabila kita semua mempertemukan persamaan-persamaan, saling membantu, mengingatkan. Dan, jangan sekali-kali saling membantu hal hal yang akan merusak tatanan kehidupan berbangsa," tuturnya.
Mengenai pernyataan Kapolres tentang people power, wabup mengingatkan negara ini adalah negara hukum.
"Oleh karena itu sesuatu yang terjadi ini kembalikan kepada kepada hukum. Semua sudah ada aturannya. Semua ada yang mengatasi apabila terjadi  persoalan. Apabila sudah terjadi people power itu berarti sudah melanggar hukum," tegas wabup.
Kepala Kepolisian Resort Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH., SIK. menyampaikan buka puasa bersama merupakan wadah untuk melepas rindu dan bersilaturahmi.
"Karena di bulan Ramadhan ini semua berupaya untuk menjaga kehidmatan masyarakat dalam beribadah," katanya.
Di tahun ini, bulan Ramadhan bersinggungan dengan agenda politik yakni pemilu 2019. Karena itu, menurut Kusworo semua harus saling menjaga.
Warnai bulan Ramadhan dengan meningkatkan keimanan, utamanya menjaga masjid agar terhindar dari agenda politik, masjid disterilkan, dijauhkan dan dihindarkan dari ajakan people power," katanya.
Seandainya ada kecurangan-kecurangan dalam pemilu 2019, lanjutnya, gunakan mekanisme yang ada. Bawaslu siap untuk menerima laporan kecurangan yang ada dan akan ditindaklanjuti," katanya.
Kusworo mengatakan, apabila ada kecurangan-kecurangan jangan dibawa ke ranah public. Jangan dibawa ke ranah people power, tapi dibawa ke mekanisme yang ada," Kusworo.
Pada kesempatan ini KH. Abdullah Syamsul Arifin yang kerap dipanggil Gus Aab menyampaikan tausiyah mengenai nilai-nilai yang diajarkan dalam berpuasa.
diantaranya aspek toleransi dalam beragama  dan juga kerukunan umat beragama, utamanya kesepakatan seluruh tokoh masyarakat dalam membangun bangsa. (Mia/Mul/hms)

10/05/2019

Ramadhan Momentum Kembali Ke Masjid



Jember, KaJe
(10 Mei 2019) ---Ramadhan hendaknya menjadi momentum bagi kaum muslimin untuk kembali ke masjid. Kembali ke masjid ini dimaknai dengan gerakan memakmurkan masjid dengan cara selalu melaksanakan sholat lima waktu berjamaah di masjid. Kedua, menjadikan masjid sebagai pusat kajian agama dan diskusi terkait berbagai permasalahan ummat. 

Dan jika kaum muslimin memakmurkan, masjid maka niscaya Allah SWT akan memberikan pertolongan. Pasalnya seperti yang sudah disabdakan dalam hadist qudsi, masjid adalah rumah Allah SWT, dan tentu saja siapa yang menjadi tamu Allah SWT akan dihormati oleh Allah SWT. 

Taushiyah ini disampaikan oleh KH. Mushodiq Fikri, pengasuh Pondok Pesantren Riyadhus Sholihin, Jember, kala menjadi pemateri dalam kegiatan Tabligh Akbar bersama keluarga besar Universitas Jember yang digelar di Masjid Al Hikmah Kampus Tegalboto (10/5). “Masjid itu rumah Allah SWT, masjid itu kantornya Rasulullah SAW. Jadi, mari kita jadikan momentum Ramadhan sebagai momen kaum muslimin untuk kembali ke masjid karena sejatinya kebangkitan kaum muslimin berawal dari masjid,” tutur kyai yang akrab dipanggil Gus Fikri ini. 

Alumnus FISIP Universitas Jember ini lantas mengapresiasi langkah almamaternya yang istiqomah memakmurkan masjid Al Hikmah melalui berbagai kegiatan yang dimotori oleh para mahasiswa yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Kerokhanian Islam Lembaga Dakwah Kampus (LDK). 

