01/04/2020

Masuk Kantor Pusat UNEJ Wajib Dites Suhu Tubuh



Jember, Kabarejember.com 
(1 April 2020) --- Sebagai upaya mengantisipasi pencegahan perkembangan dan penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) di lingkungan Universitas Jember melakukan antisipasi tambahan dengan  pemeriksaan suhu tubuh. Bagi seluruh karyawan ataupun tamu yang hendak masuk kantor pusat harus melalui pintu pemeriksaan suhu tubuh dengan menggunakan thermometer gun.
“Semua karyawan mulai dari pimpinan maupun staf serta tamu yang masuk ke Kantor Pusat harus melalui pemeriksaan suhu tubuh terlebih dahulu. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui jika ada karyawan yang menunjukkan gejala sakit dan tidak,” demikian yang disampaikan oleh Rokhmad Hidayanto Kepala Subbagian Humas Universitas Jember, (1/4). Dia menambahkan “ Dibeberapa unit kerja juga sudah melakukan hal yang sama dengan yang dlakukan di Kantor Pusat” 
Menurut pria yang akrab disapa Didung ini, saat ini Universitas Jember tidak hanya melakukan pemeriksaan suhu tubuh saja. Namun lebih dari itu Universitas Jember juga melibatkan Pusat Layanan Kesehatan LP2M  (UMC)
“Jika terdapat karyawan yang terindikasi demam tinggi, maka mereka difasilitasi untuk diperiksa oleh tenaga medis yang ada di UMC. Bagaimana tindakan selanjutnya itu adalah kewenangan UMC,” imbuhnya.
Selain dilakukan pemeriksaan suhu tubuh karyawan juga dihimbau agar membiasakan diri dengan hidup sehat, salah satunya selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer yang telah disiapkan di beberapa sudut ruangan atau sabun yang disediakan di wastafel sebelum memasuki ruang kerja masing-masing.
“Setelah melakukan presensi maka para karyawan diminta kesadaran masing-masing untuk menggunakan hand sanitizer. Hand sanitizer sengaja kami sediakan dan kami pasang bersebelahan dengan mesin presensi elektronik. Sementara sabun untuk cuci tangan juga kami siapkan di setiap wastafel yang ada,” pungkas Didung. (Mia/lilik/hms) 

Pemohon SIM Baru dan Perpanjangan Diliburkan Mulai 31 Maret - Batas yang Tidak Ditentukan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com
-- Upaya untuk mengantisipasi penyebaran wabah Corona Virus Disease (COVID-19), mulai 31 Maret 2020 Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Probolinggo menutup sementara pelayanan SIM di Satpas (Satuan Penyelenggara Administrasi SIM) Polres Probolinggo.

Penutupan sementara ini disampaikan Satlantas Polres Probolinggo jauh-jauh hari sebelumnya ditempel di pintu gerbang Satpas Polres Probolinggo dan disebar di media-media sosial.

“Mulai hari ini (31 Maret 2020), pelayanan SIM di Satpas Polres Probolinggo diliburkan sampai waktu yang belum ditentukan. Upaya ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona,” kata Kasatlantas Polres Probolinggo AKP Purwanto Sigit Raharjo.

Sigit menegaskan, penutupan sementara pelayanan SIM ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari kebijakan pemerintah untuk tidak melaksanakan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang dan himbauan untuk menerapkan social distansing (menjaga jarak aman).

“Penutupan sementara layanan SIM ini berlaku serentak di seluruh Polres jajaran Polda Jawa Timur. Dengan adanya penutupan sementara ini, tidak ada lagi pelayanan SIM, baik yang memperpanjang maupun pemohon baru,” tegasnya.

Menurut Sigit, bagi pemilik SIM yang habis masa berlakunya mulai tanggal 17 Maret 2020 atau selama penutupan pelayanan dapat memperpanjang setelah situasi dinyatakan normal kembali.

“Penutupan sementara layanan SIM ini untuk mengantisipasi dini atau memutus mata rantai penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19) yang semakin hari perlu mendapatkan perhatian yang serius,” pungkasnya. (MH)

31/03/2020

Cegah Penyebaran Covid 19 Pemdes Wonosari Rutin Lakukan Penyemprotan Disinfektan


Jember, Kabarejember.com 
---- Semenjak dibentuknya satgas pencegahan corona di kecamatan Puger pada Senin(23/03), pemdes Wonosari segera membentuk satgas tingkat desa dan secepatnya melakukan aksi penyemprotan disinfektan di wilayahnya.

Diawali penyemprotan di kantor desa, masjid-masjid, sekolah-sekolah hingga ke rumah-rumah warga. Kepala desa beserta perangkatnya, Babinkamtibmas, Babinsa, tim medis, RT/RW, dan masyarakat sekitar turut dilibatkan dalam kegiatan penyemprotan.