“Sebagai lembaga pendidikan tinggi, saya berharap Universitas Jember tidak sekedar  mencetak sarjana saja, tapi juga mencetak lulusan yang muttaqindan mukminin. Saya berharap ada lulusan Kampus Tegalboto yang meniru sosok Ibnu Khaldun, sosiolog yang juga penghafal Al Qur’an, seperti sosok Ibnu Sina yang dokter tapi juga sekaligus ulama,” ujar Gus Fikri. 

Harapan KH. Mushodiq Fikri disambut hangat oleh Abdul Majid, pembina LDK dan pengurus takmir Masjid Al Hikmah. Menurut Abdul Majid, selama ini LDK dan pengurus takmir Masjid Al Hikmah sudah memiliki berbagai program yang menjadikan Masjid Al Hikmah sebagai pusatnya. 

“Di bulan Ramadhan ini setiap selesai sholat dhuhur ada Kultum, sementara di ba’dha Ashar rutin diadakan kajian berbagai kitab kuning sambil menunggu adzan magrib seperti kitab Fathul Qorib, kitab  Taqrib, kitab Ta’lim Muta’alim dan lainnya. Dan setiap harinya Masjid Al Hikmah menyediakan takjil bagi 300 hingga 400 orang,” jelas Abdul Majid. 

Pria yang juga Wakil Dekan III Fakultas Pertanian ini lantas menambahkan, kegiatan di Masjid Al Hikmah lantas berlanjut dengan tarawih, tadarus hingga iktikaf dan sahur bersama. Selain itu di setiap hari Jumat diselenggarakan kegiatan khotmil Qur’an juz 30 yang diselenggarakan oleh Komunitas Pecinta Al Qur’an (Kompaq). 

“Khusus selama bulan Ramadhan ini, kami mendatangkan para imam sholat tarawih dari Darul Qur’an Jakarta. Dan di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan kegiatan iktikaf makin digiatkan, termasuk juga acara pengajian setiap Jumat pagi dengan menghadirkan para kyai dan ulama di Jember dan sekitarnya,”  imbuh Abdul Majid.  

Sementara itu dalam sambutannya, Prof. M. Sulthon, Wakil Rektor III menegaskan bahwa Universitas Jember konsisten dalam mempertahankan tradisi baik seperti pengajian setiap hari Jumat di setiap bulan Ramadhan dan di kesempatan lainnya. 

“Ramadhan bulan yang tepat untuk meningkatkan ketaqwaan kita. Namun tentu saja untuk meningkatkan ketaqwaan tadi perlu ilmu, oleh karena itu Universitas Jember melalui LDK dan pengurus Takmir Masjid Al Hikmah mengundang para ulama seperti Gus Fikri untuk memberikan taushiyah dan ilmu agar segenap keluarga besar Universitas Jember dapat menjalani berbagai ibadah di bulan Ramadhan dengan baik, selamat dunia akhirat,” pungkas Wakil Rektor III Universitas Jember. (mia/iza/iim/hms)  


Semarakan Ramadan, Satlantas Polres Lumajang Gelar Patroli Sahur



Lumajang, KaJe
(10/05/2019) ---Sejak hari pertama puasa hingga sekarang ini, ada nuansa berbeda yang dilakukan Sat Lantas Polres Lumajang. Pasalnya, patroli anggota Polisi Lalu Lintas, selain membawa peralatan kepolisian juga membawa alat musik. Ini tujuannya untuk membangunkan umat Islam yang tengah menjalankan puasa, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat selama bulan Ramadan khususnya di saat  sahur.

  Dengan menggunakan mobil bak terbuka serta pengeras suara, anggota Polres Lumajang dengan semangat menabuh peralatan musik agar warga dapat bangun untuk melaksanakan sahur di rumah masing-masing. Selain untuk membangunkan warga, kegiatan ini juga merupakan tindakan preventif kepolisian agar tindakan criminal selama bulan ramadhan khususnya pada malam hari dapat ditekan oleh pihak Kepolisian.

  Dikonfirmasi melalui sambungan telfon, Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH mengatakan kegiatan ini memang bertujuan untuk menekan angka kriminalitas selama bulan ramadhan. “Selain merupakan sisi humanis dari kepolisian, patroli sahur seperti ini memang diperlukan agar tindakan criminal di bulan ramadhan di wilayah hukum Polres Lumajang dapat kami tekan. Saya sendiri sebagai Kapolres Lumajang juga akan turun langsung dalam kegiatan-kegiatan patroli ” tegasnya.

“untuk menciptakan rasa aman selama bulan ramadhan, saya akan tingkatkan berbagai macam Patroli. mulai dari patroli sahur, patroli senja, patroli malam maupun patroli siang hari. Sejauh ini jajaran dari Sabhara serta Polsek jajaran juga telah melakukan hal serupa” ujar Arsal kembali.

  Kasat Lantas Polres Lumajang, AKP I Gede Putu Atma Giri SH mengungkapkan bahwa dengan kegiatan ini Polri telah menjunjung tinggi nilai nilai toleransi beragama di wilayah Lumajang. “Ini adalah wujud nyata sebuah toleransi beragama. Meskipun saya bukan kaum muslim, tetapi sayapun juga aktif secara langsung dalam patroli di bulan ramadhan ini” tegasnya. (Suatman)

Cara Kapolres Jember Untuk Dekat Dengan Warga





Jember, KaJe
Bulan Suci Ramadan merupakan bulan penuh berkah. Karena itu, banyak masyarakat yang berlomba lomba berharap berkah tersebut seperti yang dilakukan Polres Jember. Momen Ramadan ini Polres Jember melakukan sapa saur dengan menggelar patroli keliling diiringi musik Patrol khas Jember yang dipimpin langsung Kapolres Jember, AKBP Kusworo Wibowo SH, SIK , MH .

Patroli keliling dengan berjalan kaki diiringi musik tradisional khas Jember, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, SH, SIK, MH, bersama.anggotanya  keliling antar  kampung memyapa dan membangunkan umat Islam Muslim di sepanjang jalur yang dilewati. Bahkan, kesempatan itu juga dimanfaatkan Kapolres untuk memberikan imbauan kepada masyarakat dan sejumlah Pos Kamling.

Alunan musik patrol membuat warga yang dilewatinya beranjak dari tempat tidurnya. Justru kehadiran pak polisi keliling itu mendapat sambutan hangat warga karena merasa terbantu untuk melaksanakan persiapan saur, Jumat dini hari (10/5/2019).

Slamet Hariyanto, warga di perumahan Bukit Permai, Lingkungan Sadengan, Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari mengaku bangga melihat keikhlasan anggota polisi berkeliling.

"Saya tidak menyangka kalau yang Patrol keliling bapak bapak polisi. Ini baru kali ini saya jumpai, seorang Kapolres bersama anggota polisinya, pagi-pagi menjelang sahur ikhlas berkeliling kampung dan mendatangi pos Kamling Warga," ujarnya.

Slamet yang terjaga rasa kantuknya untuk bangun, langsung keluar rumah. Dia kagum melihat puluhan polisi dipimpin langsung Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, berada di lingkungannya.

Pagi itu, tampilan anggota polisi juga beda dalam tugasnya sehari hari. Para anggota polisi malah berkopyah dan memainkan alat musik kentongan khas Jember, layaknya musik patrol sahur yang disajikan warga Jember. Patrol sahur ini kemudian berkelilingi perumahan dengan diikuti mobil patroli.

Sebagian petugas memukul kentongan, dan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo, Kepala Polsek Sumbersari Kompol Faruk Mustofa Kamil dam Kasat Lantas Polres Jember AKP Edwin Nathanael dan Kasat Reskrim Yadwivana Yumbo Qatasson mengikuti bernyanyi sahur-sahur melalui loudspeaker, dan semua kasat, ikut berpatrol sahur dengan jalan kaki.