Menurut informasi yang dihimpun oleh kabarejember.com, masyarakat Wonosari sangat berterima kasih dengan adanya penyemprotan disinfektan di lingkungan sekitar mereka. Masyarakat tidak segan turut membantu kegiatan dan memberikan bantuan konsumsi ala kadarnya. "Saya selaku masyarakat mengucapkan terima kasih atas upaya pencegahan yang dilakukan pihak pemdes."ujar Mahfudz, warga dusun Penitik desa Wonosari. 

Kepala Desa Wonosari, H. Edi Purnomo menerangkan, bahwa Pemdes Wonosari rutin melakukan penyemprotan disinfektan sejak seminggu yang lalu. Secara bergantian setiap hari  dilakukan penyemprotan perRT/RW, dan hari ini Selasa(31/03) kegiatan penyemprotan disinfektan dilaksanakan di RW 15 dusun Penitik. "Pencegahan penyebaran covid 19 akan terus kita lakukan sampai kondisi kembali normal. Semoga pandemi ini segera berakhir di bumi Wonosari dan Indonesia." katanya. (heri)

Dampak Corona, Restribusi Pedagang Pasar Leces Ditiadakan

Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Retribusi yang dipungut dari  pedagang atas penggunaan fasilitas pasar dan pemberian ijin penempatan oleh pemerintah kabupaten berupa Restribusi pasar terdiri dari Restribusi penempatan, Restribusi los, Restribusi kios dan Restribusi dasaran.

Menanggapi tentang wabah Covid -19 kali ini Restribusi pasar Leces ditiadakan mulai 1 April sampai waktu tidak di tentukan. 

Kepala pasar Leces Joni Sukisworo menjelaskan, meniadakan retribusi tersebut sudah dikaji Disperindag Kabupaten Probolinggo , untuk pasar Leces Non Retribusi akan dimulai tanggal 1 April 2020 sampai dengan waktu yang tidak ditentukan, bisa segera dan bisa jadi lama, tergantung pada wabah virus Corona yang sedang melanda Negara kita tercinta.

Ditiadakan retribusi pasar ini, untuk seluruh pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo, juga ada pengurangan jam operasional pasar tradisional oleh para pedagang. Untuk pasar Leces sendiri untuk pasar malam dibuka pukul  01:00 wib - 05:00 wib dan untuk pasar siang 06:00 wib - 13:00 wib dan untuk pasar hewan 10:00 wib - 14 : 00 wib , sesuai dengan putusan pemerintah daerah yang disampaikan oleh Dinas  perindustrian dan perdagangan Kabupaten Probolinggo Drs.Dwijoko Nurjayadi, MM .

"Saya beserta staf pasar akan mengoptimalkan pelayanan sebagaimana mestinya. Meskipun retribusi pedagang libur kami tetap memantau keadaan pasar sampai wabah Covid -19 dengan pemerintah di katakan aman," jelas kepala pasar. 

Menurut H.Sugianto ketua paguyupan pasar rakyat Leces, Non Restribusi ini membuat para pedagang senang, semoga dengan pengurangan jam operasional ini dapat respon yang positif dari para pedagang.  Sebagai ketua paguyupan saya berharap semoga dengan adanya musibah ini, kita bersama sama memerangi penukaran virus Corona," jelasnya pada media Kabarejember.

Ahmad Zaini sebagai pedagang, dirinya sangat bersyukur karena non retribusi ini sangat membantu para pedagang dengan keadaan pasar yang mulai sepi. "Saya yang dagang polo ijo yang dominan untuk bahan Jamu lumayan laku dan sampai jual online juga,"  kata Ahmad.  (MH)

Satreskoba Polresta Probolinggo Amankan Pengedar Sabu dan Okerbaya


Probolinggo, Kabareprobolinggo.com 
--- Jajaran Satreskoba Polres Probolinggo Kota Berhasil Mengamankan Siti Ambar Wulandari (51), di rumahnya yang beralamatkan di Jalan Kyai Mugi No 44, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Jum’at (27/03) Malam saat akan melakukan transaksi ke calon pembelinya.

“Tersangka ditangkap petugas Satresnarkoba dirumahnya saat akan melakukan transaksi kepada calon pembelinya. Selain sebagai pengedar, tersangka juga memakai sendiri,” terang Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh, kepada sejumlah wartawan di halaman Mapolres, Senin (30/03) sore.

Wakapolresta juga menyebutkan, barang bukti (BB) yang didapatkan petugas di rumah tersangka berupa 2 (dua) buah plastik klip yang berisi sabu dengan berat 0,46 gram dan 0,06 gram, 1 (satu) unit HP merk Samsung warna putih, 4 (empat) buah plastik klip kosong, dan 2 (dua) buah sedotan di amankan sebagai barang bukti.

“Karena perbuatannya kami jerat pasal pasal 114 ayat (1), pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang narkotika, ancaman hukumannya paling singkat 5 (lima) tahun penjara, dan denda paling rendah Rp1 miliar," tambahnya.

Ditempat yang sama, Kasat Resnarkoba Polres Probolinggo Kota AKP Harsono menjelaskan, tersangka adalah merupakan residivis. “Tersangka ini sudah seringkali kluar masuk hukuman dengan kasus yang sama,” jelas Harsono.