Tentu itu bukan penggerebekan teroris, melainkan grebek sahur. Polres Jember mempunyai terobosan untuk menjaga keamanan dan menjaga kesucian bulan Ramadhan, yakni patroli lingkungan dan patrol sahur.

Kapolres memerintahkan 31 Polsek se-Kabupaten Jember melakukan patroli mulai tarawih hingga waktu imsak tiba di lingkungan warga. Kegiatan tersebut dilaksanakan selama bulan Ramadhan. Jadi, semua polsek anggotanya diwajibkan melakukan grebek sahur.

Menurut Kapolres, di bulan Ramadan dan menjelang Lebaran tingkat kriminalitas semakin meningkat. Kalangan penjahat dan residivis menganggap bulan puasa adalah panen pencurian.

"Selain beribadah membangunkan Umat Muslim yang berpuasa Ramadhan bisa menyapa Warga langsung menerima keluhan atau masalah keaman yang dirasakan," jentrehnya Jum'at (10/5) dini hari.

Kusworo membuat terobosan untuk meningkatkan keamanan sambil meramaikan Ramadaan yang cuma setahun sekali.

Dia pun memilih patrol sahur karena kegiatan itu membangunkan orang yang berniat puasa dan hitung-hitung bernilai ibadah. "Itulah kenapa Polres memilih patroli dan patrol sahur. Manfaatnya dua, yaitu menjaga kemanan dan bernilai ibadah. Sungguh, kami mencintai Ramadan. Sebab itu, kami bertekad memberikan rasa aman bagi masyarakat selama beribadah puasa," tegas Kapolres.

Patrol sahur polisi itu mendapat tanggapan positif dari masyarakat. Menurut Slamet Hariyanto1, yang rumahnya "digrebek" polisi, jika polisi yang melakukan patroli sahur, rasanya lebih aman dan nyaman. Dengan begitu, warga lingkungan sekitar merasa terjaga keamannya karena polisi melakukan patroli sekaligus patrol sahur. "Saya harap, kegiatan ini digelar tiap tahun," harapnya. (Mul/Mia/hms)

08/05/2019

Wabub Muqit Ajak Umat Islam Manfaatkan Bulan Ramadan Sebaik baiknya




Jember, KaJe
Wakil Bupati Jember Drs. KH. A Muqit Arief mengajak umat Islam untuk memanfaatkan Bulan Suci Ramadan sebaik-baiknya untuk meningkatkan keimanan. "Usahakan waktu di Bulan Ramadan untuk berpuasa dengan sungguh-sungguh," ujar wabup dalam tausiahnya di Musholla Pemkab Jember, Selasa 07 Mei 2019.

Kesungguhan untuk menjalankan puasa itu tidak sebatas menahan lapar dari imsak sampai maghrib. Kesungguhan itu juga diantara dengan menjaga lisan, hati, dan langkah kaki yang bisa mengurangi amal ibadah puasa. Bulan Ramadan, masih kata wabup, adalah bulan pengasahan keimanan, bulan pengasahan diri untuk introspeksi diri.

Pria yang juga pengasuh Pondok Pesantren Al Falah Silo ini mengajak umat muslim memanfaatkan kesempatan di Bulan Ramadan dengan sebaik-baik-baiknya. "Perbanyak meminta ampun kepada Allah SWT, perbanyak bersyukur," ujarnya.

Ibadah puasa yang dijalankan dengan sebaik-baiknya, lanjut wabup, akan mengantarkan seorang muslim kembali kepada fitrah kemanusiaan. Menjadi manusia yang sesungguhnya, penuh kasih sayang, penuh welas asih, penuh perhatian, dapat merasakan penderitaan orang," tuturnya,

Seorang muslim sangat bahagia menyambut Bulan Ramadhan. "Semoga kita bisa melaksanakan ibadah ini dengan sebaik mungkin, sampai akhir Ramadhan," jelas wabup. (Mul/Mia/hms)