Saat diintrograsi petugas, tersangka mengaku bekerja di gaharu, dan memiliki satu orang anak yang saat ini kuliah di Universitas Brawijaya Malang. Tersangka juga mengaku, barang haram tersebut didapatkan dari Lumajang.

“Saya dapatkan barang dari Lumajang. Dan saya terpaksa melakukan bisnis haram ini karena desakan ekonomi. Karena kerja di gaharu hasilnya kecil, tidak bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari," kata tersangka kepada petugas.

Diwaktu yang sama, Jumat (27/03) malam, Satreskoba Polres Probolinggo Kota juga mengamankan 2 (dua) tersangka pengedar farmasi warga Kabupaten Lumajang yang mengedarkan obat keras berbahaya (Okerbaya) di wilayah hukum Polres Probolinggo Kota.

Kedua tersangka bernama Bahrul Basofi Prasetyo (24) warga Dusun Krajan Rt.008/Rw.001 Desa Wates Wetan, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang, dan Risfan Farit (25) warga Dusun Gunung Rt.029/Rw.004 Desa Wates, Kecamatan Ranuyoso, Kabupaten Lumajang.

Dari tersangka Bahrul Basofi Prasetyo polisi mengamankan barang bukti (BB) berupa 100 butir pil Trihexipenidyl, 32 butir pil dextro, 1 unit HP merk OPPO, uang tunai Rp150.000,- hasil penjualan pil, dan 1 unit Honda Vario Merah nopol N-3466-YAA.

Sedang, dari tersangka Risfan Farit polisi mengamankan BB berupa 100 butir pil Trihexipenidyl, 1 unit HP merk Samsung warna hitam, dan 1 unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau nopol D-5098-BS.

Kedua tersangka ini dijerat pasal 196 ayat (1) dan pasal 197 ayat (1) UU RI No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara, dan denda paling banyak Rp1,5 miliar. (MH)

Dua Sekolah di Puger Kulon Disemprot Ulang Disinfektan


Jember, Kabarejember.com
- - Pemdes Puger Kulon kecamatan Puger lakukan penyemprotan ulang disinfektan dua sekolah yang berada diwilayahnya pada Senin(30/03). Kedua sekolah itu yaitu SDN Puger Kulon 04 dan TK Dewi Masyitoh.

Penyemprotan ulang disinfektan dilakukan karena kedua sekolah dalam keadaan terkunci saat dilakukan penyemprotan ke sekolah-sekolah beberapa hari yang lalu. Sehingga hanya bisa disemprot bagian luarnya saja.

Setelah melakukan koordinasi dengan  kepala sekolah supaya membuka kunci pintu sekolah, maka barulah pada Senin (30/03) pagi , kegiatan penyemprotan dilakukan. Perangkat desa, bidan desa dan beberapa guru turut dalam kegiatan tersebut. Semua lokal kelas disemprot secara merata bagian luar dan dalam. Bahkan meja kursi dan perabotan lain turut disemprot.

Kepala Desa Puger Kulon, Nur Hasan menerangkan, bahwa penyemprotan ulang dilakukan agar sekolah menjadi steril luar dan dalam. "Kami akan terus melakukan upaya pencegahan penyebaran covid 19. Selain dengan penyemprotan, Pemdes Puger Kulon juga aktif memberi arahan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan dan melakukan social distancing," katanya.(heri)

30/03/2020

Babinkamtibmas dan Babinsa Desa Jenggawah Turun Langsung Dalam Penyemprotan Perangi Virus Covid 19


Jember, Kabarejember.com 
---- Dengan semakin merebaknya virus covid 19 (corona), membuat  seluruh masyarakat dunia umumnya bahu membahu memerangi virus yang cukup berbahaya ini.

Khususnya di Dusun Babatan Talang Desa Jenggawah Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember. Babinmas dan Babinsa turun langsung dalam rangka penyemprotan menggunakan desinfektan guna memutus penyebaran virus covid 19 atau corona. 
Penyemprotan yang dilakukan pada tanggal 30 maret 2020 ini dimulai pukul 12.00 wib hingga selesai.

Bripka Sunanto selaku Bhabinkamtipmas Desa Jenggawah mengatakan, penyemprotan ini dilakukan bersama sama antara Bhabikantibmas , Babinsa dan anggota FKPM serta relawan masyarakat peduli Babatan Talang yang beranggotakan sekitar 20 orang.

"Penyemprotan ini kami lakukan untuk memutus penyebaran virus covid 19 atau corona," paparnya. 

Ditambahkan dia, pihaknya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Dusun Babatan Talang khususnya untuk tidak keluar rumah kalau memang tidak penting, dan juga menghindari kerumunan warga. Karena virus corona ini sangat berbahaya. 

Hal senada juga disampaikan Sahendra selaku Babinsa Desa Jenggawah, bahwa masyarakat diminta untuk selalu menjaga kesehatan serta selalu mencuci tangan dengan sabun sehabis beraktifitas. " Karena virus corona ini akan mati bila dibilas dengan sabun menggunakan air mengalir," pungkasnya. ( tim /*)